Dari CSR Bank Riau Kepri dan Baznas Bengkalis

Senyum Lebar Anak Yatim dan Dhuafa di Bulan Yang Suci

Bengkalis, katakabar.com - Pengurus masjid, anak yatim dan kaum dhuafa yang terima bantuan dari Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Riau Kepri, tersenyum lebar kemarin.
Tiga Masjid yang mendapat bantua nilainya Rp30 juta per masjid. Tak cuma itu,  Al-Quran, papan informasi dan jadwal salat diterima ketiga pengurus masjid dengan sumringah.
 
Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Kasmarni yang menyerahkan bantuan ke pengurus Masjid Ar-Rahman Dusun Tanjung Bangsal Desa Teluk Lancar, Masjid Raudhatul ulum Dusun Bangun Sari Tengah Bantan dan Masjid Nurul Taqwa Dusun Sempurna Desa Ulu Pulau, kemarin.
 
Santunan anak yatim dan kaum dhuafa di Kecamatan Bantan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bengkalis. 
 
Secara simbolis Orang yang sama yang serahkan bantuan. Kali ini Camat Bantan, Sufandi terima bantuan dari mantan Camat Pinggir itu. Selepas bantuan diterima nantinya bakal diserahkan kepada penerima yang berhak.
 
Bantuan ini bentuk perhatian dan komitmen pemerintah melaksanakan pembangunan di bidang keagamaan. Paling penting penyaluran santunan anak yatim di Bulan Ramadhan ini, Kabupaten Bengkalis mendapat barokah, bisa menjadi Kabupaten yang baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur menuju Bengkalis maju dan makmur di Indonesia, ujar Kasmarni.
 
Meski Ramadhan di tengah pandemi corona virus disease 2019 (Covid 19). Kegembiraan dan semangat untuk mengisi amaliyah Ramadhan tak boleh surut.
 
“Umat muslim harus terus meningkatkan keimanan dan memperbanyak ritual ibadah walau dilakukan di rumah,  tadarus Al-Qur’an, qiyamul lail atau shalat tarawih."
 
Mari umat muslim mantapkan hati, ikhlaskan diri dan yakini bersama ibadah di rumah pilihan terbaik untuk dlaksanakan saat ini.
 
“Kita semua bisa bersama keluarga beribadah di rumah masing-masing, guna mencegah terjadinya penyebaran dan penularan wabah virus Covid 19 yang sedang melanda negeri. Selama pandemi, keinginan untuk menyelamatkan nyawa harus didulukan dibanding keinginan untuk melakukan ibadah secara berjamaah di rumah ibadah,” tandasnya.
 
 
Editor : Sahdan

Berita Terkait