Paling Menonjol Curat

Sepanjang 10 Bulan, 35 Kasus Kejahatan Diungkap Polres Meranti

Selatpanjang, katakabar.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kepulauan Meranti berhasil mengungkap 35 kasus kejahatan dan mengamankan 34 orang tersangka selama periode bulan Januari hingga Oktober 2020.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito lewat Kasat Reskrim AKP Prihadi Tri Saputra mengatakan, dari puluhan kasus yang ditangani, kasus pencurian dengan pemberatan (curat) paling menonjol, totalnya 14 kasus.

"Kasus kriminalitas di wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti selama 10 bulan tercatat 45 kasus, ditambah 7 kasus tunggakan tahun 2019. Sebanyak 35 kasus diantaranya sudah tertangani," ujar AKP Prihadi, saat konferensi pers di Mapolres, kemarin.

Dirincikannya, kasus Curat 14 kasus. Sebanyak 12 kasus pada tahun 2020 dan 2 kasus tunggakan tahun 2019, sudah kelar 10 kasus, curanmor 1 kasus belum beres.

Terus Curas 1 kasus penanganannya sudah beres, penganiayaan 5 kasus meliputi 3 kasus pada tahun 2020 dan 2 kasus tunggakan tahun 2019, sudah selesai 4 kasus.

Berikutnya, kasus penggelapan 2 kasus selesai 1 kasus, illegal loging 1 kasus sudah selesai, KDRT 3 kasus dimana 2 kasus pada tahun 2020 dan 1 kasus tunggakan tahun 2019 dan selesai 2 kasus, dan kasus penipuan 2 kasus rinciannnya 1 kasus pada tahun 2020 dan 1 kasus tunggakan tahun 2019, sudah kelar penangannya 2 kasus.

Kasus penyebarluasan perbuatan kesusilaan melalui media sosial WhatsApp 1 kasus sudah selesai, pemalsuan surat 3 kasus selesai 2 kasus, pemalsuan tanda tangan 1 kasus belum selesai, penyelundupan manusia 1 kasus sudah selesai, pencabulan anak bawah umur 5 kasus dan selesai 4 kasus, penipuan dan penggelapan 1 kasus belum selesai, karlahut 4 kasus selesai 4 kasus, persetubuhan anak bawah umur 2 kasus belum selesai, pencemaran nama baik 2 kasus, 1 kasus pada tahun 2020 dan 1 kasus tunggakan tahun 2019 dan selesai 1 kasus, penganiayaan dan penyerangan 1 kasus sudah selesai.

Kasus-kasus tersebut berhasil diungkap berakat adanya peran serta seluruh elemen masyarakat. 

"Polri khususnya Polres Kepulauan Meranti tidak bisa bekerja sendiri dalam melakukan pengungkapan kasus kejahatan tanpa dukungan semua elemen masyarakat yang ada," tandasnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait