Seret Investasi Otomotif Dari Negeri Sakura

  • Reporter:
  • 20 November 2019, 17:21:17 WIB
  • Internasional

Jepang, katakabar.com - Dalam lawatan Menperin Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasamita bertemu dengan sejumlah perusahaan otomotif ternama di Negeri Sakura, kemarin.

Itu seiring implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, yang memprioritaskan pengembangan industri otomotif di dalam negeri agar lebih berdaya saing global.

“Kami dapat laporan tentang rencana ekspansi dari Toyota Group sebesar Rp 28,3 Triliun. Ini meliputi pengembangan Toyota, Daihatsu dan Hino. Investasi bakal direalisasikan pada periode Lima Tahun, dari 2019-2023 untuk mengembangkan bisnis di Indonesia, ujarnya.

Kata Agus, Honda bakal merealisasikan investasi sebesar Rp 5,1 Triliun pada periode 2019-2023 mendatang di Indonesia.

“Investasi tersebut untuk model baru dan pendalaman industri, lokalisasi dan sebagainya. Salah satu nilai positif dari Honda, menempatkan pusat penelitian dan pengembangannya di Indonesia".

Pihaknya mengajak para investor agar bisa membawa atau membangun pusat R & D di Indonesia. Ada regulasi PP No 45 Tahun 2019, yang memberikan fasilitas super deduction tax. Jadi, industri yang bangun R & D bakal dapat super deduction tax sebesar 300 persen.

Harapannya, kepada Krakatau Nippon Steel Sumikin (Nippon Steel Group) terus meningkatkan porsi baja canai gulung dingin lokal, biar tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sektor otomotif meningkat sekaligus bisa menekan impor.

“Misi bertemu dengan Nippon Steel agar Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) bisa meningkatkan porsi baja canai gulung dingin atau CRC (cold rolled coil)".

Hal ini sejalan dengan kebijakan Kemenperin untuk mencari substitusi barang sejenis yang diimpor dari Jepang sebagai bahan baku sektor otomotif.

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono menanggapi, Toyota Group memberikan update ekspor yang mencapai 200.000 unit pada 2018 lalu.

“Kami katakan kepada Pak Menteri mengenai komitmen Toyota Group sebesar Rp 28,3 Triliun", sebutnya.

Di kegiatan one on one meeting di Tokyo, Menperin Agus sudan bertemu sejumlah industri otomotif asal Negeri Sakura meliputi, Direksi Mitsubishi Motors Corporation (MMC), Toyota Group, Daihatsu Motor Corporation, Hino Motor, Suzuki Motor Corporation, Isuzu Japan dan Honda Motor.

Editor : Sahdan

Berita Terkait