Siap Siap! Kemensos RI Bakal Tingkatkan 10 Kali Lipat KPM Penerima BK

Jakarta, katakabar.com - Menteri Sosial RI, Juliari P. Batubara berkomitmen untuk tidak memelihara kemiskinan. Tahun ini ada Tiga program pemberdayaan sosial yang menjadi fokus perhatian, termasuk kewirausahaan sosial yang ditingkatkan 10 kali lipat.

Penerima bantuan Kewirausahaan Sosial didasarkan atas data Program Keluarga Harapan (PKH) yang saat ini berjumlah 10 juta atau 18 persen dari komplementaritas program Kemensos.

Soal anggaran untuk Kewirausahaan Sosial ini, sementara per KPM bakal menerima Rp3,5 juta, atau total sekitar Rp50 miliar.

“Pagunya kurang lebih untuk 16.000 KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Nantinya, bantuan kewirausahaan diberikan kepada mereka yang belum punya usaha dan belum terakses dengan kredit,” kata Mensos Juliari, saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pemberdayaan Sosial Tahun 2020, di Jakarta, seperti dikutip dari Situs Resmi Kemensos RI, kemarin.

Jumlah KPM untuk Kewirausahaan Sosial ujar Mensos RI, bakal bertambah. Itu tadi misinya, Kementerian Sosial berkomitmen tidak memelihara kemiskinan.

“Kementerian Sosial lebih agresif lagi melakukan kegiatan-kegiatan dan program-program yang sifatnya pemberdayaan,” kata Mensos Juliari.

Kita pastikan arah kebijakan kementerian untuk terus mengurangi populasi penduduk pra-sejahtera. Itu sebabnya, terus memperkuat dan meningkatkan jangkauan program pemberdayaan sosial. Di tambah lagi, perubahan strategi ini sudah mendapat restu dari Presiden, jelasnya.

Dirjen Pemberdayaan Sosial, Pepen Nazaruddin menimpali, Program Kewirausahan menjadi prioritas kerja Tahun 2020. Ini program baru, lantaran Menteri Sosial mau meningkatkan lebih ke pemberdayaan. Bukan berarti menomorduakan bantuan sosial, itu tetap ada dan dilanjutkan dengan pemberdayaan sosial.

“Anggaran untuk Kewirausahaan Sosial sementara ini, per KPM menerima Rp3,5 juta. Totalnya, sekitar Rp50 miliar," rincinya.

Kata Pepen, per KPM bakal menerima bantuan pemerintah untuk lembaga kewirausahaan mereka sekisar Rp1 juta. Mereka perlu biaya mengembangkan usahanya.

Menurutnya, rencana ini terus digodok lantaran setiap wilayah membutuhkan biaya berbeda. Kemensos masih membahas indeks atau rata-rata biaya pengembangan usaha para KPM.

"Tahun ini sebenarnya kita sudah jalan 1.400 KPM untuk Program Kewirausahaan. Tapi, Menteri mau menambahkan, jadi digenjot lagi," tambahnya.

Direktorat Pemberdayaan Sosial Tahun 2020 punya program lain, investasi usaha kecil dan program terkait program potensi sumber yang menyangkut pembinaan masyarakat.

Kemensos memperkuat pula pengembangan dan keberlanjutan Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) dan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di daerah masing-masing.

Di samping itu, Kemensos memperkuat program Komunitas Adat Terpencil (KAT). Dan terus memperkuat agenda pemberdayaan sosial tetap menjaga kelanjutan program bantuan sosial.

Ini pentingnya Rakor Program Pemberdayaan Sosial Tahun 2020, tujuannya menyatukan arah dan tindakan dalam penyelenggaraan program pemberdayaan sosial baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, tandasnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait