Siapkan Generasi Emas Menuju 2045

  • Reporter:
  • 24 November 2019, 11:42:11 WIB
  • Internasional

Paris, katakabar.com - Di pekan ke Dua Bulan Nobember 2019 lalu, bertempat di kantor KBRI Prancis. Dengan memanfaatkan bonus demografi yang bakal dihadapi Indonesia dalam beberapa Tahun ke depan. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Prancis melalui Atase Pendidikan dan Kebudayaan menggelar seminar bertajuk “Menyiapkan Generasi Emas Menuju Indonesia Emas 2045”.

Seminar itu, peserta dari Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Paris, Praktisi Pendidikan dan Diaspora Indonesia di Paris.

Nara sumber utama mantan Mendikbud, Mohammad Nuh, memberi pembekalan dan motivasi kepada para pelajar Indonesia di Paris agar menjadi generasi emas di masa mendatang dan dalam menghadapi tantangan global serta tetap memiliki loyalitas untuk membangun Indonesia walau pun sedang menuntut ilmu di luar negeri. 

“Zaman berubah dengan cepat, terutama dalam hal teknologi informasi. Kalau mau bertahan, mestinberadaptasi dengan perubahan dan mampu menciptakan kreasi baru. Ini nantinya ke high order thinking skills (HOTS). Jadi HOTS itu sudah diperkenalkan sejak Kurikulum 2013", ujar M Nuh dilansir dari Situs Resmi Kemendikbud.

Kata M Nuh, kemampuan siswa dalam menghafal rumus dan mengaplikasikannya dalam sebuah soal bakal dianggap sebagai low order thinking skills (LOTS). Itu sebabnya, Kurikulum 2013 berusaha menggeser kemampuan generasi bangsa dari LOTS menjadi HOTS. 

"Tantangannya, harus bisa menaikkan mesin berpikir, harus memiliki kemampuan kreativitas dan inovasi", imbaunya.

Dilanjutkannya, kebutuhan dalam mendidik generasi bangsa tidak cuma tentang pendidikan karakter. 

“Ingat, Karakter saja tidak cukup. Lalu muncul rumus ASK (attitude, skills, and knowledge). Pakai 'and' atau 'dan', jadi semua aspek itu harus ada, bukan pakai 'or' atau 'atau' yang membolehkan salah satu saja".

Bagaimana desain pendidikan di Indonesia yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para pelajar untuk mengembangkan diri ke tingkat yang mereka dapat capai, itu intinya sebut M Nuh.

Duta Besar RI untuk Perancis, Armanatha Nasir mengatakan, pelajar Indonesia di luar negeri adalah investasi besar untuk membangun negara. 

“Semangat kebangsaan dalam diri para pelajar yang ada di sini tetap terus dijaga dan dipelihara", kata Armanatha dalam sambutannya saat membuka seminar.

Harapannya, seminar ini harus mampu memberikan semangat baru bagi para pelajar dalam memberikan yang terbaik dalam menuntut ilmu dengan kebanggaan, sehingga dapat berkontribusi dalam pembangunan Indonesia sehingga jargon generasi emas 2045 mendatang benar-benar dapat diwujudkan.

Editor : Sahdan

Berita Terkait