Korupsi di BUMD Kabupaten Pelalawan

Siap-siap, Dari Lima Saksi Dua Pejabat Pemkab Pelalawan Dimintai Keterangan

Pelalawan, katakabar.com - Sidang lanjutan dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata Kabupaten Pelalawan, dinilai merugikan negara miliar rupiah kembali bergulir di Pengadilan Negeri Tipikor Pekanbaru.

Kali ini agenda sidang mendatangkan lima orang saksi, diantaranya dua pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkabl Pelalawan, yakni Sekdakab Pelalawan, Tengku Mukhlis dan Asisten II Pelalawan, Atmonadi. Kedua pejabat dimintai keterangan sebagai mantan Ketua Dewan pengawasan dan Anggota Dewan pengawasan terkait kasus rasuah menjerat AF mantan Kepala Divisi (Kadiv) Kelistrikan PD BUMD Tuah Sekata.

"Benar, pada Jumat (16/7) sekitar pukul 10.00 WIB besok sidang di kantor  PN Tipikor di Jalan Dahlia Pekanbaru. Agenda sidang dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) BUMD Tuah Sekata Pelalawan terhadap terdakwa insial AF mantan Kepala Divisi (Kadiv) Kelistrikan PD BUMD Tuah Sekata, dengan sidang pemeriksaan saksi," kata Sumriadi Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pelalawan, Sumriadi kepada katakabar.com di kantornya pada Kamis(15/7).

Dijelaskan mantan Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan (PB3R) Kejari Siak ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) bakal menghadirkan lima orang saksi untuk dimintai keterangan di persidangan sebagai saksi, yakni Tengku Mukhlis mantan ketua Dewan pengawasan (Dewas), Atmonadi, Sanusi Mantan Direktur BUMD, Irama Yani mantan keungan BUMD, dan Dasril Maskar.

Diketahui, kasus rasuah perusahaan plat merah di bidang sentrum merugikan negara miliaran rupiah ini dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) penyimpangan kegiatan belanja barang operasional kelistrikan pada BUMD PD Tuah Sekata Kabupaten Pelalawan, Tahun 2012 hingga Tahun 2016 lalu.

Saat itu penahanan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Pelalawan. Hal itu setelah dilakukan perhitungan Kerugian Keuangan Negara oleh ahli dengan Kerugian kurang lebih sebesar Rp3,8 miliar.

Editor : Sahdan

Berita Terkait