Siswa Antusias Jalani Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi

PenulisNurwita Afrina. Guru SMKN 1 Rengat

Rengat - Pembelajaran tatap muka (PTM) kembali digelar untuk daerah daerah yang sudah dianggap zona aman oleh pemerintah, tak terkecuali di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Walaupun pembelajaran tatap muka ini baru dilaksanakan secara terbatas, tetapi antusias siswa dalam menyambut PTM sangat terlihat sekali.

Tidak hanya siswa yang antusias menyambut pembelajaran tatap muka terbatas ini, orang tua pun tak kalah gembira mendengar anak-anak mereka akan segera bersekolah tatap muka seperti biasanya.

Hal ini wajar sekali, mengapa? Karena mereka sudah terlalu lama belajar secara daring/online. Kita ketahui bersama pembelajaran secara daring mempunyai kelemahan dan kelebihan tersendiri.

Kelemahan pembelajaran secara daring ini lah yang selalu di samapaikan siswa dan orang tua kepada pihak sekolah. Salah satu kendala dalam pembelajaran daring yang selalu dikeluhkan para siswa dan orang tua adalah masalah jaringan internet dan kuota internet tentunya.

Salah satu contoh di daerah sekolah saya mengajar yakni di SMK Negeri 1 Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu. Siswa siswi kami bisa dikatakan 70?rasal dari luar kota Rengat  yang masih masuk wilayah Indragiri Hulu. Jaringan internet di daerah daerah seperti yang terakadang kurang bersahabat dengan para siswa siswi kami yang memang memerlukan hal tersebut. 

Tak kalah dengan jaringan internet tersebut, kuota internet terkadang menjadi masalah bagi siswa siswa kami. Otomatis pembelajaran daring yang memerlukan kuota internet lebih dari biasanya mau tidak mau menjadi tambahan biaya pengeluaran bagi siswa siswi kami tiap bulannya. 

Bersyukur pemerintah memberikan kuota internet kepada para pelajar dan guru. Hal tersebut sangatlah meringankan kami dalam pembelian kuota internet seperti biasanya.

Sebelum melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas, kami dari pihak sekolah melakukan kegiatan gotong royong untuk membersihkan ruang kelas, ruang laboratorium dan lingkungan sekolah. Hal ini terkait sudah muncul debu dimana-mana akibat lama ditinggal saat pandemi. 

Hal yang terlihat saat pelaksanaan gotong royong di sekolah saat itu yakni begitu semangatnya siswa siswi membersihkan ruang belajar mereka. Sesekali terlihat canda dan tawa di antara mereka. Tawa itu tentunya sudah lama sekali tidak terlihat di sekolah akibat pandemi yang mengharuskan mereka belajar di rumah.

Hari pertama pembelajaran tatap muka terbatas terlaksana dengat baik dan lancar. Walaupun mereka belajar tidak seperti biasanya dalam satu kelas yang penuh. Sebab, pembelajaran dibagi agar tidak terjadi kerumunan yang mana hal itu sangat dilarang saat ini. 

Biasanya 1 rombel (rombongan belajar) terdiri dari 36 siswa siswi akan tetap pada pembelajaran tatap muka terbatas ini di bagi menjadi 2 rombel. Terkhusus kami di SMKN 1 Rengat, pembelajaran tatap muka terbatas ini untuk 2 minggu pertama di khususkan bagi siswa kelas XII.

Sistemnya, dengan mata pelajaran produktif atau kejuruan mereka masing masing. Selanjutnya siswa siswi kelas X dan XI juga akan melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas ini.

Harapan kami para guru, orang tua dan siswa siswi semuanya, tentu ingin pembelajaran tatap muka ini tetap terlaksana seperti mana biasanya dengan tetap mematuhi prokes yang ada. 

Jika ditanya keinginan kami semua, kami ingin pandemi ini berakhir dan hidup normal seperti biasanya. Semoga Allah mendengar doa kita semua dan kita semua selalu diberi kesehatan. Aamiin.

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait