Sengkarut Lahan di Suluk Bongkal

Soal Nyawa Melayang dan Dua Pemuda Dibui, Ini Penjalasan Humas PT AA

Bengkalis, katakabar.com - Humas PT Arara Abadi Distrik II, Sutrisno menjelaskan, awalnya pihak sekurity PT MPC melakukan pengamanan tenaga kerja kegiatan penanaman Eukaliptus dan pemupukan di areal Hutan Tanaman Indistri (HTI) PT Arara Abadi.

Lantaran di areal yang sudah ditanami dan dipupuk tadi, sebagian tanaman eukaliptus sudah tidak ada lagi dan sudah ditanami ubi oleh orang tak dikenal.

Terus tim sekurity membersihkan tanaman ubi, agar ditanami eukaliptus. Saat itu, pada 7 Oktober 2020, sekitar pukul 15.00 WIB, datang pihak Pureden Nainggolan dan mengakui lahan itu miliknya. Terjadi perdebatan, saat itu perdebatan selesai dan masing-masing pihak kembali ke tempatnya, cerita Suteisno kepada awak media lewat WhatsApp pada Jumat (23/10).

Setelah itu, tim sekurity aplusan atau berganti sip jaga malam sekitar pukul 18.30 WIB di hari yang sama. Lalu, tim security melakukan pengecekan terhadap tanaman eukaliptus yang baru ditanami dan dipupuk.

Tanaman itu sudah di cabut dan tidak ada lagi. Saat melakukan pengecekan itu, pihak sekurity dihampiri oleh delapan orang tidak dikenal. Salah seorang dari delapan orang yang tak dikenal tersebut, melakukan ancaman kekerasan kepada salah seorang sekurity berinisial PI, dengan menempelkan senjata tajam berupa parang panjang ke arah perut, sambil mengatakan, "kau mau mati mengecek areal ini".

https://katakabar.com/berita/baca/satu-nyawa-hilang-dua-pemuda-dipenjara

Salah seorang sekurity melaporkan peristiwa itu kepada Danton sekuritynya dan informasi tersebut diteruskan kepada Site Manager sekurity. Tepat pukul 20.00 WIB masih di hari yang sama, tima sekurity berangkat dari Distrik II KM 38 Desa Tasik Serai, menuju areal Konsesi HTI PT Arara Abadi yang dicabut tanamannya.

Saat ditanya, kenapa soal pengancaman kepada seorang sekurity tidak dilaporkan kepada pihak berwajib. Lantaran perasaan solidaritas yang menyebabkan sekurity ramaidatang.

"Kalau sekurity mau brutal, mungkin nyawa bayar nyawa. Tapi kenyataannya tidak. Padahal mereka sudah dapat diamankan. Bahkan tangan sekurity kami ada yang kena parang dua-duanya disebabkan menahan bacokan mereka", jelasnya.

Mengenai sistem kerja sekurity sebagai jasa pengamanan di kawasan HTI PT Arara Abadi Distrik II itu. Tidak begitu, mereka bekerja pasti berdasarkan SOP. Tapi mendengar teman mereka diancam, spontanitas mereka menjumpai yang mengancam teman mereka, sebutnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait