Soal Wartawan Tak Boleh Masuk, Ini Penjelasan KPU Kepulauan Meranti

Selatpanjang, katakabar.com - Divisi Parmas dan SDM Komisi Pemilihan Umun (KPU) Kepulauan Meranti, Hanafi menjelaskan, pihaknya mengakui kesalahan terkait wartawan yang mau meliput berita dihalangi dan tidak boleh masuk ke dalam arena atau ruangan deklarasi Paslon.

"Pihak KPU Kepulauan Meranti segera melakukan pertemuan dengan sejumlah wartawan untuk menjelaskan duduk persoalan yang terjadi sebenarnya," ujar Hanafi, pada Kamis (24/9) malam tadi.

Kata Hanafi, masalah itu terjadi disebabkan miskomunikasi dan kesalahan saat pendistribusian undangan. Saat deklarasi yang boleh masuk cuma 10 orang perwakilan dari media, sengaja dibatasi satu organisasi perwakilan dua orang wartawan. Ketentuan itu sudah diatur di PKPU dan tidak boleh lebih dari 50 orang, contoh pencabutan nomor urut yang bisa masuk cuma 5 orang," ceritanya.

Pihaknya tidak bisa membuat kebijakan lebih, sebab sudah ada aturan yang mengatur. Kalau dilanggar otomatis bakal berbentur dengan aturan yang ada.

Kalau bicara kaku memang kaku di KPU ini aturannya. andai nanti dipaksakan dan ada yang melapor sudah melanggar PKPU sekian-sekian. Nah itu jadi temuan Bawaslu, atau mereka nanti bisa melapor ke BKPP dan ini menjadi persoalan baru.

"Kami pikir barang ini sudah selesai sama adik-adik panitia ternyata ada kesalahan dalam penulisan undangan. Memang terjadi kesalahan pada adik-adik di bawah itu saat memberikan ID card," sebutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah wartawan yang bertugas di Kabupaten Kepulauan Meranti merasa kecewa dengan pihak penyelenggara Pilkada notabene KPU Kepulauan Meranti.

Para wartawan yang diundang dalam kegiatan deklarasi damai pasangan calon dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, di Hotel Grand Meranti itu sempat adu mulut saat dihalangi dan tidak boleh masuk, pada (24/9) siang, kemarin.

Editor : Sahdan

Berita Terkait