Sri Mulyani Harap Mari Elka Pangestu Harumkan Nama Indonesia di Mata Dunia

Pekanbaru, katakabar.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi selamat kepada Mari Elka Pangestu atas terpilihnya menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia. Ucapan tersebut disampaikan dalam akun instagram @smindrawati.

"Selamat kepada lbu Mari Pangestu @maripangestu yang terpilih sebagai Managing Director of Development Policy and Partnerships di Bank Dunia," ujarnya, Sabtu (10/1).

Dia berharap Mari Elka Pangestu dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Serta mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

"Semoga lbu Mari Pangestu dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia," jelasnya.

Sri Mulyani diketahui juga pernah menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia pada 2010 lalu. Presiden Jokowi kemudian memanggilnya kembali menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Mari Elka Pangestu Jadi Direktur Pelaksana Bank Dunia

https://cdns.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2020/01/11/1139631/paging/540x270/mari-elka-pangestu-jadi-direktur-pelaksana-bank-dunia-rev1.jpg

Mari Elka Pangestu ditunjuk oleh Bank Dunia sebagai Direktur Pelaksana, Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan. Pengangkatannya berlaku efektif 1 Maret 2020 mendatang.

Penunjukan ini diumumkan Presiden Bank Dunia David Malpass seperti mengutip situs World Bank, Jumat (10/). Mari Pangestu dinilai memiliki keahlian kebijakan dan manajemen yang luar biasa.

Mari Elka pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan Indonesia periode 2004 hingga 2011. Serta sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dari 2011 hingga Oktober 2014.

"Kami sangat senang menyambut Mari ke Bank Dunia dengan peran baru bagi institusi ini," kata Malpass.

Dia mengatakan, pengalaman Mari sebagai menteri senior, kredensial yang diakui secara global serta ekonom dan peneliti, akan sangat bermanfaat bagi Grup Bank Dunia dalam mendukung luas pertumbuhan berbasis dan pengentasan kemiskinan.

Ditambah, pengalaman kepemimpinan Mari serta keterlibatannya dalam forum-forum internasional utama tentang masalah-masalah pembangunan.

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait