Sumringah Gadis di Sudut Tualang

Tualang, katakabar.com - Jantung perempuan 80 tahun itu sontak berdebar tak karuan saat menengok banyak orang datang mengarah ke rumahnya di kawasan Kampung Tualang Kecamatan Tualang Kabupaten Siak, kemarin.

Pandangan matanya yang sudah kabur berusaha dia pertajam, mengenali mana tahu ada di antara orang yang datang berpakaian bagus-bagus itu dia kenali.

Ahh, cuma aparat desa yang dia kenal. "Siapelah agaknye orang yang datang ni ye, rame betol. Ape kesah nih," batinnya. Meski sudah uzur, oleh orang banyak, perempuan ini dipanggil 'Gadis', sebab memang itulah namanya.

"Kalian nak ngapo datang ke rumah sayo ramai-ramai?" Gadis bertanya. Matanya tertuju kepada seorang perempuan cantik yang sedari tadi tersenyum memandangnya.

Tak mau Nek Gadis berlama-lama penasaran, Obet, aparat desa yang menemani rombongan langsung mendekati Gadis. "Mak, kami datang ke sini bersama rombongan istri bupati," sang Ketua RT menjelaskan setengah berbisik.

Mendengar itu, perempuan ini sontak sumringah dan mempersilahkan tetamunya masuk.Entah kenapa dia langsung memeluk perempuan cantik tadi. Namanya Rasidah, istri Bupati Siak, Alfedri.

Yang dipeluk balas memeluk. Perlahan keduanya masuk ke dalam rumah sederhana itu, masih saling berpegangan tangan, layaknya sejawat yang sudah lama tak bertemu.

"Di sinilah sayo tinggal sendirian, Nak. Suami Mak dan anak-anak sudah meninggal. Tetangga dekat sinilah yang selalu datang menengok sayo," bergetar suara perempuan ini bercerita.

Rasidah mengusap-usap tangan perempuan itu. Berkecamuk sudah dalam pikirannya, sedih, iba bercampur aduk. "Mak yang sabar ya," bisik Rasidah sambil menengok lekat wajah perempuan itu. Genangan bening memadati kelopak mata wajah yang sudah dihiasi keriput itu.

"Mak sering takut kalau hujan deras, sebab atap rumah ni dah banyak banyak bocor. Lantai rumah jugo sudah banyak lapuk," katanya.

"Mak, kami sengaja datang ke sini menengok Mak, sekaligus membawa sembako. Mudah-mudahan Mak selalu sehat ya, sholat jangan tinggal dan selalu berdoa mudah-mudahan nanti rumah Mak bisa diperbaiki" kata Rasidah.

Hari itu menjadi momen 'Jumat Berkah' yang sedang dijalankan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Siak. Dan program ini sudah ada sejak beberapa pekan lalu. Kebetulan Rasidah sendiri ketua Dekranasda itu.

Tak terasa Rasidah harus pamit melanjutan perjalanan. Meski berat, Gadis harus melepas rombongan itu pergi. Tangannya yang keriput melambai melepas. Dia menarik napas panjang, terpaku di teras rumah papan itu.

Di Kelurahan Perawang, Ketua RW 1 setempat, Zamris, mengaku senang dengan program Jumat Berkah tadi. "Warga sangat mengharapkan program seperti ini. Didatangi ke rumah-rumah, mereka sangat senang. Belum lagi diberi pula bantuan, tentu mereka semakin senang," kata Zamris saat Rasidah dan rombongan sampai ke rumah Wan Atum.

Perempuan yang seumuran dengan Gadis ini tergolek lemah di rumahnya. Wan Atum yang tinggal bersama dua cucunya itu, sedang sakit.

"Kalau tak sakit, Wan Atum masih kuat beraktifitas. Kami mewakili warga di sini mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, semoga yang memberi dan yang menerima mendapat keberkahan" kata Zamris.

Rasidah sendiri berharap program bantuan 'Jumat Berkah' tadi bisa jadi pemantik rasa semua warga untuk menumbuhkembangkan peduli sesama, khususnya peduli pada mereka yang kurang mampu.

"Yuk kita pupuk senang berbagi sejak dini. Sebab berbagi akan membikin kebersamaan kita semakin erat," katanya.

Selama di kecamatan Tualang itu, Rasidah menjambangi 10 keluarga, membagikan bantuan yang dibawa. Pekan depan, giliran kecamatan lain tiba, untuk mendapatkan program yang sama.

Editor : Aziz

Berita Terkait