Tangani Karhutla, Riau Butuh Dua Helikopter

PEKANBARU (KATAKABAR)- Menangani kebakaran hutan lahan (Karhutla) seharusanya Provinsi Riau membutuhkan Dua Helikopter. Selain untuk melakukan water bombing, helikopter itu bisa dipergunakan untuk patroli udara oleh tim Satgas Karhutla.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger di Pekanbaru, hari ini (21/2/2018). "Kita lihat dulu eskalasinya seperti apa. Kalau semakin tinggi, maka diajukan lagi tambahan peminjaman heli," ujarnya.

Dia berkata, persoalannya memang untuk saat ini jumlah unit heli itu terbatas. Sementara yang membutuhkan fasilitas itu bukan hanya Riau, tapi juga daerah lain yang dianggap rawan Karhutla.

Cerita Edwar melayangkan surat peminjaman helikopter ke BNPB. Itu dilakukan untuk memudahkan kerja tim Satgas Karhutla dalam mengatasi masalah kebakaran.

"Hingga kini kami masih munggu. Mungkin dalam waktu dekat saya akan langsung ke Jakarta untuk membicarakan ini dengan BNPB. Kalau segera dipinjamkan, supaya segera kami bisa melakukan penanganan," sambungnya.

Sebagai informasi, angka luasan terbakar meingkat hingga 25 persen dari tahun sebelumnya. Dimana sepanjang awal tahun 2018 luasan lahan yang terbakar di Riau diperkirakan sekitar 300-500 hektare.
 

Editor :

Berita Terkait