Tangkapan Kakap Polda Riau Pada Operasi Antik Hari Kesepuluh

Pekanbaru, katakabar.com - Kapolda Riau Irjen Agung Setia Imam Efendi release kasus narkoba jumlah besar yang berhasil disingkap Tim gabungan Ditresnarkoba Polda bersama Tim Resnarkoba Polres Bengkalis di kawasan Desa Tenggayun Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis, pada Jumat (5/3) kemarin.

Dari pengungakapan itu, Tim gabungan berhasil menangkap 5 orang pelaku masing-masing inisial HR, RS, NZ, SA, dan JU. Mereka warga Kecamatan Bandar Kabupaten Bengkalis.

Dari kelima tersangka, Tim sita Barang bukti, berupa 40 bungkus narkotika jenis Sabu dengan berat 40 kilogram dan 10 bungkus pil ekstasi berjumlah 50 ribu butir.

Selain itu, turut disita 3 unit handphone, sebuah kendaraan R2, dua buah tas plastik dan 1 buah tas baju hitam.

Berawal dari informasi adanya narkotika jenis Sabu dan Pil Ekstasi masuk ke wilayah Tenggayun dan Api-api atau Sepahat dari Malaysia.

Dari info tersebut Tim segera melakukan penyelidikan dan mengantongi beberapa nama dan bagaimana cara narkotika jenis sabu tersebut masuk ke wilayah Indonesia tepatnya di desa Tenggayun.

Setelah 4 hari melakukan penyelidikan baik di darat maupun di laut, pada Senin (1/3) sekitar pukul 22.00 WIB, tim berjaga-jaga di wilayah pantai Jangkang.

Ternyata target mengetahui telah diintai dan berusaha melarikan diri dari tepi pantai. Sempat kehilangan jejak pelaku, sebab lokasi hutan rawa dan para pelaku masuk ke wilayah hutan Tenggayun.

Setelah berada dalam hutan hampir 3 jam lamanya, tim mendapati 2 orang yang mencurigakan dan setelah diintrogasi mengaku bernama RS dan NZ. Dari ke 2 orang ini mengaku memang benar menyimpan narkotika dalam jumlah besar. Terus dilakukan pengembangan, tim mengamankan SAI dan ED dan HR yang akhirnya menunjukkan barang bukti.

Kapolda Riau menjelaskan, narkoba tersebut diungkap tim saat melaksanakan operasi antik (operasi yang digelar khusus untuk memberantas narkoba).

“Kami menggelar Operasi Antik Kepolisian untuk memberantas Narkoba dan hari kesepuluh, kita berhasil mengungkap kasus dengan BB sebanyak ini”, cerita Irjen Pol Agung.

“363 orang tersangka yang dtangkap ada yang di bawah umur 18 tahun dan ada yang diatas umur 56 tahun, dan ditangkap kali ini semuanya usia diatas umur 25 tahun, artinya yang menguasai peredaran di Riau tidak lagi anak muda. Dimana pengangguran salah satu penyebab menjadikan bandar salah satu profesi," ulasnya.

Dalam operasi antik melawan narkoba ini, pihak Polda bekerja sama dengan pihak bea cukai.

“Bea cukai telah memberikan bantuan yang sangat memadai pada saat melakukan penyergapan di tepi pantai dan hasil yang didapat barang bukti sebanyak 40 kilogram Sabu dan XTC 50 ribu butir, dan ini kita kembangkan lagi."

Saya berterima kasih kepada rekan bea cukai dan kita teruskan kerja sama ini untuk membongkar jaringan narkoba yang masuk ke wilayah Riau.

Kepada masyarakat untuk dapat bekerja sama, minimal memberikan informasikan kepada petugas.

“Saya berharap masyarakat dapat menghubungi perwakilan di Polda Riau, sehingga dapat dilakukan tindakan baik bagi pengguna ataupun pengedar," harapnya.

Saat ditanya mengenai kerja sama dengan negara lain, Agung menyebutkan, kerjasama tetap dilakukan.

“Semua negara pasti memerangi narkoba. Kita melakukan kerja sama dengan polisi Malaysia, dan tidak berapa waktu lagi melakukan pertemuan untuk membahas hal yang menonjol yang salah satunya narkoba," tambahnya.

Kabid Penindakan Bea Cukai, Agung Saptono mengatakan, pihaknya terus bekerja sama dengan kepolisian.

“Kami sebagai border protection, perlu menjalin kerja sama dengan semua pihak terutama Kepolisian Polda Riau dan jajaran Polres Polres sehingga kita mampu maksimal menjalankan tugas," tandasnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait