Tentang Surono dan Pelepah Daun Pohon Rumbia

Bengkalis, katakabar.com - Pria paruh baya, profesi Aparatur Sipil Negara, warga Dusun Mekar Sari, Desa Palkun Kecamatan Bengkalis, Riau. Belakangan diketahui bernama Surono, boleh jadi tak terlintas sedikit pun dalam benaknya bakal merasakan sempitnya bilik penjara Mako Polres Bengkalis.

Lantaran niatnya cuma mau membersihkan belakang kebun sawit miliknya dengan cara membakar Pelepah dan Daun Rumbia. Tapi, api yang membakar Pelepah dan Daun Rumbia membesar dan merembet serta meluas membuat dirinya sulit memadamkan api.

Segelumit kisah itu terungkap saat gelar perkara tindak pidana Kebakaran Lahan dan Hutan di Jalan Pattimura, kawasan RT 2, RW 3, Dusun Mekar Sari, Desa Palkun Kecamatan Bengkalis, Bengkalis.

Kapolres Bengkalis, AKBP Sigit Adiwuryanto lewat siaran persnya kepada katakabar.com pada Minggu (26/1) mengatakan, gelar perkara tindak pidana Karlahut ini merupakan kegiatan gabungan yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Bengkalis, AKP Andrie Setiawan SH SIK bersama Kanit Tipidter, Iptu Gunawan SH, Kanit Pidum, Ipda Fauzi, S Tr K, Kanitres Bengkalis, Aipda Dedi Suryadi serta anggota di Tempat Kejadian Perkara (TKP), pada Sabtu (25/1) sekitar pukul 09.00 WIB kemarin.

Cerita Kapolres Bengkalis, Surono membakar tumpukan pelepah daun pohon rumbia di bagian belakang lahan gawangan kebun miliknya, pada Senin (20/1) sekitar pukul 15.00 WIB lalu.

"Tumpukan pelepah daun pohon rumbia bersama kayu di bakar pada beberapa titik bagian belakang gawangan kebun."

Setelah di bakar, Surono meninggalkannya. Titik api sempat dipadamkan dengan menyiramnya dengan air. Tapi, Surono tidak dapat memastikan api benar benar padam saat itu, ujarnya.

Kata AKBP Sigit, Surono kembali ke kebun miliknya pada Rabu (22/1) sekitar pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Namun, besok harinya sekitar pukul 14.30 WIB, api diketahui sudah membesar dan membakar lahan masyarakat dan lahan miliknya pada bagian belakang, total lahan yang terbakar seluas Dua Puluh hektar.

"Tujuannya, melakukan pembakaran tumpukan hasil tebasan daun pelepah tanaman pohon rumbia, biar lahan kebunnya bersih pada bagian belakang."

Tapi, berdasarkan hasil penyelidikan, olah TKP, permintaan keterangan saksi-saksi, pengumpulan barang bukti dan hasil Gelar Perkara dalam hal perkara ini, dapat ditingkatkan menjadi Penyidikan dan menetapkan Surono sebagai tersangka pelaku pembakaran lahan dan Hutan yang terjadi di Jalan Pattimura RT 2, RW 3 Dusun Mekar Sari Desa Palkun, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis dengan titik Koordinat N 01°18'47.7" E 102°27'46.8", tegasnya.

Berikut ini barang bukti yang diamankan, Satu buah kayu terbakar, Satu buah Garuk Tanah, Satu buah Pelepah Rumbia kering, Satu bilah Parang dan tanah sisa terbakar.

Menurut Kapolres Bengkalis, dasar gelar perkara dan penetapan Surono jadi tersangka tindak pidana Karlahut Pasal 108 Jo 69 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Pasal 108 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, Pasal 187 Jo Pasal 188 KUHPidana, Surat Perintah Tugas Nomor Sp.Gas/23/I/Res.1.3/2020/Reskrim, pada 25 Januari 2020.

Selanjutnya, Surat Perintah Penyidikan Nomor Sp.Sidik/24 /I/Res.1.13/2020/Reskrim, pada 25 Januari 2020, Laporan Polisi Model A Nomor LP/22/I/2020/SPKT/RIAU/RES BKS, pada 25 Januari 2020, Surat Penetapan Alih Status Nomor STP. Alih/07/I/Res.1.13/2020/Reskrim, pada 25 Januari 2020 dan Gelar Perkara pada 25 Januari 2020, sebutnya.

Andai Surono membersihkan kebunnya dengan tidak membakar, cukup menumpuk pelepah daun pohon rumbia dan membiarkannya membusuk ceritanya pasti beda.

Kisah Surono, sang ASN dan pelepah daun pohon rumbia bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua, semoga.

Editor : Sahdan

Berita Terkait