Praktisi Hukum dan Poltik, Elidanetti SH

Tidak Ada Yang Kebal Hukum, Sudahi Saling Tuding dan Fitnah

Duri, katakabar.com - Praktisi Hukum dan Politik, Elidanetti SH beberapa tahun belakangan malang melintang di level nasional diam diam, memperhatikan situasi dan kondisi Negeri Junjungan nama lain dari Kabupaten Bengkalis, di tengah memanasnya suhu politik Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020.

Berangkat dari keprihatinan dan kekhawatiran terjadi hal hal tidak diinginkan di Kabupaten Bengkalis, khususnya di Duri meliputi empat kecamatan, Mandau, Bathin Solapan, Pinggir dan Talang Muandau memiliki penduduk yang heterogen, beragam suku dan agama, bahkan lumbung suara di Pilkada 9 Desember 2020 nanti.

Praktisi Hukum disapa akrab Elida menekankan, tidak ada yang kebal hukum. sudahi saling tuding dan fitnah. berpolitiklah dengan santun dan beretika, agar masyarakat terutama generasi muda bisa belajar dari pesta demokrasi di bumi melayu ini.

"Tidak ada yang kebal hukum. Sudahi saling tuding dan fitnah. Saya tahu 'lubang semut' itu," tegasnya kepada katakabar.com di Kantornya Jalan Mawar Duri, Kecamatan Mandau, pada Sabtu (11/7).

Dijelaskan Elida, saya sangat khawatir dengan situasi ini. Ritme politik sudah tak wajar. Para dalang memainkan peran, sudah tak peduli dengan batasan batasan sosial dan budaya timur yang diwariskan nenek moyang.

"Jika situasi dan kondisi yang tak wajar ini terus berlanjut seperti, tuding menuding dan fitnah serta menggiring opini di tengah masyarakat dan ranah publik, sangat berbahaya."

Duri khususnya memiliki masyarakat yang heterogen, selama ini saling hormat menghormati dan harga mengghargai serta kebersamaan dan persatuaannya masih terjaga.

Bila para dalang terus menerus menggerus dengan cara cara berpolitik yang tak wajar so pasti bakal merusak dan mengancam tatanan sosial masyarakat berujung kepada terjadinya konflik horizontal.

Hal ini tidak diinginkan oleh siapa pun, kecuali oknum oknum yang tidak menginginkan keberagaman tetap bersatu.

Untuk itu, berpolitiklah dengan santun dan beretika. Jangan saling membeberkan kelemahan, sebab tidak ada yang bersih. Ingat, praduga bersalah berlaku dan dimata hukum semua orang sama derajatnya, ketika seseorang melanggar hukum.

"Dimata hukum semua orang sama kedudukannya. Berpolitiklah dengan cerdas, cekoki masyarakat terutama generasi muda dengan cara cara profesional dan elegan."

Kepada masyarakat khususnya tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta lainnya punya andil untuk menangkal terjadinya perpecahan tatanan sosial yang sudah terbangun dari dulu.

Paling penting, mari bersama menjaga perbedaan dan keberagaman sebagai aset dan modal daerah songsong masa depan yang lebik ke depan, sebutnya.








Editor : Sahdan

Berita Terkait