Tiga Sindikat Spesialis Ganjal ATM Dibekuk Polsek Tampan

Pekanbaru, Katakabar.com - Polsek Tampan akhirnya berhasil meringkus tiga orang komplotan pencurian dengan pemberatan dengan modus mengganjal kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Pekanbaru. Tak main- main, ketiganya mengaku telah melangsungkan aksinya ini di 25 TKP.
 
Kapolsek Tampan, Kompol Hotmartua Ambarita saat temu pers, Jumat (18/9) menjelaskan pelaku berhasil ditangkap pihaknya pada Selasa (15/9) sore lalu, setelah pihaknya mendapatkan laporan dari korban pada  Sabtu (12/9) lalu.
 
"Setelah kita mendapat laporan dari korban kita langsung melakukan penyelidikan, dan berhasil menangkap AD (38). Dari tangannya kita menyita beberapa kartu ATM yang merupakan milik korban," terangnya.
 
Kala itu AD mengaku tidak sendirian, kemudian petugas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap RA (43) dan RI (44). Dari kedua pelaku ini polisi berhasil menyita 9 batang lidi yang digunakan untuk mengganjal kartu ATM tersebut. Kemudian ada juga 1 unit mobil merk Avanza bernomor polisi BM 110 US.
 
" Ketiganya terpaksa kita lumpuhkan dengan tindakan terukur. Karena ketiganya melakukan perlawanan saat hendak diamankan," terangnya.
 
Lanjutnya, saat dilakukan pemeriksaan ketiganya mengaku telah melakukan aksi itu di 25 TKP. Dimana selain di Pekanbaru, pelaku pernah juga pernah pengganjalan ATM di Pelalawan dan Kandis. Dari 25 lokasi itu pelaku berhasil menguras uang milik korban hingga hampir Rp70 juta.
 
Ambarita mengatakan jika dalam melancarkan aksinya, para tersangka ini hanya menyasar nasabah dan pengguna ATM milik Bank Mandiri. Alasannya sederhana, mesin ATM bank plat merah itu lebih mudah diganjal dengan hanya bermodal tiga batang lidi saja.
 
"Mereka ini mengganjal tempat masuk kartu ATM dengan tiga batang tusuk lidi. Akibatnya, kartu tidak dapat masuk. Saat nasabah panik itulah mereka beraksi dengan menawarkan bantuan," urainya. 
 
"Tersangka meminta agar kartu dicabut dan ditempelkan di bagian e-money lalu meminta memasukkan pin. Tersangka mengamati pin dan lalu meminta kartu ATM untuk diutak-atik. Saat itulah, tersangka menukar kartu ATM korban dengan kartu ATM Mandiri palsu yang mereka miliki," lanjutnya. 
 
Usai memegang kartu korban, tersangka pergi dan menuju ATM lainnya untuk menguras tabungan korban. Ambarita menduga bahwa sindikat serupa masih cukup banyak beraksi di kota Pekanbaru. Polisi hingga kini masih terus mengembangkan kasus tersebut guna mengungkap sindikat lainnya.
Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait