Gegara Jual Kulit Satwa Dilindungi

Tim Gabungan Cokok Satu IRT dan Tiga Pria di Simpang Kubang

Pekanbaru, katakabar.com - Tim gabungan dari Direkorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, Balai Besar KSDA Riau, serta Balai Gakkum Wil Sumatera Seksi Wilayah II tangkap pelaku penjual kulit Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae).

Para pelaku ditangkap di SPBU Simpang Kubang, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, pada Jumat (24/9) pagi kemarin.

Pelaku yang diamankan, meliputi MY seorang ibu rumah tangga umur 48 tahun, SY umur 62 tahun sebagai tukang gigi, SH wiraswasta umur 48 tahun dan RS seorang wiraswasta umur 50 tahun. Mereka berasal dari Sumatera Barat.

Pelaku MY diduga sebagai penampung kulit harimau dengan cara dijerat, itu diakuinya setelah ditangkap.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto menjelaskan, penangkapan bermula dari informasi yang diterima pada 18 September 2021 lalu mengenai adanya transaksi penjualan organ tubuh satwa dilindungi, yakni kulit Harimau Sumatera.

Dari informasi awal itu, Tim melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) satu pekan lamanya. Setelah melakukan pendalaman informasi tersebut hingga di wilayah Darmasraya, Sumatera Barat," kata Kombes Sunarto lewat keterangan tertulisnya.

Begitu Tim berhasil memastikan proses transaksi kulit Harimau Sumatera di Kota Pekanbaru pada Kamis (23/9). Esok harinya sekitar pukul 06.30 WIB, para pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti satu lembar kulit Harimau Sumatera.

“Pelaku mengaku barang tersebut bakal dijual kepada pembeli seharga Rp30 hingga Rp50 juta."

Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut, ulasnya.

Para tersangka tambah Kombes Sunarto, dijerat dengan tindak pidana menyimpan atau memiliki kulit, atau bagian tubuh lain satwa yang dilindungi.

Pasal yang diterapkan, Pasal 21 ayat (2) huruf d, sesuai dengan pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, bunyinya "bahwa setiap orang dilarang untuk memperniagakan, menyimpan, atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkan dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia".

Editor : Sahdan

Berita Terkait