Tokoh Oposisi Rusia Diduga Diracun

Katakabar.com - Tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny dalam keadaan tak sadarkan diri di rumah sakit setelah diduga sengaja diracun, demikian kata juru bicaranya.

Aktivis anti korupsi ini tak sadarkan diri dalam sebuah penerbangan dan pesawat terbang melakukan pendaratan darurat di Omsk, di mana para dokter mengatakan dia dalam keadaan koma dan mencoba menyelamatkan nyawanya.

Timnya curiga ada sesuatu yang ditaruh dalam tehnya di sebuah kafe bandara. Kremlin mengeluarkan pernyataan, berharap Navalny segera sembuh. Demikian dikutip dari BBC, Jumat (21/8).

Navalny (44), bertahun-tahun telah menjadi pengkritik paling setia Presiden Vladimir Putin.

Pada Juni, dia menyebut voting reformasi konstitusi sebagai "pukulan" dan "pelanggaran konstitusi". Reformasi tersebut memperbolehkan Putin menjabat dua tahun lagi, setelah empat periode kekuasaannya.

Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab menyampaikan dirinya sangat khawatir dengan laporan Navalny yang diduga diracun, dan mengirimkan simpati kepada Navalny dan keluarganya.

"Pagi ini Navalny kembali ke Moskow dari Tomsk," kata Sekrertaris pers Yayasan Anti Korupsi, Kira Yarmysh di Twitter.

Yayasan Anti Korupsi didirikan Navalny pada 2011.

"Selama penerbangan, dia jatuh sakit. Pesawat melakukan pendaratan mendadak di Omsk. Alexei keracunan," kata Yarmysh.

"Kami curiga Alexei diracun dengan sesuatu yang dicampurkan ke dalam tehnya. Hanya itu yang diminum sejak pagi. Para dokter mengatakan zat beracun menyerap lebih cepat melalui cairan panas. Saat ini Alexei tidak sadar."

Yarmysh melanjutkan, Navalny berada dalam sebuah ventilator dan dalam keadaan koma. Saat ini rumah sakit dipenuhi petugas polisi. Seluruh barang bawaannya telah disita.

Menurutnya, para dokter pada awalnya siap membagi informasi apapaun tapi kemudian mereka mengklaim tes toksikologi ditunda.

"(Dokter) jelas mempermainkan waktu, dan tidak mengatakan apa yang mereka ketahui," ujarnya.

Istri Navalny, Yulia Navalnaya, dan seorang dokter, Anastasia Vasilyeva, telah tiba di rumah sakit.

Navalnaya sebelumnya dihalangi menemui suaminya karena pihak berwenang mengatakan pasien tak menyetujui kunjungan tersebut, kata Yarmysh, meskipun dia kemudian diizinkan ke bangsal perawatan suaminya.

Dr Vasilyeva mengatakan mereka berusaha untuk memindahkan Navalny ke pusat kendali racun spesialis di Eropa, tetapi dokter rumah sakit menolak untuk memberikan catatan tentang kondisinya.

Merdeka.com

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait