Romantisme IWO Riau dan Kapolda Riau

Tuhan.., Menolong Orang Bukan Untuk Dibilang Hebat

Pekanbaru, katakabar.com - Pagi kemarin, Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (IWO) Riau, berkesempatan bersilaturahim dengan Kapolda Riau, Irjen Pol Agung. Suasana silaturahim penuh keakraban dan romantisme di aula Mapolda Riau di Jalan Sudirman, Pekanbaru.

Bincang akrab tentang misi kemanusiaan di masa pandemi Covid 19, sebuah kesempatan dan peluang yang diberikan Kapolda Riau, Irjen Pol Agung kepada IWO Riau. Kala itu, Kapolda meminta IWO Riau untuk mendistribusikan secara gratis sebanyak 15 ribu masker dan 3 ton beras kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bencana non alam, tak kasat mata bernama Covid 19 melanda Dunia, termasuk Indonesia. Ini membuat kepanikan di tengah masyarakat, sebab virus dapat menyebabkan kematian. Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk mengatasi penyebaran virus tersebut. Bahkan hingga kini, masih banyak masyarakat yang terdampak dalam penanggulangan virus tersebut, salah satu menurun dan melemahnya perekonomian masyarakat.

Melemah ekonomi masyarakat, tapi pemerintah terus berupaya untuk kembali meningkatkannya dengan berbagai macam program, seperti bantuan langsung tunai, bantuan masyarakat pra sejahtera, dan bantuan kepada masyarakat terdampak lainnya.

PW IWO Riau mendistribusikan masker dan beras dalam misi kemanusiaan Polda Riau. Banyak pelajaran yang dapat dipetik pengurus IWO Riau saat berada di lapangan. IWO Riau tidak cuma berutak-atik pada dunia jurnalisnya, tapi mendapatkan pengalaman berharga.

"Pelajaran pertama adalah apa yang dilihat dilapangan berbeda dengan apa yang dipikirkan saat ini," ujar Kapolda Irjen Pol Agung.

Kata Kapolda Riau, dengan merangkul IWO ini realitas kekuatan media ini mau bawa kemana! Apakah membawa untuk kepentingan media saja, atau sebaliknya kekuatan media ini hanya jadi tunggangan saja bagi orang yang mempunyai kepentingan, atau kekuatan media inilah yang akan merubah satu kondisi yang tidak normal menjadi normal, yang kurang baik menjadi baik, ini perlu mengidentifikasi.

"Menolong orang, dan bukan untuk dibilang hebat. Yang kita capai hati orang perorang, bukan untuk menjadi trending topik, biarkan Tuhan yang bekerja. Supaya dibilang hebat (Sudibiheb,red), itu bisa saja dibuat-buat," tegas Irjen Pol Agung.

Sejatinya lanjut Irjen Pol Agung, menolong orang sebanyak-banyaknya dalam situasi seperti ini, tanpa menghitung sumbangan kita kepada orang, dan tidak munafik, dengan sumbangan sedikit sudah ceritanya kemana - mana, kita mencoba mengurangi itu.

"Biar tangan Tuhan saja yang berkerja, suara rakyat suara Tuhan biarlah tangan-tangan Tuhan yang nanti yang menolongnya. Bagai mana kita menata kehidupan masyarakat kita, dengan berbagai macam kesepakatan kita bahwa kita adalah kita negara demokratis," ungkap pria berpangkat bintang dua di Kepolisian Daerah Riau ini.

Ketua IWO Riau, Kavilah Somarito menimpali, kemuliaan menolong orang lain biarlah dibalas oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, dan terima kasih kepada Kapolda atas pembelajaran yang diberikan saat mendistribusikan bantuan kemanusiaan tersebut.

"Kita melihat begitu kemuliaan ilmu yang diberikan Kapolda kepada kita, tanpa disadari beliau telah memberikan pelajaran sosial kepada kita semua bahwa menolong orang bukan untuk dibilang hebat," sebut Ketua IWO Riau ini.

Editor : Sahdan

Berita Terkait