Tutup Anak Sungai Lubuk Godang, DPRD Pelalawan Kecam Tindakan PT IIS

Pelalawan, katakabar.com - Penutupan anak sungai Lubuk Godang di Desa Lalang Kabung, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan berbuntut panjang. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan kecam tindakan PT Inti Indosawit Subur (IIS) yang terkesan semena-mena.

Penutupan anak sungai tersebut, diduga kuat untuk kepentingan perluasan lahan, dan sebagai jalan untuk mempermudah perusahaan mengangkut Buah kelapa sawit.

Lantaran ulah grup perusahaan PT Asian Agri tersebut dinilai tidak memikirkan aspek dampak lingkungan dan kehidupan perekonomian masyarakat tempatan yang bergantung dari hasil mencari ikan di anak sungai yang telah lama mereka jaga dan lestarikan.

"PT IIS tidak boleh semena-semana. Apalagi cuma untuk kepentingan perusahaan harus merusak lingkungan dengan menutup anak sungai Lubuk Godang yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat," kata Wakil Ketua II DPRD Pelalawan, Anton Sugianto, kepada katakabar.com, di kantornya pada Kamis (1/4).

Legislator dari Partai PAN ini menekankan, PT IIS jangan menganggap remeh penututupan anak sungai Lubuk Godang tersebut, pihaknya bakal berkordinasi dengan DLH dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMP2TSP) Kabupaten Pelalawan, dan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) III.

"Kita panggil perusahaan. Jangan seenaknya masuk wilayah orang. Kegiatan perusahaan merusak lingkungan tanpa melalui proses mekanisme aturan yang berlaku," tegasnya.

Dijelaskan politisi asal wilayah Petalangan Pelalawan Selatan ini, sektor perikanan di wilayah sungai Pelalawan khususnya sungai Kampar yang mengaliri sejumlah anak sungai, seperti Sungai Lubuk Godang, menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat sebagai mata pencaharian dari menangkap ikan atau nelayan tradisional.

"Apakah perusahaan sudah memikirkan nasib para nelayan yang bergantung dari menangkap ikan? Dampak ditutupnya anak sungai Lubuk Godang tersebut sangat merugikan para nelayan," ulasnya.

Pihaknya segera sidak untuk melihat langsung aktivitas di lapangan, apakah benar yang disampaikan masyarakat di sana.

"Dalam waktu dekat ini, kami pimpinan DPRD Pelalawan bersama Komisi II inspeksi mendadak (Sidak) untuk melakukan pengecekan lokasi penimbunan aliran anak sungai Lubuk Godang. Lepas itu, menjadwalkan pemanggilan ke pihak perusahaan, serta berkordinasi dengan pihak BWSS III," jelasnya.

Masih Anton, penutupan anak sungai pelanggaran berat yang dilakukan pihak perusahaan sesuia dengan Undang - Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup (LH).

Untuk itu, pihaknya mendesak agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan, dapat menegakkan peraturan negara dengan segera memberikan sanksi tegas terhadap korporasi perusak lingkungan.

"Penutupan anak sungai mesti ada izin dari Menteri LHK. Kami minta DLH dapat melakukan kroscek izin penutupan anak sungai yang diduga telah dilakukan PT IIS ini. Hal ini harus ada tindakan tegas dari pemerintah untuk melindungi sungai sesuai dengan kepentingan umum bukan kepentingan perusahaan."

Andai terbukti bersalah, kami minta dengan tegas Pemerintah Kabupaten 'Negeri Seiya Sekata' nama lain dari Pelalawan dapat memberikan sanksi perusak lingkungan.

Sebelumnya, masyarakat adat Persukuan Delik dan persukuan Lalang mengeluhkan sikap arogan PT Inti Indosawit Subur (PT IIS) yang diduga telah melakukan penutupan anak Sungai Lubuk Godang di Desa Lalang Kabung Kecamatan Pelalawan, sebab anak sungai sumber kehidupan bagi masyarakat sekitat.

Bagi masyarakat tidak cuma jadi tempat mencari ikan, sungai sebagai tempat sarana kebutuhan sehari-hari yang dilestarikan masyarakat adat tempatan.

"Anak sungai Lubuk Godang hulunya di Desa Delik, persis di kawasan Hutan Lindung SP10 dan hilir di Sungai Kampar di belakang Pabrik PT RAPP."

Anak sungai tersebut sudah ada jauh sebelum PT ISS beroperasi. PT IIS menutupnya tiga pekan lalu, masyarakat kini kehilangan sumber mata pencarian mencari ikan," sebut Kepala Suku Batin Delik, Darwis.

Editor : Sahdan

Berita Terkait