Ups.., Ada Aroma Korupsi Pengadaan Oksigen Medis di RSUD Rohul

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Pelan-pelan mulai terkuak dugaan kasus korupsi pengadaan oksigen medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Rokan Hulu.

Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Rokan Hulu kabarnya saat ini masih terus mendalami dugaan korupsi pengadaan oksigen medis terhadap sejumlah saksi.

Sedang, dari hasil investigasi katakabar.com, pengadaan oksigen medis tahun anggaran 2018-2019 lalu itu sumber uangnya dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Kabupaten Rokan Hulu mencapai miliaran rupiah.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohul, Ary Supandi SH mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa memberikan keterangan secara rinci mengenai perkara dugaan korupsi pengadaan oksigen medis tahun anggaran 2018-2019 tersebut.

Kata Ary, pihaknya sudah memanggil seluruh saksi yang berkaitan dengan pengadaan oksigen medis, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rokan Hulu, Abdul Haris selaku Dewan Pengawas (Dewas) BLUD Kabupaten Rokan Hulu.

"Ditunggu saja, kami upayakan cepat. Soal saksi-saksi terkait perkara ini semua sudah kita panggil, termasuk Sekda Kabupaten Rokan Hulu," tegas Ary Supandi kepada katakabar.com, bye pesan singkat WhatsApp pada Kamis (9/9).

Pihaknya sengaja belum mengekspos perkara dugaan korupsi pengadaan oksigen medis tersebut ke media. Sebab kata Ary, pihaknya tidak mau terburu-buru mengambil langkah hingga akhirnya membuat gaduh.

"Sengaja kita tidak ekspos dulu biar enggak gaduh. Sekali lagi, semua saksi-saksi sudah kita panggil semua. Kita sudah minta pendapat Ahli terkait perkara ini," ulasnya.

Dilanjutkan Ary, pihaknya masih menunggu pendapat satu ahli lagi yang nantinya dilanjutkan penghitungan kerugian keuangan negara pada pengadaan oksigen medis di RSUD Rokan Hulu tersebut.

"Harap bersabar, nanti kami sampaikan kapan bisa kita ekspos ke media. Kita masih menunggu pendapat dari satu ahli lagi, terus dilanjutkan penghitungan kerugian keuangan negara," sebutnya.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rokan Hulu, dr Novil Raykel saat dikonfirmasi katakabar.com tak mau berkomentar tentang naiknya perkara dugaan korupsi pengadaan oksigen medis di Kejari Rokan Hulu.

Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rokan Hulu, Muhammad Zaki mengaku tidak tahu soal perkara dugaan kasus pengadaan oksigen media yang saat ditangani  Kejari Rokan Hulu.

"Waduh, enggak paham saya. Coba ke Dinkes dan Direktur RSUD saja. Terkait saya selaku Dewas BLUD, saya baru menjabat dari Oktober 2020 hingga saat ini. Dewas saat itu Pak Kaban yang lama, Nifzar. Silahkan konfirmasi ke Direktur RSUD," sebut Zaki kepada katakabar.com, lewat pesan singkat AhatsApp pada Kamis (9/9).

Sekedar diketahui, dugaan penyelewengan Bantuan Operasional Kesehatan Tambahan (BOKT) insentif Tenaga Kesehatan (Nakes) di 'Negeri Seribu Suluk' nama lain dari Kabupaten Rokan Hulu, saat ini ditangani penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Direktorat Reserse Kiriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau.

Belum lagi tuntas kasus tersebut, kini munculnya pula dugaan aroma kasus korupsi pengadaan oksigen medis di RSUD Kabupaten Rokan Hulu.

Apa sesungguhnya yang terjadi di lingkup Pemkab Rokan Hulu? Solanya belakangan ini berbagai dugaan kasus korupsi bermunculan ke ranah publik.

Editor : Sahdan

Berita Terkait