Ups.., Ormas PETIR Laporkan Dugaan Korupsi DD TA 2017 Bengkalis ke Kejagung RI

Jakarta, katakabar.com - Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Pemuda Tri Karya (PETIR) resmi melaporkan dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) mengenai Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2017 lalu ke Kejaksaan Agung RI, pada Kamis (23/6).

Tak tanggung-tanggung, Ormas PETIR mendesak Korps Adhyaksa melakukan penyidikan ADD dan DD berkisar ratusan miliar yang dicurigai disalahgunakan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Benar, baru saja kita laporkan ke Gedung Bundar kantor Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) yang dipimpin DR Febrie Adriansyah, SH.MH," kata Ketua Umum Ormas PETIR, Jackson lepas menyerahkan laporan.

Laporan ini ujar Jackson, soal dugaan penyalahgunaan ADD Tahun Anggaran 2017 senilai Rp65.386.230.012 Tahap IV dan penyaluran ADD dan DD yang tidak dapat dipertanggungjawabkan tahun 2017 senilai Rp94.175.650.874.

ADD ini bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), yang diambil dari belanja Bantuan Keuangan (Bankeu) Dana Alokasi (DD) Pemerintah Pusat ditambah alokasi dari Dana Bagi Hasil (DBH). Sedang, DD bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang diperuntukkan bagi Desa.

"Pertama, pada tahun 2017 lalu, Bupati saat itu menggelontorkan uang ratusan miliar untuk ADD untuk 136 Desa di Bengkalis. Baik tahap I, II dan III totalnya sebesar Rp178.558.039.066, tim kita temukan dan investigasi Tahap IV senilai Rp65.386.230.012," jelasnya.

Hasil temuan tim sambungnya, dicurigai ada penyalahgunaan yang kemudian ditutupi dengan modus berjudul Tunda Bayar (TB).

"Dugaan modusnya berjudul Tunda bayar (TB). Dianggarkan lagi, ditutupi lagi. Bak utang telah terjadi 'gali lobang, tutup lobang'. Lantas, kemana raibnya Rp65 miliar itu, yang meneken Perbup (Peraturan Bupati) mesti dimintai pertanggungjawaban," tegas Jackson.

Dugaan kedua, total 32 Desa yang belum menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban Realisasi ABPBDes sebesar Rp94.175.650.847.

"Segala dokumen bukti permulaan telah kami serahkan kepada Kejaksaan Agung. Semoga secepatnya dilakukan telaah. Kami yakin, hasil telaah Jampidsus pasti tidak jauh berbeda dengan apa yang tim kami telah temukan, bahkan pasti lebih dalam. Dan pasti ketemu besarnya kerugian negara yang ditimbulkan," sebutnya.

Editor : Sahdan

Berita Terkait