Vaksin Covid-19 Buatan Perusahaan Inggris Akan Dikirim ke Negara Eropa

Katakabar.com - Beberapa negara Eropa seperti Italia, Jerman, Prancis, dan Belanda telah menandatangani kontrak dengan perusahaan farmasi Inggris, AstraZeneca Plc untuk menyediakan vaksin virus corona. Tujuan kontrak ini adalah pengiriman pertama vaksin sebelum akhir 2020.

AstraZeneca mengatakan kontrak tersebut berisi perjanjian penyediaan 400 juta dosis vaksin potensial yang tengah dikembangkan oleh Universitas Oxford, yang sekarang sedang melewati tahap percobaan.

Perusahaan farmasi tersebut menambahkan, pihaknya berjanji menyediakan vaksin tanpa mengambil laba atau keuntungan selama pandemi.

"Komitmen ini membayangkan bahwa jalur eksperimen, yang sudah maju, akan berakhir pada musim gugur dengan distribusi dosis pertama sebelum akhir tahun," jelas Menteri Kesehatan Italia, Roberto Speranza dalam sebuah unggahan di Facebook, dilansir dari The Independent, Senin (15/6).

“Vaksin adalah satu-satunya solusi akhir untuk Covid-19. Bagi saya itu akan selalu dianggap sebagai barang publik global, hak semua orang, bukan hak istimewa beberapa orang."

Kepala Eksekutif AstraZeneca, Pascal Soriot, mengatakan rantai persediaan Eropa akan segera mulai diproduksi dan mereka berharap bisa segera menyediakan vaksin secara meluas dan cepat.

Perusahaan tersebut telah menyetujui kesepakatan produksi global untuk memenuhi target 2 miliar dosis vaksin, dengan dua usaha yang didukung oleh Bill Gates dan perjanjian USD 1,2 miliar dengan pemerintah AS.

Belum ada vaksin dan pengobatan Covid-19 yang disetujui, walaupun ada sejumlah percobaan yang dilakukan di seluruh dunia.

Tes percobaan vaksin Universitas Oxford dilakukan pada relawan dengan kondisi sehat di Inggris pada April lalu, diikuti lebih dari 1.000 orang berusia 18-55 tahun, dan tahap selanjutnya diikuti 10.000 relawan dimulai bulan lalu.

"Banyak negara di dunia telah mendapatkan vaksin, Eropa belum," kata Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn.

"Tindakan cepat terkoordinasi dari sekelompok negara anggota akan menciptakan nilai tambah bagi semua warga negara Uni Eropa dalam krisis ini," lanjutnya.

Komisi Eropa menerima mandat dari pemerintah Uni Eropa pada Jumat untuk menegosiasikan pembelian vaksin, kata pejabat kesehatan Uni Eropa, tetapi tidak jelas apakah akan ada cukup anggaran yang tersedia.

Meskipun beberapa kemajuan dalam sejumlah uji coba vaksin, pejabat kesehatan dan para ahli telah memperingatkan vaksinasi luas untuk Covid-19 kemungkinan akan berlangsung beberapa bulan lagi.

Merdeka.com

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait