Virus Corona Timbulkan Ancaman Inflasi dan Banjir Impor

Katakabar.com - Rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, menyebut salah satu cara untuk memulihkan perekonomian di Tanah Air yakni melalui penguatan dari sisi rantai pasok. Sebab, pandemi Covid-19, menurutnya berdampak pada pemutusan permintaan dan penawaran.

"Perekonomian itu sebenarnya adalah kartu domino dari rantai pasokan jadi tidak bisa dengan membangkitkan sebagian jadi harus semuanya dibangkitkan inilah yang menimbulkan komplikasi. Kenapa kemudian timbul semacam prediksi kira-kira pemulihannya akan lebih lama 2021," kata dia dalam diskusi di Jakarta, Jumat (3/7).

Dia mengatakan yang sering dilupakan bahwa perekonomian itu sebenernya pertemuan antara produksi dan permintaan. Di mana, keduanya tengah hancur akibat dampak Covid-19 ini.

"Ini sebenarnya adalah suatu peringatan bagi kita kalau rantai pasokan tidak dijaga," kata dia.

Dia menambahkan, jika rantai pasok tidak terjaga, maka akan ada dua kemungkinan buruk dirasakan oleh suatu negara termasuk Indonesia. Pertama yakni ada permintaan namun barang tidak ada, maka akan menyebabkan inflasi naik. Kedua bisa menjaga inflasi, namun harus melakukan impor.

"Inilah yang nanti harus kita waspadai di akhir-akhir tahun 2020 jadi ini memerlukan suatu kebijakan untuk memperbaiki kerusakan pada rantai pasokan," kata dia.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta agar Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri mengawasi rantai pasok bahan pangan di daerah. Ini untuk memastikan agar rantai pasokan pangan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Jokowi mengatakan pengawasan perlu dilakukan untuk mencegah praktik-praktik yang tidak sehat. Selain itu, agar petani mendapat perlindungan yang baik.

"Hindari praktik-praktik yang tidak sehat dengan menerapkan prinsip tata kelola yang baik. Saya juga minta satgas pangan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengawasi rantai pasok dan stok pangan," ujar Jokowi dalam rapat terbatas melalui video conference, Selasa (21/4).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga meminta para menterinya memastikan ketersediaan bahan pokok di setiap daerah. Sebab, Organisasi Pangan Dunia (FAO) memprediksi pandemi corona (Covid-19) dapat memicu krisis pangan dunia.

Terlebih, dengan adanya negara yang menerapkan kebijakan karantina wilayah atau lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona. Kebijakan itu dinilai berimbas terhadap rantai pasok pangan.

"Hitung yang betul, berapa produksi beras kita, kemudian perkiraan produksi beras saat masuk musim kemarau juga cadangan beras nasional kita cukup untuk berapa lama," katanya.

"Tolong betul-betul dihitung. Jangan overestimate, tolong dikalkulasi yang cermat, dihitung yang detail berbasis data empiris yang valid dan reliable," sambung Jokowi.

 

Merdeka.com

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait