Vladimir Putin Kritik Dasar Pemakzulan Donald Trump Dibuat-Buat Saingan Politik

Pekanbaru, katakabar.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin mengkritik pemakzulan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Putin mengatakan Trump dimakzulkan atas alasan yang dibuat-buat dan berharap Trump bisa melewati prosesnya dan bisa lolos dari pemakzulan di tingkat Senat.

Trump resmi dimakzulkan di tingkat DPR AS dengan dua dakwaan yaitu penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi proses penyelidikan pada Rabu malam. Nasibnya akan ditentukan di tingkat Senat yang prosesnya dimulai bulan depan. Jika mayoritas suara di Senat setuju dia dimakzulkan, maka Trump akan lengser dan digantikan wakil presiden.

Putin juga mengatakan pemakzulan itu hanya lanjutan dari perselisihan politik domestik AS.

"Partai yang kalah pemilu, Partai Demokrat, berusaha menang melalui cara lain, menuduh Trump bersekongkol dengan Rusia," jelasnya dalam konferensi pers akhir tahun, Kamis (19/12), dilansir dari laman USA Today, Jumat (20/12).

"Kemudian, tak terbukti ada persekongkolan, jadi ini tak bisa jadi dasar pemakzulan," lanjutnya.

Kemudian, Trump dituduh menekan Ukraina.

"Saya tidak tahu itu tentang apa. Anggota Kongres Anda pasti lebih tahu," kata dia.

Dia pun tak yakin anggota Republik di Senat akan melengserkan Trump.

"Tidak mungkin mereka mau melengserkan wakil partai mereka dari kekuasaan berdasarkan apa yang, menurut pendapat saya, alasan sepenuhnya dibuat-buat," katanya.

Trump menjadi presiden ketiga AS dalam sejarah yang dimakzulkan DPR. Sebelumnya adalah Andrew Johnson dan Bill Clinton, namun keduanya bisa lolos di tingkat Senat dan tetap berkuasa sampai masa jabatannya habis.

DPR mendasari keputusannya pada dua dakwaan dalam pemungutan suara - penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi Kongres dalam proses penyelidikan.

Hampir semua anggota Demokrat memilih dua dakwaan tersebut dan semua anggota Republik menentang.

Ketika pemungutan suara berlangsung, Presiden Trump sedang menyampaikan pidato kampanye. Kepada massa di Battle Creek, Michigan dia menyampaikan, "Di saat kita tengah bekerja dan berjuang di Michigan, kelompok kiri radikal di Kongres dipenuhi kedengkian dan kebencian dan kemarahan, kalian tahu apa yang sedang berlangsung."

Gedung Putih merilis pernyataan menyampaikan presiden percaya diri dia akan bebas dari tuduhan dalam persidangan Senat. Demikian dilansir dari BBC, Kamis (19/12).

Proses pada hari Rabu dimulai dengan anggota Partai Republik Trump menyerukan pemungutan suara terkait masalah prosedural dan dinilai sebagai upaya menggagalkan proses pemakzulan. Kemudian berlanjut dengan pemungutan suara tentang aturan yang akan ditetapkan untuk proses pemakzulan, yang dilanjutkan pembahasan enam jam terkait dua tuduhan terhadap Presiden Trump.

Sekitar pukul 20:30 waktu setempat, DPR menyerukan pemungutan suara atas dua dakwaan: pertama, penyalahgunaan kekuasaan, yang berasal dari dugaan upaya Trump untuk menekan Ukraina untuk mengumumkan penyelidikan terhadap saingan politiknya, Joe Biden ; dan kedua, penghalang Kongres, karena presiden dituduh menolak bekerja sama dengan penyelidikan pemakzulan, menahan bukti dokumenter dan melarang para pembantunya untuk memberikan bukti.

Pemungutan suara untuk pasal pertama pemakzulan, penyalahgunaan kekuasaan, disahkan 230 suara versus 197 suara yang menolak dan yang kedua, untuk dakwaan menghalangi Kongres, 229 suara yang setuju versus 198 tidak setuju.

Partai Republik memiliki mayoritas kursi di Senat, sehingga sangat tidak mungkin presiden akan dicopot dari jabatannya ketika para senator memberikan suara mereka. Ketua Senat Republik Mitch McConnell pekan lalu mengatakan para senator Republik akan "koordinasi total" dengan tim presiden selama persidangan, membuat marah Demokrat yang menunjukkan bahwa Senator wajib bertindak sebagai hakim yang tidak memihak.

 

 

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait