Wagub Riau : PSBB Selesai Bukan Berarti Masyarakat Bisa Bebas

Pekanbaru, Katakabar.com - Penghentian dan tidak diperpanjangnya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di 6 daerah Riau, ternyata belum dipahami sejumlah masyarakat. Sebagian besar warga beranggapan PSBB selesai sudah bisa kembali bebas untuk beraktivitas seperti biasa, padahal tidak demikian.

Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, menyebutkan penghentian PSBB tersebut dalam rangka menuju program new normal yang digagas oleh pemerintah pusat. Hal itu berjalan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan seperti sebelumya.

Edy tidak memungkiri, memang ada kelonggaran, tapi masyarakat tidak serta merta bebas begitu saja. Masyarakat diarahkan pada tatanan kehidupan baru dengan pengertian diberikan kebebasan sedikit demi sedikit dan tetap ada pembatasan.

Caranya, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan dan lainya sesuai imbauan pemerintah.

"Jadi penghentian PSBB itu bukan serta merta masyarakat bisa lansung bebas beraktifitas. Tapi menuju new normal yang mengarahkan masyarakat pada kehidupan baru yang sebelumnya belum dibiasakan oleh masyarakat. Seperti terus menggunakan masker saat beraktivitas," kata Edy, Sabtu (30/5).

Edy menjelaskan, kehidupan baru pada program new normal itu masyarakat menjalankan kegiatan yang belum pernah dijalankan atau jarang dilakukan. Artinya, masyarakat tetap menjalankan kegiatan normal tapi dengan sistim baru dengan pengamanan diri sesuai yang dilakukan dalam PSBB sebelumnya.

"Kita harap ke depan masyarakat tidak salah artikan lagi dan bisa memahami maksud dari new normal ini yang tujuannya tetap mencegah dan memutus penyebaran virus corona atau Covid-19," jelasnya.

Mantan Danrem 031 Wira Bima Pekanbaru ini juga menyampaikan, new normal merupakan program upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang juga dalam mempertimbangkan kehidupan masyarakat. Kebijakan itu juga adalah pilihan dengan kata lain tetap yang terbaik untuk masyarakat.

"Karena kita menyadari jika selama ini kita semua, termasuk saya sendiri merasakan bagaimana kondisi dan dampaknya. Seperti anak-anak kita yang sudah berapa lama tidak bisa sekolah karena wabah Covid-19 ini. Untuk itu mari kita dukung program new normal atau kehidupan baru ini dengan tetap menjalankan protokol kesehatan," ujarnya.

Menurut Edy, Riau termasuk daerah yang bagus dan ditunjuk oleh pemerintah pusat sebagai percontohan melaksanakan program new normal. Hal itu juga sesuai dengan keberhasilan Riau dalam menangani virus corona atau Covid-19 yang didukung oleh masyarakat.

"Beberapa hari terakhir pasca Lebaran Idul Fitri kita sempat nihil dari kasus positif. Dan satu hari lalu kita sempat naik 6 kasus itupun pada daerah yang sebelumnya ada penularan dari luar daerah. Kita berharap setelah ini tidak ada lagi dan cukup sampai di situ saja," harapnya.

Edi mengimbau masyarakat, untuk mendukung program pemerintah, agar ke depannya Riau bebas dari penyebaran Covid-19. "Yang pasti apa yang dilakukan pemerintah ini untuk kesehatan masyarakat. Maka itu mari kita pahami bersama-sama,” tandasnya.

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait