Warga Protes, Kala Duri Timur Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid 19

Duri, katakabar.com - Wacana Rumah Sakit Swasta A'ad yang terletak di Jalan Baiturrahman di kawasan hunian padat penduduk dan fasilitas umum, seperti masjid, toko moderen dan kantor lurah Duri Timur, dijadikan salah satu tempat perawatan pasien Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) disambut gelombang protes keras dan penolaka seratusan warga Kelurahan Duri Timur, Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis.

Klimaks aksi protes keras dari masyarakat terjadi pada Selasa (22/9) malam, saat dilakukan rapat bersama Ketua RT, RW, LPM yang dihadiri Direktur RSUD Mandau, drg Sri Sadono Mulyanto di Aula Gedung Kelurahan.

Masyarakat berjubel sambangi kantor lurah, teriakan menentang wacana kawasan Duri Timur jadi tempat perawatan pasien virus Corona membahana dan lantang. Beruntung Lurah didampingi petugas keamanan sigap menenangkan massa yang keburu dibakar emosi sesaat dan spontanitas.

Walah diprotes keras, Direktur RSUD Mandau, drg Ibeng sapaan akrab Dirut RSUD Kecamatan Mandau tetap melakukan pemaparan bahaya dan penularan Covid 19 dalam kehidupan sehari - hari.

Salah seorang warga terlanjur sudah terbakar emosi, saat mengetahui wacana RS Swasta A'ad dijadikam sebagai tempat isolasi pasien Covid 19 sangat geram dan murka disebabkan bakal menjadi preseden buruk bagi masyarakat sendiri mengingat wabah tak kasat mata sudah menjadi pandemi menyebar di dunia.

"Jangan jadikan daerah kami sebagai kumpulnya virus, daerah ini masih banyak generasi penerus bangsa yang tidak tahu apa apa. Tolong batalkan atau masyarakat bakal bertindak," ancam salah seorang berteriak histeris.

Situasi semakin memanas saat masyarakat mengetahui masuknya peralatan pendukung, seperti tempat tidur ke RS A'ad pada Selasa (22/9) sores tadi sebelum rapat bersama dilakukan.

"Tenang, kalau masyarakat tidak bersedia. Saya jamin tak ada tempat isolasi mendiri di kelurahan ini. Soal masuknya tempat tidur dan lainnya ke RS tersebut, sebenarnya cuma sebagai tempat persinggahan. Kami jemput dari BLK, jauh. Lantataran RS A'ad kosong, kami titip sementara. Kami mohon maaf, kami tidak bakal memaksakan kehendak," jelas Ibeng.

Hingga berita ini diterbitkan, drg Ibeng menjamin tidak ada tempat isolasi mandiri di Kelurahan Duri Timur disebabkan protes keras masyarakat dan kondisi Kantor Lurah Duri Timur tampak mencekam.

Lurah Duri Timur, Rahmadhani, bersama Ketua RT dan RW turun tangan untuk menenangkan masyarakat yang sudah terbakar emosi.

Editor : Sahdan

Berita Terkait