WHO Sebut ada 8 Kandidat Utama Calon Vaksin untuk Covid-19

Katakabar.com - Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan ada sekitar tujuh atau delapan calon teratas vaksin untuk memerangi virus corona. Dibutuhkan dana besar untuk mempercepat proses menyediakan vaksin.

Tedros sebelumnya mengatakan, bahwa mungkin diperlukan 12 hingga 18 bulan untuk mendapatkan vaksin. Namun dia mengatakan upaya dipercepat sedang berlangsung, dibantu oleh dana 7,4 miliar euro (USD8 miliar) yang dijanjikan seminggu yang lalu oleh para pemimpin dari 40 negara, organisasi dan bank untuk penelitian, pengobatan dan pengujian.

Dia mengatakan USD8 miliar tidak akan cukup, dan dana tambahan akan dibutuhkan untuk mempercepat pengembangan vaksin. Meski begitu, lebih penting untuk memastikan bahwa vaksin ini menjangkau semua orang dan tidak ada yang tertinggal.

"Kami memiliki kandidat yang baik sekarang. Yang teratas sekitar tujuh, delapan. Tetapi kami memiliki lebih dari seratus kandidat," kata Tedros seperti dikutip AFP, Selasa (12/5).

"Kami fokus pada beberapa kandidat (vaksin) yang kami miliki yang dapat membawa hasil yang mungkin lebih baik dan mempercepat kandidat tersebut dengan potensi yang lebih baik," katanya.

Namun, Tedros tidak mengungkapkan kandidat-kandidat teratas vaksin corona itu.

Dikembangkan Sejak Januari 2020

Sejak Januari, kata Tedros, WHO telah bekerja dengan ribuan peneliti di seluruh dunia untuk mempercepat dan melacak pengembangan vaksin mulai dari pengembangan model hewan hingga desain uji klinis dan segala sesuatu di antaranya.

Tedros mengatakan ada juga konsorsium lebih dari 400 ilmuwan yang terlibat dalam pengembangan dan diagnosis vaksin.

Dia menegaskan, bahwa Covid-19 adalah sangat menular dan membunuh dengan lebih dari 4 juta kasus sekarang dilaporkan ke WHO dan hampir 275.000 nyawa hilang.

Sementara kasus baru menurun di Eropa Barat, mereka meningkat di Eropa Timur, Afrika, Asia Tenggara, Mediterania timur dan daerah lain, katanya.

Tedros mengatakan pandemi ini mengajarkan banyak pelajaran yang menyakitkan, terutama pentingnya memiliki sistem kesehatan nasional dan regional yang kuat.

"Namun pada tren saat ini, lebih dari 5 miliar orang tidak akan mengakses layanan penting ini pada tahun 2030. Kemampuan untuk melihat seorang pekerja kesehatan, mengakses obat-obatan penting, dan memiliki air mengalir di rumah sakit," katanya.

Dia menekankan bahwa ketika tanggapan terhadap Covid-19 berlanjut, negara-negara juga harus meletakkan pedoman dasar untuk dunia yang sehat, lebih aman dan lebih adil.

"Dunia menghabiskan sekitar USD7,5 triliun untuk perawatan kesehatan setiap tahun, hampir 10 persen dari PDB global. Tetapi investasi terbaik adalah dalam mempromosikan kesehatan dan dalam mencegah penyakit pada tingkat perawatan kesehatan primer yang akan menyelamatkan jiwa dan menghemat uang," kata Tedros.


Merdeka.com

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait