WNI Rombongan Holyland Tetap Bisa Ziarah di Israel

Katakabar.com - Rombongan wisata religi sejumlah negara akhirnya lega karena Pemerintah Israel tetap mengizinkan mereka untuk melakukan ziarah ke Tanah Perjanjian (Holyland).

Hal itu disampaikan oleh satu pendamping rombongan WNI yang melakukan wisata religi di Israel, Pendeta Sonny Zaluchu.

Dari informasi yang diperoleh, penutupan akses hanya dilakukan di lokasi yang berbatasan dengan Mesir, sedangkan yang berbatasan dengan Yordania masih dibuka normal.

"Kita lega, tetap diizinkan melanjutkan perjalanan wisata religi di Israel. Yang ditutup hanya perbatasan di Mesir, untuk yang di Yordania tetap dibuka," kata Sonny, Senin (9/3).

Di Israel, rombongan wisata religi Holyland biasanya mengunjungi beberapa objek, di antaranya Tembok Ratapan (Dome of The Rock), Taman Getsemani, dan napak tilas Jalan Salib Yesus.

"Kita akan melakukan perjalanan di Israel di Tembok Ratapan, Taman Getsemani dan napak tilas Jalan salib. Semua rombongan Indonesia rata-rata kondusif dan aman," kata Sonny.

Di Yordania sendiri, tempat yang biasanya dikunjungi adalah Petra, di mana biasanya juga kerap menjadi tujuan ibadah umrah.

Pekan lalu Pemerintah Israel dan Palestina menutup Gereja Kelahiran Yesus dan Kota Betlehem untuk mencegah penyebaran virus corona.

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, dilaporkan menyatakan status darurat di seluruh Tepi Barat selama 30 hari karena kejadian tersebut.

Perjalanan warga Israel dan Palestina masuk dan keluar kota akan dibatasi.

Israel mengendalikan seluruh pos pemeriksaan jalur keluar masuk di Tepi Barat. Sedangkan Palestina diberi sejumlah wewenang untuk mengatur Tepi Barat.

Untuk wilayah Tepi Barat dan Palestina, akses masuk telah ditutup sejak beberapa hari lalu terkait kebijakan Pemerintah Palestina yang melakukan karantina selama 14 hari.

Menurut laporan Associated Press, Kota Betlehem akan ditutup selama dua pekan. Selain Gereja Kelahiran Yesus Kristus, sejumlah situs keagamaan yang berada di kota itu juga akan ditutup.

Sebelumnya, rombongan WNI sempat terjebak di Yerusalem setelah Israel menutup akses jalur perbatasan.

Sonny dan rombongan mengaku kebingungan. Mereka tidak tahu harus berbuat apa, apakah tetap tinggal di sekitar Israel atau dipercepat untuk keluar.

Hingga saat ini virus corona telah menewaskan 3.827 orang di seluruh dunia dan menginfeksi 109.976 lainnya. Sebanyak 62.240 orang dinyatakan sembuh dari virus tersebut.

Di Israel sendiri, kasus virus corona tercatat ada 39 dan tiga orang sembuh. Belum ada laporan pasien positif Covid-19 di Israel meninggal. CNN Indonesia

Editor : Sany Panjaitan

Berita Terkait