Meski terjadi insiden itu, massa tetap melanjutkan aksi di depan Kantor Wali Kota Binjai. Usai unjuk rasa, Dedi bersama sejumlah peserta aksi melaporkan dugaan penganiayaan dan intimidasi tersebut ke Polres Binjai.
Dalam aksinya, massa tidak hanya menyoroti dugaan kekerasan yang dialami Ketua PETIR, tetapi juga mempertanyakan pengelolaan sektor parkir yang selama ini dinilai minim transparansi.
Aliansi Pemuda dan Tukang Parkir mendesak Pemerintah Kota Binjai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perparkiran, termasuk meminta Wali Kota Binjai tidak mengabaikan berbagai keluhan yang disampaikan para juru parkir.
“Kami mendesak Wali Kota Binjai untuk tidak menutup mata terhadap persoalan ini dan segera mengevaluasi jajaran Dinas Perhubungan,” jelas Gurky.
Massa juga menuntut transparansi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir. Mereka menilai realisasi PAD parkir selama ini menimbulkan tanda tanya karena disebut tidak pernah mencapai target yang ditetapkan.
Ketua PETIR Dicekik dan Intimidasi Jelang Demo, Massa Soroti Transparansi PAD Parkir Binjai
Diskusi pembaca untuk berita ini