Divesifikasi

Sorotan terbaru dari Tag # Divesifikasi

Bitcoin Mulai Stabil Tengah Sentimen Pasar Membaik, Bittime Soroti Penting Diversifikasi Portofolio Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 31 Mei 2026 | 15:35 WIB

Bitcoin Mulai Stabil Tengah Sentimen Pasar Membaik, Bittime Soroti Penting Diversifikasi Portofolio

Jakarta, katakabar.com - Bitcoin mulai stabil seiring membaiknya sentimen pasar global pasca periode volatilitas beberapa pekan terakhir. Sejalan dengan kondisi tersebut, Bittime menyoroti pentingnya strategi diversifikasi portofolio di tengah dinamika pasar kripto yang masih fluktuatif. Mengutip laporan Economic Times, tiga pekan terakhir Bitcoin sempat mengalami volatilitas dengan pergerakan harga di kisaran $74.000 hingga $79.000. Tetapi, kondisi pasar mulai menunjukkan fase konsolidasi, di mana Bitcoin kini bergerak stabil di area $77.000 seiring meredanya tekanan sentimen global yang sebelumnya memicu fluktuasi pada aset kripto.  Perubahan kondisi pasar ini membuat perhatian pelaku pasar kembali tertuju pada pentingnya pengelolaan risiko dalam menghadapi pergerakan aset digital yang cenderung cepat berubah mengikuti sentimen global. Di tengah kondisi tersebut, strategi diversifikasi portofolio menjadi salah satu pendekatan yang banyak diperhatikan investor dalam menjaga keseimbangan aset. Hal ini dilakukan untuk menghadapi perubahan pasar yang dapat terjadi secara cepat dalam siklus kripto.  Menariknya, di tengah fase konsolidasi ini Bitcoin kembali dipandang memiliki karakter pergerakan yang relatif lebih stabil dibandingkan periode volatilitas sebelumnya, meskipun tetap berada dalam kategori aset berisiko tinggi. Perubahan persepsi ini mencerminkan mulai pulihnya sentimen investor terhadap aset kripto di tengah dinamika pasar yang masih berlangsung. Menanggapi kondisi pasar tersebut, Bittime menyoroti pentingnya diversifikasi aset sebagai bagian dari strategi pengelolaan investasi yang lebih adaptif. Pendekatan ini dinilai dapat membantu investor menjaga fleksibilitas dalam menghadapi pergerakan harga aset digital.  Sejalan dengan hal tersebut, Bittime menghadirkan berbagai pilihan aset digital yang dapat digunakan sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio, sehingga investor memiliki lebih banyak opsi dalam menyesuaikan komposisi aset sesuai kondisi pasar.  Selain itu, pemahaman terhadap manajemen risiko dan siklus pasar kripto juga menjadi faktor penting dalam membangun strategi investasi jangka panjang yang lebih terukur. Perlu diingat, investasi aset kripto punya risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga, risiko likuiditas, teknologi, serta perubahan regulasi yang menjadi tanggung jawab masing-masing investor. Makanya, diperlukan riset mendalam sebelum melakukan aktivitas investasi. Tentang Bittime Bittime melalui PT Utama Aset Digital Indonesia adalah platform investasi aset kripto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta terdaftar pada Kementerian Komunikasi & Digital (Komdigi). Bittime juga merupakan anggota Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO). Selaku platform investasi aset kripto, Bittime memiliki visi untuk menjadi platform perdagangan dan investasi aset kripto pilihan utama masyarakat dengan fitur yang beragam serta memenuhi kebutuhan penggunanya. Aplikasi Bittime bisa diunduh di Google Play dan App Store. Disclaimer Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Bittime adalah platform perdagangan aset kripto terdaftar di Bappebti yang menyediakan informasi berdasarkan riset internal, bersifat umum dan edukatif. Informasi ini bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau perpajakan. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan. Pengguna wajib melakukan analisis mandiri dan memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan yang berlaku.

Bittime Mega Listing, Peluang Diversifikasi di Tengah Penguatan Nilai Aset Bitcoin Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 07 Maret 2026 | 12:10 WIB

Bittime Mega Listing, Peluang Diversifikasi di Tengah Penguatan Nilai Aset Bitcoin

Jakarta, katakabar.com -Pasar aset kripto menunjukkan tren positif lagi setelah Bitcoin ($BTC) menguat ke level psikologis US$70.000, didorong oleh kondisi makroekonomi yang lebih stabil serta meredanya tensi geopolitik. Bertepatan dengan ini Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan meluncurkan Bittime Mega Listing dengan menambahkan 24 token baru terjadwal pada 5 hingga 6 Maret 2026. Penguatan sentimen pasar ini tidak hanya berdampak pada aset Bitcoin ($BTC), tetapi juga membuka potensi pergerakan yang lebih luas pada berbagai aset kripto lain. Di antaranya Ethereum ($ETH) yang naik 3,87 persen, dan aset-aset Tokenized Stocks seperti Ondo Tokenized Stocks ($CoinOn) yang mengalami kenaikan hingga 12,82 persen dalam 24 jam terakhir (5 Maret 2026). Kondisi pasar saat ini sering kali dimanfaatkan sebagai momentum perluasan diversifikasi aset sekaligus memaksimalkan peluang pertumbuhan nilai investasi. Bersamaan dengan ini, Bittime menghadirkan lebih banyak pilihan aset-aset alternatif bagi investor Indonesia guna memanfaatkan momentum pasar yang sedang menguat. Presiden Direktur Bittime, Ronny Prasetya, menjelaskan fase pasar yang positif seperti saat ini dapat menjadi momentum bagi investor untuk meninjau kembali strategi portofolio mereka. Menurutnya, ketika kondisi pasar mendukung, peluang pertumbuhan terbuka lebih luas, namun tetap diperlukan pendekatan yang bijak dan berbasis fundamental. “Melalui Mega Listing ini, Bittime ingin membuka akses yang lebih besar terhadap berbagai kategori aset. Mulai dari aset-aset berbasis DeFi, GameFi, Meme, Ondo Tokenized Stocks hingga fan token yang berbasis komunitas global. Ini bertujuan memberikan fleksibilitas dalam membangun portofolio yang lebih terdiversifikasi dan adaptif,” ucap Ronny. Peluncuran dilakukan dalam dua tahap, beber Ronny, di mana batch pertama pada 5 Maret akan menghadirkan deretan token seperti $STATUS, $AZTEC, $WILD, $SOSO, $RNWB, $TRIA, $PENGUIN, $AFC, $COINON, $KOON, dan $AMZNON yang mencerminkan inovasi dari aspek privasi data hingga tokenisasi real world assets (RWA). Terus, sebut Ronny, pada batch kedua di tanggal 6 Maret, Bittime menambahkan dengan aset-aset $ZAMA, $WAX, $ACX, $CETUS, $ASR, $PSG, $JUV, $ACM, $ATM, $BAR, dan $CITY guna memperluas eksposur investor pada sektor gaya hidup dan olahraga. "Penambahan ini bertujuan memperluas variasi perdagangan, sekaligus menjadi bentuk dukungan Bittime terhadap pertumbuhan ekosistem aset digital yang lebih inklusif dan berorientasi pada literasi," imbuhnya. Di tengah kondisi pasar yang sedang bertumbuh, Bittime menyampaikan pentingnya bagi investor Indonesia untuk tetap mengedepankan manajemen risiko dalam berinvestasi. Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk volatilitas harga, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi. Lantaran itu, setiap keputusan investasi perlu didasarkan pada riset mandiri dan pemahaman profil risiko masing-masing. Dengan terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Diversifikasi Kelapa Sawit Jadi Kerajinan Tangan di Maluku Nasional
Nasional
Kamis, 12 Oktober 2023 | 16:50 WIB

Diversifikasi Kelapa Sawit Jadi Kerajinan Tangan di Maluku

Maluku, katakabar.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku kerja sama dengan Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) diversifikasi kelapa sawit menjadi produk kerajinan tangan. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Maluku, Yahya Kotta lewat keterangan yang diterima di Ambon, dilansir dari laman ANTARA, pada Kamis (12/10) mengatakan, terkait bahan baku kelapa sawit sendiri Pemprov Maluku bakal jembatani persediaan stok yang diambil dari daerah penghasil untuk kebutuhan pengrajin. Menurutnya, pihaknya tidak hanya dengan BBSPJIKB bersinergi tapi dengan Balai Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Balai Standarisasi Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Ambon. "Provinsi Maluku mengapresiasi kegiatan ini lantaran berorientasi memanfaatkan bahan baku kelapa sawit. Terobosan ini diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Maluku," ujarnya saat lokakarya kerajinan batik dan kerajinan tangan di Ambon. Kepala Divisi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi Kementerian Keuangan, Helmi Muhansyah menjelaskan, program-program berbasis kelapa sawit ini dibuat untuk sejahterakan para petani kelapa sawit dari Sabang hingga Merauke. "Produk-produk sawit bakal dikembangkan untuk menjadi batik dan kerajinan lain yang memiliki nilai ekonomis tinggi," jelasnya. Saat ini di Maluku hanya Kabupaten Maluku tengah dan sebagian Seram Bagian Barat yang memiliki kebun kelapa sawit. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2022, Provinsi Maluku menghasilkan sebanyak 17.000 ton kelapa sawit. Angka itu 700 ton lebih banyak dibanding Maluku Utara yang hanya 16.300 ton. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indonesia memproduksi kelapa sawit sebanyak 45,58 juta ton pada 2022. Jumlah tersebut meningkat 1,02 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai 45,12 juta ton. Melihat trennya, produksi kelapa sawit Indonesia menunjukkan tren meningkat. Rekor produksi terbanyak dalam satu dekade terakhir mencapai 47,12 juta ton pada 2019. Secara rinci, kelapa sawit yang berasal dari perkebunan besar sebanyak 30,06 juta ton pada 2022. Sedang, 15,52 juta ton kelapa sawit berasal dari perkebunan rakyat.