Panen Perdana

Sorotan terbaru dari Tag # Panen Perdana

Panen Perdana Ikan Patin, Ini Wujud Kemandirian Ekonomi Binaan PT EDI Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 26 Mei 2026 | 14:10 WIB

Panen Perdana Ikan Patin, Ini Wujud Kemandirian Ekonomi Binaan PT EDI

Rokan Hulu, katakabar.com - Komitmen PT Eka Dura Indonesia (EDI) dalam memberdayakan masyarakat sekitar kembali membuahkan hasil manis. Kelompok budidaya ikan patin di Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam, baru saja sukses melaksanakan panen perdana jadi bukti nyata keberhasilan program pemberdayaan berbasis potensi lokal. Selain berhasil menghasilkan ikan berkualitas, hasil panen tersebut juga langsung terserap pasar melalui Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini memberikan kepastian pasar bagi petani ikan sekaligus memperkuat roda ekonomi masyarakat setempat. Dalam pengembangannya, PT EDI tidak hanya sekadar memberikan bantuan berupa bibit dan pakan, tetapi juga melakukan pendampingan intensif selama proses pemeliharaan. Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan untuk mewujudkan "sinergi bumi dan manusia, untuk satu Indonesia" yang berkelanjutan. Manajemen PT Eka Dura Indonesia, Imam Taufik, menyatakan keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras dan konsistensi masyarakat dalam menjalankan program. “Panen ini membuktikan kolaborasi yang baik mampu memberikan dampak nyata. Kami berharap usaha ini tidak hanya menambah pendapatan warga, tapi juga memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” ujar Imam. Ia menambahkan, melalui inisiatif Astra Kreatif, perusahaan ingin tumbuh berdampingan dengan masyarakat. Fokus utama adalah menciptakan peluang usaha yang mandiri sehingga kesejahteraan warga dapat meningkat secara bertahap. Pasar Terjamin Warga Bersyukur Ketua Kelompok, Syukri, mengaku sangat bersyukur atas pencapaian ini. Menurutnya, kepastian penjualan ke Dapur MBG sangat membantu kelancaran usaha dan langsung berdampak pada ekonomi anggota. “Alhamdulillah, hasil panen langsung terserap dan keuntungannya sangat membantu. Kami berharap usaha ini bisa terus maju bersama binaan PT EDI,” jelasnya. Antusiasme serupa disampaikan Tengku Azhar, salah satu anggota kelompok. Ke depan, pihaknya berencana melakukan inovasi dengan memproduksi pakan mandiri guna menekan biaya operasional agar usaha semakin efisien. “Kami berterima kasih kepada PT EDI yang selalu mendampingi dan memfasilitasi kami. Ke depan kami ingin lebih mandiri lagi,” tuturnya. Keberhasilan panen perdana ini menjadi bukti nyata sinergi antara perusahaan dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.

Panen Perdana Greenhouse Hidroponik, KS Perkuat PPM dan KPN Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 16 Januari 2026 | 11:35 WIB

Panen Perdana Greenhouse Hidroponik, KS Perkuat PPM dan KPN

Cilegon, katakabar.com - Krakatau Steel Group melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kembali menunjukkan komitmen mendukung ketahanan pangan berbasis masyarakat. Hal tersebut ditandai dengan panen perdana melon hidroponik di fasilitas Greenhouse Krakatau Steel Group Peduli yang berlokasi di Pondok Pesantren Amalul Ummah, Rabu (14/1). Panen perdana ini menjadi momen kebahagiaan tersendiri bagi para santri dan tim TJSL Krakatau Steel Group, setelah melalui masa tanam selama kurang lebih 70 hari. Melon premium jenis White Kirin dan Diva 16 yang dibudidayakan dengan sistem pertanian modern tersebut menghasilkan buah berkualitas tinggi, baik dari sisi ukuran, tekstur, maupun tingkat kemanisan yang mencapai brix 18. Inisiatif Berkelanjutan Pendidikan dan Kemandirian Pesantren Pembangunan greenhouse ini tidak semata-mata difokuskan pada penyediaan infrastruktur fisik, melainkan dirancang sebagai program keberlanjutan untuk mendukung pendidikan pertanian modern di lingkungan pesantren. Melalui program ini, Krakatau Steel mendorong kemandirian ekonomi pesantren sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas. Program greenhouse pesantren ini merupakan kolaborasi end-to-end Krakatau Steel Group dengan melibatkan unit-unit usaha yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing. Perancangan desain dilakukan oleh Engineer PT Krakatau Baja Konstruksi (KBK), dukungan material baja ringan oleh PT Krakatau National Indonesia (KNI), konstruksi oleh PT Krakatau Perbengkelan & Perawatan (KPDP), serta pendampingan budidaya hingga panen oleh tim TJSL Krakatau Steel Group. Pembiayaan program ini merupakan kolaborasi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk bersama Group Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI), Group Krakatau Baja Konstruksi (KBK), dan PT Krakatau Baja Industri (KBI). Penguatan Kapasitas Santri dan Ekosistem Usaha Selain pembangunan fasilitas, Krakatau Steel juga memberikan pelatihan komprehensif kepada para santri, mencakup teknik budidaya hidroponik, manajemen operasional greenhouse, hingga strategi pemasaran hasil panen. Dalam pelaksanaannya, PT Krakatau Steel melibatkan pesantren yang telah berhasil mengembangkan greenhouse di Provinsi Banten, yakni Pesantren Al Markas Serang, sebagai bagian dari transfer pengetahuan agar hasil panen sesuai dengan target yang direncanakan. “Pembangunan greenhouse hingga panen perdana ini merupakan wujud nyata dukungan Krakatau Steel terhadap pengembangan masyarakat sekitar, khususnya pesantren. Kami ingin pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat inovasi pertanian modern yang mampu menciptakan kemandirian ekonomi dan memberikan pembelajaran nyata yang tidak hanya diperoleh dari buku,” ujar Direktur SDM PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Suryantoro Waluyo. Dukungan Ketahanan Pangan Nasional Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan program greenhouse pesantren ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam percepatan ketahanan pangan nasional. “Program TJSL Krakatau Steel melalui pengembangan greenhouse hidroponik di pesantren merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung Asta Cita, terutama pada agenda percepatan ketahanan pangan. Kami percaya ketahanan pangan nasional harus dibangun dari akar rumput, dengan melibatkan komunitas pendidikan seperti pesantren agar tercipta sistem pangan yang mandiri, berkelanjutan, dan inklusif,” kata Dr. Akbar Djohan, sekaligus Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Kepastian Pasar dan Keberlanjutan Program Untuk memastikan keberlanjutan program, Krakatau Steel turut menyiapkan ekosistem pemasaran yang terintegrasi. Sebagian hasil panen pesantren binaan akan diserap langsung oleh Krakatau Steel Group, serta dipasarkan melalui kerja sama dengan pengelola ekowisata, di mana pengunjung dapat melakukan aktivitas petik buah langsung di greenhouse. Skema ini memberikan kepastian pasar sekaligus mendorong perputaran ekonomi pesantren secara berkelanjutan. Melalui inisiatif TJSL ini, Krakatau Steel berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar sekaligus memperkuat hubungan yang harmonis antara perusahaan dan lingkungan.