Rentan

Sorotan terbaru dari Tag # Rentan

Harga Emas Masih Rentan Turun, XAU/USD Diprediksi Menguji Area Support 4.247 Internasional
Internasional
Selasa, 02 Juni 2026 | 14:41 WIB

Harga Emas Masih Rentan Turun, XAU/USD Diprediksi Menguji Area Support 4.247

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan hari Kamis (28/5) lalu diperkirakan masih berada dalam tekanan. Menurut analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, pasangan XAU/USD pada timeframe daily masih menunjukkan kecenderungan bearish atau melemah, seiring tekanan jual yang belum mereda di pasar. Secara teknikal, tren penurunan harga emas masih terlihat cukup dominan. Hal tersebut tercermin dari posisi harga yang hingga kini masih bergerak di bawah indikator Moving Average (MA) 21 dan MA 50. Dalam analisis pasar, posisi tersebut umumnya menunjukkan bahwa arah tren utama masih berada dalam fase turun. Menurut Geraldo, kondisi ini menandakan bahwa tenaga beli belum cukup kuat untuk mendorong pembalikan arah harga. Sebaliknya, tekanan jual masih lebih mendominasi sehingga peluang pelemahan lanjutan masih terbuka dalam jangka pendek maupun menengah. Selain itu, harga emas juga baru saja mengalami breakout pada area support minor yang sebelumnya menjadi titik penting pergerakan harga. Setelah breakout terjadi, harga sempat melakukan retest atau pengujian ulang pada area tersebut sebelum kembali bergerak turun. Kondisi itu menjadi sinyal bahwa pasar masih berada dalam tekanan bearish. Selama harga belum mampu kembali naik dan bertahan di atas area resistance penting, maka potensi pelemahan diperkirakan masih akan berlanjut. Dalam proyeksi jangka pendek, area support yang menjadi perhatian pasar berada di kisaran 4.349 hingga 4.247. Level tersebut dinilai menjadi target penurunan berikutnya apabila tekanan jual tetap mendominasi perdagangan emas dunia. Dari sisi indikator tambahan, Stochastic Oscillator juga masih menunjukkan arah penurunan menuju area oversold atau jenuh jual. Meski area oversold sering dianggap sebagai sinyal bahwa harga sudah terlalu rendah, namun hingga saat ini belum muncul tanda pembalikan arah yang cukup kuat. Artinya, ruang pelemahan harga emas masih cukup terbuka sebelum pasar menemukan momentum baru untuk rebound. Karena itu, pelaku pasar masih perlu mewaspadai potensi koreksi lanjutan dalam beberapa waktu ke depan. Tak hanya dari sisi teknikal, tekanan terhadap harga emas juga datang dari faktor fundamental global. Salah satu faktor utama yang masih menekan harga emas adalah kuatnya dolar AS, serta tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield. Kondisi tersebut membuat investor lebih tertarik pada aset berbasis dolar yang dinilai mampu memberikan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan emas. Sebagai aset non-yielding, emas memang cenderung kurang diminati ketika suku bunga dan yield obligasi berada di level tinggi. Selain itu, pasar juga masih memperkirakan Federal Reserve belum akan terburu-buru menurunkan suku bunga. Selama data ekonomi Amerika Serikat masih menunjukkan kondisi yang kuat, terutama dari sektor tenaga kerja dan inflasi, maka peluang suku bunga tinggi bertahan lebih lama masih cukup besar. Ekspektasi tersebut ikut memperkuat pergerakan dolar AS dan menjadi sentimen negatif bagi harga emas. Sebab, ketika dolar menguat, harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor global sehingga permintaan cenderung melemah. Di sisi lain, kondisi pasar global yang mulai lebih stabil juga mengurangi minat investor terhadap aset safe haven seperti emas. Ketika pelaku pasar mulai optimistis terhadap ekonomi dan pasar saham, dana investasi biasanya beralih ke aset berisiko yang dianggap lebih menguntungkan. Situasi itu membuat ruang kenaikan emas menjadi semakin terbatas dalam jangka pendek. Hingga saat ini, pasar juga masih menunggu sentimen baru yang cukup kuat untuk mengubah arah pergerakan harga. Secara keseluruhan, kombinasi tekanan teknikal dan fundamental membuat tren bearish pada XAU/USD masih cukup kuat. Selama harga belum mampu kembali bergerak di atas area MA 21 dan MA 50, peluang penurunan menuju area support 4.349 hingga 4.247 diperkirakan masih terbuka. Lantaran itu, investor disarankan tetap berhati-hati dan mencermati perkembangan sentimen global, terutama terkait arah kebijakan Federal Reserve, data ekonomi Amerika Serikat, serta pergerakan dolar AS yang dapat memengaruhi volatilitas harga emas dalam waktu dekat.

Negara Importir Minyak Paling Rentan Saat Krisis Energi Internasional
Internasional
Kamis, 19 Maret 2026 | 19:08 WIB

Negara Importir Minyak Paling Rentan Saat Krisis Energi

Jakarta, katakabar.com - Krisis energi global, terutama akibat konflik geopolitik seperti gangguan di Selat Hormuz, dapat memberikan tekanan besar pada perekonomian dunia. Salah satu pihak yang paling terdampak adalah negara-negara yang bergantung pada impor minyak. Ketika pasokan terganggu, harga minyak global cenderung melonjak. Kondisi ini membuat biaya energi meningkat tajam, memicu inflasi, dan menekan pertumbuhan ekonomi di negara importir. Bagi trader dan investor, memahami negara mana saja yang paling rentan sangat penting untuk membaca arah pasar energi dan dampaknya terhadap instrumen lain. Untuk insight lebih dalam terkait kondisi ini, Anda dapat membaca daftar negara yang dirugikan saat Selat Hormuz ditutup. Negara importir minyak sangat bergantung pada pasokan energi dari luar negeri. Ketika terjadi gangguan distribusi global, mereka harus membeli minyak dengan harga lebih tinggi atau mencari alternatif pasokan. Sebagian besar negara di Asia sangat bergantung pada minyak dari Timur Tengah, sehingga krisis di kawasan tersebut langsung berdampak pada ekonomi mereka. Selain itu, negara dengan cadangan energi terbatas akan lebih cepat merasakan dampak krisis dibandingkan negara yang memiliki stok strategis besar. Negara Importir Minyak Paling Rentan Berikut beberapa negara yang paling rentan saat terjadi krisis energi global: 1. India India menjadi salah satu negara paling berisiko dalam krisis energi. Negara ini mengimpor sekitar 55% minyaknya dari Timur Tengah dan memiliki cadangan yang relatif terbatas. Bahkan, dalam beberapa kondisi, cadangan energi India diperkirakan hanya cukup untuk beberapa minggu, sehingga sangat rentan terhadap gangguan pasokan jangka panjang. 2. Jepang Jepang merupakan salah satu negara dengan ketergantungan impor minyak tertinggi di dunia. Sekitar 95% kebutuhan minyaknya berasal dari Timur Tengah. Meskipun memiliki cadangan strategis yang cukup besar, ketergantungan tinggi membuat Jepang tetap rentan terhadap gangguan distribusi energi global. 3. Korea Selatan Korea Selatan hampir sepenuhnya bergantung pada impor energi, dengan sekitar 70% minyaknya berasal dari Timur Tengah. Ketergantungan ini membuat Korea Selatan sangat sensitif terhadap fluktuasi harga minyak dan gangguan pasokan global. 4. China China merupakan importir minyak terbesar di dunia dan sangat bergantung pada pasokan energi global, dengan sekitar setengah impor minyaknya berasal dari Timur Tengah. Tetapi, dibandingkan negara lain, China memiliki cadangan strategis yang lebih besar sehingga relatif lebih tahan dalam jangka pendek. 5. Indonesia Indonesia juga termasuk negara yang rentan karena berstatus sebagai net importir minyak. Ketergantungan terhadap pasokan luar negeri membuat Indonesia menghadapi tekanan besar ketika harga minyak naik. Kenaikan harga minyak global dapat berdampak pada subsidi energi, inflasi, serta nilai tukar rupiah. 6. Negara Asia Selatan (Pakistan & Bangladesh) Negara-negara seperti Pakistan dan Bangladesh memiliki ketahanan energi yang lebih lemah karena keterbatasan cadangan dan kondisi ekonomi yang lebih rapuh. Dalam situasi krisis energi, negara-negara ini berpotensi mengalami tekanan ekonomi yang lebih besar dibandingkan negara maju. Dampak Krisis Energi bagi Negara Importir Krisis energi tidak hanya berdampak pada harga bahan bakar, tetapi juga memengaruhi berbagai sektor ekonomi. Kenaikan harga minyak dapat memicu inflasi global, meningkatkan biaya produksi, dan menurunkan daya beli masyarakat. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi. Selain itu, sektor industri, transportasi, dan logistik menjadi sektor yang paling terdampak karena sangat bergantung pada energi. Peluang Trading di Tengah Krisis Energi Meskipun krisis energi memberikan tekanan pada banyak negara, kondisi ini juga menciptakan peluang di pasar keuangan. Harga minyak yang volatil dapat dimanfaatkan oleh trader untuk mencari peluang trading di pasar komoditas. Selain itu, pergerakan harga energi juga berdampak pada mata uang dan indeks saham. Melalui broker trading kvb futures, trader dapat mengakses berbagai instrumen seperti forex, emas, indeks saham, dan komoditas termasuk minyak dalam satu platform trading. Bagi Anda yang ingin memanfaatkan peluang di pasar global, Anda dapat membuka akun melalui halaman daftar akun trading di Register Link KVB. Negara importir minyak merupakan pihak yang paling rentan dalam krisis energi global. Ketergantungan tinggi terhadap pasokan luar negeri membuat negara-negara ini menghadapi tekanan besar ketika harga minyak naik. India, Jepang, Korea Selatan, China, serta Indonesia termasuk negara yang paling terdampak dalam kondisi ini. Dengan memahami dinamika tersebut, trader dan investor dapat lebih siap menghadapi volatilitas pasar serta memanfaatkan peluang yang muncul dari krisis energi global.

DBH Sawit Dievaluasi Untuk Penggunaan Perlindungan Sosial Pekerja Rentan di Agam Sawit
Sawit
Rabu, 01 Januari 2025 | 20:58 WIB

DBH Sawit Dievaluasi Untuk Penggunaan Perlindungan Sosial Pekerja Rentan di Agam

Lubuk Basung, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Agam, Provinsi Sumatera Barat gelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan Perlindungan Sosial Ketenagakerjaan bagi Pekerja Perkebunan Sawit melalui alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) Perkebunan Sawit Tahun 2024. Rapat itu dipimpin Asisten II Pembangunan dan Perekonomian Kabupaten Agam, Hamdi, di Aula Kantor Bupati Agam. Menurut Hamdi, sumber DBH Sawit berasal dari presentase atas pendapatan bea keluar dan pungutan ekspor atas kelapa sawit, minyak kelapa sawit mentah, dan produk turunannya. “DBH Sawit tahun 2024 diberikan oleh pemerintah pusat ke daerah dengan tujuan untuk mengurangi ketimpangan fiskal antara pemerintah pusat dan daerah,” ujarnya lewat keterangan resmi Diskominfo Agam, dilansir dari laman EMG, Rabu (1/1).

Perlindungan Pekerja Rentan Jadi Prioritas Program Asmar-Muzamil Riau
Riau
Senin, 18 November 2024 | 15:59 WIB

Perlindungan Pekerja Rentan Jadi Prioritas Program Asmar-Muzamil

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Calon Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil, S.M, M.M umumkan program strategis yang bertujuan untuk meningkatkan Pengamanan dan Perlindungan bagi para pekerja rentan di wilayah Kepulauan Meranti. Bagian dari Program strategis DAMAI atau Dusun Amanah dan Mandiri ini Pemerintah bekerja sama dengan penyelenggara BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan jaminan bantuan kepada para pekerja di Kepulauan Meranti.

Penduduk Rentan Adminduk Desa Bandul Didata dan Dibina Pemkab Meranti Riau
Riau
Rabu, 11 Oktober 2023 | 09:02 WIB

Penduduk Rentan Adminduk Desa Bandul Didata dan Dibina Pemkab Meranti

Meranti, katakabar.com - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kepulauan Meranti gelar pembinaan dan pendataan penduduk rentan Administrasi Kependudukan (Adminduk) di Desa Bandul, Kecamatan Tasik Putri Puyu, pada Selasa (10/10). Kegiatan itu sebagai bentuk implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 96 tahun 2019 tentang Pendataan dan Penerbitan Dokumen Kependudukan bagi Penduduk Rentan Administrasi. Staf ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) M. Mahdi menjelaskan, pendataan ini proyek perubahan Disdukcapil Kepulauan Meranti guna percepatan kepemilikan dokumen Adminduk bagi penduduk rentan. "Pemkab Kepulauan Meranti gelar kegiatan ini, lantaran keterbatasan akses jangkauan tempat tinggal menuju penyedia layanan, akses informasi dan hambatan regulasi, kata Mahdi. Kegiatan ini, harap Mahdi, dapat memberikan kemudahan akses bagi penduduk rentan Adminduk dalam mendapatkan dokumen kependudukan yang dibutuhkan. Selain itu, memberi solusi kendala maupun permasalahan yang dihadapi, khususnya bidang Adminduk. "Kehadiran Disdukcapil ke Desa Bandul ini dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya masyarakat Komunitas Adat Terpencil (KAT)," jelad Mahdi. Ke depan, sambung Mahdi, penduduk rentan dinaungi Surat Keputusan (SK) Bupati. Tujuannya agar lebih mudah untuk memperoleh dokumen kependudukannya," terangnya. Kepala Disdukcapil Kepulauan Meranti, Agustia Widodo, jajaran Pemerintah Kecamatan Tasik Putri Puyu, Pemdes Bandul dan lainnya, terlihat hadir di kegiatan.