Simbiosis Manusia-AI: Bagaimana Pasar Berkembang Lebih Dulu Bangun Masa Depan Opini
Opini
Rabu, 03 Juni 2026 | 09:23 WIB

Simbiosis Manusia-AI: Bagaimana Pasar Berkembang Lebih Dulu Bangun Masa Depan

Oleh: Shraddha Thanawala, Remiges Apac Pte Ltd katakabar.com - Selama empat dekade terakhir, pasar berkembang menempuh jalur yang berbeda dalam mencapai kematangan teknologi. Alih-alih mengikuti model yang digunakan negara maju, mereka justru melompati infrastruktur lama dan langsung membangun sistem berbasis cloud-native serta API-driven sejak awal. Kini, ketika Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah cara perusahaan beroperasi, pertanyaannya bukan lagi siapa yang paling cepat mengadopsi teknologi, melainkan siapa yang memiliki fondasi yang tepat untuk menggunakannya secara bertanggung jawab. Tulisan ini membahas bagaimana lahirnya generasi baru “perancang sistem” mampu mengisi kekosongan dalam ekosistem teknologi, serta mengapa AI justru memperkuat keunggulan organisasi yang memiliki infrastruktur modern dan pengambilan keputusan manusia yang disiplin. Tiga Era Teknologi di Pasar Berkembang Era 1: Ketergantungan pada Produk MNC (1980-an–2000-an) Pada masa awal, perusahaan besar di pasar berkembang hanya memiliki dua pilihan: menggunakan produk perusahaan multinasional (MNC) yang mahal dan kaku seperti SAP, Oracle, atau mainframe, atau membangun solusi seadanya yang sulit dipertahankan dalam jangka panjang. Sebagian besar perusahaan menengah memilih opsi kedua. Mereka membangun sistem tambal sulam yang dipimpin programmer senior berbakat, tetapi tanpa disiplin arsitektur yang matang. Pada masa itu, desain sistem belum dianggap sebagai disiplin tersendiri. Yang penting sistem bisa berjalan. Spreadsheet digunakan untuk menutupi berbagai kekurangan. Akibatnya, sistem menjadi rapuh, mahal dirawat, dan sulit berkembang ketika bisnis mulai membesar. Era 2: Munculnya Perancang Sistem (2005–2020) Perubahan besar mulai terjadi ketika generasi baru teknolog dari India, Vietnam, dan Filipina tidak lagi sekadar mengeksekusi spesifikasi, tetapi mulai merancang sistem secara menyeluruh. Perusahaan seperti Infosys, Wipro, TCS, dan berbagai perusahaan teknologi boutique menghadirkan sesuatu yang sebelumnya sulit diakses perusahaan menengah: arsitek teknologi kelas dunia dengan biaya jauh lebih terjangkau dibanding perusahaan multinasional besar. Untuk pertama kalinya, perusahaan menengah dapat berkata: Era 3: Keunggulan Leapfrog (2020–Sekarang) Ketika negara maju menghabiskan dekade 2010-an untuk memodernisasi sistem lama yang rumit, pasar berkembang justru sudah lebih dulu membangun fondasi berbasis cloud-native dan API-first. Hasilnya, banyak perusahaan di India, Vietnam, dan pasar berkembang lainnya kini memiliki arsitektur teknologi yang lebih modern dibanding sejumlah perusahaan di negara maju. Ini bukan kebetulan. Pasar berkembang terpaksa membangun dengan cara berbeda karena mereka tidak mampu membayar “biaya mahal” produk MNC. Keterbatasan itulah yang akhirnya berubah menjadi keunggulan kompetitif. Paradigma Baru: AI sebagai Kolaborasi yang Disiplin AI adalah lompatan besar berikutnya dalam produktivitas, tetapi hanya jika diperlakukan sebagai kecerdasan kolaboratif, bukan solusi otomatis sepenuhnya. Nilai AI sesungguhnya bertumpu pada dua hal utama: 1. Human-in-the-loop AI adalah asisten yang sangat cerdas, tetapi bukan pengganti manusia sepenuhnya. Nilainya bergantung pada kualitas prompt, penilaian, dan validasi manusia di setiap tahap. Developer yang memahami logika bisnis, konteks industri, dan batasan arsitektur akan mendapatkan manfaat jauh lebih besar dari AI dibanding mereka yang menganggap AI sebagai pengganti proses berpikir. Dan itu memang tujuan desain AI sejak awal. 2. Guard Rails AI juga membawa risiko baru, mulai dari kode dengan dependensi tersembunyi, logika probabilistik dalam sistem penting, hingga kasus-kasus tertentu yang belum mampu ditangani dengan baik oleh model AI saat ini. Tanpa guard rails, penggunaan AI dalam pengembangan justru berpotensi menciptakan technical debt baru. Guard rails mencakup automated testing, code review, audit trail, hingga mekanisme fallback yang memastikan kode hasil AI tetap memenuhi standar produksi. Kesimpulan: Integrator yang Bijak Akan Menjadi Pemenang Paradoks adopsi teknologi menunjukkan satu hal menarik: terlambat mengadopsi sistem lama justru membuat pasar berkembang lebih cepat memasuki era arsitektur modern. Pasar berkembang bukan sekadar mengejar ketertinggalan dari Barat. Mereka melewati jalan buntu tersebut dan langsung membangun fondasi masa depan. Organisasi yang memiliki fondasi modern, talenta dengan kemampuan desain sistem, dan disiplin produksi tidak hanya mampu mengadopsi AI lebih cepat, tetapi juga lebih baik. Mereka menggabungkan seni (design thinking), sains (validasi yang ketat), dan kecerdasan (pengembangan berbasis AI) menjadi hasil yang berkelanjutan. Pada akhirnya, masa depan bukan milik mereka yang paling cepat mengadopsi teknologi baru, melainkan mereka yang paling bijak mengintegrasikannya — mereka yang memahami bahwa kecerdasan bukan tentang mesin menggantikan manusia, tetapi manusia yang mampu mengarahkan mesin dengan disiplin dan tujuan yang jelas. Bagi pasar berkembang, inilah momen untuk memimpin.

Belajar AI Tanpa Coding, Telkom AI Center Padang Ajak Peserta Bangun Sistem Otomatis Tekno
Tekno
Senin, 01 Juni 2026 | 14:05 WIB

Belajar AI Tanpa Coding, Telkom AI Center Padang Ajak Peserta Bangun Sistem Otomatis

Padang, katakabar.com - Telkom AI Center Padang kembali gelar AI Connect Offline Series usung tema “Dari Ide ke Sistem Otomatis Tanpa Coding” di Telkom AI Center Padang. Kegiatan ini membahas pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan automation system sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi kerja serta membantu berbagai kebutuhan produktivitas di era digital. Menghadirkan Fadli Digital (@fadlildigital), AI Content Creator & Web Specialist, kegiatan ini dikemas dalam format workshop interaktif yang membahas berbagai tools AI dan automation tanpa coding yang dapat diterapkan oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pekerja profesional, freelancer, hingga masyarakat yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Workshop diikuti 31 peserta yang aktif mengikuti sesi praktik, diskusi, serta sharing session bersama narasumber. Materi yang disampaikan berfokus pada bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk membantu menyederhanakan pekerjaan, membangun sistem otomatis, serta meningkatkan produktivitas tanpa harus memiliki kemampuan coding secara mendalam. Di sesi pemaparannya, Fadli menekankan pentingnya kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi AI yang saat ini berkembang sangat cepat. “AI akan menggantikan orang yang tidak menggunakan AI, jadi gunakan AI sebaik mungkin sebagai tool yang membantu untuk mempermudah pekerjaan,” ujarnya. Selain membahas konsep dasar automation, peserta juga diajak mengenal berbagai tools AI yang dapat digunakan untuk mendukung aktivitas kerja sehari-hari, mulai dari pembuatan sistem otomatis, pengelolaan workflow, hingga optimalisasi produktivitas digital. Kegiatan turut dilengkapi dengan sesi tanya jawab dan sharing pengalaman yang memberikan ruang diskusi lebih mendalam terkait penerapan AI di berbagai bidang pekerjaan. Syafira E, selaku Business and Community Lead Telkom AI Connect Padang, menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Telkom AI Center dalam memperluas akses literasi AI yang praktis dan mudah dijangkau oleh masyarakat. “Perkembangan AI dan automation saat ini membuka peluang yang sangat besar bagi siapa saja. Melalui AI Connect, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang aplikatif agar masyarakat tidak hanya memahami AI sebagai tren teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing di dunia kerja,” ujarnya. Melalui AI Connect Offline Series, Telkom AI Center Padang terus mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran teknologi yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Dengan menghadirkan topik-topik praktis serta narasumber yang berpengalaman di bidangnya, kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat lebih siap menghadapi transformasi digital yang terus berkembang.

Subsidi EV Bergulir Juni 2026, Pengamat: Momentum Bangun Industri Baterai NMC Nasional Nusantara
Nusantara
Minggu, 31 Mei 2026 | 13:10 WIB

Subsidi EV Bergulir Juni 2026, Pengamat: Momentum Bangun Industri Baterai NMC Nasional

Jakarta, katakabar.com -  Pemerintah telah siapkan skema subsidi kendaraan listrik berbasis nikel yang rencananya mulai bergulir pada Juni 2026 dengan alokasi 200 ribu unit untuk motor dan mobil listrik. Kebijakan ini menjadi instrumen krusial untuk mengarahkan pengembangan industri kendaraan listrik nasional. Berdasarkan skema yang sedang disiapkan, pemerintah akan memberikan insentif berupa PPN DTP sebesar 100 persen untuk mobil listrik berbasis baterai nikel atau nickel-manganese-cobalt (NMC), PPN DTP sebesar 40 persen untuk mobil listrik dengan baterai selain nikel, serta subsidi pembelian motor listrik sebesar Rp5 juta per unit. Skema ini dinilai lebih selektif dibanding kebijakan sebelumnya. Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmi Radhi mengapresiasi langkah pemerintah yang mulai mengarahkan insentif secara berbeda antara kendaraan berbasis nikel dan non-nikel termasuk mulai mengurangi insentif terhadap kendaraan listrik impor utuh atau completely built up (CBU). "Kalau dilihat sekarang pemerintah lebih selektif. Untuk pemberian insentif pada kendaraan berbasis nikel saya kira bagus, karena kita punya produksi nikel sehingga bisa mendorong hilirisasi menjadi bagian dari ekosistem kendaraan listrik nasional," ujar Fahmi. Relevansi kebijakan ini tercermin dari struktur pasar kendaraan listrik Indonesia yang tengah tumbuh pesat. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), total penjualan mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) mencapai 56.204 unit pada 2024 dan melonjak menjadi 114.413 unit sepanjang 2025. Namun, pertumbuhan tersebut masih didominasi kendaraan listrik dengan baterai lithium iron phosphate (LFP), yang mana teknologi dan bahan bakunya belum diproduksi di dalam negeri. Berdasarkan data wholesales GAIKINDO yang diolah, penjualan EV berbasis LFP mencapai 46.814 unit atau 83,3% dari total pasar pada 2024, sementara kendaraan berbasis NMC hanya mencapai 9.390 unit atau 16,7 persen. Pada 2025, dominasi LFP mulai sedikit menurun, namun masih menguasai pasar dengan 88.344 unit atau 77,2 persen. Sementara kendaraan berbasis NMC meningkat menjadi 26.069 unit atau 22,8 persen. Pertumbuhan NMC tercatat jauh lebih cepat, yakni melonjak 177,6% sepanjang 2025, dibanding LFP yang tumbuh 88,7 persen. Artinya, pertumbuhan pasar kendaraan listrik Indonesia saat ini masih memiliki ruang yang sangat besar untuk mengoptimalkan kekuatan sumber daya domestik yang dimiliki. Di titik ini, urgensi kebijakan subsidi berbasis nikel menjadi tidak terhindarkan. Fahmi mengingatkan kalau pasar kendaraan listrik Indonesia terus tumbuh tetapi lebih banyak didominasi teknologi LFP, maka potensi nilai tambah industri berisiko mengalir ke luar negeri. "Paling penting justru bagaimana ini menjadi kesempatan bagi Indonesia menciptakan ekosistem industrialisasi kendaraan listrik dari hulu sampai hilir," jelasnya. Fahmi menilai pengembangan kendaraan listrik berbasis NMC menjadi strategis karena Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia yang dapat diintegrasikan langsung dengan industri baterai nasional. Berbeda dengan LFP, teknologi NMC dinilai lebih relevan untuk mendorong hilirisasi mineral domestik dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri. Menurut Fahmi, di samping subsidi saja tidak cukup. Pemerintah juga perlu semakin proaktif memastikan adanya pembangunan fasilitas produksi di Indonesia, peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), serta transfer teknologi dari investor asing agar Indonesia dapat membangun industri kendaraan listrik yang mandiri. Ia menambahkan, konsistensi roadmap hilirisasi menjadi faktor penting agar pengembangan kendaraan listrik benar-benar memberikan dampak ekonomi nasional. Dengan pasar domestik yang besar dan dukungan sumber daya mineral strategis, Indonesia dinilai memiliki posisi tawar kuat untuk menarik investasi industri baterai dan kendaraan listrik global. Fahmi juga menilai Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID dapat memainkan peran strategis dalam memperkuat hilirisasi nikel dan pengembangan industri baterai nasional serta menggandeng investor luar negeri yang memiliki teknologi dalam pengembangan industri baterai berbasis NMC. Ditegaskan Fahmi, konsistensi kebijakan subsidi berbasis nikel akan menjadi kunci agar pertumbuhan pasar kendaraan listrik tidak berhenti sebagai pasar bagi produk impor, tetapi menjadi fondasi bagi kemandirian industri baterai nasional.

Mulai Stasiun Pasar Senen, KAI Daop 1 Jakarta Bangun Budaya Pilah Sampah Bersama Pelanggan Lingkungan
Lingkungan
Selasa, 26 Mei 2026 | 10:07 WIB

Mulai Stasiun Pasar Senen, KAI Daop 1 Jakarta Bangun Budaya Pilah Sampah Bersama Pelanggan

Jakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mulai terapkan sistem pemilahan sampah di Stasiun Pasar Senen sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan stasiun yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, di area Stasiun Pasar Senen kini telah tersedia fasilitas tempat sampah terpilah yang dibedakan berdasarkan jenis sampah, mulai dari organik dan anorganik. Fasilitas tersebut disediakan agar pelanggan dapat langsung memilah sampah sejak awal saat membuang sampah di area stasiun. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan persoalan sampah tidak cukup hanya diselesaikan pada tahap pengangkutan, namun perlu dimulai dari perubahan kebiasaan masyarakat melalui pemilahan sejak dari sumbernya. “Kalau sampah sudah dipilah sejak awal, proses pengelolaannya akan jauh lebih baik. Sampah yang masih bisa didaur ulang tidak tercampur dengan sampah lain dan volume sampah yang dibuang ke TPA juga bisa berkurang,” ujar Franoto. Ia menjelaskan, proses pengelolaan sampah di Stasiun Pasar Senen dimulai dari pemilahan oleh pelanggan melalui fasilitas tempat sampah terpilah yang telah tersedia di sejumlah titik pelayanan. Selanjutnya, ulas Franoto, sampah yang terkumpul dipisahkan kembali oleh petugas sesuai kategorinya sebelum masuk ke proses pengangkutan dan pengelolaan lanjutan. "Konsep tersebut sejalan dengan pengelolaan sampah bertanggung jawab yang menekankan pentingnya pemilahan sejak dari sumber sampah dihasilkan;" ucapnya. Franoto menilai kebiasaan memilah sampah masih menjadi tantangan di Indonesia. Dalam edukasi pengelolaan sampah berkelanjutan, rendahnya tingkat pemilahan sampah menjadi salah satu penyebab tingginya volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Meski fasilitas tempat sampah terpilah telah tersedia, dalam pelaksanaannya masih ditemukan sampah yang dibuang tidak sesuai dengan jenisnya. Itu sebabnya, petugas kebersihan di Stasiun Pasar Senen masih melakukan proses sortir ulang di tempat penampungan sementara sebelum sampah dikelola lebih lanjut oleh Dinas Lingkungan Hidup. Rata-rata volume sampah yang dihasilkan di Stasiun Pasar Senen mencapai sekitar 420 kilogram per hari, terdiri dari sekitar 300 kilogram sampah organik dan 120 kilogram sampah nonorganik. Sampah organik tersebut selanjutnya diolah menjadi kompos dengan hasil sekitar 0,5 kilogram kompos padat yang dimanfaatkan kembali sebagai pupuk tanaman di area stasiun. Selain itu, KAI Daop 1 Jakarta juga menyediakan tempat sampah khusus botol plastik yang nantinya akan dikelola bersama Bank Sampah Pasar Senen untuk dimanfaatkan kembali menjadi pot pembibitan tanaman yang akan ditempatkan di area stasiun. Melalui program tersebut, KAI Daop 1 Jakarta tidak hanya berupaya menjaga kebersihan lingkungan stasiun, namun juga mendorong terciptanya budaya peduli lingkungan bersama pelanggan dan masyarakat. “Kami ingin budaya memilah sampah ini menjadi kebiasaan bersama. Mulainya dari hal sederhana, yakni membuang sampah sesuai jenisnya. Harapannya, kesadaran ini dapat tumbuh tidak hanya di stasiun, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” beber Franoto. KAI Daop 1 Jakarta akan terus melakukan edukasi dan sosialisasi terkait kebersihan lingkungan serta pengelolaan sampah berkelanjutan di area stasiun sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

ION Siapkan Peluncuran dan Bangun Fondasi Open Commerce Indonesia Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 24 Mei 2026 | 14:05 WIB

ION Siapkan Peluncuran dan Bangun Fondasi Open Commerce Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Indonesia Open Network (ION) resmi awali langkah menuju peluncuran nasionalnya melalui ION Launch Workshop yang digelar di SMESCO, Jakarta, Senin (19/5) lalu. Workshop tersebut bakal dilaksanakan selama empat hari jadi tahapan penting persiapan peluncuran ION yang direncanakan berlangsung pada Juli 2026 nanti, dan ditargetkan menjadi fondasi baru ekosistem perdagangan digital terbuka di Indonesia. Berbeda dengan marketplace umumnya, ION hadir bukan sebagai platform tertutup yang mengendalikan seluruh transaksi, dan pengguna. ION dirancang sebagai Digital Public Infrastructure (DPI) atau infrastruktur digital publik yang memungkinkan berbagai aplikasi, penyedia logistik, layanan pembayaran, UMKM, hingga pengembang teknologi terhubung dalam satu jaringan perdagangan terbuka yang saling terintegrasi. Workshop tersebut pertemukan berbagai mitra ekosistem yang akan terlibat dalam fase implementasi awal, mulai dari sektor perbankan, logistik, teknologi, pembayaran digital, hingga pengembang aplikasi yang dipersiapkan untuk fase go-live. Sachin V Gopalan dari ION Accelerator, mengatakan Indonesia menjadi negara kedua setelah India yang mengembangkan model open commerce berbasis jaringan terbuka. Menurutnya Indonesia membawa pendekatan yang lebih mutakhir. "Indonesia menghadirkan teknologi open commerce terbaru dan paling modern sebagai Digital Public Infrastructure. Sistem yang dibangun di Indonesia juga menggunakan pendekatan AI-first dan teknologi agent-native," ujarnya. Dijelaskannya, pengembangan ION di Indonesia juga diproyeksikan menjadi pintu menuju integrasi perdagangan digital lintas negara di kawasan ASEAN. Ketua Steering Committee ION, Dr. Bayu Prawira Hie, menjelaskan peluncuran ION ditargetkan berlangsung awal Juli, dan diharapkan bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi ke Indonesia. Peresmian itu direncanakan melibatkan Presiden RI, H Prabowo Subianto sebagai bagian dari tindak lanjut kerjasama digital kedua negara. Kata Dr. Bayu, peluncuran tersebut bukan sekadar acara seremonial. "Pada akhirnya yang paling penting adalah implementasi di lapangan. Implementasi itulah yang ingin kami tampilkan saat peresmian nanti," katanya. Dari Platform Tertutup Menuju Jalan Raya Digital Konsep utama ION sepanjang workshop dijelaskan melalui pendekatan yang berbeda dari platform digital saat ini. Dr. Bayu menggambarkan ION sebagai sebuah jalan raya digital yang dapat digunakan banyak pihak. "Kalau platform yang ada sekarang, pintu masuk dan pintu keluarnya dimiliki oleh satu perusahaan. Kalau ION, kami membangun satu jalan, sementara pihak lain bisa membuat pintu masuk dan pintu keluarnya sendiri," terangnya. Pendekatan tersebut, ucap Dr. Bayu, memungkinkan lebih banyak pihak membangun layanan di atas jaringan yang sama tanpa harus bergantung pada satu perusahaan besar. Pandangan itu diperkuat oleh Advisory Council Member ION, T Koshy, menilai tantangan terbesar justru mengubah cara berpikir industri digital. "ION bukan platform," tegas Koshy. Menurutnya, perdagangan digital selama ini cenderung memusatkan pengguna di satu platform besar. Model open network justru dibangun agar pembeli dan penjual memiliki akses yang lebih terbuka. "Bayangkan besarnya kekuatan yang diberikan kepada pembeli dan penjual," timpalnya. Ia mencontohkan pelaku usaha kecil nantinya cukup membuat katalog satu kali, lalu produk mereka dapat ditemukan di berbagai aplikasi berbeda. "Setiap produk atau layanan yang bisa dibuat dalam bentuk katalog dapat masuk ke jaringan ini," ujarnya. Targetkan Satu Juta Seller dan Ekosistem Nasional Dalam pemaparannya, Sachin mengungkapkan pemerintah saat ini telah memvalidasi sekitar 30 juta UMKM aktif di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar empat juta dinilai telah siap masuk ke perdagangan digital. Dari angka itu, ION targetkan 100 ribu seller pada akhir tahun sebelum berkembang menuju satu juta seller pada tahap berikutnya. Berbagai pihak telah terlibat dalam pengembangan awal, mulai dari BRI, Flip, Padi UMKM, SiCepat, perusahaan teknologi, asosiasi logistik, hingga pengembang aplikasi lain. Sementara, Chief Architect ION, Binu Raj mengajak peserta workshop melihat ION sebagai proyek jangka panjang yang dampaknya dapat berlangsung selama bertahun-tahun. "Kita semua sedang menjadi bagian dari pertumbuhan sesuatu yang sebesar internet," imbuhnya. Ia menyebut ION sebagai "internet untuk perdagangan" yang keberhasilannya tidak diukur dalam hitungan bulan, melainkan tahun bahkan dekade. "Bukan hanya kami yang membangun ION. Semua orang di ruangan ini adalah pendiri ION," ulasnya. Di sisi lain, Dr. Bayu menegaskan tujuan utama proyek ini bukan hanya membangun teknologi. "Ini adalah proyek untuk kebaikan ekonomi semua orang," sebutnya. Masih Dr. Bayu, pengembangan ION nantinya juga akan disertai pelatihan dan peningkatan literasi digital agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas ekonomi lokal. Ia menilai keberhasilan jaringan terbuka tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi. Masyarakat juga perlu memahami cara memanfaatkannya agar akses digital benar-benar dapat dirasakan secara luas. "Kalau ada jalan tapi hanya sedikit orang yang tahu cara menggunakannya, dampaknya juga akan terbatas," tuturnya, seraya menggambarkan pentingnya membangun ekosistem yang berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas pengguna. Peluncuran pada Juli mendatang memang baru menjadi langkah awal. J⁰ka demonstrasi transaksi perdana berhasil berjalan sesuai rencana, ION akan memulai fase berikutnya untuk memperluas jaringan, menambah mitra, serta membangun ekosistem digital yang lebih matang di berbagai sektor. Apabila peluncuran tersebut menjadi momen "pecah telur", seperti istilah yang digunakan Dr. Bayu, workshop perdana di SMESCO hari ini dapat menjadi fondasi awal lahirnya jalan raya digital baru yang kelak menghubungkan jutaan pelaku usaha Indonesia dalam ekosistem perdagangan yang lebih terbuka, terhubung, dan inklusif.

MOFI Dorong Agen Bangun Jaringan dan Akses Pembiayaan UMKM Lewat Referral Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:17 WIB

MOFI Dorong Agen Bangun Jaringan dan Akses Pembiayaan UMKM Lewat Referral

Jakarta, katakabar.com -  PT Moladin Finance Indonesia (MOFI), perusahaan pembiayaan yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta bagian dari Moladin Group, terus memperkuat ekosistem Agen MOFI sebagai salah satu channel utama perluas akses pembiayaan bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Sejak diluncurkan pada 2024, platform Agen MOFI telah digunakan lebih dari 7.000 agen terdaftar melalui aplikasi dan website. Platform ini membantu agen mengelola prospek pembiayaan berjaminan properti maupun kendaraan secara lebih mudah, cepat, dan terstruktur. Melalui Agen App, agen dapat: - Mengajukan dan memantau prospek pembiayaan secara real time. - Melihat perkembangan aplikasi dengan lebih transparan. - Mengembangkan jaringan melalui program referral dan pengembangan jaringan agen. - Memperoleh insentif dari aktivitas pembiayaan yang berhasil diproses. Sebagai bagian dari penguatan ekosistem tersebut, MOFI kini memperkuat fitur referral dan pengembangan jaringan agen, yang memungkinkan agen membangun jaringan agen baru dan memperoleh penghasilan tambahan dari aktivitas jaringan tersebut. Melalui fitur ini, agen tidak hanya berperan sebagai referral partner, tetapi juga dapat membangun komunitas dan jaringan produktif yang berkembang bersama MOFI. Direktur PT Moladin Finance Indonesia, Mulyadi, menyampaikan keberadaan agen memiliki peran strategis dalam menjangkau kebutuhan pembiayaan masyarakat yang belum terlayani secara optimal, khususnya UMKM di berbagai daerah. “Kami melihat agen bukan hanya sebagai channel akuisisi, tetapi juga sebagai mitra yang membantu memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku UMKM. Melalui program referral dan pengembangan jaringan agen, kami ingin membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk membangun jaringan, memperoleh penghasilan tambahan, sekaligus membantu lebih banyak pelaku usaha mendapatkan akses pendanaan,” ujarnya. MOFI juga terus mengembangkan berbagai fitur pada Agent App, termasuk gamifikasi, monitoring prospek, hingga program berbasis komunitas untuk meningkatkan engagement dan produktivitas agen. Dengan konsep yang fleksibel dan mudah diakses, masyarakat dapat menjalankan aktivitas sebagai Agen MOFI kapan saja dan di mana saja. Masyarakat yang tertarik bergabung dapat mengunduh aplikasi Moladin Agen secara gratis melalui Google Play Store atau mengakses website berikut: https://apps.mofi.id/sso.

PTPP Dukung Asta Cita Pemerintah, PTPP Bangun Sekolah Garuda Belitung Timur Nasional
Nasional
Jumat, 15 Mei 2026 | 13:10 WIB

PTPP Dukung Asta Cita Pemerintah, PTPP Bangun Sekolah Garuda Belitung Timur

Jakarta, katakabar.com - PT PP (Persero) Tbk (PTPP), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, terus menunjukkan komitmennya dukung pembangunan nasional melalui pembangunan proyek SMA Unggul Garuda Belitung Timur, sebagai bagian dari Program Sekolah Garuda yang diinisiasi pemerintah guna memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Proyek pembangunan SMA Unggul Garuda Belitung Timur memiliki nilai kontrak sebesar Rp218,68 miliar, dengan masa pelaksanaan selama 240 hari kalender. Hingga pekan ke 21, progres realisasi pembangunan proyek telah mencapai 24,5 persen lebih cepat dari target. Pembangunan SMA Unggul Garuda Belitung Timur bagian dari implementasi program strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem pendidikan nasional melalui penyediaan infrastruktur pendidikan modern, terintegrasi, dan berorientasi pada standar global. Proyek ini juga sejalan dengan visi Asta Cita Pemerintah, khususnya mendukung penguatan pembangunan sumber daya manusia unggul melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguasaan sains dan teknologi, serta pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh wilayah Indonesia. Komitmen pemerintah terhadap pembangunan pendidikan unggulan tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Stella Christie, ke lokasi proyek SMA Unggul Garuda Belitung Timur untuk meninjau langsung progres pembangunan sekolah Garuda yang dikerjakan oleh PTPP. Saat kunjungannya, Stella Christie, menyampaikan pembangunan SMA Unggul Garuda bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan akses pendidikan berkualitas yang merata di seluruh Indonesia. “Kehadiran sekolah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran yang mampu mendorong potensi generasi muda di daerah agar dapat bersaing di tingkat global,” ujar Stella Christie. Kawasan sekolah dirancang dengan konsep integrated campus development yang mengintegrasikan fasilitas akademik, asrama siswa, hunian tenaga pendidik, serta sarana penunjang lainnya dalam satu kawasan terpadu. Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang komprehensif, modern, dan berkelanjutan guna mendukung pengembangan kompetensi abad ke 21 seperti kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, dan literasi teknologi. Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menjelaskan pembangunan proyek ini menjadi bentuk nyata kontribusi perusahaan dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui penyediaan infrastruktur pendidikan berkualitas. “PTPP berkomitmen mendukung program strategis pemerintah dan implementasi Asta Cita melalui pembangunan infrastruktur pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. Kehadiran SMA Unggul Garuda Belitung Timur diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan talenta unggul yang mampu mencetak generasi muda berdaya saing global sekaligus memperkuat pemerataan pendidikan di daerah,” ucap Joko. Dalam pelaksanaannya, proyek ini turut mengedepankan berbagai inovasi konstruksi guna meningkatkan efisiensi dan kualitas pekerjaan, di antaranya penerapan sistem pracetak untuk percepatan struktur, metode modular pada pekerjaan arsitektural, serta teknologi lifting terintegrasi guna meningkatkan efektivitas instalasi dan keselamatan kerja di lapangan. SMA Unggul Garuda Belitung Timur memiliki sejumlah keunggulan, antara lain kawasan pendidikan berbasis asrama yang terintegrasi, desain adaptif terhadap karakter wilayah kepulauan Belitung, serta  fasilitas pendidikan berstandar nasional dan berorientasi global yang mendukung pembelajaran berbasis sains, teknologi, dan inovasi.

Transformasi Limbah Sawit dan Peternakan: Tangan Dingin Suparman Bangun KEBJ Sawit
Sawit
Rabu, 06 Mei 2026 | 15:16 WIB

Transformasi Limbah Sawit dan Peternakan: Tangan Dingin Suparman Bangun KEBJ

Bengkalis, katakabar.com - “Kita hidup dikelilingi raksasa industri sawit, pantang rasanya bila kita cuma diam tanpa berproses. Dengan akal dan tekad, limbah yang dulunya terbuang sia-sia kini menjadi kunci untuk memutus rantai ketergantungan.” Kalimat menggugah itu meluncur tegas dari Suparman Amir 48 tahun, sosok penggerak Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Bangko Jaya Sejahtera. Di tengah kepungan industri kelapa sawit yang masif, kelompok ini berhasil mentransformasi limbah sawit dan peternakan menjadi sumber daya bernilai tinggi bagi perikanan dan pertanian. Sebelum inovasi ini berkembang, aktivitas budidaya ikan dan pertanian di Desa Bangko Jaya berada dalam tekanan berat. Tingginya harga pakan pabrikan dan pupuk kimia membuat biaya operasional membengkak, bahkan menggerus hampir seluruh hasil panen. Di sisi lain, potensi limbah seperti solid sawit, abu boiler, dan kotoran ternak yang melimpah belum mampu dimanfaatkan akibat keterbatasan pengetahuan dan teknologi. Berangkat dari kegelisahan tersebut, Suparman bersama anggota Pokdakan mulai menggagas solusi berbasis potensi lokal. Inisiatif cemerlang warga ini kemudian disambut baik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Perusahaan hulu migas ini hadir sinergikan langkah warga dengan program Desa Energi Berdikari (DEB). Melalui program pendampingan ini, Pokdakan Bangko Jaya Sejahtera mendapatkan pelatihan pembuatan pakan mandiri, manajemen keuangan, hingga produksi probiotik. Hadirnya fasilitas seperti mesin pencacah pakan, alat penepung, serta fasilitas Solar Dryer House turut mempercepat proses produksi pakan yang lebih higienis dan efisien. Dengan memanfaatkan limbah sawit sebagai bahan utama, kelompok ini berhasil memproduksi pakan ikan mandiri dengan formulasi yang teruji. Sebagai langkah turunan, mereka turut mengembangkan pupuk kompos organik berbasis bio slurry dari reaktor biogas yang diproses secara optimal menggunakan energi surya. Perubahan nyata pun dirasakan. Biaya pakan ikan berhasil ditekan hingga 40 persen, dari sebelumnya Rp15-16 ribu per kilogram menjadi sekitar Rp8-9 ribu per kilogram. Dari 10 kolam bioflok aktif, produksi lele kini mencapai ±537 kilogram per siklus panen. Tercatat total keuntungan mencapai Rp64,4 juta dan peningkatan pendapatan rata-rata anggota sebesar Rp6,4 juta per siklus. Di sektor pertanian, penggunaan pupuk organik mandiri mampu mengurangi biaya pembelian pupuk kimia hingga 50%, sekaligus meningkatkan kesuburan tanah dan hasil panen. Manager CID PHR Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan keberhasilan ini menjadi contoh nyata bagaimana inisiatif akar rumput dapat menjadi katalis perubahan yang berkelanjutan. “PHR percaya kekuatan pembangunan desa terletak pada inisiatif masyarakatnya. Melalui kolaborasi erat dengan kelompok masyarakat, kami memfasilitasi inovasi berbasis potensi lokal yang meningkatkan nilai ekonomi sejalan dengan prinsip penguatan kemandirian serta ketahanan lingkungan masyarakat,” ujar Iwan. Ke depan, Pokdakan Bangko Jaya Sejahtera berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi mereka, termasuk membuka peluang komersialisasi produk pakan dan pupuk mandiri setelah memenuhi standar regulasi. Transformasi ini menjadi bukti bahwa dari desa, lahir solusi nyata untuk kemandirian ekonomi sekaligus pelestarian lingkungan. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah  Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

PTPN Group Rescep Bangun Gedung Sekolah di Rohul Pasca Terbakar Riau
Riau
Minggu, 26 April 2026 | 17:13 WIB

PTPN Group Rescep Bangun Gedung Sekolah di Rohul Pasca Terbakar

Rokan Hulu, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara melalui entitasnya, yakni PTPN IV PalmCo Regional III, menunjukkan respons cepat (Rescep) membantu pemulihan sarana pendidikan yang terdampak musibah kebakaran di Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PTPN IV PalmCo Regional III menyalurkan bantuan sebesar Rp199 juta untuk mendukung pembangunan kembali SDN 011 Desa Langkitin yang sebelumnya terbakar. Bantuan tersebut diserahkan Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, didampingi Business Support Head, Achmedi Akbar, kepada Wakil Bupati Rokan Hulu, Syafarudin Poti. Wakil Bupati Rokan Hulu, Syafarudin Poti, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan respons cepat PTPN IV PalmCo membantu masyarakat, khususnya di sektor pendidikan. “Kami sangat mengapresiasi PTPN yang telah membantu membangun kembali sekolah yang terbakar. Jika menunggu biaya dari APBD, tentu harus melalui proses pengajuan dan pembahasan yang memerlukan waktu. Alhamdulillah PTPN dapat membantu lebih cepat,” jelasnya. Menurutnya, hubungan antara PTPN IV dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu selama ini terjalin dengan baik. Sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan daerah. “Sekali lagi terima kasih telah membantu pembangunan kampung kita ini dan memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat di Rokan Hulu. Bukan hanya di bidang pendidikan, tetapi juga keagamaan, kesehatan, dan kegiatan sosial lainnya. Daerah kita masih membutuhkan dukungan pembangunan, termasuk pembangunan infrastruktur,” ucap Wabup Rokan Hulu. Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, menegaskan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap dunia pendidikan serta komitmen untuk hadir bersama masyarakat di sekitar wilayah operasional. “Kami turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa SDN 011 Desa Langkitin. Untuk itu, atas arahan Dirut PalmCo, kami bergerak cepat, dan melalui bantuan ini kami berharap proses pembangunan kembali sekolah dapat berjalan lebih cepat sehingga anak-anak dapat kembali belajar dengan nyaman. PTPN IV PalmCo berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan,” sebut Bambang.

Right System, Right Expert: Peran Strategis Sistem Informasi Bangun Proses Bisnis Berkelanjutan Pendidikan
Pendidikan
Sabtu, 18 April 2026 | 20:10 WIB

Right System, Right Expert: Peran Strategis Sistem Informasi Bangun Proses Bisnis Berkelanjutan

Jakarta, katakabar.com - Di tengah percepatan transformasi digital, kebutuhan akan sistem yang terintegrasi dan talenta yang kompeten semakin menjadi prioritas bagi organisasi. Proses bisnis modern kini tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kehadiran ahli Sistem Informasi yang mampu mengelola dan mengoptimalkan teknologi tersebut secara strategis. Sistem informasi memainkan peran penting memastikan proses bisnis berjalan secara efisien, akurat, dan adaptif. Dengan sistem yang tepat, organisasi dapat mengelola data secara real-time, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta mengintegrasikan berbagai fungsi bisnis dalam satu ekosistem yang terhubung. Tetapi, implementasi teknologi yang optimal membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang relevan. Ahli Sistem Informasi hadir sebagai penghubung antara kebutuhan bisnis dan solusi teknologi, mulai dari analisis proses bisnis hingga perancangan sistem yang sesuai dengan kebutuhan industri. Seiring dengan meningkatnya kompleksitas kebutuhan bisnis, sertifikasi profesional menjadi salah satu indikator penting dalam menjamin kualitas kompetensi. Sertifikasi seperti Business Analysis, IT Service Management, IT Governance, Enterprise Resource Planning (ERP), hingga Project Management menjadi nilai tambah yang menunjukkan kesiapan profesional dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Menjawab kebutuhan tersebut, Binu University melalui School of Information Systems menghadirkan program pendidikan yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kombinasi pengetahuan bisnis dan teknologi. Sebagai bagian dari School of Information Systems Binus University, mahasiswa mendapatkan pembelajaran yang berfokus pada pengembangan kompetensi digital yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Kurikulum yang diterapkan mengintegrasikan berbagai bidang strategis, seperti: Business Intelligence Enterprise Resource Planning (ERP) Digital Automation Technology User Experience (UX) Cloud Computing IT Governance Selain itu, School of Information Systems juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata melalui Enrichment Program, yang mencakup magang, proyek industri, serta pembelajaran berbasis praktik. Pendekatan ini memastikan lulusan dari School of Information Systems BINUS University tidak hanya memiliki pemahaman teoritis, tetapi juga kesiapan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja. “Dalam era digital, keberhasilan bisnis ditentukan oleh kemampuan dalam mengintegrasikan sistem yang tepat dengan talenta yang kompeten. Oleh karena itu, peran institusi pendidikan seperti School of Information Systems menjadi sangat penting dalam mencetak profesional yang siap menghadapi tantangan industri,” ujar perwakilan Binus University. Dengan komitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang inovatif dan adaptif, Binus University melalui School of Information Systems berperan dalam mempersiapkan generasi profesional yang mampu mendukung transformasi digital di berbagai sektor industri.