Resmikan TMM Pematang Pudu, Ini Harapan Camat Mandau
Mandau, katakabar.com - Camat Mandau Riki Rihardi, resmikan Taman Makam Muslim Pematang Pudu (TMMP), di kawasan Jalan Batang Bekasok Kelurahan Pematang Pudu, Minggu (13/9). Ketua Panitia Taman Makam Muslim Pematang Pudu, menjelaskan TMMP ini dirancang sejak tahun 2024, mengingat TPU Jambon sudah hampir penuh. “Alhamdulillah perjuangan warga membuahkan hasil hingga TMMP ini bisa segera dimanfaatkan berkat dukungan semua pihak, mulai dari Pemerintah Daerah, Ketua RW dan RT serta Seluruh masyarakat Kelurahan Pematang Pudu," ujarnya. Camat Mandau, Riki Rihardi, mengucapkan ribuan terima kasih, dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Panitia dan juga masyarakat yang telah bertungkus lumus mempersiapkan TMMP. “Setelah melalui banyak lika liku dan juga persoalan, Alhamdulillah, pada hari yang cerah ini kita dapat bersama-sama meresmikan Taman Makam Muslim yang diperuntukkan terkhusus masyarakat Kelurahan Pematang Pudu, semua ini berkat kerja keras perangkat Kelurahan, RT RW, serta seluruh warga Kelurahan Pematang Pudu. "Kehadiran TMMP ini bagian dari ikhtiar kita bersama serta antisipasi terhadap hampir penuhnya ruang ataupun lahan pemakaman yang berada TPU Jambon. Di mana tujuannya untuk menyediakan tempat pemakaman yang tertata, dan juga terawat, serta dapat memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat Kelurahan Pematang Pudu," sebutnya.
Petuah Camat Mandau di Milad ke 4 Komunitas JBA Pematang Pudu
Mandau, katakabar.com - Camat Mandau Riki, Rihardi, bersama Sekretaris Kecamatan Mandau, Rio Sentosa, serta Kasi dan Kasubbag Kecamatan Mandau menghadiri Milad ke 4 Komunitas Jum'at Berkah Amanah (JBA) Kelurahan Pematang Pudu, Minggu (13/9). Camat Mandau Riki Rihardi, menyampaikan apresiasi atas sinergi Komunitas Jum'at Berkah Amanah (JBA) Pematang Pudu yang telah membantu program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan sosial warga sekitar. "Kami sangat bangga atas kinerja Komunitas JBA, ini semua menjadi pendorong bagi kita semua agar selalu berbagi, sebab silsilah yang disampaikan Rasullullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, jika sudah berniat untuk berbuat baik itu akan banyak hikmah yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala," terangnya. Keimanan seseorang itu, ucap Camat Mandau, dilihat dari niat dan banyaknya ia bersedekah dan memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar.
Goro di Jalan Gaya Baru Ujung Duri Timur, Camat Mandau Apresiasi Kebersamaan Warga
Mandau, katakabar.com - Pemerintah Kelurahan Duri Timur bersama masyarakat, dan pemuda pemudi melaksanakan Gotong Royong (Goro) membersihkan parit serta rerumputan di Lapangan Jalan Gaya Baru Ujung RT 03 RW 06 Kelurahan Duri Timur, Minggu (13/9). Kegiatan tersebut merupakan sarana meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Camat Mandau Riki Rihardi, dan Sekretaris Kecamatan Mandau, Kasi Kasubbag Kantor Camat Mandau, ikut menghadiri kegiatan gotong royong, sekaligus merajut silaturrahmi dengan masyarakat Kelurahan Duri Timur. Orang Nomor Satu di Kecamatan Mandau mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat sekitar kerena tetap kompak, serta semangat dalam bergotong royong, semoga lapangan yang kita bersihkan saat ini bisa kita pergunakan untuk melaksanakan ajang perlombaan Turnamen Bola Voly. "Bapak Ibu, kedatangan kami selain meninjau kegiatan gotong royong ialah untuk menjalin silaturrahmi dengan masyarakat Kelurahan Duri Timur, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemuda-pemudi serta masyarakat Kelurahan Duri Timur semangat dalam kegiatan gotong-royong," ujarnya. Kami berharap, tambah Camat Mandau, kegiatan gotong-royong ini menjadi bentuk kepedulian kita dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas sampah demi kenyaman kita bersama.
Raih 82 Persen Suara, H Marwas Terpilih Nakhoda Baru LAK 2026-2031
Kampar, katakabar.com - Datuk Besar Kenegerian Gunung Sahilan, H Marwas, terpilih sebagai Ketua Lembaga Adat Kampar (LAK) periode 2026-2031. Marwas unggul telak dengan perolehan 171 suara dalam Musyawarah Besar (Mubes) LAK ke 5 Tahun 2026. Mubes tersebut digelar di Balai Adat Kampar, Kota Bangkinang, Minggu (13/9). Proses pemilihan berlangsung setelah sebelumnya terdapat tiga kandidat yang mencalonkan diri. Salah satunya adalah Ketua LAK periode 2021-2026, H Yusri. Tetapi, sebelum pemungutan suara dimulai, Datuk Yusri memutuskan mengundurkan diri dari pencalonan. Panitia kemudian membuka kesempatan kepada peserta untuk mengajukan calon lain. Tetapi hingga kesempatan tersebut diberikan, tidak ada kandidat tambahan yang mencalonkan diri. Pemilihan pun dilanjutkan dengan dua kandidat, yakni H Marwas dan Datuk Batuah Kenegerian Air Tiris, Pendi Sugara. Dari 208 suara yang masuk, Marwas memperoleh 171 suara. Sedangkan Pendi Sugara mendapatkan 30 suara. Sementara tujuh suara dinyatakan tidak sah. Hasil tersebut kemudian ditetapkan oleh pimpinan sidang sekaligus Ketua Panitia Mubes sebagai dasar penetapan Marwas sebagai Ketua LAK terpilih periode 2026-2031. "Maka dengan itu, berdasarkan hasil pemungutan suara hari ini, Ketua LAK terpilih 2026-2031 adalah Datuk Marwas," jelas Ketua Panitia. Ketua Panitia menegaskan seluruh tahapan pemilihan telah dilakukan secara terbuka dan proporsional. Dia juga menyadari hasil sebuah kompetisi tidak selalu bisa memuaskan semua pihak. "Tidak semua kompetisi menghasilkan keputusan yang memuaskan. Tapi saya akui, dengan keyakinan, saya selaku pimpinan sidang maupun ketua panitia, sudah melakukan Mubes ini secara terbuka dan proporsional," tuturnya. Setelah terpilih, Marwas selanjutnya memiliki tugas membentuk tim formatur. Pembentukan formatur diberikan waktu selama 2 x 7 hari. Formatur tersebut nantinya akan menyusun kepengurusan LAK untuk periode 2026-2031. Dalam keterangannya setelah terpilih, Marwas menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menyebut jabatan tersebut merupakan amanah yang harus dijalankan bersama seluruh unsur adat. "Kepercayaan ini merupakan amanah yang besar bagi saya. Karena itu, saya mengajak seluruh unsur adat untuk bersama-sama membangun LAK agar semakin kuat dalam menjaga adat, budaya dan marwah masyarakat Kampar," ucap Marwas. Marwas juga mengajak seluruh pihak kembali bersatu setelah proses pemilihan berakhir. Menurutnya, perbedaan pilihan dalam Mubes merupakan bagian dari dinamika organisasi dan tidak boleh mengganggu kebersamaan. "Perbedaan pilihan adalah hal biasa dalam musyawarah. Setelah ini, mari kita bersatu dan bekerja bersama demi kemajuan LAK serta masyarakat Kampar," terangnya. Ia menegaskan para pemangku adat memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan bagi masyarakat Kampar. "Apalah kita selaku pemangku adat adalah cermin bagi seluruh masyarakat Kampar. Bak pepatah adat, apabila ninik mamak bersatu, air nyo jonie, kosiek nyo putieh, ikan nyo jinak. Insya Allah akan membawa kemakmuran bagi kita semua," tandasnya.
Tangani 55 Kasus Karhutla, Polda Riau Tetapkan 55 Orang Jadi Tersangka
Pekanbaru, katakabar.com - Penegakan hukum terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau terus berkembang. Polda Riau dan jajaran telah menangani 55 perkara Karhutla dengan 55 orang ditetapkan sebagai tersangka hingga Minggu (13/9. Data terbaru Ditreskrimsus Polda Riau menunjukkan, luas area terbakar yang berkaitan dengan seluruh perkara tersebut mencapai 3.378,23 hektare. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Ade Kuncoro Ridwan, menjelaskan jumlah tersebut merupakan akumulasi penanganan perkara Karhutla sepanjang 2026 oleh Ditreskrimsus dan seluruh Polres jajaran. “Total saat ini ada 55 perkara dengan 55 tersangka. Setiap kejadian yang ditemukan memiliki indikasi tindak pidana kami proses. Penyidik menelusuri sumber api, penyebab kebakaran hingga pihak yang harus bertanggung jawab,” ujar Kombes Ade. Dari 55 perkara tersebut, 36 perkara masih dalam proses penyidikan, dua perkara berstatus P19, sementara 17 perkara telah selesai tahap II atau dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum. Jumlah ini kembali meningkat dibandingkan data sebelumnya. Pada 11 September 2026, Polda Riau masih mencatat 50 perkara dengan 53 tersangka dan luas area terbakar terkait perkara mencapai 3.234,96 hektare. Dengan demikian, terdapat penambahan lima perkara, dua tersangka dan sekitar 143,27 hektare area terbakar yang masuk dalam penanganan perkara. Perkara terbanyak saat ini berada di Bengkalis dan Indragiri Hilir, masing-masing 10 perkara dengan 10 tersangka. Pelalawan menyusul dengan sembilan perkara dan 10 tersangka. Dari sisi luasan, Pelalawan masih menjadi wilayah dengan area terbakar terkait perkara terbesar, mencapai 2.503,1 hektare. Disusul Bengkalis 349,26 hektare, Ditreskrimsus Polda Riau 152,68 hektare, Indragiri Hulu 108,15 hektare, Kepulauan Meranti 86,5 hektare, serta Indragiri Hilir 73,5 hektare. Ade mengatakan, perkembangan jumlah perkara menunjukkan penegakan hukum tetap berjalan bersamaan dengan upaya penanganan Karhutla di lapangan. Kepolisian tidak berhenti pada penetapan tersangka, tetapi memastikan pembuktian setiap perkara dapat dipertanggungjawabkan hingga proses penuntutan. “Penegakan hukum harus dilakukan secara profesional dan berdasarkan alat bukti. Kami memastikan setiap perkara ditangani sampai tuntas dan siapa pun yang terbukti melakukan tindak pidana Karhutla harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Kombes Ade. Sementara, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Akmadi, menimpali penindakan merupakan bagian dari strategi menyeluruh penanganan Karhutla. Polda Riau tetap menempatkan pencegahan sebagai langkah utama dengan menggencarkan sosialisasi hingga tingkat desa dan kawasan rawan kebakaran. Menurut Kombes Akmadi, jajaran kepolisian terus menyampaikan larangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar melalui Bhabinkamtibmas, patroli, woro-woro hingga melibatkan tokoh masyarakat dan berbagai unsur di daerah. “Pesannya sangat jelas, jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jangan menunggu terjadi kebakaran baru kita bergerak. Pencegahan harus dimulai dari masyarakat, desa dan seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan rawan,” ucapnya. Ia mengatakan, kebakaran pada lahan gambut memiliki karakteristik yang berbeda karena api dapat tersimpan di bawah permukaan dan sulit dipadamkan. Lantaran itu, masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan. “Karhutla bukan hanya persoalan lahan yang terbakar. Dampaknya menyangkut lingkungan, kesehatan dan aktivitas masyarakat. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat ikut menjaga Riau dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran,” imbuhnya. Polda Riau menegaskan upaya pencegahan, pemadaman dan penegakan hukum akan terus dilakukan secara beriringan. "Kami mengingatkan bahwa setiap aktivitas pembakaran yang memenuhi unsur tindak pidana akan diproses sesuai ketentuan hukum," sebutnya.
Bitcoin Tertekan Jelang Keputusan The Fed, Harga BTC Bertahan di Bawah US$80.000
Jakarta, katakabar.com - Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Bitcoin turun sekitar 1,75% dalam 24 jam ke level US$78.119,62, sejalan dengan penurunan kapitalisasi pasar kripto global sekitar 2,01%. Tekanan terhadap aset kripto terjadi ketika pasar mulai meningkatkan kewaspadaan menjelang pertemuan The Fed Amerika Serikat pada 16 September 2026. Pelaku pasar mencermati kemungkinan perubahan arah kebijakan suku bunga yang berpotensi memengaruhi aset berisiko, termasuk Bitcoin. Pergerakan Bitcoin saat ini juga menunjukkan hubungan yang cukup kuat dengan pasar saham AS, khususnya saham berkapitalisasi kecil yang tercermin dalam indeks Russell 2000. Korelasi Bitcoin dengan indeks tersebut berada di sekitar 83%, menunjukkan bahwa pergerakan BTC semakin sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga dan sentimen risk-off di pasar global. Selain tekanan dari faktor makroekonomi, penurunan Bitcoin turut diperkuat oleh aksi likuidasi posisi leverage. Dalam 24 jam terakhir, nilai posisi kripto yang dilikuidasi mencapai lebih dari US$378 juta, dengan posisi long menjadi bagian terbesar dari likuidasi tersebut. Kondisi tersebut menciptakan tekanan jual tambahan. Ketika harga Bitcoin turun, posisi leverage yang tidak lagi memenuhi persyaratan margin terpaksa ditutup. Penutupan posisi ini kemudian meningkatkan tekanan jual dan dapat mempercepat penurunan harga. Pasar Menanti Data Inflasi AS Perhatian investor saat ini tertuju pada data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan dirilis pada 11 September 2026. Data inflasi tersebut menjadi salah satu indikator penting yang dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed. Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi biasanya memberikan tekanan terhadap aset berisiko. Suku bunga yang tinggi dapat meningkatkan daya tarik dolar AS dan instrumen berpendapatan tetap, sementara aset seperti Bitcoin dan saham cenderung menghadapi tekanan ketika investor mengurangi eksposur terhadap risiko. Pasar saat ini memperkirakan terdapat peluang sekitar 60% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed 16 September. Tetapi, ekspektasi tersebut masih dapat berubah mengikuti perkembangan data ekonomi terbaru, terutama apabila angka inflasi AS menunjukkan hasil yang lebih tinggi dari perkiraan. Bagi pasar kripto, kondisi ini membuat data CPI menjadi katalis penting dalam menentukan arah Bitcoin dalam jangka pendek. Menurut CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, volatilitas Bitcoin saat ini perlu dilihat dalam konteks kondisi pasar global, terutama perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS. “Pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan bahwa aset kripto semakin terintegrasi dengan dinamika pasar keuangan global. Ketika ekspektasi suku bunga berubah, investor akan menyesuaikan kembali tingkat risiko dalam portofolionya, dan Bitcoin ikut merespons perubahan tersebut,” jelasnya. Kata Yudho, tekanan harga dalam jangka pendek tidak serta-merta menunjukkan perubahan fundamental jangka panjang terhadap pasar kripto. Investor perlu membedakan antara volatilitas yang dipicu faktor makro dan perubahan struktur pasar yang lebih mendasar. “Bagi investor, yang penting bukan hanya melihat penurunan harga harian, tetapi memahami apa yang menjadi pemicunya. Data inflasi, kebijakan The Fed, arus likuiditas, hingga tingkat leverage di pasar menjadi faktor yang perlu diperhatikan secara bersamaan,” ujarnya. Level US$78.000 Jadi Area Penting Bitcoin Dari sisi teknikal, level US$78.000 menjadi area penting yang perlu dipertahankan Bitcoin dalam jangka pendek. Apabila BTC mampu bertahan di atas level tersebut, pergerakan harga berpotensi memasuki fase konsolidasi pada kisaran US$78.000 hingga US$79.200. Kondisi ini dapat mencerminkan upaya pasar untuk mencari keseimbangan setelah tekanan jual dalam beberapa sesi terakhir. Sebaliknya, apabila Bitcoin menembus ke bawah US$78.000, risiko koreksi lebih lanjut akan meningkat. Area US$76.300 hingga US$77.000 menjadi zona yang perlu diperhatikan sebagai potensi target berikutnya. Level US$76.230 juga menjadi salah satu titik terendah yang terbentuk sebelumnya dan dapat berfungsi sebagai area pertahanan berikutnya apabila tekanan jual berlanjut. Di sisi atas, Bitcoin perlu kembali menembus US$79.200 untuk menunjukkan adanya pemulihan momentum. Penutupan candle empat jam di atas level tersebut berpotensi membuka ruang bagi Bitcoin untuk kembali menguji area US$80.000 hingga US$80.500. Sementara, struktur pemulihan Bitcoin secara lebih luas masih belum sepenuhnya rusak. Harga BTC masih berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari yang berada di sekitar US$70.242 berdasarkan data teknikal yang tersedia. Leverage Tinggi Perbesar Tekanan Jual Selain faktor The Fed, tingginya penggunaan leverage menjadi salah satu alasan mengapa penurunan Bitcoin dapat berlangsung lebih cepat. Penurunan harga yang awalnya dipicu oleh kekhawatiran makro dapat memicu likuidasi posisi long. Ketika posisi tersebut ditutup secara otomatis, tekanan jual semakin besar dan dapat mendorong harga turun lebih jauh. Dengan lebih dari US$378 juta posisi kripto yang dilikuidasi dalam 24 jam, pasar menunjukkan bahwa sebagian pelaku masih menggunakan tingkat leverage yang cukup tinggi. Kondisi ini membuat pergerakan Bitcoin menjadi lebih sensitif terhadap perubahan harga dalam jangka pendek. Sedikit penurunan dapat memicu likuidasi tambahan, sementara pemulihan harga juga dapat berlangsung cepat ketika tekanan leverage mulai mereda. Yudho menilai kondisi tersebut menjadi pengingat bagi investor untuk mempertimbangkan risiko volatilitas ketika mengambil keputusan di pasar aset digital. “Ketika leverage meningkat, pergerakan pasar bisa menjadi jauh lebih cepat, baik ke atas maupun ke bawah. Karena itu, pengelolaan risiko menjadi semakin penting, terutama ketika pasar sedang menghadapi katalis besar seperti data CPI dan keputusan suku bunga,” ucap Yudho. Bitcoin Masih Bertahan di Tengah Pasar Altcoin Tekanan terhadap Bitcoin terjadi bersamaan dengan kondisi pasar altcoin yang relatif lebih rapuh. Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan mengalami penurunan, sementara Bitcoin masih mempertahankan posisinya di sekitar level US$78.000. Sebelumnya, Bitcoin juga bergerak dalam rentang yang relatif sempit di bawah US$83.000 selama hampir dua pekan. Pola tersebut menunjukkan pasar masih menunggu katalis yang cukup kuat untuk menentukan arah berikutnya. Dalam beberapa periode sebelumnya, fase konsolidasi serupa sempat diikuti oleh pergerakan harga yang lebih besar setelah Bitcoin berhasil menembus batas atas atau bawah rentang perdagangan. Di sisi sentimen, indeks Fear and Greed masih berada di area Greed dengan skor sekitar 69. Artinya, meskipun Bitcoin mengalami tekanan dan bergerak sideways, kepercayaan investor terhadap pasar kripto belum sepenuhnya menghilang. Investor kini menghadapi dua skenario utama. Jika Bitcoin mampu mempertahankan US$78.000 dan tekanan jual mereda setelah rilis CPI, BTC berpotensi kembali bergerak menuju US$79.200 dan selanjutnya menguji US$80.000. Apabila data inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan dan memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat, tekanan terhadap Bitcoin dapat berlanjut. Penembusan US$78.000 berpotensi membawa harga menguji US$76.300 hingga US$77.000. Untuk jangka pendek, menurut data FLOQ, pasar Bitcoin masih berada dalam fase menunggu katalis. Data CPI AS pada 11 September dan keputusan The Fed pada 16 September menjadi dua agenda utama yang berpotensi menentukan arah pergerakan BTC berikutnya. “Pasar sedang berada pada fase yang sangat sensitif terhadap data ekonomi. Investor sebaiknya tetap disiplin dalam mengelola risiko dan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan pergerakan harga dalam satu atau dua hari,” sebut Yudho.
ENSIA 2026: Saat Inovasi Jadi Kunci Bisnis Berkelanjutan dan Ketangguhan Masyarakat
Denpasar, katakabar.com - PT Sucofindo (Persero) kembali gelar Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 sebagai ajang apresiasi bagi dunia usaha dan masyarakat yang menghadirkan inovasi lingkungan dan sosial berdampak nyata. Usung tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Community”, ENSIA 2026 hadir untuk mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya memperkuat daya saing bisnis, tetapi juga meningkatkan ketangguhan sosial dan lingkungan di tengah berbagai tantangan global. ENSIA 2026 diselenggarakan di Bali dan dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Moh Jumhur Hidayat. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia, Rahmat Pambudi, dan Gubernur Provinsi Bali, Wayan Koster. Pada kegiatan tersebut, Moh Jumhur Hidayat mengapresiasi PT Sucofindo (Persero) yang secara konsisten menghadirkan ENSIA sebagai wadah yang mendorong lahirnya inovasi lingkungan dan sosial dari dunia usaha maupun masyarakat. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga bagian dari upaya membangun budaya inovasi dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Selanjutnya, Moh Jumhur Hidayat juga menegaskan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta pencemaran dan kerusakan lingkungan. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan inovasi yang berlandaskan empat prinsip utama, yaitu Green Jobs, Social Preparation and Social Integration, Penerapan Budaya Zero Accident, dan Tobat Ekologis. “ENSIA sangat relevan dengan kebutuhan saat ini dan sejalan dengan PROPER dan Gerakan Tobat Ekologis yang diusung Kementerian Lingkungan Hidup. Melalui berbagai inovasi yang dihadirkan dunia usaha, ENSIA dapat mendorong kontribusi nyata terhadap pemulihan lingkungan, pengelolaan sampah, rehabilitasi daerah aliran sungai, penanaman pohon, transisi energi bersih, serta pengembangan ekonomi hijau yang menjadi bagian penting dari agenda pembangunan berkelanjutan nasional,” ujarnya. Gerakan Tobat Ekologis merupakan gerakan yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendorong perubahan cara pandang dan perilaku seluruh pemangku kepentingan terhadap lingkungan melalui kolaborasi dan aksi nyata yang berkelanjutan. Moh. Jumhur Hidayat menegaskan inovasi lingkungan dan sosial yang dikembangkan dunia usaha memiliki peran penting dalam mendukung percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di Indonesia. ENSIA menjadi salah satu bukti bahwa komitmen keberlanjutan dapat diwujudkan melalui kolaborasi dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Sandry Pasambuna, menegaskan ajang ini bukan sekedar seremoni penghargaan, tetapi juga ruang kolaborasi dan wadah berbagi praktik terbaik (best practice) bagi pelaku usaha dalam mengembangkan inovasi keberlanjutan. “ENSIA memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk menunjukkan komitmen dan capaian inovasinya kepada para pemangku kepentingan. Selain memperoleh pengakuan atas inovasi yang dijalankan, peserta juga mendapatkan ruang untuk berbagi praktik terbaik dan memperluas jejaring serta memperkuat reputasi perusahaan dalam aspek keberlanjutan. Bagi perusahaan yang mengikuti PROPER, apresiasi ENSIA dapat menjadi salah satu nilai tambah dalam mendukung aspek penghargaan nasional pada penilaian PROPER Hijau dan Emas,” tuturnya. Sandry Pasambuna menambahkan, tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Community” dipilih sebagai respons terhadap berbagai dinamika global, mulai dari ketidakpastian geopolitik yang berpotensi mengganggu rantai pasok hingga ancaman bencana ekologis akibat perubahan iklim. Melalui tema tersebut, PT Sucofindo (Persero) mendorong pelaku usaha dapat terus mengembangkan inovasi yang mampu mengoptimalkan efisiensi sumber daya, mengurangi dampak lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat di sekitarnya. “Ke depan, kami berharap ENSIA terus berkembang sebagai platform inovasi keberlanjutan yang inklusif dan berdampak. Kami ingin merangkul lebih banyak perusahaan, komunitas, dan local hero yang terlibat serta menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan lingkungan dan sosial secara nyata. Yang terpenting, inovasi yang dihadirkan pada ENSIA tidak berhenti pada penghargaan, melainkan dapat direplikasi dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan Indonesia,” tambahnya. Sementara itu, Direktur Komersial PT Sucofindo (Persero), Agus Permadi mengungkapkan antusiasme peserta dari dunia usaha terhadap ENSIA terus meningkat setiap tahunnya. “ENSIA 2026 mencatat partisipasi 253 perusahaan dengan 954 paper dan 48 local hero, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti 178 perusahaan dengan 690 paper. Capaian ini menunjukkan semakin tingginya komitmen dunia usaha dalam menghadirkan inovasi yang mendukung keberlanjutan lingkungan, sosial, dan bisnis,” jelasnya. Pada penyelenggaraan tahun ini, ENSIA memperbaharui topik inovasi khusus, yang semula berfokus pada konservasi daerah aliran sungai menjadi transisi energi bersih. Perubahan ini mencerminkan urgensi ketahanan energi, efisiensi sumber daya, dan pengurangan emisi sebagai bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim serta dinamika global yang terus berkembang. Melalui fokus tersebut, ENSIA mendorong dunia usaha untuk menghadirkan inovasi yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus mendukung agenda pembangunan rendah karbon dan keberlanjutan nasional.
Ratusan Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB STMIK Methodist Binjai, Gloria Tekankan Integritas dan Etika
Staf Ahli Wali Kota Binjai Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Gloria, S.Pd., M.Pd., mewakili Wali Kota Binjai, resmi membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) STMIK Methodist Binjai Tahun Akademik 2026/2027.
Pemko Binjai Gelar ASRI di Lima Kecamatan
Pemko Binjai menggelar kegiatan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) serentak di lima kecamatan setiap Jumat, untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan
Titik Karhutla Zero, Kapolres Kepulauan Meranti dan Bupati Jalan Pagi Bersama
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kekompakan Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita S.I.K. dan Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar tak hanya terlihat saat menangani Karhutla. Pagi itu, Minggu (13/9), keduanya kembali menunjukkan kebersamaan dengan jalan pagi bersama. Rombongan lebih dari 20 orang memulai perjalanan dari Jalan Pramuka, Selatpanjang, menuju Kelenteng Hoo Ann Kiong di Jalan Jenderal Ahmad Yani. Suasana berlangsung santai. Kapolres dan Bupati Kepulauan Meranti berjalan bersama sembari berbincang dan menyapa masyarakat yang ditemui sepanjang perjalanan. Tidak ada rangkaian acara resmi, kegiatan tersebut lebih menjadi ruang untuk membangun komunikasi dalam suasana yang lebih dekat. AKBP Gede Adi mengatakan, kebersamaan seperti itu penting untuk menjaga komunikasi dan memperkuat sinergi antara kepolisian dengan pemerintah daerah. "Yang terpenting kebersamaan dan komunikasi tetap terjaga. Dengan begitu, koordinasi untuk kepentingan masyarakat bisa semakin baik," ujarnya. Menurutnya, sinergi tidak hanya dibutuhkan ketika menghadapi persoalan besar. Komunikasi yang terbangun dalam keseharian juga menjadi modal penting untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Jalan pagi tersebut sekaligus menjadi momentum setelah kondisi karhutla di wilayah Meranti berada pada titik api nol. Penanganan karhutla selama ini membutuhkan kerja bersama antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat. Perjalanan rombongan akhirnya berakhir di Kelenteng Hoo Ann Kiong. Kelenteng yang juga dikenal sebagai Vihara Sejahtera Sakti itu merupakan salah satu bangunan bersejarah di Selatpanjang dan dikenal sebagai kelenteng tertua di Kota Selatpanjang. "Harapannya kekompakan dan sinergi ini terus terjaga. Apa pun persoalannya, kita bisa berkoordinasi dan bekerja bersama untuk masyarakat," tandasnya