PHR Wujudkan Senyum Sehat Generasi Masa Depan Rokan Lewat Khitanan Massal Riau
Riau
6 jam yang lalu

PHR Wujudkan Senyum Sehat Generasi Masa Depan Rokan Lewat Khitanan Massal

Pekanbaru, katakabar.com - Kantor Nuri, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, jadi saksi bisu anak-anak saat mengikuti khitanan massal. Senyum mengambang sesekali tegang saat menunggu giliran. Puluhan anak-anak ini sedang bersiap menghadapi salah satu fase penting dalam hidup mereka, yakni khitanan. Melalui semangat berbagi, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) hadir di tengah masyarakat melalui aksi sosial usung tema “Bersama Kita Wujudkan Senyum Sehat Generasi Masa Depan”. Kegiatan khitanan massal yang digelar di wilayah sekitar daerah operasi menjadi wujud nyata PHR hadir merawat kehidupan sosial di tengah operasi menjaga ketahanan energi nasional. Di Wilayah Minas, total 40 anak dari berbagai desa di Kecamatan Minas berkumpul dengan antusiasme tinggi. Kehadiran mereka membawa kehangatan tersendiri bagi para pekerja PHR yang menginisiasi kegiatan ini. Selain itu di Minas, rona bahagia anak-anak juga terasa Wilayah Duri. Sebanyak 20 anak mendapatkan giliran untuk dikhitan. Mereka terdiri dari 12 anak yang berasal dari sekitar kawasan Gabus - Wonosobo dan Harapan Baru, serta 8 anak lainnya yang bermukim di sekitar area Kulin TS-1. Sedang, di Wilayah Libo, nuansa keceriaan dikemas lewat kegiatan bertajuk "Khitan Ceria 2026: Berani dan Penuh Senyum Menuju Generasi Sehat dan Berakhlak". Aksi kolaboratif ini menyasar 25 anak. Sebanyak 11 anak telah dikhitan pada 28 Juni lalu, dan 14 anak menyusul Minggu, 5 Juli 2026. Kesuksesan agenda di Libo ini terwujud berkat sinergi dan dukungan penuh dari Badan Dakwah Islam (BDI) PHR, Masjid AlMujahidin Libo, Energi Kebaikan Rokan (EKR) serta Klinik AHT. Pjs. GM Zona Rokan, Pramudya Agus Harlianto, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan wujud kepedulian yang tulus dari pekerja PHR kepada masyarakat yang selama ini berdampingan langsung dengan wilayah operasi perusahaan. “Kami sangat mengharapkan doa dari masyarakat agar operasi Rokan berjalan lancar, safe (aman), dan sehat. Kesuksesan kami adalah kesuksesan bersama,” kata Pramudya hangat. Langkah nyata PHR menuai apresiasi pemerintah setempat. Camat Minas, Nurfa Octolita, mengatakan rasa terima kasihnya karena aksi kepedulian ini menyentuh langsung kebutuhan dasar warganya. “Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PHR. Kami berharap kegiatan positif seperti ini terus berlanjut dan mencakup bidang yang lebih luas lagi di masa depan,” tutur Nurfa. Rasa syukur para orang tua dan anak-anak semakin lengkap. Pasalnya, setiap anak yang telah selesai dikhitan tidak hanya mendapatkan layanan medis yang higienis dan profesional. Sebagai bentuk kasih sayang dan dukungan moral dari para pekerja PHR, masing-masing anak juga pulang dengan semringah sembari membawa sembako, perlengkapan sekolah baru serta uang saku. Melalui langkah kecil yang penuh makna, PHR dan masyarakat di Blok Rokan membuktikan bahwa sinergi yang kuat mampu mengalirkan energi kebaikan yang berkelanjutan. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

'Visi Itu Murah', Pesan Narko Santoso Mencuri Perhatian Leadership Youth Summit 4.0 Lifestyle
Lifestyle
7 jam yang lalu

'Visi Itu Murah', Pesan Narko Santoso Mencuri Perhatian Leadership Youth Summit 4.0

Jakarta, katakabar.com - Di tengah derasnya arus motivasi yang mendorong generasi muda untuk “berani bermimpi besar”, Narko Santoso, CTA., CHt., justru membuka sesinya dengan sebuah kalimat yang tidak biasa. “Visi itu murah.” Kalimat singkat tersebut sontak mengundang perhatian ratusan peserta Leadership Youth Summit 4.0 yang diselenggarakan oleh Ideal Indonesia di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), Jakarta. Alih-alih berbicara mengenai strategi menghasilkan keuntungan, peluang investasi, atau kesuksesan finansial, Founder NS TRADE sekaligus Top 50 Global Trader itu justru mengajak peserta untuk mempertanyakan kembali fondasi di balik setiap mimpi yang mereka miliki. Menurut Narko, dunia hari ini dipenuhi oleh orang-orang yang memiliki visi besar. Hampir semua orang memiliki target, impian, dan cita-cita yang tinggi. Namun, hanya sedikit yang benar-benar mempersiapkan sistem untuk mewujudkannya. “Visi itu murah, karena semua orang punya. Semua orang bisa bermimpi, semua orang bisa punya keinginan. Tapi yang mahal sistemnya - eksekusinya bagaimana, mitigasi risikonya bagaimana, dan bagaimana kita mempersiapkan diri menghadapi situasi terburuk.” Pesan tersebut menjadi benang merah dalam sesi kepemimpinan yang membahas bagaimana generasi muda dapat membangun daya saing di tengah perubahan dunia yang semakin cepat akibat perkembangan teknologi, Artificial Intelligence (AI), serta disrupsi di berbagai sektor industri. Leadership Youth Summit 4.0 sendiri mempertemukan mahasiswa, organisasi kepemudaan, profesional muda, pelaku industri, komunitas, hingga pemimpin organisasi dalam sebuah forum kolaboratif untuk membahas kepemimpinan, inovasi, literasi finansial, pengembangan sumber daya manusia, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Pada sesi panel diskusi, Narko Santoso hadir bersama Biltraviano Ferian Harda, S.Kom., MBIS., Group CEO DOT Indonesia Group, serta Ike Suharjo, S.IP., M.Si., entrepreneur dan politikus. Ketiga narasumber membagikan perspektif mengenai kualitas kepemimpinan yang dibutuhkan Indonesia dalam menghadapi era transformasi digital. Berbeda dengan pendekatan yang sering menekankan motivasi semata, Narko lebih banyak berbicara mengenai pentingnya membangun sistem berpikir (systems thinking), sebuah cara pandang yang menurutnya akan menentukan apakah seseorang mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang. Menurutnya, banyak orang menghabiskan waktu mencari motivasi baru, padahal yang sesungguhnya dibutuhkan adalah membangun kebiasaan dan proses yang dapat dijalankan secara konsisten setiap hari. Ia juga menilai keinginan generasi muda untuk mencari cara yang lebih cepat bukanlah sesuatu yang keliru. Justru, kemampuan menemukan solusi yang lebih efisien salah satu karakter penting dalam dunia modern. Namun, efisiensi tersebut harus tetap dibangun di atas integritas. “Kita kadang pengen apa-apa itu kalau bisa instan, cepat. Pengennya selalu dimudahkan, cari jalan pintas, cari jalan cepat. Apakah itu salah? Tidak. Justru saya kalau mencari tim, selalu mencari orang-orang yang berpikir seperti itu. Tetapi caranya harus halal, legal, dan bertanggung jawab. Cari cara tercepat, apalagi sekarang kita terbantu AI. Namun jangan pernah menghalalkan segala cara," jelasnya. Bagi Narko, perkembangan Artificial Intelligence bukan ancaman, melainkan akselerator bagi mereka yang memiliki fondasi berpikir yang benar. Teknologi mampu mempercepat proses belajar, meningkatkan produktivitas, hingga membantu pengambilan keputusan. Namun AI tidak akan pernah menggantikan disiplin, karakter, dan kemampuan seseorang membangun sistem kerja yang baik. Ia menegaskan sistem terbaik selalu dimulai dari bagaimana seseorang mengelola dirinya sendiri. Mulai dari mengatur waktu, menentukan prioritas, menjaga energi, hingga memahami kapan harus berhenti untuk memulihkan diri. “Bangun dulu sistem untuk diri kita sendiri. Cara kita mengatur waktu, menentukan prioritas, menjaga ritme kerja, sampai mengatur waktu istirahat. Mesin saja bisa overheat kalau dipaksa terus bekerja, apalagi manusia. Setelah itu barulah kita bicara sistem dalam organisasi atau pekerjaan. Ketika kita berbicara tentang sistem, kita sedang berbicara tentang lima atau sepuluh tahun ke depan, bukan hanya apa yang kita kerjakan hari ini," bebernya. Sepanjang sesi berlangsung, antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang mengangkat isu kepemimpinan, pengembangan karier, AI, kewirausahaan, hingga bagaimana membangun daya tahan mental di tengah perubahan yang begitu cepat. Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Tommy Tarumanegara, Chief Strategic & Execution Officer (CSEO) NS TRADE, yang mengikuti rangkaian forum serta menjalin diskusi dan networking bersama peserta, narasumber, akademisi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan yang hadir. Melalui forum tersebut, Narko berharap semakin banyak generasi muda Indonesia mulai menggeser cara pandang mereka terhadap kesuksesan. Menurutnya, masa depan tidak akan dimenangkan oleh mereka yang memiliki motivasi terbesar, melainkan oleh mereka yang mampu membangun sistem terbaik untuk mengeksekusi setiap ide, beradaptasi terhadap perubahan, dan terus bertumbuh secara berkelanjutan. “Pada akhirnya, yang membedakan seseorang bukanlah seberapa besar ia bermimpi, tetapi seberapa disiplin ia membangun sistem yang membuat mimpi tersebut dapat diwujudkan," tandasnya.

'Biji-biji Initiative' dan 'Mereka' Perkuat Literasi AI di Sekolah Lewat Peluncuran Microsoft AI Classroom Toolkit Teknologi
Teknologi
8 jam yang lalu

'Biji-biji Initiative' dan 'Mereka' Perkuat Literasi AI di Sekolah Lewat Peluncuran Microsoft AI Classroom Toolkit

Jakarta, katakabar.com - Penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence) kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan pendidikan. Menurut UNESCO, lebih dari dua pertiga siswa sekolah menengah di negara berpendapatan tinggi (high income countries) telah menggunakan AI dalam aktivitas belajar mereka. Di sisi lain, UNESCO juga menegaskan besarnya potensi AI dalam meningkatkan kualitas pembelajaran harus diimbangi dengan kemampuan guru dan siswa untuk memahami risiko serta menggunakan teknologi tersebut secara aman, kritis, dan bertanggung jawab. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Biji-biji Initiative bersama ekosistem pengembangan talenta Mereka, sebagai mitra strategis Microsoft, meluncurkan Microsoft AI Classroom Toolkit, sebuah learning resource yang dirancang untuk membantu pendidik membangun literasi AI di ruang kelas sekaligus mendorong penggunaan teknologi yang lebih bertanggung jawab sejak usia dini. Seperti yang disampaikan oleh Digital Safety Director, Asia, Microsoft, Madeline Shepherd, AI akan menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki generasi masa depan. Untuk itulah, Microsoft AI Classroom Toolkit kami hadirkan untuk membantu para pendidik dalam menggunakan AI tidak hanya menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir kritis, etika digital, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Peluncuran Microsoft AI Classroom Toolkit diselenggarakan pada 23 Juni 2026 di kantor Microsoft Indonesia, di kawasan Jakarta Selatan. Acara ini dihadiri oleh Digital Safety Director, Asia, Microsoft, Madeline Shepherd, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Dr. Suparto, S.Ag., M.Ed., Ph.D., perwakilan Save the Children Indonesia, serta puluhan guru dari berbagai daerah di Indonesia. Toolkit ini dikembangkan sebagai resource pembelajaran kreatif yang menggabungkan pendekatan naratif dengan materi instruksional sehingga menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi pendidik maupun siswa usia 13 hingga 15 tahun. Melalui berbagai studi kasus dan aktivitas kelas, Microsoft AI Classroom Toolkit membantu guru membuka diskusi mengenai penggunaan AI yang bertanggung jawab, mulai dari memahami potensi fabrikasi informasi (AI hallucination), menjaga privasi data pribadi, mengenali potensi bias pada hasil AI, hingga membangun kebiasaan digital yang sehat demi menjaga kesehatan mental di era AI. Sebagai bagian dari peluncuran, diselenggarakan pula diskusi panel bertajuk "Mengajar di Era AI" yang menghadirkan perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Microsoft Indonesia, dan Save the Children Indonesia. Diskusi ini membahas berbagai peluang sekaligus tantangan pemanfaatan AI dalam lingkungan pendidikan. "Anak-anak kelompok yang tumbuh bersama teknologi AI. Karena itu, literasi AI perlu dibangun tidak hanya dari sisi keterampilan menggunakan teknologi, tetapi juga dari kemampuan memahami risikonya, menjaga keamanan digital, serta tetap mengedepankan empati, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis. Kolaborasi seperti ini menjadi langkah penting agar AI benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara positif," ujar Ratri Sutarto selaku Director of Program Development and Impact Save the Children Indonesia. Selain sesi diskusi, tercatat sekitar 70 guru dari berbagai sekolah yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia turut mengikuti workshop bertajuk "AI di Ruang Kelas”. Menutup rangkaian acara, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Dr. Suparto, S.Ag., M.Ed., Ph.D., menyampaikan transformasi pendidikan di era digital memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia industri, dan masyarakat. Kami mengapresiasi inisiatif Microsoft bersama Biji-biji Initiative dan Mereka dalam menghadirkan Microsoft AI Classroom Toolkit sebagai sumber belajar yang membantu guru memahami sekaligus mengajarkan pemanfaatan AI secara bertanggung jawab. Harapannya, semakin banyak pendidik Indonesia yang mampu memanfaatkan teknologi untuk memperkaya proses pembelajaran tanpa mengesampingkan aspek etika, keamanan, dan karakter peserta didik. Melalui peluncuran Microsoft AI Classroom Toolkit, Biji-biji Initiative, Mereka, dan Microsoft Indonesia berharap semakin banyak sekolah di Indonesia yang mampu membangun budaya pemanfaatan AI yang tidak hanya inovatif, tetapi juga bertanggung jawab. Dengan memperkuat literasi AI sejak di ruang kelas, para pendidik dan siswa diharapkan dapat memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, berkreasi, dan berkolaborasi secara aman sekaligus menjadi bekal menghadapi masa depan digital. 'Visi Itu Murah', Pesan Narko Santoso Mencuri Perhatian Leadership Youth Summit 4.0 Jakarta, katakabar.com - Di tengah derasnya arus motivasi yang mendorong generasi muda untuk “berani bermimpi besar”, Narko Santoso, CTA., CHt., justru membuka sesinya dengan sebuah kalimat yang tidak biasa. “Visi itu murah.” Kalimat singkat tersebut sontak mengundang perhatian ratusan peserta Leadership Youth Summit 4.0 yang diselenggarakan oleh Ideal Indonesia di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), Jakarta. Alih-alih berbicara mengenai strategi menghasilkan keuntungan, peluang investasi, atau kesuksesan finansial, Founder NS TRADE sekaligus Top 50 Global Trader itu justru mengajak peserta untuk mempertanyakan kembali fondasi di balik setiap mimpi yang mereka miliki. Menurut Narko, dunia hari ini dipenuhi oleh orang-orang yang memiliki visi besar. Hampir semua orang memiliki target, impian, dan cita-cita yang tinggi. Namun, hanya sedikit yang benar-benar mempersiapkan sistem untuk mewujudkannya. “Visi itu murah, karena semua orang punya. Semua orang bisa bermimpi, semua orang bisa punya keinginan. Tapi yang mahal sistemnya - eksekusinya bagaimana, mitigasi risikonya bagaimana, dan bagaimana kita mempersiapkan diri menghadapi situasi terburuk.” Pesan tersebut menjadi benang merah dalam sesi kepemimpinan yang membahas bagaimana generasi muda dapat membangun daya saing di tengah perubahan dunia yang semakin cepat akibat perkembangan teknologi, Artificial Intelligence (AI), serta disrupsi di berbagai sektor industri. Leadership Youth Summit 4.0 sendiri mempertemukan mahasiswa, organisasi kepemudaan, profesional muda, pelaku industri, komunitas, hingga pemimpin organisasi dalam sebuah forum kolaboratif untuk membahas kepemimpinan, inovasi, literasi finansial, pengembangan sumber daya manusia, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Pada sesi panel diskusi, Narko Santoso hadir bersama Biltraviano Ferian Harda, S.Kom., MBIS., Group CEO DOT Indonesia Group, serta Ike Suharjo, S.IP., M.Si., entrepreneur dan politikus. Ketiga narasumber membagikan perspektif mengenai kualitas kepemimpinan yang dibutuhkan Indonesia dalam menghadapi era transformasi digital. Berbeda dengan pendekatan yang sering menekankan motivasi semata, Narko lebih banyak berbicara mengenai pentingnya membangun sistem berpikir (systems thinking), sebuah cara pandang yang menurutnya akan menentukan apakah seseorang mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang. Menurutnya, banyak orang menghabiskan waktu mencari motivasi baru, padahal yang sesungguhnya dibutuhkan adalah membangun kebiasaan dan proses yang dapat dijalankan secara konsisten setiap hari. Ia juga menilai keinginan generasi muda untuk mencari cara yang lebih cepat bukanlah sesuatu yang keliru. Justru, kemampuan menemukan solusi yang lebih efisien salah satu karakter penting dalam dunia modern. Namun, efisiensi tersebut harus tetap dibangun di atas integritas. “Kita kadang pengen apa-apa itu kalau bisa instan, cepat. Pengennya selalu dimudahkan, cari jalan pintas, cari jalan cepat. Apakah itu salah? Tidak. Justru saya kalau mencari tim, selalu mencari orang-orang yang berpikir seperti itu. Tetapi caranya harus halal, legal, dan bertanggung jawab. Cari cara tercepat, apalagi sekarang kita terbantu AI. Namun jangan pernah menghalalkan segala cara," jelasnya. Bagi Narko, perkembangan Artificial Intelligence bukan ancaman, melainkan akselerator bagi mereka yang memiliki fondasi berpikir yang benar. Teknologi mampu mempercepat proses belajar, meningkatkan produktivitas, hingga membantu pengambilan keputusan. Namun AI tidak akan pernah menggantikan disiplin, karakter, dan kemampuan seseorang membangun sistem kerja yang baik. Ia menegaskan sistem terbaik selalu dimulai dari bagaimana seseorang mengelola dirinya sendiri. Mulai dari mengatur waktu, menentukan prioritas, menjaga energi, hingga memahami kapan harus berhenti untuk memulihkan diri. “Bangun dulu sistem untuk diri kita sendiri. Cara kita mengatur waktu, menentukan prioritas, menjaga ritme kerja, sampai mengatur waktu istirahat. Mesin saja bisa overheat kalau dipaksa terus bekerja, apalagi manusia. Setelah itu barulah kita bicara sistem dalam organisasi atau pekerjaan. Ketika kita berbicara tentang sistem, kita sedang berbicara tentang lima atau sepuluh tahun ke depan, bukan hanya apa yang kita kerjakan hari ini," bebernya. Sepanjang sesi berlangsung, antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang mengangkat isu kepemimpinan, pengembangan karier, AI, kewirausahaan, hingga bagaimana membangun daya tahan mental di tengah perubahan yang begitu cepat. Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Tommy Tarumanegara, Chief Strategic & Execution Officer (CSEO) NS TRADE, yang mengikuti rangkaian forum serta menjalin diskusi dan networking bersama peserta, narasumber, akademisi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan yang hadir. Melalui forum tersebut, Narko berharap semakin banyak generasi muda Indonesia mulai menggeser cara pandang mereka terhadap kesuksesan. Menurutnya, masa depan tidak akan dimenangkan oleh mereka yang memiliki motivasi terbesar, melainkan oleh mereka yang mampu membangun sistem terbaik untuk mengeksekusi setiap ide, beradaptasi terhadap perubahan, dan terus bertumbuh secara berkelanjutan. “Pada akhirnya, yang membedakan seseorang bukanlah seberapa besar ia bermimpi, tetapi seberapa disiplin ia membangun sistem yang membuat mimpi tersebut dapat diwujudkan," tandasnya.

Safe Haven Kembali Diminati, Harga Emas Berpotensi Lanjut Reli Internasional
Internasional
9 jam yang lalu

Safe Haven Kembali Diminati, Harga Emas Berpotensi Lanjut Reli

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan pada perdagangan awal pekan Juli 2026. Menurut analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan kondisi pasar mulai menunjukkan sinyal pemulihan setelah tekanan jual yang sempat mendominasi beberapa waktu terakhir mulai berkurang. Dari sisi teknikal maupun fundamental, peluang kenaikan emas dinilai masih cukup terbuka selama tidak muncul sentimen baru yang mengubah arah pasar secara signifikan. Geraldo menjelaskan pada grafik H4, harga emas berhasil mempertahankan posisinya di atas area support penting yang terbentuk dalam beberapa sesi terakhir. Kemampuan harga bertahan di level tersebut menjadi tanda bahwa minat beli mulai kembali meningkat. Kondisi ini juga memperlihatkan bahwa tekanan dari pihak penjual tidak lagi sebesar sebelumnya sehingga membuka peluang bagi emas untuk bergerak lebih tinggi. Selain bertahan di area support, pergerakan harga juga membentuk pola swing low yang valid. Dalam analisis teknikal, pola tersebut sering kali menjadi sinyal awal bahwa tren naik mulai terbentuk setelah fase pelemahan. Munculnya pola ini menunjukkan bahwa pembeli mulai mengambil alih kendali pasar dan berusaha mempertahankan harga di atas level support yang ada. "Selama support tetap terjaga, peluang penguatan emas masih cukup besar. Struktur pergerakan harga saat ini masih mendukung skenario kenaikan dalam jangka pendek," kata Geraldo dari hasil analisisnya. Berdasarkan proyeksi teknikal, target kenaikan terdekat berada di area resistance 4.095. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan volume transaksi yang kuat, harga emas diperkirakan memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di kisaran 4.144. Sementara, indikator Stochastic masih bergerak di area overbought atau jenuh beli. Walaupun kondisi tersebut biasanya menjadi tanda bahwa harga sudah naik cukup tinggi, hingga kini belum terlihat adanya sinyal yang menunjukkan pelemahan momentum maupun pembalikan arah. Selama tekanan beli masih mendominasi, pergerakan naik diperkirakan masih dapat berlanjut. Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek ketika harga mendekati area resistance. Tidak menutup kemungkinan sebagian pelaku pasar akan melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah kenaikan yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir. Koreksi seperti ini umumnya bersifat sementara sebelum pasar kembali menentukan arah pergerakan berikutnya. Selain didukung oleh faktor teknikal, prospek kenaikan harga emas juga mendapat dorongan dari sejumlah sentimen fundamental. Salah satunya adalah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi pasar keuangan. Perlambatan pertumbuhan ekonomi di beberapa negara, ketegangan geopolitik, serta tingginya volatilitas pasar membuat investor cenderung mencari aset yang dinilai lebih aman. Dalam situasi seperti ini, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih sebagai aset safe haven. Ketika tingkat ketidakpastian meningkat, permintaan terhadap logam mulia biasanya ikut naik sehingga mampu memberikan dorongan positif terhadap harga. Faktor lain yang berpotensi menopang kenaikan emas adalah pelemahan dolar Amerika Serikat. Ketika nilai tukar dolar menurun, harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Kondisi tersebut biasanya mendorong peningkatan permintaan sehingga harga emas memiliki peluang untuk bergerak lebih tinggi. Selain itu, pasar juga mulai mencermati kemungkinan perubahan arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Jika ekspektasi terhadap penurunan suku bunga kembali menguat, maka tekanan terhadap dolar AS diperkirakan akan berkurang. Situasi ini umumnya memberikan dampak positif bagi emas karena investor mulai beralih ke aset yang dianggap mampu menjaga nilai investasi. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield) juga menjadi faktor yang mendukung prospek emas. Ketika imbal hasil obligasi turun, biaya peluang untuk memiliki emas menjadi lebih rendah sehingga logam mulia kembali menarik bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi portofolio. Tetapi, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan berbagai data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis dalam waktu dekat. Data inflasi, tenaga kerja, hingga aktivitas sektor manufaktur masih menjadi indikator penting yang dapat memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve sekaligus menentukan pergerakan dolar AS dan harga emas. Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai peluang penguatan emas masih lebih dominan dibandingkan potensi pelemahannya dalam jangka pendek. Dari sisi teknikal, terbentuknya support yang kuat, munculnya valid swing low, serta masih kuatnya momentum beli memberikan sinyal positif bagi pergerakan harga.

Indonesia Buka Akses Lebih Luas bagi Investor Eurasia Lewat Innoporm 2026 Internasional
Internasional
10 jam yang lalu

Indonesia Buka Akses Lebih Luas bagi Investor Eurasia Lewat Innoporm 2026

Jakarta, katakabar.com - Kehadiran Indonesia sebagai Official Partner Country pada Innoprom 2026 membuka akses langsung bagi investor dan pelaku usaha Eurasia untuk menjajaki peluang kemitraan industri di Indonesia, yang kini bergerak di bawah kerangka kebijakan industri baru, Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN). Innoprom 2026 yang akan berlangsung pada 6 hingga 9 Juli 2026 nanti di Ekaterinburg, Rusia, menjadi titik temu antara pelaku industri Eurasia dan ekosistem industrialisasi Indonesia yang tengah bertransformasi. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan Indonesia tidak lagi hanya menawarkan potensi pasar, tetapi juga menghadirkan arah pembangunan industri yang jelas dan terukur. “Melalui Strategi Baru Industrialisasi Nasional, Indonesia membangun fondasi industri yang lebih kuat, modern, dan berkelanjutan. Kami membuka ruang yang luas bagi kemitraan internasional yang mampu menghadirkan investasi berkualitas, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas industri nasional,” ujarnya. SBIN merupakan respon Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terhadap perubahan ekonomi global yang semakin cepat, mulai dari percepatan digitalisasi, transisi energi, hingga pergeseran rantai pasok global, sekaligus menjadi peta jalan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Strategi ini berpijak pada visi pembangunan nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, dan menjadi panduan utama dalam menjalankan industrialisasi yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan. SBIN akan menjalankan empat prioritas yang membuka ruang kemitraan bagi investor Eurasia di berbagai sektor industri Indonesia. Empat pilar prioritas tersebut termasuk penguatan produksi manufaktur bernilai tambah lebih dari sumber daya alam, penguasaan teknologi industri melalui peta jalan Making Indonesia 4.0, industrialisasi hijau dan pengembangan sumber daya manusia industri. Direktur Jenderal Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII), Tri Supondy, menuturkan keikutsertaan Indonesia di Innoprom 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra industri jangka panjang bagi kawasan Eurasia. “Tujuan utama keikutsertaan Indonesia di Innoprom 2026 adalah untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra industri jangka panjang bagi kawasan Eurasia. Pada pameran ini, Indonesia akan memperkenalkan SBIN yang memungkinkan Indonesia untuk membangun ekosistem manufaktur yang terstruktur, transparan, dan lebih terbuka bagi kolaborasi internasional,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, di pekan keempat Juni 2026 lalu. Indonesia memasuki Innoprom 2026 dengan posisi yang kuat sebagai negara manufaktur terbesar di Asia Tenggara. Nilai Tambah Manufaktur (Manufacturing Value Added/MVA) Indonesia mencapai USD 265 miliar, menempatkan Indonesia pada peringkat ke 13 dunia. Ekspor manufaktur nonmigas Indonesia hingga Agustus 2025 mencapai USD 147,9 miliar atau hampir 80 persen dari total ekspor nasional. Basis industri inilah yang menjadi fondasi konkret dari kehadiran Indonesia di Ekaterinburg. Partisipasi Indonesia di Innoprom 2026 akan membawa lebih dari 50 pelaku industri yang siap membuka peluang kemitraan yang konkret bagi pelaku industri dan investor di Eurasia. Terdapat empat peluang kerja sama utama yang ditawarkan Indonesia kepada mitra Eurasia. Pertama, kemitraan teknologi dan alih teknologi bagi perusahaan yang memiliki keunggulan di bidang mesin industri, sistem otomasi, petrokimia, dan material untuk berkolaborasi dengan industri nasional yang sedang mempercepat modernisasi proses produksinya melalui zona paviliun industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika (ILMATE) serta industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT). Kedua, peluang investasi langsung di kawasan industri yang telah siap beroperasi dan dikelola secara profesional, dengan dukungan kepastian regulasi yang diperkuat melalui Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN). Ketiga, kerja sama dalam pengembangan rantai pasok hilirisasi komoditas strategis seperti nikel, bauksit, tembaga, kobalt, dan lithium yang membuka kebutuhan besar akan teknologi pengolahan dan rekayasa material. Keempat, kolaborasi di sektor agro dan pangan bernilai tambah melalui zona paviliun AGRO, yang menawarkan peluang kemitraan di bidang teknologi pengolahan pangan, logistik, hingga perluasan akses distribusi dan pasar. Melalui partisipasi sebagai Official Partner Country, Indonesia tidak hanya menampilkan capaian industrinya, tetapi juga menawarkan kerangka kerja sama yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Dengan dukungan SBIN, Innoprom 2026 diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan investasi, transfer teknologi, serta kemitraan industri jangka panjang yang memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai manufaktur global.

Dari Nol hingga 1,8 Juta Pengguna: The Genesis Tandai Babak Baru Pertumbuhan dan Kolaborasi Ekosistem FLOQ Nasional
Nasional
11 jam yang lalu

Dari Nol hingga 1,8 Juta Pengguna: The Genesis Tandai Babak Baru Pertumbuhan dan Kolaborasi Ekosistem FLOQ

Jakarta, katakabar.com - Industri aset digital Indonesia memasuki fase perkembangan yang semakin matang.  Setelah bertahun-tahun didorong oleh pertumbuhan pengguna ritel dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap aset digital, industri kini bergerak menuju babak baru yang ditandai oleh meningkatnya partisipasi institusi, penguatan kerangka regulasi, serta hadirnya berbagai inovasi yang menghubungkan teknologi blockchain dengan sistem keuangan yang lebih luas. Di tengah transformasi tersebut, FLOQ merayakan satu tahun perjalanannya melalui acara bertajuk The Genesis, sebuah momentum yang tidak hanya menjadi refleksi atas pencapaian perusahaan selama tahun pertama, tetapi juga menandai dimulainya fase pertumbuhan berikutnya bagi perusahaan dan ekosistem aset digital Indonesia. Kurang dari satu tahun sejak diluncurkan, FLOQ telah melayani lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar, memperoleh pendanaan strategis sebesar USD 11,3 juta, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra global dan institusional. Tetapi bagi FLOQ, pencapaian tersebut bukanlah tujuan akhir. “Tahun pertama adalah fase pembuktian,” ujar Yudhono Rawis, Founder & CEO FLOQ. “Pembuktian bahwa kami mampu membangun platform yang dipercaya jutaan pengguna. Pembuktian bahwa pertumbuhan dapat dicapai tanpa mengorbankan tata kelola, kepatuhan, dan kepercayaan. Tetapi yang lebih penting, tahun pertama memberikan fondasi bagi apa yang ingin kami bangun ke depan," ucapnya. Dari Adopsi Menuju Integrasi Menurut Yudhono, salah satu perubahan terbesar yang terjadi dalam industri aset digital saat ini adalah bergesernya fokus dari sekadar adopsi menuju integrasi. Beberapa tahun lalu, percakapan industri masih berpusat pada edukasi dan bagaimana memperkenalkan aset digital kepada masyarakat. Hari ini, diskusi telah berkembang jauh lebih luas, mencakup tata kelola, perlindungan konsumen, stablecoin, tokenisasi , aset dunia nyata, hingga bagaimana aset digital dapat menjadi bagian dari sistem keuangan masa depan. “Pertanyaannya bukan lagi apakah aset digital akan menjadi bagian dari masa depan. Pertanyaannya adalah bagaimana kita membangun institusi, infrastruktur, dan ekosistem yang mampu mendukung masa depan tersebut secara bertanggung jawab,” lanjutnya. Sebagai pelaku industri yang juga aktif dalam berbagai forum pengembangan ekosistem, FLOQ melihat pertumbuhan industri ke depan akan semakin ditentukan oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kepercayaan, mendorong inovasi, dan menciptakan kolaborasi yang berkelanjutan. Memasuki Babak Baru Lewat Kolaborasi Strategis Sebagai bagian dari fase pertumbuhan berikutnya, FLOQ memperkenalkan sejumlah kolaborasi strategis yang mencerminkan arah perkembangan industri aset digital global. Salah satunya adalah kolaborasi dengan Ripple dengan menghadirkan Ripple USD (RLUSD), stablecoin enterprise-grade yang dikembangkan oleh Ripple, di ekosistem aset digital Indonesia. Kehadiran RLUSD mencerminkan semakin pentingnya stablecoin sebagai infrastruktur keuangan digital yang menjembatani efisiensi teknologi blockchain dengan kebutuhan dunia nyata, termasuk pembayaran lintas batas, manajemen likuiditas, dan akses terhadap aset berbasis dolar AS. FLOQ juga mendorong kolaborasi dengan Ondo Finance, yang merepresentasikan salah satu tren paling signifikan dalam industri saat ini, yaitu tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets). Perkembangan ini membuka peluang bagi akses yang lebih luas terhadap instrumen keuangan yang sebelumnya hanya tersedia bagi segmen tertentu. Menurut FLOQ, kedua perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana industri aset digital semakin bergerak dari fase spekulasi menuju fase utilitas, integrasi, dan adopsi yang lebih luas. Membangun Ekosistem, Bukan Hanya Perusahaan FLOQ meyakini masa depan industri tidak akan dibangun oleh satu perusahaan secara sendiri-sendiri. Pertumbuhan yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi antara platform, regulator, institusi, penyedia teknologi, penyedia infrastruktur, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang berperan dalam membentuk fondasi industri. Sepanjang tahun pertamanya, FLOQ memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra ekosistem termasuk Ripple, Ondo Finance, E-Cloud Valley, Verihubs, dan Adjust, yang mendukung tokenisasi aset dunia nyata, infrastruktur cloud, identitas digital, keamanan, analitik, dan skalabilitas platform. “Kolaborasi bukan sekadar menghadirkan logo dalam sebuah acara. Kolaborasi adalah bagaimana berbagai pihak dengan keahlian yang berbeda dapat bekerja bersama untuk menciptakan nilai yang lebih besar bagi pengguna dan industri,” terang Yudhono. The Genesis: Awal dari Babak Berikutnya Tema The Genesis dipilih bukan untuk merayakan akhir dari sebuah perjalanan, melainkan untuk menandai sebuah permulaan.  Jika tahun pertama merupakan fase membangun fondasi dan memperoleh kepercayaan pengguna, maka babak berikutnya adalah bagaimana fondasi tersebut digunakan untuk menciptakan dampak yang lebih besar bagi masyarakat, industri, dan masa depan ekonomi digital Indonesia. Ke depan, FLOQ akan terus berfokus pada pengembangan produk, perluasan kolaborasi strategis, peningkatan pengalaman pengguna, serta kontribusi terhadap pertumbuhan industri yang lebih matang, inklusif, dan berkelanjutan. “Pada akhirnya, kami tidak hanya ingin membangun perusahaan yang lebih besar,” tutup Yudhono. “Kami ingin membantu membangun ekosistem yang lebih kuat. The Genesis bukanlah perayaan atas apa yang telah kami capai. Ini adalah awal dari apa yang sedang kami bangun," sebutnya.

Bitcoin Masih Berisiko Turun ke US$50.000 Meski Peluang Rebound Belum Tertutup Internasional
Internasional
12 jam yang lalu

Bitcoin Masih Berisiko Turun ke US$50.000 Meski Peluang Rebound Belum Tertutup

Jakarta, katakabar.com - FLOQ merilis laporan Market Outlook pekan keempat Juni 2026 yang menunjukkan bahwa pasar kripto masih berada dalam fase ketidakpastian tinggi setelah Bitcoin (BTC) kehilangan level psikologis US$60.000. Meski harga sempat pulih ke kisaran US$62.000, FLOQ menilai pergerakan tersebut belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren. Tekanan terhadap pasar kripto saat ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor makroekonomi global, keluarnya dana investor institusi dari Spot Bitcoin ETF, hingga meningkatnya perhatian pasar terhadap perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat melalui CLARITY Act. Menurut Yudhono Rawis, CEO & Founder FLOQ, investor perlu melihat kondisi pasar secara lebih menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada pergerakan harga harian. "Breakdown di bawah US$60.000 memang menjadi sinyal penting karena level tersebut selama ini dipandang sebagai support psikologis Bitcoin. Namun, investor juga perlu memahami bahwa pergerakan pasar saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor makro global dibandingkan fundamental Bitcoin itu sendiri. Karena itu, kami melihat fase saat ini sebagai periode konfirmasi, bukan titik untuk mengambil keputusan secara emosional," ujar Yudho. Tekanan Makro Masih Mendominasi Pergerakan Bitcoin Dalam laporan tersebut, FLOQ menjelaskan bahwa penurunan Bitcoin pada 24 Juni hingga menyentuh level intraday US$59.023 dipicu oleh beberapa faktor yang terjadi secara bersamaan. Penguatan dolar Amerika Serikat, kenaikan imbal hasil US Treasury setelah sikap hawkish Federal Reserve, serta aksi jual pada saham-saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong investor global mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto. Kondisi tersebut diperparah oleh likuidasi lebih dari US$850 juta dalam waktu 24 jam, yang sebagian besar berasal dari posisi long berleverage. Efek domino dari likuidasi tersebut turut menekan Ethereum (ETH), Solana (SOL), XRP, hingga saham perusahaan yang memiliki eksposur besar terhadap Bitcoin. Secara teknikal, Bitcoin juga masih diperdagangkan di bawah sejumlah indikator moving average utama, sehingga struktur downtrend dinilai masih aktif. Area US$64.000 kini menjadi resistance penting yang harus ditembus sebelum pasar dapat mengonfirmasi pemulihan yang lebih kuat. Bitcoin Treasury Mulai Menghadapi Ujian Selain pergerakan harga Bitcoin, FLOQ juga menyoroti tekanan yang mulai dirasakan perusahaan-perusahaan dengan strategi Bitcoin Treasury seperti Strategy dan Strive. Perusahaan-perusahaan tersebut diketahui melakukan akumulasi Bitcoin pada harga rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan harga pasar saat ini. Di tengah pelemahan harga, investor mulai mempertanyakan keberlanjutan model pendanaan berbasis leverage maupun preferred equity yang digunakan untuk membiayai pembelian Bitcoin. Menurut FLOQ, tantangan terbesar bukan hanya berasal dari potensi unrealized loss, tetapi juga kewajiban pembayaran dividen dan kebutuhan likuiditas apabila pasar bearish berlangsung lebih lama. "Model Bitcoin Treasury belum pernah benar-benar diuji dalam periode penurunan harga yang panjang. Apabila tekanan harga terus berlanjut, investor akan mulai lebih memperhatikan kemampuan perusahaan dalam mengelola arus kas dibanding sekadar jumlah Bitcoin yang dimiliki," jelas Yudho. Outflow ETF Menunjukkan Investor Institusi Masih Berhati-hati FLOQ mencatat Spot Bitcoin ETF masih mengalami tekanan dengan outflow kumulatif sekitar US$6 miliar dalam enam minggu terakhir. Meski sempat terjadi inflow pada 23 Juni, jumlah tersebut dinilai belum cukup untuk membalikkan tren. FLOQ menilai pasar membutuhkan arus dana masuk yang konsisten sebelum dapat menyimpulkan bahwa tekanan jual mulai mereda. Di sisi lain, data on-chain masih menunjukkan aktivitas akumulasi oleh long-term holder dan whale. Namun, akumulasi tersebut belum mampu mengimbangi tekanan dari redemption ETF. CLARITY Act Berpotensi Jadi Katalis Terbesar Tahun Ini Di tengah tekanan jangka pendek, FLOQ menilai perkembangan CLARITY Act masih menjadi katalis positif terbesar bagi pasar aset digital sepanjang tahun 2026. Teks final regulasi tersebut dijadwalkan dirilis pada awal Juli sebelum memasuki tahap floor vote pada bulan yang sama. Apabila berhasil disahkan, Bitcoin dan Ethereum berpotensi memperoleh kepastian hukum sebagai digital commodity di bawah pengawasan Commodity Futures Trading Commission (CFTC). "Pasar saat ini sedang mencari katalis baru. Jika CLARITY Act berhasil disahkan, dampaknya bukan hanya terhadap harga Bitcoin dalam jangka pendek, tetapi juga terhadap meningkatnya kepastian regulasi yang selama ini menjadi perhatian investor institusi. Ini berpotensi menjadi fondasi pertumbuhan industri aset digital dalam jangka panjang," sebut Yudho. Tiga Skenario Bitcoin Waktu Dekat Dalam Market Outlook pekan ini, FLOQ memetakan tiga kemungkinan pergerakan Bitcoin dalam beberapa minggu ke depan. Skenario pertama adalah recovery terkonfirmasi, apabila Bitcoin mampu bertahan di atas US$62.000 selama lebih dari tiga hari berturut-turut, didukung inflow ETF yang kembali positif, data inflasi PCE Amerika Serikat yang melandai, serta stabilnya Nasdaq. Dalam kondisi tersebut, Bitcoin berpotensi bergerak menuju kisaran US$64.000 hingga US$68.000. Skenario kedua adalah konsolidasi, di mana Bitcoin diperkirakan bergerak dalam rentang US$59.000 - US$63.000 sambil menunggu perkembangan data ekonomi dan regulasi. Sementara, skenario ketiga adalah breakdown lanjutan apabila Bitcoin kembali kehilangan level US$59.000 dengan volume transaksi yang besar. Dalam kondisi tersebut, target koreksi menuju US$50.000 - US$51.000 dinilai semakin realistis. Investor Diminta Tetap Kedepankan Manajemen Risiko FLOQ mengimbau investor untuk tetap disiplin dalam menerapkan manajemen risiko selama volatilitas pasar masih tinggi. Investor pemula disarankan menghindari panic selling maupun keputusan investasi yang didorong oleh euforia sesaat. Bagi investor jangka panjang, strategi akumulasi bertahap atau Dollar Cost Averaging (DCA) masih dapat dipertimbangkan selama dilakukan sesuai profil risiko dan tujuan investasi. Sedang, trader jangka pendek disarankan menunggu konfirmasi arah pasar, khususnya di area US$62.000 - US$63.000 yang masih menjadi level penentu dalam waktu dekat. "Volatilitas merupakan bagian dari karakter pasar kripto. Yang membedakan investor yang berhasil bukanlah kemampuan menebak harga berikutnya, melainkan kemampuan mengelola risiko dan tetap disiplin terhadap strategi investasi yang telah dibuat," tutup Yudho. Disclaimer: Laporan Market Outlook FLOQ disusun berdasarkan data publik hingga 25 Juni 2026 dan bertujuan sebagai informasi serta edukasi. Seluruh informasi dalam laporan ini bukan merupakan rekomendasi investasi maupun ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Cara Atasi Inflasi agar Gaji Tidak Habis Percuma Ekonomi
Ekonomi
13 jam yang lalu

Cara Atasi Inflasi agar Gaji Tidak Habis Percuma

Jakarta, katakabar.com - Cara mengatasi inflasi bukan hanya dengan meningkatkan penghasilan, tetapi  memastikan uang yang dimiliki dikelola dengan tepat. Tidak sedikit orang yang merasa gajinya terus naik dari tahun ke tahun, tetapi kondisi tabungannya justru tidak banyak berubah. Fenomena ini cukup umum terjadi. Ketika pendapatan meningkat, pengeluaran sering kali ikut naik. Di sisi lain, harga barang dan jasa juga terus mengalami penyesuaian akibat inflasi. Akibatnya, kenaikan gaji yang diperoleh terasa tidak terlalu berdampak pada kondisi keuangan secara keseluruhan. Lalu, bagaimana cara menghadapi inflasi agar keuangan tetap sehat dan tujuan finansial tetap berjalan? Apa Itu Inflasi? Inflasi adalah kondisi ketika harga barang dan jasa mengalami kenaikan secara umum pada periode tertentu. Ketika inflasi terjadi, daya beli uang akan menurun. Dengan jumlah uang yang sama, barang atau jasa yang bisa dibeli menjadi lebih sedikit dibanding sebelumnya. Sebagai contoh, jika beberapa tahun lalu Rp50.000 cukup untuk membeli kebutuhan tertentu, belum tentu jumlah yang sama masih memiliki daya beli yang setara saat ini. Lantaran itu, memahami cara mengatasi inflasi menjadi penting agar kondisi keuangan tidak tertinggal oleh kenaikan harga. Kenapa Gaji Naik Tapi Tabungan Tetap Stagnan? Ada beberapa alasan yang sering menyebabkan kondisi tersebut. 1. Pengeluaran Ikut Naik Saat penghasilan meningkat, banyak orang tanpa sadar meningkatkan gaya hidup. Misalnya: - Lebih sering makan di luar - Upgrade gadget - Menambah langganan hiburan - Belanja lebih sering Kondisi ini dikenal sebagai lifestyle inflation atau inflasi gaya hidup. 2. Tidak Memiliki Anggaran yang Jelas Tanpa perencanaan keuangan, kenaikan gaji sering kali habis begitu saja untuk berbagai pengeluaran yang tidak terkontrol. Akibatnya, porsi tabungan tidak ikut bertambah meskipun penghasilan meningkat. 3. Seluruh Dana Hanya Disimpan di Rekening Transaksi Menyimpan seluruh dana dalam satu rekening memang praktis, tetapi sering kali membuat uang lebih mudah digunakan untuk kebutuhan yang sebenarnya tidak direncanakan. Karena itu, penting untuk memisahkan dana berdasarkan tujuan keuangan masing-masing. Cara Mengatasi Inflasi Agar Keuangan Tetap Bertumbuh 1. Tingkatkan Porsi Tabungan Saat Gaji Naik Setiap kali mendapatkan kenaikan gaji, coba tingkatkan porsi tabungan terlebih dahulu sebelum menambah pengeluaran lainnya. Misalnya: - Kenaikan gaji Rp500.000 - Alokasikan sebagian untuk tabungan atau investasi - Sisanya digunakan untuk kebutuhan lain Cara sederhana ini dapat membantu kondisi keuangan berkembang lebih cepat. 2. Bangun Dana Darurat Dana darurat menjadi salah satu fondasi penting dalam perencanaan keuangan. Dana ini dapat membantu menghadapi kondisi tidak terduga seperti: - Kehilangan pekerjaan - Biaya kesehatan - Kerusakan kendaraan - Kebutuhan mendesak lainnya Dengan dana darurat yang memadai, tujuan keuangan jangka panjang tidak mudah terganggu. 3. Pisahkan Uang Berdasarkan Tujuan Membagi dana sesuai tujuan dapat membantu pengelolaan keuangan menjadi lebih terstruktur. Misalnya: - Dana darurat - Dana liburan - Dana pendidikan - Dana investasi - Dana kebutuhan harian Cara ini membantu mengurangi risiko penggunaan dana yang tidak sesuai peruntukannya. 4. Evaluasi Pengeluaran Secara Berkala Luangkan waktu untuk meninjau pengeluaran setiap bulan. Perhatikan apakah terdapat: - Langganan yang jarang digunakan - Pengeluaran impulsif - Biaya yang dapat dikurangi Penghematan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar dalam jangka panjang. 5. Pertimbangkan Diversifikasi Aset Selain menabung, sebagian masyarakat memilih mengalokasikan dana ke berbagai instrumen sesuai tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing. Diversifikasi membantu mengurangi ketergantungan pada satu jenis aset saja dalam perencanaan keuangan jangka panjang. Emas Masih Jadi Pilihan Banyak Orang Salah satu instrumen yang sering dipilih masyarakat untuk tujuan jangka panjang adalah emas. Alasannya karena emas telah lama dikenal sebagai salah satu aset yang digunakan untuk menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang. Saat ini, pembelian emas juga semakin mudah karena dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi. Namun perlu dipahami bahwa harga emas dapat mengalami kenaikan maupun penurunan sesuai kondisi pasar. Karena itu, emas tetap perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing. Investasi Emas Online Kini Lebih Praktis Menghadapi inflasi tidak selalu berarti harus mencari penghasilan tambahan yang lebih besar. Kamu juga perlu tahu bagaimana mengelola uang yang sudah dimiliki agar lebih terencana dan sesuai tujuan keuangan. Bagi yang ingin mulai mengenal investasi emas, Investasi emas online neobank dapat menjadi salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan. Melalui aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce, pengguna dapat membeli emas digital dari mitra yaitu Treasury dan Lakuemas. Bisa beli dengan nominal kecil dan memantau perkembangan investasi langsung melalui smartphone. Sebelum berinvestasi, pastikan kamu memahami karakteristik produk, manfaat, biaya, risiko, serta ketentuan yang berlaku. Harga emas dapat naik maupun turun sesuai kondisi pasar sehingga investasi perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing. Investasi mengandung risiko. Calon investor wajib memahami informasi produk sebelum melakukan transaksi investasi. Jika ingin mempelajari fitur Emas di neobank, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link https://s.id/infoneoemas PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Berita Daerah

Sorotan terbaru dari berbagai wilayah