Institusi Makin Dominan, CEO FLOQ: Retail Tetap Motor Pasar Kripto
Bali, katakabar.com - Pertumbuhan keterlibatan investor institusi diperkirakan bakal mengubah struktur pasar aset kripto pada siklus berikutnya. Namun, besarnya modal institusional tidak serta-merta menghilangkan peran investor retail yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama aktivitas dan adopsi aset digital. CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai institusi dan retail justru akan memainkan dua fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi. Modal institusional berpotensi memperkuat fondasi dan kedalaman pasar, sementara investor retail memberikan kecepatan sekaligus memperluas partisipasi. “Institusi akan memainkan peran yang semakin signifikan dalam siklus berikutnya. Mereka akan membantu membentuk price floor dan memberikan kedalaman pada pasar. Namun, jika kita ingin membawa kripto menjadi kelas aset yang jauh lebih besar, partisipasi retail tetap dibutuhkan. Institusi bisa membangun fondasinya, tetapi retail yang akan memberikan velocity pada pasar,” kata Yudho. Pandangan tersebut disampaikan Yudho dalam panel bertajuk “Is the Bull Market Dead, or Just Resting?” pada CoinFest Asia 2026 di Bali, 21 Agustus 2026. Panel tersebut membahas kondisi pasar serta bagaimana perubahan struktur industri dapat membentuk siklus aset digital berikutnya. Dalam panel tersebut, Yudho berbagi panggung bersama CEO dan Co-Founder Nansen Alexander Svanevik, Co-Founder Yellow Alexis Sirkia, serta Founder Polyburg Andreas Tobing, dengan Felita Setiawan sebagai moderator. Perspektif Yudho dalam diskusi berfokus pada bagaimana perkembangan pasar global dapat diterjemahkan menjadi strategi yang lebih relevan bagi investor, mulai dari pemula hingga profesional. Indonesia Tunjukkan Kekuatan Retail Menurut Yudho, Indonesia menjadi salah satu contoh bagaimana besarnya basis investor retail dapat menciptakan dinamika pasar yang berbeda dibandingkan negara dengan industri keuangan digital yang lebih matang. “Banyak orang mulai menyerah pada retail, bahkan bagi pelaku industri mungkin lebih mudah untuk hanya berfokus pada institusi. Namun kenyataannya, retail masih merupakan pasar yang sangat besar. Di pasar yang relatif muda seperti Indonesia, masuknya investor retail dalam jumlah besar dapat menjadi salah satu motor utama pertumbuhan berikutnya,” ucapnya. Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperlihatkan besarnya basis tersebut. Hingga Juni 2026, jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital di Indonesia mencapai 22,69 juta, naik 1,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 22,40 juta akun. Aktivitas transaksinya juga menguat. Nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp28,58 triliun sepanjang Juni 2026, meningkat 24,20 persen dibandingkan Mei 2026 sebesar Rp23,01 triliun. Perkembangan tersebut menunjukkan meski harga aset kripto mengalami berbagai fase naik dan turun, basis pengguna domestik masih terus bertumbuh. Bagi Yudho, kondisi itu penting karena siklus pasar berikutnya kemungkinan tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal yang masuk, tetapi juga seberapa luas teknologi dan aset digital digunakan masyarakat. Institusi Mulai Kembali Masuk Di tingkat global, sinyal kembalinya modal institusi juga mulai terlihat. Survei CoinShares terhadap investor yang mengelola sekitar US$1,16 triliun aset menunjukkan alokasi aset digital dalam portofolio meningkat menjadi 1,2 persen pada survei Juli 2026. Kenaikan tersebut merupakan yang pertama sejak aksi jual pada Oktober 2025 dan, menurut CoinShares, sepenuhnya didorong oleh peningkatan alokasi investor institusi. Arus modal produk investasi aset digital juga kembali menguat. CoinShares mencatat produk investasi aset digital memperoleh sekitar US$2,2 miliar dalam sepekan hingga 20 Agustus 2026, menjadi arus masuk mingguan terbesar sepanjang tahun berjalan. Dari jumlah tersebut, sekitar US$1,6 miliar mengalir ke produk berbasis Bitcoin. Kondisi ini menguatkan pandangan bahwa institusi semakin menjadi bagian permanen dari struktur pasar kripto, bukan sekadar peserta yang masuk saat harga meningkat. Tetapi, Yudho mengingatkan bahwa institusionalisasi pasar bukan berarti siklus berikutnya akan sepenuhnya menjadi permainan investor besar. “Saya melihat institusi akan semakin kuat dalam menentukan fondasi pasar, tetapi gelombang berikutnya tetap membutuhkan kelompok investor kelas menengah atas dan investor retail. Mereka yang nantinya memperluas partisipasi dan membawa pasar ke skala berikutnya,” jelasnya. Siklus Berikutnya Bisa Berbeda Yudho juga menilai perdebatan mengenai apakah pasar saat ini masih berada dalam fase bull market atau telah memasuki bear market bukan satu-satunya pertanyaan yang relevan. Struktur pasar aset digital kini semakin kompleks. Bitcoin tidak lagi hanya dipengaruhi pola halving dan aktivitas perdagangan retail. Likuiditas global, ETF, derivatif, stablecoin, neraca perusahaan hingga aktivitas onchain kini ikut mempengaruhi pembentukan harga. Karena itu, siklus berikutnya berpotensi memiliki karakter berbeda dengan siklus kripto sebelumnya. Yudho menekankan pentingnya melihat positioning, manajemen risiko, konsistensi investasi dan adopsi struktural ketimbang mencoba menebak secara tepat titik tertinggi maupun terendah pasar. Perubahan juga terlihat dari cara investor retail memperoleh eksposur terhadap aset digital. Investor baru ke depan tidak harus selalu memulai perjalanan dari Bitcoin atau aset kripto spekulatif. Stablecoin, saham yang ditokenisasi hingga berbagai produk keuangan berbasis blockchain membuka pintu masuk baru menuju ekonomi onchain. “Gelombang berikutnya tidak hanya soal membawa lebih banyak orang masuk ke kripto. Kita juga bisa melihat semakin banyak bagian dari sistem keuangan yang masuk ke onchain,” tutur Yudho. Pandangan tersebut sejalan dengan berkembangnya tokenisasi aset tradisional. Tokenized stocks dan ETF disebut sebagai bagian dari evolusi portofolio digital, sehingga diversifikasi ke depan tidak lagi hanya berarti memiliki Bitcoin, Ether dan sejumlah altcoin, tetapi dapat mencakup stablecoin, aset pasar modal yang ditokenisasi serta instrumen lindung nilai bagi investor yang lebih berpengalaman. Yudho menilai perkembangan tersebut dapat memperbesar pasar potensial aset digital sekaligus menjembatani dunia keuangan tradisional dengan infrastruktur blockchain. “Bagian paling menarik dari tokenisasi adalah ketika suatu hari investor tidak lagi harus memilih apakah dirinya investor TradFi atau investor kripto. Infrastruktur digital memungkinkan berbagai kelas aset berada dalam satu portofolio,” terangnya. Meski optimistis terhadap perkembangan tersebut, Yudho menekankan bertambahnya pilihan produk harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi dan kedewasaan investor. Bagi investor baru, disiplin, pengelolaan risiko dan kemampuan bertahan melalui berbagai kondisi pasar dinilai lebih penting daripada mengejar momentum harga jangka pendek. Pada akhirnya, kata CEO FLOQ, institusi mungkin akan memberikan fondasi yang semakin kuat bagi pasar aset digital. Namun, skala ekonomi kripto selanjutnya tetap sangat bergantung pada apakah produk tersebut mampu menjangkau jutaan investor baru dan menjadi bagian dari aktivitas keuangan mereka. “Institusi akan membangun lantainya. Tetapi retail yang akan memberikan kecepatan pada pasar," tambahnya.
Dr. Dhiraj Kelly Sawlani, CTA, WPA, dan NS Trade Siapkan Program Permodalan bagi 200 Trader Berpengalaman
Jakarta, katakabar.com - Dr. Dhiraj Kelly Sawlani, CTA, WPA, resmi menjalin kerja sama strategis dengan NS Trade untuk menyelenggarakan program pencarian dan permodalan bagi 200 trader berpengalaman di Indonesia. Program ini ditujukan kepada trader yang telah memiliki pengalaman nyata di pasar keuangan, memahami manajemen risiko, serta mampu menunjukkan strategi dan performa trading yang konsisten. Peserta yang lolos seluruh tahapan seleksi berkesempatan memperoleh dukungan modal untuk mengembangkan aktivitas trading secara lebih terukur dan profesional. Dr. Dhiraj Kelly Sawlani menjelaskan bahwa program tersebut hadir sebagai respons terhadap banyaknya trader potensial yang memiliki kemampuan, tetapi masih menghadapi keterbatasan modal. Fokus pada Disiplin dan Manajemen Risiko Dalam program ini, penekanan utama diberikan pada aspek kedisiplinan dan pengelolaan risiko, bukan sekadar mencari profit dalam waktu singkat. Kolaborasi ini bertujuan melatih trader agar mampu menjaga modal dalam jangka panjang. “Kami tidak sekadar mencari trader yang mampu menghasilkan profit besar dalam waktu singkat. Kami mencari trader berpengalaman yang disiplin, konsisten, memahami risiko, dan mampu menjaga modal dalam berbagai kondisi pasar,” ujar Dr. Dhiraj Kelly Sawlani, CTA, WPA. Melalui kolaborasi ini, Dr. Dhiraj Kelly Sawlani akan memberikan perspektif strategis dalam aspek manajemen risiko, perlindungan modal, dan pengembangan ekosistem trader. Sementara itu, NS Trade akan berperan dalam proses identifikasi, seleksi, evaluasi, serta pendampingan terhadap calon trader yang mengikuti program. Tahapan Evaluasi dan Seleksi Ketat Proses seleksi direncanakan mencakup beberapa tahapan, antara lain: verifikasi identitas dan pengalaman trading, evaluasi rekam jejak atau histori transaksi, penilaian strategi dan sistem trading, pengujian disiplin serta konsistensi, evaluasi manajemen risiko dan batas penurunan modal, serta masa pemantauan sebelum pemberian atau peningkatan alokasi modal. NS Trade menegaskan indikator utama dalam seleksi bukan hanya tingkat keuntungan, tetapi juga kemampuan trader dalam mengendalikan risiko, membatasi kerugian, dan menjaga stabilitas performa. “Trader yang kami cari adalah mereka yang memiliki sistem jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Program ini diharapkan menjadi jembatan antara trader berpengalaman dan akses terhadap modal yang dikelola dengan tata kelola risiko yang baik,” kata perwakilan NS Trade. Membangun Ekosistem Trading Profesional Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem trading Indonesia yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi jangka panjang. Selain memperoleh kesempatan permodalan, trader terpilih akan mendapatkan evaluasi performa dan pendampingan dalam penerapan manajemen risiko. Program akan dibuka secara bertahap hingga mencapai target 200 trader terpilih. Informasi mengenai persyaratan, mekanisme seleksi, skema kerja sama, dan jadwal pendaftaran akan diumumkan melalui kanal resmi Dr. Dhiraj Kelly Sawlani dan NS Trade. Program ini bukan merupakan penawaran investasi, penghimpunan dana masyarakat, ataupun jaminan keuntungan. Seluruh aktivitas trading memiliki risiko kerugian. Peserta wajib memahami ketentuan program dan memenuhi persyaratan yang berlaku sebelum mendapatkan alokasi modal. Tentang Dr. Dhiraj Kelly Sawlani Dr. Dhiraj Kelly Sawlani, CTA, WPA, merupakan praktisi dan strategic consultant yang aktif mengembangkan edukasi mengenai manajemen risiko, pengelolaan modal, bisnis, dan investasi. Ia mengusung pendekatan yang menempatkan perlindungan modal, kedisiplinan, serta keberlanjutan sebagai fondasi utama dalam aktivitas trading. Tentang NS Trade NS Trade merupakan komunitas dan ekosistem edukasi trading yang berfokus pada pengembangan kemampuan trader melalui pembelajaran, evaluasi strategi, pendampingan, dan penerapan manajemen risiko. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai program ini, Anda dapat menghubungi Admin NS Trade melalui WhatsApp di +62 895-3066-5888 atau mengunjungi Instagram resmi di https://instagram.com/dhirajkelly.
Ungkap Perkara Sabu di Pematang Pudu, Reskrim Polsek Mandau Amankan Pria Bersama 18 Paket Sabu
Mandau, katakabar.com - Polsek Mandau mengungkap perkara tindak pidana penyalahgunaan narkotika di kawasan Jalan Bathin Betuah Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Jumat (28/8).sekitar pukul 19.30 WIB. Tim Opsnal Reskrim Polsek Mandau berhasil amana pri pengangguran belakangan diketahui bernama RK 30 tahun dan 18 paket sabu. "Pengungkapan perkara tindak pidana penyalahgunaan narkotika tersebut berawal Tim Opsnal dapat informasi terkait penyalahgunaan narkotika sabu di kawasan Jalan Bathin Betuah Kelurahan Pematang Pudu, Jumat (28/8) sekitar pukul 19.00 WIB," ujar Kapolsek Mandau, AKP I Made Pasek, diteruskan Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, kepada wartawan, Jumat malam. Setelah mendapat informasi Tim Opsnal menuju ke TKP, ujar Kasi Humae, tiba di sana petugas polisi mengamankan terduga pelaku berinisial RK, dan temukan delapan belas paket narkotika jenis sabu dengan rincian dua paket besar dan enam belas paket kecil narkotika jenis sabu didapat didalam jok motor sebanyak tujuh belas paket narkotika jenis sabu dan satu.paket narkotika jenis sabu di tangan pelaku. "Dari pengakuan pelaku barang narkotika jenis Sabu tersebut didapat dari IN," jelasnya. Atas kejadian tersebut pelaku dan barang bukti lainnya berupa satu unit handphone, satu timbangan digital, uang tunai Rp34 ribu, satu dompet kecil, satu honda sepeda motor merek Beat, dan satu tas sandang dibawa ke Polsek Mandau guna di lakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Pelaku tindak pidana penyalahgunaan barkotika jenis sabu dijerat Pasal 114 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Jo pasal 609 tentang penyesuaian pidana.
Bittime Merawat Komunitas Lewat Kampanye #FindBeagle di Coinfest Asia 2026
Bali, katakabar.com - Bittime, platform aset digital dan keuangan terdepan di Indonesia yang beroperasi sejak 2022, merayakan kedekatannya dengan komunitas kripto lokal maupun internasional lewat kampanye interaktif #FindBeagle yang digelar sepanjang Coinfest Asia 2026 di Pantai Melasti, Bali pada 20 hingga 21 Agustus 2026 lalu. Ini menjadi salah satu aktivasi treasure hunt komunitas kripto pertama yang dihadirkan sebuah platform aset digital lokal di ajang tersebut. Mengusung maskot Beagle sebagai ikon aktivasi, kampanye ini berhasil menarik antusiasme tinggi dari pengunjung, dengan lebih dari 100 peserta termasuk 20 KOL, berpartisipasi selama dua hari acara berlangsung. Untuk ikut serta, pengunjung cukup mengikuti tiga langkah mudah: - Find: Menemukan dan mendatangi maskot Beagle di area booth Bittime. - Snap: Mengambil foto atau video kreatif bersama maskot Beagle. - Post: Mengunggah hasil foto/video ke media sosial, menandai akun resmi @bittimexchange, dan menggunakan tagar resmi #FindBeagle. Para pemenang berkesempatan membawa pulang merchandise eksklusif Bittime, serta berbagi total hadiah senilai Rp500.000 dalam bentuk USDT. "Kami ingin kehadiran Bittime di Coinfest Asia tidak hanya soal produk dan regulasi, tapi juga soal membangun kedekatan yang menyenangkan dengan komunitas. #FindBeagle adalah cara kami merayakan itu — sederhana, interaktif, dan penuh keceriaan." Ryan Lymn, Chief Operating Officer (COO) Bittime. Momentum di Tengah Ekspansi Produk dan Regulasi Kampanye #FindBeagle hadir bersamaan dengan sejumlah pengumuman strategis Bittime di Coinfest Asia 2026, yang menegaskan posisinya sebagai salah satu Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) lokal pertama yang meraih lisensi resmi CFX untuk mengoperasikan perpetual futures. Bittime juga memperkenalkan akses tokenisasi saham AS 24/7 melalui kerja sama dengan Ondo, serta mulai membuka peluang tokenisasi Real World Assets (RWA) bagi proyek-proyek fisik premium di Indonesia. Di sisi keamanan, Bittime menerapkan Three-Shield Solution, perlindungan berlapis yang memadukan mitigasi risiko berbasis sistem otomatis dan pengawasan manual untuk menjaga transaksi serta penarikan dana nasabah dari ancaman siber. "Pasar Indonesia sedang bergerak cepat menuju fase kedewasaan. Bittime berkomitmen 100% untuk patuh pada regulasi, menyediakan teknologi terdepan, serta menjadi jembatan utama yang menghubungkan investor lokal dengan instrumen keuangan global secara aman." Ryan Lymn, COO Bittime Visi Menuju 2027: Akselerasi Real World Assets (RWA) Menatap target tahun 2027, Bittime memposisikan diri untuk memimpin ekosistem aset digital teregulasi di Indonesia. Salah satu fokus utama Bittime adalah mendukung proyek-proyek aset fisik lokal premium untuk melakukan tokenisasi melalui skema Real World Assets (RWA). Skema ini memungkinkan proyek lokal mendapatkan akses permodalan dari investor global sekaligus membagikan hasil secara transparan. "RWA adalah arah masa depan yang sangat menjanjikan. Kami sudah mulai memberikan konsultasi awal bagi beberapa pemilik proyek lokal potensial. Begitu rincian aturan teknis dari OJK rampung, Bittime siap menjadi pelopor dalam mengeksekusi proyek-proyek RWA di Tanah Air." Ryan Lymn, COO Bittime.
Pelaku Industri Soroti Masa Depan Kripto: Tokenisasi, Edukasi dan Regulasi Jadi Kunci
Bali, katakabar.com - Industri aset digital mulai bergerak melampaui narasi spekulasi dan kenaikan harga semata. Munculnya produk seperti tokenized stocks, meningkatnya keterlibatan institusi, hingga kebutuhan akan edukasi dan pengelolaan risiko menjadi sejumlah indikator bahwa industri kripto memasuki fase yang semakin matang. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai perubahan tersebut juga terlihat dari perkembangan industri dibandingkan masa-masa awal ketika aset kripto masih kerap dipandang dengan skeptis oleh masyarakat. Kini, semakin jelasnya kerangka regulasi dan perlindungan konsumen membuat proses adopsi aset digital menjadi lebih terbuka. “Dulu, aset kripto mungkin dianggap seperti scam. Saat ini, regulasinya sudah jauh lebih jelas dan perlindungan konsumen juga semakin diperkuat. Memang dulu lebih sulit, tetapi sekarang sudah jauh lebih mudah,” ujar Calvin dalam Tokocrypto Beach Horizon Topic Showcase, bagian dari perhelatan Coinfest 2026, di Bali pada Jumat (21/8) lalu. Diskusi bertajuk “Navigating the Future: Macroeconomics, Regulation, and the Path to Mainstream Crypto in Indonesia” tersebut turut menghadirkan Founder Malaka Project Ferry Irwandi dan Founder ASTRONACCI Gema Goeyardi dengan dimoderatori oleh Ketua Bidang Perdagangan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), Yudhono Rawis. Uli Agustina, Kepala Departemen Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), turut hadir dan tampak mengikuti rangkaian acara. Menurut Calvin, salah satu perubahan yang kini mulai terlihat adalah semakin luasnya penggunaan teknologi aset digital untuk membuka akses terhadap instrumen keuangan. Tokenized stocks, misalnya, memungkinkan pengguna memperoleh eksposur terhadap saham global melalui aset digital dengan nominal yang lebih fleksibel. “Banyak orang ingin berinvestasi di saham Amerika, tetapi sebelumnya harus membuka brokerage account di luar negeri dan melalui banyak layer. Dengan tokenized stocks, aksesnya menjadi lebih mudah,” jelas Calvin. Ia mengatakan, perkembangan produk seperti tokenized stocks mencerminkan potensi aset digital untuk menjembatani ekosistem keuangan tradisional dan teknologi Web3. Ke depan, menurutnya, akses yang semakin mudah perlu tetap berjalan beriringan dengan pemahaman pengguna terhadap instrumen yang digunakan. Membutuhkan Edukasi dan Investasi Jangka Panjang Calvin menilai pertumbuhan industri aset digital tidak hanya ditentukan oleh munculnya inovasi dan produk baru. Edukasi tetap menjadi faktor penting agar kemudahan akses tidak justru mendorong keputusan investasi yang hanya didasarkan pada euforia pasar. “Edukasi itu sangat penting. Tanpa edukasi, akhirnya orang hanya FOMO dan berinvestasi secara asal. Kami sangat mengedepankan edukasi sebelum mereka benar-benar berinvestasi, supaya mereka tahu apa yang mereka investasikan, bukan hanya mengejar cuan-nya,” ucap Calvin. Pandangan tersebut diperkuat oleh Gema Goeyardi, yang menilai kematangan industri juga perlu diikuti oleh perubahan perilaku investor. Ia mengatakan pertumbuhan pasar aset digital tidak seharusnya terus dikaitkan dengan budaya mencari keuntungan secara instan. “Budaya get-rich-quick itu harus di-cancel,” timpal Gema. Ia menilai semakin beragamnya instrumen di industri aset digital, termasuk perdagangan futures, perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap profil risiko dan pengelolaan portofolio. Menurut Gema, investor perlu menghindari keputusan yang semata-mata didorong oleh keinginan memperoleh keuntungan dalam waktu singkat. Sementara, Ferry Irwandi melihat perkembangan aset digital sebagai bagian dari transformasi teknologi yang lebih besar. Menurutnya, industri kripto telah menunjukkan ketahanan melalui berbagai siklus dan kini perlu dilihat tidak hanya dari pergerakan harga asetnya. “Cryptocurrency selalu disebut sebagai masa depan. Artinya, kita memang seharusnya melihat ke masa depan,” imbuh Ferry. Ia juga menekankan pentingnya memberikan pemahaman yang lebih baik kepada generasi yang tumbuh bersama teknologi digital. Menurut Ferry, industri yang berkembang pesat tetap membutuhkan edukasi agar partisipasi masyarakat dapat berlangsung secara lebih sehat dan berkelanjutan. Menuju Ekosistem Aset Digital 24/7 Pembahasan kemudian berlanjut pada sesi kedua bertajuk “The Mechanics of Market Dynamics: Tokenizing Real-World Assets, Base Infrastructure, and Algorithmic Liquidity”. Sesi ini menghadirkan Rohit Mulani, President Southeast Asia Alpaca; Nicholas Soong, BD Director Exchanges Circle; dan Dharmawan Tjokro, Head of Marketing Xenorize, dengan Bonifacio, Head of TKO Token, sebagai moderator. Rohit melihat tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets/RWA) berpotensi mendorong pasar keuangan menuju sistem yang beroperasi lebih fleksibel dan 24/7. Menurutnya, semakin banyaknya modal yang dapat dipindahkan secara on-chain akan membuat penggunaan modal menjadi lebih efisien. “Kita bergerak menuju pasar 24/7, 365 hari. Jam bursa dan jam perbankan akan semakin tidak relevan, sementara modal dapat berpindah lebih mudah antara aset likuid dan aset produktif,” tukas Rohit. Nicholas Soong menyoroti potensi tokenized money market funds dalam meningkatkan efisiensi penggunaan modal. Menurutnya, aset yang digunakan sebagai collateral tidak lagi harus sekadar “diam” selama proses perdagangan, tetapi tetap dapat menghasilkan imbal hasil. “Ini membuat penggunaan modal jauh lebih efisien. Collateral dapat digunakan untuk trading sekaligus tetap menghasilkan yield karena aset dasarnya merupakan money market fund,” tutur Nicholas. Dari sisi pelaku pasar, Dharmawan menyebutkan, perkembangan tersebut juga akan meningkatkan akses investor ritel terhadap pasar modal sekaligus mendorong penggunaan teknologi seperti algorithmic trading. Namun, ia menekankan pentingnya memastikan investor memahami risiko dan mekanisme aset yang diperdagangkan. Di sisi lain, para panelis menilai regulasi dan fragmentasi likuiditas masih menjadi tantangan utama dalam memperluas adopsi tokenized assets. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pelaku industri aset digital, institusi keuangan tradisional, bursa, dan regulator agar inovasi dapat berkembang secara terukur sekaligus tetap memberikan perlindungan bagi pengguna. Ketersediaan dan Hal-hal Perlu Diketahui Aset tokenisasi ini mengacu pada saham referensi yang dirancang untuk mengikuti pergerakan harga saham acuan tersebut. Produk ini tidak memberikan hak sebagai pemegang saham, seperti hak suara maupun dividen, serta tidak dapat ditukarkan menjadi saham acuan, kecuali dinyatakan secara eksplisit dalam ketentuan produk. Tokenized stocks memang dapat diperdagangkan di luar jam operasional pasar saham, tetapi harga dan likuiditasnya dapat bervariasi, terutama ketika pasar saham acuan sedang tutup. Disclaimer: Perdagangan aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian. Pengguna diimbau untuk memahami seluruh risiko serta syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum melakukan transaksi. Informasi yang disampaikan hanya bertujuan untuk memberikan edukasi dan bukan merupakan nasihat maupun rekomendasi investasi. Setiap keputusan untuk membeli, menjual, menyimpan, atau melakukan transaksi aset digital sepenuhnya menjadi pertimbangan dan tanggung jawab masing-masing pengguna. Tokocrypto tidak mewajibkan, mengarahkan, merekomendasikan, maupun memengaruhi pengguna untuk melakukan transaksi aset digital tertentu.
PT Arara Abadi Bersama Tim RPK Berjibaku Padamkan Karhutla di Teluk Meranti
Pelalawan, katakabar.com - PT Arara Abadi turut berjibaku membantu upaya pemadaman kebakaran yang terjadi di wilayah Kecamatan Teluk Meranti, Desa Pulau Muda, Kabupaten Pelalawan. Tim diterjunkan untuk mendukung petugas dan masyarakat dalam mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas. Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Arara Abadi melakukan upaya pemadaman secara bersama-sama Langkah tersebut menjadi bagian dari respons cepat untuk mencegah api merambat ke area lain yang berpotensi meluas dan mengakibatkan kebakaran yang makin parah. PT Arara Abadi juga menunjukkan komitmen perusahaan dalam membantu penanganan kebakaran di luar wilayah sekitar operasional perusahaan. Koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan agar proses pemadaman dapat berjalan secara efektif dan aman. Dikatakan, Edie Haris Mz Direktur PT Arara Abadi juga memastikan dukungan penuh terhadap TIM yang sedang berkerja di lapangan Kebakaran ini tidak bisa di tangani sendiri kita berkomitmen untuk bersama-sama semua pihak menjaga dan menanggulani pengendalian kebakaran hutan secara kolaboratif dan gotong royong sesuai dengan arahan Bapak Kapolda RIau dan Bapak Pangdam Tuanku Tambusai. "Untuk itu kejadian kebakaran di desa pulau muda ini ini kita menerjunkan tim RPK, karyawan , dan juga 2 alat berat bersama dengan stakeholder yang lain semoga kebersamaan ini bisa cepat mengatasi areal yang terbakar," ujarnya. Sementara, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau (BPBDPK), M. Edy Afrizal mengucapkan terima kasih dan apresiasi Langkah-langkah penanganan PT Arara Abadi bersama tim gabungan satgas baik tingkat propinsi maupun daerah ”Kami terima kasih dan apresiasi Tim Gabungan Satgas dan tim dari perusahaan PT Arara Abadi APP Group dalam penanganan Karhutla yang terjadi di beberapa titik di wilayah kabupaten Pelalawan terutama di Desa Merbau dan beberapa daerah lainnya, sinergisitas perusahaan dengan berbagai stakeholder harus selalu dilakukan dan dipertahankan," ujarnya. Humas Distrik Pulau Muda, Suparlan juga masih mendampingi tim yang sedang berusaha memadamkan api Untuk penanggulangan dan mempercepat proses pemadaman api kami dari distrik Pulau Muda mengerahkan RPK dan Bantuan Karyawan untuk bersama-memadamkan api. "Alat berat sebanyak 2 unit juga sudah di kerahkan dan juga menggunakan water Boombing selama 2 hari untuk mempercepat pemadaman," jelas suparlan Upaya pemadaman di Kecamatan Teluk Meranti dilakukan dari 22 Agustus 2026, dan masih terus dilakukan hingga api benar-benar dapat dikendalikan. Seluruh pihak yang terlibat di lapangan diharapkan tetap mengutamakan keselamatan selama proses penanganan berlangsung.
Polres Rohul Bongkar Gudang Narkoba, PJI Tegaskan Pers Mitra Setia Perangi Narkotika
Rokan Hulu, katakabar.com - Di balik deretan angka yang mencatat kemenangan demi kemenangan, tersembunyi kisah perjuangan tak kenal lelah di garis terdepan melawan musuh paling berbahaya yang senantiasa mengintai masa depan generasi bangsa. Perang besar melawan narkotika di tanah Rokan Hulu bukan lagi sekadar urusan aparat penegak hukum semata; kini ia menjelma gerakan bersama yang semakin kokoh, di mana suara pers yang independen, serta pengawasan masyarakat yang kian peka turut menyatu menjadi benteng kokoh penjaga keselamatan bersama. Langkah tegas Satuan Reserse Narkoba Polres Rokan Hulu yang berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika berskala besar di wilayah Kecamatan Rambah, Rabu (19/8) sore lalu, menjadi bukti nyata keseriusan aparat berbanding lurus dengan kepercayaan serta partisipasi aktif masyarakat. Berawal dari informasi warga yang disambut cepat dan teliti, petugas yang dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba, Iptu Dendy Gustianto, S.H., M.H., menyisir sudut-sudut tersembunyi di sebuah kediaman di Desa Babussalam, hingga akhirnya menjatuhkan tegas bagi siapa pun yang berani bermain di jalur gelap. Hasil pengungkapan itu sungguh mencengangkan sekaligus menyadarkan kita betapa nyatanya bahaya yang mengancam di depan mata, yakni 10 paket sabu dengan berat kotor mencapai 1,03 kilogram, ditambah 246 butir pil ekstasi yang siap disebarkan ke berbagai penjuru. Barang haram itu ternyata bukan sekadar untuk dikonsumsi sendiri, melainkan bagian dari arus besar jaringan lintas wilayah yang mengancam merembet ke pelosok desa-desa. Turut pula diamankan perlengkapan pengemasan, alat timbangan, hingga kendaraan bermotor yang diduga dipakai sebagai sarana penyaluran racun mematikan. Tersangka yang berinisial A alias J mengakui pasokan barang terlarang itu diperoleh dari seseorang yang berada di wilayah Sumatera Utara — menandakan ancaman ini merayap melintasi batas administratif, menyusup diam-diam bagai racun yang tak tampak batasnya. Di tengah gelombang pengungkapan yang membanggakan sekaligus memprihatinkan inilah, dukungan dari kalangan insan pers hadir bukan sekadar sebagai penonton atau pelapor berita semata. Atas arahan tegas Ketua DPC PJI Kabupaten Rokan Hulu, Sudirman, melalui Sekretaris DPC PJI Rohul, Syukri, menyampaikan secara resmi komitmen organisasi tersebut: "Kami atas nama Persatuan Jurnalis Indonesia DPC Kabupaten Rokan Hulu menyatakan dukungan penuh dan siap berdiri berdampingan bersama aparat penegak hukum dalam pemberantasan narkoba di daerah ini. Pers tidak hanya bertugas menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga menjadi mitra setia yang mengawal transparansi setiap langkah penegakan hukum, mengungkapkan fakta apa adanya, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peka dan peduli. Kami memastikan perang terhadap narkoba ini berjalan konsisten, menyentuh hingga ke akar jaringannya, dan tidak terhenti di permukaan saja," kata Syukri, Jum'at (28/8). Pernyataan tegas itu menjadi jembatan penting antara keberhasilan di lapangan dan kepercayaan publik yang senantiasa dijaga. Sebab, tanpa informasi yang jujur dan transparan, masyarakat sulit ikut menjaga lingkungannya sendiri — dan di sinilah peran pers menjadi sangat krusial. Kapolres Rokan Hulu, AKBP Emil Eka Putra, telah berulang kali menegaskan tidak akan ada ruang kosong sedikit pun bagi pengedar untuk bernapas dan berkembang di wilayah hukumnya. Dan data yang tercatat di meja kerjanya berbicara sangat gamblang serta serius: sejak awal tahun 2026 hingga tanggal 24 Agustus lalu, sebanyak 188 perkara narkotika berhasil diungkap dengan 233 tersangka, serta barang bukti senilai miliaran rupiah diamankan. Polisi kini tidak lagi sekadar menjerat para pemakai di ujung rantai, tetapi bergerak maju menembus lapisan pengedar, kurir, hingga sumber pemasok yang menjadi otak utama perputaran racun tersebut. Angka-angka itu bukan sekadar deretan statistik dingin. Di balik setiap angkanya terselamatkan ratusan nyawa, terhindar masa depan pemuda dari kehancuran, serta terjaga kehormatan keluarga di setiap sudut Kabupaten Rokan Hulu. Namun, perjalanan masih jauh dan medan belum sepenuhnya aman. Ancaman ini terus berubah wajah, berpindah jalur, dan mencari celah baru. Lantaran itu, pertempuran besar ini tak boleh berhenti. Aparat kepolisian akan terus menyisir tanpa kenal lelah, insan pers akan terus mengawal setiap langkah dengan pena kebenaran, dan masyarakat luas diajak tak segan-segan berbagi informasi serta waspada terhadap lingkungan sekitar. Sebab, memutus mata rantai kejahatan narkotika ini tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan satu pihak saja tetapi ia membutuhkan kesatuan hati yang bulat: tangan aparat menindak tegas, pena pers menyuarakan jujur, dan mata masyarakat tetap terjaga kewaspadaannya. Hanya dengan bergandengan tangan, Rokan Hulu berjuluk "Negeri Seribu Suluk' dapat benar-benar melangkah bebas dari bayang-bayang gelap yang mengancam di balik tembok narkoba
Berawal dari Jadi Ojol, Rayyan Kenal Kripto hingga Tembus Coinfest Asia 2026
Bali, katakabar.com - Siang-siang Rayyan biasanya dihabiskan di atas sepeda motor. Pemuda berusia 23 tahun yang lahir di Bali itu berpindah dari satu titik ke titik lain, mengikuti pesanan yang muncul di layar ponselnya sebagai pengemudi ojek daring. Tetapi, satu perjalanan membawanya lebih jauh dari sekadar alamat tujuan. Semua bermula ketika salah seorang karyawan FLOQ menggunakan jasa Rayyan. Seperti banyak percakapan singkat antara pengemudi dan penumpang, obrolan awalnya berlangsung sederhana. Hingga pembicaraan mengarah pada pekerjaan, investasi, dan aset kripto. Dari percakapan itu, karyawan FLOQ mengetahui Rayyan ternyata sedang memulai perjalanan investasinya. Kripto bukan sesuatu yang sepenuhnya asing baginya. Ia sudah lebih dulu mengenalnya melalui berbagai konten edukasi di internet, salah satunya dari Akademi Crypto, platform pembelajaran yang membahas aset kripto dan ekosistemnya. Rasa ingin tahu itu kemudian mendorongRayyan membuka akun di FLOQ. Ia tidak langsung menjadi trader yang setiap hari memandangi pergerakan grafik harga. Justru sebaliknya. Rayyan mengaku masih belum berani melakukan trading aktif. Ia memilih berjalan perlahan. Alih-alih mengejar pergerakan harga jangka pendek, Rayyan menggunakan pendekatan dollarcost averaging (DCA), yakni membeli aset kripto tertentu secara bertahap dalam periode tertentu. Di sela aktivitasnya sebagai pengemudi ojol, ia juga terus mengikuti konten edukasi untuk memahami dunia yang baru dimasukinya itu. Bagi Rayyan, langkah pertamanya di kripto bukan dimulai dari keberanian mengambil risiko besar, melainkan dari belajar. Undangan Membuka Pintu Lebih Lebar Pertemuan sederhana antara pengemudidan penumpang tersebut kemudian berkembang menjadi pengalaman yang tidakdiduga Rayyan. Sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat belajarnya, FLOQ mengundang Rayyan menghadiri Coinfest Asia 2026. Festival kripto tersebut berlangsung pada 20 hingga 21 Agustus 2026 lalu di Melasti Beach, Bali, dan mempertemukan pelaku industri, komunitas, pengembang, hingga trader dariberbagai negara. Bagi seseorang yang sebelumnya mengenal kripto terutama melalui layar ponsel, kesempatan itu menawarkan pengalaman berbeda. Di Coinfest Asia, Rayyan dapat melihat dunia kripto bukanhanya tentang harga Bitcoin yang naik dan turun. Di baliknya terdapat komunitas, perusahaan teknologi, pengembang blockchain, pelaku industrikeuangan, regulator, hingga orang-orang yang sedang membangun berbagai layanan berbasis aset digital. Perjalanan itu seakan mempertemukan dua dunia. Di satu sisi adalah keseharian Rayyan di jalanan Bali, menerima pesanan demi pesanan melalui aplikasi. Di sisi lain adalah sebuah industri digital yang berkembang cepat dan semakin banyak diakses masyarakat melaluiperangkat yang sama: ponsel di genggaman. Cerita Rayyan menjadi potret kecil dari perubahan yang sedang berlangsung di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital telah mencapai 22,69 juta pada Juni 2026. Pada bulan yang sama, nilai transaksi aset kripto tercatat Rp28,58 triliun, meningkat 24,20 persen dibanding bulan sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan bahwa aset kripto semakin dekat dengan masyarakat. tetapi, semakin mudahnya akses juga membawa pekerjaan rumah lain: literasi. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 yang dilakukan OJK bersama Badan Pusat Statistik mencatat indeks inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 80,51 persen. Sementara indeks literasi keuanganberada pada 66,46 persen. Jarak antara akses dan pemahaman itu menjadi penting. Memiliki aplikasi keuangan di ponsel belum tentu berarti seseorang telah memahami produk yang digunakan, termasuk risiko di dalamnya. Di sinilah perjalanan Rayyan menjadi relevan. Ia tidak memulai dengan transaksi besar atau keputusan yang rumit. Ia memulai dengan menonton, membaca, bertanya, kemudian mencoba memahami sebelum mengambil langkah berikutnya. Kripto Tidak Mengenal Profesi CEO dan Founder FLOQ Yudhono Rawis, melihat cerita semacam Rayyan sebagai gambaran bagaimana teknologi finansial dapat menjangkau masyarakat dengan latar belakang yang semakin beragam. “Bagi kami, cerita Rayyan menunjukkan akses terhadap aset digital tidak seharusnya dibatasi oleh profesi atau latar belakang. Yang paling penting adalah bagaimana seseorang memulainya dengan pengetahuan, memahami risikonya, lalu mengambil keputusan sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ujar Yudho. Menurut Yudho, perkembangan industri aset digital juga perlu dibarengi dengan semakin luasnya akses terhadap pendidikan finansial. “Teknologi bisa membuka akses, tetapi edukasi yang membuat akses tersebut menjadi lebih bermakna. Kami ingin semakin banyak orang merasa bahwa mereka boleh belajar, boleh bertanya, dan tidak perlu menjadi ahli keuangan terlebih dahulu untuk mulai memahami aset digital,” ucapnya. Pandangan tersebut sejalan dengan misi FLOQ yang menyebut ingin membuat perjalanan menuju investasi aset digital menjadi lebih sederhana dan inklusif. Perusahaan itu sendiri telah mencatat sekitar 1,8 juta pengguna setelah satu tahun beroperasi. Di tengah pertumbuhan tersebut, cerita Rayyan menunjukkan wajah lain dari adopsi kripto Indonesia. Bukan tentang layar perdagangan dengan deretan angka. Bukan pula tentang siapa yang memiliki modal paling besar. Melainkan tentang bagaimana pengetahuan yang sebelumnya terasa jauh kini dapat ditemukan lewat sebuah video, aplikasi, percakapan dengan orang asing, bahkan perjalanan singkat mengantar seorang penumpang. Bagi Rayyan, perjalanan itu masih berada di awal. Ia masih bekerja sebagai pengemudi ojol. Masih menjalani rutinitasnya di jalanan Bali. Masih mempelajari kripto sedikit demi sedikit dan memilih pendekatan investasi yang menurutnya lebih nyaman dibanding trading aktif. Tetapi, kini ada satu hal yang berbeda. Ponsel yang sehari-hari membantunya menemukan penumpang dan mencari penghasilan juga telah menjadi pintu masuk menuju pengetahuan finansial yang lebih luas. Sebuah perjalanan yang bermula dari jalanan Bali, lalu membawanya ke tengah pertemuan industri kripto dunia di pulau tempat ia dilahirkan.
IPD Jadikan Layar Desa Sebagai Metode, Hidupkan Desa dan Ajak Perencana Lebih Pahami Desa
Maros, katakabar.com - Akses warga desa untuk menikmati film masih terbatas. Padahal, film dapat menjadi media pembelajaran, hiburan, dan pendukung pembangunan. Sering kali alam dan budaya desa menjadi objek dalam film, tetapi masyarakat di desa tidak pernah menikmati film tersebut karena terbatasnya akses terhadap bioskop dan kendala biaya. Hal tersebut mendorong Ikatan Perencana Desa (IPD) Indonesia untuk menggelar pemutaran film gratis bertajuk “Layar Desa di Taman Purbakala Geopark” di Dusun Pajjaiang, Desa Tukamasea, Kabupaten Maros (22/8) lalu. Kegiatan Layar Desa tersebut memutar film nasional berjudul “Silariang: Cinta yang (tak) Direstui” karya Ichwan Persada. “Kami sengaja memilih film ini. Film Silariang dibuat di kawasan karst Maros, tetapi, sayangnya, hampir semua masyarakat di sekitar karst ini justru tidak pernah menonton film ini,” kata Fitrawan Umar, Ketua Ikatan Perencana Desa (IPD) Indonesia. Fitrawan Umar juga peneliti BRIN, menambahkan tujuan berikutnya dari kegiatan Layar Desa adalah untuk menghidupkan ekosistem seni dan budaya di desa serta meningkatkan keberdayaan masyarakat dan komunitas pemuda. “Selain itu, Ikatan Perencana Desa (IPD) mendorong perencana dan peneliti desa untuk mampu lebih memahami desa, terlibat dalam aktivitas desa, dan mampu menangkap aspirasi warga desa. Melalui pemutaran film atau festival, perencana dan peneliti dapat berinteraksi langsung dengan warga desa. Festival layar desa adalah suatu metode,” jelasnya. Selain pemutaran film, ucap Umar, kegiatan Layar Desa dimeriahkan dengan pagelaran seni tari dari kelompok seni Dusun Pajjaiang, festival jajanan lokal yang dibuat oleh ibu-ibu desa, dan penyerahan hadiah lomba Agustusan Dusun Pajjaiang. "Kegiatan ini juga disertai dengan penyerahan simbolis kerja sama antara Ikatan Perencana Desa (IPD), Ikatan Pemuda Pajjaiang, dan Kepala Desa Tukamasea. Ikatan Perencana Desa ingin menjadikan Desa Tukamasea sebagai Desa Binaan dan Laboratorium Sosial Desa, serta menggandeng Ikatan Pemuda Pajjaiang sebagai Sister Community atau mitra komunitas," terangnya. Kepala Desa Tukamasea, H Makmur sangat mengapresiasi kegiatan Layar Desa ini. “Kami berterima kasih kepada Ikatan Perencana Desa yang telah memilih Desa Tukamasea sebagai lokasi acara pemutaran film ini. Kegiatan ini dapat membawa hal positif bagi masyarakat desa,” tuturnya saat membuka acara secara resmi. Kegiatan Layar Desa seolah menjadi penghibur warga desa yang mayoritas adalah petani, yang saat ini memasuki musim paceklik. Lokasi kegiatan bahkan memanfaatkan sawah warga yang sedang mengering. Ketua Ikatan Pemuda Pajjaiang, Basri, turut menyampaikan rasa terima kasihnya karena telah diajak berkolaborasi oleh Ikatan Perencana Desa (IPD). “Semoga kami tetap dapat terus bersinergi dengan IPD. Kegiatan pemutaran film seperti ini dapat menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan warga desa, khususnya pemuda-pemudi di desa,” timpalnya. Layar Desa dihadiri oleh sekitar seratus warga Desa Tukamasea dan sekitarnya, serta komunitas pemuda dan Karang Taruna. Turut hadir Ahmad Dahlan (Wakil Ketua IPD), Agung Kappi (Kotata’), Fauzan Khabir (Pascasarjana PWK Unhas), Ibe S Palogai (Antologi Manusia), Nurfitrah (Forum Lingkar Pena), dan mahasiswa-mahasiswa KKN Berdampak UNM. Hadir langsung juga produser dan sutradara Ichwan Persada dari Jakarta, associate producer film Silariang, Irfan Syam, dan pemeran Akbar di film Silariang, Fhail Firmansyah. “Kami sangat mendukung acara pemutaran film seperti ini. Selamat untuk Ikatan Perencana Desa (IPD) Indonesia. Semoga berikutnya kita dapat berkolaborasi lagi dan memperbanyak kegiatan-kegiatan sejenis di tempat lain,” ulas Ichwan Persada. Acara Layar Desa berlangsung meriah dan menyenangkan, terlihat dari wajah antusias dan ekspresi bahagia para pengunjung. Acara ditutup dengan foto bersama. Banyak penonton yang memanfaatkan kesempatan untuk berfoto langsung dengan aktor Fhail Firmansyah. Kegiatan Layar Desa didukung oleh Dana Indonesiana, LPDP, dan Kementerian Kebudayaan. Sebelum kegiatan puncak di Desa Tukamasea, Ikatan Perencana Desa (IPD) telah menggelar rangkaian pemutaran film di 5 titik di Makassar, Gowa, dan Maros. Ikatan Perencana Desa (IPD) Indonesia merupakan wadah bagi para profesional di bidang perencanaan desa seluruh Indonesia, didirikan atas inisiatif Dr. Fitrawan Umar, Dr. Amiruddin Akbar Fisu, Ahmad Dahlan, dan Abdul Qodir Jaelani. IPD Indonesia berdiri sejak deklarasi tanggal 24 Mei 2025 di Jakarta, bertujuan untuk mendukung terwujudnya desa-desa Indonesia yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Aktivitas Ikatan Perencana Desa dapat diikuti di Instagram @ipd_indonesia dan website www.ipd-indonesia.or.id.
Beberapa Syarat Dasar Mengajukan Pinjaman Bank
Jakarta, katakabar.com - Ketika membutuhkan dana untuk kebutuhan tertentu, pinjaman bank bisa menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan. Saat ini, proses pengajuan juga semakin praktis karena tersedia layanan pinjaman online bank yang memungkinkan nasabah mengajukan fasilitas kredit melalui aplikasi. Meski prosesnya dilakukan secara digital, calon nasabah tetap perlu memenuhi syarat pinjaman bank dan melewati proses penilaian kelayakan. Jadi, sebelum mengajukan pinjaman, ada baiknya memahami dokumen yang perlu disiapkan, kemampuan membayar, hingga pilihan tenor. Apa saja syarat dasar yang perlu diperhatikan? Apa Saja Syarat Pinjaman Bank? Setiap bank memiliki ketentuan masing-masing. Namun, secara umum, beberapa hal yang perlu dipersiapkan ketika mengajukan pinjaman antara lain: 1. Memenuhi Persyaratan Usia dan Identitas Bank perlu memastikan identitas calon debitur sebelum memproses pengajuan. Karena itu, calon nasabah perlu memenuhi ketentuan usia dan menyiapkan dokumen identitas yang diminta. Pada pengajuan pinjaman bank secara digital, proses verifikasi identitas biasanya dilakukan melalui aplikasi. Dokumen seperti KTP dapat diperlukan untuk proses verifikasi sesuai ketentuan produk. 2. Melengkapi Data dan Dokumen Kelengkapan data menjadi bagian penting dalam proses pengajuan. Pastikan informasi yang diberikan sesuai dengan kondisi sebenarnya dan dokumen yang diminta dapat dibaca dengan jelas. Pada pinjaman online bank, proses ini dapat dilakukan secara digital sehingga calon nasabah tidak harus selalu datang ke kantor cabang. Sebagai contoh, pengajuan Neo Pinjam dilakukan melalui aplikasi neobank. Prosesnya mencakup pengunggahan KTP dan verifikasi wajah sebelum pengajuan diproses. 3. Memiliki Kemampuan Membayar Mengajukan pinjaman berarti memiliki kewajiban untuk mengembalikan dana sesuai perjanjian. Karena itu, jumlah pinjaman sebaiknya disesuaikan dengan kondisi keuangan. OJK menekankan bahwa keputusan pemberian kredit merupakan kewenangan masing-masing lembaga jasa keuangan berdasarkan analisis kelayakan, manajemen risiko, dan prinsip kehati-hatian. Informasi dalam SLIK juga dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam analisis kredit, tetapi bukan satu-satunya penentu persetujuan. Sebelum mengajukan, hitung terlebih dahulu berapa cicilan yang masih mampu kamu bayar setiap bulan setelah memperhitungkan kebutuhan rutin lainnya. 4. Memiliki Riwayat Kredit yang Terjaga Riwayat kredit juga dapat menjadi bagian dari proses penilaian. SLIK OJK menyediakan informasi mengenai fasilitas kredit dan kualitas kredit yang dapat digunakan lembaga jasa keuangan sebagai salah satu sumber informasi dalam analisis kelayakan. Karena itu, jika sebelumnya pernah memiliki fasilitas kredit, pastikan pembayaran dilakukan sesuai kewajiban dan jadwal yang telah disepakati. Perlu diketahui, SLIK bukan "daftar hitam". OJK menegaskan bahwa informasi SLIK bersifat netral dan tidak otomatis menentukan pengajuan kredit diterima atau ditolak. 5. Memilih Jumlah dan Tenor yang Sesuai Selain memenuhi dokumen dan persyaratan administrasi, kamu juga perlu mempertimbangkan jumlah pinjaman dan jangka waktu pembayaran. Misalnya, tersedia pilihan pinjaman 12 bulan. Tenor yang lebih panjang dapat membuat cicilan per periode terlihat lebih ringan, tetapi kewajiban pembayaran berlangsung lebih lama dan total biaya pinjaman perlu diperhatikan. Karena itu, jangan hanya memilih tenor berdasarkan nominal cicilan. Pertimbangkan juga total kewajiban yang harus dibayarkan. Mengenal Pinjaman neobank melalui Neo Pinjam Jika kamu sedang mencari pinjaman online dari bank, salah satu produk yang tersedia adalah Neo Pinjam. Neo Pinjam di neobank dari Bank Neo Commerce merupakan fasilitas pinjaman digital tanpa jaminan dari Bank Neo Commerce yang pengajuannya dilakukan melalui aplikasi neobank. Saat ini, Neo Pinjam memiliki limit hingga Rp100 juta dan pilihan tenor hingga 12 bulan, dengan persetujuan tetap mengikuti hasil analisis kredit dan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, pinjaman 12 bulan tersedia sebagai salah satu pilihan tenor Neo Pinjam. Tetapi, pilihan tenor dan limit yang tersedia untuk setiap nasabah dapat mengikuti hasil evaluasi kelayakan kredit. Sebelum Mengajukan Pinjaman, Cek 4 Hal Ini Supaya pengajuan lebih terencana, coba periksa beberapa hal berikut: 1. Kebutuhan dana Tentukan jumlah yang benar-benar diperlukan. 2. Kemampuan membayar Pastikan cicilan dapat masuk ke dalam anggaran bulanan. 3. Tenor Pilih jangka waktu pembayaran yang sesuai dengan kondisi keuangan. 4. Total biaya Perhatikan bunga dan biaya lain yang tercantum dalam informasi produk. Dengan memahami hal tersebut, kamu bisa membandingkan pilihan bank pinjaman online secara lebih rasional dan memilih fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan. Jadi, Apa yang Perlu Disiapkan? Pada dasarnya, syarat pinjaman bank tidak hanya berkaitan dengan dokumen. Bank juga melakukan proses penilaian untuk menentukan kelayakan pengajuan. Mulai dari identitas dan kelengkapan data, kemampuan membayar, riwayat kredit, hingga jumlah dan tenor pinjaman dapat menjadi hal yang perlu diperhatikan. Jika kamu mencari pinjaman online bank yang pengajuannya dilakukan secara digital, Neo Pinjam dari Bank Neo Commerce dapat menjadi salah satu pilihan. Dengan limit hingga Rp100 juta dan tenor hingga 12 bulan, fasilitas ini dapat diajukan melalui aplikasi neobank sesuai hasil penilaian dan ketentuan yang berlaku. Tentang PT BNC Sebelum mengajukan pinjaman neobank, pastikan membaca informasi produk, memahami bunga dan biaya, serta memilih jumlah dan tenor yang sesuai dengan kemampuan membayar. Fitur, limit, bunga, tenor, biaya, persyaratan, dan ketentuan Neo Pinjam dapat berubah sesuai kebijakan Bank Neo Commerce. Pengajuan dan persetujuan pinjaman mengikuti hasil penilaian kelayakan kredit dan ketentuan yang berlaku. Pinjaman merupakan komitmen finansial. Pastikan kamu memahami kewajiban pembayaran sebelum mengajukan fasilitas kredit. Jika ingin mencoba Neo Pinjam unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Neo Pinjam di website resmi Bank Neo Commerce. PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).