Panen Raya Jagung 1,5 Ton! Polsek Bonai Darussalam Buktikan Komitmen Ketapang Berbuah Nyata Hukrim
Hukrim
2 jam yang lalu

Panen Raya Jagung 1,5 Ton! Polsek Bonai Darussalam Buktikan Komitmen Ketapang Berbuah Nyata

Rokan Hulu, katakabar.com - Di tengah semangat gotong royong dan harapan akan kemandirian pangan, lahan program Asta Cita Ketahanan Pangan milik Polsek Bonai Darussalam membuahkan hasil yang membanggakan. Awal Juni 2026, suasana riuh dan gembira selimuti Desa Rawa Makmur, Kecamatan Bonai Darussalam, saat panen raya jagung digelar dengan hasil yang melimpah. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.10 WIB hingga selesai ini jadi bukti nyata seriusnya pengelolaan lahan seluas kurang lebih 1,5 hektar mampu menghasilkan produksi yang optimal. Dari lahan yang dikelola dengan penuh kesungguhan tersebut, berhasil dipanen jagung pipil hibrida dengan total produksi mencapai sekitar 1,5 ton berat kotor. Panen raya ini bukan sekadar rutinitas pertanian, melainkan simbol keberhasilan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas pangan di tingkat desa. Acara ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Kecamatan Bonai Darussalam, Suratman, yang mewakili Camat. Hadir pula Kapolsek Bonai Darussalam, Iptu Abdau Wardiyoso, S.Tr.K., M.H., Kepala Desa Rawa Makmur Prayitno, Ketua BPD M. Fathul Aziez, Direktur BUMDes Arifin Parman, beserta jajaran perangkat desa dan warga setempat. Rangkaian acara diawali dengan doa bersama dan sambutan hangat dari para pemangku kebijakan. Dalam kesempatannya, Kapolsek Iptu Abdau Wardiyoso, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam atas keberhasilan ini. "Hasil panen yang cukup baik ini adalah buah dari kerja keras, kebersamaan, dan semangat gotong royong yang tinggi dari seluruh elemen masyarakat. Kami sangat mengapresiasi kepedulian warga Desa Rawa Makmur yang terus menjaga dan merawat lahan ini dengan penuh tanggung jawab," ujar Abdau Wardiyoso dengan penuh semangat. Ia pun menegaskan kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Polsek Bonai Darussalam tidak hanya fokus pada keamanan, tetapi juga hadir untuk mendukung program pemerintah demi kesejahteraan rakyat. "Ini adalah bukti cinta kami kepada masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa program ketahanan pangan ini benar-benar dirasakan manfaatnya, bisa membantu ekonomi keluarga, dan memperkuat stok pangan di daerah kita," tegasnya. Kapolsek juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempertahankan produktivitas ini. Menurutnya, keberhasilan pertanian tidak lepas dari situasi keamanan yang kondusif. Oleh karena itu, sinergi menjaga ketertiban dan kelestarian lahan pertanian harus terus dijaga agar pembangunan di sektor ini bisa berjalan berkelanjutan. Kegiatan panen raya berjalan lancar, aman, dan penuh kekeluargaan hingga pukul 12.00 WIB. Keberhasilan panen jagung sebanyak 1,5 ton ini diharapkan dapat menjadi motivasi dan penyemangat bagi warga lainnya untuk terus mengoptimalkan potensi pertanian yang ada di Bonai Darussalam. Semoga ke depan, hasil yang didapat bisa semakin meningkat, sehingga ketahanan pangan semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat pun ikut meningkat.

Emas Volatil Ekstrem: Apakah Dunia di Fase Ketidakpastian? Ekonomi
Ekonomi
7 jam yang lalu

Emas Volatil Ekstrem: Apakah Dunia di Fase Ketidakpastian?

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas di pasar komoditas global sering kali menjadi cermin paling jujur dalam menggambarkan kondisi psikologis dan tingkat kekhawatiran para pelaku pasar dunia. Ketika harga emas mengalami volatilitas ekstrem dengan lonjakan dan penurunan yang tajam dalam waktu singkat, fenomena ini hampir selalu memicu pertanyaan besar bagi perekonomian global. Sepanjang sejarah keuangan, emas telah mengakar kuat sebagai aset pelindung nilai utama. Lantaran itu, ketika pergerakannya mulai berguncang secara tidak biasa, hal tersebut menjadi sinyal kuat bahwa peta geopolitik dan ekonomi global sedang berada dalam fase transisi yang penuh ketidakpastian. Hubungan Emas dan Indikator Ketidakpastian Makro Secara mendasar, volatilitas ekstrem pada komoditas emas tidak pernah terjadi di dalam ruang hampa, melainkan selalu digerakkan oleh kombinasi berbagai guncangan makroekonomi secara simultan. Salah satu pemicu utama adalah ketegangan geopolitik internasional yang melibatkan negara-negara besar atau wilayah lumbung energi, yang sering kali mengganggu kestabilan rantai pasok global. Di saat yang sama, ketidakpastian arah kebijakan moneter terkait suku bunga acuan oleh bank-bank sentral utama dunia, seperti Federal Reserve, turut memperparah fluktuasi ini. Ketika inflasi global tetap tinggi dan bayang-bayang resesi membayangi, aliran dana institusional akan bergerak cepat keluar masuk dari aset berisiko menuju emas, sehingga menciptakan benturan likuiditas yang memicu lompatan harga harian yang lebar. Fase ketidakpastian ini juga dicirikan oleh runtuhnya korelasi aset tradisional yang biasanya menjadi pegangan para analis. Dalam kondisi pasar normal, penguatan mata uang utama seperti Dolar AS biasanya akan menekan harga emas. Tetapi, dalam lanskap ekonomi baru yang penuh gejolak, kita sering kali melihat kedua aset tersebut menguat secara bersamaan akibat kepanikan massal investor yang berebut mengamankan likuiditas (flight to safety). Bagi para pelaku pasar ritel, dinamika volatilitas yang sangat tinggi ini menghadirkan tantangan psikologis yang luar biasa, di mana batasan risiko yang longgar sekalipun bisa tersapu bersih dalam hitungan jam jika tidak diimbangi dengan strategi manajemen modal yang sangat disiplin. Strategi Perlindungan Nilai di Tengah Dinamika Pasar Berjangka Menavigasi portofolio di tengah badai volatilitas emas menuntut para trader untuk mengubah pendekatan mereka dari sekadar mengejar keuntungan instan menjadi fokus pada pertahanan modal. Salah satu strategi yang banyak diterapkan oleh institusi profesional adalah memanfaatkan kontrak berjangka (futures) untuk melakukan lindung nilai (hedging) terhadap penurunan nilai aset riil mereka. Perdagangan dua arah di pasar berjangka memberikan fleksibilitas penuh untuk mengambil posisi beli saat harga emas terkonfirmasi kokoh sebagai pertahanan krisis, atau mengambil posisi jual jangka pendek ketika penguatan harga sudah mencapai titik jenuh beli dan mulai mengalami koreksi teknikal yang tajam. Efektivitas dari eksekusi strategi lindung nilai ini sangat bergantung pada kualitas infrastruktur digital dari platform perdagangan yang digunakan. Saat volatilitas emas mencapai puncaknya, selisih harga jual dan beli (spread) cenderung melebar dan risiko keterlambatan eksekusi (slippage) meningkat drastis di pasar global. Lantaran itu, akses langsung ke jaringan penyedia likuiditas internasional yang melimpah menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar. Dengan sistem yang stabil dan transparan, setiap penempatan batasan risiko (stop loss) dan target keuntungan (take profit) dapat diproses secara instan secara adil sesuai kondisi pasar yang sesungguhnya. Menghadapi tantangan di era volatilitas ekstrem seperti saat ini membutuhkan dukungan dari mitra broker yang memiliki komitmen tinggi terhadap stabilitas teknologi dan regulasi yang ketat. KVB Futures hadir untuk menyediakan lingkungan perdagangan komoditas dan berjangka yang andal, memungkinkan Anda untuk mengelola risiko portofolio global secara profesional melalui dukungan eksekusi sistem yang mutakhir tanpa penundaan. Kami berkomitmen untuk mendampingi setiap langkah taktis Anda dengan menyediakan ekosistem transaksi yang transparan, aman, dan tepercaya di segala kondisi pasar. Seluruh fasilitas digital dan layanan mutakhir kami dirancang secara khusus untuk membantu para pelaku pasar mengoptimalkan akurasi strategi perdagangan mereka di tengah dinamika ekonomi dunia yang cepat. Anda dapat mengeksplorasi berbagai keunggulan produk dan spesifikasi kontrak perdagangan berjangka kami dengan mengunjungi halaman Broker trading Futures KVB Futures. Untuk segera mengambil langkah profesional dalam mengamankan modal serta menangkap peluang dari pergerakan emas dunia dengan standar keamanan terbaik, silakan melakukan pendaftaran melalui tautan resmi Registrasi KVB Futures.

Dubes India dan Presiden RI ke 5 Hidupkan Lagi Jejak Persahabatan Soekarno-Nehru Internasional
Internasional
7 jam yang lalu

Dubes India dan Presiden RI ke 5 Hidupkan Lagi Jejak Persahabatan Soekarno-Nehru

Jakarta, katakabar.com - Hubungan panjang Indonesia dan India kembali mendapat sorotan ketika Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty mengunjungi Presiden ke 5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, di penghujung Mei 2026 lalu. Pertemuan itu tidak sekadar menjadi agenda diplomatik biasa, tetapi berubah menjadi ruang nostalgia yang menyingkap kembali akar historis hubungan kedua negara sejak era Presiden Soekarno dan Perdana Menteri pertama India, Jawaharlal Nehru. Dalam suasana hangat yang dipenuhi cerita masa lalu, Megawati dan Sandeep membahas bagaimana kedekatan personal antara dua tokoh pendiri bangsa tersebut menjadi fondasi hubungan Indonesia dan India hingga hari ini. Pembicaraan tidak hanya menyentuh sejarah, tetapi juga berkembang ke isu geopolitik, demokrasi, hingga tantangan global yang dihadapi kedua negara. Pertemuan itu memperlihatkan hubungan Indonesia dan India tidak dibangun semata oleh kepentingan diplomatik modern, melainkan berakar pada persahabatan ideologis yang telah terjalin sejak masa perjuangan kemerdekaan. Kenangan Megawati Bersama Nehru Megawati membuka percakapan dengan mengenang pengalaman pribadinya saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok di Beograd, Yugoslavia, pada 1 hingga 6 September 1961. Saat itu, Megawati masih berusia 14 tahun, tetapi telah ikut dalam delegasi Indonesia dan bertemu langsung dengan sejumlah tokoh besar dunia. Ia mengingat bagaimana dirinya duduk bersama para pendiri Gerakan Non-Blok, termasuk Jawaharlal Nehru. Momen tersebut menjadi salah satu pengalaman yang membekas dalam hidupnya. “Saya saat itu memakai kebaya,” kata Megawati sambil menunjukkan foto lama pertemuannya dengan Nehru. Megawati juga memperlihatkan sejumlah dokumentasi bersejarah lain, termasuk foto ketika Nehru berbincang dengan Presiden Soekarno di Istana Merdeka pada 8 Juni 1950. Di foto itu terlihat Guntur Soekarnoputra tengah bermain sepeda sambil membonceng Megawati kecil. Cerita-cerita tersebut menggambarkan bagaimana hubungan Indonesia dan India kala itu bukan hanya berlangsung di tingkat kenegaraan, tetapi juga terasa dekat secara personal di antara keluarga para pemimpin. Selain mengenang Nehru, Megawati turut menyinggung kedekatannya dengan Bijayananda “Biju” Patnaik, tokoh kemerdekaan India sekaligus pilot legendaris yang dikenal memiliki hubungan erat dengan Indonesia pada masa perjuangan. Fondasi Diplomasi dari Dua Bapak Bangsa Duta Besar India Sandeep Chakravorty menilai hubungan yang dibangun Soekarno dan Nehru telah menjadi warisan diplomatik penting bagi kedua negara. Menurutnya, kedekatan dua tokoh tersebut masih terasa dalam hubungan bilateral Indonesia dan India hingga saat ini. “Hubungan baik kedua negara sampai saat ini terjalin dan dibangun oleh kedua Bapak Bangsa, Presiden Soekarno dan PM Nehru,” ujar Sandeep. Ia juga mengungkapkan jejak sejarah keluarga Soekarno masih mendapat tempat khusus di India. Saat berkunjung ke Museum Nehru di New Delhi, Sandeep mengaku melihat foto Megawati bersama Soekarno dipajang di sana. “Saya juga melihat foto Ibu Megawati dan Soekarno dipajang di Museum Nehru di New Delhi,” ucapnya. Sandeep sendiri bukan sosok baru bagi Megawati. Ia mengaku pernah bertemu Megawati di Korea Utara pada 2011 dan kembali berjumpa saat Gala Dinner KTT G20 di Bali pada 2022. Pertemuan di Menteng kali ini menurutnya terasa sangat personal karena dipenuhi kenangan sejarah dan refleksi hubungan kedua negara. “Kehormatan besar dapat bertemu dengan Ibu Megawati Sukarnoputri, mantan Presiden Indonesia dan putri dari Presiden Sukarno. Beliau adalah simbol hidup dari eratnya hubungan kedua negara kita dan pertemuan kami terasa sangat hangat dengan cerita-cerita kenangan masa lalu,” imbuh Sandeep. Diplomasi Dibangun dari Simbol dan Kedekatan Dalam pertemuan itu, Megawati juga menceritakan bagaimana Presiden Soekarno dahulu memilih lokasi kedutaan India di Indonesia. Sebagai balasan, Nehru kemudian membantu mencarikan lokasi kedutaan Indonesia di New Delhi yang berada dekat dengan kediaman Perdana Menteri India saat itu. Cerita tersebut memperlihatkan bahwa diplomasi pada masa awal kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kerja sama formal, tetapi juga melalui simbol kedekatan dan penghormatan personal antar pemimpin negara. India sendiri dikenal sebagai salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah hubungan bilateral kedua negara, terutama di tengah dinamika politik global pasca-Perang Dunia II dan lahirnya negara-negara baru di Asia. Hingga kini, hubungan Indonesia dan India terus berkembang dalam berbagai sektor, mulai dari perdagangan, teknologi, pendidikan, hingga kerjasama strategis di kawasan Indo-Pasifik. Bahas Geopolitik dan Masa Depan Demokrasi Selain nostalgia sejarah, pembahasan dalam pertemuan itu juga menyentuh isu-isu global yang lebih luas. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan Megawati dan Sandeep turut berdiskusi mengenai perkembangan geopolitik internasional dan tantangan demokrasi. “Tadi dalam pertemuan tersebut juga dibahas hal-hal strategis terkait geopolitik dan bagaimana meningkatkan kualitas demokrasi serta hubungan kedua negara,” timpal Hasto. Pembicaraan mengenai demokrasi menjadi relevan mengingat Indonesia dan India sama-sama dikenal sebagai negara demokrasi besar di Asia dengan populasi yang sangat besar dan keragaman sosial yang kompleks. Dalam konteks global yang terus berubah, kedua negara dinilai memiliki kepentingan yang sama untuk menjaga stabilitas kawasan sekaligus memperkuat posisi negara-negara berkembang dalam percaturan dunia. Pertemuan tersebut kemudian ditutup dengan pertukaran cenderamata. Sandeep menyerahkan miniatur Taj Mahal sebagai simbol India, sementara Megawati memberikan miniatur kapal Pinisi dan kemeja tenun endek sebagai representasi budaya Indonesia. Momen itu menjadi simbol kecil dari hubungan panjang dua negara yang dibangun bukan hanya oleh kepentingan politik, tetapi juga oleh memori sejarah, penghormatan budaya, dan persahabatan lintas generasi.

Harga Emas Masih Rentan Turun, XAU/USD Diprediksi Menguji Area Support 4.247 Internasional
Internasional
9 jam yang lalu

Harga Emas Masih Rentan Turun, XAU/USD Diprediksi Menguji Area Support 4.247

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan hari Kamis (28/5) lalu diperkirakan masih berada dalam tekanan. Menurut analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, pasangan XAU/USD pada timeframe daily masih menunjukkan kecenderungan bearish atau melemah, seiring tekanan jual yang belum mereda di pasar. Secara teknikal, tren penurunan harga emas masih terlihat cukup dominan. Hal tersebut tercermin dari posisi harga yang hingga kini masih bergerak di bawah indikator Moving Average (MA) 21 dan MA 50. Dalam analisis pasar, posisi tersebut umumnya menunjukkan bahwa arah tren utama masih berada dalam fase turun. Menurut Geraldo, kondisi ini menandakan bahwa tenaga beli belum cukup kuat untuk mendorong pembalikan arah harga. Sebaliknya, tekanan jual masih lebih mendominasi sehingga peluang pelemahan lanjutan masih terbuka dalam jangka pendek maupun menengah. Selain itu, harga emas juga baru saja mengalami breakout pada area support minor yang sebelumnya menjadi titik penting pergerakan harga. Setelah breakout terjadi, harga sempat melakukan retest atau pengujian ulang pada area tersebut sebelum kembali bergerak turun. Kondisi itu menjadi sinyal bahwa pasar masih berada dalam tekanan bearish. Selama harga belum mampu kembali naik dan bertahan di atas area resistance penting, maka potensi pelemahan diperkirakan masih akan berlanjut. Dalam proyeksi jangka pendek, area support yang menjadi perhatian pasar berada di kisaran 4.349 hingga 4.247. Level tersebut dinilai menjadi target penurunan berikutnya apabila tekanan jual tetap mendominasi perdagangan emas dunia. Dari sisi indikator tambahan, Stochastic Oscillator juga masih menunjukkan arah penurunan menuju area oversold atau jenuh jual. Meski area oversold sering dianggap sebagai sinyal bahwa harga sudah terlalu rendah, namun hingga saat ini belum muncul tanda pembalikan arah yang cukup kuat. Artinya, ruang pelemahan harga emas masih cukup terbuka sebelum pasar menemukan momentum baru untuk rebound. Karena itu, pelaku pasar masih perlu mewaspadai potensi koreksi lanjutan dalam beberapa waktu ke depan. Tak hanya dari sisi teknikal, tekanan terhadap harga emas juga datang dari faktor fundamental global. Salah satu faktor utama yang masih menekan harga emas adalah kuatnya dolar AS, serta tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield. Kondisi tersebut membuat investor lebih tertarik pada aset berbasis dolar yang dinilai mampu memberikan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan emas. Sebagai aset non-yielding, emas memang cenderung kurang diminati ketika suku bunga dan yield obligasi berada di level tinggi. Selain itu, pasar juga masih memperkirakan Federal Reserve belum akan terburu-buru menurunkan suku bunga. Selama data ekonomi Amerika Serikat masih menunjukkan kondisi yang kuat, terutama dari sektor tenaga kerja dan inflasi, maka peluang suku bunga tinggi bertahan lebih lama masih cukup besar. Ekspektasi tersebut ikut memperkuat pergerakan dolar AS dan menjadi sentimen negatif bagi harga emas. Sebab, ketika dolar menguat, harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor global sehingga permintaan cenderung melemah. Di sisi lain, kondisi pasar global yang mulai lebih stabil juga mengurangi minat investor terhadap aset safe haven seperti emas. Ketika pelaku pasar mulai optimistis terhadap ekonomi dan pasar saham, dana investasi biasanya beralih ke aset berisiko yang dianggap lebih menguntungkan. Situasi itu membuat ruang kenaikan emas menjadi semakin terbatas dalam jangka pendek. Hingga saat ini, pasar juga masih menunggu sentimen baru yang cukup kuat untuk mengubah arah pergerakan harga. Secara keseluruhan, kombinasi tekanan teknikal dan fundamental membuat tren bearish pada XAU/USD masih cukup kuat. Selama harga belum mampu kembali bergerak di atas area MA 21 dan MA 50, peluang penurunan menuju area support 4.349 hingga 4.247 diperkirakan masih terbuka. Lantaran itu, investor disarankan tetap berhati-hati dan mencermati perkembangan sentimen global, terutama terkait arah kebijakan Federal Reserve, data ekonomi Amerika Serikat, serta pergerakan dolar AS yang dapat memengaruhi volatilitas harga emas dalam waktu dekat.

Motor 20 Jutaan Sudah Smart Key? Ini Motor Yamaha Banyak Dicari Warganet! Lifestyle
Lifestyle
12 jam yang lalu

Motor 20 Jutaan Sudah Smart Key? Ini Motor Yamaha Banyak Dicari Warganet!

Jakarta, katakabar.com - Sekarang, motor bukan cuma soal kendaraan untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain. Buat banyak orang, terutama keluarga muda dan pekerja aktif, motor juga harus nyaman dipakai sehari-hari, irit, praktis, dan punya fitur yang memudahkan aktivitas. Menariknya, fitur-fitur premium yang dulu identik dengan motor mahal kini mulai hadir di motor matik harga 20 jutaan. Salah satunya lewat Yamaha GEAR ULTIMA Hybrid Smart yang sudah dibekali Smart Key System alias keyless modern. Bukan cuma terlihat lebih canggih, fitur ini juga benar-benar terasa manfaatnya dalam aktivitas harian. Nggak Perlu Ribet Cari Kunci Lagi Pernah panik cari kunci motor di dalam tas saat buru-buru? Atau repot buka jok sambil bawa banyak barang belanjaan? Hal-hal kecil seperti itu kadang justru bikin aktivitas jadi kurang nyaman. Nah, lewat 2 Smart Key System di Yamaha GEAR ULTIMA Hybrid Smart, pengendara cukup membawa remote di saku. Motor bisa langsung dinyalakan tanpa perlu memasukkan anak kunci seperti motor konvensional. Praktis banget, apalagi buat yang mobilitasnya padat setiap hari. Mau berangkat kerja, antar anak sekolah, sampai jalan santai akhir pekan jadi terasa lebih simpel. Selain praktis, fitur ini juga memberi rasa aman ekstra karena sudah dilengkapi immobilizer yang membantu meminimalisir risiko pencurian. Motor Harian Cocok Buat Banyak Aktivitas Yang menarik dari Yamaha GEAR ULTIMA Hybrid bukan cuma fitur keyless-nya saja. Motor ini memang dibuat untuk menemani aktivitas harian yang serba dinamis. Desainnya compact, tapi tetap nyaman dipakai membawa barang maupun boncengan. Ditambah lagi ada berbagai fitur fungsional yang terasa kepakai dalam keseharian, seperti: ● Bagasi luas untuk menyimpan barang bawaan ● Soket charger smartphone ● Lampu LED yang lebih terang dan modern ● Digital speedometer yang informatif ● Koneksi Y-Connect ke smartphone ● Handle belakang multifungsi yang praktis Hal-hal seperti ini mungkin terlihat sederhana, tapi justru bikin pengalaman berkendara jadi lebih nyaman setiap hari. Teknologi Hybrid Tetap Irit Dipakai Harian Selain fitur modern, Yamaha GEAR ULTIMA Hybrid juga dibekali teknologi Blue Core Hybrid yang membantu akselerasi awal terasa lebih halus dan responsif. Karakter ini cocok banget dipakai di kondisi jalan perkotaan yang sering stop and go. Tarikan awal terasa enteng, tapi konsumsi bahan bakar tetap efisien untuk penggunaan harian. Jadi buat yang sering mobile dari pagi sampai malam, motor ini tetap nyaman dipakai tanpa bikin boros di pengeluaran bensin. Harga 20 Jutaan, Fiturnya Sudah Naik Kelas Salah satu yang bikin Yamaha GEAR ULTIMA Hybrid Smart menarik adalah value yang ditawarkan. Di harga 20 jutaan, pengguna sudah bisa merasakan fitur-fitur yang biasanya ada di motor kelas lebih tinggi. Mulai dari Smart Key System, teknologi hybrid, konektivitas smartphone, sampai tampilan modern yang cocok dipakai harian maupun short trip bareng keluarga. Buat yang mencari motor matik praktis dengan fitur lengkap tanpa harus keluar budget terlalu besar, Yamaha GEAR ULTIMA Hybrid Smart bisa jadi pilihan yang menarik untuk dipertimbangkan. Karena sekarang, motor harian bukan cuma soal irit tapi juga soal kenyamanan dan kemudahan saat dipakai setiap hari.

RPN Hadirkan Museum Gula Indonesia: Rumah Sejarah dan Inovasi Pergulaan Nusantara
Nusantara
13 jam yang lalu

RPN Hadirkan Museum Gula Indonesia: Rumah Sejarah dan Inovasi Pergulaan

Pasuruan, katakabar.com - Sejarah baru industri gula nasional terukir di penghujung April 2026 lalu. Di Gedung P3GI, Kota Pasuruan, PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) melalui Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI), salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara tersebut menggelar soft launching Museum Gula Indonesia rangkaian Pertemuan Teknis IKAGI (Ikatan Ahli Gula Indonesia) 2026. Museum Gula Indonesia dihadirkan sebagai pusat edukasi dan pelestarian sejarah industri gula nasional yang diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran lintas generasi, mulai dari sejarah pergulaan era kolonial hingga perkembangan industri modern. Peluncuran museum disambut antusias peserta, meliputi perwakilan pabrik gula, akademisi, peneliti, hingga petani tebu. Kepala P3GI, Aris Lukito, S.P., M.Si., menyampaikan Gedung P3GI dipilih karena memiliki nilai historis penting dalam perjalanan industri gula Indonesia. “Kami mengangkat tema awal Museum Gula Indonesia adalah Era Perkebunan Tebu Kolonial hingga Perkebunan Modern. Kita berada di tempat yang sangat historis, yang dulu punya peran besar bagi kemajuan industri gula di Indonesia,” ujarnya. Museum Gula Indonesia dirancang tidak sekadar sebagai ruang pajang artefak. Lebih dari itu, museum ini menjadi jembatan ilmu antargenerasi. Generasi terdahulu dapat mengenang perjalanan industri gula, generasi saat ini dapat mempelajari perkembangan teknologi on farm dan off farm, sementara generasi mendatang diharapkan memiliki fondasi kuat untuk melanjutkan cita-cita swasembada gula dan pengembangan bioetanol. Antusiasme peserta terlihat jelas dalam acara ini. Sejumlah perwakilan pabrik gula menilai museum ini akan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produktivitas, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pengembangan bioetanol. “Saya sangat terkesan dengan acara ini. P3GI memang tempatnya para ahli dan pusat ilmu pengetahuan. Semoga Museum Gula Indonesia terus dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” kata seorang peserta. Dukungan terhadap pengembangan museum juga disampaikan Direktur PT RPN, Iman Yani Harahap. Ia menegaskan museum ini merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem pengetahuan industri gula nasional. Menurutnya, soft launching Museum Gula Indonesia ini bukan hanya momentum seremonial, tetapi titik awal membangun ekosistem pengetahuan yang menghubungkan sejarah panjang industri gula dengan kebutuhan masa depan. “Dengan mengambil lokasi di P3GI Pasuruan yang sarat nilai historis, pembelajaran dari era kolonial hingga modern harus menjadi pijakan dalam mendorong inovasi, termasuk penguatan produktivitas, adaptasi perubahan iklim, dan pengembangan bioetanol. Kami meyakini museum ini akan menjadi pusat unggulan yang tidak hanya menyimpan memori, tetapi juga menggerakkan masa depan industri gula nasional,” jelas Iman.

Lewat Perdagangan Karbon PTPN IV PalmCo Perkuat Transisi Energi Bersih Nasional
Nasional
13 jam yang lalu

Lewat Perdagangan Karbon PTPN IV PalmCo Perkuat Transisi Energi Bersih

Jakarta, katakabar.com - Partisipasi masyarakat dalam perdagangan karbon menunjukkan tren meningkat sepanjang 2025 lalu. Melalui platform IDX Carbon dan PTPN Carbon Hub, publik tercatat telah menyerap 5.202 ton setara karbon dioksida (tonCO₂e) dari proyek energi terbarukan milik PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara. Data perusahaan menunjukkan volume serapan tersebut berasal dari 335 transaksi yang dilakukan individu maupun entitas bisnis sejak pencatatan perdana di Bursa Karbon Indonesia pada 20 Mei 2025 lalu. Soal transaksi pembelian riil pertama berlangsung pada 29 Juli 2025 dan pencatatan akumulatif ditutup pada 31 Desember 2025. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, mengatakan tren tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran publik untuk terlibat langsung dalam upaya pengurangan emisi. “Dulu isu perdagangan karbon identik dengan korporasi besar. Sekarang masyarakat juga mulai mengambil peran dalam menyeimbangkan jejak karbon dari aktivitas sehari-hari,” kata Jatmiko lewat keterangannya, di pekan kedua Mei 2026 lalu. Menurutnya, seluruh unit karbon yang diperdagangkan melalui platform tersebut berasal dari proyek yang telah terverifikasi dan memiliki basis operasional nyata di lapangan. Dua proyek utama yang menjadi sumber kredit karbon ialah pemanfaatan limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) pada fasilitas Biogas Co-Firing di Pabrik Kelapa Sawit Lubuk Dalam, Riau, serta Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei, Sumatera Utara. Proyek tersebut memanfaatkan gas metana dari limbah cair sawit untuk diolah menjadi energi baru terbarukan. Selain menekan emisi gas rumah kaca, skema ini juga dinilai memperkuat praktik ekonomi sirkular di sektor perkebunan sawit. Berdasarkan data perusahaan, dari total 5.202 tonCO₂e yang telah diserap publik, sebanyak 2.111 tonCO₂e telah resmi di-offset melalui Sistem Registri Nasional (SRN). Proses offset dilakukan secara bertahap dengan fasilitasi PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) sebagai pengelola platform serta dukungan Pertamina New & Renewable Energy. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya juga memasukkan proyek biogas milik PTPN IV PalmCo sebagai salah satu aksi mitigasi yang mendukung target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia dan diperdagangkan melalui Bursa Karbon. Jatmiko menilai capaian tersebut menjadi indikator bahwa mekanisme perdagangan karbon mulai diterima publik karena dinilai lebih transparan dan mudah diakses. “Setiap unit karbon yang dibeli memiliki underlying project yang jelas. Masyarakat bisa mengetahui langsung sumber pengurangan emisinya sehingga kepercayaan terhadap mekanisme ini ikut tumbuh,” jelasnya. Secara teknis, volume serapan emisi sebesar 5.202 tonCO₂e disebut setara dengan penanaman dan pemeliharaan sekitar 86.000 bibit pohon selama 10 tahun. Nilai itu juga ekuivalen dengan pengurangan emisi dari sekitar 1.130 mobil penumpang dalam satu tahun. Sejumlah partisipan mengaku mulai melihat offset karbon sebagai bagian dari tanggung jawab pribadi terhadap lingkungan. M Ansori Nasution, salah satu pembeli kredit karbon ritel, mengatakan akses pembelian yang terhubung langsung dengan proyek energi terbarukan membuat masyarakat lebih yakin terhadap dampak nyata yang dihasilkan. “Sebagai individu, ada kesadaran untuk ikut menyeimbangkan jejak karbon. Yang penting, proyeknya jelas dan memang menghasilkan pengurangan emisi,” sebut Ansori. Pandangan serupa disampaikan Devanda Faiqh Albyn. Menurutnya, generasi muda mulai memandang keterlibatan dalam perdagangan karbon sebagai bentuk investasi lingkungan jangka panjang. “Isu perubahan iklim sekarang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ketika ada instrumen yang memungkinkan publik ikut mendukung proyek energi bersih secara langsung, tentu itu menjadi hal positif,” tuturnya. Pemerintah menargetkan pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada 2050. Pada konteks tersebut, keterlibatan sektor perkebunan dan energi terbarukan diproyeksikan menjadi salah satu penopang penting transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia.

Berita Daerah

Sorotan terbaru dari berbagai wilayah