Ungkap TPPU Sindikat Perburuan Gajah, Polda Riau: Hasil Kejahatan Diputar Lewat Perusahaan dan PETI
Hukrim - Kamis, 11 Juni 2026 | 17:04 WIB
Aceh, Katakabar – Air matanya tak mampu dibendung saat mengenang hari ketika banjir bandang meluluhlantakkan lahan pertanian yang menjadi tumpuan hidup keluarganya.
Lambannya proses ini memicu pertanyaan publik, termasuk dugaan adanya intervensi kekuasaan, serta dikaitkan dengan insiden berdarah di kawasan PT Sinar Belilas Perkasa (SBP) dan aktivitas alat berat milik perusahaan yang dikendalikan terlapor.
Jakarta, katakabar.com - Penyaluran dana bantuan pembiayaan perumahan (Rumah Subsidi) lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terus menunjukkan tren positif. Lihat, per 11 Juni 2026, BP Tapera mencatat realisasi penyaluran FLPP telah mencapai 77.532 unit rumah atau 22,15 persen dari target pemerintah tahun ini sebanyak 350.000 unit. Capaian tersebut berkat kolaborasi bersama 36 bank penyalur dan 21 asosiasi pengembang. Realisasi KPR Sejahtera FLPP tersebut tersebar di 8.859 perumahan subsidi yang dibangun oleh 9.163 pengembang di 375 kabupaten dan kota pada 35 provinsi di Indonesia. Di sisi perbankan, Bank BTN menjadi penyalur FLPP terbesar dengan realisasi 37.657 unit rumah atau 48,56 persen dari total capaian penyaluran saat ini. Disusul Bank Syariah Nasional menyalurkan 19.088 unit (24,61 persen), Bank BRI 6.275 unit (8,09 persen), Bank BNI 5.608 unit (7,23 persen), dan Bank Mandiri 2.755 unit (3,55 persen), dan 7,96 persen sisanya adalah mitra bank penyalur FLPP lainnya. Sementara dari sisi kalangan asosiasi pengembang, capaian tersebut berasal dari REI dengan realisasi tertinggi sebesar 32.026 unit rumah atau 41,3 persen dari total penyaluran saat ini. Posisi berikutnya ditempati APERSI dengan 23.048 unit (29,72 persen), HIMPERRA sebesar 10.426 unit (13,44 persen), ASPRUMNAS sebanyak 3.532 unit (4,55 persen), dan PI sebesar 2.475 unit (3,19 persen), dan 7,8 persen sisanya berasal dari para asosiasi pengembang lainnya. Data BP Tapera menunjukkan, minat generasi muda terhadap program pembiayaan rumah subsidi menempati posisi tertinggi. Kelompok usia 19 hingga 25 tahun menjadi penerima manfaat FLPP terbanyak dengan 28.060 unit rumah atau 36,19 persen dari capaian total nasional tahun ini. Hal tersebut membuktikan minat masyarakat usia muda untuk memiliki rumah pertama melalui skema pembiayaan bersubsidi ini cukup besar. Dari sisi jenis pekerjaan, kelompok jenis pekerjaan swasta masih menunjukkan kelompok yang paling besar memanfaatkan layanan FLPP, yaitu sebesar 52.592 atau 67,83 persen. Diikuti dengan kelompok jenis pekerjaan Wiraswasta sebesar 12.699 atau 16,38 persen, PNS sebesar 6.343 atau 8,18 persen, Lainnya 4.723 atau 6,09 persen, dan TNI/Polri sebesar 1.175 atau 1,52 persen. Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, optimis penyaluran FLPP akan terus meningkat setiap bulan. Menurutnya, BP Tapera secara rutin melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap kinerja bank penyalur maupun asosiasi pengembang guna memastikan penyaluran berjalan sesuai target. BP Tapera juga terus memperluas sosialisasi program rumah subsidi kepada masyarakat, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), agar semakin banyak masyarakat yang dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan tersebut. "Selain melakukan monitoring terhadap kinerja bank penyalur dan asosiasi pengembang, kami juga terus melakukan sosialisasi agar semakin banyak MBR yang dapat mengakses dan memanfaatkan program rumah subsidi. Tentunya hal ini kami lakukan melalui kolaborasi dengan para mitra kerja seperti Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Perbankan, hingga Asosiasi Pengembang Perumahan" jelas Heru. Bidik Hunian Vertikal Di tahun 2026 pemerintah juga mendorong keterjangkauan rumah vertikal bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Hal ini perlu dilakukan untuk mempermudah MBR dalam hal keterjangkauan, terutama dalam hal kemudahan akses seperti lokasi bekerja, fasilitas umum, dan jarak dengan pusat kota. Lantaran itu, BP Tapera sebagai unsur pemerintah memiliki peran melalui penyaluran FLPP dengan turut mendorong penyaluran pada hunian vertikal di tahun 2026. Beradasarkan data yang dimiliki oleh BP Tapera, saat ini tersedia 2.908 unit rumah susun ready stock/siap jual yang tersebar di Indonesia, baik yang dikelola oleh pihak swasta/pengembang maupun oleh Perum Perumnas. BP Tapera melihat ketersediaan ini menjadi salah satu peluang bagi masyarakat generasi rumah tangga muda untuk dapat menjangkau hunian dengan aksestabilitas yang lebih menarik dari aktifitas sehari-hari. “Kami juga melihat, berdasarkan data SiKumbang (Sistem Informasi Kumpulan Pengembang), terdapat juga data potensi rusun mencapai 9.217 unit. Kita akan dorong ini untuk dapat segera direalisasikan,” terang Heru. Guna mendorong hunian vertikal tersebut, saat ini BP Tapera terus berkoordinasi dan berkonsultasi dengan berbagai pihak di pemerintah, termasuk Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) selaku Ketua Komite Tapera terkait dengan penetapan aturan mengenai tenor dan suku bunga bersama dengan Kementerian Keuangan terkait penyedia anggaran, serta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) guna memastikan tata kelola yang diterapkan telah sesuai. Adapun usulan yang saat ini sedang dirumuskan Kementerian PKP bersama dengan BP Tapera adalah berupa tenor mencapai 40 tahun hingga layanan pelunasan dipercepat tanpa dikenakan denda. Usulan tersebut termasuk sudah mengakomodir layanan FLPP yang selama ini telah berjalan, seperti uang muka ringan, suku bunga tetap dan angsuran yang terjangkau. “Jika kita meninjau keterjangkauan berdasarkan upah minimum, maka apabila calon debitur mengajukan tenor hingga 40 tahun, angsuran per bulannya hanya sekitar Rp700 ribu hingga Rp800 ribu untuk rumah susun,” sebut Heru. Dengan realisasi yang telah lebih dari 77 ribu unit hingga saat ini, program FLPP menunjukkan tren positif dalam mendukung kepemilikan rumah bagi MBR sekaligus mempercepat pencapaian target penyediaan hunian layak dan terjangkau yang ditetapkan pemerintah.
Amerika Serikat, katakabar.com - International Broadcast Centre (IBC), pusat siaran resmi untuk Piala Dunia FIFA 2026™, telah resmi dibuka di Dallas, Amerika Serikat. Dalam peresmian tersebut, Presiden FIFA Gianni Infantino melakukan uji coba langsung pada sistem Video Assistant Referee (VAR) menggunakan layar premium Hisense TV RGB-MiniLED. Dallas, Amerika Serikat - International Broadcast Centre (IBC), pusat siaran resmi untuk Piala Dunia FIFA 2026™, telah resmi dibuka di Dallas, Amerika Serikat. Dalam peresmian tersebut, Presiden FIFA Gianni Infantino melakukan uji coba langsung pada sistem Video Assistant Referee (VAR) menggunakan layar premium Hisense TV RGB-MiniLED. Ia juga membagikan momen impresif tersebut melalui akun media sosial pribadinya. Sebagai jantung dari seluruh dokumentasi dan penyiaran turnamen, IBC memilih TV Hisense RGB-MiniLED sebagai perangkat display utama. Teknologi ini dipercaya untuk menopang sekaligus mendistribusikan kualitas siaran pertandingan terbaik ke seluruh penjuru dunia. Gianni Infantino memuji fasilitas baru ini sebagai “pusat siaran internasional paling canggih dan mutakhir dalam sejarah sepak bola” . Saat memasuki ruang kontrol VAR, Infantino mencoba langsung peran sebagai wasit. Melalui kejernihan layar unggulan Hisense, ia mengagumi bagaimana setiap detail sudut pandang (angle) kejadian tersaji secara real-time dan presisi untuk mendukung pengambilan keputusan yang adil. Terpilihnya Hisense TV RGB-MiniLED oleh IBC merupakan pengakuan atas dedikasi Hisense dalam menghadirkan inovasi visual yang nyaman dan akurat. Teknologi backlight pada perangkat ini menggunakan tiga warna utama, yaitu merah, hijau, dan biru– yang bekerja secara mandiri untuk menghasilkan warna yang jernih dan asli. Kecanggihan TV Hisense RGB-MiniLED tidak hanya memberikan detail super tajam untuk menangkap ekspresi emosional pemain, garis offside, hingga momen gol yang krusial, tetapi juga memberikan kenyamanan visual yang sangat tajam. Keunggulan teknis ini memastikan siaran profesional dan laporan langsung dari lapangan hijau tersaji dengan jelas dan presisi. Sebagai pionir “The Origin of RGB-MiniLED”, Hisense terus berkomitmen untuk memimpin inovasi dan masa depan teknologi layar.
Bogor, katakabar.com - Transformasi sektor perkebunan nasional dinilai tidak bisa hanya bertumpu pada perusahaan dan pemerintah. Keterlibatan generasi muda melalui inovasi, teknologi, dan penguatan sumber daya manusia menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing industri perkebunan Indonesia di tengah tantangan pangan, energi, dan perubahan iklim. Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara (PT Perkebunan Nusantara III), Denaldy Mulino Mauna, mengatakan sektor perkebunan memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional sehingga membutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk menjawab berbagai tantangan yang terus berkembang. "Kita harus bersama-sama membangun sektor perkebunan Indonesia. Masa depan sektor ini tidak hanya ditentukan oleh perusahaan atau pemerintah, tetapi oleh seluruh pihak yang memiliki komitmen untuk mendorong kemajuan bangsa," kata Denaldy dalam Studium Generale bertema Membangun Masa Depan Sektor Perkebunan Indonesia: Inovasi, Talenta Muda, dan Keberlanjutan di IPB University, Bogor, Selasa (9/6). Denaldy menjelaskan, transformasi industri perkebunan saat ini semakin berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, digitalisasi, peningkatan produktivitas, dan tuntutan keberlanjutan. Lantaran itu, keterlibatan generasi muda dinilai menjadi kebutuhan untuk mempercepat adaptasi sektor perkebunan terhadap perubahan global. "Generasi muda memiliki peran penting dalam mendorong transformasi digital, peningkatan produktivitas, serta penguatan daya saing perkebunan Indonesia di tingkat global," jelasnya. Kegiatan tersebut dihadiri ratusan mahasiswa dan alumni IPB University. Turut hadir Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa IPB University M. Abdan Rofi, Founder Rembuk Pemuda Aidil Afdan Pananrang, serta Wakil Rektor I Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University Deni Noviana yang membuka acara secara resmi. Menurut Deni, forum yang mempertemukan dunia akademik dan industri penting untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai tantangan pembangunan nasional sekaligus kebutuhan dunia kerja yang terus berubah. "Kolaborasi seperti ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami tantangan pembangunan secara langsung dari para pelaku industri. Ini adalah bentuk sinergi yang perlu terus diperkuat untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan menjawab tantangan dan kebutuhan pembangunan nasional ke depannya," terang Deni. Presiden BEM KM IPB, M Abdan Rofi, menilai berbagai tantangan yang dihadapi sektor perkebunan dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menghadirkan solusi baru melalui inovasi dan pengembangan teknologi. "Setiap tantangan selalu menghadirkan peluang. Transformasi sektor perkebunan hari ini dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menciptakan inovasi, membangun teknologi baru, dan menghadirkan solusi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional," ucapnya. Sementara, Aidil Afdan Pananrang menegaskan bahwa pembangunan nasional membutuhkan kontribusi seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda yang akan menjadi aktor utama pembangunan di masa depan. "Kerja-kerja untuk mengoptimalkan peluang bagi kemajuan bangsa bukanlah kerja satu atau dua pihak saja. Ini adalah kerja bersama lebih dari 200 juta jiwa yang memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan Indonesia terus bergerak maju," bebernya. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pembahasan mengenai peluang karier di sektor perkebunan, pemanfaatan teknologi pertanian dan perkebunan, hingga strategi membangun industri yang lebih berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, PTPN menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik untuk mendukung pengembangan talenta muda dan transformasi sektor perkebunan nasional.
Jakarta, katakabar.com - Pelaku industri pertambangan terus membuktikan kawasan operasional tambang dapat menjadi ruang inovasi bagi penerapan ekosistem sirkular yang memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan. Di pembukaan International Environment Technology and Innovation Expo and Conference (Invirotech) 2026, Menteri Lingkungan Hidup RI, Jumhur Hidayat, mengatakan dunia usaha memiliki peran penting dorong penerapan teknologi bersih dan mempercepat ekonomi sirkular untuk menjawab berbagai tantangan lingkungan hidup. Menurutnya, teknologi dan inovasi harus menjadi bagian dari solusi nyata yang mendukung keberlanjutan sektor industri, sekaligus lingkungan. Melalui pameran, forum diskusi, coaching clinic, workshop, business matching, dan berbagai kegiatan edukatif lainnya, INDO ENVIROTECH menjadi wadah untuk melihat bagaimana teknologi dapat menjawab berbagai persoalan nyata lingkungan hidup. “Dunia usaha memiliki peran penting dalam menerapkan teknologi bersih, meningkatkan kepatuhan lingkungan, dan mempercepat ekonomi sirkular,” ujar Jumhur saat pembukaan INDO ENVIROTECH 2026 di Jakarta, Kamis (11/6). Jumhur menambahkan, teknologi yang dikembangkan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan. “Teknologi harus membantu industri memenuhi kewajiban lingkungannya,” jelasnya. Pada praktiknya, sejumlah pelaku industri tambang telah mulai menerapkan program pengelolaan limbah yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan, tetapi juga penciptaan nilai tambah bagi lingkungan. Salah satu contoh datang dari Anggota Grup MIND ID PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) melalui Program Bank Sampah Pintar yang mengintegrasikan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Melalui sistem pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan yang terstruktur, sampah yang dikumpulkan masyarakat dapat dikonversi menjadi tabungan emas Logam Mulia. Sampah organik diolah menjadi berbagai produk bermanfaat seperti kompos, kasgot, biocleaner, dan maggot. Sepanjang 2025, program ini mencatat serapan sekitar 63 ton sampah anorganik, yang memberikan kontribusi positif terhadap pengurangan limbah di lingkungan sekitar masyarakat. Inisiatif lain dijalankan oleh Anggota Grup MIND ID yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melalui Program Bara Agro Sirkular, yang mengoptimalkan lahan non-produktif bekas aktivitas tambang ilegal menjadi kawasan agrikultur terpadu. Program ini menerapkan konsep 9R dan sistem sirkular terintegrasi, di mana limbah dari satu aktivitas dimanfaatkan sebagai input bagi aktivitas lainnya. Contohnya, kotoran puyuh diolah menjadi pupuk organik untuk perkebunan, sementara maggot hasil pengolahan limbah organik dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan perikanan. Anggota Grup MIND ID berikutnya yakni PT Freeport Indonesia (PTFI) mengembangkan Pusat Transformasi Bersama (PTB), yakni fasilitas pengolahan sampah berbasis daur ulang yang dibangun melalui kolaborasi dengan yayasan masyarakat di sekitar wilayah operasional Gresik, Jawa Timur. Melalui program ini, limbah kayu dan besi dari aktivitas konstruksi smelter diolah menjadi produk seperti meja dan kursi, yang kemudian disalurkan untuk mendukung program sosial, termasuk bagi anak-anak yatim dan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Hal ini meminimalisir limbah konstruksi yang terbuang ke lingkungan. Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan limbah di sektor pertambangan berperan dalam mengurangi dampak lingkungan, sekaligus juga mampu menciptakan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan. Pendekatan ini sekaligus menegaskan bahwa industri pertambangan dan kelestarian lingkungan adalah hal yang saling mendukung, dan dapat diimplementasikan melalui inovasi dan kolaborasi yang tepat.
Jakarta, katakabar.com - Mimin, platform AI percakapan asal Indonesia, mengumumkan kemitraan strategis dengan Alcatel-Lucent Enterprise (ALE) untuk menghadirkan otomatisasi komunikasi tamu berbasis AI di sektor perhotelan Asia-Pasifik. Integrasi dengan ekosistem Rainbow Hospitality milik ALE memungkinkan hotel merespons pertanyaan tamu 24/7 dalam 20+ bahasa, mengurangi volume panggilan tak terjawab, dan memastikan setiap interaksi tamu tercatat dan terhubung di semua saluran, tanpa menambah jumlah staf. Mimin, platform percakapan AI yang membantu bisnis menciptakan customer journey yang mulus, hari ini mengumumkan kemitraan strategis dengan Alcatel-Lucent Enterprise (ALE) untuk mengintegrasikan AI percakapan multibahasa dan otomatisasi suara ke sektor perhotelan di seluruh Asia-Pasifik. Melalui integrasi dengan ekosistem Rainbow Hospitality milik ALE, kolaborasi ini memungkinkan hotel beralih dari komunikasi yang terfragmentasi dan reaktif menuju pengalaman tamu yang terorchestrasi, di mana setiap interaksi terasa terhubung, konsisten, dan diingat. Menjawab Kesenjangan Operasional Nyata Hotel-hotel di APAC menghadapi dua tantangan yang terus berulang. Pertama, volume 10 hingga 30 persen panggilan masuk tidak terjawab di jam sibuk, bukan karena kurang perhatian, melainkan karena sistem yang belum dirancang untuk ekspektasi tamu masa kini. Kedua, konteks tamu yang pesan lewat Instagram DM lalu harus menjawab pertanyaan yang sama saat check-in merasakan sesuatu yang kecil namun berdampak besar: perasaan tidak dikenali. Solusi Ditawarkan Melalui Rainbow Hospitality, hotel kini dapat menawarkan: - Dukungan Suara Multibahasa 24/7 Agen suara AI menangani pertanyaan tamu dalam 20+ bahasa dan dialek, krusial untuk hub pariwisata internasional di Singapura, Thailand, dan Australia.Otomatisasi Chatbot - Percakapan Alur kerja AI menangani permintaan rutin seperti jam sarapan, lokasi fasilitas, dan layanan kamar.Konteks Tamu yang Terhubung - Setiap interaksi tamu di berbagai saluran (suara, chat, pesan) terorchestrasi melalui Rainbow Hospitality, dengan konteks penuh tersedia bagi staf sebelum merespons.Efisiensi Operasional - Implementasi awal mencatat pengurangan hingga 75 persen volume panggilan langsung, meningkatkan produktivitas staf secara signifikan.Kedaulatan Data - Rainbow Hospitality beroperasi di arsitektur cloud berdaulat ALE dengan residensi data di Singapura dan Australia, memastikan kepatuhan regulasi lokal.
Jakarta, katakabar.com - PT Sucofindo (Persero) resmi meluncurkan Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2026, sebuah ajang apresiasi yang mendorong lahirnya inovasi-inovasi terbaik di bidang lingkungan dan sosial dari berbagai sektor usaha di Indonesia. Peluncuran ENSIA 2026 menjadi bagian dari komitmen Sucofindo perkuat implementasi prinsip keberlanjutan sekaligus mendorong kontribusi dunia usaha menghadapi tantangan perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan. Usung tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Communities”, ENSIA 2026 diharapkan menjadi wadah bagi perusahaan untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat, tetapi juga memperkuat daya saing dan keberlanjutan bisnis di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Direktur Utama PT Sucofindo (Persero), Sandry Pasambuna, mengatakan bahwa peluncuran ENSIA 2026 merupakan langkah strategis untuk memperluas gerakan inovasi keberlanjutan di Indonesia. “ENSIA bentuk komitmen Sucofindo dalam mendorong dunia usaha untuk terus berinovasi dan mengambil peran aktif dalam menjawab berbagai tantangan lingkungan dan sosial. Melalui ENSIA 2026, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mampu mempercepat lahirnya solusi-solusi inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan keberlanjutan bisnis,” ujar Sandry. Menurut Sandry, saat ini dunia usaha tidak lagi hanya dituntut untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mampu menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan. Lantaran itu, inovasi menjadi kunci dalam menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Melalui ENSIA 2026, kami berharap semakin banyak perusahaan yang menunjukkan praktik-praktik terbaiknya pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Inovasi yang dihasilkan diharapkan dapat mendukung upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, memperkuat ketahanan masyarakat, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi dunia usaha,” tambahnya. Sebagai rangkaian peluncuran ENSIA 2026, Sucofindo menyelenggarakan Cerita Bersama Sucofindo (Carbon Talk) yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, lembaga riset, dan sektor industri untuk membahas tantangan serta peluang dalam menghadapi perubahan iklim. Di sesi tersebut, Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Franky Zamzani, memaparkan perubahan iklim telah memengaruhi berbagai sektor strategis, mulai dari pangan, sumber daya air, energi, kesehatan, hingga ekosistem. Itu sebabnya, penguatan kapasitas adaptasi menjadi bagian penting dalam pembangunan berkelanjutan. Ia mengatakan pemerintah terus mendorong upaya adaptasi iklim yang terintegrasi, inklusif, dan berbasis ilmu pengetahuan untuk memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan ekosistem. “Upaya tersebut dijalankan melalui berbagai program prioritas pada sektor pangan, sumber daya air, energi, kesehatan, dan ekosistem guna mengurangi risiko serta dampak perubahan iklim. Hal ini sejalan dengan pilar KLH, yaitu lima bidang prioritas adaptasi yang tertuang dalam Perpres Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional,” jelas Franky. Kepala Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN, Andes Hamuraby Rozak, memaparkan pentingnya riset dan inovasi dalam mendukung upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Menurutnya, pengelolaan ekosistem yang berkelanjutan memerlukan pendekatan berbasis sains agar menghasilkan solusi yang terukur dan berdampak. Andes Hamuraby Rozak melanjutkan bahwa Solusi Berbasis Alam (Nature-based Solutions) menjadi tren sebagai upaya perlindungan, pemanfaatan secara bijaksana, serta pemulihan ekosistem. “Restorasi tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga mengintegrasikan aspek iklim, keanekaragaman hayati, dan masyarakat. Restorasi lahan gambut yang dilakukan secara berkelanjutan dapat mendukung mitigasi perubahan iklim, pemulihan biodiversitas, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui dukungan ilmu pengetahuan, pemantauan berkelanjutan, dan partisipasi masyarakat,” ujar Andes. Di kegiatan sama, Senior Staff General Affairs & CSR PT Smelting, Rachmayani, menekankan pentingnya peran sektor usaha dalam mendukung pengendalian perubahan iklim melalui kolaborasi dengan masyarakat. Menurutnya, dunia usaha dapat berkontribusi melalui berbagai program lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, konservasi air, penghijauan, hingga pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. “Pengendalian perubahan iklim bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Kolaborasi sektor usaha dan masyarakat menjadi kunci terciptanya masa depan yang berkelanjutan,” ulas Rachmayani.
Jakarta, katakabar.com - KAI Logistik berhasil mencatatkan kinerja keseluruhan angkutan barang dengan volume sebesar 1.658.622 ton atau meningkat 10 persen dibandingkan periode bulan sebelumnya pada Mei 2026. Kinerja tersebut salah satunya didorong oleh kinerja angkutan kereta kontainer, yang menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, layanan KA Kontainer telah mengangkut 1.193.688 ton barang atau setara dengan hampir 60 ribu perjalanan truk, mencerminkan semakin meningkatnya pemanfaatan moda kereta api sebagai solusi logistik yang efisien dan berkelanjutan. Yuskal Setiawan, Direktur Utama KAI Logistik, megungkapkan, layanan KA Kontainer mencatat kenaikan 8 perseb secara tahunan pada 2025 dibandingkan 2024, melanjutkan tren pertumbuhan positif sebagai salah satu layanan unggulan. Pada 2026, kami menargetkan pertumbuhan yang lebih besar melalui penguatan layanan dan kapasitas angkut kereta api kontainer. "Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menghadirkan solusi logistik yang tidak hanya efisien, tetapi juga mendukung daya saing industri dan pembangunan logistik yang berkelanjutan," ujarnya. Tren peningkatan volume semakin terlihat memasuki triwulan II 2026, dengan capaian tertinggi pada Mei sebesar 267.390 ton atau meningkat 20 persen dibandingkan awal tahun 2026. Untuk mengakomodasi pertumbuhan permintaan tersebut, perusahaan melakukan akselerasi kapasitas melalui penambahan dua rangkaian KA Kontainer. Langkah ini merupakan upaya KAI Logistik dalam menjawab kebutuhan pelanggan industri yang terus meningkat, sekaligus mendukung semakin kuatnya komitmen dunia usaha terhadap praktik logistik yang lebih efisien dan berkelanjutan. Yuskal menambahkan transformasi sistem logistik nasional tidak hanya ditentukan oleh peningkatan kapasitas distribusi, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan moda transportasi yang efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, kereta api memiliki posisi strategis sebagai tulang punggung angkutan barang berkapasitas besar yang mampu mendukung konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional. "Ke depan, tantangan logistik tidak lagi berbicara mengenai kecepatan pengiriman, tetapi juga menitikberatkan pada aspek tanggung jawab terhadap lingkungan dan infrastruktur. Peralihan sebagian angkutan barang ke moda kereta api merupakan investasi jangka panjang bagi ekonomi nasional karena mampu meningkatkan efisiensi rantai pasok, mengurangi biaya eksternal akibat kemacetan dan kerusakan jalan, serta mendukung pencapaian target pembangunan rendah karbon Indonesia," jelas Yuskal. Lebih lanjut, peningkatan pemanfaatan moda kereta api untuk angkutan barang juga menciptakan multiplier effect bagi perekonomian. Distribusi logistik yang lebih andal akan memperkuat kelancaran pasokan bahan baku dan barang jadi bagi berbagai sektor industri, menjaga stabilitas rantai pasok, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar domestik maupun global. Pada saat yang sama, perpindahan distribusi dari jalan raya ke rel turut mengurangi tekanan terhadap infrastruktur jalan serta meningkatkan keselamatan bagi pengguna jalan. Berdasarkan data tahun 2024, terdapat 150.906 kasus kecelakaan dengan 26.839 korban meninggal dunia. Sekitar 10,5 persen di antaranya melibatkan kendaraan angkutan barang. Sementara kerugian perbaikan jalan nasional akibat kendaraan lebih dimensi dan lebih muatan mencapai Rp10,21 triliun. “Sebagai bagian dari ekosistem transportasi nasional, KAI Logistik berkomitmen untuk terus memperluas pemanfaatan moda kereta api sebagai solusi logistik masa depan. Melalui peningkatan kapasitas, pengembangan jaringan layanan, dan kolaborasi dengan berbagai pelaku industri, perusahaan berharap semakin banyak distribusi barang yang beralih ke moda kereta sehingga mampu menciptakan sistem logistik yang lebih efisien, lebih aman, lebih hijau, dan lebih berdaya saing, sekaligus mendukung visi Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” sebut Yuskal.
Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia diperkirakan masih bergerak dalam tekanan di perdagangan, Kamis (11/6). Sejumlah indikator teknikal menunjukkan bahwa tren pelemahan belum sepenuhnya berakhir, meskipun sebelumnya harga sempat mengalami kenaikan terbatas. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar masih mewaspadai potensi koreksi lanjutan dalam jangka pendek. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai pergerakan pasangan XAU/USD pada timeframe M30 masih menunjukkan dominasi sentimen bearish. Setelah mengalami kenaikan sementara atau yang dikenal sebagai secondary trend, harga kini kembali mengarah mengikuti tren utama yang masih cenderung turun. Menurut Geraldo, fase koreksi naik yang terjadi sebelumnya belum mampu mengubah struktur pasar secara keseluruhan. Justru setelah kenaikan tersebut berakhir, harga membentuk pola yang mengindikasikan bahwa tekanan jual kembali muncul dan berpotensi mendominasi perdagangan dalam beberapa sesi ke depan. Salah satu sinyal yang menjadi perhatian adalah terbentuknya swing high baru yang berada lebih rendah dibandingkan puncak sebelumnya atau dikenal sebagai lower high. Dalam analisis teknikal, pola ini sering dianggap sebagai tanda bahwa tenaga pembeli mulai berkurang, sementara pihak penjual kembali mengambil kendali pasar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa setiap upaya kenaikan yang terjadi masih menghadapi tekanan yang cukup besar. Selama harga belum mampu menembus area puncak terbaru yang terbentuk, peluang untuk melanjutkan pelemahan masih lebih besar dibandingkan peluang untuk kembali naik. Dari sisi teknikal, area support di level 4.061 menjadi titik yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar. Level tersebut diperkirakan menjadi target penurunan terdekat apabila tekanan jual terus berlanjut. Jika harga berhasil menembus area tersebut, maka peluang penurunan menuju level 4.036 akan semakin terbuka. Selain pola harga, indikator stochastic juga memberikan sinyal yang sejalan dengan potensi koreksi. Saat ini indikator tersebut berada di area overbought atau jenuh beli. Kondisi tersebut biasanya menunjukkan kenaikan yang terjadi sebelumnya mulai kehilangan momentum dan berpotensi diikuti oleh aksi jual. Pergerakan stochastic yang mulai mengarah turun menjadi indikasi bahwa kekuatan beli tidak lagi sekuat beberapa sesi sebelumnya. Situasi ini sering dimanfaatkan oleh pelaku pasar untuk melakukan aksi ambil untung atau membuka posisi jual baru, terutama ketika tidak ada katalis positif yang cukup kuat untuk mendorong harga lebih tinggi. Dengan kombinasi sinyal teknikal tersebut, peluang emas untuk bergerak turun dalam jangka pendek masih cukup terbuka. Meskipun demikian, pasar tetap akan memperhatikan sejumlah faktor fundamental yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan. Dari sisi fundamental, perhatian investor masih tertuju pada kebijakan moneter Amerika Serikat. Saat ini pasar masih memperkirakan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level yang relatif tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. Pandangan tersebut muncul karena sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik. Data inflasi yang belum sepenuhnya turun ke target bank sentral, kondisi pasar tenaga kerja yang masih solid, serta aktivitas ekonomi yang relatif stabil membuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter menjadi lebih terbatas. Akibatnya, dolar AS tetap mendapatkan dukungan dari sentimen tersebut. Penguatan dolar AS biasanya menjadi faktor yang kurang menguntungkan bagi emas. Sebagai aset yang diperdagangkan menggunakan dolar, harga emas cenderung menghadapi tekanan ketika mata uang Amerika Serikat menguat. Kondisi ini membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain sehingga permintaannya berpotensi berkurang. Selain itu, aset berbasis dolar juga dinilai lebih menarik ketika suku bunga berada di level tinggi. Investor cenderung memilih instrumen yang menawarkan imbal hasil dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga atau pendapatan tetap. Di sisi lain, membaiknya sentimen pasar global turut mengurangi minat terhadap aset safe haven. Ketika pelaku pasar lebih optimistis terhadap prospek ekonomi dan pasar saham, dana investasi biasanya mengalir ke aset yang dianggap memiliki potensi keuntungan lebih besar. Hal tersebut dapat mengurangi permintaan terhadap emas sebagai instrumen perlindungan nilai. Secara keseluruhan, kombinasi antara sinyal teknikal dan sentimen fundamental masih menunjukkan bahwa pergerakan emas berada dalam tekanan. Analisis Dupoin Futures memperkirakan peluang pelemahan menuju area support 4.061 hingga 4.036 masih terbuka selama harga belum mampu menembus area resistance terdekat. Investor dan trader disarankan tetap mencermati perkembangan data ekonomi Amerika Serikat serta pernyataan pejabat Federal Reserve yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar dalam jangka pendek.
Sorotan terbaru dari berbagai wilayah