Cerita Lawas Berulang, Kabut Asap Kepung Riau Mafirion Bilang Korporasi Terbukti Bakar Lahan Cabut Izinnya
Lingkungan - 3 jam yang lalu
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memperkuat edukasi dan akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), melalui Bazar Pesona Merdeka 2026 yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di M Bloc Space, Jakarta. Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho turut mendampingi Menteri PKP, Maruarar Sirait dalam melakukan interaksi langsung dengan pelaku UMKM dan masyarakat yang hadir. Interaksi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat memperoleh informasi mengenai akses pembiayaan perumahan sekaligus melihat langsung kondisi dan latar belakang para peserta. Pada kegiatan tersebut, Menteri PKP melakukan pengecekan langsung kepada sejumlah peserta, mulai dari pelaku usaha kreatif, barista, pekerja yayasan pendidikan, hingga pelaku UMKM yang memproduksi barang secara mandiri. Salah satu peserta juga mengembangkan karya seni lukis yang dibuat oleh anaknya yang merupakan penyandang autisme menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Heru menyampaikan keterlibatan BP Tapera dalam kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendekatkan informasi mengenai KPR Sejahtera FLPP kepada masyarakat yang selama ini membutuhkan akses kepemilikan rumah pertama. “BP Tapera hadir untuk mendekatkan informasi pembiayaan perumahan kepada masyarakat. Kami ingin pelaku UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah mengetahui bahwa mereka memiliki kesempatan untuk mengakses pembiayaan rumah pertama melalui KPR Sejahtera FLPP,” kata Heru. Pada kegiatan tersebut, tercatat 89 masyarakat telah mendaftar untuk memperoleh informasi dan akses pembiayaan perumahan. Peserta berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan dan usaha, menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap hunian pertama sekaligus akses pembiayaan semakin beragam. Dari kegiatan ini kami melihat antusiasme masyarakat cukup tinggi. Ini menunjukkan kebutuhan terhadap rumah pertama masih sangat besar, termasuk dari kalangan pelaku usaha dan pekerja yang selama ini mungkin belum memahami bagaimana cara mengakses pembiayaan perumahan,” jelas Heru. Berdasarkan rekap realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP periode 1 Januari hingga 19 Agustus 2026, BP Tapera mencatat 131.516 unit rumah telah tersalurkan dengan total nilai pembiayaan mencapai Rp16,36 triliun. Penyaluran tersebut telah menjangkau 36 provinsi di Indonesia. Dengan kuota FLPP tahun 2026 sebanyak 350.000 unit, capaian tersebut menunjukkan masih terdapat ruang yang luas bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan program pembiayaan rumah pertama. Jawa Barat menjadi provinsi dengan realisasi terbesar, yakni 31.229 unit atau 23,75 persen dari total penyaluran, dengan nilai pembiayaan sekitar Rp3,93 triliun. Heru menegaskan BP Tapera akan terus memperluas sosialisasi agar masyarakat memahami persyaratan, manfaat, dan mekanisme pengajuan KPR Sejahtera FLPP. “Program pembiayaan perumahan harus semakin dekat dengan masyarakat. Kami akan terus memberikan edukasi agar masyarakat memahami persyaratan, manfaat, serta proses pengajuan sehingga mereka yang memenuhi ketentuan dapat memanfaatkan kesempatan memiliki rumah pertama,” ucap Heru. Sedang, dari interaksi Menteri PKP dengan para pelaku UMKM juga memperlihatkan keberagaman potensi ekonomi masyarakat. Menteri PKP memberikan motivasi kepada peserta agar tidak mudah menyerah dalam mengembangkan usaha. “Pantang menyerah itu harus dari diri kita sendiri. Dengan kemauan dan doa, kita harus yakin sukses,” pesan Menteri PKP kepada seorang peserta. Bazar Pesona Merdeka 2026 sendiri menghadirkan ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk dan mengembangkan usahanya. Kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan bagi pengusaha muda dan pengusaha muda penyandang disabilitas untuk tampil dan memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat. Melalui keterlibatan dalam kegiatan ini, BP Tapera tidak hanya mendorong masyarakat memahami program pembiayaan perumahan, tetapi juga memperluas jangkauan informasi kepada kelompok masyarakat yang aktif menjalankan usaha. Upaya tersebut sejalan dengan semangat pemberdayaan ekonomi, di mana rumah pertama diharapkan dapat menjadi bagian dari fondasi kemandirian keluarga sekaligus mendukung masyarakat dalam mengembangkan usaha. BP Tapera berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dan edukasi pembiayaan perumahan agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk generasi muda dan pelaku UMKM, dapat memperoleh akses terhadap hunian pertama yang layak dan terjangkau.
Jakarta, katakabar.com - Ketika perempuan memasuki dunia kerja, tantangan yang mereka hadapi tidak selalu berhenti pada kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan. Bagi banyak orang tua yang bekerja, terutama perempuan dengan anak kecil, kemampuan untuk menyeimbangkan tanggung jawab profesional dengan pengasuhan anak dapat menjadi faktor penting yang menentukan apakah mereka dapat bertahan dan berkembang dalam karier. Di tengah persoalan tersebut, dukungan pengasuhan anak dari perusahaan atau employer-supported childcare semakin dipandang sebagai bagian penting menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan ramah keluarga. Salah satu contohnya datang dari Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI), yang mengembangkan dukungan pengasuhan anak sebagai bagian dari upaya membantu karyawan menyeimbangkan tanggung jawab keluarga dan pekerjaan. Perjalanan tersebut bukan baru dimulai dengan hadirnya fasilitas daycare permanen. Sejak 2017 lalu, tim Godrej di Indonesia telah menyediakan pop-up daycare selama periode libur Idul Fitri untuk membantu orang tua yang bekerja menghadapi salah satu periode dengan kebutuhan pengasuhan yang tinggi. Pendekatan tersebut kemudian berkembang menjadi model yang lebih permanen. Pada Juni 2025 lalu, GCPI meresmikan iPLAY at Godrej, fasilitas daycare permanen di lokasi kerja perusahaan di Halim, Jakarta Timur. Inisiatif ini dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun tempat kerja yang lebih ramah keluarga dan mendukung orang tua untuk tetap menjalankan karir sekaligus memenuhi kebutuhan pengasuhan anak. Dari Pop-Up Daycare ke Fasilitas Permanen Dukungan childcare Godrej tidak dimulai dari pembangunan fasilitas permanen. Sejak 2017, tim GCPI di Indonesia telah menyediakan pop-up daycare selama libur Idul Fitri, memberikan alternatif pengasuhan sementara bagi karyawan yang tetap harus bekerja selama periode tersebut. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan perusahaan dalam memahami kebutuhan orang tua yang bekerja dan bagaimana perusahaan dapat memberikan dukungan yang lebih praktis. Hadirnya iPLAY kemudian membawa pendekatan tersebut ke tahap yang lebih terstruktur. Berlokasi di kantor pusat GCPI di Halim, Jakarta Timur, fasilitas ini dirancang sebagai ruang yang aman dan edukatif bagi anak-anak ketika orang tua mereka bekerja. Fasilitas tersebut dikelola oleh mitra profesional dan juga terbuka bagi anak-anak karyawan maupun pekerja dari gedung perkantoran di sekitarnya, dengan pilihan layanan harian, mingguan, dan bulanan. iPLAY juga dilengkapi dengan sistem keamanan, alat permainan dan materi edukasi, serta makanan bergizi yang disesuaikan dengan kebutuhan anak. Dengan demikian, fasilitas ini tidak hanya diposisikan sebagai tempat penitipan anak, tetapi sebagai bagian dari sistem dukungan yang membantu orang tua bekerja dengan lebih tenang. Mengapa Childcare Penting bagi Perempuan di Dunia Kerja? Bagi pekerja yang memiliki anak, tanggung jawab pengasuhan dapat mempengaruhi keputusan untuk tetap bekerja, mengurangi jam kerja, atau bahkan meninggalkan dunia kerja. Tanpa dukungan yang memadai, beban pengasuhan juga dapat lebih banyak ditanggung oleh perempuan, sehingga menciptakan hambatan tambahan bagi keberlanjutan dan perkembangan karier mereka. Indonesian Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) menilai employer-supported childcare dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu pekerja yang memiliki anak menjalankan tanggung jawab pekerjaan secara lebih maksimal. Dukungan tersebut juga memiliki manfaat strategis bagi perusahaan, mulai dari meningkatkan keterlibatan dan produktivitas karyawan hingga membantu mempertahankan talenta. Pada konteks ini, onsite daycare bukan sekadar fasilitas tambahan bagi karyawan. Ketika menjadi bagian dari kebijakan workplace care yang lebih luas, childcare dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan orang tua tetap produktif tanpa harus mengabaikan kebutuhan anak. iPLAY sebagai Bagian dari Kebijakan Ramah Keluarga Bagi GCPI, childcare bukanlah kebijakan yang berdiri sendiri. Perusahaan juga menyediakan berbagai kebijakan yang mendukung orang tua, termasuk cuti melahirkan selama enam bulan, cuti ayah selama delapan minggu, cuti adopsi, cuti bagi karyawan yang mengalami keguguran atau stillbirth, bantuan finansial untuk program IVF, serta akses terhadap Employee Assistance Program (EAP). GCPI juga menyediakan pengaturan kerja yang fleksibel, program reintegrasi setelah cuti melahirkan, serta dukungan perjalanan bisnis bagi orang tua yang memiliki bayi berusia 0 hingga 12 bulan dan perlu membawa pengasuh. Di tingkat global, Godrej juga menempatkan konsep equal parenting sebagai bagian dari kebijakan perusahaan. Godrej menyediakan manfaat childcare bagi orang tua biologis maupun adopsi, cuti berbayar bagi primary caregivers, opsi kerja fleksibel setelah kembali bekerja, serta dukungan bagi secondary caregivers. Membangun Model Berdasarkan Kebutuhan Karyawan Pengembangan model childcare Godrej juga didasarkan pada kebutuhan karyawan. Perusahaan menggunakan masukan dari survei karyawan dan focus group dalam mengembangkan model childcare bersama IBCWE. Perusahaan kemudian bermitra dengan Montessori Preschool and Daycare yang terakreditasi oleh Association Montessori Internationale (AMI). Pendekatan berbasis masukan karyawan tersebut penting karena kebutuhan pengasuhan dapat berbeda antara satu tempat kerja dan tempat kerja lainnya. IBCWE sendiri menekankan bahwa solusi employer-supported childcare tidak dapat diterapkan dengan pendekatan yang sama untuk semua perusahaan. Kebutuhan perusahaan perkantoran, manufaktur, pertambangan, perkebunan, maupun sektor lainnya dapat berbeda, sehingga dukungan perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pekerja. Dengan melibatkan karyawan sejak tahap pengembangan, perusahaan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai tantangan yang mereka hadapi dan bentuk dukungan yang paling relevan. Kolaborasi untuk Mendorong Perubahan Hadirnya iPLAY juga menjadi bagian dari percakapan yang lebih luas mengenai employer-supported childcare di Indonesia. IBCWE dan Investing in Women sebelumnya telah bekerja sama dalam mendorong perusahaan untuk mengembangkan berbagai model dukungan childcare. Pada 2024, keduanya menerbitkan panduan employer-supported childcare yang memberikan pilihan bagi perusahaan, mulai dari fasilitas penitipan anak permanen atau sementara hingga dukungan tidak langsung seperti subsidi childcare. Dalam konteks tersebut, pengalaman Godrej dapat menjadi contoh bagaimana perusahaan dapat bergerak dari dukungan childcare yang bersifat sementara menuju model yang lebih permanen dan terintegrasi dengan kebijakan ramah keluarga. Saat peresmian iPLAY pada Juni 2025 lalu, perwakilan pemerintah, sektor swasta, APINDO, IBCWE, Investing in Women, serta berbagai mitra turut hadir dalam forum yang membahas pentingnya employer-supported childcare dan penerapannya di dunia kerja. Kolaborasi lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa persoalan childcare tidak lagi semata-mata dipandang sebagai urusan keluarga. Pengasuhan juga berkaitan dengan ketenagakerjaan, kesetaraan gender, produktivitas, serta partisipasi perempuan dalam perekonomian. Mendukung Ekonomi Perawatan di Indonesia Pembahasan mengenai childcare menjadi semakin penting seiring meningkatnya perhatian terhadap care economy atau ekonomi perawatan di Indonesia. Bagi Godrej, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perusahaan dapat mengambil peran langsung dalam membangun ekosistem yang lebih mendukung keluarga pekerja. Ketika childcare dipandang sebagai bagian dari infrastruktur tempat kerja, bukan sekadar biaya tambahan, perusahaan dapat melihat manfaat yang lebih luas. Dukungan tersebut dapat membantu mempertahankan talenta, meningkatkan loyalitas karyawan, dan menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan perempuan terus berkembang dalam karir mereka. Childcare Investasi Jangka Panjang Pembicaraan mengenai kesetaraan gender di dunia kerja sering kali berfokus pada representasi perempuan, posisi kepemimpinan, dan kesetaraan upah. Namun, ada persoalan mendasar yang perlu diperhatikan terlebih dahulu, yaitu apakah perempuan dan orang tua yang bekerja memiliki dukungan yang memungkinkan mereka untuk tetap berada dalam dunia kerja. Perjalanan Godrej dari pop-up daycare sejak 2017 hingga hadirnya iPLAY sebagai fasilitas daycare permanen menunjukkan bagaimana dukungan tersebut dapat berkembang dari waktu ke waktu. Pengalaman tersebut juga memperlihatkan bahwa childcare akan lebih efektif ketika menjadi bagian dari kebijakan ramah keluarga yang lebih luas. Cuti orang tua, fleksibilitas kerja, dukungan bagi caregiver, dan fasilitas daycare dapat saling melengkapi untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih berkelanjutan. Bagi perusahaan, manfaatnya tidak berhenti pada membantu karyawan mengelola kehidupan keluarga. Dukungan terhadap orang tua yang bekerja juga dapat berkontribusi terhadap retensi talenta, keterlibatan karyawan, produktivitas, dan terciptanya lingkungan kerja yang lebih inklusif. Pada akhirnya, dukungan terhadap childcare bukan hanya tentang menyediakan tempat bagi anak selama orang tua bekerja. Ini adalah tentang menciptakan dunia kerja yang memahami bahwa kesejahteraan karyawan, tanggung jawab keluarga, dan produktivitas profesional saling berkaitan. Melalui iPLAY, Godrej menunjukkan bagaimana perusahaan dapat mengambil peran konkret dalam membangun tempat kerja yang lebih ramah keluarga, sekaligus berkontribusi pada perkembangan ekonomi perawatan di Indonesia. Jika model seperti ini semakin banyak diadopsi oleh perusahaan lain, childcare dapat menjadi bagian penting dari perubahan menuju dunia kerja yang memungkinkan orang tua, khususnya perempuan, berkembang tanpa harus memilih antara keluarga dan karier.
Jakarta, katakabar.com - Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center satu platform terintegrasi. Hal itu memudahkan mengelola dan mengoptimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order. Bisnis di era modern membutuhkan lebih dari sekadar tempat untuk menyimpan data pelanggan. Mereka mencari sistem yang dapat membantu tim bekerja lebih cepat, menjaga hubungan dengan pelanggan, dan mengelola proses bisnis yang semakin digital. Di tengah perubahan tersebut, nama-nama penyedia CRM mulai mendapatkan perhatian lebih besar. Tidak hanya pemain global, perusahaan teknologi lokal juga mulai menunjukkan perannya di pasar Indonesia. Pasar CRM Indonesia Terus Bertumbuh Pasar CRM Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya digitalisasi bisnis. Menurut Mordor Intelligence, nilai pasar CRM Indonesia diperkirakan mencapai USD 205,47 juta pada 2026 dan meningkat menjadi USD 346,58 juta pada 2031, dengan CAGR 11,02% selama 2026–2031. Pertumbuhan ini didorong penggunaan cloud, perkembangan e-commerce, dan adopsi AI dalam aktivitas bisnis. Bisnis membutuhkan CRM untuk mengelola data pelanggan, penjualan, dan layanan secara lebih terstruktur. CRM berbasis cloud juga menjadi bagian terbesar dari pasar. Mordor Intelligence mencatat segmen ini menguasai 61,30% pangsa pasar pada 2025. Sementara itu, usaha kecil dan menengah menyumbang 57,40% dari ukuran pasar pada periode yang sama. Dengan pasar yang terus berkembang, persaingan antara penyedia CRM di Indonesia juga semakin menarik untuk diperhatikan. Salah satu nama yang tercantum dalam laporan Mordor Intelligence adalah Barantum. Barantum Tercantum dalam Daftar Market Leaders CRM Indonesia Dalam laporan Indonesia CRM Software Market, Mordor Intelligence memasukkan Barantum ke dalam daftar Indonesia CRM Software Industry Leaders. Barantum tercantum bersama nama-nama seperti Salesforce, Pipedrive, Oracle, Zoho, Microsoft Dynamics 365, HubSpot, dan Mekari Qontak. Barantum juga disebut dalam bagian competitive landscape yang memetakan pemain di pasar CRM Indonesia. Artinya, Barantum menjadi perusahaan yang diperhitungkan dalam pembahasan mengenai perkembangan dan persaingan industri CRM di Indonesia. Menurut Mordor Intelligence, pemain lokal seperti Barantum memiliki pendekatan yang lebih dekat dengan kebutuhan bisnis Indonesia. Yang menarik adalah bagaimana Barantum membangun solusinya untuk menjawab kebutuhan bisnis Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari berbagai fitur yang ditawarkan Barantum untuk mengelola penjualan, komunikasi, dan layanan pelanggan. Barantum, Jadi Penyedia CRM Rating Tertinggi di Indonesia Barantum merupakan platform berbasis cloud yang menggabungkan CRM, Omnichannel, Broadcast, AI Agent, dan Call Center dalam satu platform. Solusi ini membantu bisnis mengelola penjualan, komunikasi, dan layanan pelanggan secara lebih terintegrasi. Dari sisi pengalaman pengguna, Barantum memiliki rating 4,9/5 dari lebih dari 1.200 ulasan di Google. Rating ini menjadi salah satu gambaran bagaimana pengguna menilai pengalaman mereka dalam menggunakan Barantum. Dengan Barantum CRM, bisnis Anda dapat mengelola data pelanggan, pipeline penjualan, aktivitas tim, dan follow-up. Omnichannel membantu tim menangani percakapan dari berbagai channel, sementara Broadcast mendukung komunikasi massal dan AI Agent membantu mengotomatisasi interaksi pelanggan. Kebutuhan komunikasi melalui telepon juga dapat Anda kelola melalui Call Center. Dengan seluruh kebutuhan tersebut dalam satu platform, bisnis dapat mengurangi pengelolaan yang tersebar di berbagai sistem. Data pelanggan, aktivitas penjualan, komunikasi, dan layanan dapat dikelola dalam alur yang lebih terstruktur. Jika Anda ingin mengelola penjualan dan hubungan pelanggan dalam satu platform, Barantum hadir sebagai solusi CRM terintegrasi untuk bisnis Indonesia.
Pekanbaru, katakabar.com - Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Riau sampaikan apresiasi kepada Kapolda Riau,m Irjen Pol Herry Heryawan dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo atas kerja keras dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau. Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, mengatakan penanganan Karhutla membutuhkan kerja bersama dan keseriusan seluruh unsur. Menurutnya, Kapolda Riau dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai telah menunjukkan komitmen tersebut dengan mengerahkan kekuatan dan jajaran masing-masing untuk menghadapi karhutla di lapangan. “Kami melihat Kapolda dan Pangdam bersama jajaran telah bertungkus lumus dan berjibaku menangani karhutla. Mereka berhadapan langsung dengan kondisi lapangan yang tidak mudah. Ini bentuk kerja nyata dalam melindungi masyarakat dan lingkungan Riau,” ujar Ghulam Zaky. Ghulam secara khusus mengapresiasi langkah Kapolda Riau yang dinilai tidak hanya fokus pada pemadaman api, tetapi juga memberikan perhatian terhadap aspek penegakan hukum lingkungan. Menurutnya, penanganan karhutla harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemadaman, pencegahan hingga penindakan terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. “Keseriusan Kapolda Riau dalam menindak pelaku pembakaran lahan juga patut diapresiasi. Bagi kami, ini merupakan bentuk komitmen beliau dalam penegakan hukum lingkungan. Karhutla tidak cukup hanya dipadamkan, tetapi penyebab dan pelakunya juga harus ditangani sesuai hukum,” tegasnya. Kata Ghulam, penegakan hukum dalam perkara karhutla harus dilakukan secara profesional, transparan dan berdasarkan bukti. Penindakan tidak boleh hanya menyasar masyarakat apabila dalam suatu perkara terdapat bukti keterlibatan atau tanggung jawab pihak lain, termasuk korporasi. “Siapa pun yang terbukti bertanggung jawab harus diproses sesuai hukum. Jangan sampai penegakan hukum hanya berhenti pada masyarakat di lapangan. Jika berdasarkan penyelidikan dan alat bukti ditemukan keterlibatan korporasi atau pihak lainnya, tentu harus ditindak secara profesional,” ucapnya. Di sisi lain, Ghulam mengapresiasi peran Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dalam memperkuat sinergi TNI bersama Polri dan unsur lainnya. Menurutnya, keterlibatan TNI menjadi kekuatan penting dalam mempercepat penanganan karhutla, khususnya dalam pengerahan personel dan dukungan di lapangan. “Peran Pangdam dan jajaran TNI juga sangat penting. Penanganan karhutla membutuhkan kekuatan besar dan koordinasi yang kuat. Sinergi TNI-Polri seperti ini harus terus dipertahankan,” jelas Ghulam. Ia menilai apresiasi Presiden RI, H Prabowo Subianto terhadap penanganan Karhutla di Riau juga menunjukkan kerja bersama yang dilakukan di lapangan mendapat perhatian pemerintah pusat. Karena itu, Ghulam berharap momentum tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkuat penanganan karhutla secara berkelanjutan. “Apresiasi ini bukan berarti menghilangkan fungsi kontrol masyarakat. Justru kami berharap kerja keras Kapolda dan Pangdam terus dilanjutkan. Api harus dipadamkan, pencegahan harus diperkuat dan penegakan hukum lingkungan harus berjalan secara adil,” bebernya. PKC PMII Riau menilai sinergi Kapolda Riau dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dalam penanganan Karhutla merupakan langkah penting untuk menjaga masyarakat dan lingkungan Riau. "Kerja lapangan yang disertai dengan penegakan hukum diharapkan mampu mencegah karhutla kembali terjadi dan memastikan setiap pihak yang terbukti melanggar hukum mempertanggungjawabkan perbuatannya," tandasnya.
Bali, katakabar.com -Perjalanan menuju salah satu festival kripto terbesar di Asia Tenggara, Coinfest Asia (CA) 2026 dimulai jauh sebelum para peserta tiba di Bali. Total 60 anggota komunitas kripto berangkat dari Yogyakarta menuju Bali menggunakan bus dalam program Community Bus yang digagas FLOQ, platform perdagangan aset kripto berlisensi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perjalanan darat tersebut menempuh waktu sekitar 15 jam. Meski panjang, perjalanan justru menjadi bagian dari pengalaman para peserta sebelum menghadiri Coinfest Asia 2026 yang berlangsung di Melasti Beach, Bali, pada 20 hingga 21 Agustus 2026 lalu. Sejak keberangkatan, suasana di dalam bus diisi dengan berbagai aktivitas komunitas. FLOQ juga membagikan merchandise kepada seluruh peserta serta menggelar kuis dengan hadiah voucher aset kripto senilai jutaanRupiah. Program tersebut tidak hanya dirancang sebagai sarana transportasi menuju lokasi acara. FLOQ menjadikan perjalanan tersebut sebagai ruang bagi komunitas untuk saling berkenalan, bertukar cerita mengenai aset digital, sekaligus membangun pengalaman bersama sebelum mengikuti salah satu gelaran kripto yang mempertemukan pelaku industri dari berbagai negara. Antusiasme peserta tetap terjaga meski harus menempuh perjalanan belasan jam. Bagi sebagian peserta, perjalanan menuju Bali menggunakan bus juga menjadi pengalaman baru. Salah satunya Andi Nurhana Manthovani, peserta perempuan yang ikut Community Bus yang mengaku baru pertama kali mengikuti program tersebut dan melakukan perjalanan ke Bali menggunakan bis untuk menghadiri Coinfest Asia. “Ini pertama kali saya ikut program seperti ini. Menurut saya menarik karena perjalanan ke Bali bukan hanya sekadar perjalanan, tetapi juga bisa menjadi kesempatan untuk bertemu dengan teman-teman komunitas dan berbagi pengalaman selama di perjalanan,” ujar Hana. Ia berharap program serupa dapat terus dilakukan sehingga semakin banyak anggota komunitas yang memiliki kesempatan untuk hadir langsung dalam berbagai kegiatan industri aset digital. “Harapannya program seperti ini bisa terus ada dan pesertanya semakin banyak. Selain bisa ikut meramaikan Coinfest, kami juga bisa mendapatkan insight baru, bertemu dengan pelaku industri, dan membawa pengalaman tersebut kembali ke komunitas,” ucap Hana. FLOQ Ingin Komunitas Tak Hanya Menjadi Penonton CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan keterlibatan komunitas menjadi bagian penting dalam perkembangan industri aset digital. Menurut dia, kehadiran komunitas secara langsung di berbagai forum industri dapat membuka kesempatan untuk belajar dan membangun koneksi. “Bagi kami, Community Bus bukan hanya soal membawa peserta dari Yogyakarta ke Bali. Kami ingin menciptakan pengalaman bersama bagi komunitas, mulai dari perjalanan, aktivitas di dalam bus, sampai ketika mereka bertemu langsung dengan pelaku industri di Coinfest Asia,” kata Yudho. Ia menambahkan, kesempatan untuk mempertemukan komunitas dengan pelaku industri menjadi salah satu alasan FLOQ membawa puluhan peserta dari Yogyakarta ke Bali. “Kami berharap teman-teman komunitas tidak hanya datang dan menjadi penonton, tetapi juga bisa mendapatkan pengetahuan, membangun relasi, dan melihat lebih dekat bagaimana industri aset digital terus berkembang,” jelas Yudho. Dari Yogyakarta Komunitas Kripto Menuju Bali Bagi 60 peserta Community Bus, perjalanan menuju Coinfest Asia 2026 pada akhirnya menjadi bagian dari pengalaman itu sendiri. Lima belas jam perjalanan dari Yogyakarta ke Bali menjadi ruang untuk bercengkerama, mengikuti aktivitas komunitas, mendapatkan merchandise, hingga mengikuti kuis berhadiah. Setibanya di Bali, para peserta tidak hanya membawa semangat untuk mengikuti festival, tetapi juga pengalaman dari perjalanan panjang yang dilakukan bersama. Melalui Community Bus, FLOQ berharap semakin banyak anggota komunitas yang dapat terlibat langsung dalam perkembangan ekosistem aset digital, sekaligus menjadikan momentum seperti Coinfest Asia sebagairuang untuk belajar dan memperluas jejaring. Di tengah kehadiran berbagai pemain industri kripto dari dalam dan luar negeri, 60 peserta yang berangkat dari Yogyakarta pun menjadi bagian dari cerita komunitas Indonesia yang ikut meramaikan Coinfest Asia 2026. CEO FLOQ Panelis Bahas Kondisi Pasar Kripto Keterlibatan FLOQ dalam Coinfest Asia 2026 tidak berhenti pada program Community Bus. FLOQ juga menjadi salah satu sponsor dalam gelaran yang berlangsung pada 20 hingga 21 Agustus 2026 di Melasti Beach, Bali. Coinfest Asia 2026 menjadi salah satu forum yang mempertemukan pelaku industri aset digital, mulai dari institusi, builder, trader, komunitas hingga tokoh-tokoh industri kripto global. Penyelenggara menyebut Coinfest Asia sebagai acara yang berfokus pada edukasi dan pengembangan industri, dengan partisipasi yang ditujukan bagi tamu undangan dan peserta yang telah terdaftar. Sejumlah agenda juga diarahkan untuk membahas perkembangan industri kripto sekaligus peluang ekspansi pasar Asia. Hal ini sejalan dengan posisi Asia sebagai salah satu kawasan penting dalam perkembangan ekosistem aset digital. Yudho juga mengambil bagian dalam agenda diskusi Coinfest Asia 2026. Berdasarkan agenda yang dirilis, Yudho dijadwalkan menjadi salah satu panelis dalam sesi “Is the Bull Market Dead, or Just Resting?” pada 21 Agustus 2026 pukul 14.15–14.45 WITA di Indoor Stage. Dalam sesi tersebut, Yudho akan berdiskusi bersama Alexis Sirkia, Co-founder & Captain Yellow; Andreas Tobing, Founder; serta Alex Svanevik, CEO Nansen. Sementara itu, sesi akan dimoderatori oleh Felita Setiawan, COO Indonesia Crypto Network. Sesi tersebut menjadi relevan di tengah dinamika pasar kripto yang masih menghadapi berbagai sentimen global dan perubahan ekspektasi pelaku pasar. Bagi Yudho, forum seperti Coinfest Asia dapat menjadi ruang untuk melihat perkembangan pasar dari berbagai perspektif, tidak hanya dari sisi harga aset kripto, tetapi juga dari perkembangan teknologi, adopsi, regulasi, dan perilaku pengguna. “Pasar kripto selalu bergerak dalam siklus. Yang penting bukan hanya melihat apakah pasar sedang bullish atau bearish, tetapi memahami apa yang sedang berubah di balik pergerakan tersebut. Forum seperti Coinfestmemberikan kesempatan untuk membahas hal itu dari berbagai sudut pandang,” cerita Yudho.
Dekorasi lampu jalan yang terpasang di sepanjang jalan menuju ibukota kabupaten itu ternyata sudah dicopot oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Siak.
Mandau, katakabar.com - Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Mandau ringkus penadah emas curian bernama RK 24 tahun, warga Kelurahan Duri Barat, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, di Toko Perhiasan Perak Permadani yang berada di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Duri, Kecamatan Mandau, Senin (24/8) sekitar pukul 15.10 WIB. Menurut Kapolsek Mandau, AKP I Made Pasek, melalui Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, kepad wartawan lewat siaran pers, Senin malam, peristiwa tersebut terjadi sewaktu pelaku JA yang menjual hasil pencurian emas kepada pemilik toko yang bernama RK Jumat (31/7) sekitar pukul 09.56 WIB lalu. Di mana RK membeli emas tersebut seharga Rp35 juta emas tanpa surat, dan RK menjual emas tersebut ke Toko Emas Nirwana. "Berdasarkan Laporan tentang Pencurian pasal 476 KUHPidana dan dikembangkan penadahan pasal 591 KUHPidana, Tim Opsnal Polsek Mandau mendapat informasi pelaku penadahan tersebut berada di toko yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Duri Barat, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis," ujar Betty. Selanjutnya, ucap Betty, tim langsung menuju ke toko pelaku di Jalan Jenderal Sudirman. Tiba di tempat tersebut tim mengamankan tsk pelaku, tim langsung mengamankan RK, dan setelah diinterogasi pelaku mengakui perbuatannya. "Pelaku dan barang bukti berupa satu unit handphone merek I-Phone, dan foto transaksi jual beli emas hasil curian di bawa ke Polsek Mandau guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," jelasnya.
Pemerintah Kota (Pemko) Binjai bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Utara menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang pemberdayaan kekayaan intelektual
Jakarta, katakabar.com - Ketika T. Koshy membantu membangun Open Network for Digital Commerce (ONDC) di India, gagasan yang dibawa bukan sekadar menciptakan platform perdagangan digital baru. Konsepnya adalah membangun jaringan terbuka yang memungkinkan berbagai aplikasi, pelaku usaha, layanan logistik, dan sistem pembayaran saling terhubung melalui infrastruktur yang interoperabel. Kini, gagasan tersebut memiliki babak baru di Indonesia. Koshy, yang merupakan Founding Managing Director dan CEO ONDC, kini terlibat dalam Indonesia Open Network (ION), sebuah infrastruktur digital terbuka yang dikembangkan untuk membangun ekosistem perdagangan digital yang saling terhubung di Indonesia. ION dirancang untuk menghubungkan aplikasi pembeli, aplikasi penjual, penyedia logistik, sistem pembayaran, lembaga keuangan, serta berbagai layanan digital melalui jaringan terbuka. Sebuah unggahan yang menyoroti perjalanan India menuju kemandirian menampilkan sejumlah tokoh yang berkontribusi terhadap proses tersebut, mulai dari sektor semikonduktor, pertahanan dan antariksa hingga pembayaran digital, identitas digital, dan Digital Public Infrastructure (DPI). Kisah mereka menunjukkan perjalanan menuju self-reliance tidak dibangun oleh satu kebijakan, satu perusahaan, atau satu generasi. Fondasi tersebut dibangun secara bertahap oleh orang-orang yang memperluas kemampuan India untuk membangun, berinovasi, dan bersaing dengan kekuatannya sendiri. Dari ONDC India ke ION Indonesia Perjalanan Koshy menjadi salah satu contoh paling relevan untuk melihat bagaimana pengalaman India kini memiliki kaitan langsung dengan Indonesia. Sebagai Founding MD dan CEO ONDC, Koshy terlibat dalam pengembangan pendekatan open network untuk perdagangan digital India. ONDC dibangun dengan gagasan bahwa perdagangan digital tidak harus bergantung pada sejumlah platform tertutup. Melalui jaringan terbuka, pembeli, penjual, penyedia logistik, dan berbagai pelaku ekosistem dapat saling terhubung melalui protokol yang sama. Pendekatan tersebut membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha kecil untuk masuk ke ekonomi digital tanpa harus membangun platform sendiri atau bergantung sepenuhnya pada satu marketplace. Kini, pengalaman tersebut menjadi salah satu referensi dalam pengembangan ION di Indonesia. Indonesia Open Network diperkenalkan sebagai Digital Public Infrastructure untuk perdagangan digital yang terbuka dan interoperabel. Berbeda dari marketplace baru, ION dirancang sebagai lapisan infrastruktur yang memungkinkan berbagai aplikasi dan layanan yang sudah ada untuk saling terhubung. ION ditujukan untuk memperluas partisipasi UMKM, koperasi, petani, pengrajin, dan pelaku usaha lokal dalam ekonomi digital. Dengan pendekatan interoperabilitas, pelaku usaha dapat terhubung ke jaringan yang lebih luas tanpa harus bergantung pada satu ekosistem digital tertentu. Peluncuran ION juga menjadi bagian dari semakin eratnya kerja sama Indonesia dan India di bidang Digital Public Infrastructure. Inisiatif tersebut dikembangkan berdasarkan arsitektur ONDC India, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan, ekosistem, dan prioritas Indonesia. Koshy sendiri menjadi Anggota Dewan Penasihat Indonesia Open Network. Keterlibatannya memperlihatkan bagaimana pengalaman yang diperoleh India dalam membangun jaringan perdagangan digital terbuka kini ikut menjadi bagian dari proses pengembangan infrastruktur digital di negara lain. Dengan demikian, perjalanan dari ONDC menuju ION bukan sekadar perpindahan sebuah model teknologi dari satu negara ke negara lain. Ini menunjukkan bagaimana pengalaman membangun infrastruktur nasional dapat menjadi dasar untuk berbagi pengetahuan, berkolaborasi, dan mengembangkan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Kemandirian India Melampaui Satu Sektor Namun, perjalanan menuju kemandirian India jauh lebih luas daripada perdagangan digital. Selama beberapa dekade, berbagai generasi telah membangun kemampuan India di sejumlah sektor strategis. Salah satu contohnya adalah industri semikonduktor. Sanjay Mehrotra, Chairman, President & CEO Micron Technology, menjadi salah satu tokoh yang mewakili ambisi India untuk membangun kapasitas di sektor semikonduktor. Investasi Micron di Sanand, Gujarat, menjadi bagian dari upaya India untuk membangun ekosistem semikonduktor domestik dan mengambil posisi yang lebih kuat dalam rantai pasok teknologi global. Membangun Kemampuan Pertahanan dari Dalam Negeri Perjalanan yang sama terlihat dalam sektor pertahanan melalui Baba Kalyani, Chairman Bharat Forge. Bharat Forge berkembang dari perusahaan yang memiliki basis kuat di bidang forging dan manufaktur menjadi salah satu perusahaan swasta yang berperan dalam industri pertahanan India. Bagi India, penguatan industri pertahanan domestik tidak hanya berkaitan dengan mengurangi ketergantungan terhadap impor. Hal itu juga berkaitan dengan pengembangan teknologi, ketahanan rantai pasok, kemampuan manufaktur, serta potensi India untuk menjadi eksportir sistem pertahanan. Membawa India ke Bulan Kemandirian teknologi India juga terlihat jelas dalam program antariksa. Dr. S. Somanath, mantan Chairman Indian Space Research Organisation (ISRO), memimpin lembaga tersebut ketika India mencapai salah satu pencapaian ilmiah terbesarnya. Chandrayaan-3 berhasil mendarat di Bulan pada 23 Agustus 2023, menjadikan India negara keempat yang berhasil melakukan soft landing di Bulan dan negara pertama yang mencapai wilayah lintang selatan Bulan. Pencapaian tersebut merupakan hasil dari investasi selama puluhan tahun dalam lembaga penelitian, pendidikan sains, kemampuan rekayasa, serta pengembangan teknologi antariksa domestik. Program antariksa India memperlihatkan bahwa self-reliance tidak hanya berarti kemampuan memproduksi barang untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga kemampuan mengembangkan teknologi untuk menjalankan misi ilmiah yang kompleks di tingkat global. Dari Ponsel Menjadi Alat Pembayaran Transformasi India juga sangat terasa dalam sistem keuangan digital. Dilip Asbe, Managing Director dan CEO National Payments Corporation of India (NPCI), menjadi salah satu tokoh yang terkait erat dengan perkembangan ekosistem pembayaran digital India, termasuk Unified Payments Interface atau UPI. Dengan memungkinkan berbagai bank dan aplikasi pembayaran saling terhubung melalui satu sistem interoperabel, UPI tidak hanya menjadi produk pembayaran, tetapi telah berkembang menjadi salah satu fondasi penting ekonomi digital India. Membangun Identitas Digital bagi Masyarakat Lapisan penting lainnya dalam transformasi digital India datang melalui Aadhaar. Nandan Nilekani, salah satu pendiri Infosys dan Founding Chairman Unique Identification Authority of India (UIDAI), memainkan peran penting dalam pengembangan sistem identitas digital Aadhaar. Aadhaar menyediakan lapisan identitas digital nasional yang memungkinkan masyarakat menggunakan identitas elektronik untuk mengakses berbagai layanan publik dan swasta. Pengalaman India dengan identitas digital, pembayaran digital, dan berbagai sistem interoperabel kemudian menjadi bagian dari pembicaraan global mengenai bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memperluas inklusi ekonomi dan akses terhadap layanan. Membawa Digital Public Infrastructure ke Panggung Global Amitabh Kant, yang menjabat sebagai G20 Sherpa India ketika negara tersebut memegang Presidensi G20 pada 2023, juga memainkan peran penting dalam membawa konsep Digital Public Infrastructure ke tingkat global. Bersama Nilekani, Kant memimpin task force yang membahas bagaimana DPI dapat mendukung transformasi ekonomi, inklusi keuangan, dan pembangunan. Selama Presidensi G20 India, negara tersebut mendorong pengembangan kerangka dan pemahaman bersama mengenai DPI yang dapat digunakan sebagai referensi oleh negara-negara lain. Pengalaman India menunjukkan bagaimana identitas digital, pembayaran, dan jaringan terbuka dapat dibangun sebagai infrastruktur yang memungkinkan berbagai layanan dan bisnis berkembang di atasnya. Munculnya ION di Indonesia menjadi salah satu contoh bagaimana pendekatan tersebut kini menemukan konteks baru di luar India. Dari Membangun untuk India ke Membangun Bersama Dunia Jika dilihat secara keseluruhan, kisah Koshy, Mehrotra, Kalyani, Somanath, Asbe, Kant, dan Nilekani menunjukkan bahwa perjalanan India menuju self-reliance dibangun di berbagai sektor. Semikonduktor, pertahanan, antariksa, pembayaran, identitas digital, dan perdagangan digital mungkin terlihat sebagai bidang yang berbeda. Namun, semuanya memiliki satu kesamaan: memperluas kemampuan India untuk membangun sistem dan teknologi yang dibutuhkan masyarakatnya sendiri. Inilah yang membuat konsep self-reliance India lebih luas daripada sekadar menggantikan produk impor dengan produk lokal. 80 Tahun Kemerdekaan dan Perjalanan yang Belum Selesai India merdeka pada 1947. Namun, pembangunan India yang lebih mandiri tidak berhenti ketika kemerdekaan diperoleh. Perjalanan tersebut berlanjut melalui pembangunan industri domestik, institusi sains, perusahaan teknologi, sistem keuangan, infrastruktur digital, serta berbagai kemampuan strategis lainnya. Kini, hasil perjalanan tersebut juga mulai terlihat di luar India. Dari ONDC menuju ION, pengalaman India dalam membangun jaringan digital terbuka ikut menjadi bagian dari perjalanan Indonesia dalam membangun ekonomi digital yang lebih interoperabel dan inklusif. Karena itu, ketika India memperingati 80 tahun kemerdekaannya, kisah-kisah tersebut mengingatkan bahwa self-reliance bukanlah pencapaian satu tokoh atau satu generasi. Dari ONDC di India hingga ION di Indonesia, perjalanan tersebut kini berkembang menjadi bagian dari cerita yang lebih luas di Asia, ketika pengalaman yang dibangun India selama puluhan tahun ikut membuka ruang bagi kolaborasi dan inovasi lintas negara.
Jakarta, katakabar.com - Cara masyarakat memilih motor matic terus mengalami perubahan. Jika dulu desain, performa mesin, atau konsumsi bahan bakar menjadi pertimbangan utama, kini semakin banyak pengguna yang juga memperhatikan sisi utilitas. Salah satu fitur yang mulai mendapat perhatian adalah kapasitas bagasi. Perubahan ini tidak terjadi tanpa alasan. Pola mobilitas masyarakat saat ini semakin dinamis. Dalam satu hari, banyak orang tidak hanya bepergian dari rumah ke kantor lalu pulang, tetapi juga berpindah ke berbagai lokasi untuk meeting dengan klien, bekerja dari coffee shop, berbelanja kebutuhan harian, berolahraga, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman. Semakin banyak aktivitas yang dilakukan, semakin beragam pula barang yang perlu dibawa. Di sinilah motor tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga menjadi kendaraan yang mendukung produktivitas dan aktivitas harian. Karena itu, ruang penyimpanan yang praktis menjadi kebutuhan yang semakin diperhatikan. Mengapa Kapasitas Bagasi Kini Salah Satu Pertimbangan? Saat membeli motor matic, banyak orang masih fokus pada desain atau harga. Padahal, fitur yang digunakan hampir setiap hari justru sering kali memberikan manfaat yang paling terasa dalam jangka panjang. Kapasitas bagasi adalah salah satunya. Ruang penyimpanan yang memadai membantu pengguna membawa berbagai perlengkapan tanpa mengurangi kenyamanan berkendara. Selain membuat barang tetap rapi, bagasi juga mengurangi kebutuhan membawa tas tambahan atau menggantung banyak barang di setang maupun area dek kaki. Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, bagasi bukan lagi sekadar tempat menyimpan barang, melainkan bagian dari utilitas motor yang membantu mendukung aktivitas sehari-hari. Barang Apa Saja Umumnya Dibawa Pengguna Motor? Kebutuhan setiap pengguna tentu berbeda. Namun, dalam penggunaan sehari-hari, bagasi motor sering dimanfaatkan untuk menyimpan berbagai perlengkapan seperti: ● Helm saat kendaraan diparkir. ● Jas hujan untuk mengantisipasi perubahan cuaca. ● Jaket atau pakaian ganti. ● Tumbler atau botol minum. ● Charger dan power bank. ● Dompet serta perlengkapan pribadi. ● Tas belanja berukuran kecil. ● Perlengkapan olahraga ringan. Semakin padat aktivitas seseorang, semakin besar pula manfaat ruang penyimpanan yang mampu menampung berbagai kebutuhan tersebut dalam satu tempat. Bagasi Luas Bikin Aktivitas Lebih Praktis Bagasi yang luas tidak hanya memberikan ruang penyimpanan lebih besar, tetapi juga membantu meningkatkan kenyamanan selama berkendara. Pengguna tidak perlu lagi memenuhi area dek kaki dengan barang bawaan atau membawa tas yang terlalu penuh di punggung. Barang-barang yang sering digunakan dapat disimpan dengan lebih rapi sehingga mudah diambil ketika dibutuhkan. Bagi pekerja yang berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, mahasiswa dengan jadwal kuliah yang padat, maupun pengguna yang sering berbelanja setelah pulang kerja, kepraktisan seperti ini menjadi nilai tambah yang dirasakan hampir setiap hari. Yamaha Grand Filano Hybrid Hadir dengan Bagasi 27 Liter Menjawab kebutuhan tersebut, Yamaha menghadirkan Grand Filano Hybrid dengan kapasitas bagasi 27 liter, salah satu yang terbesar di kelasnya. Bagasi yang luas memberikan keleluasaan untuk menyimpan berbagai kebutuhan harian, mulai dari helm, jas hujan, jaket, tumbler, perlengkapan pribadi, hingga barang belanja ringan. Ruang penyimpanan yang lega juga membantu menjaga area berkendara tetap nyaman karena pengguna tidak perlu membawa terlalu banyak barang di luar bagasi. Dengan harga rekomendasi mulai Rp28.665.000 OTR Jakarta, Yamaha Grand Filano Hybrid menawarkan solusi bagi pengguna yang mencari motor matic dengan utilitas yang mampu mendukung mobilitas sehari-hari. Bagi mereka yang aktif berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya, kapasitas bagasi yang besar dapat menjadi salah satu nilai lebih yang memberikan kenyamanan dalam penggunaan jangka panjang. Kini, Bagasi Jadi Bagian Pengalaman Berkendara Perubahan gaya hidup membuat kebutuhan terhadap motor matic juga ikut berkembang. Jika sebelumnya bagasi hanya dianggap sebagai fitur pelengkap, kini kapasitasnya menjadi salah satu aspek yang semakin dipertimbangkan karena berkaitan langsung dengan kenyamanan penggunaan sehari-hari. Motor dengan ruang penyimpanan yang memadai memberikan fleksibilitas lebih untuk membawa berbagai kebutuhan tanpa mengurangi kenyamanan berkendara. Karena itu, bagi pengguna yang mengutamakan utilitas, memilih motor dengan kapasitas bagasi yang besar bukan lagi sekadar mencari ruang penyimpanan, tetapi juga memilih kendaraan yang mampu mengikuti ritme aktivitas sehari-hari.
Sorotan terbaru dari berbagai wilayah