Pemko Binjai Raih Opini WTP dari BPK Sumut atas LKPD 2025 Sumut
Sumut
4 jam yang lalu

Pemko Binjai Raih Opini WTP dari BPK Sumut atas LKPD 2025

Pemerintah Kota (Pemko) Binjai kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Utara atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

Pak Bhabin Singgah, Mau Kemana? Cek Penanaman Jagung Mas di Sinar Langkat Hukrim
Hukrim
9 jam yang lalu

Pak Bhabin Singgah, Mau Kemana? Cek Penanaman Jagung Mas di Sinar Langkat

Mandau, katakabar.com - Jelang panen raya jagung pipil di kawasan Jalan Sinar Langkat Desa Harapan Baru, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, pada Juni 2026 nanti, Polsek Mandau melalui Bhabinkamtibmas Desa Harapan Baru, Aiptu Trismon, melakukan pengecekan pengelolaan lahan jagung di kawasan Sinar Langkat, Jumat (29/5). Pengecekan pengelolaan lahan tersebut dilakukan guna memastikan tanaman jagung pipil memasuki panen raya direncanakan pada Juni 2026 nanti. "Pak Bhabin singgah, mau kemana? Cek penanaman jagung mas, di Jalan Sinar langkat. Terima kasih Mas," kata Aiptu Trismon, saat seorang pekebun menyapa di tengah perjalanan ke lokasi lahan tanaman jagung pipil di Jalan Sinar Langkat. Kapolsek Mandau, Kompol Primadona, diteruskan Bhabinkamtibmas Desa Harapan Baru, Aiptu Trismon, kepada wartawan lewat siaran pers Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, Jumat sore, mengatakan tanaman jagung pipil di lahan seluas dua hektar tumbuh cukup bagus. Ia berharap semoga panen raya jagung pipil rencananya dilaksanakan pada Juni 2026 nanti hasilnya maksimal "Semoga panen raya jagung pipil akan dilaksanakan pada Juni 2026 nanti hasilnya maksimal, salam Presisi," harap Aiptu Trismon. Diketahui, kegiatan pengelolaan lahan Polsek Mandau, Polres Bengkalis di lahan seluas dua hektar di Jalan Sinar Langkat, Desa Harapan Baru, Kecamatan Mandau, merupakan program Gerakan Penanaman Jagung Seluas Satu Juta Hektar Polri, sekaigus program 100 Hari Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto.

FLOQ Analisa Pasar: BI Naikkan Suku Bunga, Trump Dukung Kripto dan Investor Waspada Kelola Risiko Ekonomi
Ekonomi
11 jam yang lalu

FLOQ Analisa Pasar: BI Naikkan Suku Bunga, Trump Dukung Kripto dan Investor Waspada Kelola Risiko

Jakarta, katakabar.com - Pasar aset digital global memasuki pekan keempat Mei 2026 dengan kombinasi sentimen makroekonomi dan regulasi semakin mempengaruhi arah pergerakan pasar kripto.  Tekanan inflasi Amerika Serikat, kenaikan suku bunga Bank Indonesia, hingga langkah pro-kripto dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi sorotan utama yang diperkirakan akan mempengaruhi perilaku investor global maupun domestik.  Analisa pasar menunjukkan, investor kini menghadapi kondisi pasar yang bergerak di antara tekanan likuiditas global, dan meningkatnya legitimasi industri aset digital di tingkat internasional.  Inflasi Amerika Serikat kembali meningkat dengan Consumer Price Index (CPI) tahunan mencapai 3,8 persen pada April 2026. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa The Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (“higher-for-longer”), yang sebelumnya telah picu arus keluar dana dari aset berisiko termasuk ETF Bitcoin Spot sepanjang awal Mei.  Di tengah tekanan makro tersebut, Presiden Donald Trump pada 19 Mei 2026 menandatangani Executive Order mendorong pengurangan hambatan regulasi bagi perusahaan fintech dan aset digital di Amerika Serikat. Kebijakan ini dinilai sebagai salah satu sinyal paling kuat dalam beberapa tahun terakhir terkait integrasi aset digital ke dalam sistem keuangan tradisional.  Langkah tersebut dapat memperkuat legitimasi industri kripto secara global, terutama karena regulator federal AS mulai diarahkan untuk mengeksplorasi integrasi aset digital ke sistem pembayaran tradisional dan infrastruktur keuangan nasional.  Selain itu, pasar menyoroti laporan mengenai “Hormuz Safe” dari Iran, sebuah platform asuransi maritim berbasis Bitcoin untuk kapal dan kargo yang melintas di Selat Hormuz. Meskipun tingkat implementasi dan skalanya masih belum terverifikasi secara independen, narasi ini memperkuat pandangan bahwa aset digital mulai digunakan tidak hanya sebagai instrumen investasi, tetapi juga alat pembayaran lintas batas dan mitigasi risiko perdagangan global.  Di Indonesia, Bank Indonesia mengambil langkah agresif dengan menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen pada 19 Mei 2026 guna menjaga stabilitas Rupiah di tengah penguatan dolar AS. Kebijakan ini diperkirakan akan memperketat likuiditas domestik dan meningkatkan biaya pinjaman di sektor perbankan.  Presiden RI, H Prabowo Subianto, menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) di DPR pada 20 Mei 2026 sebagai respons terhadap dinamika ekonomi global yang semakin cepat berubah.  Kombinasi antara tekanan ekonomi domestik dan meningkatnya legitimasi aset digital global dapat membentuk pola perilaku investor baru di Indonesia, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk melakukan diversifikasi aset.  “Pasar saat ini menunjukkan aset digital semakin bergerak menuju arus utama sistem keuangan global. Di tengah tekanan nilai tukar dan ketidakpastian makro, investor perlu memahami bahwa kripto bukan hanya soal volatilitas jangka pendek, tetapi bagian dari transformasi infrastruktur finansial global yang sedang berlangsung,” ujar Yudhono Rawis, Founder dan CEO FLOQ.  FLOQ menekankan pentingnya edukasi, dan manajemen risiko di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif. Untuk investor pemula, FLOQ menyarankan pendekatan akumulasi bertahap melalui metode Dollar-Cost Averaging (DCA) pada aset kripto blue-chip seperti Bitcoin dan Ethereum. Tidak hanya  itu, diversifikasi terukur ke stablecoin berbasis dolar AS seperti USDT atau USDC dapat menjadi alternatif untuk menjaga nilai aset di tengah pelemahan Rupiah.  Sementara bagi trader aktif, FLOQ mengingatkan pentingnya disiplin penggunaan stop loss dan pengelolaan leverage, terutama karena pasar saat ini bergerak sangat sensitif terhadap kebijakan bank sentral dan data ekonomi global.  Investor jangka panjang juga diminta untuk memperhatikan implementasi lanjutan Executive Order AS dalam 90 hari ke depan, yang dinilai dapat menjadi katalis baru bagi adopsi aset digital global.  Sebagai bagian dari edukasi finansial digital, FLOQ juga mengajak masyarakat untuk memahami bahwa investasi aset digital bukan hanya tentang mengikuti tren pasar jangka pendek, tetapi memahami fundamental, manajemen risiko, dan strategi investasi yang sesuai dengan profil masing-masing pengguna.  Di tengah kondisi pasar yang bergerak dinamis, investor pemula disarankan untuk mempelajari strategi dasar seperti memahami momentum pasar, mengelola emosi saat volatilitas terjadi, hingga membedakan pendekatan investasi jangka pendek dan jangka panjang.  “Banyak orang tertarik masuk ke aset digital saat pasar naik, tetapi belum memahami bagaimana membangun strategi dan fondasi investasi yang sehat. Edukasi menjadi bagian penting agar pengguna tidak hanya ikut tren, tetapi memahami risiko, tujuan investasi, dan cara mengelola portofolio secara bertahap,” ulas Yudhono Rawis. Untuk membantu pengguna memahami strategi dasar investasi dan trading aset digital, FLOQ juga menyediakan berbagai artikel edukasi yang dapat dipelajari langsung melalui platform resmi FLOQ, di antaranya:  Strategi Dasar Trading: Beli Saat Turun, Jual Saat Naik  Strategi Investasi Bitcoin Jangka Pendek vs Jangka Panjang  Melalui pendekatan edukasi ini, FLOQ berharap masyarakat Indonesia dapat membangun pemahaman yang lebih matang terhadap aset digital, mulai dari cara kerja pasar, pengelolaan risiko, hingga strategi investasi yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.  Tentang FLOQ  FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiki komunitas aktif dengan lebih dari 250,000 followers yang bergabung di 7 platform social media, 25,000 anggota komunitas aktif dan juga platform yang berkomitmen untuk meningkatkan edukasi bagi setiap pengguna dan publik dengan penyediaan FLOQ Akademi yang dapat diakses tanpa biaya. Hingga saat ini,   FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar and 2 juta App downloads dan mendukung 100+ aset digital. Dengan fokus pada pengembangan ekosistem dan kolaborasi strategis, FLOQ bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi penggunanya di era ekonomi digital.

Ekonomi AS Tetap Tangguh, Data PMI Jadi Sinyal Positif Bagi Investor Global Internasional
Internasional
12 jam yang lalu

Ekonomi AS Tetap Tangguh, Data PMI Jadi Sinyal Positif Bagi Investor Global

Jakarta, katakabar.com - Di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi global, ekonomi Amerika Serikat kembali menunjukkan ketangguhannya. Ini terlihat dari data Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang melonjak ke level tertinggi sejak 2022. Kenaikan PMI menjadi sorotan penting bagi investor lantaran mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi di sektor manufaktur. Data ini menunjukkan perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat masih aktif melakukan produksi, dan perekrutan tenaga kerja mesk kondisi global masih penuh tantangan. Peningkatan aktivitas manufaktur menjadi sinyal bahwa permintaan domestik AS masih cukup kuat. Konsumen di Amerika Serikat dinilai masih memiliki daya beli yang sehat sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan positif. Bagi pasar keuangan, data PMI yang kuat sering kali dianggap sebagai indikator awal bahwa ekonomi sedang berada dalam kondisi ekspansif. Ketika aktivitas produksi meningkat, maka peluang pertumbuhan laba perusahaan juga ikut membesar. Hal ini langsung disambut positif oleh investor Wall Street. Pasar melihat ekonomi AS masih memiliki fondasi yang kokoh meskipun suku bunga berada di level tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut cukup menarik karena sebelumnya banyak pihak memperkirakan kebijakan suku bunga tinggi The Federal Reserve akan memperlambat ekonomi secara signifikan. Tetapi nyatanya, sektor manufaktur justru mampu menunjukkan performa yang lebih baik dari ekspektasi. Selain peningkatan produksi, pertumbuhan tenaga kerja juga menjadi faktor penting yang memperkuat optimisme pasar. Ketika perusahaan mulai meningkatkan perekrutan, investor melihat adanya keyakinan dari pelaku bisnis terhadap prospek ekonomi ke depan. Data tenaga kerja yang solid juga membantu menjaga konsumsi masyarakat. Karena selama masyarakat masih memiliki pendapatan dan pekerjaan yang stabil, aktivitas belanja cenderung tetap terjaga. Kombinasi antara produksi yang meningkat dan pasar tenaga kerja yang kuat membuat ekonomi AS terlihat lebih tahan banting dibandingkan banyak negara lain. Situasi ini menjadi alasan mengapa investor global masih menjadikan Amerika Serikat sebagai salah satu tujuan utama investasi. Bahkan di tengah gejolak global, pasar saham AS tetap berhasil menarik minat investor institusi maupun ritel. Sektor teknologi kembali menjadi pusat perhatian dalam reli pasar kali ini. Perusahaan-perusahaan berbasis AI dan semikonduktor menjadi pendorong utama optimisme investor. Banyak analis menilai perkembangan AI akan menciptakan gelombang pertumbuhan ekonomi baru beberapa tahun mendatang. Lantaran itu pula, saham-saham teknologi yang memiliki eksposur besar terhadap AI masih dianggap memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang. Di sisi lain, investor tetap perlu memperhatikan potensi risiko. Jika inflasi kembali meningkat atau The Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari ekspektasi, maka pasar bisa mengalami tekanan kembali. Itu sebabnya, strategi diversifikasi tetap menjadi langkah penting bagi investor modern. Tidak hanya berinvestasi di saham, banyak investor kini mulai melirik aset digital seperti kripto dan emas digital sebagai alternatif diversifikasi portofolio. Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Aset Kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan kamu untuk mulai berinvestasi dan eksplor koin kripto lainnya, sebuah aplikasi investasi saham & kripto yang terpercaya dan aman yang dapat menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia. Bagi para investor yang baru ingin memulai berinvestasi tidak perlu khawatir karena cuma di aplikasi ini aset kamu terproteksi dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas. Nanovest secara resmi telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi web kami di www.nanovest.io. Bagi para penggiat investasi yang ingin menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store maupun App Store Anda. Kuatnya data ekonomi AS menjadi bukti pasar global masih memiliki peluang pertumbuhan meskipun kondisi dunia belum sepenuhnya stabil. Investor yang mampu memahami perubahan tren ekonomi dan memanfaatkan momentum dengan baik berpotensi memperoleh hasil investasi yang optimal dalam jangka panjang.

Wall Street Cetak Rekor Baru, Investor Mulai Optimistis Konflik Global Mereda Internasional
Internasional
12 jam yang lalu

Wall Street Cetak Rekor Baru, Investor Mulai Optimistis Konflik Global Mereda

Jakarta, katakabar.com - Wall Street kembali mencatat sejarah baru setelah indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) berhasil ditutup di level tertinggi sepanjang masa. Kenaikan ini menjadi sorotan utama pelaku pasar global karena terjadi di tengah situasi geopolitik yang sebelumnya sempat membuat investor khawatir, terutama terkait ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen positif mulai muncul setelah pasar melihat adanya peluang meredanya konflik geopolitik yang selama beberapa waktu terakhir memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global. Kondisi ini ikut mendorong harga minyak turun, sehingga memberikan ruang napas bagi pasar keuangan. Turunnya harga minyak menjadi salah satu faktor penting yang mendukung reli Wall Street. Sebelumnya, lonjakan harga energi sempat membuat investor khawatir terhadap tekanan inflasi yang bisa memengaruhi kebijakan suku bunga The Federal Reserve. Ketika harga minyak mulai melemah, pasar menilai tekanan inflasi berpotensi lebih terkendali. Situasi tersebut langsung disambut positif oleh investor karena pasar saham Amerika Serikat memang sangat sensitif terhadap pergerakan inflasi dan suku bunga. Saat risiko inflasi dianggap menurun, maka peluang penurunan suku bunga di masa depan menjadi lebih terbuka. Hal inilah yang akhirnya memicu arus beli besar-besaran di pasar saham. Kenaikan DJIA juga menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat masih sangat kuat. Meski dunia menghadapi berbagai tantangan mulai dari konflik geopolitik, perlambatan ekonomi global, hingga ketidakpastian perdagangan internasional, pasar saham AS justru mampu menunjukkan daya tahan yang solid. Tidak hanya Dow Jones, indeks saham utama lainnya juga bergerak positif. Investor mulai kembali masuk ke aset berisiko karena optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang masih cukup tinggi. Salah satu sektor yang paling banyak menarik perhatian adalah sektor teknologi. Saham-saham teknologi kembali menjadi motor utama penggerak pasar, terutama perusahaan yang memiliki eksposur besar terhadap perkembangan artificial intelligence (AI). Investor saat ini percaya bahwa perkembangan AI masih berada di tahap awal sehingga potensi pertumbuhannya dinilai masih sangat besar dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi ini membuat saham teknologi kembali menjadi incaran utama. Selain faktor AI, investor juga melihat perusahaan-perusahaan besar di Amerika Serikat masih mampu menjaga profitabilitas meskipun biaya operasional dan kondisi global penuh tantangan. Hal tersebut memberikan sinyal bahwa fundamental ekonomi AS masih cukup sehat. Tetapi, pelaku pasar tetap diminta untuk berhati-hati. Risiko geopolitik masih belum sepenuhnya hilang dan dapat kembali memicu volatilitas kapan saja. Konflik di Timur Tengah misalnya, masih menjadi salah satu faktor yang terus dipantau investor global. Jika ketegangan kembali meningkat, maka harga minyak berpotensi melonjak lagi dan memicu tekanan baru terhadap inflasi. Oleh karena itu, investor perlu tetap disiplin dalam mengatur strategi investasi dan melakukan diversifikasi aset. Diversifikasi menjadi penting terutama di tengah kondisi pasar yang bergerak sangat cepat. Banyak investor kini tidak hanya fokus pada saham, tetapi juga mulai mempertimbangkan aset digital seperti kripto dan emas digital sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang. Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Aset Kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan kamu untuk mulai berinvestasi dan eksplor koin kripto lainnya, sebuah aplikasi investasi saham & kripto yang terpercaya dan aman yang dapat menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia. Bagi para investor yang baru ingin memulai berinvestasi tidak perlu khawatir karena cuma di aplikasi ini aset kamu terproteksi dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas. Nanovest secara resmi telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi web kami di www.nanovest.io. Bagi para penggiat investasi yang ingin menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store maupun App Store Anda. Dengan kondisi Wall Street yang terus mencetak rekor baru, investor Indonesia juga semakin tertarik untuk ikut memiliki eksposur terhadap pasar saham Amerika Serikat. Apalagi banyak perusahaan teknologi global yang menjadi penggerak utama tren ekonomi masa depan berasal dari AS.

ION Launch Workshop Pamerlkan Potensi Open Network UMKM Indonesia Ekonomi
Ekonomi
13 jam yang lalu

ION Launch Workshop Pamerlkan Potensi Open Network UMKM Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Indonesia Open Network (ION) dorong pengembangan ekosistem digital terbuka yang dinilai dapat memperluas akses UMKM Indonesia ke perdagangan digital, layanan logistik, hingga pembiayaan dalam satu jaringan yang saling terhubung. Hal tersebut terlihat dalam penutupan ION Launch Workshop di SMESCO, Jakarta, Jumat (22/5) lalu, yang menampilkan berbagai aplikasi berbasis open network hasil pengembangan developer dari Indonesia dan India selama empat hari pelatihan intensif. Workshop tersebut dihadiri Chairman Apindo sekaligus Mission Governance ION, Shinta Kamdani, Mission Governance ION sekaligus Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, Founding MD dan CEO ONDC India sekaligus Mission Governance ION, T Koshy, serta Steering Committee ION, Dr Bayu Prawira Hie. CEO Indonesia Economic Forum (IEF) sekaligus salah satu penggerak ION, Sachin V. Gopalan, menjelaskan workshop tersebut dirancang untuk menunjukkan bagaimana pengembangan aplikasi digital kini dapat dilakukan jauh lebih cepat melalui dukungan AI dan open network. Ia mengatakan, berbagai aplikasi yang ditampilkan dalam workshop dibangun dari nol hingga siap didemonstrasikan hanya dalam beberapa hari. “Biasanya pengembangan software seperti ini membutuhkan waktu dua sampai tiga bulan, tetapi kali ini bisa dilakukan hanya dalam dua sampai tiga hari dengan bantuan AI,” ujarnya. Menurut Sachin, konsep open network memungkinkan produk dan layanan dari satu aplikasi dapat diakses oleh berbagai aplikasi lain dalam satu jaringan terbuka. Hal itu dinilai berbeda dengan model platform digital konvensional yang cenderung tertutup. “Ke depannya akan ada ratusan aplikasi buyer di Indonesia. Semua saling terhubung sehingga siapa pun bisa membeli dari mana saja. Itulah kekuatan network dibandingkan platform,” jelasnya. Ia menambahkan ION dibangun untuk mengurangi hambatan bagi pelaku usaha maupun pengembang aplikasi dalam masuk ke ekosistem digital. Demonstrasi Marketplace hingga Kredit UMKM Di sesi demonstrasi, sejumlah perusahaan dan pengembang mempresentasikan aplikasi berbasis ION yang mencakup marketplace UMKM, distribusi rantai pasok, social commerce, hingga layanan pembiayaan UMKM. Salah satu demonstrasi memperlihatkan bagaimana penjual dapat mempublikasikan katalog produk ke dalam jaringan terbuka sehingga dapat diakses oleh berbagai aplikasi pembeli secara bersamaan. Sistem tersebut juga memungkinkan transaksi, pelacakan pengiriman, hingga sistem rating berjalan lintas aplikasi. “Seller app yang sudah terkoneksi akan langsung tersedia di seluruh buyer app dalam jaringan,” jelas salah satu peserta dalam demonstrasi. Selain itu, terdapat demonstrasi aplikasi social commerce yang menghubungkan kampanye influencer dengan penjualan produk melalui open network. Platform tersebut menggunakan AI untuk memprediksi performa konten dan meningkatkan konversi penjualan. Perusahaan pengembang menjelaskan bahwa pendekatan tersebut dilakukan untuk mendorong adopsi open network dengan memanfaatkan kebiasaan masyarakat yang sudah aktif menggunakan media sosial dan mobile commerce. “Yang paling penting adalah network effect dan adopsi solusi agar ekosistem ini berhasil dalam jangka panjang,” ucap salah satu perwakilan perusahaan teknologi yang mengikuti workshop. Peserta lain dari perusahaan teknologi Ayantram juga memanfaatkan teknologi AI dan voice interaction dalam demonstrasi mereka. Salah satu peserta menjelaskan bahwa sistem tersebut digunakan untuk membantu pencarian produk, menerjemahkan katalog, hingga mendukung proses transaksi secara lebih natural dan multibahasa. “AI membantu kami memahami permintaan pengguna, menerjemahkan katalog dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris, hingga memandu pengguna dari proses pencarian produk sampai pemesanan,” tutur salah satu peserta workshop dari Ayantram. Ia menambahkan penggunaan AI juga membantu pengalaman pengguna menjadi lebih mudah digunakan dalam berbagai alur transaksi digital. Workshop juga menampilkan solusi kredit UMKM yang memungkinkan produk pembiayaan dari lembaga keuangan langsung tersedia di berbagai aplikasi konsumen dalam jaringan ION. “Produk kredit yang dipublikasikan langsung tersedia untuk jutaan konsumen di berbagai aplikasi dalam jaringan,” ulas salah satu peserta dari perusahaan teknologi asal India. UMKM Dinilai Lebih Mudah Masuk Ekosistem Digital Beberapa peserta workshop yang berasal dari sektor UMKM dan pengembang aplikasi lokal menyebut ION berpotensi mempermudah proses digitalisasi usaha kecil di Indonesia. Salah satu peserta mengatakan penggunaan open network membuat data penjual menjadi lebih terintegrasi sehingga proses transaksi dan distribusi produk menjadi lebih mudah. “Kesimpulan dari workshop hari ini, data penjual akan lebih terpusat sehingga mempermudah ke depannya,” kata salah satu peserta workshop. Peserta lain yang mengembangkan platform untuk ribuan UMKM binaan mengatakan bahwa ION membuka peluang baru agar produk UMKM dapat lebih mudah dipublikasikan ke jaringan digital yang lebih luas. “Kami membawahi lebih dari 10 ribu UMKM. Setelah belajar mengenai ION, kami membuat aplikasi agar UMKM bisa mempublish produk mereka ke network,” terangnya. ION Dinilai Bisa Perluas Inklusivitas Digital Sandeep Chakravorty mengatakan berbagai use case yang ditampilkan dalam workshop menunjukkan bahwa open network memiliki peluang besar untuk berkembang di Indonesia. “Untuk pertama kalinya saya melihat secara langsung apa yang bisa dicapai hanya dalam dua hari. Semua use case yang ditampilkan sangat menarik dan menunjukkan potensi besar pengembangan open network,” kupasnya. Ia juga menilai keterbukaan ekosistem digital akan menjadi faktor penting dalam memperluas partisipasi UMKM dan pengembang lokal di Indonesia. “Saya sangat mendukung inisiatif ini dan berharap dapat mencapai critical mass sehingga benar-benar memberikan dampak,” lanjutnya. Shinta Kamdani menilai implementasi ION berpotensi memperluas akses digital bagi UMKM Indonesia, terutama setelah melihat berbagai demonstrasi aplikasi yang dikembangkan dalam waktu singkat. “Saya baru kembali dari berbagai aktivitas dan bertemu banyak UMKM. Ini membuka peluang besar agar UMKM bisa lebih terkoneksi, baik dari sisi aksesibilitas maupun affordability,” urainya. Ia juga menilai open network dapat menciptakan ekosistem digital yang lebih inklusif karena memungkinkan lebih banyak pelaku usaha memanfaatkan AI dan e-commerce secara terbuka. “Sangat penting ketika ini benar-benar diluncurkan, masyarakat bisa excited dan memanfaatkannya. Open network dapat membuka banyak kemungkinan baru,” timpalnya. Sementara, T Koshy mengapresiasi hasil workshop yang dinilai berhasil menunjukkan potensi besar pengembangan aplikasi berbasis open network dalam waktu singkat. “Ini baru hasil pekerjaan sekitar tiga hari. Bayangkan jika program seperti ini dilakukan setiap bulan di kota dan desa, maka dalam enam bulan akan ada ratusan aplikasi yang dibangun,” imbuhnya. Menurutnya, dalam beberapa tahun ke depan, open network berpotensi mengubah lanskap perdagangan digital Indonesia secara signifikan. Diharapkan Jadi Fondasi Baru Ekonomi Digital ION tidak hanya ditujukan sebagai proyek teknologi, tetapi diharapkan berkembang menjadi fondasi baru perdagangan digital yang lebih terbuka di Indonesia. Dengan konsep open network, pelaku usaha kecil tidak lagi bergantung pada satu platform tertentu untuk menjangkau pasar, melainkan dapat terhubung ke berbagai aplikasi dan layanan dalam satu ekosistem yang saling terkoneksi. Melalui workshop tersebut, ION juga ingin menunjukkan bahwa pengembangan teknologi digital kini tidak lagi eksklusif bagi perusahaan besar. Dengan dukungan AI dan sistem terbuka, pengembang lokal, startup, hingga UMKM dinilai memiliki peluang lebih besar untuk membangun solusi digital sendiri sesuai kebutuhan pasar Indonesia.

Perkuat Diplomasi Budaya dan Koneksi Masyarakat Kawasan di ASEAN-India Bazaar 2026 Internasional
Internasional
14 jam yang lalu

Perkuat Diplomasi Budaya dan Koneksi Masyarakat Kawasan di ASEAN-India Bazaar 2026

Jakarta, katakabar.com - Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global, hubungan antara ASEAN dan India dinilai justru semakin menemukan relevansinya. Tetapi hubungan tersebut kini tidak hanya dibangun melalui forum diplomatik dan kerja sama formal antarpemerintah, melainkan juga melalui koneksi masyarakat, budaya, hingga ekonomi kreatif yang tumbuh dari komunitas. Semangat itu terlihat di pergelaran ASEAN-India Bazaar 2026 yang digelar di The Westin Jakarta, Sabtu (23/5) lalu. Memasuki tahun kelima pergelaran, acara ini berkembang menjadi ruang pertemuan lintas budaya yang mempertemukan komunitas ASEAN dan India melalui kuliner, seni, UMKM, hingga pertunjukan budaya. Ruang Pertemuan Budaya dan Komunitas Bazar yang diselenggarakan oleh komunitas Indoindians tersebut menghadirkan puluhan tenant dan komunitas dari berbagai negara ASEAN dan India. Di dalam ballroom hotel, pengunjung disuguhi berbagai kuliner khas India dan Asia Tenggara, produk tekstil tradisional, kerajinan tangan, aksesori, dekorasi rumah, produk kecantikan, hingga berbagai brand gaya hidup milik pelaku UMKM dan komunitas diaspora. Selain itu, pertunjukan tari dan musik tradisional turut memeriahkan suasana. Atmosfer yang tercipta lebih menyerupai ruang pertemuan budaya dibanding sekadar pameran komersial. Pengunjung tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga menikmati pengalaman lintas budaya melalui makanan, seni, dan interaksi langsung dengan komunitas dari berbagai negara ASEAN dan India. Founder Indoindians, Poonam Sagar, mengatakan ASEAN-India Bazaar sejak awal memang dirancang bukan hanya sebagai ruang transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai jembatan budaya yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang. “Ini lebih dari sekedar bazar. Ini adalah perayaan hubungan berabad-abad antara India dan Asia Tenggara, tempat budaya, makanan, ide, seni, dan masyarakat bertemu dalam satu ruang,” ujar Poonam. Ia menambahkan setiap pelaku usaha dan produk yang hadir membawa cerita mengenai kreativitas, warisan budaya, serta perjalanan komunitas yang membangun identitas mereka masing-masing. “Saat Anda berjalan di aula ini, Anda tidak hanya melihat produk atau stan. Anda melihat mimpi, kreativitas, keberanian, dan warisan budaya. Setiap pengusaha memiliki cerita dan setiap pengunjung menjadi bagian dari semangat bersama ini,” ucapnya. Poonam juga mengajak para pengunjung untuk mendukung pelaku usaha kecil dan kreator lokal yang terlibat dalam acara tersebut. “Saya mendorong semua orang untuk menemukan sesuatu yang baru, mendukung kreator lokal dan usaha kecil, memulai percakapan, serta merayakan keberagaman,” jelasnya. People-to-People Connectivity Jadi Kunci Pesan mengenai pentingnya people-to-people connectivity menjadi benang merah dalam berbagai sambutan yang disampaikan para diplomat dan pejabat ASEAN yang hadir. Duta Besar India untuk ASEAN, Srinivas Gotru, menerangkan ASEAN-India Bazaar menunjukkan bagaimana hubungan kedua kawasan terus berkembang melalui partisipasi komunitas dan masyarakat. Menurutnya, antusiasme vendor, komunitas, hingga berbagai misi diplomatik yang terlibat menunjukkan hubungan ASEAN dan India kini semakin hidup di tingkat masyarakat. “Ini adalah cara yang sangat baik untuk menghubungkan masyarakat lintas budaya. Kami sangat senang dapat bermitra dan menghadirkan acara ini,” imbuhnya. Ia berharap ASEAN-India Bazaar dapat terus menjadi agenda tahunan yang memperkuat hubungan masyarakat ASEAN dan India ke depan. Sementara, Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menilai kerja sama ASEAN dan India saat ini semakin strategis karena kedua kawasan memiliki kedekatan historis dan geografis yang kuat. Menurutnya, hubungan ASEAN dan India tidak selalu harus bergantung pada pusat-pusat geopolitik global tradisional. “Kita tidak harus selalu melewati New York, London, atau Brussels. Hubungan itu bisa langsung terhubung melalui kawasan kita sendiri,” kata Sandeep Chakravorty. Ia menyebut kerja sama ASEAN dan India kini menjadi simbol bagaimana dua kawasan berkembang bersama melalui budaya, perdagangan, konektivitas masyarakat, dan kolaborasi ekonomi kreatif. ASEAN dan India Dinilai Punya Kedekatan Historis Duta Besar dan Perwakilan Tetap Filipina untuk ASEAN, Evangeline T. Ong Jimenez-Ducrocq, juga menyoroti hubungan panjang antara ASEAN dan India yang menurutnya telah berlangsung selama ratusan tahun melalui pertukaran budaya dan perdagangan. Ia mengatakan ASEAN-India Bazaar memperlihatkan bagaimana hubungan tersebut masih terasa hidup hingga saat ini melalui pengalaman budaya yang dapat dirasakan langsung masyarakat. “Di sini kita melihat warna, rasa, tradisi, dan budaya yang terasa familiar namun tetap unik. Ini menunjukkan bagaimana hubungan ASEAN dan India telah tumbuh selama ratusan tahun,” ulasnya. Menurutnya, hubungan ASEAN dan India saat ini berkembang jauh melampaui sektor perdagangan dan investasi. Kerja sama kedua kawasan kini mencakup inovasi digital, pendidikan, kesehatan, keberlanjutan, hingga pertukaran budaya. Sebagai Ketua ASEAN tahun ini, Filipina disebut terus mendorong kawasan yang lebih people-centered dan inklusif, termasuk melalui penguatan kerja sama dengan India sebagai salah satu mitra strategis utama ASEAN. “Kami percaya koneksi antar masyarakat dapat membuka lebih banyak peluang bagi komunitas, UMKM, industri kreatif, dan generasi muda di kawasan ASEAN maupun India,” bebernya. Diplomasi Tidak Lagi Hanya Dibangun Lewat Forum Formal Pandangan serupa juga disampaikan Dirjen Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, Ina Hagniningtyas Krisnamurthi. Dalam sambutannya, Ina mengatakan diplomasi modern kini tidak lagi hanya dibangun melalui perjanjian dan forum resmi antarpemerintah, tetapi juga melalui interaksi sehari-hari masyarakat. “Diplomasi tidak hanya dibangun melalui pengaruh dan perjanjian. Diplomasi juga tumbuh lewat makanan, tekstil, musik, seni, usaha kecil, dan kebahagiaan sederhana ketika masyarakat saling bertemu,” timpalnya. Bagi Ina, ASEAN-India Bazaar memperlihatkan bagaimana hubungan antar kawasan dapat tumbuh secara lebih membumi melalui budaya dan koneksi sosial masyarakat. Pengalamannya pernah bertugas di India juga membuat ia melihat kedekatan Indonesia dan India tidak hanya hadir dalam hubungan diplomatik, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakatnya. “Hubungan seperti ini dibangun melalui koneksi sehari-hari antarmasyarakat. Itu yang menjadi fondasi hidup dari kemitraan strategis ASEAN dan India,” tuturnya. Ketahanan Kawasan Dinilai Harus Dibangun Bersama Wakil Sekjen Komunitas Ekonomi ASEAN, Satvinder Singh, mengatakan hubungan ASEAN dan India saat ini memasuki fase baru yang jauh lebih strategis. Menurutnya, ASEAN dan India kini tidak hanya menjadi mitra ekonomi, tetapi juga co-creators of growth bagi kawasan dan dunia. “Kami mewakili lebih dari dua miliar penduduk. Kerja sama kami mencakup perdagangan, investasi, ekonomi digital, konektivitas, keberlanjutan, dan inovasi,” kata Satvinder Singh. Ia juga menyinggung meningkatnya risiko global mulai dari gangguan rantai pasok, ketegangan ekonomi, hingga perubahan iklim yang membuat hubungan antar kawasan perlu dibangun di atas kemitraan yang saling percaya. “Di tengah berbagai ketidakpastian global, ini adalah momen bagi kita untuk memperkuat integrasi ekonomi, membangun rantai pasok yang lebih tangguh, dan memastikan kawasan kita tetap terhubung,” kupasnya. Menurut Satvinder, acara seperti ASEAN-India Bazaar memiliki makna simbolik yang besar karena menunjukkan bagaimana hubungan ASEAN dan India sejak awal memang dibangun melalui pertukaran budaya, perdagangan, dan interaksi masyarakat.

Berita Daerah

Sorotan terbaru dari berbagai wilayah