3 jam yang lalu

Kebenaran dan Kemanusiaan: Kajari Rohul Terapkan Keadilan Restoratif Dua Tersangka Bebas Dengan Hormat

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Di bawah kepemimpinan yang bijaksana dan visioner, Kejaksaan Negeri Rokan Hulu menunjukkan wajah penegakan hukum yang tidak hanya tegas, tetapi juga penuh dengan rasa keadilan dan kemanusiaan. Melalui pendekatan Restorative Justice (Keadilan Restoratif), lembaga penegak hukum ini kembali mencatatkan langkah mulia dalam menyelesaikan perkara pidana dengan cara yang beradab. Di hadapan publik dan keluarga, Senin (6/7) Kepala Kejaksaan Negeri Rokan Hulu, Fredy F. Simanjuntak, SH., MH, didampingi Kepala Seksi Pidana Umum, Lastarida Br. Sitanggang, SH., MH, secara resmi menyerahkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan dan membebaskan dua tersangka dari Lembaga Pemasyarakatan Pasir Pengaraian. Mereka adalah Imam Pahry bin Wagiman dan Rocky Juloys Simangunsong, yang kini dapat kembali memeluk keluarga setelah melalui proses hukum yang adil. Proses yang Teliti dan Berlandaskan Hukum Kuat Langkah humanis ini bukanlah tindakan sembarangan, melainkan hasil kajian mendalam dan telah mendapatkan restu serta persetujuan tertinggi dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia serta penetapan resmi dari Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian. Ini tindak lanjut dari ekspose perkara bersama Jaksa Agung Muda Pidana Umum pada 30 Juni 2026 lalu, yang dinilai sepenuhnya memenuhi syarat hukum yang berlaku, termasuk Surat Edaran Jaksa Agung Muda terkait mekanisme keadilan restoratif. Imam Pahry yang sebelumnya terjerat kasus pencurian (Pasal 476 KUHP baru) dan Rocky Juloys dalam kasus pengancaman (Pasal 448 KUHP baru), dinilai memenuhi kriteria kemanusiaan yang sangat jelas. Wajah Hukum yang Manusiawi dan Bertanggung Jawab Kajari Fredy F. Simanjuntak melalui keterangannya menegaskan keputusan ini diambil setelah melalui tahapan verifikasi yang sangat ketat. Para tersangka merupakan pelaku pertama kali, bukan residivis, dan yang paling utama adalah telah tercapai perdamaian serta kesepakatan yang baik dengan pihak korban. Sebelum keputusan diambil, Tim Intelijen pun telah melakukan pendalaman profil sosial, melihat latar belakang kehidupan mereka di tengah masyarakat dan keluarga, sehingga dipastikan mereka layak diberikan kesempatan kedua. "Penerapan Restorative Justice ini adalah wujud nyata penegakan hukum yang berorientasi pada pemulihan. Kami tidak hanya mengejar sanksi, tetapi juga mengejar perdamaian dan perbaikan," jelasnya dengan penuh wibawa. Ini bukanlah pembebasan tanpa aturan, melainkan sebuah amanah dan kesempatan emas bagi mereka untuk memperbaiki diri, membuktikan bahwa mereka bisa menjadi warga negara yang lebih baik di masa depan. Di tangan pimpinan yang arif seperti Fredy F. Simanjuntak dan jajaran, Kejaksaan Negeri Rokan Hulu terus membuktikan diri sebagai institusi yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, hukum, dan kemanusiaan secara seimbang.

PBH PERADI Minta Kapolda Riau Turun Tangan Usut Dugaan Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau Hukrim
Hukrim
3 jam yang lalu

PBH PERADI Minta Kapolda Riau Turun Tangan Usut Dugaan Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau

Pekanbaru, katakabar.com - Belum tuntas pengusutan dugaan tindak kekerasan yang terjadi di Mapolresta Pekanbaru, Jumat (3/7) lalu terhadap dua kader PMII PKC Provinsi Riau, dinilai mencederai rasa keadilan masyarakat. Sekretaris PKC PMII Provinsi Riau, Supriadi, selama ini secara terbuka dan konsisten menyuarakan tuntutan agar pelaku dugaan penganiayaan terhadap dua kader PMII diproses secara hukum, kini diduga menjadi korban tindakan represif. Dari informasi yang diterima, Supriadi diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekitar 10 orang setelah melakukan pertemuan dengan pihak intelijen Polresta Pekanbaru. Akibat peristiwa tersebut, ia mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara. Ketua Bidang Advokasi dan Riset PBH PERADI Pekanbaru, Gita Melanika, S.H., M.H., C.Med., mengatakan pihaknya menduga kuat peristiwa pengeroyokan terhadap Supriadi berkaitan dengan sikap kritis dan keberaniannya mengawal proses hukum atas dugaan tindak kekerasan yang sebelumnya terjadi di Mapolresta Pekanbaru. Pernyataan tersebut disampaikan Gita dalam pernyataan sikapnya pada Senin (6/7). "Bila dugaan tersebut benar, maka peristiwa ini bukan lagi sekadar tindak pidana kekerasan biasa, melainkan dapat dipandang sebagai bentuk intimidasi terhadap seseorang yang sedang memperjuangkan keadilan dan mengawal penegakan hukum. Hal demikian merupakan ancaman serius terhadap kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat dan mencari keadilan," Kata Gita. Menurut Gita, sangat ironis bila seseorang yang memperjuangkan penegakan hukum justru diduga menjadi korban kekerasan. Kondisi itu dinilai semakin memprihatinkan apabila rangkaian peristiwa tersebut terjadi di lingkungan atau berkaitan dengan institusi yang seharusnya menjadi tempat masyarakat memperoleh perlindungan, pengayoman, dan kepastian hukum. Ia menegaskan, Kepolisian merupakan institusi negara yang memiliki tugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum secara profesional, humanis, dan berkeadilan. Nilai tersebut juga menjadi bagian dari komitmen PRESISI yang selama ini dikedepankan Kapolri. Karena itu, PBH PERADI Pekanbaru mengingatkan agar tidak ada pihak mana pun yang menggunakan cara-cara kekerasan, intimidasi, maupun tindakan represif untuk membungkam suara kritis masyarakat atau aktivis yang sedang memperjuangkan keadilan. "Masyarakat patut mempertanyakan ke mana lagi harus mencari perlindungan apabila rasa aman justru dipertanyakan di tempat yang semestinya menjadi simbol perlindungan hukum," jelasnya. Melalui pernyataan sikap tersebut, PBH PERADI Pekanbaru mendesak Kapolda Riau turun tangan untuk mengusut secara tuntas dua rangkaian dugaan tindak kekerasan itu secara profesional, transparan, dan independen. Selain itu, PBH PERADI meminta kepolisian mengidentifikasi, menangkap, serta memproses hukum seluruh pihak yang diduga terlibat tanpa pandang bulu, termasuk apabila terdapat oknum anggota kepolisian. PBH PERADI juga meminta agar korban dan para saksi diberikan perlindungan hukum sehingga tidak mengalami intimidasi maupun tekanan selama proses hukum berlangsung. Di sisi lain, perkembangan penanganan perkara diminta disampaikan secara terbuka kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas institusi. Masih PBH PERADI Pekanbaru, perkara tersebut akan menjadi tolok ukur keseriusan institusi Kepolisian dalam menegakkan hukum terhadap anggotanya sendiri. Masyarakat, kata mereka, menunggu pembuktian bahwa prinsip equality before the law benar-benar diterapkan tanpa pengecualian. Hingga saat ini, Supriadi masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara akibat luka-luka yang dialaminya. PBH PERADI Pekanbaru menegaskan akan terus mengawal perkara tersebut hingga seluruh fakta terungkap secara terang-benderang, seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, serta para korban memperoleh keadilan, perlindungan hukum, dan kepastian hukum sebagaimana dijamin oleh konstitusi dan peraturan perundang-undangan. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Polresta Pekanbaru maupun Polda Riau terkait dugaan pengeroyokan terhadap Supriadi maupun perkembangan penanganan perkara tersebut.

Bangun Sinergi Perang Lawan Narkoba: DPC Granat Bengkalis dan Kapolsek Mandau Audiensi Hukrim
Hukrim
8 jam yang lalu

Bangun Sinergi Perang Lawan Narkoba: DPC Granat Bengkalis dan Kapolsek Mandau Audiensi

Mandau, katakabar.com - Sebagai upaya memberantas, dan perang melawan peredaran gelap Narkotika dan Obat-obatan (Narkoba). Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kabupaten Bengkalis dan Kepala Sektor (Kapolsek) Mandau, AKP I Made, dan jajaran audiensi di ruang kerja Kantor Polsek Mandau, Jalan Jenderal Sudirman, Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Senin (6/7) pagi. Audiensi antara pengurus DPC Granat Kabupaten Bengkalis dan Kapolsek Mandau yang baru bertugas hitungan hari berlangsung suasana akrab, dan kekeluargaan. Di momen itu, Kapolsek Mandau, AKP I Made berharap kepada DPC Granat Kabupaten Bengkalis untuk ikut mendukung, dan membantu, sekaligus memberantas peredaran narkoba. "Narkoba sangat membahayakan generasi penerus, khususnya bidang kesehatan masyarakat. Tidak hanya itu, dampak dari narkoba picu kriminalitas di tengah masyarakat," Sedang, Ketua DPC Granat Kabupaten Bengkalis, Derhana irawati disapa akrab Ira, melalui Bidang Hukum DPC Granat Kabupaten Bengkalis, Sahala Sitompul S.H. M.H., didampaing Jhon Saragih, Bidang Investigasi, kepada katakabar.com Senin sore, mengatakan siap mendukung, dan bersinergi aparat kepolisilan untuk membantu memberntas peredaran gelap narkoba di tengah masyarakat. "DPC Granat Kabupaten Bengkalis siap mendukung, dan kolaborasi dengan kepolisian, khususnya Polsek Mandau dalam memberantas narkoba ke depan AD/ART Granat," terangnya.

HAN Internasional 2026, Granat DPC Bengkalis Gelorakan Perang Lawan Narkoba Meski Minim Dukungan Riau
Riau
8 jam yang lalu

HAN Internasional 2026, Granat DPC Bengkalis Gelorakan Perang Lawan Narkoba Meski Minim Dukungan

Bengkalis, katakabar.com - Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) gelorakan semangat perang pada penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Kabupaten Bengkalis, sempena memperingati Hari Anti Narkotika (HAN) Internasional Tahun 2026. Menurut Ketua DPC Granat Kabupaten Bengkalis, Derhana irawati disapa akrab Ira, kepada katakabar.com, Senin (6/7) sore, berbagai kegiatan seperti sosialisasi, edukasi, kampanye publik, serta ajakan kepada generasi muda untuk menjauhi narkotika telah dipersiapkan sebagai bagian dari komitmen organisasi mendukung upaya pencegahan narkoba di tengah masyarakat. "Seluruh jajaran pengurus dan anggota DPC Granat Kabupaten Bengkalis siap sukseskan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional tahun ini," ujar Ira. Hari Anti Narkotika Internasional, tegas Ira, bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum penting untuk mengingatkan seluruh masyarakat akan bahaya narkotika yang terus mengancam generasi bangsa. Kami di DPC Granat Kabupaten Bengkalis siap berperan aktif memberikan edukasi dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba. Kami berharap ke depan seluruh unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat dapat bersatu dalam gerakan bersama melawan narkoba. Persoalan narkotika adalah musuh bersama yang tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja," jelas Ira. Ia mengajak masyarakat Kabupaten Bengkalis untuk menjadikan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2026 sebagai momentum memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. "Mari kita jadikan Hari Anti Narkoba Tahun 2026 sebagai pengingat masa depan anak-anak kita tidak boleh dirusak narkotika. DPC Granat Kabupaten Bengkalis terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi, pendampingan, dan kampanye positif demi terwujudnya Kabupaten Bengkalis berjuluk 'Negeri Junjungan' bersih dari narkoba," serunya. Diketahui, Hari Anti Narkotika Internasional diperingati setiap 26 Juni momentum global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika, serta memperkuat kerja sama seluruh elemen bangsa dalam upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, diharapkan perjuangan melawan narkotika dapat terus dilakukan secara berkelanjutan demi menyelamatkan generasi penerus bangsa.

Kunjungan Modi ke Indonesia: Mampukah Hubungan India-Indonesia Melompat Lebih Jauh? Opini
Opini
10 jam yang lalu

Kunjungan Modi ke Indonesia: Mampukah Hubungan India-Indonesia Melompat Lebih Jauh?

Oleh: Gurjit Singh Jakarta, katakabar.com - Kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi ke Indonesia dijadwalkan berlangsung waktu dekat menghadirkan peluang untuk mengangkat salah satu kemitraan strategis yang paling belum dimanfaatkan secara optimal di Asia. Sebagai dua negara demokrasi besar, kekuatan maritim, anggota G20, dan suara penting bagi Global South, India dan Indonesia selama ini belum sepenuhnya memaksimalkan potensi hubungan bilateral mereka. Kunjungan ini berpotensi menjadi titik balik yang penting. Namun, hal tersebut hanya dapat terwujud apabila kedua negara mampu melampaui simbolisme diplomatik dan mulai melembagakan kerja sama di bidang perdagangan, teknologi, konektivitas, keamanan maritim, serta hubungan antar masyarakat. Dari Kemitraan Strategis Menuju Konvergensi Strategis Hubungan kedua negara memperoleh momentum penting saat Presiden Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke India pada Januari 2025, yang bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Lima kesepakatan yang mencakup bidang kesehatan, pengobatan tradisional, kerja sama digital, keamanan maritim, dan pertukaran budaya menunjukkan semakin luasnya agenda bilateral. Kehadiran Presiden Prabowo sebagai tamu utama dalam perayaan Hari Republik India juga menegaskan meningkatnya arti penting Indonesia dalam strategi Indo-Pasifik India. Pertanyaan yang lebih besar tetap muncul: apakah berbagai capaian tersebut mampu menghasilkan lompatan besar dalam hubungan kedua negara? Jawabannya bergantung pada kemampuan India dan Indonesia untuk mengubah hubungan yang selama ini banyak didorong oleh kedekatan diplomatik menjadi hubungan yang didasarkan pada saling ketergantungan ekonomi dan teknologi. Fondasi Sudah Terbangun Secara historis, India dan Indonesia memiliki hubungan peradaban yang kuat dan saling pengertian politik yang mendalam. Kerja sama dalam perjuangan antikolonial, semangat Konferensi Asia-Afrika Bandung, serta dukungan terhadap tatanan dunia yang lebih multipolar telah menciptakan fondasi hubungan yang kokoh. Beberapa tahun terakhir, sejumlah perkembangan positif juga terlihat. Kerja sama maritim dan angkatan laut terus berkembang melalui patroli dan latihan bersama. Hubungan pertahanan semakin erat, termasuk meningkatnya ketertarikan Indonesia terhadap peralatan pertahanan India. Pertukaran budaya dan pendidikan juga terus meningkat, termasuk dukungan India terhadap pelestarian kompleks Candi Prambanan. Selain itu, investasi India di Indonesia mulai bertumbuh, pembahasan mengenai mekanisme perdagangan menggunakan mata uang lokal terus berjalan, dan kerja sama antara Penjaga Pantai India dengan BAKAMLA Indonesia semakin diperkuat. Namun demikian, perdagangan bilateral masih berada di bawah potensi yang sesungguhnya. Investasi India di Indonesia juga masih tertinggal dibandingkan China, Jepang, Korea Selatan, maupun Singapura. Hubungan India-Indonesia kerap digambarkan sebagai hubungan yang penting secara strategis, tetapi belum berkembang secara optimal dari sisi ekonomi. Mengapa Momentum Saat Ini Berbeda Sejumlah perkembangan global menjadikan momentum saat ini sangat berbeda dibandingkan periode sebelumnya. Kepemimpinan Global South India dan Indonesia semakin memandang diri mereka sebagai pemimpin Global South. Sebagai dua negara berkembang besar, keduanya memiliki kepentingan bersama dalam reformasi tata kelola global, pembiayaan iklim, pendanaan pembangunan, ketahanan pangan, serta akses terhadap teknologi. Di tengah globalisasi yang menghadapi tekanan akibat rivalitas geopolitik, fragmentasi rantai pasok, dan meningkatnya proteksionisme, India dan Indonesia memiliki kesempatan untuk bersama-sama memperjuangkan tatanan ekonomi yang lebih inklusif. Berbeda dengan banyak kerja sama Global South yang sering kali hanya bersifat retoris, India dan Indonesia memiliki skala ekonomi dan pengaruh diplomatik yang cukup besar untuk memengaruhi berbagai forum internasional seperti G20, BRICS, dan ASEAN. Ketahanan Pangan dan Energi Kedua negara juga menghadapi tantangan yang serupa dalam menghadapi inflasi pangan, fluktuasi harga energi, dan dampak perubahan iklim. Indonesia merupakan produsen penting komoditas seperti minyak sawit, nikel, dan batu bara, sementara India merupakan salah satu pasar konsumen terbesar di dunia. Investasi bersama dalam pengolahan pangan, pupuk, energi terbarukan, biofuel, dan cadangan strategis dapat meningkatkan ketahanan kedua negara. Ketahanan pangan dan energi berpotensi menjadi salah satu pilar terkuat kerja sama masa depan karena didorong oleh kepentingan jangka panjang, bukan sekadar pertimbangan politik jangka pendek. Peluang Besar di Bidang Maritim dan Pertahanan Dimensi maritim mungkin menawarkan peluang strategis yang paling besar. Indonesia berada di jalur strategis Selat Malaka, Selat Lombok, dan Selat Sunda, yang merupakan salah satu titik paling penting dalam geopolitik Indo-Pasifik. Sementara itu, India terus memperkuat keterlibatan maritimnya di kawasan timur melalui kebijakan Act East dan strategi Indo-Pasifik. Kedua negara memiliki berbagai kepentingan yang sama, mulai dari kebebasan navigasi, peningkatan kesadaran domain maritim, penanggulangan penangkapan ikan ilegal, pemberantasan pembajakan dan kejahatan lintas negara, pengamanan rantai pasok, hingga respons terhadap bencana. Tahap berikutnya dari kerja sama maritim seharusnya tidak lagi terbatas pada latihan bersama. Kolaborasi industri pertahanan, fasilitas pemeliharaan, produksi bersama, serta transfer teknologi dapat menjadi agenda yang lebih strategis. Keinginan Indonesia untuk mendiversifikasi pemasok pertahanan juga membuka peluang yang lebih besar bagi sistem dan platform pertahanan India. Kemitraan Digital Berpotensi Mengubah Permainan Bidang yang mungkin paling menjanjikan adalah kerja sama digital. Peluncuran Indonesia Open Network (ION), yang terinspirasi oleh Open Network for Digital Commerce (ONDC) di India, mencerminkan transfer pengetahuan yang penting dalam bidang infrastruktur digital publik. Keberhasilan India dalam membangun berbagai digital public goods, mulai dari sistem identitas digital hingga infrastruktur pembayaran, telah menarik perhatian dunia. Dengan ekonomi digital yang besar dan terus berkembang, Indonesia menjadi mitra yang ideal untuk mengadaptasi berbagai inovasi tersebut. Kerja sama digital ke depan dapat mencakup pembangunan infrastruktur digital publik, pengembangan kecerdasan buatan, keamanan siber, teknologi finansial, digitalisasi UMKM, serta pengembangan keterampilan digital. Di tengah persaingan teknologi global yang semakin intensif, kemitraan digital India dan Indonesia berpotensi menjadi model kerja sama baru bagi negara-negara Global South. Tantangan Masih Menghambat Meski terdapat optimisme, sejumlah kendala masih menghambat kemajuan hubungan kedua negara. Kurangnya Pemahaman Salah satu tantangan terbesar adalah minimnya pemahaman kedua negara satu sama lain. Banyak pelaku bisnis India justru lebih memahami Eropa, Amerika Utara, atau negara-negara Teluk dibandingkan Indonesia. Sebaliknya, banyak masyarakat Indonesia masih melihat India terutama melalui lensa sejarah dan budaya. Institusi yang mendorong pertukaran pemikiran secara berkelanjutan masih sangat terbatas. Karena itu, penguatan think tank, jaringan akademik, dan lembaga penghubung menjadi kebutuhan yang mendesak. Persoalan Persepsi Sebagian pemangku kepentingan di Indonesia juga menilai bahwa beberapa pihak di India masih memandang hubungan bilateral melalui perspektif "senioritas peradaban" dengan terlalu menekankan pengaruh historis India terhadap budaya Indonesia. Narasi seperti ini berpotensi menimbulkan resistensi. Indonesia modern adalah negara yang berdaulat dan memiliki identitasnya sendiri. Oleh karena itu, hubungan masa depan harus dibangun atas dasar kemitraan yang setara, bukan warisan budaya semata. Ekosistem Bisnis yang Belum Kuat Perusahaan India juga sering menghadapi kesulitan dalam memahami lanskap politik dan regulasi Indonesia. Dibandingkan perusahaan Jepang dan China, banyak perusahaan India dinilai masih memiliki jaringan lokal yang lebih terbatas. Berbagai tantangan seperti proses administrasi yang lambat, keterbatasan fasilitasi bisnis, hambatan dalam pengadaan pemerintah, serta kurangnya informasi pasar masih menjadi kendala. Selain itu, infrastruktur diplomasi ekonomi dan komersial India juga kerap dinilai masih kurang dibandingkan beberapa negara pesaing. Mobilitas Sumber Daya Manusia Hubungan bisnis kedua negara masih banyak didominasi oleh tingkat CEO dan manajemen senior. Mobilitas profesional muda, peneliti, mahasiswa, perusahaan rintisan, dan tenaga kerja terampil masih relatif terbatas. Padahal, peningkatan mobilitas dapat memperkuat pemahaman dan menciptakan basis dukungan yang lebih luas bagi hubungan bilateral. Kurangnya Proyek Unggulan Salah satu kelemahan yang paling terlihat adalah minimnya proyek-proyek unggulan yang dapat menjadi simbol keberhasilan kerja sama. China memiliki proyek infrastruktur. Jepang memiliki kawasan industri. Korea Selatan memiliki ekosistem manufaktur. India memerlukan proyek serupa, seperti taman teknologi, pusat layanan kesehatan unggulan, laboratorium kecerdasan buatan bersama, kemitraan universitas, kolaborasi pendidikan bergaya IIT, atau pusat manufaktur farmasi. Tanpa keberhasilan yang terlihat secara nyata, persepsi publik akan terus tertinggal dibandingkan retorika diplomatik. Mampukah Kunjungan Modi Menghasilkan Lompatan Besar? Lompatan besar sangat mungkin terjadi, tetapi tidak otomatis terwujud. Keberhasilan bergantung pada kemampuan kedua negara untuk mengubah hubungan yang selama ini didasarkan pada niat baik strategis menjadi kerja sama yang menghasilkan capaian konkret. Tiga prioritas menjadi sangat penting. Pertama, membangun kemitraan teknologi dan digital yang komprehensif dengan fokus pada kecerdasan buatan, infrastruktur digital publik, dan inovasi. Kedua, menciptakan proyek-proyek unggulan di bidang kesehatan, pendidikan, dan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ketiga, memperdalam kerja sama maritim dan industri pertahanan sehingga kemitraan India-Indonesia dapat menjadi salah satu pilar stabilitas Indo-Pasifik. India dan Indonesia saat ini memiliki konvergensi kepentingan yang sangat jarang terjadi. Keduanya memiliki kepentingan dalam kepemimpinan Global South, keamanan maritim, ketahanan pangan dan energi, serta pengembangan teknologi masa depan. Kunjungan Presiden Prabowo ke India pada 2025 telah menciptakan momentum. Kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia memberikan kesempatan untuk mengubah momentum tersebut menjadi transformasi strategis. Apakah hubungan India dan Indonesia dapat mengalami lompatan besar akan lebih ditentukan oleh implementasi dibandingkan deklarasi. Apabila kedua negara mampu mengatasi kesenjangan pengetahuan, hambatan birokrasi, dan berbagai kesalahpahaman, serta menghadirkan proyek-proyek unggulan yang nyata, maka kemitraan India dan Indonesia berpotensi menjadi salah satu hubungan bilateral paling penting di kawasan Indo-Pasifik sekaligus model kerja sama Global South yang praktis dalam dekade mendatang.

ICE BSD Tuan Rumah GSDC 2026, Perkuat Peran sebagai Enabler Sustainability Forum Global Nasional
Nasional
15 jam yang lalu

ICE BSD Tuan Rumah GSDC 2026, Perkuat Peran sebagai Enabler Sustainability Forum Global

Tangerang Selatan, katakabar.com - Industri Meetings, Incentives, Conventions and Exhibitions (MICE) terus menunjukkan peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Indonesia. Hingga September 2025, tercatat sebanyak 134 event nasional berhasil diselenggarakan dengan total 10,8 juta pengunjung. Indonesia juga menempati peringkat ke-37 dunia dan ke 4 di kawasan ASEAN dalam industri MICE, memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi penyelenggaraan event dan konferensi internasional yang semakin kompetitif. Guna memperkuat momentum tersebut, pemerintah menargetkan penguatan kontribusi devisa sektor MICE dari sekitar 10% menjadi 15% pada tahun 2029. Target ini akan dicapai melalui pengembangan ekosistem event nasional, peningkatan daya saing destinasi, serta perluasan dampak ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Momentum pertumbuhan tersebut turut membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah berbagai forum global berskala besar. Salah satunya adalah penunjukan Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD sebagai tuan rumah Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026, forum pembangunan berkelanjutan yang mempertemukan pemimpin global dari berbagai sektor. Siti Karmila, General Manager ICE BSD, mengungkapkan penunjukan ICE BSD sebagai tuan rumah GSDC 2026 merupakan kehormatan besar sekaligus pengakuan terhadap kapasitas dan standar operasional yang telah kami bangun selama bertahun-tahun. "Kami berkomitmen tidak hanya menghadirkan fasilitas terbaik, tetapi juga menjadi hub kolaborasi global yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong inovasi dan pertukaran pengetahuan demi percepatan pembangunan berkelanjutan," ujarnya. Sejalan dengan meningkatnya tuntutan terhadap penyelenggaraan event berkelanjutan, ICE BSD terus memperkuat perannya sebagai destinasi MICE yang mengintegrasikan aspek operasional dengan tanggung jawab lingkungan. Komitmen ini menjadi bagian dari transformasi ICE BSD dalam menghadirkan standar baru bagi industri penyelenggaraan acara di Indonesia. Dalam implementasinya, ICE BSD kembangkan berbagai inisiatif keberlanjutan mulai dari efisiensi energi melalui pemanfaatan pencahayaan alami, penggunaan lampu LED hemat energi, sistem daur ulang air, hingga penyediaan EV Charging Station bagi pengunjung dan peserta acara. Komitmen tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan Rekosistem dalam pergelaran GSDC 2026 untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah terpadu. Inisiatif ini mencakup penyediaan tempat sampah terpilah, pendampingan edukator dalam proses pemilahan, serta penyediaan Reverse Vending Machine (RVM) untuk mendorong partisipasi aktif peserta dalam pengumpulan material daur ulang. Melalui kolaborasi tersebut, sebanyak 1,62 ton sampah berhasil dikelola selama penyelenggaraan GSDC 2026. Dari total volume tersebut, Rekosistem mencatat tingkat pemulihan (recovery rate) mencapai 41% yang berhasil dialihkan dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) untuk masuk ke dalam proses daur ulang, sementara 57,30% merupakan sampah residu, dan 1,60% sisanya berupa sampah organik. Dari total sampah yang dikumpulkan dalam 4 kali frekuensi pengangkutan tersebut, material anorganik yang berhasil diselamatkan didominasi oleh sampah plastik sebesar 14,35% dan kertas sebesar 10,07%, diikuti oleh botol plastik, kardus, kaca, hingga logam. Seluruh upaya pemilahan dan pengelolaan terpadu ini berhasil menciptakan dampak lingkungan yang signifikan dengan mereduksi emisi karbon hingga 667,9 kg CO2. Angka penyelamatan lingkungan ini setara dengan menanam 11,35 bibit pohon selama 10 tahun, atau menghemat 285,70 liter bensin dan 333,25 kg batu bara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya nyata dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular di industri MICE. "Melalui GSDC 2026, kami ingin menunjukkan penyelenggaraan forum internasional berskala global dapat berjalan selaras dengan tanggung jawab terhadap lingkungan. Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi penyelenggara event lainnya dalam mengadopsi praktik yang lebih berkelanjutan dan berdampak luas bagi industri MICE," timpal Siti Karmila, General Manager ICE BSD. GSDC 2026 sendiri menghadirkan lebih dari 5.000 peserta, 500 pembicara, 200 peserta pameran, serta delegasi dari lebih dari 100 negara. Forum ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui inovasi, pengetahuan, dan aksi nyata. Selain keunggulan fasilitasnya, ICE BSD terpilih menjadi tempat penyelenggaraan GSDC 2026 karena menawarkan nilai tambah berupa konektivitas yang sangat strategis bagi para peserta internasional. Berperan sebagai pusat konvensi modern berskala global, lokasi ini dapat diakses dengan mudah melalui berbagai moda transportasi umum maupun kendaraan pribadi. Bagi delegasi yang datang melalui jalur udara, perjalanan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju ICE BSD hanya memakan waktu sekitar 35 menit, baik menggunakan mobil maupun layanan kereta bandara. Kemudahan akses transportasi publik juga tercermin dari terintegrasinya rute Airport Train (KAI Bandara Railink) menuju Stasiun Duri, yang kemudian tersambung dengan kereta komuter via Tanah Abang menuju Rangkasbitung Line hingga Stasiun Cisauk. Dari stasiun terdekat tersebut, para peserta cukup melanjutkan perjalanan singkat menggunakan taksi maupun moda transportasi daring menuju venue. Sementara untuk akses jalur darat, ICE BSD juga sangat mudah dijangkau berkat koneksi langsung dengan jaringan jalan tol utama, termasuk Tol Prof. Dr. Sedyatmo, JORR W2, dan Tol Kunciran–Serpong. Dengan area indoor dan outdoor seluas lebih dari 85.000 meter persegi, ICE BSD merupakan destinasi MICE terbesar di Indonesia dan telah menjadi tuan rumah berbagai konferensi, pameran, konser, serta forum internasional selama lebih dari satu dekade. Berlokasi di BSD City yang terintegrasi dengan hotel, pusat komersial, dan akses transportasi, ICE BSD terus memperkuat posisinya sebagai enabler utama dalam penyelenggaraan event kelas dunia.

Grand Filano Ramai di Medsos, Warganet Soroti Bobot Ringan hingga Irit BBM Tekno
Tekno
16 jam yang lalu

Grand Filano Ramai di Medsos, Warganet Soroti Bobot Ringan hingga Irit BBM

Jakarta, katakabar.com - Yamaha Grand Filano belakangan ramai diperbincangkan di TikTok. Menariknya, mayoritas konten yang masuk ke beranda pengguna media sosial itu bukan berupa ulasan otomotif, melainkan video ringan yang mengangkat pengalaman sehari-hari pengendara. Ramainya pembahasan Grand Filano di TikTok menunjukkan percakapan mengenai kendaraan kini tidak lagi hanya berfokus pada spesifikasi mesin maupun performa. Pengalaman sehari-hari, kemudahan penggunaan, desain, hingga fitur yang menunjang gaya hidup justru menjadi topik yang lebih mudah menarik perhatian pengguna media sosial. Salah satu konten yang banyak menarik perhatian bertema "cewek nggak standar pas standarin motor". Video tersebut menampilkan momen seorang perempuan yang berhasil menstandarkan motor lalu menunjukkan ekspresi bangga secara berlebihan. Konten sederhana itu dinilai mudah dipahami karena banyak pengguna sepeda motor pernah mengalami kesulitan saat menstandarkan kendaraan, terutama jika bobot motor cukup berat. Video lain yang juga ramai dibahas memperlihatkan kemudahan mengeluarkan motor dari area parkir dan bermanuver di ruang sempit. Dengan durasi singkat dan minim dialog, konten tersebut berhasil menarik perhatian warganet karena menggambarkan situasi yang sering ditemui dalam aktivitas sehari-hari. Selain itu, sejumlah kreator juga mengangkat humor ringan, seperti permainan kata "ngikutin standar orang lain" yang diartikan secara harfiah dengan membawa standar motor ke mana-mana. Pendekatan komedi tersebut membuat pembahasan Grand Filano terasa lebih dekat dengan keseharian pengguna media sosial. Di balik konten-konten yang menghibur itu, warganet juga banyak membahas berbagai fitur Yamaha Grand Filano. Salah satu yang paling sering disorot ialah bobot motor yang relatif ringan sehingga dinilai memudahkan saat menstandarkan kendaraan, memundurkan motor, maupun bermanuver di area parkir yang terbatas. Efisiensi bahan bakar juga menjadi topik yang kerap muncul dalam berbagai unggahan. Teknologi Blue Core Hybrid yang disematkan pada Grand Filano dinilai mendukung konsumsi bahan bakar yang lebih hemat untuk penggunaan harian. Dengan kapasitas tangki sekitar 4,4 liter, skutik ini dinilai mampu menemani mobilitas sehari-hari, mulai dari perjalanan ke kantor, kampus, hingga beraktivitas di dalam kota tanpa perlu terlalu sering mengisi bahan bakar. Tak hanya itu, bagasi berkapasitas 27 liter menjadi salah satu fitur yang paling banyak mendapat perhatian. Kapasitas tersebut memungkinkan pengguna membawa berbagai barang kebutuhan harian, seperti helm half face, jas hujan, tas kerja, belanjaan, hingga perlengkapan olahraga atau kebutuhan perjalanan singkat tanpa harus menambah boks penyimpanan. Pembahasan lain yang tak kalah ramai adalah pilihan warna Grand Filano. Skutik ini hadir dalam beragam pilihan warna, mulai dari White Pearl, Pink Mauve, Dull Blue, Black, Green, hingga beberapa warna lain yang disesuaikan dengan variannya. Banyak kreator mengaitkan pilihan warna tersebut dengan tren fesyen sehingga motor ini dinilai mudah dipadukan dengan berbagai gaya berpakaian, baik bergaya kasual, smart casual, maupun gaya vintage yang kini banyak digemari kalangan muda. Selain desain yang bergaya retro modern, ruang dek kaki yang lega juga kerap disebut sebagai nilai tambah karena memberikan kenyamanan saat berkendara. Pengguna dapat membawa tas belanja, ransel, atau barang bawaan lain dengan lebih praktis selama perjalanan. Melalui berbagai konten tersebut, Yamaha Grand Filano semakin dikenal bukan hanya sebagai skutik bergaya, tetapi juga sebagai kendaraan yang menawarkan kepraktisan untuk mobilitas harian. Kombinasi desain yang modern, pilihan warna yang beragam, konsumsi bahan bakar yang efisien, serta bagasi luas menjadikan Grand Filano sebagai pilihan ideal bagi pengguna yang mengutamakan gaya hidup modern tanpa mengesampingkan fungsi.

Emas Masih Dibayangi Tekanan Jual, Resistance 4.063 Jadi Penghalang Utama Internasional
Internasional
17 jam yang lalu

Emas Masih Dibayangi Tekanan Jual, Resistance 4.063 Jadi Penghalang Utama

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas diprediksi masih dalam tren pelemahan pada perdagangan di awal Juli 2026. Menurut analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, peluang kenaikan emas masih cukup terbatas karena tekanan jual tetap mendominasi pasar. "Kondisi tersebut tercermin dari kegagalan harga mempertahankan penguatan di area resistance, sehingga skenario penurunan masih menjadi perhatian utama pelaku pasar dalam jangka pendek," jelasnya. Kata Geraldo, grafik H4 menunjukkan emas belum mampu keluar dari tren bearish yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Upaya harga untuk naik sempat terjadi, namun tidak bertahan lama setelah mendapat tekanan jual di kisaran level 4.025 hingga 4.063. Penolakan yang muncul di area tersebut mengindikasikan bahwa minat beli belum cukup kuat untuk mendorong harga menembus resistance penting. Selain gagal melewati resistance, sebutnya, struktur harga juga masih membentuk pola lower high, yaitu kondisi ketika puncak harga terbaru berada lebih rendah dibandingkan puncak sebelumnya. Dalam analisis teknikal, pola ini sering dianggap sebagai tanda bahwa tren turun masih berlangsung karena setiap kenaikan belum mampu mencetak level tertinggi baru. "Dengan struktur harga yang masih seperti ini, peluang pelemahan masih lebih besar dibandingkan potensi kenaikan," ujar Geraldo dalam analisis hariannya. Dupoin Futures memperkirakan harga emas memiliki peluang untuk kembali menguji area support pertama di level 3.942. Level tersebut menjadi titik penting yang perlu dicermati pelaku pasar karena dapat menentukan arah pergerakan berikutnya. Apabila tekanan jual tetap mendominasi dan harga berhasil menembus level tersebut, maka penurunan diperkirakan dapat berlanjut menuju support berikutnya di kisaran 3.868. Sinyal yang sama juga terlihat dari beberapa indikator teknikal. Indikator Stochastic mulai bergerak turun menuju area oversold atau jenuh jual setelah sebelumnya berada di area tengah. Pergerakan ini menunjukkan bahwa momentum bearish kembali menguat dan tekanan jual masih memiliki ruang untuk berlanjut dalam waktu dekat. Di sisi lain, posisi harga yang masih berada di bawah Moving Average (MA) 21 dan MA 34 semakin memperkuat pandangan bahwa tren utama belum berubah. Kedua indikator tersebut kini berfungsi sebagai resistance dinamis yang membatasi ruang kenaikan harga. Selama emas belum mampu bergerak dan bertahan di atas area tersebut, peluang untuk melanjutkan pelemahan dinilai masih lebih besar. Selain faktor teknikal, sentimen fundamental juga masih memberikan tekanan terhadap harga logam mulia. Salah satu faktor utama berasal dari penguatan dolar Amerika Serikat yang membuat emas menjadi kurang menarik di mata investor global. Ketika nilai dolar meningkat, harga emas cenderung lebih mahal bagi pemegang mata uang lain sehingga permintaannya dapat menurun. Tekanan juga datang dari tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield). Kondisi ini membuat sebagian investor memilih memindahkan dana ke instrumen berbasis dolar yang menawarkan tingkat pengembalian lebih menarik dibandingkan emas, yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset. Di samping itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi arah pergerakan emas. Jika data ekonomi Amerika Serikat, seperti inflasi, pasar tenaga kerja, dan aktivitas bisnis, tetap menunjukkan performa yang solid, maka peluang bank sentral AS mempertahankan suku bunga tinggi akan semakin besar. Situasi tersebut berpotensi menjaga kekuatan dolar AS sekaligus membatasi ruang penguatan harga emas. Tetapi, pelaku pasar tetap perlu mengantisipasi perubahan sentimen yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi global, maupun data ekonomi Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan dapat meningkatkan kembali minat investor terhadap emas sebagai aset safe haven. Faktor-faktor tersebut berpotensi memicu perubahan arah harga apabila muncul secara bersamaan. Untuk saat ini, Dupoin Futures menilai prospek emas masih cenderung negatif. Selama harga belum mampu menembus area resistance di kisaran 4.025 hingga 4.063, tekanan bearish diperkirakan masih mendominasi. Oleh karena itu, level support 3.942 menjadi area yang patut diperhatikan. Jika level tersebut ditembus, peluang penurunan menuju 3.868 akan semakin terbuka. Pelaku pasar disarankan tetap disiplin menerapkan manajemen risiko dan mencermati perkembangan data ekonomi global yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga emas dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.

Berita Daerah

Sorotan terbaru dari berbagai wilayah