RI Teken 7 MoU di INNOPROM 2026 Demi Tembus Pasar Eurasia Internasional
Internasional
9 jam yang lalu

RI Teken 7 MoU di INNOPROM 2026 Demi Tembus Pasar Eurasia

Jakarta, katakabar.com - Pemerintah Republik Indonesia terus mendorong perluasan jaringan pasar industri domestik ke kancah global. Langkah strategis ini terlihat nyata melalui partisipasi aktif Indonesia sebagai negara mitra (Partner Country) dalam pameran industri internasional INNOPROM 2026 yang berlangsung di Yekaterinburg, Rusia. "Indonesia membawa agenda industri yang tegas, yaitu mempercepat hilirisasi mulai dari mineral kritis dan manufaktur maju, hingga energi, ketahanan pangan, dan kawasan industri," ujar Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam sambutannya pada acara Business Forum: Russia–Indonesia Industrial Dialogue di Yekaterinburg, Rusia, di penghujung pekan pertama Juli 2026 lalu. Agus juga menambahkan Indonesia sangat optimistis untuk memperdalam kemitraan teknologi dengan Rusia, serta mengintegrasikan manufaktur bernilai tambah tinggi ke dalam pasar Eurasia. Sektor manufaktur atau Industri Pengolahan (IP) terbukti masih menjadi penopang utama atau tulang punggung perekonomian nasional. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sektor IP pada Triwulan I Tahun 2026 mencatatkan pertumbuhan yang positif sebesar 5,04 persen. Angka pertumbuhan ini lebih tinggi jika kita bandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang menyentuh angka 4,55 persen. Selain itu, sektor IP memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, yaitu mencapai 19,07 persen atau setara dengan Rp1.179,62 triliun. Kinerja memukau ini juga terlihat dari realisasi investasi pada Triwulan I Tahun 2026, di mana sektor IP menyumbang hingga 36,49 persen atau senilai Rp182,04 triliun. Tidak hanya dari sisi modal, sektor ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang sangat masif, yakni sebanyak 20,04 juta orang per Februari 2026. Sementara pada sektor perdagangan internasional, kontribusi ekspor IP pada periode Januari–Februari 2026 mendominasi hingga 83,61 persen dengan nilai penjualan mencapai Rp622,68 triliun. Hubungan ekonomi antara Indonesia dan Rusia sendiri memperlihatkan perkembangan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Nilai total perdagangan bilateral kedua negara tumbuh sebesar 5,4 persen hingga mencapai USD 4,8 miliar pada tahun 2025. Nilai ekspor produk Indonesia ke Rusia pun melonjak tajam sebesar 7,5 persen dengan total nilai sekitar USD 1,8 miliar pada tahun 2025. Indonesia secara rutin mengekspor komoditas unggulan seperti karet, kopi, coklat, teh, alas kaki, komponen elektronik, serta produk kimia. Sebaliknya, Indonesia mengimpor komoditas penting dari Rusia seperti pupuk, besi, baja, sereal, kimia organik, hingga pesawat terbang. Lebih lanjut, pelaksanaan forum bisnis ini mengangkat tiga topik kunci, antara lain Joint industrial projects, Investment opportunities for industrial companies in Russia and Indonesia, dan Tools and mechanisms to support exporters. “Saya yakin forum hari ini akan membawa kedua negara, khususnya sektor industri dapat berkolaborasi secara konkret melalui inisiasi proyek-proyek kerja sama yang saling menguntungkan dan berkelanjutan” tambah Menperin. Guna memperkokoh jalinan kerja sama strategis ini, kedua negara sepakat menandatangani tujuh dokumen perjanjian atau Memorandum of Understanding (MoU) baru di bidang industri. Dokumen tersebut meliputi kerja sama antara Kementerian Perindustrian dengan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia, serta lima dokumen kerjasama teknis dan komersial yang melibatkan pelaku usaha seperti Ikatan Perusahaan Industri Galangan Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO), PT PCM Kabel Indonesia, PT Athira Maritim Indonesia, Perkumpulan Industri Komponen Kapal Indonesia (PIKKI) bersama United Industrial Corporation AK Bars dan MoU antara PT Minang Jordanindo dengan CHETRA LLC, serta nota kesepahaman antara Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia dengan the Association of Clusters dan Technology Parks, and SEZs of the Russian Federation (ACTPRF). Kerja sama baru ini melengkapi dua MoU terdahulu yang sudah berjalan sejak Desember 2025 di bidang galangan kapal dan studi krisotil asbestos. Peran Indonesia sebagai Partner Country diharapkan dapat menjadi landasan kuat untuk membangun kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan, baik bagi Indonesia dan Rusia maupun pada skala global, ditengah tantangan geoekonomi dan geopolitik.

Melalui Inovasi Bioenergi Sawit di Rusia Indonesia Perkuat Diplomasi Industri Sawit
Sawit
10 jam yang lalu

Melalui Inovasi Bioenergi Sawit di Rusia Indonesia Perkuat Diplomasi Industri

Jakarta, katakabar.com - Pasar Rusia dan Eurasia Kian Terbuka untuk produk kelapa sawit dan turunannya Pemerintah Indonesia memanfaatkan Forum Bisnis Indonesia–Rusia pada ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi industri melalui pengembangan bioenergi berbasis kelapa sawit. Forum bertema Palm Oil and the Future of Sustainable Energy tersebut menjadi wadah untuk memperkenalkan inovasi industri nasional sekaligus membuka peluang kerja sama investasi, perdagangan, dan pengembangan teknologi dengan Rusia serta negara-negara di kawasan Eurasia. "Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam pengembangan bioenergi berbasis kelapa sawit melalui kerja sama dengan Rusia dan negara-negara Eurasia. Melalui inovasi, hilirisasi, dan kerja sama internasional, kami ingin menjadikan industri sawit tidak hanya sebagai penggerak ekonomi nasional, tetapi juga sebagai bagian dari solusi menuju ketahanan energi dan pembangunan industri yang berkelanjutan," ujar Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Rusia, di pekan kedua Juli 2026 lalu. Partisipasi Indonesia dalam forum tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pasar industri nasional melalui kolaborasi internasional. Di tengah meningkatnya kebutuhan dunia terhadap energi yang lebih bersih, Indonesia menawarkan pengalaman dan kapasitas industrinya dalam mengembangkan bioenergi berbasis kelapa sawit sebagai peluang kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara. Forum yang dihadiri lebih dari 100 pemimpin industri, pejabat pemerintah, pelaku usaha, dan pengunjung INNOPROM 2026 itu menjadi ruang dialog antara pelaku industri Indonesia dan Rusia untuk bertukar pengalaman, membangun jejaring bisnis, serta menjajaki peluang investasi dan pengembangan teknologi di sektor bioenergi. Pada kegiatan yang sama, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian RI, Tri Supondy, mengatakan forum tersebut menjadi kesempatan penting untuk menunjukkan bahwa transformasi industri sawit Indonesia telah berkembang jauh melampaui perannya sebagai komoditas ekspor. "Forum ini sangat bagus dan merupakan kesempatan berharga untuk menyampaikan Indonesia bukan cuma menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan, tapi juga terus berinovasi melalui produk unggulan industri nasional," beber Tri di Ekaterinburg Expo, Rusia. Sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia, Indonesia memanfaatkan forum tersebut untuk memperlihatkan kesiapan industrinya dalam mendukung transisi energi global. Salah satu langkah yang dipaparkan adalah penerapan mandatori biodiesel B50 yang mulai berlaku pada Juli 2026. Program ini mewajibkan penggunaan bahan bakar diesel yang mengandung 50 persen biodiesel berbahan baku minyak sawit, sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil impor, memperkuat ketahanan energi nasional, serta menekan emisi karbon. Indonesia juga memperkenalkan berbagai kebijakan yang mendukung keberlanjutan industri sawit, mulai dari program peremajaan kebun rakyat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengembangan teknologi di industri biodiesel dan produk turunannya melalui Indonesia Plantation Fund (IPF). Selain itu, penerapan sistem sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) terus diperkuat agar produksi kelapa sawit Indonesia memenuhi standar keberlanjutan global dan semakin kompetitif di pasar internasional. Direktur Urusan Hukum dan Kerja Sama Kelembagaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Pangihutan Siagian, mengatakan keberhasilan program biodiesel nasional menunjukkan bahwa pengembangan industri sawit dapat berjalan seiring dengan agenda transisi energi dan pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, dukungan BPDPKS juga mencakup program peremajaan kebun rakyat, pengembangan sumber daya manusia, riset dan inovasi, serta pembangunan sarana dan prasarana perkebunan untuk memperkuat daya saing industri sawit Indonesia dari hulu hingga hilir. Selain mempromosikan inovasi bioenergi, forum tersebut juga menjadi momentum untuk memperluas kerja sama ekonomi Indonesia dengan Rusia. Salah satu peluang yang mengemuka adalah penguatan hubungan perdagangan melalui penyelesaian perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU). Dengan posisi Rusia sebagai salah satu mitra utama di kawasan tersebut, kolaborasi di sektor bioenergi diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan kerja sama industri, investasi, transfer teknologi, dan perluasan akses pasar bagi produk manufaktur Indonesia. Melalui Forum Bisnis Indonesia–Rusia di INNOPROM 2026, Indonesia menegaskan inovasi bioenergi berbasis kelapa sawit bukan hanya menjadi bagian dari strategi transisi energi nasional, tetapi juga instrumen diplomasi industri untuk membangun kemitraan yang lebih erat dengan Rusia. Dengan memadukan kekuatan inovasi, keberlanjutan, dan kolaborasi internasional, Indonesia berharap dapat menciptakan peluang baru bagi pertumbuhan industri sekaligus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis di kawasan Eurasia.

Ekspedisi Merah Putih Presisi Sambangi Okura, Polda Riau Bagikan Bendera dan Seribu Paket Bansos Hukrim
Hukrim
11 jam yang lalu

Ekspedisi Merah Putih Presisi Sambangi Okura, Polda Riau Bagikan Bendera dan Seribu Paket Bansos

Pekanbaru, katakabar.com - Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau mulai menyasar wilayah Kota Pekanbaru dengan menggelar berbagai kegiatan sosial di Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Timur, Sabtu (1/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Ekspedisi Merah Putih Presisi yang dilaksanakan serentak di seluruh Provinsi Riau hingga 17 Agustus 2026 nanti. Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol I Ketut Gede Ade Wibawa, mengatakan Tebing Tinggi Okura dipilih sebagai lokasi pelaksanaan ekspedisi di wilayah Pekanbaru lantaran menjadi salah satu kawasan yang membutuhkan perhatian lebih dari berbagai pihak. "Hari ini kita melaksanakan Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau di wilayah Pekanbaru. Sasaran kami di Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru," ujarnya. Pada kegiatan tersebut, personel membagikan 1.000 Bendera Merah Putih kepada masyarakat sekaligus memasangnya secara simbolis di rumah warga sebagai bagian dari semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu, Polda Riau juga menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Menurut Kombes I Ketut, layanan tersebut sangat dibutuhkan karena di Kelurahan Tebing Tinggi Okura hingga saat ini belum memiliki puskesmas, melainkan hanya Puskesmas Pembantu (Pustu). "Kita juga melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan. Seperti diketahui bahwa di Kelurahan Tebing Tinggi Okura ini belum terdapat puskesmas. Di sini hanya terdapat puskesmas pembantu atau Pustu," jelasnya. Rangkaian kegiatan lainnya meliputi penanaman pohon sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan, dialog bersama masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi, dan persoalan yang dihadapi warga, serta penyaluran 1.000 paket bantuan sosial. "Kita juga melaksanakan dialog dengan masyarakat, sehingga apa yang menjadi keluhan-keluhan warga bisa kami serap dan mudah-mudahan dapat kita tindaklanjuti," imbuhnya. Kombes I Ketut menegaskan, Ekspedisi Merah Putih Presisi tidak hanya berlangsung di Pekanbaru, tetapi dilaksanakan di seluruh wilayah Provinsi Riau hingga 17 Agustus 2026 nanti. Puncak kegiatan akan ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang menjadi lokasi ekspedisi. Sedang, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Muharman Arta, menuturkan Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan inisiatif Kapolda Riau dalam rangka memperingati HUT ke.81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menyasar kawasan 3T. Ia mengungkapkan, melalui dialog bersama masyarakat, pihaknya menemukan masih banyak fasilitas pelayanan publik yang belum tersedia di Kelurahan Tebing Tinggi Okura karena wilayah tersebut merupakan daerah pemekaran. "Tadi sudah kami serap juga aspirasi masyarakat melalui kegiatan dialog. Memang karena baru pemekaran, banyak fasilitas yang belum ada di sini, khususnya kantor-kantor maupun satuan-satuan pemerintah, seperti Polsek belum ada, Koramil belum ada, puskesmas juga belum ada maupun fasilitas lainnya. Nanti akan kami tindaklanjuti bersama stakeholder terkait," bebernya. Kata Kombes Pol Muharman, program Ekspedisi Merah Putih Presisi di Kota Pekanbaru tidak berhenti di Tebing Tinggi Okura. Selanjutnya, setiap Polsek akan mengidentifikasi kelurahan-kelurahan yang masih tertinggal di wilayah masing-masing. "Setiap kecamatan, masing-masing Polsek akan mencari kelurahan-kelurahan yang agak tertinggal. Setidaknya nanti akan ada 15 titik di Pekanbaru yang menjadi sasaran kegiatan," tandasnya.

Lewat Kemitraan Perkapalan dengan Rusia Indonesia Bidik Investasi dan Alih Teknologi Internasional
Internasional
11 jam yang lalu

Lewat Kemitraan Perkapalan dengan Rusia Indonesia Bidik Investasi dan Alih Teknologi

Jakarta, katakabar.com - Indonesia dan Rusia memperkuat penjajakan kerja sama industri perkapalan melalui forum Building an Indonesia–Russia Shipbuilding Partnership: Developing Maritime Industrial Cooperation for Indonesia, Russia and the ASEAN Market yang digelar di Indonesia Pavilion, Hall 4, pada ajang INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, Rusia. Forum tersebut menjadi wadah bagi pelaku industri kedua negara untuk menjajaki peluang investasi, alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan produksi bersama guna meningkatkan daya saing industri maritim Indonesia serta memperluas akses ke pasar ASEAN. Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan kerja sama industri perkapalan dengan Rusia menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kapasitas industri maritim melalui investasi, alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan kolaborasi produksi. "Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri perkapalan nasional sekaligus memperluas akses ke pasar ASEAN. "Indonesia memandang kerja sama industri perkapalan dengan Rusia sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas industri maritim nasional," ujar Agus dalam keterangannya pada forum tersebut, di pekan kedua Juli 2026 lalu. Forum tersebut mempertemukan asosiasi industri perkapalan dan komponen kapal dari Indonesia dengan perusahaan-perusahaan galangan kapal Rusia untuk membahas peluang kolaborasi bisnis dan pengembangan teknologi. Diskusi dipandu  Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI, Feby Setyo Hariyono. Penyelenggaraan forum ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama perkapalan Indonesia–Rusia pada Desember 2025. Kesepakatan tersebut menjadi dasar pengembangan kolaborasi di bidang pembangunan kapal, teknologi maritim, rekayasa kelautan, pengembangan SDM industri, dan investasi. Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia memiliki kebutuhan besar terhadap industri perkapalan yang mampu mendukung distribusi logistik, transportasi antarpulau, sektor perikanan, kegiatan energi lepas pantai, hingga pemerataan pembangunan ekonomi. Di sisi lain, Rusia memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan industri perkapalan, mulai dari desain dan pembangunan kapal niaga hingga teknologi sistem propulsi dan rekayasa maritim. Karakteristik tersebut menjadikan kedua negara memiliki potensi kerja sama yang saling melengkapi. Peluang kolaborasi juga diperkirakan semakin terbuka setelah ditandatanganinya Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang diharapkan dapat memperkuat perdagangan, investasi, kemitraan industri, serta pertukaran teknologi antara Indonesia dan negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU). Di forum tersebut, kedua negara membahas berbagai peluang kerja sama, antara lain pembangunankapa l penumpang dan feri, kapal logistik, kapal perikanan, kapal patroli, kapal pendukung lepas pantai, pengembangan industri komponen kapal, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja industri maritim. Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin RI, Tri Supondy, menjelaskan Indonesia dan Rusia memiliki keunggulan yang dapat saling melengkapi dalam membangun industri perkapalan yang lebih kompetitif. Indonesia menawarkan pasar yang besar dan kapasitas industri yang terus berkembang, sementara Rusia memiliki keunggulan teknologi serta pengalaman dalam pengembangan berbagai jenis kapal. "Kami berharap forum ini menghasilkan kolaborasi konkret antarpelaku industri, mulai dari alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia, investasi, hingga joint production yang dapat memperkuat industri perkapalan nasional dan memperluas akses ke pasar ASEAN," imbuh Tri. Melalui forum ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat diplomasi industri di sektor maritim melalui kemitraan yang saling menguntungkan dengan Rusia. Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan proyek-proyek konkret yang mampu mempercepat transformasi industri perkapalan nasional, meningkatkan penguasaan teknologi, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur maritim yang melayani pasar domestik maupun kawasan ASEAN.

Sunscreen Bayi Tanpa White Cast: Kenapa Tekstur Jelly Terasa Lebih Nyaman Serba Serbi
Serba Serbi
12 jam yang lalu

Sunscreen Bayi Tanpa White Cast: Kenapa Tekstur Jelly Terasa Lebih Nyaman

Jakarta, katakabar.com - Salah satu keluhan paling umum tentang sunscreen bayi adalah teksturnya: banyak yang terasa berat, lengket, dan meninggalkan lapisan putih (white cast) di kulit. Pada bayi yang aktif dan mudah berkeringat, ini membuat proses mengoleskan menjadi kurang nyaman. Mari bandingkan dua jenis tekstur. Sunscreen yang kental dan pekat cenderung sulit diratakan pada kulit bayi yang terus bergerak, meninggalkan sisa putih, dan terasa gerah di cuaca panas. Sementara sunscreen bertekstur jelly yang ringan umumnya lebih mudah dioleskan, cepat meresap, dan terasa lebih sejuk — cocok untuk iklim tropis. CoveBaby Arctic Aqua-Sun Jelly termasuk kategori kedua. Teksturnya jelly yang ringan, cepat meresap, dan diformulasikan agar tidak meninggalkan white cast, sehingga terasa nyaman dan tidak lengket. Selain memberi perlindungan terhadap sinar UV, formulanya diperkaya bahan menenangkan seperti Centella Asiatica, Nelumbo Nucifera (Lotus) Extract, Gentiana Scabra Root, Allantoin, dan Hyaluronic Acid untuk membantu menjaga kelembapan kulit. Yang perlu digarisbawahi soal sunscreen bayi: untuk bayi di bawah 6 bulan, cara utama melindungi dari matahari BUKAN sunscreen, melainkan menghindari paparan langsung — gunakan pakaian tertutup, topi, dan berteduh (sesuai anjuran IDAI dan American Academy of Pediatrics). Sunscreen bayi umumnya baru digunakan pada usia 6 bulan ke atas. CoveBaby Arctic Aqua-Sun Jelly memiliki SPF 35 PA++ dan menggunakan filter UV kimia yang larut air — Phenylbenzimidazole Sulfonic Acid untuk sinar UVB dan Bisdisulizole Disodium untuk sinar UVA — tanpa filter mineral, sehingga teksturnya tetap ringan dan tidak meninggalkan white cast. Cara pakai yang benar: oleskan 15–30 menit sebelum keluar, ratakan secukupnya pada area yang terbuka, lalu ulangi tiap 2 jam atau setelah bayi berkeringat maupun terkena air. Perlu diingat, sunscreen membantu mengurangi paparan sinar UV, tetapi tidak menggantikan naungan dan pakaian pelindung. Bila kulit bayi bereaksi setelah pemakaian, hentikan dan konsultasikan ke dokter. CoveBaby Arctic Aqua-Sun Jelly terdaftar BPOM NA18261700716 dan tersedia di kanal resmi CoveBaby.

Lima Mitos Tentang Sabun Mandi Bayi Masih Sering Dipercaya Mitos dan Fakta
Mitos dan Fakta
13 jam yang lalu

Lima Mitos Tentang Sabun Mandi Bayi Masih Sering Dipercaya

Jakarta, katakabar.com - 请注意,请注意以下事项:贝里库特·利马·扬·帕林·塞林·迪特梅。 Mitos 1:“Kalau berbusa banyak,berarti lebih bersih。” 事实:Busa yang melimpah sering berasal dari deterjen keras seperti SLS/SLES。 Banyaknyabusatidakmenentukandayabersih; yang lebih penting adalah kelembutan Formulanya。 Mitos 2:“Sabun dewasa boleh dipakai asal sedikit。” 事实:Sabun dewasa umumnya lebih basa dan dirancang untuk kulit yang lebih tebal。 pH 值 阳 性 tidak sesuai tetap bisa mengganggu 皮肤屏障 bayi walaupun dipakai sedikit。 Mitos 3:“Sabun bayi tidak perlu dilihat kandungannya”。 事实:Justru sebaliknya。 Membalik kemasan dan membaca daftar“bebas dari”(SLS/SLES、酒精、对羟基苯甲酸酯) adalah cara paling praktis menilai apakah sabun cukup lembut。 Mitos 4:“Kalau kulit bayi merah setelah mandi,berarti sabunnya bekerja。” 事实:Kemerahan justru bisa menjadi tanda kulit teriritasi。请注意以下事项。 Mitos 5:“Semua yang berlabel 'bayi' Pasti aman。” 事实:标签是saja tidak cukup。 Pastikan 产品 BPOM 和理想值,pH 值 5.5。 Lalu,产品是什么? CoveBaby 氨基二合一沐浴露和洗发水、misalnya、diformulasikan berbasis asamamino dengan pH 5.5、bersifat 无泪、serta bebas SLS/SLES、酒精、对羟基苯甲酸酯。 Kandungan 芦荟、泛醇、洋甘菊和洋甘菊混合在一起 — pas untuk kulit bayi yang mudah bereaksi karena panas dan keringat。 CoveBaby Amino 2-1 Bath & Shampoo PDP" /> Perlu diingat、sabun bayi berfungsi Membersihkan dan merawat、bukan mengobati。 Bila kemerahan atau gatal menetap dan meluas, sebaiknya periksakan ke dokter.

Kenapa pH 5.5 Penting untuk Sabun Mandi Bayi? Ini Penjelasannya Kesehatan
Kesehatan
15 jam yang lalu

Kenapa pH 5.5 Penting untuk Sabun Mandi Bayi? Ini Penjelasannya

Jakarta, katakabar.com - Kulit bayi kira-kira lima kali lebih Tipis daripada kulit orang dewasa dan lapisan pelindungnya(皮肤屏障)masih dalam tahap berkembang. Lantaran itu, hal yang terlihat sepele seperti tingkat keasaman (pH) sabun bisa cukup berpengaruh pada kenyamanan kulitnya。 CoveBaby Amino 2-1 Bath & Shampoo PDP" /> Kulit yang sehat umumnya berada di kisaran sedikit asam,sekitar pH 4.5–6 Banyak sabun batang atau sabun keluarga Bersifat basa (pH tinggi) sehingga terasa“sangatbersih”dan berbusa banyak. Tetpi pada kulit bayi, pH yang terlalu basa dapat mengganggu lapisan pelindung alami sehingga kulit lebih mudah terasa kering, kaku, dan kemerahan setelah mandi. 配方中的 pH 值应为 5.5. Salah satu contohnya adalah CoveBaby Amino 2 合 1 沐浴露和洗发水 yang memakai surfaktan berbasis asamamino yang lembut dan menjaga pH mendekati pH alami kulit bayi。 Formulanya juga bebas SLS/SLES、酒精、对羟基苯甲酸酯、硅 — bahan-bahan yang berpotensi membuat kulit sensitif makin kering。芦荟、泛醇(维生素 B5)、甘菊和洋甘菊混合成分。 Kenapa hal ini terasa lebih 与印度尼西亚有关吗? Cuaca panas dan lembap membuat bayi cenderung lebih sering mandi dan mudah berkeringat。 Membersihkan terlalu "keras" setiap hari justru bisa memicu kulit kering. Sabun ber-pH seimbang mengangkat keringat dan kotoran tanpa banyak mengikis kelembapan alami。 Jadi、saat memilih sabun bayi、perhatikan tiga hal sederhana:pH 值 5.5、daftar bahan yang bebas dari deterjen keras seperti SLS/SLES、serta 状态注册 BPOM。 Untuk CoveBaby Amino,注册号为 NA18260700406,并在 cekbpom.pom.go.id 上注册。 Terakhir、perlu diingat bahwa produk perawatan seperti ini ditujukan untuk membantu menjaga kulit tetap bersih dan nyaman、bukan untuk mengobati kondisi medis。 Bila kulit bayi tetap kering atau kemerahan meski sudah memakai produk yang lembut、sebaiknya konsultasikan ke dokter。

Berita Daerah

Sorotan terbaru dari berbagai wilayah