Kapasitas Pelabuhan Naik, Ekosistem Logistik Darat Diperkuat Nasional
Nasional
9 jam yang lalu

Kapasitas Pelabuhan Naik, Ekosistem Logistik Darat Diperkuat

Merauke, katakabar.com - Peningkatan kapasitas pelabuhan peti kemas perlu diikuti penguatan simpul logistik di sisi darat. Hal ini perlu dilakukan agar percepatan bongkar muat tidak justru memindahkan titik hambatan ke rantai distribusi berikutnya. Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik UGM, Prof. Kuncoro Harto Widodo, mengatakan pertumbuhan arus peti kemas perlu diimbangi dengan penguatan seluruh simpul dalam ekosistem logistik.

Bitcoin Turun ke US$84.000, FLOQ: Pasar Masih Sensitif Pada Suku Bunga Ekonomi
Ekonomi
14 jam yang lalu

Bitcoin Turun ke US$84.000, FLOQ: Pasar Masih Sensitif Pada Suku Bunga

Jakarta, katakabar.com - Harga Bitcoin (BTC) mengalami tekanan pada perdagangan di pekan keempat September 2026. BTC turun sekitar 2 persen, dan bergerak di kisaran US$84.000 setelah sebelumnya gagal menembus level US$87.000. Koreksi terjadi ketika imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun melonjak hingga 5,11 persen, level tertinggi sejak 2007.  Kenaikan yield obligasi AS menjadi salah satu perhatian utama pasar karena dapat meningkatkan daya tarik aset berpendapatan tetap sekaligus memperketat kondisi likuiditas bagi aset berisiko, termasuk aset kripto. Laporan data pasar terbaru yang FLOQ rangkum menunjukkan, BTC sempat menyentuh sekitar US$84.425 setelah mengalami penurunan 2,06 perse  dalam sehari. Di sisi teknikal, area US$83.520 menjadi salah satu level support yang diperhatikan pasar. Jika tekanan jual berlanjut dan level tersebut ditembus, BTC berpotensi menguji area US$81.000.  Yield Treasury Jadi Perhatian Pasar Lonjakan yield US Treasury terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi dan ekspektasi kebijakan moneter AS. Data pasar menunjukkan yield US Treasury 10 tahun naik sekitar 15 basis poin dalam 24 jam hingga mencapai 5,11 persen.  Kondisi tersebut membuat investor kembali memperhatikan hubungan antara kebijakan suku bunga, imbal hasil obligasi, dan aset berisiko. Ketika yield meningkat, sebagian investor dapat memilih instrumen berpendapatan tetap dengan tingkat imbal hasil yang lebih tinggi sehingga tekanan terhadap aset berisiko seperti saham teknologi dan kripto dapat meningkat. Menurut CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai pergerakan Bitcoin saat ini perlu dilihat dalam konteks makroekonomi yang lebih luas, bukan hanya dari pergerakan harga BTC. “Koreksi Bitcoin ke area US$84.000 menunjukkan bahwa pasar masih sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga dan pergerakan yield Treasury. Ketika yield 10 tahun menembus 5 persen, investor kembali melakukan penyesuaian terhadap tingkat risiko dan imbal hasil di berbagai kelas aset,” jelas Yudho. Kata Yudho, kenaikan yield tidak serta-merta mengubah fundamental Bitcoin dalam jangka panjang. Namun, dalam jangka pendek, kondisi tersebut dapat meningkatkan volatilitas karena investor melakukan rebalancing portofolio. “Hal yang perlu diperhatikan bukan hanya apakah Bitcoin turun hari ini, tetapi bagaimana pasar merespons setelah tekanan makro tersebut mereda. Selama permintaan struktural terhadap Bitcoin tetap ada, koreksi dapat menjadi bagian dari proses price discovery. Karena itu, investor perlu membedakan antara tekanan jangka pendek akibat kondisi makro dan perubahan fundamental aset,”lanjutnya. Arus ETF Bitcoin Masih Menunjukkan Permintaan Institusional Di tengah koreksi harga, minat terhadap produk investasi Bitcoin berbasis spot ETF di Amerika Serikat masih terlihat kuat. Pada 21 September 2026, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus dana masuk bersih sekitar US$998,95 juta, menjadi salah satu arus masuk harian terbesar sejak Oktober 2025. BlackRock IBIT mencatat inflow sekitar US$381,37 juta, disusul ARKB sekitar US$289,12 juta dan FBTC sekitar US$238,84 juta.  Data tersebut menunjukkan bahwa koreksi harga belum sepenuhnya diikuti oleh pelemahan permintaan institusional. Bahkan, arus masuk ETF Bitcoin pada September masih mencatat nilai positif secara keseluruhan.  Bagi Yudho, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam membaca arah pasar berikutnya. “Arus masuk ETF yang tetap besar menunjukkan bahwa di balik volatilitas harga, masih terdapat permintaan dari investor dengan horizon yang lebih panjang. Jadi, pasar saat ini menghadapi dua kekuatan sekaligus: tekanan jangka pendek dari kenaikan yield dan permintaan struktural yang masih terlihat dari produk ETF,” ulasnya. Level US$83.500 Jadi Perhatian Berikutnya Dari sisi teknikal, area US$87.000 masih menjadi resistance penting setelah BTC gagal mempertahankan momentum kenaikannya. Sementara itu, level sekitar US$83.500 menjadi area support yang perlu diperhatikan. Penembusan support tersebut dapat membuka ruang koreksi lebih lanjut menuju US$81.000.  Yudho menambahkan, volatilitas Bitcoin kemungkinan masih tinggi selama pasar global merespons perkembangan yield, inflasi, kebijakan bank sentral, dan kondisi geopolitik. “Untuk beberapa waktu ke depan, volatilitas kemungkinan masih menjadi bagian dari pasar. Investor sebaiknya tidak hanya terpaku pada satu level harga, tetapi juga memperhatikan likuiditas, arus ETF, kebijakan moneter, serta perkembangan ekonomi global sebagai satu kesatuan,” sebutnya.

FAQ dan WA Form Bisa Pangkas Biaya WhatsApp, Begini Caranya! Serba Serbi
Serba Serbi
15 jam yang lalu

FAQ dan WA Form Bisa Pangkas Biaya WhatsApp, Begini Caranya!

Jakarta, katakabar.com - Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center satu platform terintegrasi. Hal ini untum kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order. Banyak biaya WhatsApp bukan berasal dari pertanyaan rumit, melainkan dari proses yang diulang setiap hari. Agent menjawab jam operasional, menjelaskan persyaratan, lalu meminta nama, nomor transaksi, dan kategori masalah satu per satu. Saat setiap balasan bisnis diperhitungkan, pola sederhana tersebut dapat menghasilkan volume pesan yang besar. FAQ dan WA Form menyelesaikan dua bagian berbeda. FAQ mencegah pertanyaan berulang masuk ke chat, sedangkan WA Form mengumpulkan data dan menyaring kebutuhan berdasarkan kriteria yang ditetapkan bisnis sebelum diteruskan kepada agent. Gunakan FAQ untuk Pertanyaan Tidak Perlu Menjadi Chat Pertanyaan dengan jawaban stabil sebaiknya tersedia melalui FAQ atau portal self-service. Contohnya adalah jam layanan, persyaratan dokumen, cara penggunaan, kebijakan dasar, dan langkah awal mengatasi kendala. Pelanggan dapat menemukan jawaban tanpa menunggu agent. Isi FAQ perlu berasal dari percakapan nyata, bukan asumsi internal. Gunakan judul yang menyerupai cara pelanggan bertanya, berikan jawaban singkat pada bagian awal, lalu tambahkan detail bila diperlukan. Analytics pencarian dapat menunjukkan informasi mana yang masih sulit ditemukan. Perhatikan juga pencarian tanpa hasil, artikel yang sering dibuka sebelum pelanggan tetap menghubungi agent, dan pertanyaan yang muncul kembali setelah panduan dibaca. Temuan tersebut membantu tim memperbaiki struktur informasi, bukan sekadar menambah jumlah artikel. Self-service tetap memerlukan jalur eskalasi. Ketika jawaban tidak sesuai atau kasus membutuhkan keputusan, pelanggan harus dapat melanjutkan ke chat tanpa mengulang seluruh konteks. Gunakan WA Form untuk Menyaring Kebutuhan Ada kebutuhan yang tidak cukup dijawab melalui artikel karena bisnis perlu memastikan konteks calon pelanggan. WA Form dapat mengumpulkan nama, kebutuhan, skala penggunaan, anggaran, waktu implementasi, atau informasi penting lain dalam satu alur. Agent tidak perlu menanyakan field yang sama melalui beberapa balasan. Form juga dapat mendukung qualification dan routing berdasarkan kriteria yang disiapkan bisnis. Leads dengan kategori tertentu dapat dibagikan melalui Round Robin atau aturan berbasis kebutuhan dan keterampilan. Form yang terlalu panjang tetap berisiko membuat pelanggan berhenti, sehingga setiap field harus memiliki fungsi yang jelas. Buat cabang pertanyaan hanya ketika jawabannya mengubah penanganan. Pelanggan dengan kendala pembayaran dapat diarahkan ke billing, sedangkan calon pembeli dengan kebutuhan enterprise masuk ke sales. Cabang yang tidak memengaruhi routing hanya menambah beban pengisian. Sebelum dipakai luas, uji Form dengan beberapa pelanggan dan agent. Periksa apakah bahasanya mudah dipahami, field wajib memang diperlukan, serta hasilnya cukup jelas untuk mengambil tindakan tanpa mengirim pertanyaan ulang. Teruskan Kasus dengan Konteks Sudah Lengkap Setelah FAQ dan Form menyaring kebutuhan, bisnis memerlukan sistem yang membawa hasil pengisian, artikel yang sudah dibaca, dan histori percakapan ke agent berikutnya. Tanpa konteks itu, penghematan di awal akan hilang karena pelanggan diminta menjelaskan ulang. Barantum dapat menghubungkan tahap self-service dengan penanganan berikutnya. AI Agent Barantum membantu menjawab pertanyaan umum berdasarkan knowledge base dan meneruskan kasus yang memang memerlukan manusia. Saat handoff terjadi, agent perlu menerima hasil Form, artikel yang sudah dibaca, dan ringkasan percakapan agar pelanggan tidak diminta mengulang informasi. Data pelanggan, hasil qualification, serta tindak lanjut dapat disimpan di CRM Barantum sehingga tim memiliki dasar yang sama sebelum mengambil tindakan. Routing kemudian dapat diatur melalui Round Robin atau rule berbasis kategori dan keterampilan. Pengaturan ini harus mengikuti kriteria yang ditetapkan bisnis, bukan asumsi sistem. Jika interaksi berlanjut ke WhatsApp, Live Chat, media sosial, atau kanal lain, Omnichannel Barantum menjaga histori percakapan tetap berada dalam satu alur. Jika respons AI dikirim melalui WhatsApp, biaya service message tetap berlaku. Efisiensi datang dari jawaban yang lebih langsung dan konteks yang sudah lengkap, bukan karena pesan otomatis menjadi gratis. Tim perlu meninjau FAQ dan WA Form secara berkala. Tambahkan panduan untuk pertanyaan yang terus berulang, hapus field yang tidak pernah digunakan, dan perbaiki routing yang sering salah arah. Ukur penurunan pertanyaan dasar, field yang ditanyakan ulang, kualitas leads, dan waktu penyelesaian. Keberhasilan tidak hanya terlihat dari jumlah chat yang berkurang. Periksa apakah pelanggan tetap menemukan jawaban, leads yang diteruskan lebih relevan, dan agent lebih jarang meminta data yang sama. Bila salah satu memburuk, FAQ atau Form perlu disederhanakan.

Dukung Percepatan Program MBG di Daerah 3T, Vritimes Dorong Strategi Komunikasi Digital Bersama BSKDN Kemendagri Nasional
Nasional
16 jam yang lalu

Dukung Percepatan Program MBG di Daerah 3T, Vritimes Dorong Strategi Komunikasi Digital Bersama BSKDN Kemendagri

Jakarta, katakabar.com - Perusahaan teknologi media dan penyedia platform distribusi siaran pers, Vritimes berpartisipasi aktif sebagai narasumber utama dalam Forum Diskusi Aktual (FDA) angkat tema "Strategi Percepatan Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T)". Forum strategis ini digelar Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Horison Ultima Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/9).

Bitcoin Makin Diminati di Indonesia, Investor Kripto Ramai Bertransaksi Lagi Ekonomi
Ekonomi
17 jam yang lalu

Bitcoin Makin Diminati di Indonesia, Investor Kripto Ramai Bertransaksi Lagi

Jakarta, katakabar.com  - Adopsi Bitcoin di Indonesia terus menunjukkan perkembangan seiring dengan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap aset digital. Momentum tersebut kembali terlihat ketika harga Bitcoin (BTC) mencatat kenaikan sekitar 13 persen dalam sepekan, yang turut mendorong peningkatan aktivitas transaksi investor kripto di dalam negeri.

Setoran dari Bandar Sabu Mencuat, Kapolres Rohul Bungkam Janji Transparansi Polda Riau Cuma 'Lip Service' Hukrim
Hukrim
18 jam yang lalu

Setoran dari Bandar Sabu Mencuat, Kapolres Rohul Bungkam Janji Transparansi Polda Riau Cuma 'Lip Service'

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Di saat rakyat menaruh harapan tinggi pada institusi kepolisian untuk membasmi narkoba hingga ke akar-akarnya, justru kabar yang mengerikan bergema dari dalam rumah tangga kepolisian sendiri. Lima personel Polres Rokan Hulu berinisial US, GL, FK, RZ, dan RF, kini diduga tak sekadar terlibat penyalahgunaan narkoba, melainkan secara terstruktur menerima uang setoran dari bandar sabu. Kabar ini bukan isapan jempol; ia berputar di mulut warga, mengundang kemarahan, sekaligus mempertanyakan integritas pimpinan yang seharusnya menjaga. Yang lebih menyakitkan: hingga saat ini, kebisuan menyelimuti kasus itu. Kapolres Rokan Hulu, AKBP Emil Eka Putra tak membuka suara sedikit pun. Kabid Humas Polda Riau, saat dikonfirmasi katakabar.com, Sabtu (26/9). Boleh jadi tak memberikan jawaban yang jelas dan pasti seolah ada hal yang sengaja ditutup rapat. Padahal sebelumnya, pada 16 September 2026, pihaknya telah menyampaikan pernyataan resmi: "Menanggapi informasi yang beredar terkait penanganan kasus yang melibatkan personel, Polres Rokan Hulu bersama jajaran Bid Propam Polda Riau memastikan perkara tersebut telah ditangani secara profesional dan transparan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku." Janji itu kini terlihat retak. Jika sudah ditangani secara profesional di mana hasilnya? Jika transparan, mengapa tak ada satu pun informasi yang boleh diketahui publik? Fakta di lapangan berbicara sebaliknya: proses pemeriksaan masih berjalan di Bidang Propam Polda Riau hingga Kamis (24/9). Tetapu bentuk pelanggaran apa yang sesungguhnya didalami, tetap tertutup rapat. Apakah ini cara kerja yang disebut transparan? Dugaan penerimaan uang dari bandar narkoba adalah tuduhan yang sangat berat. Ini bukan sekadar pelanggaran disiplin ini pengkhianatan terhadap amanat rakyat. Jika benar anggota berseragam menerima keuntungan dari peredaran sabu yang merusak masa depan generasi, maka mereka bukan lagi pelindung masyarakat, melainkan sekutu pelaku kejahatan. Dan jika hal ini dibiarkan berlangsung tanpa tindakan tegas, berarti ada perlindungan dari atas. Pertanyaan yang tak bisa lagi dihindari: apakah Kapolres Rohul tidak tahu, atau sengaja pura-pura tidak tahu? Di bawah kepemimpinannya, anggota diduga terlibat dalam jaringan yang seharusnya diberantas. Peredaran narkoba di Kabupaten Rokan Hulu makin merajalela, sementara mereka yang diduga terlibat tetap berjalan tanpa ada jeratan hukum yang terlihat. Apakah ini ketidakmampuan memimpin? Atau ada kepentingan yang membuatnya bungkam? Masyarakat Rokan Hulu kini menuntut kejelasan. Jika lima orang itu bersalah proses hukum secepatnya, sanksi seberat-beratnya, hingga pemberhentian dari keanggotaan Polri. Jika tidak bersalah buktikan kepada publik, kembalikan nama baik mereka, dan minta maaf atas keresahan yang timbul. Tapi berdiam diri, menutup mulut, membiarkan dugaan terus menguat itu bukan kepemimpinan. Itu kelalaian yang tak termaafkan. Kini pandangan seluruh rakyat tertuju kepada Kapolda Riau. Janji pada 16 September lalu harus dibuktikan. Jangan biarkan kasus ini senyap begitu saja. Rokan Hulu tak butuh pemimpin yang menutup mata Rokan Hulu butuh pemimpin yang berani menegakkan hukum tanpa pandang bulu, bahkan jika pelakunya ada di lingkaran terdekatnya sendiri.

Berita Daerah

Sorotan terbaru dari berbagai wilayah