Berawal dari Jadi Ojol, Rayyan Kenal Kripto hingga Tembus Coinfest Asia 2026
Bali, katakabar.com - Siang-siang Rayyan biasanya dihabiskan di atas sepeda motor. Pemuda berusia 23 tahun yang lahir di Bali itu berpindah dari satu titik ke titik lain, mengikuti pesanan yang muncul di layar ponselnya sebagai pengemudi ojek daring. Tetapi, satu perjalanan membawanya lebih jauh dari sekadar alamat tujuan. Semua bermula ketika salah seorang karyawan FLOQ menggunakan jasa Rayyan. Seperti banyak percakapan singkat antara pengemudi dan penumpang, obrolan awalnya berlangsung sederhana. Hingga pembicaraan mengarah pada pekerjaan, investasi, dan aset kripto. Dari percakapan itu, karyawan FLOQ mengetahui Rayyan ternyata sedang memulai perjalanan investasinya. Kripto bukan sesuatu yang sepenuhnya asing baginya. Ia sudah lebih dulu mengenalnya melalui berbagai konten edukasi di internet, salah satunya dari Akademi Crypto, platform pembelajaran yang membahas aset kripto dan ekosistemnya. Rasa ingin tahu itu kemudian mendorongRayyan membuka akun di FLOQ. Ia tidak langsung menjadi trader yang setiap hari memandangi pergerakan grafik harga. Justru sebaliknya. Rayyan mengaku masih belum berani melakukan trading aktif. Ia memilih berjalan perlahan. Alih-alih mengejar pergerakan harga jangka pendek, Rayyan menggunakan pendekatan dollarcost averaging (DCA), yakni membeli aset kripto tertentu secara bertahap dalam periode tertentu. Di sela aktivitasnya sebagai pengemudi ojol, ia juga terus mengikuti konten edukasi untuk memahami dunia yang baru dimasukinya itu. Bagi Rayyan, langkah pertamanya di kripto bukan dimulai dari keberanian mengambil risiko besar, melainkan dari belajar. Undangan Membuka Pintu Lebih Lebar Pertemuan sederhana antara pengemudidan penumpang tersebut kemudian berkembang menjadi pengalaman yang tidakdiduga Rayyan. Sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat belajarnya, FLOQ mengundang Rayyan menghadiri Coinfest Asia 2026. Festival kripto tersebut berlangsung pada 20 hingga 21 Agustus 2026 lalu di Melasti Beach, Bali, dan mempertemukan pelaku industri, komunitas, pengembang, hingga trader dariberbagai negara. Bagi seseorang yang sebelumnya mengenal kripto terutama melalui layar ponsel, kesempatan itu menawarkan pengalaman berbeda. Di Coinfest Asia, Rayyan dapat melihat dunia kripto bukanhanya tentang harga Bitcoin yang naik dan turun. Di baliknya terdapat komunitas, perusahaan teknologi, pengembang blockchain, pelaku industrikeuangan, regulator, hingga orang-orang yang sedang membangun berbagai layanan berbasis aset digital. Perjalanan itu seakan mempertemukan dua dunia. Di satu sisi adalah keseharian Rayyan di jalanan Bali, menerima pesanan demi pesanan melalui aplikasi. Di sisi lain adalah sebuah industri digital yang berkembang cepat dan semakin banyak diakses masyarakat melaluiperangkat yang sama: ponsel di genggaman. Cerita Rayyan menjadi potret kecil dari perubahan yang sedang berlangsung di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital telah mencapai 22,69 juta pada Juni 2026. Pada bulan yang sama, nilai transaksi aset kripto tercatat Rp28,58 triliun, meningkat 24,20 persen dibanding bulan sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan bahwa aset kripto semakin dekat dengan masyarakat. tetapi, semakin mudahnya akses juga membawa pekerjaan rumah lain: literasi. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 yang dilakukan OJK bersama Badan Pusat Statistik mencatat indeks inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 80,51 persen. Sementara indeks literasi keuanganberada pada 66,46 persen. Jarak antara akses dan pemahaman itu menjadi penting. Memiliki aplikasi keuangan di ponsel belum tentu berarti seseorang telah memahami produk yang digunakan, termasuk risiko di dalamnya. Di sinilah perjalanan Rayyan menjadi relevan. Ia tidak memulai dengan transaksi besar atau keputusan yang rumit. Ia memulai dengan menonton, membaca, bertanya, kemudian mencoba memahami sebelum mengambil langkah berikutnya. Kripto Tidak Mengenal Profesi CEO dan Founder FLOQ Yudhono Rawis, melihat cerita semacam Rayyan sebagai gambaran bagaimana teknologi finansial dapat menjangkau masyarakat dengan latar belakang yang semakin beragam. “Bagi kami, cerita Rayyan menunjukkan akses terhadap aset digital tidak seharusnya dibatasi oleh profesi atau latar belakang. Yang paling penting adalah bagaimana seseorang memulainya dengan pengetahuan, memahami risikonya, lalu mengambil keputusan sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ujar Yudho. Menurut Yudho, perkembangan industri aset digital juga perlu dibarengi dengan semakin luasnya akses terhadap pendidikan finansial. “Teknologi bisa membuka akses, tetapi edukasi yang membuat akses tersebut menjadi lebih bermakna. Kami ingin semakin banyak orang merasa bahwa mereka boleh belajar, boleh bertanya, dan tidak perlu menjadi ahli keuangan terlebih dahulu untuk mulai memahami aset digital,” ucapnya. Pandangan tersebut sejalan dengan misi FLOQ yang menyebut ingin membuat perjalanan menuju investasi aset digital menjadi lebih sederhana dan inklusif. Perusahaan itu sendiri telah mencatat sekitar 1,8 juta pengguna setelah satu tahun beroperasi. Di tengah pertumbuhan tersebut, cerita Rayyan menunjukkan wajah lain dari adopsi kripto Indonesia. Bukan tentang layar perdagangan dengan deretan angka. Bukan pula tentang siapa yang memiliki modal paling besar. Melainkan tentang bagaimana pengetahuan yang sebelumnya terasa jauh kini dapat ditemukan lewat sebuah video, aplikasi, percakapan dengan orang asing, bahkan perjalanan singkat mengantar seorang penumpang. Bagi Rayyan, perjalanan itu masih berada di awal. Ia masih bekerja sebagai pengemudi ojol. Masih menjalani rutinitasnya di jalanan Bali. Masih mempelajari kripto sedikit demi sedikit dan memilih pendekatan investasi yang menurutnya lebih nyaman dibanding trading aktif. Tetapi, kini ada satu hal yang berbeda. Ponsel yang sehari-hari membantunya menemukan penumpang dan mencari penghasilan juga telah menjadi pintu masuk menuju pengetahuan finansial yang lebih luas. Sebuah perjalanan yang bermula dari jalanan Bali, lalu membawanya ke tengah pertemuan industri kripto dunia di pulau tempat ia dilahirkan.
IPD Jadikan Layar Desa Sebagai Metode, Hidupkan Desa dan Ajak Perencana Lebih Pahami Desa
Maros, katakabar.com - Akses warga desa untuk menikmati film masih terbatas. Padahal, film dapat menjadi media pembelajaran, hiburan, dan pendukung pembangunan. Sering kali alam dan budaya desa menjadi objek dalam film, tetapi masyarakat di desa tidak pernah menikmati film tersebut karena terbatasnya akses terhadap bioskop dan kendala biaya. Hal tersebut mendorong Ikatan Perencana Desa (IPD) Indonesia untuk menggelar pemutaran film gratis bertajuk “Layar Desa di Taman Purbakala Geopark” di Dusun Pajjaiang, Desa Tukamasea, Kabupaten Maros (22/8) lalu. Kegiatan Layar Desa tersebut memutar film nasional berjudul “Silariang: Cinta yang (tak) Direstui” karya Ichwan Persada. “Kami sengaja memilih film ini. Film Silariang dibuat di kawasan karst Maros, tetapi, sayangnya, hampir semua masyarakat di sekitar karst ini justru tidak pernah menonton film ini,” kata Fitrawan Umar, Ketua Ikatan Perencana Desa (IPD) Indonesia. Fitrawan Umar juga peneliti BRIN, menambahkan tujuan berikutnya dari kegiatan Layar Desa adalah untuk menghidupkan ekosistem seni dan budaya di desa serta meningkatkan keberdayaan masyarakat dan komunitas pemuda. “Selain itu, Ikatan Perencana Desa (IPD) mendorong perencana dan peneliti desa untuk mampu lebih memahami desa, terlibat dalam aktivitas desa, dan mampu menangkap aspirasi warga desa. Melalui pemutaran film atau festival, perencana dan peneliti dapat berinteraksi langsung dengan warga desa. Festival layar desa adalah suatu metode,” jelasnya. Selain pemutaran film, ucap Umar, kegiatan Layar Desa dimeriahkan dengan pagelaran seni tari dari kelompok seni Dusun Pajjaiang, festival jajanan lokal yang dibuat oleh ibu-ibu desa, dan penyerahan hadiah lomba Agustusan Dusun Pajjaiang. "Kegiatan ini juga disertai dengan penyerahan simbolis kerja sama antara Ikatan Perencana Desa (IPD), Ikatan Pemuda Pajjaiang, dan Kepala Desa Tukamasea. Ikatan Perencana Desa ingin menjadikan Desa Tukamasea sebagai Desa Binaan dan Laboratorium Sosial Desa, serta menggandeng Ikatan Pemuda Pajjaiang sebagai Sister Community atau mitra komunitas," terangnya. Kepala Desa Tukamasea, H Makmur sangat mengapresiasi kegiatan Layar Desa ini. “Kami berterima kasih kepada Ikatan Perencana Desa yang telah memilih Desa Tukamasea sebagai lokasi acara pemutaran film ini. Kegiatan ini dapat membawa hal positif bagi masyarakat desa,” tuturnya saat membuka acara secara resmi. Kegiatan Layar Desa seolah menjadi penghibur warga desa yang mayoritas adalah petani, yang saat ini memasuki musim paceklik. Lokasi kegiatan bahkan memanfaatkan sawah warga yang sedang mengering. Ketua Ikatan Pemuda Pajjaiang, Basri, turut menyampaikan rasa terima kasihnya karena telah diajak berkolaborasi oleh Ikatan Perencana Desa (IPD). “Semoga kami tetap dapat terus bersinergi dengan IPD. Kegiatan pemutaran film seperti ini dapat menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan warga desa, khususnya pemuda-pemudi di desa,” timpalnya. Layar Desa dihadiri oleh sekitar seratus warga Desa Tukamasea dan sekitarnya, serta komunitas pemuda dan Karang Taruna. Turut hadir Ahmad Dahlan (Wakil Ketua IPD), Agung Kappi (Kotata’), Fauzan Khabir (Pascasarjana PWK Unhas), Ibe S Palogai (Antologi Manusia), Nurfitrah (Forum Lingkar Pena), dan mahasiswa-mahasiswa KKN Berdampak UNM. Hadir langsung juga produser dan sutradara Ichwan Persada dari Jakarta, associate producer film Silariang, Irfan Syam, dan pemeran Akbar di film Silariang, Fhail Firmansyah. “Kami sangat mendukung acara pemutaran film seperti ini. Selamat untuk Ikatan Perencana Desa (IPD) Indonesia. Semoga berikutnya kita dapat berkolaborasi lagi dan memperbanyak kegiatan-kegiatan sejenis di tempat lain,” ulas Ichwan Persada. Acara Layar Desa berlangsung meriah dan menyenangkan, terlihat dari wajah antusias dan ekspresi bahagia para pengunjung. Acara ditutup dengan foto bersama. Banyak penonton yang memanfaatkan kesempatan untuk berfoto langsung dengan aktor Fhail Firmansyah. Kegiatan Layar Desa didukung oleh Dana Indonesiana, LPDP, dan Kementerian Kebudayaan. Sebelum kegiatan puncak di Desa Tukamasea, Ikatan Perencana Desa (IPD) telah menggelar rangkaian pemutaran film di 5 titik di Makassar, Gowa, dan Maros. Ikatan Perencana Desa (IPD) Indonesia merupakan wadah bagi para profesional di bidang perencanaan desa seluruh Indonesia, didirikan atas inisiatif Dr. Fitrawan Umar, Dr. Amiruddin Akbar Fisu, Ahmad Dahlan, dan Abdul Qodir Jaelani. IPD Indonesia berdiri sejak deklarasi tanggal 24 Mei 2025 di Jakarta, bertujuan untuk mendukung terwujudnya desa-desa Indonesia yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Aktivitas Ikatan Perencana Desa dapat diikuti di Instagram @ipd_indonesia dan website www.ipd-indonesia.or.id.
Beberapa Syarat Dasar Mengajukan Pinjaman Bank
Jakarta, katakabar.com - Ketika membutuhkan dana untuk kebutuhan tertentu, pinjaman bank bisa menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan. Saat ini, proses pengajuan juga semakin praktis karena tersedia layanan pinjaman online bank yang memungkinkan nasabah mengajukan fasilitas kredit melalui aplikasi. Meski prosesnya dilakukan secara digital, calon nasabah tetap perlu memenuhi syarat pinjaman bank dan melewati proses penilaian kelayakan. Jadi, sebelum mengajukan pinjaman, ada baiknya memahami dokumen yang perlu disiapkan, kemampuan membayar, hingga pilihan tenor. Apa saja syarat dasar yang perlu diperhatikan? Apa Saja Syarat Pinjaman Bank? Setiap bank memiliki ketentuan masing-masing. Namun, secara umum, beberapa hal yang perlu dipersiapkan ketika mengajukan pinjaman antara lain: 1. Memenuhi Persyaratan Usia dan Identitas Bank perlu memastikan identitas calon debitur sebelum memproses pengajuan. Karena itu, calon nasabah perlu memenuhi ketentuan usia dan menyiapkan dokumen identitas yang diminta. Pada pengajuan pinjaman bank secara digital, proses verifikasi identitas biasanya dilakukan melalui aplikasi. Dokumen seperti KTP dapat diperlukan untuk proses verifikasi sesuai ketentuan produk. 2. Melengkapi Data dan Dokumen Kelengkapan data menjadi bagian penting dalam proses pengajuan. Pastikan informasi yang diberikan sesuai dengan kondisi sebenarnya dan dokumen yang diminta dapat dibaca dengan jelas. Pada pinjaman online bank, proses ini dapat dilakukan secara digital sehingga calon nasabah tidak harus selalu datang ke kantor cabang. Sebagai contoh, pengajuan Neo Pinjam dilakukan melalui aplikasi neobank. Prosesnya mencakup pengunggahan KTP dan verifikasi wajah sebelum pengajuan diproses. 3. Memiliki Kemampuan Membayar Mengajukan pinjaman berarti memiliki kewajiban untuk mengembalikan dana sesuai perjanjian. Karena itu, jumlah pinjaman sebaiknya disesuaikan dengan kondisi keuangan. OJK menekankan bahwa keputusan pemberian kredit merupakan kewenangan masing-masing lembaga jasa keuangan berdasarkan analisis kelayakan, manajemen risiko, dan prinsip kehati-hatian. Informasi dalam SLIK juga dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam analisis kredit, tetapi bukan satu-satunya penentu persetujuan. Sebelum mengajukan, hitung terlebih dahulu berapa cicilan yang masih mampu kamu bayar setiap bulan setelah memperhitungkan kebutuhan rutin lainnya. 4. Memiliki Riwayat Kredit yang Terjaga Riwayat kredit juga dapat menjadi bagian dari proses penilaian. SLIK OJK menyediakan informasi mengenai fasilitas kredit dan kualitas kredit yang dapat digunakan lembaga jasa keuangan sebagai salah satu sumber informasi dalam analisis kelayakan. Karena itu, jika sebelumnya pernah memiliki fasilitas kredit, pastikan pembayaran dilakukan sesuai kewajiban dan jadwal yang telah disepakati. Perlu diketahui, SLIK bukan "daftar hitam". OJK menegaskan bahwa informasi SLIK bersifat netral dan tidak otomatis menentukan pengajuan kredit diterima atau ditolak. 5. Memilih Jumlah dan Tenor yang Sesuai Selain memenuhi dokumen dan persyaratan administrasi, kamu juga perlu mempertimbangkan jumlah pinjaman dan jangka waktu pembayaran. Misalnya, tersedia pilihan pinjaman 12 bulan. Tenor yang lebih panjang dapat membuat cicilan per periode terlihat lebih ringan, tetapi kewajiban pembayaran berlangsung lebih lama dan total biaya pinjaman perlu diperhatikan. Karena itu, jangan hanya memilih tenor berdasarkan nominal cicilan. Pertimbangkan juga total kewajiban yang harus dibayarkan. Mengenal Pinjaman neobank melalui Neo Pinjam Jika kamu sedang mencari pinjaman online dari bank, salah satu produk yang tersedia adalah Neo Pinjam. Neo Pinjam di neobank dari Bank Neo Commerce merupakan fasilitas pinjaman digital tanpa jaminan dari Bank Neo Commerce yang pengajuannya dilakukan melalui aplikasi neobank. Saat ini, Neo Pinjam memiliki limit hingga Rp100 juta dan pilihan tenor hingga 12 bulan, dengan persetujuan tetap mengikuti hasil analisis kredit dan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, pinjaman 12 bulan tersedia sebagai salah satu pilihan tenor Neo Pinjam. Tetapi, pilihan tenor dan limit yang tersedia untuk setiap nasabah dapat mengikuti hasil evaluasi kelayakan kredit. Sebelum Mengajukan Pinjaman, Cek 4 Hal Ini Supaya pengajuan lebih terencana, coba periksa beberapa hal berikut: 1. Kebutuhan dana Tentukan jumlah yang benar-benar diperlukan. 2. Kemampuan membayar Pastikan cicilan dapat masuk ke dalam anggaran bulanan. 3. Tenor Pilih jangka waktu pembayaran yang sesuai dengan kondisi keuangan. 4. Total biaya Perhatikan bunga dan biaya lain yang tercantum dalam informasi produk. Dengan memahami hal tersebut, kamu bisa membandingkan pilihan bank pinjaman online secara lebih rasional dan memilih fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan. Jadi, Apa yang Perlu Disiapkan? Pada dasarnya, syarat pinjaman bank tidak hanya berkaitan dengan dokumen. Bank juga melakukan proses penilaian untuk menentukan kelayakan pengajuan. Mulai dari identitas dan kelengkapan data, kemampuan membayar, riwayat kredit, hingga jumlah dan tenor pinjaman dapat menjadi hal yang perlu diperhatikan. Jika kamu mencari pinjaman online bank yang pengajuannya dilakukan secara digital, Neo Pinjam dari Bank Neo Commerce dapat menjadi salah satu pilihan. Dengan limit hingga Rp100 juta dan tenor hingga 12 bulan, fasilitas ini dapat diajukan melalui aplikasi neobank sesuai hasil penilaian dan ketentuan yang berlaku. Tentang PT BNC Sebelum mengajukan pinjaman neobank, pastikan membaca informasi produk, memahami bunga dan biaya, serta memilih jumlah dan tenor yang sesuai dengan kemampuan membayar. Fitur, limit, bunga, tenor, biaya, persyaratan, dan ketentuan Neo Pinjam dapat berubah sesuai kebijakan Bank Neo Commerce. Pengajuan dan persetujuan pinjaman mengikuti hasil penilaian kelayakan kredit dan ketentuan yang berlaku. Pinjaman merupakan komitmen finansial. Pastikan kamu memahami kewajiban pembayaran sebelum mengajukan fasilitas kredit. Jika ingin mencoba Neo Pinjam unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Neo Pinjam di website resmi Bank Neo Commerce. PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
PTPN Group Akselerasi Swasembada Bawang Putih Nasional
Bandung, katakabar.com - PTPN Group memperkuat kontribusinya dalam program pemerintah guna mendukung swasembada bawang putih nasional melalui pengembangan kawasan budidaya seluas 10.000 hektare di wilayah kerja PTPN Group Jawa Barat, tahun ini melibatkan mitra strategis dan masyarakat. Program tersebut merupakan bagian dari komitmen PTPN Group dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi aset dan pengembangan komoditas strategis. Secara keseluruhan, PTPN Group menargetkan pengembangan bawang putih seluas 24.000 hektare pada periode 2026–2029. Pengembangan bawang putih menjadi semakin strategis di tengah masih lebarnya kesenjangan antara produksi dalam negeri dan kebutuhan nasional. Data Kementerian Pertanian juga menunjukkan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap pasokan impor. produksi bawang putih dalam negeri berada di kisaran 39.000–40.000 ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 600.000 ton per tahun. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya ruang yang perlu diisi melalui peningkatan produksi domestik sekaligus penguatan ekosistem bawang putih nasional. Guna mengakselerasi target tersebut, dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan 14 mitra strategis di Bandung pada hari Jumat, tanggal 21 Agustus 2026. Penandatanganan dilakukan oleh PTPN Group melalui Regional Head PT Perkebunan Nusantara I Regional 2, Desmanto, bersama para mitra dan disaksikan oleh Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna dan Direktur Pemasaran dan Aset Manajemen PTPN I (Persero) serta turut hadir Perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman sebagai perwakilan pemerintah. Ke 14 mitra tersebut menyatakan komitmen pengembangan bawang putih dengan total luasan sekitar 6.500 hektare. Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menyampaikan pengembangan bawang putih merupakan bagian dari transformasi peran PTPN Group selaku BUMN yang mengelola Perkebunan dalam mendukung agenda strategis pemerintah Republik Indonesia, khususnya ketahanan dan kedaulatan pangan. “PTPN Group tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas komoditas perkebunan eksisting serta mengejar swasembada, tetapi untuk membangun industri bawang putih nasional yang sehat, berkelanjutan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia Bawang putih merupakan salah satu komoditas yang memiliki kesenjangan produksi dan kebutuhan konsumsi yang sangat besar, sehingga pengembangan ekosistem secara terukur menjadi langkah penting untuk memperkuat pasokan domestik,” ujar Denaldy. Menurutnya, fokus pengembangan pada tahap awal diarahkan untuk mempercepat penyediaan benih bawang putih berkualitas sebagai fondasi pengembangan. Ketersediaan benih menjadi langkah strategis sebelum pengembangan diarahkan lebih lanjut pada pemenuhan kebutuhan bawang putih konsumsi. Desmanto selaku Region Head PTPN I (Persero) Regional 2, menimpali pengembangan kawasan bawang putih di wilayah kerja PTPN Group khususnya Jawa Barat tersebar di beberapa Kabupaten dengan melibatkan mitra dan masyarakat termasuk Gapoktan. "Dengan dukungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan pemerintah daerah, harapannya pengembangan ini dapat terus meningkatkan produktivitas bawang putih secara berkelanjutan, dari 10,8 ton kering per hektare pada tahun ke nol menjadi 12,1 ton kering per hektare pada tahun ke 4," ujarnya. Direktur Pemasaran dan Aset Manajemen PT Perkebunan Nusantara I (Persero), Arif Budiman dalam kesempatannya menyampaikan bahwa berdasarkan perkembangan hingga pertengahan Agustus 2026, proses identifikasi atau ground checking areal telah mencapai 100 persen. Tahap persiapan benih dan pembukaan lahan masing-masing berada pada kisaran 25 persen, sedangkan proses perizinan sekitar 30 persen. Menurutnya, percepatan implementasi menjadi komitmen bersama, tidak hanya di tingkat operasional PTPN I, tetapi juga didukung oleh Holding Perkebunan melalui berbagai kebijakan yang diarahkan untuk memperlancar dan mempercepat proses pengembangan kawasan bawang putih. “Kami terus memastikan persiapan lapangan dan proses administrasi dapat berjalan secara paralel. Dukungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan pemerintah daerah melalui kebijakan yang mempermudah proses menjadi bagian penting untuk menjaga percepatan implementasi di lapangan”, tutupnya. Kementerian Pertanian menyebut pembangunan ekosistem bawang putih perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari perbenihan, produksi, hingga pemasaran serta implementasi teknologi, dengan melibatkan pemerintah daerah, petani, BUMN pangan dan pemangku kepentingan lainnya. Dalam pelaksanaannya, PTPN Group juga terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Di Jawa Barat, PTPN Group telah melakukan audiensi dengan pemerintah setempat terkait pengembangan bawang putih. Selain itu, telah disusun konsep ecofriendly penanaman bawang putih bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) dan PT Riset Perkebunan Nusantara sebagai bagian dari upaya membangun model budidaya yang adaptif dan berkelanjutan. “Untuk lahan, areal yang sudah siap segera kita kerjakan. Areal yang masih dikelola masyarakat kita dorong melalui pola kemitraan sehingga masyarakat bukan hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi bagian dan memperoleh manfaat ekonomi," lanjut Denaldy. Pengembangan bawang putih ditargetkan mencapai 24.000 hektare pada 2026–2029, dengan tahapan pengembangan 10.000 hektare pada 2026. Pengembangan areal tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi bawang putih nasional, sekaligus membuka peluang terbentuknya ekosistem usaha yang lebih kuat bagi petani dan pelaku usaha di sepanjang rantai pasok. Melalui pengembangan secara bertahap, penguatan teknologi budidaya, pengujian varietas, serta kolaborasi dengan pemerintah, akademisi dan petani, PTPN Group berkomitmen mendukung terwujudnya kemandirian produksi bawang putih sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
Relawan Bakti BUMN 2026 di Samosir, MIND ID Perkuat Kedaulatan Sosial di Daerah
Samosir, katakabar.com - Semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui upaya penguatan kualitas sumber daya manusia, menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan kesehatan masyarakat, serta membangun kemandirian ekonomi di daerah. Fondasi ini yang menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang semakin berdaulat, adil dan makmur. Dalam semangat tersebut, MIND ID terus menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang, salah satunya terealisasi dalam kegiatan Relawan Bakti BUMN 2026 di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara di Bulan Agustus 2026. Lewat program yang menyasar bidang pendidikan, lingkungan, pengembangan usaha mikro dan kecil (UMK), serta kesehatan masyarakat, MIND ID berupaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah. Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, mengatakan pembangunan Indonesia yang berdaulat membutuhkan masyarakat dengan tingkat pendidikan yang baik, produktif dan sehat, agar mampu mengembangkan potensi daerah, serta menjaga kelestarian alam di daearahnya secara mandiri. “Makna kemerdekaan saat ini adalah bagaimana seluruh elemen bangsa bersama-sama menciptakan kemandirian ekonomi Negara. Melalui Program Relawan Bakti BUMN, MIND ID ingin turut berkontribusi dalam memperkuat fondasi tersebut sebagai bagian dari upaya membangun Indonesia yang semakin berdaulat,” ujar Pria. Pada bidang pendidikan, ucapnya, relawan MIND ID menyelenggarakan Kelas Inspirasi dan edukasi Makan Bergizi serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi 200 siswa di SMA Negeri 1 Simanindo dan SD Negeri 15 Ambarita. Kegiatan dikemas melalui permainan interaktif, storytelling, dan edukasi kesehatan yang bertujuan menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini. Sebagai bentuk dukungan terhadap proses belajar mengajar, sebutnya, MIND ID juga menyerahkan 200 paket perlengkapan sekolah, perlengkapan olahraga berupa bola voli, bola sepak, dan net voli, serta menghadirkan mural edukatif di lingkungan sekolah. Di bidang lingkungan, jelasnya, relawan bersama masyarakat melakukan penanaman 200 bibit pohon di kawasan Daerah Tangkapan Air Danau Toba di Halaman Gereja HKBP Ambarita. Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya air Danau Toba. "MIND ID juga menggelar pelatihan pengolahan eceng gondok menjadi pupuk cair dan kompos di Kelurahan Tuktuk. Program ini dilengkapi bantuan mesin pencacah, mesin blender, terpal, dan drum toren air guna mendukung pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat," tuturnya. Pada sektor pemberdayaan ekonomi, sambungnya, sebanyak 60 pelaku UMK mendapatkan pelatihan serta bantuan sarana usaha. Program tersebut mencakup pelatihan produk kreatif, pengolahan ikan Red Devil, hingga pengembangan seni ukir khas Batak yang menjadi bagian penting dari identitas budaya lokal. Melalui berbagai bantuan peralatan produksi, promosi, dan pemasaran, program ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas peluang pasar. Di bidang sosial dan kesehatan, relawan MIND ID menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 125 warga serta edukasi pencegahan stunting bagi 50 warga dan keluarga di Puskesmas Ambarita. Program ini dilengkapi bantuan obat-obatan serta fasilitas bermain anak yang mendukung kegiatan edukasi keluarga. Dukungan juga diberikan untuk pengembangan wisata budaya Batak di Huta Sialagan melalui bantuan sarana promosi budaya, serta partisipasi relawan dalam kirab Merah Putih dan berbagai perlombaan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia bersama masyarakat Simanindo. Pria menegaskan kedaulatan bangsa dibangun dari masyarakat yang berdaya. Ketika anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, lingkungan terjaga, pelaku usaha lokal semakin berkembang, dan masyarakat memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang lebih baik, maka fondasi Indonesia yang kuat dan berdaulat juga akan semakin kokoh. “Kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi nyata kami untuk memastikan manfaat nilai tambah dari kekayaan mineral dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sehingga mereka kita sebagai satu bangsa bersama-sama mengisi kemerdekaan Indonesia menuju masa depan yang berdaulat, adil dan makmur,” tandas Pria.
Philippines 2026 Soroti Peluang Pertumbuhan Industri Peternakan dan Perunggasan Filipina
Manila, katakabar.com - Industri peternakan dan perunggasan Filipina tengah membuka peluang bisnis yang semakin menarik. Pertumbuhan kebutuhan protein, modernisasi produksi ternak, serta tuntutan untuk meningkatkan produktivitas mendorong kebutuhan baru akan teknologi, keahlian, dan investasi. Peluang tersebut akan menjadi fokus utama Philippine Poultry Show & ILDEX Philippines 2026 yang berlangsung pada 26 hingga 28 Agustus 2026 di SMX Convention Center Manila. Selama tiga hari, pameran ini mempertemukan produsen, pelaku agribisnis, pembeli, penyedia teknologi, dan profesional industri untuk mencari solusi, berbagi pengetahuan, membangun jaringan, dan mengembangkan bisnis. Edisi 2026 hadir dengan area pameran gross seluas 8.000 m², lebih besar dibandingkan edisi sebelumnya. Sebanyak 173 perusahaan peserta telah dikonfirmasi—67 perusahaan lokal dan 106 perusahaan internasional—yang mewakili 22 negara, serta paviliun internasional dari Jepang, Uni Eropa, dan Tiongkok. Pasar Tumbuh Buka Peluang Bisnis Baru Data resmi terbaru menunjukkan momentum positif sektor perunggasan Filipina. Menurut Philippine Statistics Authority (PSA), produksi unggas mencapai 3,21 juta metrik ton pada 2025, naik 9,1% dibandingkan 2024, sementara produksi ayam tumbuh 9,8%. Tren positif berlanjut pada kuartal pertama 2026, ketika produksi unggas meningkat 7,0% secara tahunan. Dari sisi nilai, produksi unggas tumbuh 7,1% dan nilai produksi peternakan meningkat 5,1% pada periode yang sama. “Filipina merupakan pasar yang patut diperhatikan oleh perusahaan peternakan internasional. Produksi unggas terus tumbuh, sementara produsen juga menghadapi tekanan untuk meningkatkan efisiensi, mengendalikan biaya, memperkuat kesehatan hewan dan biosekuriti, serta memodernisasi operasional. Kondisi ini menciptakan peluang nyata bagi perusahaan yang mampu menghadirkan teknologi dan solusi praktis yang tepat,” ujar Kevin Zhao, Senior Project Manager, VNU Asia Pacific. “Dengan 173 perusahaan peserta dari 22 negara, termasuk partisipasi internasional yang kuat dan paviliun dari Jepang, Uni Eropa, dan Tiongkok, Philippine Poultry Show & ILDEX Philippines 2026 dirancang untuk mempertemukan inovasi global dengan kebutuhan nyata pasar Filipina. Bagi perusahaan internasional, pameran ini bukan hanya tempat memperkenalkan produk, tetapi juga kesempatan untuk memahami pasar, bertemu calon distributor dan mitra bisnis, serta membangun hubungan jangka panjang di Filipina,” ucapnya. Tantangan Industri Jadi Peluang bagi Teknologi dan Investasi Industri masih menghadapi kenaikan biaya pakan dan produksi, risiko penyakit hewan, tekanan perubahan iklim, persaingan produk impor, fluktuasi harga di tingkat peternak, serta perubahan kebutuhan konsumen. Kondisi ini mempercepat permintaan terhadap solusi yang mampu meningkatkan efisiensi pakan, kesehatan hewan, biosekuriti, otomatisasi, manajemen peternakan, dan kinerja pengolahan. Bagi pemasok internasional, peluang tersedia di seluruh rantai nilai: bahan baku dan aditif pakan; kesehatan hewan dan solusi veteriner; genetika, breeding dan hatchery; sistem kandang, pemberian pakan dan minum, serta kontrol iklim; otomatisasi dan produksi berbasis data; hingga teknologi pengolahan, penanganan, dan pengemasan telur serta unggas. Pasar ini juga membuka ruang untuk membangun jaringan distribusi, representasi lokal, kemitraan teknologi, dan hubungan jangka panjang dengan produsen serta perusahaan agribisnis Filipina. Teknologi Global Bertemu Agribisnis Filipina Berdasarkan profil peserta saat ini, tiga segmen terbesar adalah Feed Ingredients & Additives (38,3%), Farm Production (29,8%), dan Animal Health (27,2%). Di sektor kesehatan hewan, pakan, dan nutrisi, peserta mencakup DSM-Firmenich, Kemin, ADM, PhilNutri Corporation, Philchema Inc., Pure Bioscience, Elanco, Angel Yeast, Arm & Hammer Animal Nutrition, dan Zinpro Animal Nutrition. Untuk breeding dan hatchery terdapat Aviagen, Hubbard, Emka Hatchery, dan Tetra Poultry Genetics, sementara sektor teknologi pakan menghadirkan antara lain New Hope, Alltech, BMEG, CPF Philippines, UNAHCO, Vitarich Corporation, dan Kasetphand Phils. Corp. Pemilik peternakan dan integrator juga dapat mengeksplorasi teknologi produksi dari Big Dutchman, SKOV, LUBING, Salmet-Fienhage, dan Qingdao Retech Farming Technology. Untuk solusi processing dan handling, perusahaan yang hadir antara lain MOBA, Nabel, Sanovo, dan Ovotherm Asia Pacific. Teknologi + Pengetahuan + Koneksi Bisnis Selain sourcing produk dan teknologi, edisi 2026 menghadirkan Poultry Forum untuk berbagi pengetahuan dan perkembangan industri, dilengkapi kegiatan networking. Hosted Buyer Programme akan membantu mempertemukan qualified buyers dengan perusahaan peserta, membuka peluang untuk menemukan pemasok, pelanggan, distributor, dan mitra potensial. Pameran ini relevan bagi pemilik dan operator peternakan unggas, usaha broiler, layer dan breeder, integrator komersial, produsen ternak independen, peternak babi, sapi dan dairy, operator akuakultur, pemilik feed mill, produsen pakan, importir bahan baku pakan, nutritionist, formulator, dan grain trader. Bagi peserta pameran, platform ini membuka peluang untuk meluncurkan produk, meningkatkan penjualan, memperluas pasar, dan membangun kemitraan. Bagi pengunjung, ini adalah kesempatan untuk mencari dan membandingkan solusi, belajar, berinvestasi, memperluas jaringan, dan mengembangkan bisnis. Gerbang Menuju Pasar Filipina Philippine Poultry Show & ILDEX Philippines diposisikan sebagai platform pengembangan bisnis yang menghubungkan kebutuhan pasar Filipina dengan inovasi dan keahlian internasional. Bagi produsen Filipina, acara ini memberikan akses langsung ke teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas dan profitabilitas. Bagi perusahaan internasional, acara ini menjadi kesempatan untuk memahami kebutuhan pembeli, menemukan mitra lokal, dan menjajaki ekspansi jangka panjang di Filipina.
Disporabudpar Labuhanbatu Dukung Muskab KORMI, Inorga Diminta Tertib Administrasi
Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Labuhanbatu menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (Muskab) ke-2 Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Labuhanbatu yang dijadwalkan berlangsung 20 September 2026 mendatang.
Camat Mandau Terima Kunker Satgas Karhutla, Staf Khusus KSAL Tekankan Skema Penanggulan Karhutla
Mandau, katakabar.com - Camat Mandau, Riki Rihardi sambut Kunjungan Kerja (Kunker) Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kamis (27/8). Kunker Mabes TNI ini agendanya bagaimana menggebrak penanggulangan tragedi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Mandau. Camat Mandau, Riki Rihardi, bersama Danramil 03/Mandau, Kapolsek Mandau, serta sejumlah pejabat terkait, menyambut langsung kunjungan kerja dari Staf Khusus KSAL, sekaligus Ketua Tim Penyuluh, Brigjen TNI (Mar) Freddy Jhon Hamonangan Pardosi, yang didampingi Kolonel Tek Wayan Joni Nugraha dan Mayor Inf. Sugianto. Pada kegiatan tersebut, Brigjend. Freddy menekankan pentingnya skema penanggulangan Karhutla demi percepatan pemadaman titik api. Langkah ini dianggap krusial, untuk memastikan paparan asap hasil kebakaran agar dampaknya tidak semakin parah. Camat Mandau, Riki Rihardi, menyampaikan selamat datang dan ucapan terimakasih atas kehadiran dari Mabes TNI di wilayah Pemerintah Kecamatan Mandau. "Dapat kami sampaikan bahwasanya mayoritas lahan yang terbakar di wilayah kami (Kecamatan Mandau) tidak berdomisili di wilayah Mandau (luar daerah), Lahannya di sini, tapi yang punya entah di mana. Kami kesulitan mencari siapa pemilik lahan untuk dimintai keterangan, serta pertanggung jawaban di lapangan. Karena sesungguhnya setiap pemilik lahan, apalagi gambut haruslah bertanggung jawab mengawasi lahannya masing-masing," ujarnya. "Kami berharap bantuan seluruh elemen termasuk dari Mabes TNI serta jajaran, karena dampak yang kami rasakan terkait hal ini sudah sangat meresahkan. Sekolah-sekolah di wilayah kami untuk sementara diliburkan hingga sabtu nanti. Geliat ekonomi masyarakat di Kecamatan Mandau juga sedikit banyaknya terganggu imbas dari kebakaran hutan dan lahan ini," terangnya. Ketika sesi diskusi yang dibuka tim panelis penyuluhan, untuk menyerap polemik atau permasalahan yang kerap dihadapi sepanjang proses pemadaman Karhutla. Hasil akhir dari penyuluhan tersebut, diharapkan agar elemen terkait bisa lebih sigap dan cekatan menanggulangi kasus-kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi. Selain arahan dari tim penyuluhan, beragam masukan dan saran terkait polemik yang terjadi juga dicatat untuk nantinya dihimpun sebagai usulan yang akan dipaparkan di tingkat pusat.
Pimpin Konferensi pers TPLH Pengrusakan 133 Hektar Mangrove di Rohil, Ini Arahan Kapolda Riau
Rokan Hilir, katakabar.com - Kapolda Riau, Irjen Pol Hery Heryawan kunjungan kerja ke Mapolres Rokan Hilir, Kamis (27/8). Pada kunjungan tersebut, Kapolda memberikan arahan kepada personel sekaligus memimpin konferensi pers pengungkapan kasus dugaan perambahan hutan mangrove. Kapolda tiba sekitar pukul 07.30 WIB menggunakan helikopter AW169/P-3306 Baharkam Polri disambut Kapolres Rokan Hilir, AKBP Aldi Alfa Faroqi beserta jajaran. Kapolda menekankan pentingnya pemahaman tugas pokok Polri, peningkatan empati kepada masyarakat, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai perkembangan situasi. Ia juga menyoroti persoalan lingkungan, khususnya karhutla, dan mendorong penerapan program Green Policing secara berkelanjutan. Kapolda meminta jajaran memperkuat upaya preemtif, preventif, dan represif dalam menjaga lingkungan. Ia juga menginstruksikan pelaksanaan kegiatan Go to School setiap Senin yang diisi edukasi lingkungan dan penanaman pohon. Setelah memberikan arahan, Kapolda bersama Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Akmadi, Kapolres Rokan Hilir dan Kasat Reskrim Polres Rokan Hilir gelar konferensi pers pengungkapan kasus perambahan hutan mangrove. Polres Rokan Hilir bersama Ditreskrimsus Polda Riau mengungkap lima laporan polisi dengan lima tersangka. Perambahan terjadi di kawasan hutan mangrove Kecamatan Kubu dan Kecamatan Pasir Limau Kapas, dengan total kawasan yang telah dikerjakan sekitar 133 hektare. Para tersangka diduga menggunakan alat berat untuk merusak hutan dan tanaman mangrove guna membuka lahan yang diperuntukkan bagi perkebunan kelapa sawit. Dalam perkara tersebut, penyidik menerapkan sejumlah ketentuan pidana, di antaranya Undang Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, serta Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Berdasarkan keterangan ahli, kerugian lingkungan akibat pembukaan kawasan hutan mangrove diperkirakan mencapai Rp16,83 miliar. Kapolda menegaskan, penyidikan akan terus dikembangkan untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk korporasi apabila ditemukan bukti pelanggaran. Sepanjang 2026, Polda Riau dan jajaran telah menangani 34 perkara lingkungan dengan 37 tersangka, termasuk 24 perkara illegal mining. Kapolda menekankan penegakan hukum harus berjalan seiring dengan edukasi dan pencegahan. Khusus di Rokan Hilir, pelestarian mangrove dinilai penting untuk menjaga kawasan pesisir dari abrasi sekaligus melindungi lingkungan dan masyarakat. Setelah konferensi pers, Kapolda Riau bersama Kabid Humas Polda Riau memberikan keterangan kepada awak media di halaman Mapolres Rokan Hilir.
Pemko Binjai Perkuat Komitmen Percepatan Penurunan Stunting
Pemko Binjai memperkuat komitmen mempercepat penurunan stunting dengan mengikuti Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Sumatera 2026 di Grand Mercure Maha Cipta Medan Angkasa