Bahas Strategi Optimalkan Gen Z untuk Ekonomi Digital Pendidikan
Pendidikan
5 jam yang lalu

Bahas Strategi Optimalkan Gen Z untuk Ekonomi Digital

Pemerintah Kota Binjai bekerja sama dengan Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) Medan menggelar diskusi ilmiah bertajuk “Strategi Pemerintah Daerah dalam Mengoptimalkan Potensi Gen Z sebagai Penggerak Ekonomi Digital” di Aula Dinas Kesehatan Kota Binjai

DWP Kota Binjai Gelar Lomba Kreasi Memasak Nasi Goreng Ekonomi
Ekonomi
5 jam yang lalu

DWP Kota Binjai Gelar Lomba Kreasi Memasak Nasi Goreng

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Binjai menggelar pertemuan rutin bulanan yang dirangkaikan dengan lomba kreasi memasak bertajuk Nasi Goreng Nusantara, Kreatif, Lezat, dan Bergizi di Aula Pemerintah Kota Binjai

Dukung Asta Cita Presiden RI: Polsek Mandau dan Masyarakat Rawat Tanaman Jagung Pipil di Bathin Betuah Hukrim
Hukrim
7 jam yang lalu

Dukung Asta Cita Presiden RI: Polsek Mandau dan Masyarakat Rawat Tanaman Jagung Pipil di Bathin Betuah

Mandau, katakabar.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Kecanatan Mandau, melelaui Bhabinkamtibmas Desa Bathin Betuah, dan masyarakat setempat melakukan perawatan tanaman jagung pipil d lahan seluas dua hektar lebih di sebelah timur pusat perkotaan Duri, persisnya di Desa Bathin Betuah, Kecamatan Mandau, Senin (22/6) lalu. Menurut Kapolsek Mandau, Kompol Primadona, melalui Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, kepada wartawan lewat siaran pers, Rabu (24/6) kemarin, kegiatan perawatan tanaman jagung pipil untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. "Perawatan ini penting dilaksanakan untuk memastikan pertumbuhan tanaman jagung pipil agar tumbuh presisi," ujar Betty. Dijelaskan Betty, perawatan tanaman jagung pipil dilakukan dengan cara pemberian pupuk menggunakan beberapa jenis pupuk. Pemberian pupuk ini dilakukan sebagai bentuk perawatan tanaman guna meningkatkan kualitas pertumbuhan agar hasil maksimal. "Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan pendampingan Polri kepada masyarakat mendukung sektor pertanian dan swasembada pangan," ucapnya. Dengan perawatan tanaman, harap Betty, panen jagung pipil nanti optimal, dan bermanfaat bagi masyarakat untuk mendukung Program 100 Hari Asta Cita Persiden RI, H Prabowo Subianto.

Neraca Dagang Surplus, Arus Logistik Nasional Terus Bergerak Lingkungan
Lingkungan
11 jam yang lalu

Neraca Dagang Surplus, Arus Logistik Nasional Terus Bergerak

Semarang, katakabar.com - Arus logistik nasional terus bergerak seiring meningkatnya aktivitas perdagangan Indonesia. Pergerakan itu tercermin dari kinerja ekspor dan impor yang tetap tumbuh, dengan neraca perdagangan nasional mencatatkan surplus senilai USD5,64 miliar selama Januari-April 2026. Capaian ini menjadi sinyal positif aktivitas produksi, distribusi, dan perdagangan nasional masih berjalan di tengah dinamika ekonomi global. Menurut data dari BPS, pada periode Januari hingga April 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai USD92,15 miliar atau tumbuh 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor nonmigas menjadi penopang utama dengan nilai USD87,74 miliar. Kinerja tersebut tidak lepas dari kontribusi sektor industri pengolahan yang terus menjadi tulang punggung ekspor Indonesia. Selama Januari-April 2026, BPS mencatat sektor industri pengolahan memberikan kontribusi ekspor senilai USD75,57 miliar. Tiongkok masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar selama Januari hingga April 2026, dengan nilai USD22,76 miliar, disusul Amerika Serikat USD10,17 miliar, dan India USD6,14 miliar. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar USD17,70 miliar dan USD6 miliar. Sedang, Jawa Tengah turut memberikan kontribusi terhadap kinerja ekspor nasional dengan nilai mencapai USD4,5 miliar pada periode Januari hingga April 2026. Ketua DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Tengah, Ade Siti Muksodah, mengatakan sejumlah komoditas menjadi andalan ekspor daerah, di antaranya produk kayu dan turunannya dari wilayah Temanggung serta Wonosobo, produk rajut, hingga gula aren atau brown sugar. Tetapi, aktivitas ekspor masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kenaikan biaya logistik hingga tingginya ketergantungan industri terhadap bahan baku impor. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap biaya produksi dan daya saing produk ekspor. "Sekitar 70 persen bahan baku kita masih impor di negara China dan beberapa negara lainnya di Asia Timur. Beberapa bahan baku plastik itu naik yang otomatis mempengaruhi perdagangan ekspor di negara kita," ujar perempuan yang akrab disapa Ade saat dihubungi, Rabu (17/6) lalu. Ade menilai peningkatan kapasitas dan layanan logistik di Pelabuhan Tanjung Emas menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas ekspor. Pembenahan fasilitas serta penambahan peralatan operasional, khususnya untuk mendukung proses bongkar muat dan pengelolaan peti kemas, dinilai mampu memperlancar arus distribusi barang. "Peran Pelabuhan Tanjung Emas sangat signifikan. Perputaran ekonomi dan logistik berawal dari pelabuhan. Jalur paling mudah dan mendasar untuk ekspor dan impor melalui jalur laut," jelas Ade. Diperlukan penguatan iklim usaha untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus memperluas akses pasar ekspor. Pelaku usaha juga masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama tingginya biaya logistik yang menjadi salah satu faktor penghambat daya saing ekspor. Selain itu, dinamika geopolitik global, kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE), hingga perubahan kebijakan perpajakan turut menjadi perhatian pelaku industri karena dapat mempengaruhi perencanaan bisnis dan aktivitas perdagangan. Arus Peti Kemas Internasional Meningkat Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan terjadi peningkatan arus peti kemas internasional di TPK Semarang. Pada periode Januari hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 382.093 TEUs atau meningkat sebesar 12,2 persen jika dibandingkat periode yang sama tahun 2025 sebanyak 340.535 TEUs. Dari jumlah tersebut 192.829 TEUs diantaranya adalah peti kemas import dan 189.162 TEUs adalah peti kemas eksport. "Arus peti kemas import di TPK Semarang sendiri tumbuh 10,7 persen, sementara untuk peti kemas eksport tumbuh 13,72 persen dari tahun sebelumnya," terang Widyaswendra. Pihaknya menyebut arus peti kemas di TPK Semarang terus tumbuh seiring perkembangan industri yang ada di Jawa Tengah. Perseroan mencatat tahun 2023 arus peti kemas yang melalui TPK Semarang sebanyak 781.841 TEUs, tahun 2024 sebanyak 895.904 dan tahun 2025 lalu tercatat lebih dari 1 juta TEUs. Merespon pertumbuhan tersebut, PT Pelindo Terminal Petikemas menyiapkan sejumlah langkah baik jangka pendek maupun jangka panjang. Seperti penambahan tambatan dermaga sepanjang 275 meter, penambahan lapangan penumpukan, hingga penambahan empat unit alat bongkat muat jenis quay container crane (QCC). "Saat ini empat unit alat baru tersebut (QCC) dalam tahap commissioning and testing, untuk memastikan segala aspek baik secara operasional dan safety dapat terpenuhi. Kami menargetkan alat tersebut dapat segera beroperasi untuk melayani pelanggan," ucapnya. Beberapa komoditas eksport yang melalui TPK Semarang adalah produk dari kayu, pakaian, alas kaki, produk olahan laut seperti ikan, krustasea, dan moluska, dan beberapa komoditas lainnya. Sementara untuk produk import diantaranya adalah mesin industri, peralatan mesin listrik, kendaraan dan bagiannya. Logistik dan Teknologi Menjadi Kunci Pengusaha garmen asal Semarang, Deddy Mulyadi, mengatakan Pelabuhan Tanjung Emas memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekspor produknya ke sejumlah pasar internasional, seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Tetapi, menurut Deddy, kapasitas dan layanan pelabuhan masih perlu terus ditingkatkan agar mampu mengimbangi pertumbuhan kawasan industri serta peningkatan volume distribusi barang. Kepadatan arus logistik terkadang memicu antrean kapal yang berdampak pada jadwal pengiriman produk ke pasar global. "Tanjung Emas memang membantu aktivitas ekspor. Tetapi ritme pergerakan barang belum secepat pelabuhan besar seperti Jakarta atau Surabaya. Kadang masih ada antrean kapal," ujarnya, Kamis lalu. Deddy berharap pengembangan infrastruktur pelabuhan dapat terus dilakukan, termasuk peningkatan konektivitas transportasi menuju kawasan pelabuhan. Menurutnya, kelancaran akses distribusi menjadi faktor penting untuk menjaga efisiensi logistik sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global. Pakar ekonomi dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Bhimo Rizky Samudro, menilai surplus perdagangan yang terus berlanjut menunjukkan produk Indonesia masih memiliki daya saing yang baik di pasar internasional. Capaian tersebut tidak terlepas dari peran sektor industri pengolahan yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor nasional. "Surplus perdagangan merupakan sinyal yang baik karena menunjukkan produk Indonesia masih memiliki daya saing di pasar internasional. Ini juga mencerminkan sektor industri pengolahan kita tetap mampu menjadi penggerak ekspor nasional," imbuhnya. Pertumbuhan ekspor menunjukkan industri manufaktur masih mampu menjaga produktivitas dan daya saing di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun, ketergantungan terhadap bahan baku impor masih menjadi tantangan karena dapat membatasi nilai tambah industri nasional. Di sisi lain, meningkatnya impor bahan baku dan barang modal mencerminkan aktivitas produksi serta investasi industri dalam negeri masih terus berjalan. Bhimo menilai masa depan perdagangan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemampuan industri menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga oleh efisiensi sistem logistik nasional. Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan konektivitas distribusi yang mampu menghubungkan pusat produksi dengan pasar domestik maupun global secara cepat dan efisien. "Pelabuhan peti kemas merupakan infrastruktur strategis bagi perdagangan Indonesia. Ketika pelabuhan bekerja secara efisien, distribusi barang menjadi lebih cepat dan daya saing produk nasional juga meningkat," timpalnya Penguatan logistik tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga transformasi digital untuk mempercepat distribusi, meningkatkan akurasi layanan, dan menekan biaya operasional. Pengembangan teknologi pendukung juga diperlukan untuk menjaga kualitas produk hingga sampai ke pasar tujuan. Surplus perdagangan yang berkelanjutan menjadi sinyal positif bagi ekonomi nasional. Namun, menjaga momentum tersebut membutuhkan penguatan sektor industri, perdagangan, serta logistik melalui peningkatan kapasitas pelabuhan, efisiensi distribusi, dan pemanfaatan teknologi. Dengan posisi strategis di jalur perdagangan dunia dan didukung pasar domestik yang besar, Indonesia memiliki peluang memperkuat peran sebagai pusat perdagangan dan logistik kawasan Asia. Pertumbuhan industri, peningkatan ekspor, serta sistem logistik yang semakin efisien akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Peluang Karier Remote Meningkat, KVA Perkuat Skill Talenta Indonesia Nasional
Nasional
12 jam yang lalu

Peluang Karier Remote Meningkat, KVA Perkuat Skill Talenta Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Di tengah meningkatnya peluang kerja remote global, KVA perkuat talenta Indonesia melalui pelatihan Virtual Assistant berbasis praktik agar siap memenuhi kebutuhan pasar internasional dan membangun karier digital yang berkelanjutan. Beberapa tahun terakhir, lanskap kerja global mengalami transformasi signifikan. Berbagai perusahaan, mulai dari rintisan (startup) hingga korporasi, secara masif mengadopsi sistem kerja remote untuk menekan biaya operasional tanpa mengorbankan produktivitas. Mereka mulai mengalihkan berbagai fungsi strategis, mulai dari tugas administrasi, dukungan pelanggan, hingga manajemen proyek, kepada tenaga kerja jarak jauh,  untuk memastikan usaha tetap berjalan tanpa harus menambah biaya kehadiran fisik di kantor. Perubahan paradigma ini telah mengukuhkan Virtual Assistant (VA) sebagai pilar penting dalam ekosistem bisnis modern. Tren ini membuka peluang besar bagi masyarakat Indonesia untuk membangun karier dari rumah. Virtual Assistant bukan lagi profesi sampingan atau pekerjaan sementara, melainkan telah berkembang menjadi karier profesional dengan permintaan tinggi, baik dari bisnis lokal maupun internasional. Tetapi realitanya, tingginya permintaan tidak lantas diikuti dengan ketersediaan talenta yang mumpuni. Banyak yang mengira menjadi VA hanya bermodal laptop dan koneksi internet, padahal klien, terutama dari luar negeri atau perusahaan yang sedang bertumbuh, menuntut standar profesionalisme yang tinggi. Mereka mengharapkan keahlian teknis yang spesifik, kedisiplinan, kemampuan komunikasi yang matang, serta pemahaman teknologi digital yang luas. Tanpa bekal yang memadai, banyak individu yang mencoba masuk ke dunia VA akhirnya kesulitan bertahan karena belum siap menghadapi dinamika kerja remote yang cepat dan menuntut. Kesenjangan keterampilan inilah yang menjadi penyebab utama mengapa banyak pencari kerja belum mampu memanfaatkan peluang besar di sektor remote. Di sinilah peran Kursus Virtual Assistant (KVA) menjadi krusial. Mimi Amilia, sosok veteran di industri virtual assistant dengan pengalaman lebih dari 13 tahun, pendiri Virtual Assistant Indonesia (VAI), sekaligus pengajar utama di KVA, telah menyaksikan langsung tingginya permintaan pasar global akan tenaga kerja remote yang benar-benar siap pakai. “Banyak yang tertarik menjadi VA karena iming-iming kerja fleksibel dan penghasilan menarik. Namun, tanpa bekal keterampilan yang memadai, mereka seringkali gagal memenuhi ekspektasi klien yang membutuhkan akurasi, kecepatan, dan komitmen tinggi,” jelas Mimi. KVA hadir sebagai inkubator talenta digital dengan pendekatan yang sangat berbeda dari kursus online biasa. Keunggulan utama KVA terletak pada metode pembelajaran berbasis pengalaman langsung atau experiential learning. "Mimi tidak hanya mengajarkan apa itu Virtual Assistant, tetapi juga bagaimana menjadi VA bernilai tinggi. “Kami tidak hanya mengajarkan teori. Setiap peserta dibimbing langsung untuk menguasai keterampilan yang applicable di dunia nyata, sesuai dengan tuntutan pasar global,” tambah Mimi. Peserta belajar melalui contoh kasus nyata yang Mimi temui selama puluhan tahun berkarier. Pendekatan ini memastikan bahwa lulusan KVA tidak hanya “bisa bekerja”, tetapi benar-benar “mahir” dan siap menghadapi tuntutan klien global. Aspek lain yang ditekankan adalah pembangunan karakter dan pola pikir entrepreneur. Bekerja dari rumah menuntut integritas, kedisiplinan diri, kemampuan manajemen diri dan komitmen terhadap kualitas. “Seorang VA yang sukses adalah mitra strategis bagi kliennya. Mereka harus mampu berpikir proaktif, mengantisipasi kebutuhan, dan memberikan solusi, bukan hanya menjalankan perintah,” tegas Mimi. Kurikulum KVA dirancang komprehensif, mencakup manajemen proyek digital, komunikasi bisnis, penguasaan kolaborasi remote, mengelola ekspektasi klien, hingga strategi personal branding. Yang membedakan, peserta tidak hanya diajar bagaimana menjadi VA, tetapi juga cara menjadi VA bernilai tinggi, yang mampu meningkatkan kredibilitas mereka di pasar internasional agar dapat menawarkan layanan premium dan membangun hubungan jangka panjang dengan klien. Pendekatan menyeluruh inilah yang membuat banyak lulusan KVA berhasil bekerja dengan klien dari Amerika Serikat, Australia, Singapura, hingga Inggris, semuanya tanpa harus meninggalkan rumah. Beberapa lulusan bahkan berhasil mengembangkan bisnis VA mereka sendiri dan tidak sedikit pula yang mencapai pendapatan lebih tinggi dari standar upah regional karena layanan mereka memenuhi standar global. Di tengah banyaknya tantangan yang dihadapi pencari kerja di sektor konvensional, profesi VA menjadi jawaban bagi mereka yang menginginkan karier fleksibel, aman, dan berkembang. Peran KVA sebagai lembaga pelatihan menjadi kunci agar talenta Indonesia mampu bersaing di tengah kompetisi usaha yang semakin ketat. Dengan peluang pasar yang terus meningkat, KVA meyakini bahwa profesi Virtual Assistant akan menjadi salah satu karier paling menjanjikan di masa depan. Dengan pelatihan yang tepat dan bimbingan berpengalaman, masa depan karier remote Indonesia tampak semakin cerah.

Berita Daerah

Sorotan terbaru dari berbagai wilayah