Ekonomi
Dari Limbah Jadi Nilai: Binus @Malang Transformasikan Plastik Jadi Peluang Ekonomi Berkelanjutan
Malang, katakabar.com - Perjalanan 45 tahun Binus University dan satu dekade Binus @Malang jadi momentum penting untuk mempertegas komitmen dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui program Binus Untuk Negeri (BUN), Binus @Malang menghadirkan inisiatif kolaboratif yang berfokus pada pemberdayaan komunitas serta penciptaan dampak sosial yang berkelanjutan. Salah satu implementasi dari program ini diwujudkan melalui pengembangan Edu Eco-Furniture Village bersama masyarakat Klampokasri. Inisiatif ini mengintegrasikan edukasi, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan dalam satu ekosistem pemberdayaan. Dalam pelaksanaannya, Binus @Malang juga berkolaborasi dengan Program Studi Design Interior, yang berperan dalam proses perancangan dan pengembangan produk berbasis desain. Melalui program ini, masyarakat didorong untuk mentransformasi limbah plastik menjadi produk bernilai seperti eco-cycle products dan eco-furniture. Hasil dari proses ini diwujudkan dalam karya bertajuk KARUPA (Karya Aksi Rupa Ulang Plastik) sebagai simbol kreativitas dan inovasi berbasis keberlanjutan. Upaya ini tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga membuka potensi ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat. Pendekatan kolaboratif ini juga menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan program, di mana berbagai pihak dilibatkan untuk menciptakan solusi yang relevan dan berkelanjutan. Binus @Malang tidak berjalan sendiri, melainkan membangun sinergi antara akademisi, mahasiswa, komunitas, hingga mitra strategis. Hal ini turut ditegaskan oleh Deputy Campus Director Binus @Malang, Alvin Chandra, S.Kom., M.M.: “Melalui Binus Untuk Negeri, kami ingin memastikan bahwa kehadiran Binus @Malang tidak hanya memberikan pendidikan berkualitas, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.” Keterlibatan mahasiswa dalam program ini juga menjadi bagian penting dari proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pengalaman nyata di lapangan. Interaksi langsung dengan masyarakat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami permasalahan sosial secara lebih mendalam sekaligus mengembangkan karakter. Hal ini dijelaskan oleh Dr. Yoseph Benny Kusuma, S.M., M.SM, selaku Student Development Associate Manager BINUS @Malang “ Di Binus, mahasiswa tidak hanya pintar untuk dirinya sendiri namun ikut meneruskan apa yang dipelajari di ruang-ruang perkuliahan untuk memberikan dampak nyata ke masyarakat” Kolaborasi dengan Program Studi Design Interior juga memberikan kontribusi penting dalam memastikan bahwa produk yang dihasilkan tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai desain dan daya saing. Pendekatan ini memungkinkan limbah plastik diolah menjadi produk yang lebih bernilai dan menarik secara estetika. Sebagaimana disampaikan oleh Ira Audia Agustina, S.T., M.Ds., selaku Kepala Prodi Design Interior BINUS @Malang: “Melalui kolaborasi ini, kami mendorong mahasiswa dan masyarakat untuk melihat limbah plastik sebagai material yang memiliki potensi desain. KARUPA menjadi representasi bagaimana proses kreatif dapat mengubah limbah menjadi karya yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika dan ekonomi.” Dampak dari program ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat Klampokasri, khususnya dalam peningkatan keterampilan dan terbukanya peluang ekonomi baru. Kehadiran Binus Untuk Negeri memberikan nilai tambah yang nyata bagi lingkungan sekitar. Sebagaimana disampaikan oleh perwakilan warga Klampok Kasri Tri Priyo Wahyudi: “Program ini memberikan kami pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengolah limbah plastik. Selain membantu menjaga lingkungan, kami juga melihat adanya peluang untuk meningkatkan pendapatan melalui produk yang dihasilkan.” Lebih dari sekadar kegiatan, program ini juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Koffie Heritage Malang (Kopi Tot Tot) sebagai partner strategis. Berlokasi di kawasan Kayutangan Heritage yang dikenal sebagai salah satu ikon Kota Malang, kolaborasi ini menghadirkan ruang yang tidak hanya strategis tetapi juga relevan dengan karakter generasi muda dan komunitas kreatif. Dengan posisi yang strategis dan dukungan komunitas yang kuat, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang berkumpul, tetapi juga menghadirkan sebuah experience yang mampu membangun awareness sekaligus mendorong aksi nyata. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari ruang yang tepat dan sinergi yang kuat antar berbagai pihak. Melalui Binus Untuk Negeri, Binus @Malang menghadirkan ruang interaksi yang melibatkan mahasiswa, komunitas lokal, pelaku UMKM, hingga generasi muda kreatif di Malang. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperluas perspektif, membangun jejaring, serta mendorong partisipasi aktif dalam menjawab berbagai isu sosial dan lingkungan secara bersama-sama. Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, Binus @Malang berharap program ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas, sejalan dengan visi untuk membangun generasi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.
Wisata
PTPN I Hadirkan 'Ruang Tenang' Lewat Aset Agrowisata di Jawa Tengah
Semarang, katakabar.com - Aroma daun teh di lereng yang menguapkan embun dijerang matahari, udara sejuk hingga menembus angka empat derajat, dan panorama gunung yang spektakuler menjadi rindu setiap jiwa. Di berbagai aset yang dikelola PT Perkebunan Nusantara I (Persero), Subholding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) keindahan lanskap tersebut hadir sebagai “ruang tenang” yang menyatu dengan aktivitas perkebunan. Di Jawa Tengah, kebun-kebun yang dikelola PTPN I (Persero) Regional 3 juga menyimpan pengalaman serupa yang kini dikembangkan sebagai bagian dari optimalisasi aset non-kebun. Bagi warga kota-kota besar, istilah “macet” dan “polusi” telah menjadi bagian dari rutinitas harian. Lantaran itu, setiap jeda waktu libur menjadi kemewahan tersendiri. Bukan sekadar staycation di hotel, melainkan pengalaman tinggal di kabin kayu di tengah perkebunan yang menawarkan ketenangan alami yang sulit ditemukan di kawasan urban. Firman 30 tahun, seorang pekerja kreatif asal Jakarta, menuturkan bahwa aset wisata milik PTPN I (Persero) Regional 3 menjawab kebutuhan ruang pemulihan bagi masyarakat urban. Ia mengaku terkesan saat berkunjung ke Kawasan Agrowisata Jollong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. “Bangun tidur, kalau biasanya sudah bising kendaraan, di sini kita disambut kicau burung. Udara sejuk dan suasananya memang menenteramkan hati. Keluar ke teras, serasa ada terapi deep cleaning paru-paru. Seger banget,” kata dia. Pengalaman tersebut mencerminkan upaya Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PTPN I (Persero) dalam mengoptimalkan aset melalui diversifikasi usaha berbasis agrowisata. Profesionalitas pengelolaan menjadi bagian dari strategi menjadikan aset perkebunan sebagai sumber pendapatan berkelanjutan. Agrowisata Jollong Perjalanan menuju ketenangan dapat dimulai dari Agrowisata Jollong di lereng Gunung Muria, Desa Sitiluhur, Kabupaten Pati. Berada di ketinggian hingga 900 mdpl, kawasan ini menghadirkan ikon tugu cangkir kopi raksasa sebagai simbol sentra kopi bersejarah sejak era kolonial. Dengan tiket masuk Rp20.000, pengunjung dapat menikmati kopi lokal langsung dari sumbernya, mengunjungi Bukit Naga untuk memetik buah segar, hingga merasakan terapi ikan di kolam alami. Air Terjun Grenjengan menjadi salah satu daya tarik yang memberikan pengalaman alam yang menenangkan. Kampoeng Karet Di Kabupaten Karanganyar, PTPN I (Persero) Regional 3 juga mengembangkan Kampoeng Karet sebagai destinasi wisata edukasi berbasis kebun karet. Lokasinya yang berada di kaki Gunung Lawu menghadirkan suasana teduh dari kanopi pohon karet yang rimbun. Kawasan ini dikembangkan sebagai ruang rekreasi keluarga dengan konsep camping “no ribet”, di mana fasilitas telah disiapkan oleh pengelola. Pengunjung juga dapat menikmati playground, kolam renang, hingga gazebo di tengah kawasan hijau. Agrowisata Kaligua Agrowisata Kaligua di Kabupaten Brebes menjadi destinasi unggulan di dataran tinggi dengan ketinggian hingga 2.050 mdpl. Berada di kaki Gunung Slamet, kawasan ini menghadirkan suhu ekstrem hingga 4°C serta panorama kebun teh peninggalan Belanda tahun 1889. Dengan tiket Rp20.000, pengunjung dapat menikmati Puncak Sakub untuk menyaksikan matahari terbit, Gua Jepang sebagai wisata sejarah, serta mata air Tuk Bening yang terkenal dengan kesegarannya. Banaran Sky View Sebagai penutup perjalanan, Banaran Sky View di Bawen, Semarang, menawarkan pengalaman kuliner dengan panorama Danau Rawa Pening dan tujuh gunung di sekitarnya. Lokasinya yang strategis dekat pintu tol Bawen menjadikannya destinasi singgah yang mudah dijangkau. Selain restoran dengan menu berbasis kopi, kawasan ini juga menyediakan fasilitas Banaran Coffee Camp untuk pengalaman glamping di tengah kebun kopi. Libur panjang menjadi momentum jeda dari rutinitas perkotaan. Aset-aset yang dikelola Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PTPN I (Persero) Regional 3 membuktikan bahwa pengalaman rekreasi berkualitas dapat hadir dari lanskap perkebunan yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Tekno
Mengapa Pen-Test Tahunan Sudah Tidak Lagi Cukup di Tengah Lanskap Ancaman Siber Terus Berubah?
Jakarta, katakabar.com - Transformasi digital membuat bisnis bergerak semakin cepat. Sayangnya, pendekatan keamanan yang digunakan oleh banyak organisasi masih berjalan dengan ritme yang sama seperti satu dekade lalu. Tidak sedikit orang yang rutin melakukan medical check-up setiap tahun untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap baik. Tetapi, tidak ada yang benar-benar berasumsi bahwa hasil pemeriksaan tersebut menjamin semuanya akan baik-baik saja selama setahun penuh. Kondisi tubuh bisa berubah. Pola hidup berubah. Risiko penyakit baru dapat muncul sewaktu-waktu. Lantaran itu, menjaga kesehatan bukan hanya soal melakukan pemeriksaan tahunan, tetapi juga soal pemantauan dan kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Prinsip yang sama berlaku dalam dunia keamanan siber. Selama bertahun-tahun, penetration test tahunan telah menjadi praktik yang umum dilakukan perusahaan. Organisasi menjadwalkan assessment, menerima laporan, melakukan perbaikan, lalu mengulang proses yang sama pada tahun berikutnya. Pada masanya, pendekatan ini cukup memadai karena lingkungan teknologi belum berubah secepat sekarang. Tetapi situasinya berbeda saat ini. Cloud semakin banyak digunakan. API menjadi fondasi berbagai layanan digital. Tim pengembang merilis fitur baru secara berkala, sementara integrasi dengan pihak ketiga semakin kompleks. Dalam kondisi seperti ini, permukaan serangan sebuah organisasi juga berubah secara terus-menerus. Sebuah sistem yang dinyatakan aman enam bulan lalu bisa saja memiliki profil risiko yang sangat berbeda hari ini. Hal tersebut memunculkan pertanyaan yang mulai banyak diajukan para pemimpin keamanan informasi: Apakah melakukan penetration test setahun sekali masih cukup? Menurut Patrick Dannacher, President Director ITSEC Asia, keamanan siber pada dasarnya bukanlah sesuatu yang bersifat statis. "Penetration test tradisional tetap memiliki peran yang sangat penting. Tetapi, lingkungan digital saat ini berubah jauh lebih cepat dibandingkan frekuensi assessment yang dilakukan sebagian besar organisasi. Karena itu, organisasi membutuhkan visibilitas yang lebih berkelanjutan terhadap risiko yang terus berkembang," ujarnya. Pada dasarnya, penetration test memberikan gambaran kondisi keamanan pada suatu titik waktu tertentu. Hasil tersebut tetap memiliki nilai yang sangat penting, tetapi tidak selalu merepresentasikan kondisi lingkungan yang sama beberapa bulan kemudian. Aplikasi mengalami pembaruan. Infrastruktur berubah. Layanan baru ditambahkan. Integrasi baru dilakukan. Setiap perubahan tersebut berpotensi menghadirkan risiko yang sebelumnya tidak ada. Hal ini bukan berarti penetration test tradisional sudah tidak relevan. Sebaliknya, pengalaman dan kreativitas seorang ethical hacker masih menjadi komponen yang sangat berharga dalam menemukan kelemahan sebelum dimanfaatkan oleh pelaku ancaman. Tantangan utamanya terletak pada kecepatan perubahan lingkungan digital yang kini jauh lebih tinggi dibandingkan frekuensi assessment yang dilakukan. Sedang, pelaku kejahatan siber tidak bekerja berdasarkan jadwal audit atau kebutuhan compliance perusahaan. Mereka secara aktif melakukan scanning terhadap aset yang terhubung ke internet, memantau kerentanan yang baru dipublikasikan, dan mencari celah yang dapat dimanfaatkan. Kurun beberapa tahun terakhir, waktu antara sebuah kerentanan diumumkan dan upaya eksploitasi pertama dilakukan menjadi semakin singkat. Dalam banyak kasus, serangan sudah mulai terjadi hanya dalam hitungan jam atau beberapa hari setelah kerentanan dipublikasikan. Kondisi tersebut menciptakan ketimpangan yang cukup besar. Organisasi memvalidasi keamanan secara berkala. Sementara penyerang mengujinya setiap saat. Itu sebabnya, semakin banyak organisasi mulai mengubah cara pandangnya terhadap keamanan siber. Penetration test tahunan tetap penting, tetapi tidak lagi dipandang sebagai satu-satunya mekanisme untuk memahami tingkat risiko yang dimiliki organisasi. Konsep continuous security validation mulai mendapatkan perhatian lebih besar. Pendekatan ini memungkinkan organisasi memperoleh visibilitas yang lebih baik terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan mereka serta mendeteksi potensi risiko lebih awal. Tujuannya bukan menggantikan penetration test tradisional, melainkan melengkapinya. ITSEC Asia meyakini masa depan offensive security akan ditentukan oleh kolaborasi antara manusia dan artificial intelligence. "Masa depan offensive security bukan tentang manusia melawan AI. Justru kombinasi Human dan AI memungkinkan organisasi memperoleh visibilitas yang lebih baik serta menjalankan validasi keamanan secara lebih konsisten di tengah lingkungan yang terus berubah," tambah Patrick. Sebagai bagian dari transformasi menuju perusahaan yang semakin AI-driven, PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) memperkenalkan Bronyx.ai, platform AI-powered autonomous penetration testing yang dirancang untuk membantu organisasi menjalankan continuous security validation melalui kombinasi kemampuan Human dan AI. Bronyx.ai memungkinkan organisasi memperoleh hasil pengujian yang lebih cepat, cakupan validasi yang lebih luas, serta laporan yang siap mendukung kebutuhan audit dan compliance. Dengan pendekatan tersebut, organisasi dapat menjaga tingkat keamanan yang lebih konsisten seiring berkembangnya lingkungan digital dan meningkatnya kompleksitas ancaman. Saatnya Beralih ke Pendekatan Lebih Berkelanjutan Pada akhirnya, tujuan utama keamanan siber bukan sekadar memenuhi kewajiban compliance atau menghasilkan laporan tahunan. Paling penting adalah memastikan bahwa organisasi memiliki visibilitas terhadap risiko yang terus berkembang. Sama seperti menjaga kesehatan, keamanan siber bukan sesuatu yang cukup diperiksa setahun sekali. Karena pertanyaan yang paling penting saat ini bukan lagi apakah sistem aman enam bulan yang lalu. Melainkan, apakah sistem tersebut masih aman hari ini. Bagi organisasi yang ingin memahami bagaimana pendekatan continuous security validation dapat diterapkan di lingkungan mereka, informasi lebih lanjut mengenai Bronyx.ai dapat diakses melalui https://bronyx.ai. Untuk menjadwalkan sesi diskusi dan demo bersama para spesialis ITSEC Asia, kunjungi https://itsec.asia/contact.
Lingkungan
Pemanfaatan Kembali Material Tambang, MIND ID Tekan Limbah B3 hingga 38 Persen
Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID terus konsisten menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan melalui pengurangan limbah dan pemanfaatan kembali material sisa proses produksi sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk berkontribusi positif bagi kelestarian lingkungan. Division Head of Sustainability MIND ID, Binahidra Logiardi, mengatakan peningkatan pengelolaan mineral strategis untuk pembangunan masa depan harus diimbangi dengan pengelolaan sisa hasil produksi yang bertanggung jawab. Mineral seperti aluminium, bauksit, nikel, tembaga, dan timah semakin dibutuhkan untuk mendukung elektrifikasi, pengembangan baterai, kendaraan listrik, serta perluasan jaringan energi. Lantaran itu, MIND ID menerapkan kerangka strategi keberlanjutan grup atau Sustainability Pathway, yang salah satu fokus utamanya adalah minimisasi limbah melalui efisiensi operasional dan pemanfaatan kembali material hasil kegiatan pertambangan. MIND ID mencatat volume limbah padat B3 yang dihasilkan turun 38% dalam 2 tahun dari 351 kiloton pada 2023 menjadi 279 kiloton pada 2024, dan kembali menurun menjadi 217 kiloton pada 2025. Dalam periode yang sama, limbah padat non-B3 turun dari 1.082 kiloton menjadi 956 kiloton. "Baik limbah B3 maupun limbah non-B3 terus menurun karena operasi dilakukan secara lebih efisien sehingga limbah yang dihasilkan semakin berkurang," kata Binahidra saat Invirotech Expo 2026, Juni 2026. Limbah Grup MIND ID dikelola secara mandiri maupun dengan menggandeng pihak ketiga berizin. Hasil pengelolaan limbah operasi tambang dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan operasional maupun pembangunan infrastruktur bagi masyarakat di sekitar daerah operasional. Salah satu program yang sudah berjalan secara berkelanjutan adalah dari PT Aneka Tambang melalui Unit Bisnis Pertambangan Nikel Kolaka, yang memanfaatkan slag feronikel menjadi batako dan paving block. Material slag diangkut dari area penampungan, dicampur dengan semen dan air, kemudian dicetak dan dikeringkan untuk menghasilkan produk konstruksi yang memiliki nilai tambah dengan total produksi tahunan mencapai 5.000 ton per tahun. PT Freeport Indonesia memanfaatkan tailing sebagai material agregat campuran paste backfill untuk operasi tambang bawah tanah dengan kapasitas pemanfaatan sekitar 1.500 kiloton per tahun. Sementara PT Vale Indonesia Tbk memanfaatkan slag nikel untuk pembangunan jalan, infrastruktur tambang, dan stabilisasi lahan dengan volume pemanfaatan mencapai 5.300 kiloton per tahun. Menurut Binahidra, berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan limbah tidak lagi dipandang sebagai kewajiban kepatuhan semata, tetapi telah menjadi bagian dari strategi penciptaan nilai dan pengelolaan risiko perusahaan. "Sustainability Pathway bukan sekadar alat pelaporan, tetapi merupakan instrumen untuk mengelola dampak, memitigasi risiko, dan menciptakan nilai tambah jangka panjang yang bermanfaat bagi perusahaan, lingkungan, serta masyarakat," jelasnya.
Sawit
Di Tengah Gejolak Harga Sawit, Holding PTPN Konsisten Serap TBS Petani
Jakarta, katakabar.com - Polemik penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani kembali menjadi perhatian beberapa pekan terakhir. Kementerian Pertanian (Kementan) bahkan mengingatkan akan memberikan sanksi hingga pencabutan izin terhadap 139 pabrik kelapa sawit (PKS) swasta yang diduga membeli TBS petani di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Penurunan harga tersebut dipicu kepanikan sebagian pelaku industri menyusul transisi kebijakan ekspor satu pintu serta praktik pembelian TBS di bawah harga acuan. Kondisi ini terutama dirasakan oleh petani swadaya yang belum memiliki kemitraan dengan perusahaan maupun pabrik pengolahan, sehingga di sejumlah daerah harga TBS sempat merosot jauh di bawah ketetapan pemerintah. Ketika rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar akhir pekan lalu, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono meminta seluruh pelaku industri sawit tetap menjalankan transaksi perdagangan secara normal dengan mengacu pada harga yang terbentuk secara wajar. "Pelaku usaha khususnya di hilir, yaitu refinery dan eksportir untuk tetap melaksanakan atau melakukan transaksi perdagangan seperti biasa melalui acuan harga PT KPBN dan menghindari terjadinya withdraw terhadap harga yang terbentuk secara wajar," kata Sudaryono. Ia menegaskan pemerintah tidak akan ragu menjatuhkan sanksi kepada perusahaan yang terbukti melanggar ketentuan tata niaga sawit. "Jika ada pelanggaran kegiatan-kegiatan sesuai dengan Permentan tentu ada sanksi administratif dan juga pencabutan izin barangkali. Dan jika ada pelanggaran hukum tentunya Kementan menggandeng Satgas Pangan," tegasnya. Serapan TBS Tetap Berjalan Di tengah sorotan terhadap ratusan PKS swasta tersebut, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui subholding PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo pastikan aktivitas pembelian TBS dari masyarakat dan petani mitra tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan hingga April 2026 perusahaan telah menyerap sekitar 1,03 juta ton TBS dari masyarakat dan mitra. Volume tersebut meningkat 2,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut Jatmiko, keberlanjutan serapan TBS menjadi faktor penting dalam menjaga perputaran ekonomi masyarakat di sentra-sentra perkebunan sawit. "Peningkatan volume serapan ini berjalan beriringan dengan penerapan standar mutu yang jelas. Hingga April 2026, perolehan rendemen CPO kami terjaga di angka 18,69 persen," jelasnya. Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyudha, menimpali perusahaan terus berkoordinasi dengan dinas perkebunan di berbagai wilayah operasional untuk memastikan implementasi ketentuan harga sesuai regulasi pemerintah. Menurutnya, keberadaan Holding Perkebunan Nusantara melalui PalmCo di sektor sawit tidak hanya berorientasi pada aspek bisnis, tetapi juga berfungsi menjaga stabilitas tata niaga ketika pasar mengalami gejolak. "PTPN IV PalmCo terus berkoordinasi dengan dinas perkebunan untuk memastikan implementasi Permentan Nomor 13 Tahun 2024. Kehadiran BUMN di daerah harus menjadi referensi harga yang wajar dan jangkar pengaman tata niaga, terutama saat pasar sedang mengalami gejolak," ucap Arya. Mekanisme Harga Melindungi Petani Harga TBS yang diterima petani pada dasarnya ditetapkan melalui mekanisme tim perumus harga di tingkat provinsi yang melibatkan unsur pemerintah daerah, perusahaan pengolahan sawit, serta perwakilan petani. Skema tersebut dirancang agar harga TBS mencerminkan perkembangan harga minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya, sekaligus memberikan perlindungan bagi petani dari praktik pembelian yang tidak wajar. Keberadaan mekanisme tersebut dirasakan langsung oleh petani yang tergabung dalam pola kemitraan dengan perusahaan. Selain memperoleh kepastian penjualan hasil panen, mereka juga menerima harga yang mengacu pada ketetapan pemerintah daerah. Suparman, Sekretaris Koperasi Unit Desa (KUD) Sawit Makmur di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, mengatakan anggota koperasinya tidak mengalami gejolak harga seperti yang dialami sebagian petani swadaya. Menurut dia, ketika harga TBS di tingkat petani swadaya sempat turun hingga sekitar Rp2.400 per kilogram pada pekan lalu, anggota koperasi tetap menerima harga sesuai ketetapan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Selatan. "Karena posisi kami adalah mitra resmi, kami menggunakan harga ketetapan dari Dinas Perkebunan Provinsi. Gejolak informasi di luaran tidak membawa pengaruh ke dalam," tuturnya. Data Dinas Perkebunan Kalimantan Selatan menunjukkan harga TBS tanaman menghasilkan berusia 10–20 tahun selama Mei berada pada kisaran Rp3.781 hingga Rp3.841 per kilogram. Kondisi serupa juga dirasakan petani di Riau. Ketua Koperasi Produsen Makarti Jaya, Kabupaten Rokan Hulu, Hadiyanto, mengatakan anggota koperasinya relatif terlindungi dari gejolak harga yang terjadi di pasar. Koperasi yang mengelola sekitar 731 hektare kebun sawit dan telah bermitra dengan PTPN selama hampir empat dekade tersebut tetap memperoleh harga sesuai ketentuan yang berlaku. "Di saat petani swadaya sangat terimbas dengan anjloknya harga, kami masih tersenyum. Selisih harga kami dengan pabrik-pabrik swasta terdekat lumayan signifikan, berkisar Rp600 sampai Rp1.000 per kilogram," imbuhnya. Cerita Hadiyanto, kepastian harga menjadi faktor penting terutama ketika produktivitas kebun sedang menurun akibat usia tanaman maupun proses peremajaan. "Sangat membantu anggota kami. Di saat tren produksi sedang menurun dan harga di PKS lain anjlok, PTPN tetap hadir dengan harga stabil," katanya. Turunnya harga TBS dalam beberapa pekan terakhir kembali menunjukkan pentingnya kepatuhan seluruh pelaku industri terhadap mekanisme penetapan harga yang telah disepakati. Di sisi lain, kemitraan yang kuat serta konsistensi serapan TBS oleh Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas pendapatan petani ketika pasar menghadapi ketidakpastian.
Internasional
Siap-siap! Narendra Modi Bakal Kunjungi Indonesia, Tandai Babak Baru Kemitraan Strategis Indonesia dan India
Jakarta, katakabar.com - Pemerintah Indonesia mulai mempersiapkan kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 mendatang. Kunjungan tersebut diperkirakan akan menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Indonesia dan India. Dilansir dari The Jakarta Post, persiapan kunjungan Modi menjadi salah satu agenda utama yang dibahas dalam Sidang Komisi Bersama (Joint Commission Meeting/JCM) Indonesia–India ke-8 yang berlangsung di New Delhi pada akhir pekan lalu. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono bertemu dengan Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar untuk membahas perkembangan hubungan bilateral dan sejumlah agenda strategis kedua negara. Selain membahas persiapan kunjungan Modi ke Jakarta, kedua menteri juga bertukar pandangan mengenai berbagai bidang kerja sama, termasuk perdagangan, ketahanan pangan, energi, dan urusan maritim yang selama ini menjadi fokus hubungan Indonesia dan India. Menurut Sugiono, rencana kunjungan tersebut mencerminkan komitmen kuat kedua negara untuk terus memperdalam hubungan yang telah terjalin selama bertahun-tahun. “Rencana kunjungan ini mencerminkan komitmen untuk semakin memperdalam hubungan bilateral antara kedua negara dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat kedua negara,” kata Sugiono. Kunjungan Balasan Setelah Lawatan Presiden RI ke India Kunjungan Modi ke Indonesia akan menjadi kunjungan balasan atas lawatan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025. Saat itu, Prabowo melakukan kunjungan resmi pertamanya ke India sejak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo mengadakan pertemuan bilateral dengan Modi dan menghadiri perayaan Hari Republik India ke 76 sebagai tamu kehormatan. Pertemuan kedua pemimpin menghasilkan komitmen untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor strategis, termasuk pertahanan dan perdagangan. Rencana kunjungan Modi juga menjadi kelanjutan dari komunikasi intensif antara kedua pemimpin yang pertama kali bertemu di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Brasil pada November 2024. Hubungan yang semakin erat antara Jakarta dan New Delhi dinilai menjadi fondasi penting bagi penguatan kerjasama kedua negara di tengah dinamika kawasan Indo-Pasifik yang terus berkembang. Indonesia Mitra Penting Kebijakan Act East India Dalam pertemuan JCM di New Delhi, Jaishankar menegaskan pentingnya posisi Indonesia dalam kebijakan luar negeri India, khususnya dalam strategi Act East Policy yang selama ini menjadi salah satu pilar diplomasi India di Asia Tenggara. Menurut Jaishankar, kunjungan Presiden Prabowo ke India pada awal tahun lalu telah memberikan energi baru bagi hubungan bilateral kedua negara. “Kunjungan Presiden Prabowo telah memberikan dorongan baru bagi hubungan bilateral kita,” kata Jaishankar. Ia juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam upaya India memperkuat keterlibatan ekonomi dan strategisnya di kawasan. “Indonesia adalah pilar utama dari Kebijakan Bertindak ke Timur (Act East Policy) India,” ujarnya. Pernyataan tersebut mencerminkan pentingnya Indonesia bagi India, tidak hanya sebagai mitra ekonomi, tetapi juga sebagai mitra strategis di kawasan Asia Tenggara. Dorong Kerja Sama Lebih Konkret Dalam pertemuan tersebut, kedua negara kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama di bawah kerangka Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–India. Kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari politik, pertahanan dan keamanan, perdagangan, pariwisata, pendidikan, hingga pertukaran budaya. Selain isu-isu strategis, kedua pihak juga membahas sejumlah peluang kerja sama yang lebih konkret. Salah satunya adalah ketertarikan India untuk mengamankan pasokan pupuk dari Indonesia guna mendukung kebutuhan sektor pertaniannya. Indonesia dan India juga membahas upaya memperkuat konektivitas maritim, termasuk potensi kerja sama yang melibatkan Pelabuhan Sabang di Aceh. Lokasi pelabuhan tersebut dinilai strategis karena berada dekat dengan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Sugiono menegaskan hubungan Indonesia dan India harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh kedua negara. “Kemitraan antara Indonesia dan India harus menghasilkan kerja sama yang lebih konkret dan saling menguntungkan,” tegasnya. Bagian dari Tur Indo-Pasifik Sejumlah media India melaporkan bahwa kunjungan Modi ke Indonesia akan menjadi bagian dari rangkaian lawatan ke kawasan Indo-Pasifik yang juga mencakup Selandia Baru dan Australia. Tur tersebut disebut bertujuan untuk memperkuat hubungan ekonomi dan pertahanan India dengan sejumlah negara mitra di kawasan yang semakin penting dalam peta geopolitik global. Dengan persiapan yang kini mulai dilakukan kedua pemerintah, kunjungan Narendra Modi ke Indonesia pada Juli mendatang diharapkan dapat menjadi langkah penting dalam mempererat hubungan bilateral sekaligus memperkuat implementasi Kemitraan Strategis Komprehensif yang telah dibangun oleh Indonesia dan India selama bertahun-tahun.
Internasional
Harga Emas Masih Berpeluang Naik, Momentum Bullish Diperkirakan Berlanjut
Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas dunia diperkirakan masih memiliki ruang untuk menguat di perdagangan, Senin (15/6). Hal ini, setelah mencatat kenaikan yang cukup signifikan dalam beberapa sesi terakhir, logam mulia masih didukung oleh sentimen positif baik dari sisi teknikal maupun fundamental. Kondisi tersebut membuat peluang kenaikan harga emas dinilai masih terbuka, meski pelaku pasar tetap perlu mencermati potensi perubahan sentimen yang dapat memengaruhi arah pergerakan pasar. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 masih memperlihatkan tren naik yang kuat. Sejak pembukaan perdagangan pagi, harga bergerak dengan momentum yang cukup besar dan menunjukkan bahwa minat beli dari pelaku pasar masih mendominasi. Menurutnya, kenaikan yang terjadi tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga didukung oleh struktur teknikal yang masih sehat. Selama tekanan beli tetap bertahan dan harga tidak kembali turun di bawah area support terdekat, peluang emas untuk melanjutkan penguatan masih cukup besar. Secara teknikal, ulasnya, target kenaikan terdekat berada di level 4.354. Apabila area tersebut berhasil ditembus, harga diperkirakan memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju resistance berikutnya di kisaran 4.421. Kedua level tersebut menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam mengamati arah pergerakan emas dalam jangka pendek. Geraldo menjelaskan hingga saat ini belum terlihat adanya sinyal teknikal yang menunjukkan perubahan tren menjadi bearish. Sebaliknya, pola pergerakan harga masih mencerminkan dominasi pembeli yang cukup kuat. Kondisi tersebut membuat prospek kenaikan masih lebih besar dibandingkan peluang terjadinya koreksi dalam waktu dekat. Indikator stochastic juga memberikan gambaran yang sejalan dengan kondisi tersebut. Saat ini indikator berada di area overbought atau jenuh beli. Meski demikian, posisi tersebut belum bisa diartikan sebagai sinyal harga akan segera berbalik turun. Hingga kini belum muncul indikasi pelemahan momentum yang cukup kuat untuk mengakhiri tren naik yang sedang berlangsung. Dalam banyak kondisi pasar, kata Kofit, indikator stochastic yang berada di zona overbought memang dapat menjadi peringatan bahwa harga sudah naik cukup tinggi. Namun selama indikator tersebut belum berbalik arah secara tegas, peluang kenaikan masih tetap terbuka. Karena itu, investor masih akan mencermati kekuatan momentum beli yang saat ini masih cukup dominan. Selain analisis teknikal, faktor fundamental juga masih memberikan dukungan terhadap harga emas. Salah satu pendorong utama adalah meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah berbagai ketidakpastian yang masih membayangi perekonomian global. Kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi dunia, ketegangan geopolitik yang belum mereda, serta fluktuasi pasar keuangan membuat sebagian investor memilih mengalihkan dananya ke instrumen yang dianggap lebih aman. Dalam situasi seperti ini, emas kembali menjadi salah satu aset yang banyak diminati karena dinilai mampu menjaga nilai investasi ketika kondisi pasar sedang tidak menentu. Di sisi lain, pelemahan dolar Amerika Serikat juga menjadi faktor yang ikut menopang penguatan harga emas. Ketika nilai tukar dolar menurun, harga emas menjadi lebih kompetitif bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Kondisi tersebut biasanya meningkatkan permintaan terhadap logam mulia sehingga mendukung kenaikan harga. Pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat juga menjadi perhatian pelaku pasar. Yield obligasi yang cenderung menurun membuat biaya peluang untuk memiliki emas menjadi lebih rendah. Hal tersebut meningkatkan daya tarik emas sebagai alternatif investasi, terutama bagi investor yang mencari instrumen lindung nilai. Pasar juga mulai memperhitungkan kemungkinan perubahan arah kebijakan moneter Federal Reserve. Apabila data ekonomi Amerika Serikat, seperti inflasi, tenaga kerja, maupun aktivitas manufaktur, menunjukkan perlambatan, peluang bank sentral untuk melonggarkan kebijakan suku bunga akan semakin besar. Ekspektasi tersebut biasanya memberikan sentimen positif bagi emas sekaligus menekan pergerakan dolar AS. Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat prospek harga emas masih cukup positif pada perdagangan hari ini. Dukungan dari tren teknikal yang masih kuat, tingginya permintaan terhadap aset safe haven, pelemahan dolar AS, serta ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar menjadi faktor yang berpotensi menjaga momentum kenaikan harga. Selama harga tetap bertahan di atas area support penting, peluang emas untuk melanjutkan penguatan menuju level resistance 4.354 hingga 4.421 masih terbuka dalam jangka pendek.
Nasional
Pop Mie Campus Gaming Ground Hadir di Cirebon, Dorong Pertumbuhan Esports Kampus dan Talenta Daerah
Cirebon, katakabar.com - Pop Mie Campus Gaming Ground kembali hadir pada 2026 dengan memperluas jangkauan ke berbagai kampus di luar Jabodetabek. Salah satu kota yang menjadi tujuan program tahun ini adalah Cirebon. Wilayah yang dinilai memiliki pertumbuhan komunitas gaming dan esports yang aktif di tingkat akar rumput (grassroots). Namun masih memiliki akses yang terbatas terhadap program pengembangan talenta esports berskala nasional. Penyelenggaraan di Cirebon diikuti oleh lebih dari 130 mahasiswa dengan partisipasi sebagai 24 tim dalam turnamen Mobile Legends: Bang Bang. Tingginya keterlibatan peserta menunjukkan bahwa esports semakin berkembang di lingkungan perguruan tinggi dan menjadi salah satu ruang baru bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan serta membangun jejaring komunitas. Esports Kampus Tidak Lagi Sekadar Ajang Kompetisi Perkembangan esports di lingkungan perguruan tinggi Indonesia menunjukkan tren yang semakin positif dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya menjadi aktivitas rekreasi, esports kini mulai dipandang sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerjasama tim, kepemimpinan hingga pemanfaatan teknologi digital. Melalui Pop Mie Campus Gaming Ground, mahasiswa tidak hanya mengikuti turnamen Mobile Legends: Bang Bang. Tetapi juga memperoleh wawasan mengenai berbagai peluang di industri esports melalui sesi diskusi bersama talenta EVOS. Mahasiswa diperkenalkan pada beragam potensi potensi di balik ekosistem esports. Mulai dari pemain profesional, content creator, manajemen tim hingga penyelenggaraan acara. Selain itu, keterlibatan mahasiswa sebagai panitia kegiatan juga memberikan pengalaman praktis dalam pengelolaan event dan komunitas yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif saat ini. Aufa Bassam, Head of Esports EVOS, menjelaskan perkembangan esports saat ini membutuhkan lebih banyak talenta dari berbagai latar belakang. Tidak terbatas hanya pada mencari pemain profesional. “Banyak mahasiswa masih melihat esports hanya dari sisi kompetisinya. Padahal industri ini membutuhkan beragam profesi. Mulai dari manajemen tim, event organizer, content creator, analisis, desainer hingga berbagai posisi operasional lainya. Kampus menjadi tempat yang tepat untuk memperkenalkan peluang tersebut sejak dini,” ujar Aufa. Membuka Jalur Karier Bagi Mahasiswa Salah satu bentuk pengembangan talenta yang dihadirkan dalam program ini adalah kesempatan bagi tim juara pertama turnamen untuk memperoleh invitation class EVOS Academy secara gratis. Program tersebut dirancang sebagai sarana pembinaan lanjutan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan kompetitif mereka secara lebih serius dan memahami standar yang dibutuhkan untuk berkarier sebagai pemain profesional. Selain peluang sebagai atlet esports, mahasiswa juga memperoleh pengalaman industri melalui keterlibatan sebagai panitia lokal dalam penyelenggaraan acara. Pengalaman ini memberikan kesempatan untuk memahami proses perencanaan, operasional acara, manajemen komunitas hingga koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Antonius Pandu, Senior Brand Manager Pop Mie, menilai bahwa kampus merupakan lingkungan yang tepat untuk memperkenalkan berbagai peluang yang lahir dari perkembangan ekonomi digital dan industri kreatif. “Kami melihat banyak mahasiswa memiliki ketertarikan terhadap dunia gaming dan esports. Karena itu program ini dirancang tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai ruang belajar yang memperkenalkan berbagai peluang yang ada di dalam industri. Harapannya, mahasiswa dapat melihat bahwa minat mereka terhadap gaming juga bisa berkembang menjadi keterampilan dan peluang karier di masa depan," ungkap Pandu. Mengapa Cirebon? Pemilihan Cirebon sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan tahun ini didasarkan pada tingginya aktivitas komunitas gaming dan esports lokal yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai kota penghubung di wilayah Jawa Barat bagian timur, Cirebon memiliki potensi besar sebagai salah satu pusat pertumbuhan komunitas esports di tingkat regional. Selain itu, tingginya aktivitas komunitas grassroots di kota ini menunjukkan adanya minat yang kuat dari generasi muda terhadap esports. Meskipun akses terhadap program pengembangan talenta dan kegiatan industri berskala masih relatif terbatas dibandingkan di kota-kota besar. “Potensi talent esports Indonesia tidak hanya berada di kota-kota besar. Banyak komunitas yang tumbuh secara mandiri di daerah dan memiliki semangat yang luar biasa untuk berkembang. Karena itu, penting bagi kami untuk menghadirkan program yang dapat menjangkau mereka secara langsung,” tambah Aufa. Mendorong Ekosistem Esports Lebih Inklusif Menggabungkan kompetisi, edukasi dan pengembangan komunitas, Pop Mie Campus Gaming Ground diharapkan dapat menjadi salah satu wadah yang membantu mahasiswa memahami perkembangan industri esports secara lebih komprehensif. Program ini juga menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri kreatif digital. Sehingga mahasiswa memiliki lebih banyak akses terhadap pengalaman, jaringan dan peluang yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Informasi lanjutan mengenai Pop Mie Campus Gaming Ground 2026 bisa diakses melalui media sosial Instagram Pop Mie @popmieofficial dan EVOS Esports @evosesports.
Olahraga
Rayakan Piala Dunia 2026, Tokocrypto Hadirkan Game Interaktif Berhadiah Rp1 Miliar
Jakarta, katakabar.com - Tokocrypto menghadirkan fitur permainan terbaru bertajuk World Cup Pick’em 2026 untuk menyambut euforia Piala Dunia 2026. Melalui fitur ini, pengguna dapat ikut merasakan keseruan turnamen sepak bola terbesar dunia dengan cara yang lebih interaktif, mulai dari menyelesaikan misi, mendukung tim favorit, hingga berkesempatan mendapatkan bagian dari total hadiah hingga Rp1 miliar. World Cup Pick’em 2026 berlangsung pada 12 Juni hingga 20 Juli 2026. Untuk mengikuti aktivitas ini, pengguna perlu memiliki akun yang telah terverifikasi dan memperbarui aplikasi ke versi terbaru. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengatakan fitur ini dihadirkan sebagai bentuk inovasi dalam menggabungkan euforia olahraga, komunitas, dan edukasi aset digital ke dalam satu pengalaman yang lebih dekat dengan keseharian pengguna. “Piala Dunia selalu menjadi momentum yang menyatukan banyak orang melalui antusiasme terhadap sepak bola. Melalui World Cup Pick’em 2026, kami ingin membawa euforia tersebut ke dalam pengalaman kripto yang lebih interaktif dan mudah diikuti. Ini bukan hanya tentang memilih tim favorit, tetapi juga tentang bagaimana pengguna dapat mengenal ekosistem aset digital melalui cara yang lebih menyenangkan,” ujar Calvin. Cara Baru Mengenal Kripto Lewat Gamifikasi Dalam World Cup Pick’em 2026, pengguna dapat mengumpulkan poin melalui berbagai aktivitas di aplikasi, kemudian menggunakannya untuk mendukung tim pilihan selama periode event. Jika tim yang didukung menang, pengguna berpeluang memperoleh tambahan poin, sementara peserta yang tetap berpartisipasi juga masih memiliki kesempatan mendapatkan reward sesuai ketentuan campaign. Total prize pool yang disiapkan untuk aktivitas ini mencapai 38.000.000 PUMP atau setara sekitar 50.000 USDT. Reward akan didistribusikan dalam bentuk token PUMP kepada pengguna yang memenuhi syarat selama periode campaign. Calvin menambahkan, pendekatan gamifikasi menjadi salah satu cara untuk memperluas edukasi kripto kepada masyarakat. Menurutnya, edukasi aset digital tidak harus selalu disampaikan melalui format yang kompleks, tetapi bisa dikemas melalui pengalaman yang relevan dengan tren dan minat publik. “Bagi banyak orang, kripto masih terasa sebagai hal yang teknis. Karena itu, kami ingin menghadirkan pendekatan yang lebih ringan dan engaging. Melalui aktivitas seperti World Cup Pick’em 2026, pengguna dapat mulai memahami konsep partisipasi, reward, komunitas, dan aset digital melalui pengalaman langsung di dalam aplikasi,” jelas Calvin. Fan Token dan Meme Coin Berpotensi Jadi Sorotan Momentum Piala Dunia 2026 juga dinilai dapat mendorong meningkatnya perhatian terhadap aset kripto yang berkaitan dengan sepak bola dan budaya komunitas digital. Kategori seperti Fan Token dan Meme Coin yang terhubung dengan narasi pemain, negara peserta, maupun komunitas penggemar berpotensi menjadi salah satu tema yang banyak diperbincangkan selama turnamen berlangsung. Menurut Calvin, fenomena tersebut menunjukkan bahwa pasar kripto semakin dipengaruhi oleh tren global, percakapan komunitas, dan momentum budaya populer. Namun, ia mengingatkan bahwa pengguna tetap perlu memahami risiko sebelum berpartisipasi di pasar aset digital. “Fan Token dan Meme Coin sering kali bergerak mengikuti sentimen komunitas dan momentum tertentu, termasuk event olahraga besar seperti Piala Dunia. Ini menjadi fenomena yang menarik untuk diamati, tetapi pengguna tetap perlu melakukan riset mandiri, memahami risiko, dan tidak hanya mengikuti tren sesaat,” kata Calvin. Rangkaian Aktivitas untuk Komunitas Selain World Cup Pick’em 2026, pengguna juga dapat mengikuti rangkaian aktivitas lain dalam perayaan Piala Dunia bersama pengguna Tokocrypto dan komunitas kripto Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Console Football Tournament, yaitu turnamen permainan console sepak bola bersama KOL favorit dengan total hadiah hingga Rp20 juta, serta World Cup Final Watch Party sebagai acara nonton bareng final Piala Dunia bersama komunitas. Melalui rangkaian aktivitas ini, perusahaan berharap dapat menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan pengguna, sekaligus memperluas literasi kripto melalui pendekatan yang relevan dengan gaya hidup, hiburan, dan komunitas digital. “Kami ingin terus menjadi platform yang tidak hanya menyediakan akses terhadap aset kripto, tetapi juga membangun pemahaman yang lebih luas tentang ekosistem digital. Kami percaya, semakin mudah masyarakat memahami kripto melalui konteks yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, semakin sehat pula pertumbuhan industri aset digital di Indonesia,” sebut Calvin.
Nasional
Penasaran Lihat Maggot, Booth MINERALive MIND ID Inspirasi Ekonomi Sirkular di Invirotech 2026
Jakarta, katakabar.com - Area booth MIND ID MINERALive dipadati pengunjung selama gelaran INVIROTECH 2026 di Jakarta Convention Center, Sabtu (13/6). Di bawah instalasi langit-langit berbentuk awan yang menaungi seluruh area booth, puluhan orang berkerumun. Sebagian mengabadikan momen dengan ponsel, sebagian lain mengantre untuk melihat lebih dekat setiap showcasing pengelolaan sampah terintegrasi yang ditampilkan oleh MIND ID. Bukan tanpa alasan, booth MINERALive menghadirkan sesuatu yang jarang ditemui pengunjung pameran pada umumnya, yakni pengolahan sampah organik berbasis maggot yang bisa dilihat dan dipelajari langsung, demonstrasi pengelolaan sampah plastik, hingga teknologi 3D printer yang mengubah limbah nonorganik menjadi produk kreatif bernilai. Di tengah keramaian itu, Dwi Agus berdiri mengamati dengan saksama. Sebagai Praktisi Bank Sampah Induk di bilangan Bekasi, ia datang bukan sekadar untuk melihat-lihat. "Jadi lumayan inspiratif bagi saya, supaya Bank Sampah kami bisa meraih seperti ini," ujar Dwi Agus. Ia mengaku, sebagian dari apa yang ditampilkan di booth ini sebenarnya sudah mulai diterapkan di komunitasnya, terutama pengolahan sampah organik menggunakan maggot. Dia menyampaikan, untuk sampah plastik, pengelolaan di tempatnya masih sebatas pemilahan sebelum diserahkan kepada offtaker. Melihat bagaimana MIND ID mengintegrasikan seluruh proses dalam satu rangkaian, ia mulai membayangkan potensi pengembangan yang lebih besar untuk Bank Sampah yang ia kelola. "Kalau ada 10 ribu warga yang rutin menabung sampah, dan hasilnya masuk ke koperasi, maka ekonomi sirkular bisa berjalan. Sampah selesai dari sumbernya dan menjadi pendapatan bagi warga," ucapnya. Tidak jauh dari sana, seorang pengunjung lain tampak antusias memperhatikan layar yang menampilkan visualisasi proses daur ulang. Bulan, mahasiswi dari salah satu universitas negeri di Malang, mengaku banyak hal baru yang ia pelajari hari itu. "Saya banyak belajar soal pengolahan sampah di booth MIND ID. Ternyata perusahaan tambang juga banyak memiliki program yang bertanggung jawab atas kelestarian lingkungan," tuturnya. Bagi Bulan, pengalaman di booth ini mengubah cara pandangnya tentang bagaimana menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal paling sederhana, bahkan dari rumah sendiri. "Melestarikan lingkungan bisa dilakukan mulai dari rumah sendiri dengan menyortir sampah sesuai jenisnya. Dengan langkah kecil kita bisa menjaga kelestarian alam," jelasnya. Suasana di booth memang dirancang untuk mengajak pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan langsung prosesnya. Di area pertama, sampah organik yang dikumpulkan dari pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan diolah secara nyata menggunakan maggot, dan hasilnya, mulai dari volume sampah yang terurai hingga pupuk organik yang dihasilkan, ditampilkan secara terbuka melalui layar digital yang terus menampilkan angka berjalan. Di area lain, sebuah plastic crusher menjadi pusat perhatian. Pengunjung yang membawa sampah plastik dapat langsung menyetorkannya ke mesin tersebut, sebuah representasi nyata dari program bank sampah yang telah berjalan di berbagai wilayah operasional Grup MIND ID. Tidak jauh dari situ, sebuah teknologi 3D printer bekerja perlahan, mengubah material daur ulang menjadi produk kerajinan yang dipajang di rak-rak sekitarnya bukti bahwa limbah anorganik bisa bertransformasi menjadi sesuatu yang punya nilai ekonomi. Yang membuat booth ini terasa berbeda adalah instalasi besar di bagian atas gugusan awan dengan gradasi dari gelap menuju putih terang, dihiasi lampu biru yang berkedip lembut menyerupai kilatan. Instalasi bertema "awan mendung dan awan cerah" ini bukan sekadar dekorasi. Ia menjadi simbol visual dari perjalanan dekarbonisasi yang ingin ditunjukkan MIND ID. Hingga sore menjelang, antrean pengunjung di booth ini tak surut. Bagi banyak orang yang datang, apa yang mereka bawa pulang bukan hanya foto atau suvenir menarik seperti pupuk dan merchandise khas pertambangan. Lebih dari itu, mereka membawa pulang cara pandang baru tentang bagaimana sesuatu yang dianggap sisa, bisa menjadi awal dari sesuatu yang bernilai dan bermanfaat bagi masa depan.