Jalan Sehat dan Senam Bersama Meriahkan HUT RI ke 81di Pematang Pudu
Mandau, katalkabar.com - Jalan sehat dan senam bersama meriahkan HUT RI ke 81 Tahun 2026 di Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Minggu (23/8). Selain dua kegiatan di atas masyarakat Kelurahan Pematang Pudu, khususnya RW 08, RW 14, dan RW 16 gelar berbagai kegiatan lainnya untuk memeraihkan HUT RI ke 81 tahun ini. Camat Mandau, Riki Rihardi, didampingi Sekcam, Kasi dan Kasubbag Kantor Camat Mandau, yang membuka jalan santai dimulai depan Gang Melati ke Gang Mawar Merah, dan finish di Gang Al Amin. Setelah dua kegiatan utama selesai dilakukan pengumuman doorprize kepada peserta jalan santai, sekaligus menggelar lomba permainan rakyat yang diikuti warga tempatan wilayah masing-masing. "Kami bersama Sekcam, Kasi dan Kasubbag Kantor Camat Mandau, merasakan betapa semaraknya HUT RI ke 81 di Kelurahan Pematang Pudu," ujar Camat Mandau. Semoga dengan adanya kegiatan-kegiatan positif seperti ini, harap Riki, masyarakat semakin harmonis, dan kita semua terhindarkan dari segala isu-isu negatif yang ada di tengah masyarakat. "Kami juga berharap agar kita semua bisa terus menjaga silaturahmi demi mempererat ukhuwah insaniyah khusunya di Kelurahan Pematang Pudu," ucapnya.
PK Ditolak MA, PT SMART Tbk Persulit 12 Warga Petani Sekitar HGU di Labura
Belum selesai persoalan plang berdiri, kini belasan petani harus menerima polemik kembali, excavator hendak digunakan pembersih parit kebun petani, tak mendapat izin melintasi areal Hak Guna Usaha (HGU) dari pihak Kebun Adipati PT SMART Tbk, di Desa Aekkorsik, Kecamatan Aekkuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara
Ops Cipta Kondisi KRYD, Polsek Mandau dan BKO Polres Amankan Tiga Motor Kanlpot Brong
Mandau, katakabar.com - Polsek Mandau dan BKO Polres Bengkalis gelar ops cipta kondisi Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di wilayah hukum Polsek Mandau, Minggu (23/8) sekitar pukul 03.15 WIB dini hari. Menurut Kapolsek Mandau, AKP I Made Pasek, diteruskan Kasi Humas Polsek Mandau, Betti Dumauli S, lewat keterangan resmi kepada wartawan, Minggu sore, KRYD tersebut berlokasi di kawsan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Hang Tuah Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis. "Sasaran kegiatan tempat keramaian, masyarakat berkumpul, pemuda, dan lokasi rawan adanya kejahatan 3 C, serta antisipasi Balap Liar (Bali)," kata Betti. Dalam kegiatan, ucapnya, diamankan sebanyak tiga unit sepeda motor yang dinilai tidak dilengkapi dokumen dan menggunakan knalpot tidak standar (brong). BKO Satlantas Polres Bengkalis melakukan penilangan, dan membawa barang bukti (sepeda motor) untuk diamankan di kantor BKO Satlantas Polres Bengkalis, Jalan Moriino, Desa Balai Makam, Kecamatan Bathin Solapan. Giat opsnal KRYD ini, jelas Betti, bertujuan untuk mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman, dan kondusif, serta menimalisir adanya aktivitas pemuda/remaja yang dinilai dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Selain itu, sebut Kasi Humas Polsek Mandau, guna antisipasi adanya aktifitas balap liar oleh pemuda yang berkumpul dan membawa kendaraan roda dua, dan terciptanya silaturahmi yang baik antara kepolisian dengan masyarakat sehingga edukasi hukum yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. "Dengan kehadiran pihak kepolisian di tengah masyarakat akan meningkatkan rasa percaya masyarakat, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat," terangnya. Ditambahkan Batti, selama pelaksanaan Kegiatan Ops Cipta Kondisi (KRYD) Polsek Mandau dan BKO Polres Bengkalis berlangsung situasi dalam Keadaan aman dan terkendali.
Perkuat Kedaulatan Mineral, MIND ID Dorong RI Bentuk 'National Mineral Stockpile'
Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID mendorong pemerintah membentuk national mineral stockpile untuk memperkuat pengelolaan komoditas mineral strategis. Skema ini dinilai dapat memberi negara kendali lebih besar untuk menentukan kapan komoditas dilepas ke pasar dan kapan disimpan sebagai cadangan. Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan national mineral stockpile menjadi salah satu gagasan yang perlu dipertimbangkan untuk memperkuat tata kelola kekayaan mineral nasional. “Ada kelemahan dengan kekayaan alam kita ini. Bagaimana kalau kita mewujudkan national mineral stockpile supaya bisa mengatur kapan barang kita kita lepas, kapan barang kita kita simpan,” kata Maroef dalam MIND Dialogue, Jakarta, Rabu (12/8) lalu. Menurut Maroef, konsep tersebut tidak hanya dapat diterapkan pada mineral, tetapi juga batu bara. Pemerintah nantinya dapat menyiapkan fasilitas penyimpanan nasional sehingga komoditas strategis tidak selalu harus langsung dilepas ke pasar ketika produksi tersedia. Maroef mencontohkan Malaysia yang memiliki mekanisme stockpile dalam mengelola komoditas crude palm oil (CPO) di pasar internasional. Menurutnya, Indonesia dapat mempelajari pendekatan serupa untuk membangun sistem pengelolaan cadangan mineral nasional. “Kita bisa lihat bagaimana Malaysia mengendalikan CPO dunia internasional karena dia punya stockpile untuk kapan keluar kapan simpan,” ucapnya. Gagasan tersebut bukan tanpa preseden. Sejumlah negara telah menggunakan stockpile sebagai instrumen untuk menjaga keamanan pasokan mineral strategis. Korea Selatan, misalnya, memiliki kebijakan critical mineral stockpiling yang dikelola melalui lembaga pemerintah, termasuk Korea Mine Rehabilitation and Mineral Resources Corporation (KOMIR) dan Public Procurement Service (PPS). Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pasokan dan merespons gangguan rantai pasok global. Jepang juga memiliki sistem national stockpiling untuk logam strategis yang dikelola Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC). Sementara, Amerika Serikat memiliki National Defense Stockpile dan pada 2026 mengembangkan U.S. Strategic Critical Minerals Reserv melalui Project Vault untuk memperkuat ketahanan rantai pasok mineral kritis. Pengalaman negara-negara tersebut menunjukkan stockpile tidak semata-mata berfungsi sebagai tempat penyimpanan komoditas. Cadangan strategis dapat menjadi bantalan ketika terjadi gangguan pasokan, sekaligus membantu menjaga keberlangsungan industri yang bergantung pada mineral tertentu. Bagi Indonesia, kebutuhan membangun sistem tersebut berkaitan dengan besarnya kekayaan mineral nasional yang belum seluruhnya masuk ke dalam tata kelola formal. MIND ID menilai pengelolaan mineral strategis tidak cukup hanya mengandalkan aktivitas produksi, tetapi harus terhubung dari sektor hulu hingga hilir. Maroef menyebut produksi emas Antam hanya mencapai 743 kilogram, atau sekitar 0,83% dari produksi nasional. Dengan demikian, sekitar 99,17% produksi emas berasal dari perusahaan lain. Besarnya porsi produksi di luar MIND ID tersebut menunjukkan perlunya sistem nasional yang mampu mencatat, mengagregasi, dan mengelola komoditas strategis secara lebih terintegrasi. Dalam konteks itu, national mineral stockpile dapat menjadi salah satu instrumen untuk memastikan komoditas strategis tidak seluruhnya mengikuti siklus produksi dan permintaan pasar. Negara memiliki ruang untuk menyimpan sebagian komoditas dan melepasnya ketika dibutuhkan, terutama saat terjadi gangguan pasokan. Menurut Maroef, langkah tersebut pada akhirnya ditujukan untuk memastikan kekayaan mineral Indonesia memberikan manfaat yang lebih besar bagi kepentingan nasional. “Sumber daya mineral harus dikelola secara strategis, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945, yakni demi kemandirian dan kedaulatan pengelolaannya,” sebut Maroef.
Personel SPN Polda Sumut Raih Juara I Taekwondo Piala Pangdam I Bukit Barisan
Personel Sekolah Polisi Negara (SPN) Hinai Polda Sumatera Utara, Bripda Jamal Madani Sembiring, berhasil meraih Juara I kategori TNI/Polri cabang Taekwondo pada Kejuaraan Piala Pangdam I Bukit Barisan
Razia KRYD THM Polsek Mandau dan BKO Polres Bengkalis Pengunjung Celcius Karaoke Positif Narkoba
Mandau, katakabar.com - Tim Opsnal Polsek Mandau dan BKO Polres Bengkalis gelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di wilayah hukum Polsek Mandau, Minggu (23/8) sekitar pukul 02.39 WIH dini hari. Kapolsek Mandau, AKP I Made Pasek, melalui Kasi Humas Polsek Mandau, Betti Dumauli S, kepada wartawan lewat siaran pers, Minggu sore, mengatakan giat ops KRYD menyasar Tempat Hiburan Malam (THM) yang beroperasi di wilayah hukum Polsek Mandau. Ketika tim opsnal gabungan razia, ujar Betti, di Celcius Karaoke yang berada di kawasan Jalan Hang Tuah Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, dengan menargetkan pengunjung dan pengelola. "Salah seorang pengunjung hasil test positif berinisial DS 30 tahun, warga Dusun Pendawa Desa Harapan Baru, Kecamatan Madau," jelasnya. Pengunjung yang hasil test urine positif diamankan, kata Betti, kemudian dibawa ke Mako Polsek Mandau untuk proses selanjutnya oleh Unit Reskrim Polsek Mandau. Selama giat ops KRYD Gabungan Polsek Mandau dan BKO Polres Bengkalis, tambah Kasi Humas Polsek Mandau, dengan sasaran kegiatan Tempat Hiburan Malam (THM) di wilayah hukum Polsek Mandau berlangsung dengan keadaan aman dan terkendali.
Perkuat Keberlanjutan Industri Sawit, BPDP Tancap Gas PSR dan Penguatan SDM Perkebunan
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus perkuat keberlanjutan industri kelapa sawit nasional melalui percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) perkebunan. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tiga pihak Program Dana Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit Batch VI secara simbolis, sekaligus kerja sama Program Pengembangan SDM Perkebunan. Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurachman, mengatakan PSR salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan pekebun. Menurut Eddy, Program PSR dilakukan melalui penggantian tanaman yang sudah tidak produktif dengan benih unggul serta penerapan praktik budidaya yang baik atau Good Agricultural Practices(GAP). Dalam pelaksanaannya, BPDP berperan mengelola dan menyalurkan dukungan pendanaan kepada kelembagaan pekebun sesuai ketentuan, dengan melibatkan pemerintah daerah, perbankan mitra, serta pemangku kepentingan terkait. "Sejak dilaksanakan pada 2016 silam hingga 19 Agustus 2026, Program PSR secara kumulatif telah menjangkau 187.782 pekebun dengan total luas lahan mencapai 428.745 hektare. Dana yang telah disalurkan mencapai Rp12,86 triliun," rincinya. Khusus pada 2026, katanEddy, realisasi PSR telah mencapai 133 proposaldengan luas 20.229 hektare, melibatkan 10.403 pekebun, dengan nilai penyaluran dana sebesar Rp606 miliar. "BPDP terus mendorong percepatan pelaksanaan PSR dengan tetap mengedepankan ketepatan sasaran, akuntabilitas, tata kelola, serta kualitas pelaksanaan. Sejumlah tantangan juga terus menjadi perhatian, antara lain percepatan proses pengusulan dan verifikasi calon penerima serta lahan, kepastian legalitas lahan, penguatan kelembagaan pekebun, hingga ketersediaan benih yang memenuhi persyaratan peremajaan," jelasnya. Selain itu, sambung Eddy, penguatan monitoring dan pengawasan kemajuan fisik kegiatan, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, BPDP, perbankan, serta pemangku kepentingan lainnya terus ditingkatkan. Sinkronisasi data dan sistem informasi juga menjadi bagian penting untuk meminimalkan perbedaan data terkait pekebun, luas lahan, status proposal, progres fisik, serta realisasi penggunaan dana PSR. Pengembangan SDM Fondasi Industri Sawit Selain mendorong peremajaan kebun, BPDP menempatkan pengembangan SDM sebagai salah satu fondasi penting dalam meningkatkan daya saing industri sawit nasional. Sejak 2016 silam, Program Pengembangan SDM Perkebunan melalui pendidikan dan pelatihan telah memberikan manfaat kepada lebih dari 13.000 penerima beasiswa dan lebih dari 32.000 penerima pelatihan dari berbagai daerah di Indonesia. Pada 2026, BPDP meningkatkan kuota penerima program pendidikan menjadi 5.000 orang untuk jenjang D1 hingga S1. Program tersebut didukung oleh 42 lembaga pendidikan mitra terpilih, dengan nilai total kontrak sekitar Rp891 miliar. Dari jumlah tersebut, sembilan lembaga pendidikan telah melengkapi persyaratan dan akan menandatangani kontrak kerja sama, sedangkan 33 lembaga lainnya masih dalam proses melengkapi dokumen persyaratan. Program pendidikan tersebut berjalan beriringan dengan dukungan terhadap pelatihan dan riset sawit. Sinergi antara penguatan riset dan penyiapan SDM unggul diharapkan mampu menjadi fondasi bagi hilirisasi serta peningkatan daya saing industri sawit nasional dalam jangka panjang. Eddy menegaskan, keberhasilan Program PSR tidak hanya diukur dari besarnya dana yang disalurkan atau luas lahan yang diremajakan, tetapi juga dari kemampuan program dalam meningkatkan produktivitas kebun dan kesejahteraan pekebun secara berkelanjutan.
Sucofindo Perkuat Penerapan Sistem Manajemen Terintegrasi Pertamina Hulu Rokan
Jakarta, katakabar.com - PT Sucofindo (Persero) menyerahkan Sertifikat Surveillance ISO Sistem Manajemen Integrasi (SMI) kepada PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Sertifikat tersebut diserahkan sebagai bentuk pengakuan atas kesesuaian penerapan sistem manajemen mutu, manajemen lingkungan, serta manajemen kesehatan dan keselamatan kerja PHR terhadap standar internasional. Sertifikat ini diserahkan langsung oleh Direktur Komersial PT Sucofindo (Persero), Agus Permadi kepada Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan, Muhamad Arifin. Agus Permadi menyampaikan apresiasi atas komitmen PT Pertamina Hulu Rokan menerapkan standar internasional secara konsisten di seluruh kegiatan operasional perusahaan. “Perolehan sertifikat ini menunjukkan komitmen kuat PT Pertamina Hulu Rokan dalam membangun budaya mutu, keberlanjutan lingkungan, serta kesehatan dan keselamatan kerja yang menjadi fondasi penting bagi operasional perusahaan. Sebagai lembaga sertifikasi, Sucofindo bangga dapat mendukung PHR dalam memastikan sistem manajemen yang diterapkan telah memenuhi persyaratan standar internasional dan berjalan secara efektif serta berkelanjutan. Sertifikasi ini tidak hanya menjadi bentuk pengakuan atas kesesuaian sistem yang diterapkan, tetapi juga menjadi landasan untuk mendorong peningkatan kinerja dan perbaikan berkelanjutan di masa mendatang,” jelasnya. Agus Permadi menambahkan, tahun ini PT Sucofindo (Persero) melaksanakan Surveillance Audit 2 terhadap penerapan Sistem Manajemen Integrasi PT Pertamina Hulu Rokan. Audit ini merupakan bagian dari siklus sertifikasi yang sebelumnya mencakup Compliance Audit, Certification Audit, dan Surveillance Audit 1. Melalui audit tersebut, PT Sucofindo (Persero) melakukan verifikasi atas konsistensi penerapan sistem manajemen mutu, lingkungan, serta kesehatan dan keselamatan kerja untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, dan ISO 45001:2018. Muhamad Arifin, menyampaikan pencapaian sertifikasi ini merupakan hasil dari komitmen seluruh insan perusahaan dalam menjalankan operasional yang mengedepankan kualitas, keberlanjutan, serta aspek kesehatan dan keselamatan kerja. “Pencapaian sertifikat ini menjadi bukti komitmen PHR dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang mengacu pada standar internasional. Sertifikasi ini bukan sekadar pengakuan atas sistem yang telah kami bangun, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus melakukan continuous improvement, memperkuat budaya keselamatan, meningkatkan kinerja lingkungan, serta memastikan setiap proses bisnis berjalan secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Kami mengapresiasi SUCOFINDO yang telah menjadi mitra strategis dalam proses sertifikasi dan pemastian kesesuaian ini,” jelasnya. Muhamad Arifin juga menambahkan sebagai perusahaan yang bergerak di sektor energi dengan tingkat kompleksitas operasional yang tinggi, PHR terus memperkuat penerapan sistem manajemen yang terintegrasi untuk memastikan proses bisnis berjalan secara konsisten, memenuhi kebutuhan para pemangku kepentingan, memperhatikan aspek lingkungan, serta mengendalikan risiko kesehatan dan keselamatan kerja. Integrasi ketiga standar tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung operational excellence dan keberlanjutan perusahaan. Sebagai perusahaan jasa Testing, Inspection, and Certification (TIC), PT SUCOFINDO (PERSERO) berkomitmen memberikan berbagai layanan yang independen, kredibel, dan berstandar internasional guna mendukung peningkatan kinerja organisasi, penguatan tata kelola, serta penerapan prinsip keberlanjutan di berbagai sektor industri strategis nasional. Layanan tersebut meliputi ISO 9001 Sistem Manajemen Mutu, ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan, ISO 45001 Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja, ISO 50001 Sistem Manajemen Energi, ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan, ISO 27001 Sistem Manajemen Keamanan Informasi, serta berbagai skema sertifikasi lainnya.
Bittime Gelar Event di Bali, Bahas Potensi dan Masa Depan Futures di Indonesia
Bali, katakabar.com - Bittime, PAKD yang terdaftar dan diawasi OJK, menggelar side event di Bali bahas potensi Bittime Futures dan perkembangan pasar derivatif kripto di Indonesia. Bittime menargetkan pertumbuhan volume perdagangan Bittime Futures hingga 10 kali lipat dalam tahun pertama, dengan fokus pada edukasi, strategi trading, dan manajemen risiko. Bittime sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menggelar event di Bali pada 19 Agustus 2026. Acara ini menjadi forum bagi Bittime untuk membahas target Bittime Futures, potensi perdagangan derivatif kripto di Indonesia, sekaligus memperkuat pemahaman trader mengenai strategi dan manajemen risiko. Sekitar 150 audiens diperkirakan hadir dalam acara tersebut, yang terdiri dari VIP Customer, KOL, trader, komunitas, serta mitra institusi Bittime. Melalui pertemuan ini, Bittime mempertemukan berbagai pelaku ekosistem aset digital untuk berbagi perspektif mengenai perkembangan Futures dan peluangnya di Indonesia. Pasar Futures Global Terus Berkembang Potensi Futures juga terlihat dari perkembangan pasar derivatif aset kripto secara global. Berdasarkan data dan riset CoinMarketCap, perdagangan derivatif pada periode tertentu menyumbang sekitar 79% dari total volume perdagangan aset kripto global, menunjukkan besarnya aktivitas derivatif dalam ekosistem aset digital. Di Indonesia, perdagangan aset kripto saat ini masih didominasi pasar spot. OJK mencatat nilai transaksi aset kripto mencapai Rp28,58 triliun pada Juni 2026, meningkat 24,20% secara month-to-month (mtm) dibandingkan Rp23,01 triliun pada Mei 2026. Jumlah investor aset kripto Indonesia juga telah mencapai lebih dari 22 juta. Perkembangan tersebut membuka peluang bagi pasar Futures untuk semakin berkembang seiring meningkatnya pemahaman pelaku pasar terhadap berbagai instrumen perdagangan aset digital. Bittime Futures Hadir dengan 49 Trading Pairs Perkembangan Bittime Futures menjadi salah satu fokus utama dalam side event tersebut. Saat ini, Bittime Futures menyediakan 49 trading pairs, posisi Long dan Short, leverage hingga 25x, serta pilihan Cross Margin dan Isolated Margin. Pengguna juga diwajibkan menyelesaikan knowledge test sebelum mengakses Futures sebagai bagian dari upaya Bittime memastikan pengguna memahami karakteristik dan risiko produk. Pada periode beta, lima pasangan Futures dengan aktivitas perdagangan tertinggi di Bittime adalah BTC/USDT, ETH/USDT, PUMP/USDT, HYPE/USDT, dan PEPE/USDT. Aktivitas tersebut menunjukkan minat trader yang tidak hanya tertuju pada Bitcoin dan Ethereum, tetapi juga berbagai aset kripto alternatif. Bittime melihat pasar Futures Indonesia masih berada pada tahap awal dan memiliki ruang untuk berkembang. Sejalan dengan peluang tersebut, Bittime menargetkan pertumbuhan volume perdagangan Bittime Futures hingga 10 kali lipat dalam tahun pertama. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan perkembangan Futures perlu didukung dengan pemahaman yang lebih baik dari pelaku pasar. “Pasar Futures Indonesia masih memiliki ruang yang besar untuk berkembang. Seiring semakin banyaknya pelaku pasar yang memahami karakteristik Futures, kami melihat peluang bagi produk ini untuk menjadi bagian yang semakin penting dalam ekosistem aset digital Indonesia,” ujar Ryan. Menurut Ryan, edukasi juga menjadi bagian penting dalam pengembangan Futures karena penggunaan leverage dapat meningkatkan potensi keuntungan sekaligus risiko kerugian. Bittime Dorong Trader Kenali Strategi Futures Futures memberikan fleksibilitas bagi trader untuk mengambil posisi Long maupun Short berdasarkan analisis dan strategi masing-masing. Fleksibilitas tersebut memungkinkan trader merespons kondisi pasar yang berbeda, baik ketika harga bergerak naik maupun turun. Melalui side event ini, Bittime tidak hanya memperkenalkan perkembangan Bittime Futures, tetapi juga mendorong trader dan pelaku ekosistem untuk memahami mekanisme Futures secara lebih baik sebelum melakukan transaksi. Bittime menilai pertumbuhan aktivitas Futures perlu berjalan seiring dengan peningkatan literasi dan manajemen risiko. Dengan pendekatan tersebut, Futures diharapkan dapat menjadi bagian yang semakin berkembang dalam ekosistem aset digital Indonesia.
Omzet Naik Tetapi Laba Menipis? Sering Terlewat Sebelum Beralih ke Odoo ERP
Jakarta, katakabar.com - Omzet naik tapi laba menipis? Kenali faktor yang sering terlewat sebelum beralih ke Odoo ERP untuk meningkatkan efisiensi bisnis. Penjualan tahun ini tumbuh, tetapi saldo kas justru terasa semakin ketat. Laporan menunjukkan pertumbuhan, sementara laba bersih berjalan di tempat. Banyak pemilik usaha menemui kondisi omzet naik tapi laba menipis. Penyebabnya jarang tunggal, dan hampir selalu tersembunyi di detail operasional. Gejalanya baru terasa setelah beberapa bulan berjalan. Diskon diberikan cabang tanpa persetujuan, lalu dianggap harga normal. Biaya kirim barang masuk tidak pernah dihitung ke harga pokok penjualan. Akibatnya, margin kotor pada laporan terlihat lebih tinggi daripada kenyataan. Menambah penjualan tidak akan menutup kebocoran semacam itu. Perusahaan justru perlu melihat laba per produk, bukan hanya angka total. Karena itu, diskusi bersama vendor ERP sebaiknya dimulai dari struktur biaya. Pemetaan biaya yang jelas menentukan seberapa berguna sistem barunya nanti. Pertumbuhan Penjualan Tidak Selalu Diikuti Laba Aktivitas usaha nasional memang sedang menguat. Survei Kegiatan Dunia Usaha Bank Indonesia mencatat kapasitas produksi terpakai 73,80 persen pada triwulan II 2026. Artinya, sebagian kapasitas masih menganggur meski permintaan membaik. Biaya tetap terus berjalan, sementara volume belum sepenuhnya menutupinya. Tanda Kebocoran Mudah Dikenali Beberapa pola berikut biasanya terlihat lebih dulu: ● Harga jual efektif berbeda jauh dari daftar harga resmi. ● Retur barang dicatat sebagai potongan, bukan sebagai kerugian. ● Stok mati bertambah tanpa pernah masuk pembahasan bulanan. ● Ongkos kirim pelanggan ditanggung perusahaan tanpa batas yang jelas. Empat pola itu jarang muncul pada laporan laba rugi ringkas. Padahal, gabungannya bisa memangkas margin beberapa persen setiap bulan. Biaya yang Terlewat Saat Omzet Naik Tetapi Laba Menipis Sebagian besar kebocoran berasal dari biaya yang tidak dibebankan tepat. Biaya tersebut memang tercatat, tetapi masuk ke pos umum perusahaan. Akibatnya, produk yang merugi tetap terlihat sehat di laporan penjualan. Kondisi omzet naik tapi laba menipis pun sulit ditelusuri sumbernya. Biaya Angkut Masuk Tidak Dibebankan Barang impor maupun antar pulau selalu membawa biaya angkut masuk. Bila biaya itu diabaikan, nilai persediaan tercatat terlalu rendah. Harga jual pun ditetapkan memakai dasar yang keliru sejak awal. Pembebanan biaya angkut ke tiap barang membuat perhitungannya lebih jujur. Diskon Lapangan Tidak Tercatat Rapi Diskon sering diberikan lewat kesepakatan lisan di lapangan. Pencatatan diskon pada pos terpisah membuat besarannya bisa dipantau. Manajemen jadi tahu berapa laba yang sebenarnya dilepas tiap bulan. Menghitung Laba Sampai Tingkat Produk dan Pelanggan Laporan laba rugi tunggal jarang cukup bagi perusahaan yang tumbuh. Setiap transaksi sebaiknya membawa penanda produk, cabang, dan pelanggan. Dari sana, laba bisa dilihat per lini, bukan hanya per periode. Pola omzet naik tapi laba menipis biasanya langsung terlihat di sini. Pelanggan Besar Ternyata Tipis Marginnya Pelanggan bervolume besar sering menuntut harga khusus dan tempo panjang. Keduanya menambah biaya modal kerja yang jarang dihitung terpisah. Analisis laba per pelanggan membantu menilai ulang syarat kerja samanya. Beban Operasional Ikut Naik Diam-diam Pertumbuhan penjualan hampir selalu menambah beban operasional baru. Lembur gudang, biaya kemasan, dan komisi penjualan kerap naik lebih cepat. Perbandingan beban terhadap penjualan tiap bulan membantu melihat pergeserannya. Kenaikan beberapa persen saja sudah cukup menghapus tambahan labanya. Pemeriksaan Awal Saat Omzet Naik tapi Laba Menipis Pemeriksaan berikut biasanya cukup untuk menemukan penyebab utamanya: 1. Bandingkan harga jual efektif dengan daftar harga resmi per produk. 2. Hitung ulang harga pokok dengan memasukkan biaya angkut dan retur. 3. Telusuri barang yang tidak bergerak selama enam bulan terakhir. 4. Periksa tempo pembayaran pelanggan terbesar beserta biaya yang menyertainya. Empat langkah ini bisa dikerjakan sebelum sistem baru dibeli. Hasilnya justru menjadi bahan utama saat menyusun kebutuhan sistem. Data Perlu Disiapkan Lebih Dulu Tiga data berikut sering diminta pada pertemuan pertama: ● Daftar produk beserta harga beli dan harga jual terakhir. ● Rekap diskon dan retur selama enam bulan terakhir. ● Daftar pelanggan utama beserta tempo pembayarannya. Partner Odoo yang berpengalaman akan menanyakan data itu lebih dulu. Pertanyaan tersebut membantu memastikan sistem menjawab masalah yang tepat. Memperbaiki Angka Sebelum Menambah Alat Intinya, sistem baru tidak menciptakan laba dengan sendirinya. Sistem hanya membuat kebocoran terlihat lebih cepat dan lebih jelas. Karena itu, keluhan omzet naik tapi laba menipis sebaiknya ditelusuri dulu. Perbaikannya bertahap dan menuntut kedisiplinan pencatatan di semua lini. i2C Studio sebagai partner Odoo resmi membantu memetakan struktur biaya perusahaan. Pendampingannya menyesuaikan kebiasaan operasional yang sudah berjalan. Diskusi bersama vendor ERP pada tahap awal membantu menyusun prioritas perbaikan. Pertanyaan yang Sering Diajukan Pemilik Usaha 1. Mengapa laba menipis padahal penjualan meningkat? Umumnya karena diskon, retur, dan ongkos angkut belum dibebankan secara tepat. 2. Apakah semua produk perlu dihitung marginnya? Sebaiknya iya, sebab produk bervolume besar belum tentu menyumbang laba terbesar. 3. Kapan perusahaan perlu mempertimbangkan sistem terintegrasi? Saat pencatatan manual mulai membuat manajemen ragu pada angka laporannya sendiri.