2 jam yang lalu

PHR Bongkar Keunggulan Operasi dan Inovasi Capai Prestasi Produksi Regional 1 Sumatera di IPA Convex 2026

Jakarta, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), bagian dari Subholding Upstream Pertamina, berpartisipasi aktif di ajang bergengsi Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition 2026. Ajang tersebut sebuah perhelatan industri migas pertemukan berbagai pemangku kepentingan guna membahas masa depan energi nasional. Sebagai salah satu produsen minyak dan gas utama di Indonesia, kehadiran PHR tidak hanya memperlihatkan peran strategis perusahaan dalam pengelolaan migas, tetapi juga menampilkan capaian produksi, inovasi teknologi, serta komitmen keberlanjutan. “Kehadiran PHR di IPA Convex 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan inovasi teknologi dan strategi bisnis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Melalui pengembangan berbagai metode, termasuk MNK, PHR berkomitmen mendorong peningkatan produksi migas berkelanjutan,” kata Direktur Utama PHR Regional 1, Muhamad Arifin. Diketahui, sebagai langkah strategis, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) sebagai salah satu metode yang digencarkan guna menjaga keberlanjutan produksi. Berpotensi menjadi game changer memperkuat portofolio masa depan Pertamina sekaligus menjaga ketahanan energi nasional di tengah tantangan lapangan migas konvensional yang semakin menua (mature fields). Pada ajang IPA Convex kali ini, PHR juga akan berpartisipasi dalam sesi diskusi Technical Program-Special Session bertema _Best Practices in Mature Field Management: Sustaining Production and Ensuring Energy Security_ . General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko tampil sebagai pembicara utama dengan memaparkan strategi pengelolaan lapangan tua yang tetap produktif melalui penerapan teknologi dan manajemen berkelanjutan. Sesi ini mengupas bagaimana perjalanan manajemen reservoir (reservoir management/RM) di Zona Rokan, sebuah operasi onshore terbesar di Indonesia dengan lebih dari 115 lapangan dan 12.600 sumur. Produksi dari area ini sekitar 151 ribu barel minyak per hari, serta 33 MMSCFD gas, dengan metode pemulihan primer, sekunder (waterflood), hingga tersier (steamflood dan CEOR). Ke depan, Blok Rokan diarahkan untuk terus berkembang melalui survei seismik 3D, reaktivasi sumur idle, ekspansi waterflood dan steamflood, serta penerapan inovasi digital berbasis AI/ML. Pesan utama dari materi ini adalah dengan manajemen reservoir yang disiplin, teknologi mutakhir, dan kepemimpinan yang kuat, lapangan matang seperti Rokan masih memiliki potensi besar untuk mendukung energi Indonesia di masa depan. Tidak hanya di sesi utama, PHR Regional 1 Sumatra juga menunjukkan komitmen akademis dan teknis dengan total 13 keterlibatan dalam program Poster Presentation, Oral Presentation, dan Core Workshop. Partisipasi ini menegaskan kontribusi aktif PHR dalam berbagi pengetahuan, pengalaman, serta inovasi teknologi kepada komunitas migas nasional dan internasional. Tak kalah menarik, dalam momen IPA Convex 2026 kali ini juga akan ada penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas antara PT Pertamina EP dan PT Pertamina Hulu Rokan untuk produksi operasi minyak dan gas bumi Wilayah Kerja Rokan. PHR akan membeli gas dari PEP, dengan perjanjian jual beli ini akan mendukung kebutuhan gas khususnya di WK Rokan untuk kegiatan operasi produksi minyak dan gas bumi. Inovasi dan Prestasi Produksi Regional 1 Sumatra PHR Regional 1 Sumatra terus menunjukkan berbagai capaian inovasi dan kinerja produksi di masing-masing zona operasi. Di Zona Rokan, selain pengembangan MNK, PHR berhasil melaksanakan Put On Injection (POI) pertama pada proyek Enhanced Oil Recovery (EOR) atau steamflood di lapangan North Duri Development (NDD) A14 pada Selasa, 14 Januari 2025. Keberhasilan penerapan metode steamflood ini menjadi bukti nyata inovasi anak bangsa dalam mengembangkan teknologi sektor migas sekaligus tonggak penting dalam pengembangan lapangan minyak di Zona Rokan. Melalui implementasi steamflood di lapangan NDD A14, proyek ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan cadangan dan produksi minyak di Blok Rokan. Keberhasilan tersebut juga menjadi motivasi bagi para pekerja PHR untuk terus berkontribusi menjaga ketahanan energi nasional. Di Zona 1, proyek Put on Production and Exploration (PoPE) Padang Pancuran (PPC-001) di Wilayah Kerja Jambi Merang yang dikelola entitas dalam Subholding Upstream berhasil meraih penghargaan kategori Onstream R2P Optimized. Proyek ini mencapai onstream pada 23 Desember 2025 dengan target awal produksi sebesar 67 BOPD dan proyeksi puncak produksi mencapai 379 BOPD pada 2026. Percepatan proyek dicapai melalui strategi early procurement, pemanfaatan fasilitas eksisting, pembentukan tim percepatan perizinan, serta koordinasi intensif dengan mitra kerja di tengah tantangan cuaca ekstrem, IPPKH, dan long lead item. Sementara di Zona 4, penerapan metode batch drilling di Adera Field, Sumatra Selatan, dengan menargetkan klaster sumur di Lapangan Benuang berhasil menciptakan efisiensi biaya yang signifikan sekaligus meningkatkan produksi minyak dan gas. Sejak mulai berproduksi pada 2 September 2025, implementasi teknologi ini menunjukkan hasil impresif. Hingga 5 Oktober 2025, produksi mencapai 3.388 BOPD, jauh melampaui target awal sebesar 1.200 BOPD atau hampir tiga kali lipat, dengan rata-rata produksi harian mencapai 1.552 BOPD. Berbagai inovasi itu turut menunjang capaian produksi. Sepanjang tahun 2025, PHR Regional 1 Sumatra mencatat produksi lebih dari 30% produksi nasional, menjadikannya salah satu kontributor terbesar bagi produksi nasional. Zona Rokan sebagai tulang punggung operasi berhasil mempertahankan stabilitas produksi di tengah tantangan lapangan tua, sementara Zona 1 dan Zona 4 menunjukkan tren peningkatan melalui optimalisasi sumur dan penerapan teknologi baru. Sejak 2025 hingga kini, PHR juga mencatat berbagai prestasi membanggakan. Di Zona Rokan, implementasi teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) berbasis Alkali-Surfactant-Polimer (ASP) terbukti meningkatkan perolehan minyak dari lapangan tua, sekaligus meraih penghargaan dari SKK Migas atas keberhasilan menjaga produksi di atas target. Zona 1 berhasil mengembangkan digital monitoring system yang meningkatkan efisiensi operasi dan mendapat apresiasi sebagai inovasi digital terbaik di internal Pertamina. Sementara itu, Zona 4 mencatat keberhasilan program drilling, workover & well intervention yang mendongkrak produksi minyak dan gas, serta meraih penghargaan keselamatan kerja (Safety Performance Award) tingkat nasional. TJSL Selain capaian produksi dan teknologi, PHR juga menegaskan komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat di seluruh area operasi Regional 1 Sumatra. Di Zona 1, Program Edu Ekowisata Mangrove di Desa Pasar Rawa, Kabupaten Langkat, mengintegrasikan konservasi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi pesisir. Di Zona Rokan, PHR mengembangkan Brand Mandau sebagai inisiatif ekonomi kreatif berbasis budaya Melayu yang memberdayakan perempuan melalui produk unggulan Batik Mandau. Sementara di Zona 4, Program Rumah Kreatif Boek Khaman di Desa Lubuk Raman, Kabupaten Muara Enim, menjadi inovasi sosial berbasis potensi lokal dengan penerapan teknologi ramah lingkungan untuk pengelolaan limbah bambu dan batik. PHR Zona 1 juga ikut meramaikan pameran di booth SKK Migas dengan menampilkan UMKM difabel binaan Pertamina EP Rantau Field, yakni kedai kopi Inklusi Coffee yang dikembangkan di Rumah Kreatif Tamiang, Aceh Tamiang. Kehadiran UMKM binaan ini memperlihatkan komitmen PHR dalam mendukung ekonomi kaum difabel di wilayah operasi. Dengan kehadiran PHR di IPA Convex 2026, perusahaan berharap dapat terus berkontribusi dalam penguatan industri energi nasional, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui berbagai inisiatif sosial dan ekonomi.

Rita Wahyuniati, Istripreneur Sejati Sukses Kembangkan Rujak Petis Mewah 'Mepet Sawah' Lifestyle
Lifestyle
7 jam yang lalu

Rita Wahyuniati, Istripreneur Sejati Sukses Kembangkan Rujak Petis Mewah 'Mepet Sawah'

Ngawi, katakabar.com - Mewarisi bakat jualan dari ibunya, Rita Wahyuniati kini sukses mengembangkan usaha rujak petis yang dirintisnya sejak 2023 lalu. Warga RT 01 RW 01 Krajan Wetan, Desa Sine, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi ini berjualan Rujak Petis Mewah "Mepet Sawah" di depan Gapura Gunung Warak, Rest Area Sine.  Dagangan Rita laris manis. Hanya dalam hitungan jam, puluhan porsi rujak dan dawet tape ketan ireng habis terjual.  "Petisnya asli dari Tuban. Lumayan, setengah hari jualan bisa habis 50-an porsi rujak dan dawet. Pulang ke rumah bisa bawa pulang Rp600 ribu," ujar ibu dua anak 36 tahun ini. Berjualan memang sudah menjadi hobi Rita sejak kecil. Apalagi ia lulus dari SMK Negeri Ngawi jurusan Penjualan pada 2006, jadi ilmunya langsung kepakai. Andalan dagangannya tetap rujak petis. Tapi Rita juga punya inovasi sendiri, menggabungkan rujak pedas dengan dawet tape ketan ireng dalam satu paket.  "Rasanya rada strong dan manis legit. Yang satu pedas, yang satu manis dingin. Jadi pas," jelasnya. Menurutnya jombinasi unik ini ternyata cocok di lidah pembeli. Pelanggannya pun beragam, mulai dari pekerja, ASN, hingga wisatawan yang mampir di Rest Area Gunung Warak. "Ini bukan sekadar soal jualan. Ini soal menjaga warisan ibu, sekaligus membuktikan kalau perempuan desa juga bisa mandiri dan punya usaha sendiri," tambahnya.

Polsek Merbau Dukung Ketapang Nasional Cek dan Beri Pakan Kambing Hukrim
Hukrim
7 jam yang lalu

Polsek Merbau Dukung Ketapang Nasional Cek dan Beri Pakan Kambing

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Guna mendukung program swasembada dan ketahanan pangan (Ketapang) nasional, jajaran Polsek Merbau, Polres Kepulauan Meranti, melaksanakan kegiatan pengecekan sekaligus pemberian pakan kambing di wilayah Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Merbau, Brigpol Andre Jonanda atas arahan Kapolsek Merbau, AKP Jimmy Andre, S.H., M.H. Kapolsek Merbau, AKP Jimmy Andre melalui Brigpol Andre Jonanda, mengatakan kegiatan ini bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat, khususnya di wilayah Kepulauan Meranti. “Melalui kegiatan pengecekan dan pemberian pakan kambing ini, kami ingin memastikan program ketahanan pangan masyarakat berjalan dengan baik serta memberikan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat,” ujar Brigpol Andre Jonanda. Menurutnya, keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap sektor peternakan masyarakat yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung swasembada pangan nasional. Selain melakukan pengecekan kondisi ternak, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar terus menjaga kualitas pakan dan kesehatan hewan ternak sehingga hasil peternakan dapat meningkat. Polsek Merbau berharap kegiatan tersebut mampu mendorong semangat masyarakat dalam mengembangkan sektor peternakan mandiri sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi dan ketahanan pangan daerah. Di sisi lain, Polres Kepulauan Meranti juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan tindakan kriminal maupun gangguan kamtibmas melalui layanan Call Center 110 Polres Kepulauan Meranti.

Polsek Mandau Lihat Lahan Persiapan Panen Raya Jagung Program 100 Hari Asta Cita Presiden RI di Rejosari Hukrim
Hukrim
8 jam yang lalu

Polsek Mandau Lihat Lahan Persiapan Panen Raya Jagung Program 100 Hari Asta Cita Presiden RI di Rejosari

Bathin Solapan, katakabar.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Mandau survei (cek) pengelolaan lahan program gerakan penanaman jagung seluas 1 juta hektar Polri rangkaian program 100 Hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto. Kegiatan survei, kata Kapolsek Mandau, Kompol Primadona, melalui Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, kepada wartawan lewat siaran persnya, Kamis (21/5) siang, dalam rangka persiapan Panen Raya Jagung di kawasan Jalan Rejosari  RT 03 RW 03, Dusun Sukamaju, Desa Air Kulim, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkaliis, Riau. Menurut Kasi Humas Polsek Mandau, pengelolaan kegiatan Panen Raya Jagung bersama pemilik lahan yakni Kelompok Pengelola Tani Berkah bekerja sama dengan BUMdes Air Kulim. "Pemilik Lahan, Sumadi alias Akong, Polres Bengkalis, Polsek Mandau, Pemkab Bengkalis dan Desa Air Kulim telah mendorong untuk mendukung Program Gerakan penanaman jagung seluas 1 juta hektar Polri Program 100 Hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia," ulasnya. Kegiatan tersebut program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, dalam hal ini Polri mendorong ielompok masyarakat, BUMdes Desa Air Kulim dan pemilik kebun untuk memanfaatkan lahan kebun kelapa sawit untuk ditanami jagung secara tumpang sari . "Total luas lahan sementara dua hektar telah memasuki usia tanam kurang lebih 100 hari dengan tinggi tanaman mencapai 170 centimeter juga sudah berbuah tetapi ada juga yang kecil terkena banjir lantaran intensitas hujan tinggi. Saat ini sedang dilakukan pemupukan Kelompok Tani Berkah," ucap Betty.

Kobarkan Semangat Kemanusiaan, Ratusan Pejuang Energi PHR Sukses Kumpulkan 235 Kantong Darah Kesehatan
Kesehatan
10 jam yang lalu

Kobarkan Semangat Kemanusiaan, Ratusan Pejuang Energi PHR Sukses Kumpulkan 235 Kantong Darah

Duri, katakabar.com - Semangat kemanusiaan berkobar ditunjukkan ratusan pekerja dan mitra kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) padati lokasi donor darah sejak pagi hari, Rabu (20/5) kemarin. Di sela-sela aktivitas padat menjaga keandalan operasional demi ketahanan energi nasional, para pejuang energi ini dengan penuh antusias rela mengantre demi mendonorkan darah mereka untuk membantu sesama. Aksi sosial kemanusiaan yang bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional ini digelar di Kantor Gading PHR, Duri, Kabupaten Bengkalis. Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Dumai dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mandau, kegiatan ini berhasil mengumpulkan sebanyak 235 kantong darah dari antusiasme 304 pendaftar. Kantong darah tersebut siap disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah operasional dan sekitarnya melalui tenaga medis mitra tersebut. Donor darah ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial pekerja PHR berjalan selaras dengan dedikasi mereka dalam memproduksikan minyak dan gas bumi. Bagaimanapun, di balik ketatnya disiplin kerja di lapangan, denyut nadi kepedulian terhadap keselamatan nyawa manusia tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh dikesampingkan. Operation Head Production & Operation PHR, I Gede Putu Ambara Guna, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas tingginya antusias yang ditunjukkan oleh segenap tim di lapangan. "Hari ini kami melihat pemandangan yang luar biasa, di mana para pekerja menunjukkan aksi kepeduliannyha terhadap sesama secara nyata melalui donor darah. PHR tidak hanya berkomitmen penuh dalam menjaga ketahanan energi nasional, tetapi kami juga memiliki tanggung jawab moral yang besar terhadap aspek kemanusiaan di lingkungan operasi,” ujarnya. Ia mengungkapkan, kebutuhan darah menjadi harapan bagi masyarakat yang membutuhkan, dan memberikan kesempatan hidup bagi orang lain. “Mari kita rutin melaksanakan donor darah, untuk membantu sesama dan bukti kepedulian kita terhadap kemanusiaan,” ajaknya. Dua ratusan kantong darah yang terkumpul hari ini adalah simbol dari ketulusan pekerja lapangan untuk terus mengalirkan kehidupan bagi sesama. Tingginya antusiasme dalam kegiatan ini juga tercermin dari cerita para pekerja lapangan yang rela menyisihkan waktu dan berdiri di barisan antrean demi bisa berbagi. Muhammad Basrol, seorang pekerja lapangan yang menjabat Sr Supervisor Field Ops Balam North ikut serta dalam antrean, mengungkapkan alasannya bergabung dalam aksi ini. "Setetes darah yang kita bagikan hari ini bisa menjadi penyambung nyawa bagi saudara kita yang sedang berjuang di ruang perawatan. Menjaga energi itu tugas kami, tapi membantu sesama adalah panggilan hati. PHR tidak hanya beroperasi memastikan energi nasional terpenuhi, namun juga berkomitmen untuk bisa berbagi dengan sesama dalam bentuk darah. Setetes darah merupakan energi kehidupan buat sesama,” tuturnya. Melalui kegiatan yang berlangsung tertib ini, PHR berharap kontinuitas agenda serupa dapat terus terjaga. Sinergi multipihak antara industri, lembaga kemanusiaan, dan fasilitas kesehatan daerah diharapkan mampu memperkuat kepedulian PHR kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi. Sekretaris Kecamatan Mandau, Rio Sentosa S.STP M.Si mengapresiasi PHR. Ia menilai aksi kemanusiaan PHR telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi bentuk kepedulian bagi masyarakat yang ditunjukan oleh PHR, semoga darah yang terkumpul dapat bermanfaat luas bagi masyarakat yang membutuhkan,” sebutnya. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah  Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

11 jam yang lalu

BPDP Dorong Hilirisasi Kakao dan Pengembangan UMKM Berbasis Perkebunan

Jakarta, katakabar.com - Usung konsep edukatif dan interaktif menghadirkan pelaku usaha cokelat lokal Cokelatin Signature lewat sesi story sharing, chocolate tasting, hingga praktik langsung pembuatan minuman cokelat berbasis kakao Indonesia. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai BLU Kementerian Keuangan terus perkuat promosi komoditas perkebunan sekaligus mendorong pengembangan UMKM berbasis kakao melalui Workshop “Roemah Kreasi Nyokelat di Roemah” yang digelar di Roemah UMKM BPDP @ SMESCO Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5) lalu. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menegaskan BPDP tidak hanya fokus pada pengelolaan dana perkebunan, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan UMKM.  “Putra-putri Bapak Ibu yang sudah lulus SMA punya kesempatan kuliah melalui program beasiswa sawit. Semua biaya ditanggung, termasuk uang saku bulanan,” terang Helmi. Menurutnya, penerima beasiswa bukan hanya dari keluarga pemilik kebun sawit, tetapi juga dapat berasal dari keluarga pekerja di sektor sawit seperti sopir perusahaan maupun profesi lain yang berkaitan dengan industri sawit. Selain program beasiswa, BPDP juga terus mendorong pertumbuhan UMKM berbasis komoditas perkebunan guna meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka peluang usaha baru. “Kami ingin ini bukan sekadar omon-omon. Kami ingin menjadi sesuatu yang nyata. Silakan manfaatkan kesempatan ini untuk membangun jejaring dan melihat apa yang bisa disupport oleh BPDP untuk pengembangan UMKM,” ujarnya.  Ia berharap kegiatan workshop tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan generasi muda untuk membangun usaha berbasis komoditas perkebunan. Co-Founder Cokelatin Signature, Nugroho Surosoputra, menuturkan bisnis yang dijalankannya berangkat dari ketertarikan terhadap potensi besar kakao Indonesia. Indonesia pernah menjadi produsen kakao terbesar ketiga di dunia dan hingga kini masih menjadi produsen terbesar di Asia. Namun demikian, citra cokelat premium selama ini justru lebih melekat pada negara-negara Eropa yang tidak memiliki produksi kakao sebesar Indonesia. “Kalau ke luar negeri oleh-olehnya selalu cokelat. Padahal Swiss tidak punya banyak tanaman kakao,” ucapnya. Pada sesi edukasi, Nugroho, menceritakan sejarah kakao yang berasal dari tanaman Theobroma cacao yang berarti “food of god” atau makanan para dewa. Ia juga memaparkan perbedaan istilah kakao, kokoa, dan cokelat, serta memperkenalkan tiga varietas utama kakao yakni criollo, forastero, dan trinitario. Selain sesi edukasi, peserta workshop juga diajak mempraktikkan langsung pembuatan minuman berbasis kakao Indonesia bersama Founder Cokelatin Signature, Irena Surosoputra, dan Shana yang memiliki keahlian di bidang mixology. Dua menu minuman yang diperkenalkan dalam workshop tersebut, yakni Earl Grey Criollo Chocolate, Pistachio Criollo Chocolate, dan Granola. Pada menu pertama, peserta diperkenalkan pada kombinasi teh Earl Grey dengan cokelat criollo yang memiliki karakter rasa kuat. “Perpaduannya menenangkan, karena ada rasa cokelat dan teh sekaligus. Bisa jadi menu menarik untuk usaha minuman,” kata Shana. Di sesi berikutnya, peserta diajak membuat Pistachio Criollo Chocolate yang terinspirasi dari tren Dubai chocolate dan pistachio yang tengah populer. Peserta mempraktikkan teknik menghias bibir gelas menggunakan pistachio paste dan cacao nibs, membuat tampilan minuman berlapis dengan teknik gradasi warna, hingga penggunaan edible flower sebagai garnish minuman. Suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Peserta tampak aktif bertanya, saling menunjukkan hasil kreasi minuman, hingga mendokumentasikan hasil karya mereka untuk diunggah ke media sosial. Pasalnya, dalam sesi praktik, peserta juga diperkenalkan pada teknik penyajian dan plating minuman yang menjadi salah satu nilai tambah dalam industri makanan dan minuman. Selain praktik pengolahan kakao, workshop tersebut juga memperkenalkan penggunaan non-dairy creamer berbahan sawit sebagai bagian dari inovasi produk minuman berbasis perkebunan. Peserta mempraktikkan penggunaan creamer sawit dalam proses pembuatan minuman cokelat untuk menghasilkan tekstur minuman yang creamy dan seimbang. Penggunaan creamer berbahan sawit juga menjadi bentuk pengenalan produk turunan komoditas perkebunan Indonesia yang memiliki nilai tambah tinggi dan potensi besar dalam industri hilir pangan dan minuman. Melalui kegiatan “Roemah Kreasi Nyokelat di Roemah”, BPDP berharap masyarakat semakin memahami potensi komoditas kakao Indonesia, mengenal produk UMKM berbasis perkebunan, serta terus termotivasi untuk mengembangkan inovasi dan kewirausahaan berbasis komoditas perkebunan nasional

MTsN 2 Rohul Ukir Masa Depan Lepas 230 Lulusan Lahirkan Penghafal Al Quran Perdana Pendidikan
Pendidikan
11 jam yang lalu

MTsN 2 Rohul Ukir Masa Depan Lepas 230 Lulusan Lahirkan Penghafal Al Quran Perdana

Ujung Batu, katakabar.com  - Langit pagi saksikan kebanggaan yang terpancar di halaman MTs Negeri 2 Rokan Hulu, Kamis (21/5). Ribuan haru dan doa menyatu di acara Penyerahan Peserta Didik Kelas IX Tahun Pelajaran 2025-2026. Sebanyak 230 siswa resmi menutup lembar perjalanan pendidikan mereka, siap melangkah menuju gerbang masa depan yang lebih tinggi. Momen ini menjadi semakin bersejarah karena menjadi kali pertama madrasah ini mewisuda para santri penghafal Al Quran sebanyak 2 Zus. Sebuah capaian membanggakan yang diraih setelah program unggulan ini berjalan selama satu tahun di empat kelas, membuktikan MTsN 2 Rohul tidak hanya mencetak generasi cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual. Di atas mimbar, dengan penuh wibawa dan kasih sayang, Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Rokan Hulu, Akhirman, S.Pt., M.Pd. memandang anak-anak didiknya dengan mata berbinar. Baginya, wisuda ini bukan sekadar upacara, melainkan titik tolak peluncuran generasi emas. "Alhamdulillah, hari ini kita melepas 230 putra-putri terbaik kita. Kami bersyukur, program tahfidz yang kami gagas telah membuahkan hasil. Tetapi, perjuangan belum selesai," ujar Akhirman lembut tetapi tegas. Di bawah komando Akhirman, MTsN 2 Rokan Hulu terus berbenah dan bertransformasi. Ia bertekad menjadikan madrasah ini setara dengan sekolah-sekolah favorit di Provinsi Riau. "Kami ingin membekali mereka dengan ilmu yang mumpuni. Melalui program Tahfidz, penguatan Bahasa Arab dan Inggris, kami yakin mereka mampu bersaing dan diterima di sekolah-sekolah idaman hingga ke Pekanbaru," tegasnya. Tak berhenti di situ, demi menjawab tantangan zaman, Akhirman mengumumkan terobosan besar untuk tahun depan. Madrasah akan meluncurkan 5 Program Super, yakni Tahfidz, Sekolah Olimpiade, Kelas Digital, serta penguasaan Bahasa Inggris dan Arab. "Program ini standarnya sama dengan sekolah unggulan. Kami ingin lulusan kami siap menghadapi dunia. Kami juga berharap banyak yang melanjutkan ke MAN 2 Ujung Batu agar tetap menimba ilmu di lingkungan yang islami," tambahnya. Acara yang digelar sederhana penuh makna ini turut dihadiri oleh Kepala KUA Ujung Batu, Camat Ujung Batu Ibu Nurmi Aisyah, unsur Babinsa, Komite Sekolah, serta orang tua wali murid. Suasana semakin hidup dengan gemuruh seni budaya yang ditampilkan siswa, mulai dari gemuruh Rabana hingga gerakan anggun Tari Melayu yang memukau. Dalam sambutannya, Camat Nurmi Aisyah memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Ia menilai bahwa di bawah kepemimpinan Akhirman, MTsN 2 Rohul telah menjadi kebanggaan kecamatan dan rujukan pendidikan di Rokan Hulu. "Teruslah jaga nama baik almamater tercinta ini. Bawalah ilmu dan akhlak yang kalian dapatkan di sini untuk menjadi penerang di mana pun kalian berada," pesan Nurmi. Acara ditutup dengan suasana haru saat penyerahan cenderamata dari Kepala Madrasah kepada para sesepuh dan tokoh pendidikan, sebagai simbol rasa hormat dan syukur atas satu perjalanan indah yang telah terlampaui, menanti kisah baru yang lebih gemilang.

Berita Daerah

Sorotan terbaru dari berbagai wilayah