Kripto Makin Populer, OJK Ingatkan Investor Tak Sekadar Kejar Cuan Ekonomi
Ekonomi
21 menit yang lalu

Kripto Makin Populer, OJK Ingatkan Investor Tak Sekadar Kejar Cuan

Jakarta, katakabar.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus perkuat literasi masyarakat di tengah pesatnya perkembangan industri aset digital dan kripto di Indonesia, termasuk meningkatnya minat terhadap aset seperti Bitcoin. Terbaru, OJK menerbitkan Buku Saku Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto 2.0 sebagai panduan bagi masyarakat untuk memahami ekosistem, regulasi hingga berbagai risiko yang mengiringi perkembangan industri tersebut. Buku yang diterbitkan pada 26 Agustus 2026 tersebut merupakan pembaruan dari Buku Saku Pengaturan dan Pengawasan Aset Keuangan Digital Termasuk Aset Kripto yang sebelumnya diluncurkan pada 2025. Pembaruan dilakukan seiring semakin dinamisnya industri Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto (AKD AK), termasuk perkembangan kerangka regulasi dan pengawasannya di Indonesia. Langkah tersebut menjadi semakin relevan melihat besarnya partisipasi masyarakat Indonesia di pasar aset digital. OJK mencatat, hingga Juli 2026 jumlah akun konsumen perdagangan aset keuangan digital telah mencapai 22,93 juta akun. Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto tercatat sebesar Rp20,52 triliun, sementara transaksi derivatif mencapai Rp3,41 triliun. Menurut CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai perkembangan jumlah investor perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas literasi. Menurutnya, semakin besar adopsi kripto di masyarakat, semakin penting pula kemampuan investor untuk memahami risiko sebelum mengambil keputusan investasi. “Pertumbuhan jumlah investor adalah sinyal positif bagi perkembangan industri, tetapi jumlah pengguna bukan satu-satunya ukuran kemajuan. Yang jauh lebih penting adalah apakah investor juga semakin memahami produk yang mereka beli, risikonya, dan bagaimana industri ini diregulasi. Literasi harus tumbuh sejalan dengan adopsi,” ujar Yudho. Dari Regulasi hingga Modus Kejahatan Kripto Buku Saku Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto 2.0 memuat pembahasan yang lebih komprehensif mengenai ekosistem industri. Tidak hanya menjelaskan mengenai aset keuangan digital dan aset kripto, OJK turut memasukkan informasi mengenai kerangka regulasi, benchmark internasional, hingga risiko dan modus kejahatan yang dapat terjadi di sektor tersebut. Selain itu, buku tersebut membahas kolaborasi dalam kerangka pengawasan, roadmap pengembangan industri, tata kelola dan pelindungan konsumen hingga berbagai inovasi terbaru di bidang aset keuangan digital. OJK berharap buku tersebut dapat menjadi rujukan bagi masyarakat, konsumen, pelaku industri, maupun pemangku kepentingan lainnya dalam memahami perkembangan industri aset digital secara lebih menyeluruh. Menurut Yudho, edukasi mengenai kripto ke depan juga perlu bergerak lebih jauh dari sekadar menjelaskan peluang keuntungan atau pergerakan harga aset. “Edukasi kripto seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan aset mana yang naik atau kapan waktu membeli. Investor perlu memahami bagaimana suatu aset bekerja, siapa yang mengawasi ekosistemnya, bagaimana perlindungan konsumennya, hingga risiko seperti penipuan dan manipulasi. Semakin matang industrinya, kualitas edukasinya juga harus semakin matang,” jelas Yudho. Literasi Jadi Fondasi Industri Kripto Indonesia Penguatan literasi menjadi salah satu fondasi penting dalam perkembangan industri aset digital nasional, terutama setelah pengawasan aset keuangan digital dan aset kripto berada di bawah OJK. Dalam peluncurannya, OJK menyebut Buku Saku 2.0 disusun bersama industri sebagai panduan praktis untuk membantu masyarakat memahami karakteristik, manfaat serta risiko aset keuangan digital dan aset kripto. OJK juga menekankan pentingnya peningkatan kecerdasan finansial masyarakat dalam membangun kesejahteraan finansial. Seiring perkembangan industri, infrastruktur pasar kripto Indonesia juga semakin luas. Hingga Juli 2026, OJK mencatat terdapat 2 bursa aset keuangan digital, 2 lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian, 2 pengelola tempat penyimpanan, serta 26 pedagang aset keuangan digital berizin. Yudho menilai kombinasi antara regulasi, pengawasan, inovasi dan literasi masyarakat akan menjadi faktor penting bagi industri kripto Indonesia untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya. “Indonesia punya basis pengguna yang sangat besar. Tantangannya sekarang adalah mengubah besarnya partisipasi tersebut menjadi ekosistem yang semakin berkualitas. Regulasi yang jelas, industri yang bertanggung jawab, dan investor yang semakin kritis harus berjalan bersama agar pertumbuhan kripto Indonesia bisa lebih sehat dan berkelanjutan,” ulas CEO FLOQ.

Internet Wifi Lambat Bisa Hambat Bisnis, Begini Memilih WiFi Kantor Terbaik Teknologi
Teknologi
1 jam yang lalu

Internet Wifi Lambat Bisa Hambat Bisnis, Begini Memilih WiFi Kantor Terbaik

Jakarta, katakabar.com - Pertumbuhan bisnis tidak selalu dimulai dari gedung perkantoran besar. Banyak usaha berkembang dari kantor kecil, studio kreatif, rumah yang dialihfungsikan menjadi workspace, hingga tim online seller yang awalnya hanya terdiri dari beberapa orang. Kantor berisi lima orang mungkin memiliki lebih dari sepuluh perangkat yang tersambung ke internet. Laptop digunakan untuk mengakses aplikasi berbasis cloud, smartphone menerima pesanan pelanggan, tim marketing mengunggah konten, finance membuka sistem pembayaran, sementara meeting dengan klien berlangsung melalui video conference. Untuk bisnis online, bebannya bahkan bisa lebih besar. Seller dapat menjalankan live selling sambil memproses pesanan marketplace. Agency kreatif harus mengirim video dan file desain berukuran besar. Bisnis F&B menggunakan POS dan aplikasi delivery, sedangkan pemilik usaha tetap ingin mengakses CCTV dari luar kantor. Digitalisasi kini sudah berdampak langsung pada pertumbuhan bisnis. Bank Indonesia mencatat dari 1.655 UMKM binaannya yang telah bertransaksi melalui kanal digital pada kuartal pertama 2025, rata-rata omzet tumbuh 29,9% secara tahunan. Secara keseluruhan, 2.537 UMKM binaan BI pada periode tersebut mencatat kenaikan omzet rata-rata 13,3%. Semakin besar ketergantungan bisnis pada aktivitas digital, semakin sulit pula menganggap internet sekadar fasilitas tambahan. Masalah biasanya muncul ketika sebuah bisnis berkembang tetapi paket internetnya tidak ikut berkembang. Saat beberapa orang melakukan meeting online bersamaan, tim lain mengunggah file ke cloud dan CCTV terus mengirim data, koneksi dengan bandwidth terbatas akan lebih cepat terbebani. Dampaknya sederhana tetapi mengganggu produktivitas yang mengakibatkan file lebih lama terkirim, video conference tersendat, aplikasi cloud lambat diakses, atau live streaming kehilangan kualitas. Itu sebabnya, mencari wifi kantor terbaik sebaiknya mempertimbangkan kapasitas bandwidth, kestabilan jaringan, serta kecepatan upload, bukan hanya melihat biaya berlangganan. Upload menjadi sangat relevan bagi bisnis karena aktivitas kantor tidak hanya menerima data. Mengirim proposal berukuran besar, backup Google Drive, mengunggah materi video, live selling, video conference, dan CCTV semuanya menggunakan jalur upload. Bagi usaha yang masih beroperasi dari rumah atau area residensial, Biznet Home dapat menjadi pilihan untuk mendukung kebutuhan tersebut. Secara resmi, Biznet Home merupakan layanan berbasis fiber optic untuk pengguna perumahan dan apartemen serta menawarkan kecepatan upload dan download yang simetris.  Untuk wilayah Jawa, Bali, Bangka, serta beberapa wilayah Sumatra, Biznet Home menawarkan pilihan kecepatan mulai dari 100 Mbps hingga 500 Mbps, dengan paket 300 Mbps mulai dari Rp375.000 per bulan pada wilayah yang berlaku. Harga dan kecepatan dapat berbeda berdasarkan lokasi pemasangan. Bandwidth yang lebih besar memberikan ruang bagi beberapa aktivitas untuk berjalan bersamaan. Tim bisa melakukan meeting, mengunggah file, mengakses cloud, menjalankan marketplace, dan memantau CCTV tanpa harus bergantian menggunakan koneksi. Bagi bisnis kecil, investasi pertama tidak selalu harus berupa kantor yang lebih besar. Terkadang yang lebih mendesak justru memastikan infrastruktur yang digunakan setiap hari mampu mengikuti pertumbuhan tim dan pekerjaan.

Sudah Respon Cepat, Tapi Pelanggan Masih Kecewa? Ini Alasannya Ekonomi
Ekonomi
2 jam yang lalu

Sudah Respon Cepat, Tapi Pelanggan Masih Kecewa? Ini Alasannya

Jakarta, katakabar.com - Dalam pelayanan pelanggan (customer service), perusahaan memantau berbagai metrik, salah satunya adalah Average Handling Time (AHT) dan memastikan setiap panggilan telepon diangkat dalam hitungan detik. Namun, apakah respons cepat benar-benar menjamin kepuasan pelanggan? Belum tentu. Kecepatan tanpa kualitas interaksi hanya akan menghasilkan penyelesaian masalah secara dangkal. Untuk mencapai service excellence sejati, bisnis harus melangkah lebih jauh dari sekadar respons cepat. Apa itu Service Excellence? Service excellence adalah standar pelayanan suatu perusahaan yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dan ekspektasi pelanggan secara konsisten, mudah, dan responsif demi mencapai pelayanan prima.  Konsep ini tidak hanya berkaitan dengan seberapa cepat perusahaan merespons, tetapi juga bagaimana perusahaan memahami kebutuhan pelanggan, memberikan solusi yang tepat, menunjukkan empati, dan memastikan masalah terselesaikan.  Pelayanan prima atau service excellence ini dapat membangun sistem nilai suatu bisnis, kompetensi tim, dan kebiasaan yang membuat pelanggan merasa dihormati pada setiap interaksi. Mengapa Service Excellence Penting bagi Bisnis?  Service excellence sangat penting karena pelayanan yang baik membuat pelanggan merasa dihargai dan dipahami selama berinteraksi dengan perusahaan. Pelayanan yang baik, seperti cepat merespons dan kemampuan memberikan solusi yang mudah, tepat, dan konsisten, mampu membentuk pengalaman berkesan pada pelanggan. Pengalaman berkesan pelanggan atas pelayanan yang baik dapat membantu meningkatkan kepuasan dan loyalitas. Ketika pelanggan dapat menyelesaikan masalah tanpa proses yang rumit atau berulang, customer effort menjadi lebih rendah sehingga pengalaman mereka menjadi lebih positif. Respon Cepat Saja Tidak Cukup Mencapai Service Excellence Banyak manajer operasional dan supervisor call center terjebak dalam angka statistik speed-to-answer. Memang benar bahwa pelanggan tidak suka menunggu lama di nada tunggu. Riset yang dipublikasikan dari Harvard Business Review menunjukkan bahwa seberapa mudah dan tuntas masalah dapat diselesaikan (customer effort reduction) secara efektif berkaitan erat dengan loyalitas pelanggan.  Ketika Customer Service (CS) hanya berfokus pada durasi panggilan agar memenuhi target, beberapa dampak buruk berikut sering terjadi: - Mendengar untuk Merespon, Bukan Memahami Customer Service cenderung memotong pembicaraan pelanggan agar bisa segera memberikan jawaban cepat. - Penyelesaian Masalah yang Berulang Pelanggan terpaksa menelepon kembali (repeat call) karena solusi yang diberikan pada panggilan pertama tidak menyasar akar masalah - Frustrasi Pelanggan Meningkat Pelanggan merasa tidak didengarkan, yang pada akhirnya merusak nilai kepuasan pelanggan (CSAT score). Kecepatan respon memang membuka pintu awal interaksi, tetapi kualitas komunikasi dialah yang menentukan apakah pelanggan akan bertahan atau berpaling. 3 Pilar Kualitas Interaksi dalam Service Excellence Untuk memberikan service excellence yang berkelanjutan, bisnis perlu mengalihkan fokus dari kuantitas (kecepatan) ke kualitas interaksi.  1. Active Listening (Mendengarkan Secara Aktif) Active listening bukan sekadar diam saat pelanggan berbicara, melainkan benar-benar mencerna konteks, nada emosi, dan keluhan utama yang disampaikan. CS yang memiliki keterampilan active listening yang baik mampu menangkap detail penting tanpa meminta pelanggan mengulang penjelasan mereka. 2. Empathetic Engagement (Pendekatan Empatis) Setiap panggilan masuk, terutama terkait komplain, membawa beban emosional pelanggan. Menunjukkan empati melalui intonasi suara dan pemilihan kata yang tepat dapat membantu meredakan ketegangan dan membuat pelanggan merasa lebih didengarkan.  3. Root Cause Resolution (Penyelesaian Akar Masalah) Sebagai ilustrasi, bandingkan dua skenario Customer Service A dan Customer Service B. CS A menyelesaikan panggilan dalam waktu 2 menit tetapi pelanggan harus menelepon lagi esok hari.  Sementara CS B membutuhkan waktu 4 menit namun mampu menyelesaikan masalah dalam satu kali panggilan (First Call Resolution / FCR). Hal ini menandakan CS B memberikan nilai service excellence yang jauh lebih tinggi bagi bisnis. Rasio Mendengarkan vs Berbicara Indikator Evaluasi Layanan Pelanggan Salah satu kendala terbesar dalam mengevaluasi apakah tim CS sudah menerapkan active listening atau belum adalah ketiadaan data objektif. Selama ini, supervisor hanya bisa mengira-ngira kualitas komunikasi melalui pemantauan sampel acak (call sampling) yang memakan waktu lama. Di sinilah metrik Talk:Listen Ratio (Rasio Berbicara dan Mendengarkan) menjadi sangat krusial. Belum ada satu rasio Talk:Listen yang berlaku universal untuk semua percakapan customer service. Namun, rasio ideal CS dalam percakapan adalah dengan berusaha mendengar secara dominan. Ketika tim mendominasi pembicaraan, misalnya, talk time jauh lebih tinggi, hal ini dapat menjadi sinyal bahwa CS kemungkinan terlalu banyak bicara, kurang menggali kebutuhan, atau terlalu bergantung pada skrip.  Di lapangan, kualitas komunikasi sulit dievaluasi jika perusahaan hanya mengandalkan sampel rekaman dan penilaian subjektif supervisor. Di sinilah teknologi analitik percakapan dapat membantu.  Optimasi Kualitas Komunikasi Bisnis dengan MiiTel Guna memastikan tim layanan pelanggan Anda tidak hanya mengejar durasi panggilan, dukungan teknologi Artificial Intelligence (AI) dapat membantu perusahaan mengevaluasi kualitas interaksi dengan berbasis data dan konsisten. MiiTel Phone, teknologi AI Voice Analytics dan Cloud PBX, hadir sebagai solusi cerdas yang mampu menganalisis setiap interaksi telepon secara otomatis dan objektif. Dengan MiiTel Phone, perusahaan dapat memantau dan meningkatkan kualitas layanan secara efisien melalui fitur unggulan seperti Talk:Listen Ratio, analisis kecepatan bicara, serta transkrip otomatis berbasis AI. Fitur talk:listen ratio berfungsi secara otomatis untuk menghitung dan menampilkan rasio durasi bicara agen vs pelanggan dalam bentuk grafik visual. Supervisor dapat langsung mengetahui apakah agen lebih banyak mendengarkan kebutuhan pelanggan atau justru cenderung memotong pembicaraan. Sedangkan pada fitur analisis kecepatan bicara & overlap detection, MiiTel mendeteksi talk rate (kecepatan bicara) CS serta frekuensi penyelaan (overlap) saat percakapan berlangsung, sehingga memudahkan proses evaluasi dan pelatihan CS. Terakhir, fitur transkripsi dan ringkasan otomatis berbasis AI mengubah isi percakapan telepon menjadi teks secara otomatis, memudahkan analisis percakapan tanpa harus mendengarkan rekaman utuh berdurasi panjang. Dengan adanya data analitik presisi dari MiiTel Phone, proses coaching dan edukasi tim CS dapat dilakukan secara spesifik berbasis bukti nyata, bukan lagi sekadar asumsi. Bertransformasi Menuju Service Excellence Sejati Respon cepat adalah standar minimum dalam layanan pelanggan, namun service excellence sejati hanya dapat dicapai ketika bisnis mengutamakan kualitas interaksi, empati, dan pemahaman mendalam atas kebutuhan pelanggan. Memastikan tim CS memiliki keterampilan active listening serta menjaga kestabilan Talk:Listen Ratio adalah langkah strategis untuk meningkatkan loyalitas pelanggan jangka panjang. Teknologi seperti AI Voice Analytics membantu bisnis mengukur hal-hal yang sebelumnya tidak terukur, mengubah percakapan suara menjadi data yang bermanfaat untuk pertumbuhan layanan perusahaan Anda. Siap Tingkatkan Kualitas Layanan Customer Service Anda? Jangan biarkan performa tim CS Anda dinilai hanya dari kecepatan merespons. Pelajari bagaimana MiiTel Phone dapat membantu perusahaan Anda. Konsultasikan kebutuhan dan klaim Demo Gratis MiiTel hari ini dengan klik di sini.

Beli Handphone Curian, Pemilik Toko Diringkus Polsek Mandau di Simpang Telkom Duri Hukrim
Hukrim
3 jam yang lalu

Beli Handphone Curian, Pemilik Toko Diringkus Polsek Mandau di Simpang Telkom Duri

Mandau, katakabar.com -  Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Mandau ringkus penadah handphone curian belakangan diketahui bernama HJ 29 tahun warga Kelurahan Balik Alam, di kawasan Simpang Telkom, Jalan Hang Tuah, Duri, Kecamatan Mandau, Rabu (2/9) sekitar pukul 20.30 WIB kemarin. Kapolsek Mandau, AKP I Made Pasek, diteruskan Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, kepada wartawan lewat siaran persnya, Rabu malam, mengatakan penangkapan penadah tersebut sewaktu pelaku MI menjual hasil pencurian satu unit handphone kepada pemilik Toko yang bernama HJ, Jumat (31/7) sekitar pukul 13.30 WIB lalu. "HJ membeli satu unit handphone tersebut seharga Rp800 ribu tanpa surat," ujarnya. Berdasarkan dari Laporan tentang Pencurian pasal 476 KUHPidana dan dikembangkan penadahan pasal 591 KUHPidana, Tim Opsnal  Polsek Mandau mendapat informasi pelaku Penadahan tersebut berada di tokonya di Jalan  Hangtuah Simpang Telkom Kelurahan Balai Alam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. "Setelah mendapat informasi Tim langsung menuju ketoko pelaku di Jalan Hangtuah Simpang Telkom. Tiba di tempat Tim mengamankan HJ, dan setelah diinterogasi pelaku mengakui perbuatannya," tegasnya. Pelaku kemudian dibawa ke Mako Polsek Mandau guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut, tambahnya.

Perempuan Semakin Melek Finansial, Industri Perlu Membangun Kepercayaan dan Akses Ekonomi
Ekonomi
13 jam yang lalu

Perempuan Semakin Melek Finansial, Industri Perlu Membangun Kepercayaan dan Akses

Jakarta, katakabar.com - Peran perempuan dalam ekosistem keuangan Indonesia terus berkembang. Kini, percakapan mengenai perempuan dan keuangan tidak lagi cukup hanya berfokus pada peningkatan literasi, tetapi juga bagaimana pengetahuan tersebut dapat diterjemahkan menjadi kepercayaan diri, pengambilan keputusan yang mandiri, serta partisipasi yang lebih luas dalam ekonomi digital. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks literasi keuangan perempuan mencapai 69,61%, sementara indeks inklusi keuangan perempuan mencapai 93,73%. Secara nasional, indeks literasi keuangan berada di level 69,57%, sedangkan inklusi keuangan mencapai 93,61%.  Hasil Survey SNLIK 2026 melibatkan 75.000 responden berusia 15–79 tahun di 38 provinsi dan 514 kabupaten dan kota, sehingga memberikan gambaran yang semakin luas mengenai tingkat literasi dan akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan di Indonesia.  Literasi keuangan mengukur pengetahuan dan pemahaman. Tetapi, tingkat literasi yang baik tidak selalu berarti seseorang memiliki tingkat kepercayaan diri yang sama untuk mengambil tindakan. Masyarakat dan perempuan khususnya masih dapat menghadapi berbagai pertimbangan saat memutuskan untuk menabung, berinvestasi, membangun usaha, atau menggunakan produk keuangan digital, mulai dari ketersediaan dana yang dapat dialokasikan, prioritas keuangan, kepercayaan terhadap platform, keamanan, persepsi risiko, hingga akses terhadap informasi dan komunitas yang relevan. Sejak resmi diluncurkan pada 3 Juli 2026 lalu, BTSE Indonesia aktif membangun interaksi dan edukasi bersama komunitas di sejumlah kota, termasuk Jakarta, Surakarta, Semarang, dan Bali.  BTSE Indonesia juga berpartisipasi dalam berbagai agenda industri dan komunitas, termasuk Indonesia Blockchain Week di Jakarta, serta mengadakan rangkaian kegiatan komunitas di Bali dalam momentum Coinfest Asia. Salah satu agenda yang diangkat adalah Financial agency yang menyoroti perkembangan ekonomi digital turut membuka berbagai cara baru untuk berpartisipasi dan membangun nilai ekonomi, termasuk melalui aktivitas sebagai kreator, pengelola komunitas, entrepreneur, maupun affiliate. Bagi masyarakat termasuk perempuan, ibu rumah tangga sekalipun dapat membuka alternatif untuk mengeksplorasi sumber pendapatan tambahan tanpa harus selalu mengikuti model pekerjaan konvensional. “Melalui BTSE Indonesia Affiliate Program, kami membuka kesempatan bagi affiliate untuk mendapatkan komisi hingga 70% dari net trading fees pengguna yang direferensikan. Bagi perempuan yang memiliki jaringan, audiens, atau komunitas, model seperti ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengeksplorasi peluang pendapatan tambahan sesuai dengan aktivitas dan komunitas yang mereka bangun,” ujar Rieka Handayani, SVP Marketing BTSE Indonesia. Pada Bulan Literasi Keuangan 2026, OJK bersama TP PKK mengangkat tema “Perempuan Berdaya Finansial”, yang menekankan peran perempuan dalam memperkuat ketahanan keuangan keluarga dan membentuk generasi yang lebih cakap secara finansial. Bagi BTSE Indonesia, perkembangan tersebut juga perlu diikuti dengan perubahan cara industri berkomunikasi dengan perempuan. Edukasi mengenai produk finansial dan aset digital perlu bergerak melampaui pengenalan dasar menuju topik yang lebih praktis seperti manajemen risiko, keamanan digital, biaya transaksi, perencanaan keuangan, kewirausahaan, serta peluang ekonomi yang muncul dari perkembangan teknologi. “Kesempatan bagi industri bukan sekadar menciptakan lebih banyak produk “untuk perempuan”, melainkan memastikan bahwa produk, edukasi, komunikasi, dan komunitas yang tersedia benar-benar mencerminkan bahwa perempuan adalah pengambil keputusan finansial yang sudah memiliki tingkat literasi yang setara dengan pria. Dengan kesenjangan literasi berdasarkan gender yang kini praktis telah tertutup, tahap berikutnya adalah membantu mengubah pengetahuan menjadi kepercayaan diri, akses, dan partisipasi finansial yang lebih bermakna,” sebut Stephanie Kusnadi, Chief Strategy Officer (CSO) BTSE Indonesia.

Program Magang Batch 9 Diluncurkan PHR Perkuat Kapasitas Nasional Riau
Riau
14 jam yang lalu

Program Magang Batch 9 Diluncurkan PHR Perkuat Kapasitas Nasional

Pekanbaru, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kembali tegaskan komitmen penyerapan talenta lokal melalui Program Magang Kerja Batch 9 yang dihelat di Rumbai Country Club (RCC), Rabu (2/9). Mewakili manajemen PHR, Manager HC Operation & Services, Rizka Kurniawan, secara resmi membuka program pembinaan kompetensi yang dirancang khusus untuk mempercepat kesiapan kerja para lulusan baru (fresh graduate) tersebut. Tingkat antusiasme pelamar terhadap program ini menunjukkan peningkatan yang signifikan. Melalui proses seleksi ketat yang berlangsung sejak Juni hingga Agustus 2026, PHR menetapkan 122 peserta terbaik. Para peserta ini akan menjalani penugasan mulai 2 September 2026 hingga 28 Februari 2027, dengan sebaran penempatan 98 personel di wilayah operasi Zona Rokan (Riau) dan 24 personel di Kantor Pusat Jakarta. Dalam arahannya, Rizka Kurniawan, menekankan inisiatif ini implementasi langsung dari kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan serta perwujudan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PHR. "Program ini menyediakan kuota khusus bagi putra-putri daerah Riau sebagai bentuk partisipasi aktif perusahaan dalam mendukung target Pembangunan Kapasitas Nasional yang diamanatkan oleh SKK Migas melalui konsep link & match antara dunia pendidikan dan industri," jelasnya. Manajemen PHR turut menginstruksikan penerapan disiplin tingkat tinggi, serta kepatuhan mutlak terhadap aspek keselamatan (HSE) dan prinsip Respectful Workplace. Menyambung komitmen tersebut, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau, Heru Prayitno, SE, M.Si., yang hadir beserta jajaran, menyampaikan apresiasi penuh atas langkah antisipatif PHR. Menghadapi tantangan ketenagakerjaan dengan angka pengangguran yang menyentuh 137.000 jiwa di Riau, program ini dinilai sebagai jembatan kompetensi yang esensial menuju peluang dunia kerja. Heru soroti rekam jejak yang solid selama magang kerap membuka peluang rekrutmen lanjutan, baik di lingkungan PHR maupun perusahaan kontraktor. "Untuk itu, para peserta dituntut untuk senantiasa proaktif, inovatif, dan menempatkan keselamatan kerja sebagai prioritas utama," ucapnya. Agenda peluncuran ini mencerminkan sinergi lintas sektoral yang kuat. Selain perwakilan Disnakertrans Riau, acara ini turut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang, Koordinator Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Kunto Purbono, beserta jajaran serta Manager Digital Analytic & Optimization PHR, Hanny Anggaraini selaku perwakilan mentor. Dukungan ekosistem akademis diwakili pimpinan perguruan tinggi di Riau, di antaranya Rektor Unilak - Prof. Dr. Junaidi, S.S., M.Hum., Ph.D, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNRI - Prof. Dr. Hermandra, S.Pd., M.A., Wakil Rektor III UIR - Assoc. Prof. Dr. Ir. H. Deddy Purnomo Retno, S.T., M.T., GP., A-Utama, Direktur Politeknik Negeri Bengkalis - Ir. Johny Custer, ST, MT dan Direktur Politeknik Caltex Riau yang diwakili oleh Dr. Dadang Syarif Sihabudin Sahid, S.Si., M.Sc. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Emas Masih Tertekan, Dupoin Futures Soroti Potensi Pelemahan ke 4.360 Internasional
Internasional
14 jam yang lalu

Emas Masih Tertekan, Dupoin Futures Soroti Potensi Pelemahan ke 4.360

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih menghadapi tekanan jual pada perdagangan hari ini. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, harga emas pada time frame H4 berpotensi melanjutkan pelemahan menuju level support 4.360. Area tersebut dinilai penting karena selain menjadi support sebelumnya, level 4.360 juga bertepatan dengan Fibonacci 161,8%. Kondisi teknikal tersebut diperkuat dengan terbentuknya pola Drop Base Drop, yang mengindikasikan tekanan seller masih berpotensi membawa harga bergerak lebih rendah. Dalam analisis Dupoin Futures, pola pergerakan XAUUSD saat ini menunjukkan bahwa seller masih memiliki kendali yang cukup kuat. Harga yang terus berada di bawah tekanan mencerminkan belum adanya sinyal pembalikan bullish yang cukup kuat untuk mengubah struktur pasar. Dengan momentum bearish yang masih dominan pada grafik H4, Dupoin Futures memperkirakan area 4.360 menjadi sasaran pelemahan yang perlu diperhatikan trader dalam perdagangan hari ini. Salah satu faktor teknikal utama yang menjadi perhatian Dupoin Futures adalah terbentuknya pola Drop Base Drop. Pola tersebut menggambarkan kondisi ketika harga mengalami penurunan, kemudian memasuki fase konsolidasi atau base, sebelum kembali berpotensi melanjutkan penurunan. Dalam konteks XAUUSD saat ini, pola tersebut mengindikasikan bahwa fase konsolidasi belum cukup untuk mengubah dominasi seller. Oleh karena itu, Dupoin Futures melihat peluang penurunan menuju support berikutnya masih terbuka. Area 4.360 menjadi semakin penting karena level tersebut tidak hanya berfungsi sebagai support teknikal sebelumnya, tetapi juga bertepatan dengan Fibonacci 161,8%. Menurut Dupoin Futures, pertemuan dua level teknikal tersebut dapat menjadikan 4.360 sebagai zona yang berpotensi mendapatkan respons dari buyer. Jika harga memasuki area tersebut dan muncul rejection kuat, peluang rebound teknikal dapat kembali terbuka. Sebaliknya, apabila support berhasil ditembus, tekanan bearish berpotensi semakin kuat. Dari sisi fundamental, Dupoin Futures melihat sentimen terhadap emas saat ini mendapat tekanan dari kenaikan US Treasury Yield. Pergerakan yield menjadi perhatian karena meningkatnya imbal hasil obligasi AS dapat membuat aset berbasis bunga lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil. Kondisi tersebut dapat meningkatkan opportunity cost dalam memegang logam mulia dan berpotensi membatasi ruang penguatan XAUUSD. Perubahan ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve (The Fed) juga menjadi faktor penting dalam pergerakan emas. Dupoin Futures mencermati komentar hawkish dari Kevin Warsh dalam agenda Jackson Hole yang mendorong pasar memperhitungkan kemungkinan kebijakan suku bunga yang lebih ketat. Berdasarkan rangkuman pasar yang digunakan dalam analisis ini, probabilitas kenaikan suku bunga pada September berada di sekitar 57%, sementara yield Treasury AS tenor dua tahun bergerak di sekitar 4,33%. Bagi Dupoin Futures, meningkatnya ekspektasi terhadap suku bunga yang lebih tinggi dapat menjadi sentimen negatif bagi emas. Apabila pasar semakin yakin bahwa The Fed akan mempertahankan atau menaikkan suku bunga, dolar AS dan yield obligasi berpotensi memperoleh dukungan. Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan tambahan terhadap XAUUSD, terutama ketika struktur teknikalnya juga masih menunjukkan dominasi bearish. Tetapi, Dupoin Futures menilai terdapat faktor fundamental yang berpotensi menahan penurunan emas, terutama dari sisi geopolitik. Eskalasi hubungan antara Amerika Serikat dan Iran masih menjadi perhatian investor. Ketegangan geopolitik biasanya meningkatkan kebutuhan terhadap aset safe haven, termasuk emas. Jika konflik kembali meningkat, permintaan terhadap logam mulia berpotensi menguat dan dapat menciptakan rebound meskipun tekanan teknikal masih berlangsung. Kenaikan harga minyak juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan, menurut Dupoin Futures. Lonjakan harga energi akibat ketegangan geopolitik dapat meningkatkan kembali kekhawatiran terhadap inflasi. Kondisi tersebut menciptakan situasi yang cukup kompleks bagi pasar emas. Di satu sisi, meningkatnya risiko geopolitik dapat mendorong permintaan safe haven. Namun di sisi lain, inflasi yang lebih tinggi dapat membuat bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama, sehingga berpotensi memberikan tekanan terhadap emas. Dengan demikian, Dupoin Futures melihat pergerakan harga emas hari ini masih cenderung bearish meskipun volatilitas berpotensi meningkat akibat faktor fundamental. Area 4.360 menjadi level kunci yang perlu diperhatikan karena merupakan support sebelumnya sekaligus bertepatan dengan Fibonacci 161,8%. Selama tekanan jual masih dominan dan pola Drop Base Drop belum mengalami invalidasi, Dupoin Futures memproyeksikan XAUUSD berpeluang melanjutkan pelemahan menuju level tersebut. Pelaku pasar juga perlu mencermati reaksi harga ketika mendekati support 4.360. Jika terjadi rejection dan buyer kembali masuk dengan kuat, Dupoin Futures menilai peluang rebound teknikal dapat muncul. Tetapi, apabila harga mampu menembus 4.360 secara meyakinkan, tekanan bearish berpotensi berlanjut menuju level support berikutnya. Lantaran itu, perkembangan Treasury Yield, ekspektasi suku bunga The Fed, ketegangan AS-Iran, serta harga minyak akan menjadi sejumlah katalis penting yang menentukan arah XAUUSD selanjutnya.

Danantara Housing Expo 2026, BP Tapera Dorong MBR Manfaatkan Akses Rumah Subsidi Nasional
Nasional
15 jam yang lalu

Danantara Housing Expo 2026, BP Tapera Dorong MBR Manfaatkan Akses Rumah Subsidi

Tangerang, katakabar.com - Danantara Housing Expo 2026 resmi dibuka di Hall A ICE PIK 2, Tangerang, Kamis (27/8) lalu. Pameran yang berlangsung hingga 30 Agustus 2026 ini menghadirkan berbagai pilihan hunian sekaligus mempertemukan masyarakat dengan pengembang, perbankan, dan pelaku ekosistem perumahan. BP Tapera turut hadir melalui booth bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Kehadiran BP Tapera menjadi salah satu sarana bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), untuk memperoleh informasi mengenai rumah subsidi dan akses pembiayaannya.Komisioner BP Tapera, Dr. Heru Pudyo Nugroho, mengatakan masyarakat yang belum memiliki rumah dapat memanfaatkan Danantara Housing Expo untuk melihat berbagai pilihan hunian yang tersedia. "Di sini dipamerkan seluruh produk-produk properti dari pengembang-pengembang ternama, baik rumah komersial maupun rumah subsidi. Dan ini kita ada di booth Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman juga BP Tapera," ujar Heru.Ia mengajak masyarakat untuk datang dan mencari informasi mengenai hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan."Silakan teman-teman semua, ayo bagi yang belum punya rumah, ini saatnya untuk lihat-lihat prospektus rumah, baik rumah subsidi maupun rumah komersial," ujarnya. Khusus bagi MBR yang memenuhi kriteria dan belum memiliki rumah, Heru mendorong masyarakat untuk berkonsultasi langsung mengenai akses rumah subsidi. "Khusus subsidi, bagi Anda yang masuk kriteria masyarakat berpenghasilan rendah dan belum punya rumah, ini saatnya untuk nanya-nanya bagaimana bisa mendapatkan rumah yang mudah, layak dan terjangkau di BP Tapera," ucapnya. Realisasi FLPP Capai 134.734 Unit Ajakan tersebut sejalan dengan pelaksanaan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dikelola BP Tapera. Berdasarkan data periode 1 Januari hingga 26 Agustus 2026, realisasi penyaluran KPR subsidi mencapai 134.734 unit, atau 38,50 persen dari target 350.000 unit tahun 2026. Nilai realisasi mencapai sekitar Rp16,765 triliun.Bank BTN menjadi penyalur terbesar dengan 62.944 unit, disusul Bank Syariah Nasional 32.905 unit, BRI 14.387 unit, BNI 9.670 unit, dan Bank Mandiri 4.004 unit. Dari sisi wilayah, Jawa Barat mencatat realisasi tertinggi sebanyak 31.844 unit, kemudian Jawa Tengah 11.755 unit, Sulawesi Selatan 11.111 unit, Jawa Timur 9.463 unit, dan Banten 8.612 unit. Sementara itu, realisasi FLPP tercatat 818 unit di Papua, 275 unit di Papua Tengah, 326 unit di Papua Barat Daya, 134 unit di Papua Barat, dan 62 unit di Papua Selatan. Expo Hadirkan Beragam Pilihan Hunian CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani dalam sambutannya menyampaikan bahwa expo menghadirkan lebih dari 120 ribu pilihan hunian dan apartemen dari lebih dari 130 developer BUMN dan swasta. Pilihan tersebut dibagi dalam tiga zona, yakni First Home, Family Home, dan Premium Living, serta dilengkapi 10 rumah contoh. "Terutama masyarakat berpenghasilan rendah, bawah, dan juga menengah ini dapat memiliki rumah dengan baik, cepat, dan layak," jelas Rosan. Ia juga menyebut inventory BUMN yang ditawarkan mencapai sekitar 16.500 unit. Dari sisi pembiayaan, tersedia skema dengan uang muka mulai 1 persen, bunga fixed pada periode awal mulai 2,75 persen, serta tenor hingga 30 bahkan 40 tahun. Menteri PKP, Maruarar Sirait turut menekankan pentingnya kolaborasi dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian. "Danantara Housing Expo tidak hanya menjadi tempat untuk menawarkan rumah, tetapi menjadi platform yang mempertemukan masyarakat, pengembang, perbankan, dan berbagai pelaku industri dalam satu ekosistem perumahan," uls Maruarar. Ia menyebut dukungan Kredit Program Perumahan tahun ini mencapai Rp50 triliun. Pemerintah juga meningkatkan kuota FLPP menjadi 350 ribu unit. Setelah sambutan Menteri PKP, acara dilanjutkan dengan prosesi simbolis pembukaan kunci rumah sebagai tanda dibukanya Danantara Housing Expo 2026.Menutup keterangannya dari lokasi, Heru kembali mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum expo tersebut."Ayo ramaikan, Danantara Housing Expo 2026 sukses untuk kalian semua," pungkasnya

HPN 2027 di Lampung Inklusif dan Kalaboratif Nasional
Nasional
16 jam yang lalu

HPN 2027 di Lampung Inklusif dan Kalaboratif

Penegasan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Dewan Pers dan Pengurus PWI Pusat di Jakarta, Rabu (2/9/), yang secara khusus membahas penyelenggaraan HPN dan wacana perubahan tata kelolanya.

Berita Daerah

Sorotan terbaru dari berbagai wilayah