Antusiasme Generasi Muda Riau Mengenal Industri Migas Lebih Dekat Bersama PHR Riau
Riau
Kemarin

Antusiasme Generasi Muda Riau Mengenal Industri Migas Lebih Dekat Bersama PHR

Pekanbaru, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sekitar daerah operasi di Provinsi Riau. Wujuda dari komitmen tersebut, PHR mendorong generasi muda Riau untuk lebih mengenali perkembangan industri minyak dan gas bumi (migas) sekaligus memahami kebutuhan kompetensi dunia kerja, serta siap menangkap peluang karier di sektor energi nasional.

HUT ke-81 TNI di Bengkalis: Kompol Detis MS Tekankan Soliditas TNI-Polri dan Pemerintah Riau
Riau
Kemarin

HUT ke-81 TNI di Bengkalis: Kompol Detis MS Tekankan Soliditas TNI-Polri dan Pemerintah

Bengkalis, katakabar.com - Wakapolres Kepulauan Meranti, Kompol Detis Mayer Silitonga, S.H. menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan Apel Kodim 0303/Bengkalis, Jalan Bantan, Kecamatan Bengkalis, Senin (5/10). Kehadirannya mewakili Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., sekaligus menjadi bagian dari penguatan soliditas TNI-Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban dan kondusivitas wilayah.

Inovasi Irigasi Tetes PHR Atasi Krisis Air Saat Kemarau Bagi KWT Perawang Riau
Riau
Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Inovasi Irigasi Tetes PHR Atasi Krisis Air Saat Kemarau Bagi KWT Perawang

Pekanbaru, katakabar.com - Tantangan lahan tandus dan keterbatasan air baku di musim kemarau kini tak lagi menjadi penghalang bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Multi Talent Desa Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Berkat kolaborasi bersama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan Pemerintah Desa setempat, kelompok tani yang beranggotakan 14 orang perempuan ini berhasil mengimplementasikan teknologi irigasi modern untuk mengoptimalkan lahan seluas empat hektare.

Terkait Lahan 20 Persen Masyarakat, Pengurusan PPTKH Tunggu Keputusan Menteri Kehutanan Riau
Riau
Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:43 WIB

Terkait Lahan 20 Persen Masyarakat, Pengurusan PPTKH Tunggu Keputusan Menteri Kehutanan

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Penyediaan lahan 20 persen milik PT SJI untuk masyarakat dalam proses kepungurusan. Seba status lahan masuk kawasan hutan, pengurusannya ditempuh melalui program PPTKH dari Kementerian Kehutanan. Pada rapat resmi pengurus Koperasi TP Humasko Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kunto Darussalam, saya diminta membantu mengurus proses tersebut. Kegiatan ini mencakup konsultan pembuatan peta, jasa konsultan, pembuatan permohonan inventarisasi, konsultan permohonan perubahan Peta Indikatif, serta biaya operasional pengantaran berkas hingga ke tingkat pusat.

Satgas PKH Sosialisasi Perpres 5 2025 di Kepulauan Meranti, Penertiban Hutan Harus Transparan Riau
Riau
Senin, 28 September 2026 | 20:32 WIB

Satgas PKH Sosialisasi Perpres 5 2025 di Kepulauan Meranti, Penertiban Hutan Harus Transparan

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Tim Pokja Kamtib Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) Provinsi Riau gelar sosialisasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan di Aula Rupatama Lantai II Mapolres Kepulauan Meranti, Senin (28/9). Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada pemerintah daerah, pemangku kepentingan dan masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti  mengenai mekanisme serta prinsip kerja Satgas PKH dalam melakukan penertiban kawasan hutan. Kegiatan tersebut menghadirkan Tim Pokja Kamtib Satgas PKH Provinsi Riau, di antaranya Kombes Pol M. Ischaq Said, SH., MH., dan Kombes Pol David Harnedy Tampubolon, SIK., MH. Dalam pemaparannya, Kombes Pol M. Ischaq Said, menegaskan penertiban kawasan hutan merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam memastikan pengelolaan sumber daya alam berjalan sesuai ketentuan hukum dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, prinsip tersebut sejalan dengan amanat Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 yang menegaskan bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. "Ini bukan sekadar kutipan hukum. Ini adalah amanat bahwa kekayaan alam harus dikelola dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat," ujar Ischaq dalam sosialisasi tersebut. Ia mengatakan, tantangan yang dihadapi saat ini salah satunya adalah masih ditemukannya aktivitas perkebunan maupun pertambangan yang berada di dalam kawasan hutan tanpa memenuhi ketentuan perizinan. Kondisi tersebut, jelasnya, tidak hanya berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak terhadap penerimaan negara, masyarakat sekitar serta kepastian hukum. "Negara harus hadir. Untuk itulah Satgas PKH dibentuk. Kita tidak sedang mencari kesalahan, tetapi mengembalikan aturan ke tempatnya dan mengembalikan fungsi kawasan hutan sebagaimana mestinya," ucapnya. Ischaq menjelaskan, Perpres Nomor 5 Tahun 2025 menjadi salah satu dasar pelaksanaan penertiban kawasan hutan oleh pemerintah melalui Satgas PKH. Berdasarkan ketentuan tersebut, penertiban kawasan hutan mencakup tiga bentuk tindakan utama, yakni penagihan denda administratif, penguasaan kembali kawasan hutan, dan pemulihan aset di kawasan hutan.

Genjot Produksi Optimalkan Lagi Lapangan Idle, PHR: Sumur RECO#4 Berproduksi 1.528 BOP Riau
Riau
Kamis, 24 September 2026 | 11:15 WIB

Genjot Produksi Optimalkan Lagi Lapangan Idle, PHR: Sumur RECO#4 Berproduksi 1.528 BOP

Pekanbaru, katakabar.com - Upaya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengoptimalkan lagi potensi lapangan-lapangan yang sebelumnya berstatus idle membuahkan hasil. Melalui pengeboran sumur infill RECO#4 di Lapangan Reco, Wilayah Kerja (WK) Rokan, PHR berhasil menambah produksi minyak sebesar 1.528 barel minyak per hari (BOPD) berdasarkan hasil pengujian awal, dengan water cut 0%. Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari strategi PHR dalam menjaga dan meningkatkan produksi minyak melalui optimalisasi aset yang telah ada. Lapangan Reco sebelumnya berstatus idle dan kini kembali dikembangkan berdasarkan hasil kajian serta evaluasi terbaru terhadap potensi sumber daya yang masih dapat diproduksikan. GM Zona Rokan PHR, Andre Wijanarko, mengatakan keberhasilan tersebut hasil dari sinergi berbagai aspek dalam kegiatan operasi, mulai dari kajian subsurface, perencanaan pengeboran, penerapan teknologi, hingga pelaksanaan di lapangan. “Keberhasilan ini menunjukkan optimalisasi aset yang telah ada dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi. PHR akan terus mendorong penerapan teknologi, inovasi, serta penguatan kerja sama seluruh tim untuk mengembangkan potensi yang ada secara aman, efektif, dan efisien,” kata Andre. Secara administrasi, pengeboran sumur RECO#4 dilaksanakan melalui Mekanisme Surat Edaran Percepatan Produksi SKK Migas. Mekanisme tersebut mendukung percepatan pelaksanaan kegiatan pengeboran yang memiliki potensi memberikan tambahan produksi. Keberhasilan pengeboran RECO#4 berawal dari studi subsurface terbaru yang dilakukan PHR untuk mengevaluasi kembali potensi lapangan-lapangan yang telah berstatus idle. Berdasarkan hasil kajian tersebut, RECO#4 dirancang sebagai sumur infill berarah (directional well) dengan konfigurasi J-Type, yang menargetkan reservoir batupasir Pematang. Dalam pelaksanaan pengeboran, PHR juga menerapkan teknologi real-time geosteering secara mandiri untuk mengendalikan dan mengoptimalkan lintasan sumur agar tetap berada pada zona target reservoir. Penerapan teknologi tersebut memungkinkan tim pengeboran melakukan evaluasi kondisi bawah permukaan secara real time selama operasi berlangsung, sehingga lintasan sumur dapat disesuaikan terhadap posisi target reservoir. Setelah berhasil diproduksikan, minyak dari Sumur RECO#4 dialirkan menuju Gathering Station PAGER (PAGER GS) untuk selanjutnya diproses bersama produksi dari fasilitas yang terintegrasi di wilayah tersebut. Keberhasilan RECO#4 menjadi salah satu kontribusi nyata PHR dalam menjaga dan meningkatkan produksi minyak melalui optimalisasi aset yang telah ada. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya integrasi antara kajian subsurface, perencanaan pengeboran, penerapan teknologi, dan eksekusi operasi dalam menghasilkan tambahan produksi secara efektif dan efisien. PHR terus berkomitmen menghadirkan berbagai inovasi dan melakukan optimalisasi kegiatan eksplorasi, pengeboran, serta pengembangan lapangan di WK Rokan dengan mengedepankan aspek keselamatan, keandalan, efisiensi, dan disiplin biaya. "Tambahan produksi dari Sumur RECO#4 diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan produksi minyak nasional sekaligus mendukung upaya memperkuat ketahanan energi Indonesia," terang Andre Wijanarko. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Gerbang Rusak dan Sampah Penuhi Trbun Penonton Saksi Bisu Atlet Sepak Bola Dini dan Warga Jogging di Stadion Mini Duri Riau
Riau
Selasa, 22 September 2026 | 11:03 WIB

Gerbang Rusak dan Sampah Penuhi Trbun Penonton Saksi Bisu Atlet Sepak Bola Dini dan Warga Jogging di Stadion Mini Duri

Duri, katakabar.com - Sore itu, di akhir pekan ketiga September 2026 , kabut asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih terasa menusuk hidung. Cahaya matahari senja redup. Ia melangkah gontai menuji ufuk barat sambil menyaksikan prilaku penguasa yang sombong dan serakah di kolong langit. Memasuki Stadion Mini Duri tampak gerbang terbuat dari besi rusak menganga bak ular python siap memangsa, ragam sampah mulai plastik, kertas bekas bungkus nasi, dan lainnya menumpuk di dalam keranjang terbuat dari bambu terletak di pojok kiri bersandar di dinding penghalang dekat tangga ditutup pagar seng di lantai dua trubun penonton. Di pelataran ukuran 100 meter x 100 meter meski rumput lapangan sudah mulai berganti tanah puluhan hingga ratusan orang tunas-tunas muda atlet sepak bola mengikuti latihan rutin guna mempersiapkan berbagai turnamen sepanjang tahun. Warga jogging dan jalan santai secara berkelompok mengelilingi lapangan setelah bekerja seharian mengejar kebutuhan dunia, seakan menjadi pagar betis. Begitulah pemandangan dan potret Stadion Mini di lingkungan gedung LAM R, yang terletak di Jalan Hang Tuah Duri, Kelurahan Gajah Sakti, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, sudah berlangsung bertahun lamanya minim perbaikan, dan perawatan. Stadion Mini Duri dibangun di era Bupati Bengkalis, Drs. Syamsurizal, hingga kini baru sekali dapat perhatian sekitar beberapa tahun lalu. Itupun rehab kecil senilai Rp200 juta dari Pokok Pikiran (Pokir) Dewan masa itu. Setelah itu, Stadion Mini Duri satu-satunya pusat fasilitas olahraga bagi masyarakat Kecamatan Mandau masih berinduk ke ibu kota Kabupaten Bengkalis, nun jauh di pulau seberang, Bengkalis, bak pungguk merindukan bulan dihukum oleh keadaan luput dari perhatian. Padahal, kalau kita bicara sepak bola sudah dua orang atlet sepak bola dari Duri pernah tercatat namanya di Tim Nasional Senior dan Tim Nasional U-19. Mereka meniti karir mulai dari Stadion Mini Duri hingga memakai jersey Timnas yang diimpikan setiap atlet-atlet sepak bola berbakat dan bertalenta. Tetapi itu tadi, prestasi mentereng dari dua atlet sepak bola asal Duri tidak mampu mencuri perhatian para penguasa di negeri ini setidaknya peduli sehingga memperbaiki, dan membangun stadion sepak bola yang layak bagi talenta-talenta sepak bola di daerah berjuluk 'Emas Hitam' yang kaya dengan sumber daya alam. Fasilitas Tak Layak Bukan Jadi Penghalang Bagi para pelatih, dan atlet-atlet sepak bola usia dini, serta warga jogging memanfaatkan Stadion Mini Duri dengan kondisi tak layak bukan menjadi penghalang. Kondisi Stadion Mini Duri cukup memprihatinkan menjadi pelecut semangat mereka untuk terus tapaki karir dan menjaga kesehatan fisik agar tetap bugar. Mereka justru bersyukur Duri, Kecamatan Mandau masih memiliki Stadion Mini untuk tempat berolahraga meski kondisinya telah mengkhawatirkan. "Kita bersyukur, Stadioan Mini untuk kegiatan berolahraga di Duri, Kecamatan Mandau meski keadaannya, ya memprihatinkan," ujar seorang warga paruh baya tak mau ditulis namanya, kepada katakabar.com di suatu perbicangan. Setiap hari jogging! "Enggak juga Pak, palingan tiga kali dalam sepekan saat waktu longgar atau tidak begitu sibuk," ucap pria itu sambil berlari-lari kecil di pinggir lapangan. Stadion Mini Bukan Stadion Biasa Stadion Mini Duri bukan stadion biasa, sebab stadion ini selain melahirkan atlet-atlet sepak bola usi dini. Stadion merupakan homebase PS Duri tim sepak bola yang sangat disegani di Provinsi Riau, dan Sumatera Bagian Utara. Bahkan, Stadion Mini pernah menjadi tempat acara dan perhelatan pemerintah, konser musik, serta acara berskala besar lainnya, seperti upacara HUT Kemerdakan RI, kampanye akbar hingga konser musik group-group band papan atas nasional. Tetapi, semua itu tinggal cerita menjadi kenangan indah tak terlupakan. Sebab, beda penguasa beda pula ego, dan ambisi. Penguasa datang dan pergi silih berganti ada yang hobi olahraga ada pula yang hobi pencitraan untuk melanggengkan kekuasaaan hingga tujuh turunan. Stadion Mini Duri salah satu fasilitas cabang olahraga di jantung Kecamatan Mandau, bisa jadi dinilai tidak prioritas sehingga membiarkannya sekarat adalah sebuah pilihan buat apa diperbaiki dan dibenahi. Apalagi secara matematika ekonomi dan politik kurang menguntungkan bagi para oknum-oknum penguasa. Akhirnya, masyarakat mesti menerima kenyataan dan menelan pil pahit  melihat fakta Stadion Mini Duri sekarat dihukum keadaan imbas dari salah pilih pemimpin hasil dari perhelatan politik pragmatis.