Internasional
Sorotan terbaru dari Kategori Internasional
Jamuan Kenegaraan Xi Jinping-Donald Trump: Soroti Pengaruh Baru Industri Teknologi Global
Beijing, katakabar.com - Jamuan kenegaraan yang digelar Presiden Tiongko, Xi Jinping untuk menyambut Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di Great Hall of the People, Beijing, menjadi salah satu agenda diplomatik paling disorot dunia. Pertemuan tingkat tinggi tersebut tidak hanya membahas isu geopolitik dan hubungan ekonomi kedua negara, tetapi juga memperlihatkan bagaimana industri teknologi kini memainkan peran strategis dalam hubungan internasional modern. Sejumlah pemimpin perusahaan teknologi global terlihat menghadiri forum eksklusif tersebut, mulai dari sektor kecerdasan buatan, kendaraan listrik, semikonduktor, hingga elektronik konsumen. Nama-nama seperti Elon Musk dari Tesla, Tim Cook dari Apple, Jensen Huang dari NVIDIA, serta Jia Shaoqian dari Hisense Group menjadi bagian dari jajaran tokoh industri yang turut hadir dalam rangkaian acara diplomatik tersebut. Kehadiran para pemimpin industri ini dipandang sebagai refleksi meningkatnya keterkaitan antara teknologi, perdagangan global, dan stabilitas geopolitik. Kurun beberapa tahun terakhir, persaingan antara Amerika Serikat dan Tiongkok semakin berfokus pada penguasaan teknologi strategis seperti AI, chip semikonduktor, energi baru, hingga smart manufacturing. Di tengah dinamika tersebut, perusahaan-perusahaan teknologi global terus memperkuat investasi mereka pada inovasi dan pengembangan teknologi inti. NVIDIA misalnya menjadi salah satu pemain utama dalam pengembangan infrastruktur AI global, sementara Apple memperluas integrasi AI dan ekosistem perangkat pintar. Tesla juga terus mendorong percepatan kendaraan listrik dan teknologi autonomous driving di pasar internasional. Sedang, sektor display premium dan smart home juga berkembang pesat sebagai bagian dari transformasi gaya hidup digital. Berbagai perusahaan elektronik seperti Hisense aktif memperkenalkan teknologi visual generasi baru dengan fokus pada kualitas gambar, efisiensi energi, dan integrasi kecerdasan buatan. Hisense sendiri dalam beberapa tahun terakhir dikenal memperkuat pengembangan teknologi RGB-MiniLED, laser display, serta perangkat rumah tangga hemat energi seperti mesin cuci berteknologi heat pump. Pendekatan ini mencerminkan tren industri yang semakin mengutamakan inovasi teknologi independen dan keberlanjutan sebagai faktor utama daya saing global. Selain menjadi simbol hubungan diplomatik, jamuan kenegaraan ini juga menunjukkan bagaimana forum informal tingkat tinggi kini menjadi ruang strategis untuk membangun komunikasi lintas industri dan memperluas peluang kerja sama internasional. Beberapa pembahasan utama dalam pertemuan kedua negara diketahui mencakup perdagangan, rantai pasok teknologi, kecerdasan buatan, hingga isu energi dan investasi global. Di industri global, Hisense menjadi salah satu perusahaan yang mencatat pertumbuhan signifikan. Berdasarkan data Omdia 2025, Hisense menempati posisi No.1 dunia untuk kategori TV 100 inci ke atas, Laser TV serta MiniLED TV. Selain memperkuat posisi di pasar global, Hisense juga memperkuat basis industri serta pusat riset dan bisnis di lebih dari 160 negara. Di sisi global branding, Hisense kembali memperkuat posisinya di panggung olahraga internasional dengan resmi menjadi Global Official Sponsor FIFA World Cup 2026™. Pengumuman tersebut merupakan kelanjutan dari kemitraan jangka panjang Hisense bersama FIFA dalam berbagai turnamen internasional sebelumnya. Di pasar Indonesia, perkembangan Hisense juga menunjukkan pertumbuhan yang agresif dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya, Hisense TV telah berhasil meraih posisi Nomor 1 di Electronic City (EC), salah satu jaringan ritel elektronik terbesar di Indonesia. Hisense juga didukung oleh fasilitas pabrik lokal salah satunya di Purwakarta, Jawa Barat, yang menjadi bagian penting dalam mendukung kapasitas produksi dan distribusi nasional. Selain itu, jaringan layanan purna jual Hisense terus diperluas melalui service center yang tersebar di berbagai kota di seluruh Indonesia guna memberikan dukungan layanan yang lebih cepat dan mudah diakses konsumen. Komitmen jangka panjang Hisense terhadap Indonesia juga semakin diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara BPI Danantara dan Hisense Group Holding pada Mei 2026 yang disaksikan langsung Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto dan Chairman Hisense Group Jia Shaoqian. Kerja sama tersebut membuka peluang pengembangan manufaktur maju, lokalisasi teknologi, penelitian dan pengembangan, hingga penguatan kapabilitas industri nasional. Langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia dipandang tidak hanya sebagai pasar strategis, tetapi juga sebagai pusat masa depan untuk inovasi, riset, dan aktivitas industri bernilai tinggi. Di tengah kompetisi yang semakin ketat, kolaborasi lintas negara, investasi riset jangka panjang, dan pengembangan teknologi berkelanjutan diperkirakan akan menjadi fokus utama industri global dalam beberapa tahun mendatang. Forum seperti jamuan kenegaraan di Beijing menjadi gambaran bagaimana diplomasi dan teknologi kini berjalan semakin beriringan dalam membentuk masa depan ekonomi dunia.
Peluang Ekspor Indonesia ke Brazil: Belajar Perdagangan Global Hatchery Project Binus International
Jakarta, katakabar.com - Binus International dengan Hatchery Project buka peluang bagi para mahasiswa untuk mengenal dinamika bisnis dunia. Kegiatan ini dilakukan selama beberapa sesi untuk membedah kekhasan berbagai negara menjalankan bisnisnya. Dengan menghadirkan tiga keynote speakers, yakni Riley Millner (Desainer Instruksional di Thunderbird School of Global Management), Samanta Alvis, Ph.D. (Direktur Eksekutif Najafi 100 Million Learners Global Initiative), dan Simon Turner (Global Lead Partnership dari Thunderbird’s 100 Million Learners), kali ini BINUS International bedah ekonomi bisnis di Brazil. Brazil, Negara dengan Populasi Urban Terbesar di Dunia Brazil bukan hanya dikenal sebagai negara yang permainan sepak bolanya menawan. Ia adalah raksasa ekonomi yang menempati peringkat ke 5 sebagai negara terbesar di dunia. Dengan populasi yang sangat masif dan tingkat urbanisasi yang tinggi, Brazil menawarkan pasar konsumen yang sangat dinamis. Sebagian besar penduduk Brazil tinggal di area perkotaan. Hal ini berarti akses terhadap produk-produk gaya hidup dan tren global sangatlah cepat. Bagi pelaku bisnis, karakteristik populasi urban ini merupakan sinyal positif untuk ekspansi produk yang mengedepankan inovasi dan kemudahan akses. Pentingnya Penampilan dalam Budaya Brazil Salah satu temuan paling menarik dalam Hatchery Project kali ini adalah kedalaman analisis mengenai perilaku konsumen. Di Brazil, penampilan merupakan bagian penting dari identitas sosial. Hal ini berdampak langsung pada consumer spending yang sangat tinggi pada kategori beauty and personal care. Faktanya, angka penjualan parfum atau fragrance di Brazil merupakan yang terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Budaya yang sangat memperhatikan aspek estetika dan perawatan diri ini membuka peluang lebar bagi produk-produk perawatan tubuh dan kecantikan dari Indonesia untuk masuk dan bersaing, asalkan mampu memenuhi standar selera lokal yang cukup spesifik. Kesempatan Belajar Strategi Market Entry Brazil Melalui sesi Hatchery Project, kamu tidak hanya melihat potensi, tetapi juga belajar cara menaklukkan tantangan melalui strategi market entry yang tepat. 1. Jenis produk yang berpotensi laku Selain kategori kecantikan, produk-produk yang berhubungan dengan gaya hidup urban dan kesehatan memiliki potensi besar untuk dipasarkan di Brazil. Meski begitu, sebagai pemilik usaha, kamu tetap perlu melakukan kurasi produk agar sesuai dengan preferensi masyarakat Brazil. 2. Tantangan: Brazil lebih tahu Bali daripada Indonesia Salah satu hambatan nyata yang ditemukan adalah fakta bahwa masyarakat Brazil jauh lebih mengenal Bali daripada Indonesia itu sendiri. Tantangan branding ini mengharuskan pelaku ekspor untuk melakukan edukasi konsumen yang lebih agresif dan cerdas dalam memosisikan produk mereka. 3. Peluang market entry Mahasiswa diajak membandingkan dua opsi utama, yaitu membangun perusahaan lokal di Brazil atau bekerja sama dengan importir atau distributor lokal. Opsi kedua sering kali dianggap lebih efektif bagi pemain baru karena mitra lokal sudah memiliki jaringan distribusi yang kuat di apotek dan platform e-commerce. Real-world Exposure dan Networking Diplomatik Nilai jual utama dari Hatchery Project adalah kredibilitas informasinya. Materi yang dipelajari mahasiswa disusun dan disampaikan langsung oleh Marcelo Koiti Hasunuma, Head of the Trade Promotion and Economic Office dari Kedutaan Besar Brazil di Jakarta. Ini memberikan kamu kesempatan langka untuk belajar langsung dari narasumber diplomatik yang memahami seluk-beluk hubungan bilateral dan kebijakan perdagangan antarnegara. Bersama Marcelo Koiti Hasunuma, kamu pun dilatih untuk membangun kemampuan critical thinking dalam melihat risiko logistik, beban pajak impor yang bisa mencapai 60%, hingga cara membangun kepercayaan dengan mitra di Brazil. Hal-hal semacam ini tentunya penting untuk membuatmu semakin terlatih dalam mengembangkan ekonomi usaha yang lebih matang. Hatchery Project membuktikan komitmen BINUS International dalam memberikan eksposur global nyata bagi mahasiswanya. Dengan mengupas sektor perdagangan Brazil, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan jaringan untuk menjadi pelaku usaha di kancah internasional. Pengalaman mendalam seperti ini adalah langkah awal yang sempurna bagi kamu yang bercita-cita menjadi pengusaha atau profesional global. Ingin merasakan pengalaman belajar dengan standar internasional dan akses langsung ke pakar dunia? Yuk, bergabung dengan Binus International sekarang dan mulai langkahmu menuju karier global!
Voices of Tomorrow Special Session Bahas Gejolak Timteng dan Tantangan Jurnalisme Global
Jakarta, katakabar.com - Program Voices of Tomorrow kembali menghadirkan sesi khusus yang ditujukan bagi jurnalis muda, mahasiswa, dan para profesional yang tertarik pada dinamika media serta isu global. Angkat tema “Middle East in Geopolitical Turmoil”, sesi ini akan mengajak peserta memahami bagaimana jurnalisme berperan di tengah konflik, krisis, dan perubahan geopolitik yang terus berkembang. Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom ini akan berlangsung pada Sabtu, 16 Mei 2026, pukul 10.00–12.00 WIB atau 08.30–10.30 IST. Acara ini terbuka bagi jurnalis, mahasiswa jurnalistik, mahasiswa hubungan internasional, profesional hukum, hingga jurnalis lepas yang ingin memperluas perspektif terhadap isu internasional. Mengupas Peran Jurnalisme di Tengah Krisis Global Di tengah meningkatnya konflik dan ketegangan geopolitik di berbagai kawasan dunia, peran media dan jurnalisme menjadi semakin penting. Sesi spesial ini akan mengangkat pertanyaan mendasar mengenai bagaimana jurnalis dapat menavigasi situasi konflik, krisis kemanusiaan, serta dinamika politik internasional yang kompleks. Peserta akan diajak melihat bagaimana media bekerja di tengah arus informasi yang cepat, tantangan verifikasi fakta, hingga meningkatnya penyebaran disinformasi yang memengaruhi persepsi publik terhadap isu global. Hadirkan Perspektif Diplomasi dan Generasi Muda Di sesi spesial ini, peserta akan memperoleh kesempatan untuk mendengarkan langsung pandangan dan pengalaman dari dua mentor pembicara dengan latar belakang berbeda yang memiliki pengalaman dalam bidang diplomasi dan isu global. Salah satu pembicara yang akan hadir adalah Anil Trigunayat, mantan Duta Besar India yang memiliki pengalaman panjang dalam dunia diplomasi dan hubungan internasional. Dengan pengalamannya tersebut, ia akan membagikan perspektif mengenai kondisi geopolitik Timur Tengah serta dampaknya terhadap hubungan antarnegara dan arus informasi global. Turut hadir pula Ismail Amin, Global Youth Representative dengan fokus pada upaya menjembatani perspektif Indonesia dan Timur Tengah. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan sudut pandang generasi muda mengenai bagaimana media dan jurnalisme dapat berkontribusi dalam membangun pemahaman lintas budaya dan kawasan. Ruang Belajar Jurnalis Masa Depan Program Voices of Tomorrow diselenggarakan oleh India News Desk dan Kedutaan Besar India di Jakarta sebagai ruang belajar dan pertukaran gagasan, tempat jurnalis muda dapat bertemu dengan para mentor serta memperoleh wawasan editorial dari praktisi dan tokoh berpengalaman. Acara ini ditujukan bagi jurnalis, mahasiswa jurnalistik, mahasiswa hubungan internasional, profesional hukum, dan jurnalis lepas yang ingin memperluas wawasan terhadap isu-isu internasional. Selain menghadirkan diskusi dan pembelajaran, penyelenggara juga menyiapkan hadiah e-wallet untuk tiga peserta beruntung yang mengikuti kegiatan tersebut. Bagi peserta yang ingin bergabung, pendaftaran dapat dilakukan dengan memindai barcode atau QR code yang tersedia pada poster acara atau dengan daftar di tautan berikut: https://forms.gle/U2HCBunjzvB42JV7A Jangan lewatkan kesempatan untuk memperluas wawasan global, memahami dinamika Timur Tengah dari berbagai perspektif, serta belajar langsung dari para mentor yang berpengalaman dalam dunia diplomasi dan jurnalisme.
NarayaOne Bawa Nama Jatim ke CommunicAsia 2026: Dari Surabaya ke Panggung Digital Asia
Jawa Timur, katakabar.com - NarayaOne menegaskan posisinya di antara wajah industri digital Jawa Timur saat bersiap tampil di CommunicAsia 2026, yang berlangsung pada 20 hingga 22 Mei 2026 di Singapore EXPO. Partisipasi ini menempatkan NarayaOne pada panggung strategis Asia Tech x Singapore, sebuah ajang ICT besar yang mempertemukan penyedia layanan komunikasi, vendor teknologi, integrator sistem, dan pelaku enterprise dari berbagai negara. NarayaOne secara resmi mengumumkan keikutsertaannya melalui kanal perusahaan dengan membawa tagline utama "Your Digital Gateway to Indonesia". Tagline tersebut menjadi representasi arah bisnis perusahaan yang fokus menjembatani kebutuhan pasar global dengan potensi ekonomi digital Indonesia. Membawa Nama Jawa Timur ke Panggung Teknologi Asia Keikutsertaan NarayaOne tidak hanya menjadi momentum bisnis perusahaan, tetapi juga menjadi representasi industri digital Jawa Timur di tingkat internasional. Berbasis di Menara Trillium, Surabaya, NarayaOne menunjukkan perusahaan teknologi dari daerah mampu bersaing dan tampil dalam forum teknologi terbesar di Asia Tenggara. Partisipasi ini semakin kuat dengan adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Dukungan tersebut memperlihatkan sinergi antara sektor industri digital dengan agenda pengembangan ekonomi daerah berbasis teknologi dan inovasi. Kehadiran NarayaOne di Singapura membawa pesan bahwa Jawa Timur memiliki kapasitas sumber daya, inovasi, dan ekosistem digital yang siap berkembang secara global. Atas keikutsertaan NarayaOne mendapat apresiasi dan sambutan positif dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Koordinator Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Jawa Timur, Lucky Kristian, menyampaikan apresiasinya secara langsung. "Kami mengucapkan selamat kepada NarayaOne yang akan ikut pameran di Singapura. Secara tidak langsung, NarayaOne ini mewakili pemerintah dan masyarakat Jawa Timur," ujar Lucky. Lucky menegaskan harapan besar pemerintah daerah terhadap langkah NarayaOne di kancah internasional. "Dengan kondisi ekonomi kita yang sudah di atas rata-rata nasional mencapai 5,96 persen kami berharap NarayaOne bisa menggaet investor ataupun mampu menjual produknya ke Singapura atau negara lain," tuturnya. Menjadi catatan penting, kata Lucky, keikutsertaan NarayaOne di CommunicAsia 2026 dilakukan secara mandiri tanpa fasilitas pembiayaan dari pemerintah. Hal ini justru menjadi nilai tersendiri di mata Lucky. "Kehadiran NarayaOne dengan biaya mandiri ini menjadi penyemangat. Minimal ini menunjukkan industri kita mampu tanpa harus selalu difasilitasi pemerintah," jelasnya. Lucky juga menempatkan langkah NarayaOne dalam konteks visi besar Jawa Timur sebagai pusat konektivitas nasional. "Jawa Timur adalah hub untuk Indonesia bagian Timur. Mulai dari tol laut, semua berasal dari Jatim, dari Perak. Dengan NarayaOne ke Singapura, kita ingin memperkuat jalur-jalur perdagangan agar Jatim benar-benar menjadi Gerbang Baru Nusantara," imbuhnya. Profil NarayaOne dan Data Aktual Perusahaan NarayaOne NarayaOne perusahaan teknologi dan ekosistem digital yang telah beroperasi selama 17 tahun. Dalam data resmi perusahaan, NarayaOne menyebut telah melayani lebih dari 19.300 pelanggan dan mengembangkan lima business unit utama dalam satu ekosistem terintegrasi. Lima unit bisnis tersebut meliputi: 1. Naraya Telematika (Branding: Kapten Naratel): Berfokus pada solusi telekomunikasi, jaringan, dan infrastruktur digital. 2. Naraya Media: Menyediakan layanan media digital dan distribusi konten. 3. Naraya Creative Studio: Menangani kebutuhan branding, produksi kreatif, dan pengembangan visual perusahaan. 4. SprakPay: Mengembangkan sistem pembayaran digital dan solusi transaksi elektronik. 5. Naraya Learning Institution: Mendorong pengembangan kompetensi dan pendidikan berbasis teknologi. Struktur bisnis tersebut menunjukkan bahwa NarayaOne tidak hanya bergerak sebagai penyedia layanan tunggal, tetapi membangun ekosistem digital yang saling terintegrasi. Model Kemitraan yang Ditawarkan Dalam keikutsertaannya di CommunicAsia 2026, NarayaOne memaparkan empat model kemitraan strategis yang terbuka bagi mitra internasional, yakni Strategic, Investment, Technology Integration, Telco/ISP Partnership, dan Go to Market Partnership. Keempat model ini dirancang untuk mengakomodasi berbagai bentuk kolaborasi lintas negara sesuai kebutuhan dan kapasitas masing-masing mitra. Kolaborasi Strategis Lintas Sektor Kekuatan NarayaOne tidak hanya bertumpu pada kapabilitas internal, tetapi juga pada jaringan kolaborasi yang dibangun lintas sektor. Mitra-mitra yang mendukung ekosistem NarayaOne mencakup tiga ranah utama: dunia usaha, pendidikan, dan pemerintahan. Dari sisi industri keuangan, NarayaOne menjalin kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), salah satu bank syariah terbesar nasional, yang memperkuat dimensi layanan keuangan digital dalam ekosistem perusahaan. Di bidang pendidikan teknologi, kolaborasi dengan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menjadi jembatan antara dunia industri dan pengembangan talenta digital berbasis akademik. Pada level kebijakan dan regulasi digital nasional, NarayaOne mendapat pengakuan melalui keterkaitan dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), yang menunjukkan relevansi perusahaan dalam agenda transformasi digital Indonesia. Tak kalah penting, dukungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur turut memperkuat legitimasi NarayaOne sebagai representasi industri digital daerah di panggung internasional. Sinergi dengan pemerintah provinsi ini sekaligus mencerminkan komitmen bersama dalam mendorong Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital nasional. Keberagaman mitra dari sektor swasta, akademik, pemerintah pusat, hingga pemerintah daerah menjadi cerminan bahwa NarayaOne telah membangun fondasi bisnis yang kokoh dan relevan dengan kebutuhan ekosistem industri modern. "Your Digital Gateway to Indonesia" Jadi Identitas Strategis Tagline "Your Digital Gateway to Indonesia" menjadi identitas utama NarayaOne dalam CommunicAsia 2026. Tagline tersebut bukan sekadar slogan pemasaran, melainkan positioning perusahaan sebagai penghubung antara pasar internasional dengan peluang ekonomi digital Indonesia. NarayaOne menyoroti sejumlah potensi besar Indonesia, seperti Populasi lebih dari 280 juta jiwa, Pengguna internet mencapai lebih dari 221 juta, Nilai ekonomi digital sekitar US$100 miliar, Potensi ekonomi halal hingga US$265 miliar Data tersebut menjadi dasar strategi NarayaOne dalam menawarkan Indonesia sebagai pasar digital yang besar dan terus berkembang. CommunicAsia 2026 Jadi Momentum Ekspansi Regional CommunicAsia dikenal sebagai salah satu event teknologi dan komunikasi terbesar di Asia. Event ini menjadi tempat bertemunya perusahaan telekomunikasi, penyedia cloud, AI company, data center provider, dan berbagai pelaku transformasi digital global. Bagi NarayaOne, keikutsertaan dalam event ini menjadi momentum penting untuk memperluas jaringan internasional, membuka peluang kerja sama regional, serta memperkenalkan kemampuan teknologi dari Indonesia, khususnya Jawa Timur. Langkah ini juga menunjukkan bahwa perusahaan digital lokal kini tidak lagi hanya berorientasi pada pasar domestik, tetapi mulai bergerak menuju pasar Asia dan global. NarayaOne dan Masa Depan Industri Digital Jawa Timur Kehadiran NarayaOne di CommunicAsia 2026 memperlihatkan perubahan besar dalam lanskap industri digital Jawa Timur. Perusahaan berbasis daerah kini mampu tampil membawa identitas lokal sekaligus menawarkan solusi berstandar internasional. Dengan pengalaman 17 tahun, lebih dari 19.300 pelanggan, lima business unit terintegrasi, serta dukungan pemerintah daerah dan mitra strategis nasional, NarayaOne memperlihatkan kesiapan untuk menjadi salah satu pemain penting dalam transformasi digital Indonesia.
Tiba di India Hadiri BRICS FMM 2026, Ini Misi Menlu RI
Jakarta, katakabar.com - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia? Sugiono tiba di Bandara Internasional Indira Gandhi, New Delhi, India, Rabu (13/5) untuk menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS atau BRICS Foreign Ministers’ Meeting (FMM) yang akan berlangsung pada 14 hingga 15 Mei 2026. Kedatangan Sugiono di ibu kota India disambut Additional Secretary (AS) South Kementerian Luar Negeri India, Shri Prashant Agrawal. Pertemuan tingkat tinggi tersebut menjadi salah satu agenda diplomasi internasional terbesar yang digelar India tahun ini dalam kapasitasnya sebagai Ketua BRICS 2026. Para menteri luar negeri negara anggota BRICS dijadwalkan membahas berbagai isu strategis global, mulai dari kerja sama ekonomi, ketahanan global, inovasi, hingga reformasi tata kelola internasional. Fokus Indonesia pada Sustainability dan Ekonomi Digital Sebelum bertolak ke India, Sugiono menyampaikan Indonesia akan aktif berpartisipasi dalam berbagai pembahasan strategis selama BRICS FMM berlangsung. Salah satu isu yang menjadi perhatian Indonesia adalah penguatan kerja sama antarnegara BRICS di bidang keberlanjutan dan ekonomi digital. “BRICS juga akan membahas kerja sama antarnegara BRICS, terutama di bidang sustainability, kemudian juga ekonomi digital,” ujar Sugiono usai pernyataan pers bersama Indonesia dan Singapura di Jakarta. Pernyataan tersebut mencerminkan arah diplomasi Indonesia yang semakin fokus pada isu pembangunan berkelanjutan dan transformasi digital. Beberapa tahun terakhir, ekonomi digital menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Melalui forum BRICS, Indonesia melihat peluang untuk memperluas kerjasama investasi, pengembangan teknologi, hingga pertukaran inovasi dengan negara-negara anggota lainnya. Selain itu, isu sustainability atau keberlanjutan juga menjadi perhatian penting di tengah meningkatnya tantangan global seperti perubahan iklim, ketahanan energi, dan transisi menuju ekonomi hijau. Indonesia dinilai memiliki kepentingan strategis untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, terutama sebagai salah satu negara berkembang dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. BRICS Bahas Ketahanan dan Reformasi Global Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan BRICS FMM tahun ini akan menitikberatkan pembahasan pada isu-isu global dan kawasan yang berkaitan dengan penguatan ketahanan, resiliensi, dan inovasi. Menurut Yvonne, Indonesia akan kembali menegaskan komitmennya untuk terus berpartisipasi aktif dalam BRICS dan mendorong kelompok tersebut memainkan peran yang lebih besar dalam menjaga stabilitas dunia. “Indonesia akan terus mendorong BRICS untuk berperan lebih aktif dan konstruktif dalam mempromosikan perdamaian dan menjaga norma-norma global sesuai hukum internasional,” jelasnya. Pernyataan tersebut memperlihatkan posisi Indonesia yang konsisten mendukung pendekatan multilateralisme dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Dalam situasi dunia yang semakin dipengaruhi rivalitas geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, BRICS dipandang sebagai salah satu forum penting bagi negara-negara berkembang untuk memperkuat kerja sama dan menyuarakan kepentingan Global South. Forum BRICS sendiri dalam beberapa tahun terakhir terus memperluas pengaruhnya dalam percaturan internasional. Selain menjadi wadah kerja sama ekonomi, kelompok ini juga semakin aktif membahas isu-isu strategis global seperti reformasi sistem keuangan internasional, tata kelola global, ketahanan pangan, hingga keamanan energi. India Perkuat Peran sebagai Ketua BRICS 2026 India resmi mengambil alih presidensi BRICS dari Brasil sejak 1 Januari 2026. Tahun ini menjadi kali keempat India memimpin kelompok tersebut setelah sebelumnya menjadi tuan rumah KTT BRICS pada 2012, 2016, dan 2021. Penyelenggaraan BRICS FMM di New Delhi menjadi salah satu agenda utama India dalam memperkuat posisi BRICS sebagai platform kerja sama negara berkembang. Pemerintah India juga memanfaatkan momentum ini untuk mempertegas perannya sebagai salah satu kekuatan penting di kawasan Indo-Pasifik dan Global South. Selain mengikuti sesi utama BRICS FMM, para menteri luar negeri negara anggota dan delegasi juga dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi selama kunjungan mereka di New Delhi. Pertemuan tersebut diperkirakan akan membahas arah masa depan BRICS, termasuk penguatan kerja sama ekonomi, perdagangan, teknologi, dan reformasi sistem multilateral internasional. Dalam agenda resmi yang dipublikasikan Kementerian Luar Negeri India, para menteri luar negeri BRICS akan bertukar pandangan mengenai berbagai isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama. Di hari kedua pertemuan, negara anggota dan mitra BRICS akan mengikuti sesi bertema “BRICS@20: Membangun Ketahanan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan”. Agenda kemudian dilanjutkan dengan sesi mengenai “Reformasi Tata Kelola Global dan Sistem Multilateral”. Tema tersebut menunjukkan fokus BRICS yang kini tidak hanya terbatas pada kerja sama ekonomi, tetapi juga pada upaya membangun sistem global yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perubahan dunia. Bagi Indonesia, keterlibatan dalam forum ini menjadi bagian penting dari strategi diplomasi untuk memperluas kemitraan internasional sekaligus memperkuat posisi negara dalam berbagai isu global. Kehadiran Sugiono di India mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus aktif dalam forum-forum multilateral dan memperkuat kerja sama dengan negara-negara berkembang lainnya. Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, partisipasi Indonesia dalam BRICS dinilai dapat membuka peluang kolaborasi baru di berbagai sektor strategis, mulai dari perdagangan dan investasi hingga teknologi dan pembangunan berkelanjutan.
Tiba di India Hadiri BRICS FMM 2026, Ini Misi Menlu RI
Jakarta, katakabar.com - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia? Sugiono tiba di Bandara Internasional Indira Gandhi, New Delhi, India, Rabu (13/5) untuk menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS atau BRICS Foreign Ministers’ Meeting (FMM) yang akan berlangsung pada 14 hingga 15 Mei 2026. Kedatangan Sugiono di ibu kota India disambut Additional Secretary (AS) South Kementerian Luar Negeri India, Shri Prashant Agrawal. Pertemuan tingkat tinggi tersebut menjadi salah satu agenda diplomasi internasional terbesar yang digelar India tahun ini dalam kapasitasnya sebagai Ketua BRICS 2026. Para menteri luar negeri negara anggota BRICS dijadwalkan membahas berbagai isu strategis global, mulai dari kerja sama ekonomi, ketahanan global, inovasi, hingga reformasi tata kelola internasional. Fokus Indonesia pada Sustainability dan Ekonomi Digital Sebelum bertolak ke India, Sugiono menyampaikan Indonesia akan aktif berpartisipasi dalam berbagai pembahasan strategis selama BRICS FMM berlangsung. Salah satu isu yang menjadi perhatian Indonesia adalah penguatan kerja sama antarnegara BRICS di bidang keberlanjutan dan ekonomi digital. “BRICS juga akan membahas kerja sama antarnegara BRICS, terutama di bidang sustainability, kemudian juga ekonomi digital,” ujar Sugiono usai pernyataan pers bersama Indonesia dan Singapura di Jakarta. Pernyataan tersebut mencerminkan arah diplomasi Indonesia yang semakin fokus pada isu pembangunan berkelanjutan dan transformasi digital. Beberapa tahun terakhir, ekonomi digital menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Melalui forum BRICS, Indonesia melihat peluang untuk memperluas kerjasama investasi, pengembangan teknologi, hingga pertukaran inovasi dengan negara-negara anggota lainnya. Selain itu, isu sustainability atau keberlanjutan juga menjadi perhatian penting di tengah meningkatnya tantangan global seperti perubahan iklim, ketahanan energi, dan transisi menuju ekonomi hijau. Indonesia dinilai memiliki kepentingan strategis untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, terutama sebagai salah satu negara berkembang dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. BRICS Bahas Ketahanan dan Reformasi Global Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan BRICS FMM tahun ini akan menitikberatkan pembahasan pada isu-isu global dan kawasan yang berkaitan dengan penguatan ketahanan, resiliensi, dan inovasi. Menurut Yvonne, Indonesia akan kembali menegaskan komitmennya untuk terus berpartisipasi aktif dalam BRICS dan mendorong kelompok tersebut memainkan peran yang lebih besar dalam menjaga stabilitas dunia. “Indonesia akan terus mendorong BRICS untuk berperan lebih aktif dan konstruktif dalam mempromosikan perdamaian dan menjaga norma-norma global sesuai hukum internasional,” jelasnya. Pernyataan tersebut memperlihatkan posisi Indonesia yang konsisten mendukung pendekatan multilateralisme dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Dalam situasi dunia yang semakin dipengaruhi rivalitas geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, BRICS dipandang sebagai salah satu forum penting bagi negara-negara berkembang untuk memperkuat kerja sama dan menyuarakan kepentingan Global South. Forum BRICS sendiri dalam beberapa tahun terakhir terus memperluas pengaruhnya dalam percaturan internasional. Selain menjadi wadah kerja sama ekonomi, kelompok ini juga semakin aktif membahas isu-isu strategis global seperti reformasi sistem keuangan internasional, tata kelola global, ketahanan pangan, hingga keamanan energi. India Perkuat Peran sebagai Ketua BRICS 2026 India resmi mengambil alih presidensi BRICS dari Brasil sejak 1 Januari 2026. Tahun ini menjadi kali keempat India memimpin kelompok tersebut setelah sebelumnya menjadi tuan rumah KTT BRICS pada 2012, 2016, dan 2021. Penyelenggaraan BRICS FMM di New Delhi menjadi salah satu agenda utama India dalam memperkuat posisi BRICS sebagai platform kerja sama negara berkembang. Pemerintah India juga memanfaatkan momentum ini untuk mempertegas perannya sebagai salah satu kekuatan penting di kawasan Indo-Pasifik dan Global South. Selain mengikuti sesi utama BRICS FMM, para menteri luar negeri negara anggota dan delegasi juga dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi selama kunjungan mereka di New Delhi. Pertemuan tersebut diperkirakan akan membahas arah masa depan BRICS, termasuk penguatan kerja sama ekonomi, perdagangan, teknologi, dan reformasi sistem multilateral internasional. Dalam agenda resmi yang dipublikasikan Kementerian Luar Negeri India, para menteri luar negeri BRICS akan bertukar pandangan mengenai berbagai isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama. Di hari kedua pertemuan, negara anggota dan mitra BRICS akan mengikuti sesi bertema “BRICS@20: Membangun Ketahanan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan”. Agenda kemudian dilanjutkan dengan sesi mengenai “Reformasi Tata Kelola Global dan Sistem Multilateral”. Tema tersebut menunjukkan fokus BRICS yang kini tidak hanya terbatas pada kerja sama ekonomi, tetapi juga pada upaya membangun sistem global yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perubahan dunia. Bagi Indonesia, keterlibatan dalam forum ini menjadi bagian penting dari strategi diplomasi untuk memperluas kemitraan internasional sekaligus memperkuat posisi negara dalam berbagai isu global. Kehadiran Sugiono di India mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus aktif dalam forum-forum multilateral dan memperkuat kerja sama dengan negara-negara berkembang lainnya. Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, partisipasi Indonesia dalam BRICS dinilai dapat membuka peluang kolaborasi baru di berbagai sektor strategis, mulai dari perdagangan dan investasi hingga teknologi dan pembangunan berkelanjutan.
ASEAN-India Bazaar 2026 Hadir di Jakarta, Satukan Budaya, Bisnis dan Komunitas Satu Perayaan
Jakarta, katakabar.com - ASEAN-India Bazaar 2026 bakal digelar lagi di Jakarta Sabtu (23/5) nanti di The Westin Jakarta. Acara ini menghadirkan perpaduan bazar budaya, kuliner, hiburan, dan networking yang mempertemukan diaspora India, komunitas ASEAN, ekspatriat, hingga masyarakat Indonesia dalam satu ruang interaksi. Komunitas Indoindians yang gelar bazar ini dirancang tidak hanya sebagai tempat berbelanja, tetapi juga sebagai platform komunitas yang memperkuat hubungan budaya, dan bisnis antar masyarakat ASEAN dan India Selama bertahun-tahun, Indoindians dikenal sebagai platform komunitas yang aktif menghubungkan masyarakat India di Indonesia dengan publik lokal melalui berbagai program budaya, bisnis, edukasi, hingga gaya hidup. Platform ini telah berkembang menjadi salah satu pusat informasi komunitas India terbesar di Indonesia dengan jaringan newsletter, media digital, event offline, hingga aktivitas sosial lintas komunitas. Lebih dari Sekedar Bazaar ASEAN-India Bazaar 2026 dirancang sebagai pengalaman komunitas yang menyatukan berbagai elemen dalam satu lokasi. Pengunjung akan menemukan tenant yang menghadirkan produk fesyen, perhiasan, dekorasi rumah, lifestyle, kerajinan tangan, karya seni, hingga layanan pendidikan dan wellness. Konsep acara yang menggabungkan shopping experience dengan cultural engagement menjadi salah satu daya tarik utama. Pengunjung tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga menikmati atmosfer festival budaya yang penuh interaksi. Area food court juga akan menjadi pusat perhatian dengan hadirnya ragam kuliner India dan ASEAN yang dapat dinikmati sepanjang hari. Kehadiran makanan khas regional menjadi bagian penting dari pengalaman acara karena kuliner dianggap sebagai salah satu jembatan budaya paling efektif dalam mempertemukan komunitas yang berbeda. Melalui akun Instagram resminya, IndoIndians juga mempromosikan bazar ini sebagai event komunitas berskala besar yang menghubungkan brand dengan komunitas internasional di Jakarta. Dalam sejumlah unggahan terbaru, mereka menyebut ASEAN–India Bazaar 2026 akan hadir dengan skala yang lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain menjadi festival budaya, ASEAN–India Bazaar juga diarahkan sebagai platform bisnis yang mendukung pelaku usaha kecil, kreatif, dan komunitas entrepreneur. Penyelenggara menilai acara seperti ini penting untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM dan brand independen. Dengan audiens yang terdiri dari diaspora India, komunitas ASEAN, ekspatriat, dan masyarakat urban Jakarta, bazar ini menawarkan peluang promosi langsung ke pasar yang sangat beragam. Indoindians menyebut event ini sebagai wadah untuk mempertemukan buyer dan seller dalam suasana yang lebih santai dan berbasis komunitas. Vendor tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun relasi, memperkenalkan brand, dan menciptakan koneksi baru dengan pengunjung. Dalam beberapa penyelenggaraan sebelumnya, bazar Indoindians menghadirkan ratusan vendor dan ribuan pengunjung dari berbagai komunitas internasional di Jakarta. Acara serupa yang digelar pada 2025 bahkan disebut berhasil mempertemukan komunitas India-Indonesia dengan berbagai kelompok ekspatriat dan masyarakat lokal dalam suasana yang inklusif dan penuh interaksi budaya. Budaya Penghubung Antar Komunitas Salah satu elemen utama ASEAN-India Bazaar adalah pertunjukan budaya yang menampilkan keragaman tradisi dari India dan negara-negara ASEAN. Penampilan seni, musik, dan tarian tradisional akan menjadi bagian penting dari keseluruhan pengalaman acara. Konsep ini sejalan dengan posisi Jakarta sebagai kota global yang semakin terbuka terhadap pertukaran budaya internasional. Dalam beberapa dekade terakhir, hubungan India dan Indonesia berkembang tidak hanya di sektor perdagangan dan diplomasi, tetapi juga melalui hubungan masyarakat, komunitas diaspora, pendidikan, dan budaya. Komunitas India di Indonesia sendiri memiliki sejarah panjang dan menjadi bagian dari perkembangan sosial-ekonomi di berbagai kota besar, termasuk Jakarta. Kehadiran diaspora India telah membentuk jaringan komunitas yang aktif di bidang bisnis, pendidikan, sosial, hingga kebudayaan. Melalui ASEAN-India Bazaar 2026, penyelenggara ingin memperkuat semangat tersebut dengan menciptakan ruang interaksi yang terbuka dan inklusif bagi semua kalangan. Sebagai penyelenggara, Indoindians selama ini dikenal aktif mengembangkan berbagai program yang memperkuat hubungan India dan Indonesia. Platform ini tidak hanya menghadirkan berita komunitas, tetapi juga event budaya, networking bisnis, kegiatan sosial, hingga layanan informasi bagi diaspora India di Indonesia. Melalui website dan media sosialnya, Indoindians juga rutin membangun engagement komunitas lewat newsletter mingguan, promosi event, hingga kolaborasi dengan berbagai organisasi dan brand. Kehadiran ASEAN-India Bazaar 2026 menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana komunitas diaspora dapat menjadi penghubung budaya dan ekonomi di tengah masyarakat urban Jakarta yang semakin multikultural. Dengan konsep yang menggabungkan budaya, kuliner, bisnis, hiburan, dan networking, ASEAN-India Bazaar 2026 diproyeksikan menjadi salah satu event komunitas internasional terbesar di Jakarta tahun ini.
Panas Ekstrem di Arab Saudi Rasanya Mau Meleleh, Tim Kesehatan Perkuat Pendampingan CJH Siak
Cuaca panas dan kering menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah haji Kabupaten Siak khususnya jemaah lanjut usia (lansia).
Tren Permintaan Emas Cetak Sejarah, Kapasitas Produksi Nasional Perlu Ditingkatkan
Jakarta, katakabar.com - Permintaan emas terus meningkat secara global. Melihat tren ini, pebisnis pertambangan nasional perlu memperkuat kemandirian ekosistem industri emas nasional melalui peningkatan kapasitas pengolahan logam mulia dalam negeri. Menurut data World Gold Council, total permintaan emas kuartal I, termasuk transaksi over-the-counter (OTC), naik 2% secara tahunan menjadi 1.231 ton. Kenaikan volume dipandang sangat solid ini, di tengah lonjakan harga emas yang signifikan, mendorong nilai permintaan kuartalan melonjak 74% menjadi rekor US$193 miliar. Permintaan emas batangan dan koin mencapai 474 ton atau naik 42%, menjadi kuartal tertinggi kedua sepanjang sejarah. Investor Asia menjadi pendorong utama dengan memborong berbagai produk investasi emas secara agresif. Pengamat BUMN dan Direktur NEXT Indonesia Center, Herry Gunawan, mengatakan tren peningkatan permintaan emas yang signifikan ini memberikan dua alasan bagi Indonesia khususnya melalui perusahaan tambang emas Negara untuk proaktif dalam meningkatkan produksinya. Pertama, BUMN pertambangan bisa mengambil peluang peningkatan profit dari lonjakan ini. Kedua, peningkatan produksi turut meringankan neraca perdagangan emas yang defisit. Terlebih sejak 2021, Indonesia mengalami defisit dan telah menjadi net importer. Kondisi tersebut disebabkan oleh impor yang lebih besar guna memenuhi kebutuhan dalam negeri dibandingkan dengan ekspor. “Di saat demand terhadap emas tinggi, tentu sudah jadi sentimen positif bagi BUMN tambang emas. Kondisi seperti itu akan mendorong kenaikan harga. Karena itu, peningkatan produksi menjadi sangat penting,” terang Herry. Seiring dengan itu, anak usaha holding pertambangan MIND ID melalui PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) telah berupaya meningkatkan produksi melalui pembangunan pabrik manufaktur emas logam mulia di Gresik. Antam telah memulai pembangunan pabrik manufaktur emas logam mulia di Gresik dengan kapasitas hingga 30 ton per tahun. Fasilitas ini akan menambah kapasitas produksi kepingan emas yang telah dimiliki Antam di Pulogadung, Jakarta, dengan kapasitas produksi 40 ton per tahun. Dalam rantai pasok ini, pasokan emas batangan berasal dari dua sumber utama, yakni tambang emas Antam di Jawa Barat sekitar 1 ton per tahun, serta Precious Metal Refinery (PMR) PT Freeport Indonesia yang mampu mengolah lumpur anoda menjadi emas batangan sekitar 50–60 ton per tahun. Dengan rantai pasok industri terintegrasi ini, Pemerintah melalui Grup MIND ID memperkuat ekosistem bullion Indonesia untuk memenuhi permintaan emas logam mulia nasional diperkirakan mencapai sekitar 70 ton per tahun dan terus meningkat.
Emas Berpotensi Melonjak ke 4.740, Ini Pemicunya
Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia di perdagangan Rabu (6/5) diperkirakan memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan, didorong oleh kombinasi sinyal teknikal yang semakin solid serta dukungan dari faktor fundamental global. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai pergerakan XAU/USD pada timeframe harian mulai memperlihatkan tanda-tanda pembalikan arah setelah sebelumnya mengalami tekanan. Secara teknikal, ujarnya, harga emas berhasil membentuk titik terendah baru atau swing low yang valid di area support kuat di level 4.523. Level ini menjadi area penting yang menahan penurunan harga dan menandai berakhirnya tekanan bearish dalam jangka pendek. "Ketika harga mampu bertahan di atas level tersebut, hal ini sering diartikan sebagai sinyal awal perubahan arah tren dari turun menjadi naik," ucapnya. Menurut Kofit, penguatan sinyal tersebut juga terlihat dari terbentuknya candlestick bullish marubozu. Pola ini menunjukkan dominasi pembeli yang cukup kuat dalam satu periode perdagangan, di mana harga bergerak naik tanpa tekanan jual yang signifikan. Kondisi ini mengindikasikan minat beli mulai meningkat dan berpotensi mendorong harga lebih tinggi. Selain itu, tutur Kofit, pola double bottom yang terbentuk semakin memperkuat indikasi pembalikan tren. Pola ini merupakan salah satu formasi teknikal yang sering digunakan untuk mengidentifikasi potensi kenaikan setelah fase penurunan. Dengan adanya pola ini, peluang bagi harga emas untuk melanjutkan kenaikan menjadi semakin besar. "Dari sisi indikator, stochastic juga memberikan konfirmasi tambahan. Pergerakan indikator yang mulai naik setelah keluar dari area oversold menunjukkan bahwa tekanan jual telah mereda dan momentum kenaikan mulai terbentuk. Hal ini memperkuat pandangan bahwa harga emas memiliki potensi untuk bergerak lebih tinggi dalam waktu dekat," ulasnya. Berdasarkan kondisi tersebut, lanjut Kofit, harga emas diperkirakan akan bergerak menuju area resistance terdekat di level 4.660. Jika momentum penguatan tetap terjaga, maka peluang kenaikan lanjutan menuju level 4.740 semakin terbuka. Level tersebut menjadi target berikutnya yang akan diuji oleh pasar dalam jangka menengah. "Pelaku pasar tetap perlu mencermati pergerakan harga di area resistance. Kenaikan yang terjadi tetap memerlukan dukungan volume dan sentimen pasar agar dapat berlanjut secara konsisten," tegasnya. Dari sisi fundamental, imbuhnya, prospek penguatan emas juga didukung oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian ekonomi global, mulai dari risiko perlambatan pertumbuhan hingga ketegangan geopolitik, membuat investor cenderung mencari instrumen yang lebih aman, seperti emas. Selain itu, kupasnya lagi, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve yang mulai mengarah ke arah yang lebih longgar turut menjadi faktor penting. Pelaku pasar mulai memperkirakan adanya kemungkinan pelonggaran kebijakan atau bahkan penurunan suku bunga dalam jangka menengah. Kondisi ini biasanya memberikan dorongan bagi harga emas. "Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung lebih menarik ketika suku bunga riil menurun. Dalam situasi tersebut, selisih keuntungan antara emas dan instrumen berbasis bunga menjadi lebih kecil, sehingga meningkatkan minat investor," terangnya. Faktor lain yang turut mendukung adalah pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang cenderung stabil atau menurun. Ketika yield tidak mengalami kenaikan, biaya peluang dalam memegang emas menjadi lebih rendah, sehingga mendorong permintaan. Secara keseluruhan, kombinasi antara sinyal teknikal yang kuat dan dukungan faktor fundamental memberikan gambaran bahwa harga emas masih memiliki ruang untuk melanjutkan kenaikan. Selama harga mampu bertahan di atas area support penting, peluang menuju level 4.660 hingga 4.740 tetap terbuka. Ia mengingatka pelaku pasar tetap disarankan untuk memperhatikan dinamika global yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga. Dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif, pendekatan yang disiplin dan berbasis analisis menjadi kunci dalam mengambil keputusan investasi.