Kemendag RI Ajak Pelaku Usaha Jateng Perluas Pasar Ekspor Lewat TEI 2026 Nasional
Nasional
15 jam yang lalu

Kemendag RI Ajak Pelaku Usaha Jateng Perluas Pasar Ekspor Lewat TEI 2026

Semarang, katakabar.com - Kementerian Perdagangan lewat Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) gelar Sosialisasi Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Novotel Semarang, Jawa Tengah, di penghujung Juni 2026 lalu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan partisipasi pelaku usaha Jawa Tengah dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke 41 bakal dihelat pada 14 hingga 18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, July Emmylia, S.E., M.M., menyampaikan Jawa Tengah memiliki potensi ekspor yang besar dengan berbagai komoditas unggulan yang mampu bersaing di pasar global. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus berkomitmen memperkuat daya saing pelaku usaha melalui berbagai program pengembangan ekspor sehingga semakin banyak produk asal Jawa Tengah yang dapat memasuki pasar internasional. "Melalui berbagai program pendampingan ekspor, business matching, hingga fasilitasi penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA), kami terus berupaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar semakin siap bersaing di pasar global. Sejak 2011, Disperindag Provinsi Jawa Tengah juga telah membina 56 mitra usaha melalui berbagai program yang didukung pendanaan APBN maupun non-APBN," kata July. Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan, Ari Satria, S.E., M.A., menjelaskan Jawa Tengah merupakan salah satu daerah dengan kontribusi ekspor yang signifikan dan termasuk dalam sepuluh besar daerah pengekspor di Indonesia. Pada penyelenggaraan Trade Expo Indonesia sebelumnya, potensi transaksi dari Jawa Tengah mencapai USD 18,4 miliar, dengan sektor furnitur dan fesyen menjadi dua komoditas unggulan. "Produk furnitur mencatatkan potensi transaksi lebih dari USD 700 juta pada penyelenggaraan TEI tahun lalu. Oleh karena itu, pada TEI 2026 kami menyiapkan dua hall khusus untuk zona furnitur. Sementara itu, sektor fesyen juga mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 56 juta. Tahun ini penyelenggaraan TEI juga didukung oleh Atase Perdagangan (Atdag), Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), Kementerian Luar Negeri, serta Perwakilan RI di luar negeri untuk menjaring lebih banyak pembeli internasional. Kami menargetkan sekitar 8.000 buyers dari berbagai negara hadir pada TEI 2026," ucap Ari. Sedang, Nabil Ramadhana, Digital and Business Development Manager PT Debindomulti Adhiswasti, menimpali Trade Expo Indonesia tidak hanya menjadi ajang promosi produk ekspor Indonesia, tetapi juga berperan sebagai gateway yang mempertemukan eksportir nasional dengan pembeli dan investor dari berbagai negara. "Komoditas yang paling diminati pada penyelenggaraan TEI sebelumnya antara lain produk pertambangan, logam mulia, serta minyak kelapa sawit (CPO) beserta turunannya. Selain membuka peluang transaksi perdagangan, TEI juga menjadi sarana memperluas jaringan investasi global. Sektor investasi memberikan kontribusi sekitar 19 persen dari total potensi transaksi dengan nilai mencapai USD 43,7 juta," tutur Nabil. Menurut Nabil, pada pergelaran TEI 2026, berbagai produk unggulan Indonesia akan ditampilkan dalam zona-zona tematik, di antaranya Food and Beverage Products yang menempati Hall 2, Hall 3, dan Hall 3A, serta zona Manufacturing yang akan menghadirkan berbagai produk manufaktur nasional berorientasi ekspor. Melalui kegiatan sosialisasi ini, Kementerian Perdagangan berharap semakin banyak pelaku usaha Jawa Tengah memanfaatkan Trade Expo Indonesia sebagai pintu masuk untuk memperluas akses pasar ekspor, menjalin kemitraan bisnis internasional, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. Partisipasi aktif pelaku usaha diharapkan dapat mendukung peningkatan ekspor nonmigas sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional.

ICE BSD Tuan Rumah GSDC 2026, Perkuat Peran sebagai Enabler Sustainability Forum Global Nasional
Nasional
Kemarin

ICE BSD Tuan Rumah GSDC 2026, Perkuat Peran sebagai Enabler Sustainability Forum Global

Tangerang Selatan, katakabar.com - Industri Meetings, Incentives, Conventions and Exhibitions (MICE) terus menunjukkan peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Indonesia. Hingga September 2025, tercatat sebanyak 134 event nasional berhasil diselenggarakan dengan total 10,8 juta pengunjung. Indonesia juga menempati peringkat ke-37 dunia dan ke 4 di kawasan ASEAN dalam industri MICE, memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi penyelenggaraan event dan konferensi internasional yang semakin kompetitif. Guna memperkuat momentum tersebut, pemerintah menargetkan penguatan kontribusi devisa sektor MICE dari sekitar 10% menjadi 15% pada tahun 2029. Target ini akan dicapai melalui pengembangan ekosistem event nasional, peningkatan daya saing destinasi, serta perluasan dampak ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Momentum pertumbuhan tersebut turut membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah berbagai forum global berskala besar. Salah satunya adalah penunjukan Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD sebagai tuan rumah Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026, forum pembangunan berkelanjutan yang mempertemukan pemimpin global dari berbagai sektor. Siti Karmila, General Manager ICE BSD, mengungkapkan penunjukan ICE BSD sebagai tuan rumah GSDC 2026 merupakan kehormatan besar sekaligus pengakuan terhadap kapasitas dan standar operasional yang telah kami bangun selama bertahun-tahun. "Kami berkomitmen tidak hanya menghadirkan fasilitas terbaik, tetapi juga menjadi hub kolaborasi global yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong inovasi dan pertukaran pengetahuan demi percepatan pembangunan berkelanjutan," ujarnya. Sejalan dengan meningkatnya tuntutan terhadap penyelenggaraan event berkelanjutan, ICE BSD terus memperkuat perannya sebagai destinasi MICE yang mengintegrasikan aspek operasional dengan tanggung jawab lingkungan. Komitmen ini menjadi bagian dari transformasi ICE BSD dalam menghadirkan standar baru bagi industri penyelenggaraan acara di Indonesia. Dalam implementasinya, ICE BSD kembangkan berbagai inisiatif keberlanjutan mulai dari efisiensi energi melalui pemanfaatan pencahayaan alami, penggunaan lampu LED hemat energi, sistem daur ulang air, hingga penyediaan EV Charging Station bagi pengunjung dan peserta acara. Komitmen tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan Rekosistem dalam pergelaran GSDC 2026 untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah terpadu. Inisiatif ini mencakup penyediaan tempat sampah terpilah, pendampingan edukator dalam proses pemilahan, serta penyediaan Reverse Vending Machine (RVM) untuk mendorong partisipasi aktif peserta dalam pengumpulan material daur ulang. Melalui kolaborasi tersebut, sebanyak 1,62 ton sampah berhasil dikelola selama penyelenggaraan GSDC 2026. Dari total volume tersebut, Rekosistem mencatat tingkat pemulihan (recovery rate) mencapai 41% yang berhasil dialihkan dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) untuk masuk ke dalam proses daur ulang, sementara 57,30% merupakan sampah residu, dan 1,60% sisanya berupa sampah organik. Dari total sampah yang dikumpulkan dalam 4 kali frekuensi pengangkutan tersebut, material anorganik yang berhasil diselamatkan didominasi oleh sampah plastik sebesar 14,35% dan kertas sebesar 10,07%, diikuti oleh botol plastik, kardus, kaca, hingga logam. Seluruh upaya pemilahan dan pengelolaan terpadu ini berhasil menciptakan dampak lingkungan yang signifikan dengan mereduksi emisi karbon hingga 667,9 kg CO2. Angka penyelamatan lingkungan ini setara dengan menanam 11,35 bibit pohon selama 10 tahun, atau menghemat 285,70 liter bensin dan 333,25 kg batu bara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya nyata dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular di industri MICE. "Melalui GSDC 2026, kami ingin menunjukkan penyelenggaraan forum internasional berskala global dapat berjalan selaras dengan tanggung jawab terhadap lingkungan. Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi penyelenggara event lainnya dalam mengadopsi praktik yang lebih berkelanjutan dan berdampak luas bagi industri MICE," timpal Siti Karmila, General Manager ICE BSD. GSDC 2026 sendiri menghadirkan lebih dari 5.000 peserta, 500 pembicara, 200 peserta pameran, serta delegasi dari lebih dari 100 negara. Forum ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui inovasi, pengetahuan, dan aksi nyata. Selain keunggulan fasilitasnya, ICE BSD terpilih menjadi tempat penyelenggaraan GSDC 2026 karena menawarkan nilai tambah berupa konektivitas yang sangat strategis bagi para peserta internasional. Berperan sebagai pusat konvensi modern berskala global, lokasi ini dapat diakses dengan mudah melalui berbagai moda transportasi umum maupun kendaraan pribadi. Bagi delegasi yang datang melalui jalur udara, perjalanan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju ICE BSD hanya memakan waktu sekitar 35 menit, baik menggunakan mobil maupun layanan kereta bandara. Kemudahan akses transportasi publik juga tercermin dari terintegrasinya rute Airport Train (KAI Bandara Railink) menuju Stasiun Duri, yang kemudian tersambung dengan kereta komuter via Tanah Abang menuju Rangkasbitung Line hingga Stasiun Cisauk. Dari stasiun terdekat tersebut, para peserta cukup melanjutkan perjalanan singkat menggunakan taksi maupun moda transportasi daring menuju venue. Sementara untuk akses jalur darat, ICE BSD juga sangat mudah dijangkau berkat koneksi langsung dengan jaringan jalan tol utama, termasuk Tol Prof. Dr. Sedyatmo, JORR W2, dan Tol Kunciran–Serpong. Dengan area indoor dan outdoor seluas lebih dari 85.000 meter persegi, ICE BSD merupakan destinasi MICE terbesar di Indonesia dan telah menjadi tuan rumah berbagai konferensi, pameran, konser, serta forum internasional selama lebih dari satu dekade. Berlokasi di BSD City yang terintegrasi dengan hotel, pusat komersial, dan akses transportasi, ICE BSD terus memperkuat posisinya sebagai enabler utama dalam penyelenggaraan event kelas dunia.

OJK Perketat Konten Kripto, Influencer Bisa Kena Denda Rp15 Miliar Nasional
Nasional
Minggu, 05 Juli 2026 | 07:35 WIB

OJK Perketat Konten Kripto, Influencer Bisa Kena Denda Rp15 Miliar

Jakarta, katakabar.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Perilaku Penyampai Informasi Sektor Jasa Keuangan. Aturan ini mengatur pihak selain Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang menyampaikan informasi terkait sektor jasa keuangan, termasuk melalui kegiatan edukasi, pemasaran, maupun pemberian rekomendasi kepada masyarakat. Aturan Baru bagi influencer Dalam aturan tersebut, Penyampai Informasi atau influencer diwajibkan menyampaikan informasi secara jelas, akurat, jujur, mudah diakses, dan tidak berpotensi menyesatkan. Penyampai Informasi juga tidak diperbolehkan menjanjikan hasil pasti atas produk atau layanan sektor jasa keuangan, termasuk aset keuangan digital seperti aset kripto. Apabila terdapat kerja sama berbayar, komisi, afiliasi, atau bentuk kepentingan ekonomis lainnya, hal tersebut wajib disampaikan secara jelas kepada masyarakat. Untuk produk berisiko tinggi, termasuk aset kripto, influencer juga perlu mencantumkan peringatan risiko, penafian agar masyarakat melakukan analisis pribadi, serta penjelasan bahwa produk tersebut tidak sesuai untuk seluruh kalangan. Dampak bagi Influencer Kripto Ketentuan ini berdampak langsung pada influencer dan kreator konten kripto yang selama ini berperan dalam membentuk pemahaman publik terhadap aset digital. Influencer yang memberikan informasi, promosi, atau rekomendasi terkait aset kripto perlu lebih berhati-hati dalam menyusun pesan, menggunakan data, mencantumkan sumber, serta menghindari klaim yang berpotensi menyesatkan. Untuk aktivitas pemberian rekomendasi atas aset keuangan digital, influencer juga perlu memastikan aset yang direkomendasikan sesuai dengan daftar yang ditetapkan oleh bursa dan PUJK yang direkomendasikan memiliki izin dari OJK. Hal ini menjadi penting agar masyarakat memperoleh informasi dari sumber yang bertanggung jawab dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dari sisi pengawasan, OJK memiliki kewenangan melakukan pembinaan kepada influencer melalui teguran, pengarahan, bimbingan, atau bentuk pembinaan lainnya. OJK juga dapat memberikan Perintah Tertulis kepada influencer untuk melakukan atau menghentikan kegiatan tertentu. Apabila pelanggaran dilakukan melalui media elektronik dan tidak ditindaklanjuti, OJK dapat meminta pemutusan akses, termasuk penghapusan konten, pemblokiran akses, penutupan akun, atau pemblokiran akun media sosial. Dalam kondisi mendesak yang berpotensi menimbulkan kerugian signifikan bagi konsumen dan masyarakat, pemutusan akses dapat dilakukan tanpa didahului pembinaan. Tanggung Jawab Exchange dan Pelaku Industri CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai aturan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola komunikasi di industri aset kripto. Menurutnya, perkembangan aset kripto perlu diimbangi dengan standar influencer yang lebih bertanggung jawab, terutama karena media sosial dan influencer memiliki pengaruh besar terhadap persepsi masyarakat. “POJK Nomor 6 Tahun 2026 memberikan kerangka yang lebih jelas bagi pihak yang menyampaikan informasi di sektor jasa keuangan, termasuk aset kripto. Ini penting agar informasi yang diterima masyarakat tidak hanya menarik, tetapi juga akurat, berimbang, transparan, dan memperhatikan risiko,” ujar Calvin. Bagi exchange dan pelaku industri, aturan ini juga menegaskan pentingnya tanggung jawab dalam bekerja sama dengan influencer atau kreator konten. PUJK wajib memastikan influencer memiliki keterampilan, kompetensi, dan kualifikasi yang sesuai, memahami produk yang disampaikan, tidak menyalahgunakan data konsumen, serta hanya menyampaikan informasi sesuai ruang lingkup kerja sama yang telah disepakati. Selain itu, exchange perlu menyediakan informasi produk dan layanan secara lengkap kepada influencer, termasuk manfaat, risiko, biaya, ketentuan penggunaan, serta aspek legalitas. Exchange juga perlu melakukan review terhadap materi komunikasi sebelum dipublikasikan, memastikan adanya disclosure kerja sama berbayar, serta melakukan evaluasi berkala terhadap aktivitas pemasaran yang dilakukan bersama influencer. “Bagi exchange, kepatuhan tidak hanya berhenti pada operasional platform, tetapi juga mencakup bagaimana informasi tentang produk dan layanan disampaikan kepada publik. Karena itu, kolaborasi dengan influencer perlu dilakukan secara lebih terstruktur, mulai dari pemberian brief yang jelas, edukasi mengenai risiko, review materi, hingga memastikan setiap konten mematuhi ketentuan yang berlaku,” jelas Calvin. Sanksi dan Harapan Industri POJK tersebut juga mengatur sanksi administratif bagi PUJK yang melanggar ketentuan kerja sama pemasaran dengan influencer. Sanksi dapat berupa peringatan tertulis, pembatasan kegiatan usaha, pembekuan produk atau layanan, pemberhentian pengurus, denda administratif, pencabutan izin produk atau layanan, hingga pencabutan izin usaha. Denda administratif dapat dikenakan paling banyak sebesar Rp15 miliar. Calvin menilai penguatan aturan ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan industri aset kripto di Indonesia. Dengan adanya standar komunikasi yang lebih jelas, masyarakat diharapkan memperoleh informasi yang lebih berkualitas sebelum mengambil keputusan terkait aset kripto. “Perlindungan konsumen merupakan aspek penting dalam keberlanjutan industri kripto. Kami berharap aturan ini dapat mendorong peningkatan literasi, mengurangi potensi informasi yang menyesatkan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem aset kripto yang resmi dan diawasi,” ucap CEO Tokocrypto. Ke depan, Calvin berharap kolaborasi antara regulator, pelaku industri, influencer, dan komunitas dapat terus diperkuat. Dengan ekosistem informasi yang lebih bertanggung jawab, industri aset kripto di Indonesia berpeluang berkembang secara lebih berkelanjutan, transparan, dan berorientasi pada perlindungan konsumen.

Dari Nol hingga 1,8 Juta Pengguna: The Genesis Tandai Babak Baru Pertumbuhan dan Kolaborasi Ekosistem FLOQ Nasional
Nasional
Jumat, 03 Juli 2026 | 13:05 WIB

Dari Nol hingga 1,8 Juta Pengguna: The Genesis Tandai Babak Baru Pertumbuhan dan Kolaborasi Ekosistem FLOQ

Jakarta, katakabar.com - Industri aset digital Indonesia memasuki fase perkembangan yang semakin matang.  Setelah bertahun-tahun didorong oleh pertumbuhan pengguna ritel dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap aset digital, industri kini bergerak menuju babak baru yang ditandai oleh meningkatnya partisipasi institusi, penguatan kerangka regulasi, serta hadirnya berbagai inovasi yang menghubungkan teknologi blockchain dengan sistem keuangan yang lebih luas. Di tengah transformasi tersebut, FLOQ merayakan satu tahun perjalanannya melalui acara bertajuk The Genesis, sebuah momentum yang tidak hanya menjadi refleksi atas pencapaian perusahaan selama tahun pertama, tetapi juga menandai dimulainya fase pertumbuhan berikutnya bagi perusahaan dan ekosistem aset digital Indonesia. Kurang dari satu tahun sejak diluncurkan, FLOQ telah melayani lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar, memperoleh pendanaan strategis sebesar USD 11,3 juta, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra global dan institusional. Tetapi bagi FLOQ, pencapaian tersebut bukanlah tujuan akhir. “Tahun pertama adalah fase pembuktian,” ujar Yudhono Rawis, Founder & CEO FLOQ. “Pembuktian bahwa kami mampu membangun platform yang dipercaya jutaan pengguna. Pembuktian bahwa pertumbuhan dapat dicapai tanpa mengorbankan tata kelola, kepatuhan, dan kepercayaan. Tetapi yang lebih penting, tahun pertama memberikan fondasi bagi apa yang ingin kami bangun ke depan," ucapnya. Dari Adopsi Menuju Integrasi Menurut Yudhono, salah satu perubahan terbesar yang terjadi dalam industri aset digital saat ini adalah bergesernya fokus dari sekadar adopsi menuju integrasi. Beberapa tahun lalu, percakapan industri masih berpusat pada edukasi dan bagaimana memperkenalkan aset digital kepada masyarakat. Hari ini, diskusi telah berkembang jauh lebih luas, mencakup tata kelola, perlindungan konsumen, stablecoin, tokenisasi , aset dunia nyata, hingga bagaimana aset digital dapat menjadi bagian dari sistem keuangan masa depan. “Pertanyaannya bukan lagi apakah aset digital akan menjadi bagian dari masa depan. Pertanyaannya adalah bagaimana kita membangun institusi, infrastruktur, dan ekosistem yang mampu mendukung masa depan tersebut secara bertanggung jawab,” lanjutnya. Sebagai pelaku industri yang juga aktif dalam berbagai forum pengembangan ekosistem, FLOQ melihat pertumbuhan industri ke depan akan semakin ditentukan oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kepercayaan, mendorong inovasi, dan menciptakan kolaborasi yang berkelanjutan. Memasuki Babak Baru Lewat Kolaborasi Strategis Sebagai bagian dari fase pertumbuhan berikutnya, FLOQ memperkenalkan sejumlah kolaborasi strategis yang mencerminkan arah perkembangan industri aset digital global. Salah satunya adalah kolaborasi dengan Ripple dengan menghadirkan Ripple USD (RLUSD), stablecoin enterprise-grade yang dikembangkan oleh Ripple, di ekosistem aset digital Indonesia. Kehadiran RLUSD mencerminkan semakin pentingnya stablecoin sebagai infrastruktur keuangan digital yang menjembatani efisiensi teknologi blockchain dengan kebutuhan dunia nyata, termasuk pembayaran lintas batas, manajemen likuiditas, dan akses terhadap aset berbasis dolar AS. FLOQ juga mendorong kolaborasi dengan Ondo Finance, yang merepresentasikan salah satu tren paling signifikan dalam industri saat ini, yaitu tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets). Perkembangan ini membuka peluang bagi akses yang lebih luas terhadap instrumen keuangan yang sebelumnya hanya tersedia bagi segmen tertentu. Menurut FLOQ, kedua perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana industri aset digital semakin bergerak dari fase spekulasi menuju fase utilitas, integrasi, dan adopsi yang lebih luas. Membangun Ekosistem, Bukan Hanya Perusahaan FLOQ meyakini masa depan industri tidak akan dibangun oleh satu perusahaan secara sendiri-sendiri. Pertumbuhan yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi antara platform, regulator, institusi, penyedia teknologi, penyedia infrastruktur, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang berperan dalam membentuk fondasi industri. Sepanjang tahun pertamanya, FLOQ memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra ekosistem termasuk Ripple, Ondo Finance, E-Cloud Valley, Verihubs, dan Adjust, yang mendukung tokenisasi aset dunia nyata, infrastruktur cloud, identitas digital, keamanan, analitik, dan skalabilitas platform. “Kolaborasi bukan sekadar menghadirkan logo dalam sebuah acara. Kolaborasi adalah bagaimana berbagai pihak dengan keahlian yang berbeda dapat bekerja bersama untuk menciptakan nilai yang lebih besar bagi pengguna dan industri,” terang Yudhono. The Genesis: Awal dari Babak Berikutnya Tema The Genesis dipilih bukan untuk merayakan akhir dari sebuah perjalanan, melainkan untuk menandai sebuah permulaan.  Jika tahun pertama merupakan fase membangun fondasi dan memperoleh kepercayaan pengguna, maka babak berikutnya adalah bagaimana fondasi tersebut digunakan untuk menciptakan dampak yang lebih besar bagi masyarakat, industri, dan masa depan ekonomi digital Indonesia. Ke depan, FLOQ akan terus berfokus pada pengembangan produk, perluasan kolaborasi strategis, peningkatan pengalaman pengguna, serta kontribusi terhadap pertumbuhan industri yang lebih matang, inklusif, dan berkelanjutan. “Pada akhirnya, kami tidak hanya ingin membangun perusahaan yang lebih besar,” tutup Yudhono. “Kami ingin membantu membangun ekosistem yang lebih kuat. The Genesis bukanlah perayaan atas apa yang telah kami capai. Ini adalah awal dari apa yang sedang kami bangun," sebutnya.

NTB Tuan Rumah Sinar Fest 2026, BPDP Dukung Ketapang dan Pemberdayaan UMKM Perkebunan Naik Kelas Nasional
Nasional
Kamis, 02 Juli 2026 | 16:07 WIB

NTB Tuan Rumah Sinar Fest 2026, BPDP Dukung Ketapang dan Pemberdayaan UMKM Perkebunan Naik Kelas

Nusa Tenggara Barat, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) gelar Sinara Fest untuk keempat kalinya. Kali ini, Provinsi Nus Tenggara Barat (NTB) tuan rumah kegiatan yang berlangsung selama dua hari dari 25 hingga 26 Juni lalu. Kegiatan tersebut terlaksana hasil kolaborasi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) dan Kemenkeu Satu Provinsi Nusa Tenggara Timur. Angkat tema “Perluasan Pemberdayaan UMKM Perkebunan untuk Mendukung UMKM Perkebunan Naik Kelas,” Kegiatan dihadiri Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTB, Kepala KPPN Mataram, Kepala Bagian Umum Kanwil DJP Nusa Tenggara, perwakilan KPPBC Mataram, perwakilan dari KPKNL Mataram, perwakilan dari Kemenkeu Satu NTB, Dinas Perkebunan, dan Kepala Divisi USDM BPDP, Adi Sucipto. Sinara Fest 2026 menghadirkan rangkaian edukasi, workshop, dan mini bazar UMKM bekerja sama dengan Bulog, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Hal ini berarti bentuk nyata komitmen BPDP dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan UMKM perkebunan berbasis kelapa sawit, kelapa, dan kakao untuk naik kelas. Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTB, Ratih Hapsari Kusumawardani, menjelaskan di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, kita semakin menyadari bahwa pembangunan tidak lagi dapat dilakukan dengan pendekatan yang berjalan sendiri-sendiri. Tantangan yang kita hadapi saat ini membutuhkan kolaborasi, inovasi, dan kemampuan untuk membangun jejaring yang saling menguatkan.   “Kegiatan Sinara Fest di Provinsi NTB bukan sekadar forum sosialisasi, melainkan ruang strategis untuk mempertemukan pengetahuan, jejaring, dan peluang yang dapat mendorong UMKM tumbuh lebih kuat, inovatif dan kompetitif,” ujarnya. Ia menilai pemberdayaan UMKM sangatlah penting maka harus dipandang sebagai proses yang menyeluruh, bukan sekadar pemberian pelatihan melainkan ekosistem yang mampu mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan melalui akses pembiayaan yang lebih luas, peningkatan kompetensi, perluasan pasar, adopsi teknologi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Sejalan dengan Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTB, Zaid Burhan Ibrahim selaku Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum BPDP dalam Keynote Speech-nya, menuturkan tujuan dari BPDP menggelar Sinara Fest adalah ingin memperkenalkan berbagai peluang pengembangan usaha berbasis komoditas perkebunan. “Komoditas perkebunan seperti kakao, kelapa sawit, kelapa dan berbagai komoditas unggulan lainnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk nilai tambah tinggi. Potensi inilah yang perlu terus kita dorong melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, penguatan pemasaran, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia," jelasnya. Kegiatan ini bukan hal baru, sebab BPDP terus berinovasi untuk menjalankan program-program yang manfaatnya dirasakan secara langsung oleh masyarakat. “Khusus dalam aspek pemberdayaan UMKM, BPDP berupaya menghadirkan berbagai pelatihan, workshop, promosi dan pendampingan agar pelaku usaha mampu menghasilkan produk yang lebih inovatif, berkualitas, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi," kata Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum BPDP. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah sat diskusi 'Peluang Kolaborasi Pengembangan UMKM Perkebunan', menyampaikan berbagai dukungan BPDP serta peluang kolaborasi dan Pelaku UMKM di Nusa Tenggara Barat. “BPDP siap kolaborasi dengan pelaku UKM di Mataram yang mengembangkan produk berbasis perkebunan dan turunannya dari sawit, kakao dan Kelapa dan juga sebagai untuk promosi kebaikan sawit,kakao dan kelapa," ucapnya. BPDP berharap ruang kolaborasi antar pemerintah, pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan yang telah digaungkan oleh BPDP melalui Sinara Fest 2026, di Provinsi NTB dapat memperluas dan mendorong UMKM semakin naik kelas.

Yamaha Gear Ultima, Motor Andal Jastiper Berburu Promo di PRJ 2026 Nasional
Nasional
Rabu, 01 Juli 2026 | 17:05 WIB

Yamaha Gear Ultima, Motor Andal Jastiper Berburu Promo di PRJ 2026

Jakarta, katakabar.com - Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 11 Juni hingga 12 Juli 2026 selalu menjadi magnet bagi masyarakat setiap tahunnya. Selain menjadi ajang melihat berbagai produk terbaru dari beragam industri, PRJ juga identik dengan aktivitas berburu promo dan diskon untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari perlengkapan rumah tangga, fesyen, elektronik, hingga aksesori otomotif, banyak produk ditawarkan dengan harga spesial yang hanya bisa ditemukan selama pameran berlangsung. Ramainya penawaran tersebut turut membuka peluang bagi para pelaku jasa titip atau jastiper. Mereka memanfaatkan berbagai promo di PRJ untuk membelikan barang pesanan pelanggan, kemudian memperoleh keuntungan dari biaya jasa atau fee yang dibebankan pada setiap transaksi. Tak heran jika selama penyelenggaraan PRJ, mobilitas para jastiper cenderung lebih tinggi karena harus bolak-balik mencari produk incaran hingga mengantarkan barang kepada pelanggan. Aktivitas tersebut membutuhkan kendaraan yang mampu menunjang mobilitas sekaligus membawa barang dalam jumlah cukup banyak. Di area PRJ 2026, Yamaha Gear Ultima menjadi salah satu skutik yang menarik perhatian karena menawarkan karakter yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. Bagasi Luas dengan Suspensi Kokoh Bawa Barang Belanja Salah satu keunggulan Yamaha Gear Ultima yang dinilai relevan bagi para jastiper adalah kapasitas ruang bagasi 18,6 liter sehingga memudahkan membawa berbagai barang belanja. Ditambah Footboard (dek kaki) luas dan rata sehingga memudahkan membawa kardus atau tas belanja berukuran besar di area kaki. dengan area pijakan kaki yang luas, barang berukuran besar pun dapat dibawa dengan lebih praktis dan tetap nyaman berkendara. Tidak hanya mengandalkan ruang penyimpanan yang lega, motor ini juga didukung suspensi yang kokoh untuk membantu menjaga kenyamanan dan kestabilan saat membawa beban tambahan. Perpaduan tersebut membuat Yamaha Gear Ultima lebih praktis digunakan untuk mobilitas tinggi, terutama ketika harus berpindah tempat membawa banyak barang di tengah ramainya aktivitas pameran. Karakter ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang harus mengangkut banyak barang hasil belanja selama beraktivitas di area pameran maupun saat mengantarkannya ke pelanggan. Performa Responsif, Yamaha Gear Ultima Irit BBM Selain membutuhkan kapasitas angkut yang mumpuni, para jastiper juga perlu memperhatikan efisiensi biaya operasional selama menjalankan aktivitasnya. Yamaha Gear Ultima dibekali Mesin Blue Core 125 cc yang dirancang untuk menghasilkan performa tetap responsif dengan pembakaran lebih efisien, sehingga penggunaan BBM tetap lebih hemat untuk mobilitas dengan intensitas tinggi. Dengan kualitas mesin yang dirancang untuk penggunaan harian, motor ini mampu memberikan keseimbangan antara tenaga, kenyamanan, dan konsumsi BBM. Mobilitas tinggi yang menuntut perjalanan berulang tentu akan lebih menguntungkan jika didukung konsumsi BBM yang irit. Dengan penggunaan bahan bakar yang efisien, biaya operasional dapat ditekan sehingga potensi keuntungan dari usaha jasa titip pun tetap terjaga. Solusi Praktis Jastiper ke PRJ Perpaduan ruang angkut yang fungsional, suspensi yang kuat, serta efisiensi bahan bakar membuat Yamaha Gear Ultima menjadi salah satu pilihan menarik bagi mereka yang membutuhkan skutik untuk mendukung aktivitas sehari-hari, termasuk para jastiper yang memanfaatkan ramainya PRJ 2026. Kombinasi tersebut menjadikannya salah satu solusi praktis bagi para jastiper yang membutuhkan kendaraan fungsional untuk mendukung aktivitas mereka selama berburu peluang di PRJ 2026. Pengunjung juga dapat melihat langsung Yamaha Gear Ultima yang turut dipamerkan di area PRJ 2026 sekaligus merasakan pengalaman mencoba motor ini secara langsung untuk mengenal lebih dekat fitur dan kenyamanannya. Yuk Hadir langsung di PRJ 2026 dan temukan berbagai keunggulan Yamaha Gear Ultima secara lebih dekat.

Dukung Program Mandiri Energi Nasional, Holding PTPN Siapkan 10 Ribu Hektar Lahan Singkong di Lampung Nasional
Nasional
Rabu, 01 Juli 2026 | 13:15 WIB

Dukung Program Mandiri Energi Nasional, Holding PTPN Siapkan 10 Ribu Hektar Lahan Singkong di Lampung

Bandar Lampung, katakabar.com - PTPN I Regional 7, bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), membuka peluang kerja sama bagi investor untuk pengembangan budidaya singkong di Provinsi Lampung. Sebanyak lebih dari 10 ribu hektar lahan tersedia di Unit Kerja Kebun Kedaton, Bergen, Way Berulu, Way Lima, Tulungbuyut, dan Bungamayang guna mendukung implementasi Program Mandiri Energi nasional melalui pengembangan energi baru terbarukan berbasis etanol dari singkong. Peluang investasi tersebut disampaikan Business Support Head PTPN I Regional 7, Iskandar Dewantara, dalam rapat percepatan hilirisasi industri singkong yang berlangsung di Bandar Lampung, di pekan keempat Mei 2026. Iskandar menegaskan bahwa PTPN I Regional 7 sebagai unit operasional PTPN I di bawah Holding Perkebunan Nusantara siap mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi nasional. “Kami siap melaksanakan kebijakan Bapak Presiden sebagaimana diamanatkan kepada Holding (PTPN Holding) dan HO (Head Office PTPN I) untuk mengeksekusi di lapangan. Kami punya lahan yang bisa dimanfaatkan untuk program ini seluas kurang lebih 10 ribu hektare di enam Kebun (unit kerja). Semuanya ada di Lampung,” kata Iskandar di hadapan puluhan calon investor yang hadir di Kantor Regional 7 Bandar Lampung. Rapat yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Lampung tersebut dihadiri Kepala Dinas DKPTPH Provinsi Lampung DR Elvira Umihani, S.P., M.T., Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung sekaligus Ketua National Cassava Center (NCC) Kuswanta, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Sementara itu, pemaparan terkait kesiapan PTPN dalam program tersebut disampaikan Ketua Tim Percepatan Hilirisasi Komoditas Ubi Kayu Holding Perkebunan Nusantara, Erwin Sialagan. Elvira Umihani menjelaskan Provinsi Lampung saat ini merupakan sentra utama produksi singkong nasional dengan kontribusi sekitar 62 persen terhadap produksi nasional. Menurutnya, terdapat 72 pabrik tapioka di Lampung yang sebagian besar bahan bakunya dipasok dari petani rakyat. “Ada 72 pabrik tapioka di Lampung. Bahan bakunya dipasok dari singkong rakyat. Ada lebih 314 ribu keluarga yang mengandalkan ekonominya dari budi daya singkong di sini. Produksinya sekitar 15 juta ton per tahun. Sedangkan produktivitasnya saat ini rata-rata 7,5 ton per hektare,” bebernya. Meski produksi singkong Lampung tergolong tinggi, Elvira menegaskan bahwa pengembangan industri etanol membutuhkan kepastian pasokan bahan baku dalam jangka panjang. Karena itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian memberikan mandat kepada Holding Perkebunan Nusantara untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut. “PTPN dinilai memiliki potensi dan sumber daya yang kuat untuk memegang mandat ini. Dan pada rapat kali ini, sengaja kita undang seluruh pihak, terutama calon investor untuk membahas strategi dan teknis dalam pelaksanaannya. Pada hari ini, pihak PTPN akan memaparkan segala sesuatunya untuk kemudian bapak ibu para pelaku usaha segera mengambil langkah positif,” terangnya. Sementara, Erwin Sialagan menuturkan pemerintah menargetkan implementasi bahan bakar campuran E-20 pada tahun 2028, yakni bensin dengan kandungan etanol sebesar 20 persen yang berasal dari bahan baku terbarukan, terutama singkong. “Angka delapan juta kilo liter etanol itu diperkirakan dapat dihasilkan dari ubi kayu atau biasa disebut singkong dari lahan seluas 104 ribu hektare. Dan itu harus dicapai sampai 2029. Nah, untuk tahap awal ini, tahun 2026 harus terealisasi 10 ribu hektare. Selanjutnya akan dipercepat hingga mencapai angka tersebut. Dengan demikian, pasokan bahan baku untuk industri etanol tidak akan terputus,” imbuhnya. Lebih lanjut, Erwin memaparkan potensi lahan yang dimiliki PTPN I Regional 7 yang dapat segera dimanfaatkan investor. Dalam skema kerja sama yang ditawarkan, Holding Perkebunan Nusantara menyediakan lahan, sementara aspek budidaya, pembiayaan, teknologi, hingga pemilihan varietas menjadi tanggung jawab mitra usaha. “Model kerja samanya adalah KSU, kerja sama usaha. Kami hanya menyediakan lahan. Secara teknis budi daya dan pembiayaan, termasuk varietas yang akan ditanam, semua terserah investor. Dan regulasi terkait hasil panennya dimanfaatkan untuk program ketahanan energi, itu domain para pihak terkait. Yang pasti, kami sediakan lahan ini untuk program kemandirian energi nasional,” sebutnya. Usai pemaparan program, potensi lahan, serta model kerja sama yang ditawarkan, para investor menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi diskusi. Program pengembangan etanol berbasis singkong dinilai dapat memberikan kepastian pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. “Kami menyambut baik program ini. Untuk diketahui, baru beberapa bulan ini harga singkong kami bagus, bahkan sampai Rp2.000 per kilo. Dengan program ini (ketahanan energi), mudah-mudahan harga nggak turun lagi sehingga petani singkong bisa ikut sejahtera,” ulas Jamsari, salah satu pengurus kelompok tani yang hadir pada acara tersebut. Melalui inisiatif ini, Holding Perkebunan Nusantara menegaskan komitmennya dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan energi nasional, sekaligus mendorong hilirisasi komoditas pertanian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekosistem industri etanol berbasis singkong yang berkelanjutan.

Dukung Infrastruktur Dasar Masyarakat, PTPN I Regional 5 Terangi 101 Rumah Warga di Jember Nasional
Nasional
Rabu, 01 Juli 2026 | 11:15 WIB

Dukung Infrastruktur Dasar Masyarakat, PTPN I Regional 5 Terangi 101 Rumah Warga di Jember

Jember, katakabar.com - Total 101 rumah warga Desa Curah Nongko, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mulai menikmati aliran listrik PLN dari pekan kedua Mei 2026 lalu. Penyambungan listrik baru tersebut mengakhiri penantian panjang warga yang mayoritas pekerja PTPN I Regional 5 Afdeling Trate, Kebun Kalisanen Kotta Blater. Program ini menjadi bagian dari komitmen PTPN I, Subholding Perkebunan Nusantara dalam mendukung penyediaan infrastruktur dasar bagi karyawan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Wilayah Afdeling Trate yang berada di kawasan perkebunan dengan akses geografis yang cukup menantang selama ini menjadi salah satu area yang membutuhkan dukungan infrastruktur kelistrikan. Melalui koordinasi dan sinergi yang terus dibangun antara PTPN I Regional 5 dengan PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ambulu, penyambungan listrik tersebut akhirnya dapat direalisasikan sehingga masyarakat kini memiliki akses listrik yang lebih memadai untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Penyalaan perdana dilakukan secara simbolis oleh Camat Tempurejo, M. Najmul Huda, pada seremoni sederhana yang diawali dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim dan lansia duafa sebagai bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut turut dihadiri Manajer PTPN I Regional 5 Kebun Kalisanen Kotta Blater Tatang Setiawan, Kepala Desa Curah Nongko, serta para tokoh masyarakat. Najmul Huda menyampaikan apresiasi kepada PTPN I yang telah memfasilitasi penyediaan infrastruktur dasar bagi masyarakat di wilayah tersebut. Menurutnya, listrik merupakan kebutuhan primer yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Inisiatif PTPN I Regional 5 yang tak kenal lelah ini adalah catatan sejarah yang akan dikenang oleh warga, terutama generasi mendatang. Dengan listrik yang cukup, kualitas hidup akan naik dan anak-anak kita tidak ketinggalan dalam penguasaan teknologi. Kepada masyarakat, pergunakan listrik ini dengan bijak,” tutue Camat bergelar Magister Sains tersebut. Manajer Kebun Kalisanen Kotta Blater, Tatang Setiawan, aminkan Camat Tempurejo. Ia mengatakan penyambungan listrik tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung kebutuhan dasar masyarakat dan karyawan di lingkungan kebun. Dengan tersedianya akses listrik yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kreativitas. “Bagi kami, hadirnya listrik bukan hanya soal fasilitas, tetapi tentang bagaimana masyarakat bisa menjalani aktivitas dengan lebih baik. Kami berharap anak-anak dapat belajar lebih nyaman pada malam hari, aktivitas rumah tangga menjadi lebih lancar, dan masyarakat memiliki peluang untuk semakin berkembang,” jelas Tatang. Ungkapan syukur juga disampaikan Region Head PTPN I Regional 5, Subagiyo. Ia menegaskan perusahaan tidak hanya berfokus pada operasional perkebunan, tetapi juga berupaya memastikan kehadiran perusahaan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. “PTPN I Regional 5 berupaya untuk tumbuh bersama masyarakat. Kami percaya keberhasilan perusahaan harus berjalan beriringan dengan kondisi lingkungan sekitar yang semakin baik. Karena itu, berbagai program sosial dan pembangunan akan terus kami dorong agar manfaat perusahaan benar-benar dapat dirasakan masyarakat,” timpalnya. Sebagai bagian dari keberlanjutan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pada akhir Triwulan II Tahun 2026 PTPN I Regional 5 juga merencanakan pemasangan 24 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) di kebun yang sama. Selain itu, perusahaan akan menyalurkan bantuan perbaikan jalan dan saluran air sepanjang 100 meter di Dusun Kombongan, Desa Pondokrejo. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu mengatasi persoalan banjir akibat tersumbatnya saluran air serta longsornya plengsengan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Kehadiran listrik membawa perubahan besar bagi warga setempat. Sunoto 47 tahun, salah satu penerima manfaat program ini, mengaku sangat bersyukur atas tersedianya akses listrik PLN di wilayahnya. “Selama ini memang ada listrik, tetapi kan dari genset (generator set). Jadi, sangat terbatas. Bahkan, kadang mau ngecas hp saja nunggu genset nyala dulu. Sekarang sudah ‘merdeka’, hehehe… Terima kasih PTPN I dan PLN. Akhirnya kami bisa ikut menikmati hasil pembangunan,” imbuhnya. Bagi masyarakat Curah Nongko, hadirnya listrik bukan sekadar penerangan, melainkan simbol harapan baru. Cahaya yang kini menerangi rumah-rumah warga menjadi penanda meningkatnya kualitas hidup sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, dan berkembang di tengah lingkungan perkebunan.

Sambut Aturan Baru OJK untuk Influencer Kripto, Bittime Dorong Transparansi dan Perlindungan Investor Nasional
Nasional
Selasa, 30 Juni 2026 | 12:15 WIB

Sambut Aturan Baru OJK untuk Influencer Kripto, Bittime Dorong Transparansi dan Perlindungan Investor

Jakarta, katakabar.com - Bittime, platform pedagang aset keuangan digital (PAKD), menyambut positif terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Perilaku Penyampai Informasi Sektor Jasa Keuangan. Regulasi ini dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan transparansi dan perlindungan investor di tengah semakin besarnya peran influencer dan Key Opinion Leader (KOL) dalam industri aset kripto. POJK tersebut mengatur standar perilaku bagi pihak yang menyampaikan informasi sektor jasa keuangan kepada masyarakat, termasuk influencer, content creator, edukator, dan KOL. Dalam aturan tersebut, penyampai informasi diwajibkan menyampaikan informasi secara jelas dan tidak menyesatkan, mengungkapkan kepentingan ekonomis dalam konten promosi, serta tidak menjanjikan keuntungan pasti atas produk keuangan yang dipromosikan. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menilai kehadiran POJK ini menunjukkan semakin matangnya industri aset digital di Indonesia. "Aturan ini menunjukkan industri aset digital Indonesia semakin matang. Transparansi dalam promosi dan penyampaian informasi akan menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan investor dalam jangka panjang," kata Ryan. Regulasi tersebut hadir tidak lama setelah Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) menghentikan kegiatan sejumlah KOL yang diduga menawarkan Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) tidak berizin kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai dapat membantu meningkatkan kualitas informasi yang diterima investor sekaligus mendorong praktik promosi aset kripto yang lebih bertanggung jawab. "Kami melihat profesi KOL dan content creator kripto akan berkembang menjadi lebih profesional. Pada akhirnya, standar yang lebih tinggi dalam penyampaian informasi akan memberikan manfaat bagi investor maupun industri secara keseluruhan," jelas Ryan.  Kualitas Informasi Jadi Kunci Christian Victorious, edukator dan kreator konten aset digital, menilai regulasi tersebut dapat membantu investor memahami risiko investasi secara lebih baik. "Regulasi yang mendorong transparansi akan membantu investor memahami risiko investasi dengan lebih baik. Hal ini penting untuk mendukung pertumbuhan industri aset digital yang sehat," timpal CV. Pandangan serupa disampaikan Michael Wyann. Menurutnya, standar yang lebih jelas bagi KOL dan content creator akan menciptakan ekosistem informasi yang lebih sehat bagi investor. "Investor akan memperoleh referensi yang lebih berkualitas dalam memahami peluang dan risiko aset digital. Ini menjadi langkah positif bagi perkembangan industri kripto Indonesia," ucap Michael. Viest TV sebagai media dan komunitas yang aktif membahas perkembangan industri kripto di Indonesia aminkan Michael. Menurutnya, kejelasan aturan bagi KOL dan content creator dapat membantu menciptakan ruang informasi yang lebih kredibel sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri aset digital. "Kami melihat regulasi ini sebagai langkah positif untuk mendorong transparansi dalam penyampaian informasi terkait aset kripto. Standar yang lebih jelas akan membantu menciptakan ekosistem yang lebih sehat bagi kreator, pelaku industri, maupun investor," terang perwakilan Viest TV. Ryan menambahkan peningkatan kualitas informasi perlu diiringi dengan penguatan komunitas dan literasi aset digital. Untuk itu, Bittime terus memperkuat kolaborasi dengan komunitas dan kreator konten melalui Bittime Social Hub Program, sebuah program yang memungkinkan komunitas, edukator, dan content creator mengembangkan jaringan sekaligus memperoleh berbagai manfaat berdasarkan kontribusinya dalam meningkatkan adopsi dan literasi aset kripto. "Melalui Bittime Social Hub Program, kami ingin membangun ekosistem kolaborasi yang mendorong edukasi yang lebih bertanggung jawab sekaligus memberikan ruang bagi komunitas untuk tumbuh bersama," imbuh Ryan. Bittime memandang regulasi yang mendorong transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan konsumen akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri aset kripto yang berkelanjutan di Indonesia.

Holding PTPN Mulai Musim Giling Tebu 2026, SGN Operasikan 33 Pabrik Gula se Indonesia Nasional
Nasional
Selasa, 30 Juni 2026 | 09:30 WIB

Holding PTPN Mulai Musim Giling Tebu 2026, SGN Operasikan 33 Pabrik Gula se Indonesia

Surabaya, katakabar.com -  PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Sub Holding SugarCo di bawah PT Perkebunan Nusantara III (Persero), resmi memulai pelaksanaan musim giling tahun 2026. Total 33 pabrik gula yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia akan beroperasi secara bertahap, menandai dimulainya salah satu momentum terpenting dalam industri gula nasional. Musim giling tahapan strategis dalam rantai bisnis industri gula yang tidak hanya berfokus pada proses produksi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan upaya mewujudkan swasembada gula. Kegiatan ini melibatkan sinergi berbagai pihak, mulai dari petani tebu, pekerja lapangan, hingga insan pabrik yang bersama-sama memastikan proses pengolahan tebu berjalan optimal. Sekretaris Perusahaan PT SGN, Yunianta, menyampaikan perusahaan telah melakukan berbagai persiapan secara optimal untuk menyambut musim giling tahun ini. Persiapan tersebut mencakup aspek operasional, kesiapan pabrik, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan kelancaran proses giling di seluruh unit kerja. “Musim giling adalah fase krusial yang menentukan capaian perusahaan dan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. Kami berharap seluruh proses berjalan lancar, didukung dengan kondisi cuaca yang bersahabat agar rendemen dan produktivitas dapat maksimal,” ujarnya. Lalu, Yunianta mengajak seluruh insan SGN untuk terus menjaga semangat, disiplin, dan kolaborasi selama musim giling berlangsung. Menurutnya, keberhasilan musim giling tidak hanya diukur dari capaian produksi, tetapi juga dari kemampuan perusahaan dalam menjaga kualitas, efisiensi, serta keberlanjutan operasional. “Musim giling adalah fase krusial yang menentukan capaian perusahaan dan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. Kami berharap seluruh proses berjalan lancar, didukung dengan kondisi cuaca yang bersahabat agar rendemen dan produktivitas dapat maksimal,” ucalnya. Dengan dimulainya musim giling 2026, PT SGN kembali menegaskan komitmennya sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara dalam mendukung penguatan industri gula nasional. Melalui optimalisasi operasional pabrik gula, peningkatan produktivitas, dan sinergi bersama petani tebu, perusahaan terus berupaya memberikan kontribusi nyata terhadap pemenuhan kebutuhan gula nasional serta pencapaian target swasembada gula. Di balik beroperasinya puluhan pabrik gula dan aktivitas pengolahan yang berlangsung di berbagai daerah, tersimpan semangat kolektif untuk terus mendorong kemajuan sektor agroindustri nasional. Setiap proses yang dijalankan menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Holding Perkebunan Nusantara dalam memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan kemandirian bangsa di sektor gula.