Strategi Transformasi PTPN III Menuju Penciptaan Nilai Berkelanjutan
Jatinangor, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus memperkuat transformasi perusahaan menuju penciptaan nilai yang berkelanjutan. Transformasi tersebut dilakukan secara bertahap, mulai dari memastikan keberlangsungan perusahaan, memperbaiki fundamental bisnis, hingga membangun pertumbuhan yang berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek people, profit, dan planet.
Vritimes Perkuat Visibilitas Pemimpin Muda di JCI Indonesia National Convention 2026
Jakarta, katakabar.com - Berakhirnya gelaran tahunan JCI Indonesia National Convention (NatCon) 2026 yang berlangsung pada 1 hingga 2 Oktober 2026 lalu di Swissôtel Jakarta PIK Avenue menjadi momentum penting bagi penguatan kepemimpinan muda dan ekosistem wirausaha nasional.
Penting! Emiten Harus Segera Siapkan Sistem Data Keberlanjutan Sebelum PSPK 2027 Berlaku
Jakarta, katakabar.com - Emiten di Indonesia memiliki sisa waktu sekitar tiga bulan untuk menyiapkan data dan proses pengungkapan keberlanjutan sebelum Pernyataan Standar Pengungkapan Keberlanjutan (PSPK) 1 dan 2 berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai 1 Januari 2027.
Badan Usaha Pemilik Aset Kripto di Indonesia Melonjak 92,8 Persen Setahun Terakhir
Jakarta, katakabar.com - Jumlah badan usaha dalam negeri yang memiliki aset kripto naik 92,8 persen secara tahunan (year-on-year). Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, jumlahnya mencapai 943 badan usaha per Juni 2026, naik dari 489 badan usaha pada Juni 2025.
Pusat Cekik Siak: DBH Sawit Tak Adil, Migas Tersunat
Bupati Siak Afni Zulkifli terus meneriakkan keadilan bagi daerah penghasil minyak dan gas bumi (Migas) dan kelapa sawit ke pusat.
Zentara Dorong Perusahaan Beralih ke Pendekatan Proaktif dari Pengujian Keamanan Berkala
Jakarta, katakabar.com - Perubahan infrastruktur digital berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan jadwal pengujian keamanan tahunan. Cloud workload baru, koneksi vendor, aplikasi baru, dan perubahan konfigurasi dapat menciptakan attack surface baru sebelum siklus penetration test berikutnya dimulai.
Rocky Gerung Masuk Wantimpres Prabowo, Denny Siregar Soroti Misi Tersembunyi
Jakarta, katakabar.com - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik sejumlah tokoh nasional sebagai Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Satu diantara 26 tokoh yang ditunjuk dan...
Tingkatkan Layanan Impor Borongan dan B2B dari China, Dampingi Pelaku Usaha dari Pemula hingga Skala Perusahaan
Jakarta, katakabar.com - Ducking.id, platform jasa impor China asal Indonesia, tingkatkan layanan sebagai jasa impor China B2B dan impor borongan bagi UMKM, reseller, pemilik brand, dan perusahaan, sekaligus tetap menjadi pintu masuk yang mudah bagi importir pemula.
PTPN I Optimalkan Aset Strategis Dukung Ketahanan Pangan dan Energi Nasional
Jakarta, katakabar.com - Aset perkebunan kini tidak lagi sekadar menjadi basis produksi komoditas, tetapi diarahkan menjadi bagian dari kekuatan pangan dan energi nasional. Lantaran itu, PT Perkebunan Nusantara I (Persero), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group), percepat optimalisasi lahan melalui pengembangan berbagai komoditas strategis sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda hilirisasi yang didorong pemerintah melalui Kementerian Pertanian. Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menempatkan hilirisasi sebagai strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, memperkuat swasembada pangan, sekaligus membangun kemandirian energi berbasis sumber daya dalam negeri. Pada beberapa kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman,m menegaskan hilirisasi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan memperkuat perekonomian nasional. Menurutnya, komoditas pertanian harus didorong tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi di dalam negeri. “Hilirisasi adalah keniscayaan. Kita tidak boleh lagi mengekspor bahan mentah. Komoditas pertanian harus diolah di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati penuh oleh rakyat Indonesia, terutama petani,” tegas Amran. Kementerian Pertanian juga terus mendorong pengembangan komoditas strategis yang memiliki keterkaitan dengan industri hilir, termasuk sumber bahan baku untuk pengembangan biofuel dan bioetanol dalam rangka memperkuat kemandirian energi nasional. Arah kebijakan tersebut mendapat respons dari PTPN I (Persero) melalui optimalisasi aset lahan di berbagai wilayah operasional. Pengembangan diarahkan pada sejumlah komoditas, antara lain jagung, kedelai, bawang putih, dan ubi kayu yang memiliki peluang pengembangan rantai nilai dari hulu hingga hilir. Direktur Utama PTPN I (Persero), Abdul Rivai Ras, mengatakan perusahaan siap mengambil bagian dalam agenda strategis pemerintah tersebut melalui optimalisasi aset secara produktif, terukur, dan berkelanjutan. “Kami mendukung penuh agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi melalui hilirisasi. PTPN I (Persero) memiliki aset lahan yang dapat dioptimalkan untuk pengembangan komoditas strategis dengan tetap memperhatikan produktivitas, keberlanjutan, dan kelayakan bisnis,” ucap Abdul Rivai, di pekan ketiga September 2026 lalu. Menurut Rivai, hilirisasi tidak boleh berhenti pada peningkatan produksi di tingkat lahan. Lebih dari itu, diperlukan keterhubungan antara produksi, pengolahan, industri, distribusi, hingga pasar agar nilai tambah komoditas dapat tumbuh di dalam negeri. “Orientasinya bukan semata-mata menanam, tetapi bagaimana menciptakan nilai tambah. Dari lahan hingga produk akhir harus terhubung sehingga manfaat ekonominya semakin besar bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” jelasnya. Salah satu langkah konkret PTPN I (Persero) adalah menyiapkan 10.000 hektare lahan untuk pengembangan jagung. Pemanfaatan areal tersebut dilakukan pada lahan yang memasuki masa persiapan peremajaan tanaman perkebunan sehingga dapat dimanfaatkan sementara untuk tanaman pangan produktif. Pengembangan jagung tersebut diharapkan memperkuat pasokan komoditas yang memiliki peran penting bagi kebutuhan pangan dan industri pakan. Di saat yang sama, PTPN I mendorong agar produksi yang dihasilkan dapat terhubung dengan rantai pengolahan dan pasar sehingga memberikan nilai tambah yang lebih besar. Penguatan hilirisasi PTPN I (Persero) tidak berhenti pada jagung. Di berbagai wilayah operasional, perusahaan mengembangkan komoditas strategis sesuai potensi lahan dan karakteristik wilayah. Di Lampung melalui PTPN I (Persero) Regional 7, perusahaan menyiapkan pengembangan ubi kayu hingga 10.000 hektare. Pada tahap awal, sekitar 7.313 hektare disiapkan melalui kerja sama dengan 11 mitra. Ubi kayu memiliki prospek hilirisasi yang luas, baik sebagai bahan pangan maupun bahan baku industri. Komoditas tersebut juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bahan baku bioetanol sehingga memiliki keterkaitan dengan agenda kemandirian energi. Sementara, di Sumatera Utara melalui PTPN I (Persero) Regional 1, sekitar 270 hektare lahan dioptimalkan untuk pengembangan kedelai. Pemanfaatan lahan tersebut menjadi bagian dari diversifikasi aset untuk mendukung produksi pangan sekaligus membuka peluang pengembangan komoditas lainnya. Di Jawa Barat, PTPN I (Persero) juga melakukan uji coba penanaman bawang putih seluas 2 hektare. Uji coba tersebut menjadi bagian dari upaya membangun model budi daya dan memperkuat basis produksi komoditas hortikultura strategis. Abdul Rivai menimpali keberagaman komoditas yang dikembangkan merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan aset sekaligus memperluas kontribusi PTPN I (Persero) terhadap agenda pembangunan nasional. Menurutnya, optimalisasi lahan tidak hanya diukur dari luas areal yang dimanfaatkan, tetapi juga dari produktivitas, keekonomian, keberlanjutan, serta kemampuan menciptakan rantai nilai baru. “Setiap hektare harus memberikan nilai tambah. Karena itu, kami tidak hanya melihat luas lahan, tetapi juga produktivitas dan kesinambungan ekosistem usaha yang dibangun di atasnya,” bebernya. Ia menegaskan, percepatan hilirisasi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, BUMN, swasta, petani, lembaga riset, dan pelaku industri. “Ketika aset perkebunan mampu menghasilkan pangan, mendukung energi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong tumbuhnya industri hilir, maka kontribusi perkebunan terhadap pembangunan nasional menjadi semakin nyata,” tuturnya.
Upstream Youth Champs 2026: Mahasiswa IPB Gali Wawasan Industri Hulu Migas
Jakarta, katakabar.com - Upstream Youth Champs 2026 (UYC) resmi memulai rangkaian kegiatannya di IPB University, Bogor, di Pekan ketiga September 2026 lalu. UYC hadir sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat dunia hulu migas sekaligus mengeksplorasi potensi diri di luar bidang akademis melalui kolaborasi antara PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan Games of Society (GOS).