PTPN IV PalmCo Inspirasi Ribuan Mahasiswa Bawa Kisah Sukses Petani Sawit Indonesia
Pekanbaru, katakabar.com - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, puji petani kelapa sawit binaan PTPN IV PalmCo, subholding dari Holding Perkebunan Nusantara), Setiyono sebagai contoh petani sukses di hadapan ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI).
The Plantationpreneurs Festival 2026 Diluncurkan, BPDP Tanamkan Inovasi Wirausaha Muda Masa Depan
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) meluncurkan The Plantationpreneurs Festival 2026, yakni program yang menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan ide, inovasi, dan potensi kewirausahaan berbasis komoditas perkebunan Indonesia. Angkat tema “Menanam Inovasi, Menumbuhkan Wirausaha Muda untuk Masa Depan”, peluncuran program The Plantationpreneurs Festival 2026 digelae di Ballroom BPDP, Jakarta pada Senin (28/9) lalu.
Dukung Industri Kelapa dan Kelapa Sawit: BPDP dan Kanwil DJPb Jambi Sosialisasi Pemanfaatan Dana Perkebunan
Jambi, katakabar.com - Auala KPPN Jambi saksi bisu sosialisasi program BPDP serta peluang pengembangan komoditas kelapa dan kelapa sawit, pekan ketiga September 2026 lalu. Kegiatan yang digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Jambi berlangung secara hibrida, yakni luring, dan daring melalui Microsoft Teams.
PTPN IV PalmCo Perkuat Kemitraan Strategis Petani Lewat PSR Awards 2026
Yogyakarta, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, subholding dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group), untuk kali pertama gelar Gala Dinner dan PSR Award 2026 perdana di LPP Garden Hotel Yogyakarta sebagai bentuk apresiasi kepada petani, koperasi, regional, unit pembelian, dan pemasok Tandan Buah Segar (TBS) yang berkontribusi dalam ekosistem kemitraan perusahaan.
Lepas Tiga Ratus Camaba Beasiswa SDM Sawit BPDP se Kabupaten Bengkalis 2026, Ini Pesan Camat Mandau
Mandau, katakabar.com - Camat Mandau, Riki Rihardi, menghadiri kegiatan Pelepasan Calon Mahasiswa Baru (Camaba) Beasiswa SDM Sawit Badan Pengelola Daba Perkebunan (BPDP) se Kabupaten Bengkalis. Pelepasan Camaba Beasiswa Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) disalurkan DPD Apkasindo Kabupaten Bengkalis, di Gedung Bathin Betuah Kantor Camat Mandau, Jalan Jenderal Sudirman Duri, Rabu (16/9). Camat Mandau Riki Rihardi, mengucapkan terimakasih kepada BPDP, dan DPD APKASINDO Kabupaten Bengkalis atas program beasiswa yang besar manfaatnya bagi generasi muda di Kabupaten Bengkalis. "Program sumber daya manusia sangat penting. Untuk itu, kami berpesan pergunakanlah beasiswa ini sebaik mungkin, karna ini semua bukan hanya mencari gelar melainkan mencari ilmu yang bermanfaat untuk kemajuan Kabupaten Bengkalis di masa datang," jelasnya. Ketua DPD Apkasindo Kabupaten Bengkalis, Septian Nugraha, menyampaikan ucapan selamat kepada para penerima beasiswa. Ia memaparkan pada tahun ini 300 anak petani sawit se Kabupaten Bengkalis dinyatakan lulus seleks,i dan bakal menempuh pendidikan dari Beasiswa BPDP. “Selamat dan sukses kepada adik-adik yang telah lulus Beasiswa SDM Sawit BPDP, manfaatkan kesempatan emas ini dengan belajar sungguh-sungguh, sebab seluruh biaya pendidikan ditanggung 100 persen oleh BPDP," terangnya. Program beasiswa ini, kata Septian, menjadi momentum penting dan membanggakan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis bersama para keluarga mahasiswa sebagai upaya bersama meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah yang kita cintai ini.
Kolaborasi Pemanfaatan Biofuel, BPDP Serukan Percepatan Transisi Energi Lewat EBTKE ConEx 2026
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) turut berpartisipasi dalam EBTKE ConEx 2026. Konferensi dan pameran tahunan di bidang Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang digelar oleh METI digelar pada 2 hingga 4 September 2026 lalu di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Kegiatan itu menjadi wadah kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, investor, dan pemangku kepentingan dalam mendorong percepatan transisi energi bersih di Indonesia dan ASEAN. Kegiatan EBTKE ConEx 2026 dibuka oleh Yuliot Tanjung, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Prof. Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, serta Wakil Kepala BRIN. BPDP turut mendukung kegiatan sebagai sponsor dengan menghadirkan booth edukasi yang memperkenalkan berbagai program BPDP, khususnya biodiesel, riset, serta pengembangan sumber daya manusia. Peran BPDP dalam mendukung transisi energi juga tercermin melalui program mandatori biodiesel. Sejak 1 Juli 2026, pemerintah meningkatkan campuran biodiesel menjadi 50 persen (B50) sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi, mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil impor, sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas sawit Indonesia. Di hari kedua, Mohammad Alfansyah, Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, menjadi narasumber dalam Talkshow Plenary angkat tema “Strategi Implementasi Biofuel untuk Ketahanan Indonesia”, bersama Prof. Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, dan Ary Kurniawan, Senior Vice President Business Development PT Pertamina (Persero). Forum ini membahas strategi implementasi biofuel serta pentingnya kolaborasi pemerintah, industri, akademisi, dan pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Selain program biodiesel, BPDP juga mendorong penguatan industri perkebunan melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), sarana dan prasarana perkebunan, penelitian dan pengembangan, pengembangan sumber daya manusia, dan promosi. Berbagai program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, inovasi, keberlanjutan, dan daya saing industri sawit sebagai bagian dari penguatan ekosistem biofuel nasional. Melalui partisipasinya dalam EBTKE ConEx 2026, BPDP menegaskan komitmen untuk terus mendukung pengembangan energi terbarukan berbasis sumber daya dalam negeri, serta memperkuat sinergi antara sektor energi dan perkebunan guna mewujudkan ketahanan energi dan memberikan manfaat bagi perekonomian nasional serta kesejahteraan masyarakat.
Lidi Sawit Terbang ke Tiongkok! Sinergi BPDP dan Petani Sawit Kunci Perkuat Ekspor Produk Perkebunan
Jakarta, katakabar.com - Produk turunan kelapa sawit membuka peluang baru bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (uMKM) perkebunan Indonesia tembus pasar internasional. Di antaranya lewat pengembangan lidi sawit yang telah berhasil diekspor ke Tiongkok melalui kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Kisah tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Podcast Bincang UMKM Perkebunan di Roemah Episode II usung tema “Dari Roemah ke Dunia: Cerita UMKM Perkebunan Menembus Pasar Ekspor”, yang digelar di Roemah UMKM BPDP @ SMESCO Indonesia, Selasa (18/8) lalu. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menjelaskan lidi sawit salah satu potensi produk turunan kelapa sawit yang dapat dikembangkan untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan. “Lidi sawit ini merupakan salah satu potensi yang sangat besar ini low hanging fruit yang bisa menjadi potensi untuk menggerakkan masyarakat kita, khususnya di desa-desa, untuk menjadi penghasil dolar,” kata Helmi pada sesi diskusi. Peluang tersebut perlu diikuti dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta pendampingan agar pelaku UMKM memahami aspek teknis yang diperlukan untuk memasuki pasar ekspor. BPDP memfasilitasi proses tersebut melalui berbagai kegiatan workshop bersama ASPEKPIR, termasuk pembelajaran mengenai spesifikasi produk dan prosedur ekspor. Ketua Umum ASPEKPIR, Setiyono, menimpali pengembangan lidi sawit berangkat dari upaya asosiasi untuk mendorong petani agar tidak hanya bergantung pada penjualan tandan buah segar (TBS), tetapi juga mengembangkan produk lain yang dapat memberikan nilai tambah. Sebelum masuk ke pasar ekspor, lidi sawit yang dihasilkan petani dan pelaku UMKM masih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan lokal. Kolaborasi dengan BPDP kemudian membuka peluang untuk mengembangkan produk tersebut agar memenuhi kebutuhan pasar internasional. “Tidak ujug-ujug bisa ekspor. Memang perjalanannya panjang,” ucap Setiyono. Kolaborasi tersebut kemudian diwujudkan melalui pendampingan dan workshop yang dilakukan di sejumlah wilayah. Menurut Setiyono, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses membangun kesiapan produsen lidi sawit sekaligus mempertemukan kebutuhan pasar dengan kemampuan produksi di tingkat petani dan UMKM. Untuk melakukan kegiatan ekspor ASPEKPIR didampingi Arra Setya Abadi (ASA) dan dengan dukungan BPDP melakukan pendampingan kepada sejumlah anggota agar mampu menghasilkan lidi sesuai spesifikasi yang dibutuhkan eksportir.Hasil pendampingan tersebut telah memungkinkan pengiriman lidi sawit ke Tiongkok. Total produksi yang telah dibantu melalui kolaborasi tersebut mencapai dua kontainer berukuran 40 kaki, dengan kapasitas sekitar 30 ton per kontainer. Pada pengiriman yang dilakukan di Langkat, satu kontainer berisi sekitar 30.000 kilogram lidi sawit dikirim ke Tiongkok. Bagi BPDP, keberhasilan tersebut menjadi contoh kolaborasi multipihak dapat menghasilkan dampak langsung bagi masyarakat.Pengembangan produk tidak hanya berhenti pada lidi sawit namun terus dikembangkan untuk berbagai produk turunan sawit lainnya sehingga semakin banyak UMKM perkebunan yang mampu masuk ke pasar internasional. Sementara, ASPEKPIR berkomitmen untuk terus mendorong anggotanya mengembangkan produk samping kelapa sawit. Setiyono menyebut lidi sawit menjadi langkah awal, sementara asosiasi juga tengah mempelajari pengembangan produk lain seperti biochar untuk peluang ekspor ke depan. Melalui Podcast Bincang UMKM Perkebunan di Roemah Episode II UKMK Bisa Ekspor menunjukkan pengembangan produk berbasis komoditas perkebunan tidak hanya dapat menciptakan nilai tambah di dalam negeri, tetapi membuka peluang bagi UMKM untuk membawa produk Indonesia ke pasar dunia. Ke depan, kolaborasi dan pendampingan diharapkan dapat terus memperluas jumlah pelaku usaha serta wilayah yang mampu menghasilkan produk perkebunan berorientasi ekspor.
BPDP Serahkan Katalog 100 Produk UMKM Sawit ke Kemenper di Momen Olahraga dan Budaya
Jakarta, katakabar.com - BLU Kementerian Keuangan, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) manfaatkan momen ajang olahraga dan budaya tahunan Merdeka Run 2026, dengan menyerahkan Katalog 100 Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Sawit Kepada Kementerian Perekonomian. Penyerahan katalog diwakili oleh Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah kepada Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso di booth BPDP. Merdeka Run 2026 digelar di kawasan Monumen Reog Ponorogo Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (22/8) lalu berlangsung semarak dengan dihadiri sekitar 5.000 peserta dari berbagai daerah. Turut hadir jajaran pimpinan lintas kementerian, di antaranya Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, Sudarto , Pimpinan Pemeriksa Keuangan Negara I Badan Pemeriksa Keuangan, Nyoman Adhi Suryadnyana,Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Fery Irawan, serta Bupati Ponorogo, Lisdyarita. Kikis Kampanye Negatif Lewat Inovasi Produk Turunan Sawit Kehadiran Booth BPDP bertujuan untuk promosi kebaikan sawit dalam melawan black campaign (kampanye negatif) yang selama ini kerap mendera industri kelapa sawit. Melalui kegiatan edukasi, masyarakat diajak untuk memahami bahwa komoditas sawit tidak hanya sebatas bahan baku minyak goreng. Di hadapan para peserta dan komunitas lari (runners), dijelaskan berbagai bentuk inovasi turunan sawit yang sangat bermanfaat untuk kesehatan dan gaya hidup harian, seperti minyak makan merah, suplemen bernutrisi tinggi yang dapat dikonsumsi untuk mendukung kesehatan dan stamina penggiat olahraga karena kaya akan tokoferol Vitamin E Booth BPDP juga dikunjungi oleh pimpinan lintas kementerian selain Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso hadir juga Pimpinan Pemeriksa Keuangan Negara I Badan Pemeriksa Keuangan Nyoman Adhi Suryadnyana serta Sekjen Dewan Ekonomi Kawasan Ekonomi Khusus Rizal Edwin Manangsang. Dorong UMKM Perkebunan Ekosistem Sport Tourism BPDP mendorong adanya sinergi dan kolaborasi erat antara sektor pariwisata dengan pelaku Usaha Kecil, Menengah, dan Koperasi (UKMK) perkebunan. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UKMK BPDP, Helmi Muhansyah, menyampaikan keindahan tempat dan konsep acara yang menarik serta keberadaan oleh-oleh atau buah tangan menjadi komponen penting dalam pengembangan pariwisata. "Sport tourism bagian dari ekosistem ekonomi kreatif daerah yang bisa di sinergikan dengan produk UMKM berbasis Perkebunan. Beragam produk dalam katalog 100 UMKM Sawit potensial sebagai oleh-oleh (buah tangan), dengan mendorong keterlibatan pelaku UMKM perkebunan dalam ekosistem industri kreatif sport tourism akan berkontribusi sebagai upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen sebagaimana ditargetkan Presiden Prabowo Subianto," ucap Helmi.
Perkuat Keberlanjutan Industri Sawit, BPDP Tancap Gas PSR dan Penguatan SDM Perkebunan
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus perkuat keberlanjutan industri kelapa sawit nasional melalui percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) perkebunan. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tiga pihak Program Dana Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit Batch VI secara simbolis, sekaligus kerja sama Program Pengembangan SDM Perkebunan. Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurachman, mengatakan PSR salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan pekebun. Menurut Eddy, Program PSR dilakukan melalui penggantian tanaman yang sudah tidak produktif dengan benih unggul serta penerapan praktik budidaya yang baik atau Good Agricultural Practices(GAP). Dalam pelaksanaannya, BPDP berperan mengelola dan menyalurkan dukungan pendanaan kepada kelembagaan pekebun sesuai ketentuan, dengan melibatkan pemerintah daerah, perbankan mitra, serta pemangku kepentingan terkait. "Sejak dilaksanakan pada 2016 silam hingga 19 Agustus 2026, Program PSR secara kumulatif telah menjangkau 187.782 pekebun dengan total luas lahan mencapai 428.745 hektare. Dana yang telah disalurkan mencapai Rp12,86 triliun," rincinya. Khusus pada 2026, katanEddy, realisasi PSR telah mencapai 133 proposaldengan luas 20.229 hektare, melibatkan 10.403 pekebun, dengan nilai penyaluran dana sebesar Rp606 miliar. "BPDP terus mendorong percepatan pelaksanaan PSR dengan tetap mengedepankan ketepatan sasaran, akuntabilitas, tata kelola, serta kualitas pelaksanaan. Sejumlah tantangan juga terus menjadi perhatian, antara lain percepatan proses pengusulan dan verifikasi calon penerima serta lahan, kepastian legalitas lahan, penguatan kelembagaan pekebun, hingga ketersediaan benih yang memenuhi persyaratan peremajaan," jelasnya. Selain itu, sambung Eddy, penguatan monitoring dan pengawasan kemajuan fisik kegiatan, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, BPDP, perbankan, serta pemangku kepentingan lainnya terus ditingkatkan. Sinkronisasi data dan sistem informasi juga menjadi bagian penting untuk meminimalkan perbedaan data terkait pekebun, luas lahan, status proposal, progres fisik, serta realisasi penggunaan dana PSR. Pengembangan SDM Fondasi Industri Sawit Selain mendorong peremajaan kebun, BPDP menempatkan pengembangan SDM sebagai salah satu fondasi penting dalam meningkatkan daya saing industri sawit nasional. Sejak 2016 silam, Program Pengembangan SDM Perkebunan melalui pendidikan dan pelatihan telah memberikan manfaat kepada lebih dari 13.000 penerima beasiswa dan lebih dari 32.000 penerima pelatihan dari berbagai daerah di Indonesia. Pada 2026, BPDP meningkatkan kuota penerima program pendidikan menjadi 5.000 orang untuk jenjang D1 hingga S1. Program tersebut didukung oleh 42 lembaga pendidikan mitra terpilih, dengan nilai total kontrak sekitar Rp891 miliar. Dari jumlah tersebut, sembilan lembaga pendidikan telah melengkapi persyaratan dan akan menandatangani kontrak kerja sama, sedangkan 33 lembaga lainnya masih dalam proses melengkapi dokumen persyaratan. Program pendidikan tersebut berjalan beriringan dengan dukungan terhadap pelatihan dan riset sawit. Sinergi antara penguatan riset dan penyiapan SDM unggul diharapkan mampu menjadi fondasi bagi hilirisasi serta peningkatan daya saing industri sawit nasional dalam jangka panjang. Eddy menegaskan, keberhasilan Program PSR tidak hanya diukur dari besarnya dana yang disalurkan atau luas lahan yang diremajakan, tetapi juga dari kemampuan program dalam meningkatkan produktivitas kebun dan kesejahteraan pekebun secara berkelanjutan.
Dugaan 'Operasi Politik' Pengelolaan Sawit Koperasi Sentra Madani Siak
Lahan kebun kelapa sawit seluas 298.10 hektar itu kini sepenuhnya berada di tangan Koperasi Sentra Madani.