Siak, katakabar.com - Dugaan pengutipan uang sebesar Rp100 ribu bagi setiap sopir maupun petani yang menjual TBS sawitnya ke pabrik PT Kimia Tirta Utama (KTU) direspon Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak.
Sebelumnya, salah satu sopir truk pengangkut sawit, Rinto Parlindungan (46) mengaku, setiap masuk ke pabrik PT KTU untuk menjual TBS sawit, dia dan para sopir lainnya harus merogoh kocek Rp300 ribu.
Uang itu diperuntukkan bagi sopir penganti untuk masuk ke pabrik PT KTU, pekerja bongkar buah sawit, dan yang mengatasnamakan 'orang grading' di pabrik sawit.
Orang grading ini merupakan pekerja yang memproses penyortiran dan pengelompokan tandan buah segar sawit berdasarkan tingkat kematangan dan kondisi fisik.
Sekretaris Tameng Adat LAMR Siak, Rolis Muchtar, SH mengingatkan agar perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Koto Gasib tersebut tidak menambah penderitaan petani di tengah tidak stabilnya harga TBS sawit.
"Jika benar itu dilakukan oleh oknum pabrik PT KTU, memang keterlaluan. Mestinya mereka membantu petani, bukan malah menambah beban petani," kata Rolis kepada katakabar.com (Elaeis Media Group), Kamis (9/7).
Mestinya, kata Rolis, kehadiran korporasi sawit membuat petani senang, bukan sebaliknya. Rolis juga tidak menampik bahwa selama ini permasalahan perusahaan itu cukup banyak.
Termasuk konflik lahan seluas 80 hektar dengan 117 kepala keluarga di Koto Gasib hingga dugaan setoran Rp150 juta per bulan ke Yayasan Islamic Center Siak, yang belum ada kejelasan.
"Soal lahan dan dugaan setoran itu hingga saat ini juga tidak ada kejelasan. Belum lagi keluhan warga sekitar terkait jalan utama mereka yang rusak parah tapi tidak dipedulikan oleh pihak perusahaan," ujar Panglima Setia Usaha LAMR Siak ini.
Terkait rentetan permasalahan ini, Rolis mengaku akan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar perusahaan tidak semena-mena dengan petani maupun masyarakat sekitar.
"Insya Allah, secepatnya akan kita kordinasikan. Agar keberadaan perusahaan bermanfaat bagi masyarakat Siak," pungkasnya.
Perusahaan Sawit di Siak Ini Berulah, Lembaga Adat Geram
Diskusi pembaca untuk berita ini