TBS Sawit
Sorotan terbaru dari Tag # TBS Sawit
Harga TBS Sawit Naik Sentuh Angka Rp2.860 Per Kg di Aceh Jaya
Aceh Jaya, katakabar.com - Harga beli tandan buah segar (TBS) kelapa sawit naik sentuh Rp2.860 per kilogram di Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (5/3) lalu. Harga Tandan Buah Segar (TBS) 'emas hijau nama lain dari kelapa sawit tersebut tertinggi naik Rp20 dibanding harga sebelumnya. "Saat ini, harga tertinggi buah sawit menyentuh angka Rp 2.860 per kilonya, dan harga terendah itu Rp2.830 per kilonya," sebut Lem Amin, salah seorang petani kelapa sawit di Aceh Jaya, dikutip dari laman serambinews.com, Minggu sore. Dijelaskan Amin, kenaikan harga beli TBS itu sendiri terjadi dua hari belakangan ini. Setelah sebelumnya mengalami penurunan harga beli hampir seminggu penuh. Stabilnya harga tender CPO global menjadi salah satu penyebab naiknya harga TBS sawit di Aceh Jaya. "Kondisi saat ini sudah sangat membantu, ketimbang beberapa hari lalu, harga beli TBS semakin turun,” ucapnya. Ia merincikan, Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Juli Prima yang berada di Teunom membeli TBS dengan harga Rp2.830 per kg. Lalu, PKS Agro Sinergi Nusantara (ASN) yang juga berada di Teunom membeli TBS dengan harga Rp2.853 per kilonya, dan PT Syaukat membeli TBS di harga Rp2.860 per kilogram. "Dari perbedaan harga itu, ada juga perbedaan kualitas yang diterima, di PT ASN dan Juli Prima masih kategori kualitas sedang dengan potongan yang kecil," terangnya. Kenaikan harga kelapa sawit ini sendiri disambut baik sejumlah kalangan, terutama para petani kelapa sawit. Terlebih, saat ini masyarakat sedang menjalan ibadah puasa dan sebentar lagi meyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi
Petani Bilang Andai PKS Komit Tidak Terima TBS Sawit Curian Penjarahan Beres
Palangkaraya, katakabar.com - Kepolisian Daerah (Polda) Kalteng menegaskan terus komitmen perangi penjarahan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di wilayahnya. Aksi ini bukan hanya buntut dari penertiban kawasan hutan, namun sudah terjadi sebelumnya. Bahkan aksi pencurian tersebut bukan lagi dilakukan secara mandiri, tapi secara massal dan terorganisir. Untuk itu aksi tersebut masuk dalam kategori penjarahan. Kapolda Kalteng, Irjen Iwan Kurniawan, menegaskan penegakan hukum tetap dilakukan secara profesional dan proporsional. Tapi, bila pelaku melawan atau membahayakan petugas dan masyarakat, tindakan tegas tidak dapat dihindari. “Kami tidak mundur menghadapi kejahatan seperti ini. Negara harus hadir. Kalau tidak tegas, ini akan terus berulang dan merusak iklim usaha serta investasi,” ujarnya beberapa waktu lalu. Apkasindo Kalteng mengaku apresiasi dengan komitmen pihak kepolisian tersebut. Sebab menurut Apkasindo penjarahan ini memang harus segera dihentikan, sebab merugikan banyak pihak. "Pencurian sudah sangat serius bukan hanya kepada kebun korporasi saja tapi sudah mengarah ke kebun masyarakat. Parahnya penjarah merasa itu sudah hal biasa," ujar Ketua Apkasindo Kalteng, Jamudin Maruli Tua Pandiangan saat berbincang dengan Elaeis Media Group (EMG), Minggu (4/1). Solusinya, kata Maruli, dengan mempererat jalinan kerja sama, mulai dari petani, pemerintah hingga PKS. Dimana pemerintah menyarankan agar PKS tidak menerima kelapa sawit dari pengepul yang tidak jelas. Atau tidak menerima TBS dari masyarakat yang diketahui tidak memiliki kebun kelapa sawit. "Saat ini bermunculan penadah yang berbaju pengepul. Ini yang harus dihentikan bahkan di bubarkan. Lalu juga PKS menolak sawit dari warga yang tidak memiliki kebun. Jika kedua ini bisa diterapkan pasti penjarahan akan semakin berkurang. Petani juga akan aman," terangnya.
2026, Petani Desak Penetapan Harga TBS Sawit di Banten
Banten, katakabar.com - Petani kelapa sawit hingga saat ini belum menikmati harga kelapa sawit yang ditetapkan Dinas Perkebunan di Provinsi Banten. Lantaran itu, petani kelapa sawit mendesak agar penetapan harga dapat dilakukan pemerinta sejak awal tahun 2026 ini. "Baru digelar rapat sosialisasi dan workshop penetapan harga TBS yang rencananya mulai awal Januari 2026 ini," kata Ketua Aspek-Pir Banten, M Nur, dilansir dari laman EMG Jumat (2/1) kemarin. Hasil rapat tersebut, cerita M Nur, penetapan bakal diberlakukan di pertengahan Januari 2026 ini. Tetapi Dinas Perkebunan masih perlu melakukan persiapan, seperti sosialisasi dan membentuk tim penetapan. "Tim memang masih melakukan sosialisasi ke koperasi-koperasi, dan kelompok tani yang ada di Banten. Lalu, melakukan kunjungan ke sejumlah perusahaan yang akan membeli hasil kebun petani," jelasnya. Masih M Nur, salah satu penghambat penetapan harga ini adalah enggannya perusahaan melaporkan data operasional yang diperlukan untuk melakukan penghitungan harga. Sementara sebelumnya, Surat Keterangan (SK) untuk penetapan harga hanya dari Gubernur. Untuk tahun ini SK yang digunakan adalah SK dari Dinas Perkebunan yang diketahui Gubernur Banten. "Ini jadi babak baru di perkebunan sawit Banten jika terlaksana," ucapnya. Ketua Apkasindo Banten, H Wawan juga merasa geram dengan sulitnya dilaksanakan penetapan harga itu. Ia mendesak pemerintah Banten tegas terhadap perusahaan yang membandel tadi. "Harus ada ketegasan kepada perusahaan yang akan membeli TBS petani. Sehingga mereka mau memberikan data serta mengikuti aturan yang akan dijalankan dalam pembelian TBS," terangnya. "Saat ini petani hanya mengikuti harga PKS saja. Harganya hanya kisaran Rp2.450 per kilogram," sebutnya.
Harga TBS Sawit Swadaya Bervariasi di Sumut, Mulai Rp2.695 Hingga Rp3.480 Per Kg
Medan, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit bervariasi di Provinsi Sumatera Utara khususnya hasil panen perkebunan petani swadaya cukup di kabupaten dan kota sentra kelapa sawit. Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sumatera Utara, merincikan harga mulai Rp2.695 per kilogram hingga Rp3.480 per kilogram. Dari total 15 kabupaten dan kota sentra kelapa sawit yang tercatat, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sebagai pamuncak, TBS sawit dibeli Rp3.480 per kilogram dengan kualitas hasil panen bagus. Sedang, Kabupaten Langkat harga TBS kelapa sawit terendah dibeli Rp2.695 per kilogram. Meski harga ini lebih rendah dibandingkan kabupaten lainnya, Langkat tetap menjadi salah satu penghasil utama TBS di Provinsi Sumatera Utara. Jika dibandingkan dengan harga petani plasma, harga swadaya ini jauh tertinggal. Di mana harga sawit plasma dibeli Rp3.575.49 per kilogram. Padahal harga kelapa sawit plasma tersebut mengalami penurunan di pekan ini. Ini rincian harga TBS kelapa sawit di kabupaten se Sumatera Utara, yakni Kabupaten Langkat Rp2.695 per kilogram, Kabupaten Deli Serdang Rp 2.870 per kilogram, Kabupaten Serdang Bedagai Rp3.040 per kilogram, Kabupaten Simalungun Rp2.810 per kilogram, Kabupaten Batu Bara Rp2.800 per kilogram, Kabupaten Asahan Rp2.820 per kilogram, Kabupaten Labura Rp2.830 per kilogram, Kabupaten Labuhan Batu Rp2.700 per kilogram. Terus, Kabupaten Labusel Rp2.850 per kilogram, Kabupaten Paluta Rp2.900 per kilogram, Kabupaten Palas Rp3.100 per kilogram, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Rp2.880 per kilogram, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Rp 2.920 per kilogram, Kabupaten Madina Rp3.480 per kilogram, dan Kabupaten Pakpak Bharat Rp2.960 per kilogram.
TBS Sawit Mitra Plasma di Riau Dibeli Rp3.653,60 per Kg Lantaran Harga Turun Sepekan Kedepan
Pekanbaru, katakabar.com - Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mitra plasma di Riau dibeli Rp3.653, 60 per kilogram lantaran harga turun sepekan ke depan, mulai 29 Oktober hingga 4 November 2025. Itu diketahui dari hasil rapat Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau bersama tim telah menetapkan harga TBS kelapa sawit mitra plasma, Selasa (28/10). Penetapan harga kelapa sawit periode 29 Oktober hingga 4 November 2025 telah menggunakan tabel rendemen harga baru hasil kajian dari PPKS Medan yang disepakati tim. Menurut Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Riau, Defris Hatmaja menjelaskan, penurunan harga tertinggi berada di kelompok umur 9 tahun sebesar Rp24,24 per kilogram setara 0,66 persen dari harga sepekan lalu. Jadi, harga pembelian TBS kelapa sawit petani periode sepekan ke depan turun menjadi Rp3.653,60 per kilogram, dan berlaku untuk periode sepekan ke depan. “Untuk harga cangkang berlaku selama sebulan ke depan sebesar Rp18,30 per kilogram. Indeks K yang dipakai indeks K untuk sebulan ke depan yakni 93,09 persen, harga penjualan Crude Palm Oil (CPO) pekan ini turun sebesar Rp61,15, dan kernel pekan ini turun sebesar Rp244,24 dari sepekan lalu,” tuturnya. Ada beberapa PKS yang tidak melakukan penjualan, kata Defris, berdasarkan Permentan Nomor 01 tahun 2018 pasal 8 maka harga CPO dan kernel yang digunakan harga rata-rata tim. Bila terkena validasi 2 maka digunakan harga rata-rata KPBN. Harga rata-rata CPO KPBN periode ini adalah Rp14.780,80 dan harga kernel KPBN periode ini sebesarRp13.125,00. Diketahui bersama harga TBS kelapa sawit yang ditetapkan tim untuk mitra plasma mengalami penurunan. Penurunan harga pekan ini disebabkan turunnya harga CPO dan kernel,” jelasnya. Penetapan harga TBS Provinsi Riau Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun selalu melakukan perbaikan tata kelola agar penetapan harga ini sesuai dengan regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak bermitra. “Membaiknya tata kelola penetapan harga ini upaya serius dari seluruh stakeholder didukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Komitmen bersama ini bakal berimbas peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” terangnya. Ini Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Plasma Riau Nomor 39 Periode 29 Oktober hingga 4 November 2O25, yakni umur 3 tahun Rp2.817,56 per kilogram, umur 4 tahun, Rp3.192,66 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.383,27 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.530,42 per kilogram, umur 7 tahun Rp3.606,61 per kilogram, umur 8 tahun Rp3.649,20 per kilogram.
Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Dibanderol Rp3.626,91 Per Kg Sepekan Kedepan di Riau
Pekanbaru, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mitra swadaya dibanderol Rp3.626, 91 per kilogram sepekan ke depan, mulai 29 hingga 4 November 2025 di Riau. Bila dibandingkan sepekan sebelumnya, harga TBS kelapa sawit mitra swadaya tersebut turun tipis. Ini sesuai hasil hasil penetapan harga oleh Dinsa Perkebunan (Disbun) bersaman tim, Selasa (28/10). Defris Hatmaja Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Defris Hatmaja, menuturkan untuk penurunan harga tertinggi berada di kelompok umur 9 tahun sebesar Rp0,73 per kilogram setara 0,02 persen dari harga sepekan sebelumnya. "Untuk harga pembelian TBS kelapa sawit petani untuk periode sepekan ke depan turun menjadi Rp3.626,91 per kilogram, dan berlaku untuk periode sepekan ke depan, dengan harga cangkang berlaku selama sebulan kedepan sebesar Rp26,10 per kilogram," ulasnya, dilansir dari laman Media Center Riau, Selasa malam. Menurut Defri, penyebab penurunan harga TBS kelapa sawit ini lantaran harga penjualan Crude Palm Oil (CPO) pekan ini naik sebesar Rp122,51 per kilogram dari pekan lalu. Sementara, harga penjualan kernel pekan ini turun sebesar Rp511,00 per kilogram dari pekan sebelumnya. "Ada beberapa PKS tidak melakukan penjualan, berdasarkan Permentan Nomor 01 tahun 2018 Pasal 8 maka harga CPO dan Kernel yang digunakan harga rata-rata tim, dan bila harga CPO dan Kernel terkena validasi 2 maka digunakan harga rata-rata KPBN. Di mana harga rata-rata CPO KPBN pada periode ini sebesar Rp14.780,80 per kilogram, dan harga Kernel KPBN sebesar Rp13.125,00 per kilogram," rincinya. Ini Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Swadaya Provinsi Riau Nomor 39 Periode 29 Oktober hingga 4 November 2025, yakni umur 3 tahun Rp2.808,30 per kilogram, umur 4 tahun Rp3.132,16 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.361,56 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.491,11 per kilogram, umur 7 tahun Rp3.569,74 per kilogram, umur 8 tahun Rp3.612,96 per kilogram. Terus, umur 9 tahun Rp3.626,91 per kilogram, umur 10 hingga 20 tahun Rp3.589,11 per kilogram, umur 21 tahun Rp3.528,65 per kilogram, umur 22 tahun Rp3.459,03 per kilogram, umur 23 tahun Rp3.379,87 per kilogram, umur 24 tahun, Rp3.319,91 per kilogram, dan umur 25 tahun Rp3.270,73 per kilogram.
Gubsu Nilai Kopdes Merah Putih Kelapa Sebatang Potensial Bisnis Pengepul Sawit
Labura, katakabar.com - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Bobby Nasution menilai Koperasi Desa Merah Putih Kelapa Sebatang, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) potensial menjalankan model bisnis pengepul kelapa sawit masyarakat terus dijual ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Menurut Bobby Nasution, bisnis ini potensial melihat banyak masyarakat yang menjadi petani kelapa sawit di sekitar Kelapa Sebatang. Tidak cuma itu, ujar Bobby, bila bisnis ini jalan bisa membantu petani mengangkut Tandan Buah Segar (TBS) dari kebun mereka. “Mereka (Koperasi Desa Merah Putih Kepala Sebatang) menjadi pengepul kelapa sawit, mengambil dari masyarakat dan dijual lagi Ramp (Rumah Agribisnis) ini inovasi bisnis yang potensial,” jelasnya, selesai meninjau Koperasi Desa Merah Putih Kelapa Sebatang, Labura, Rabu (24/8) lalu, dilansir dari laman mimbarumum.co.id, Minggu (26/10) sore. Koperasi Desa Merah Putih Kelapa Sebatang bakal membeli truk untuk memperlancar bisnisnya. Selama ini, mereka masih menyewa truk untuk mengangkut TBS masyarakat sehingga cost operasional masih tinggi. “Mereka mau beli truk karena selama ini masih nyewa, jadi costnya masih cukup tinggi. Kita coba hubungkan ke Himbara, mudah-mudahan bisa mendapatkan modal tambahan sehingga usahanya lebih lancar,” ucapnya. Gubsu mendorong agar tujuh model bisnis KMP bisa berjalan di Sumatera Utara sesuai potensi daerah masing-masing. Pemprov Sumut akan mendorong hal ini satu bulan ke depan. “Satu bulan ke depan kita harap tujuh item tersebut sudah terlaksana semua di Sumatera Utara, target kita bulan depan itu 886 koperasi,” jelasnya.
Bung! Harga Kelapa Sawit Plasma Menukik di Sumut Periode Ini Rp3.649.38 per Kilogram
Medan, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mitra plasma menukik di Provinsi Sumatera Utara, Bung! Pekan ini harga belinya Rp3.649.38 per kilogram. Dinas Perkebunan (Disbun) Sumatera Utara (Sumut) yang menetapakan harga TBS kelapa sawit mitra plasma menukik tipis. Kalau dibandingkan periode lalu, harga komoditi berjuluk 'Emas Hijau' ini mengalami penurunan sebesar Rp15,79 per kilogram. Di mana harga pekan lalu dibandrol Rp3.665.17 per kilogram. Ketua Apkasindo Provinsi Sumatera Utara, Gus Dalhari, mengutarakan penurunan ini dampak dari anjloknya harga Crude Palm Oil (CPO). Untuk harga CPO periode ini dibeli Rp14.528,55 per kilogram. "Jika harga CPO turun maka dampaknya harga TBS kelapa sawit dalam negeri ikut mengalami penurunan. Harga CPO periode lalu masih Rp14.571,16 per kilogram," ulasnya, dilansir dari laman EMG, Rabu (15/10). Tidak hanya haga CPO turun, harga kernel pun turun periode ini. Jika periode lalu sebesar Rp13.609,74 per kilogram kini hanya Rp13.461,62 per kilogram, dan indeks K 93,03.persen. Ini rincian harga TBS kelapa sawit mitra plasma di Sumatera Utara periode ini, yakni umur 3 tahun Rp2.824.89 per kilogram, umur 4 tahun Rp3.094.70 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.282.32 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.375.44 per kilogram, umur 7 tahun Rp3.404.42 per kilogram, umur 8 tahun Rp3.496.75 per kilogram
Harga Sawit Jambi Turun Rp11,00 per Kg Pekan Kedua Oktober 2025 Dibeli Rp3.648,47 per Kg
Jambi, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Jambi turun Rp11,00 per kilogram di pekan kedua Oktober 2025, saat ini dibeli Rp3.648,47 per kilogram. Kalau berkaca periode sebelumnya, harga yang ditetapkan Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi turun Rp11,00 per kilogram. Hal ini lantaran melemahnya harga CPO yang pekan ini dibeli Rp14.379,01 per kilogram. Tetapi meski melorot, harga yang berlaku untuk hasil kebun kelapa sawit plasma lebih tinggi ketimbang harga sawit swadaya. Saat ini rata- rata hasil kebun petani mandiri itu hanya dibeli Rp2.700 hingga 3.200 per kilogram. "Untuk harga tengkulak atau harga peron bervariasi. Tergantung dari daerah di mana kebun dibudidayakan. Harganya Rp2.700 hingga 3.200 per kilogram," ujar Dermawan Harry Oetomo, petani sekaligus pengurus DPP Apkasindo, dilansir dari laman EMG, Kamis (9/10). Ini rincian hasil penetapan harga kelapa sawit di Provinsi Jambi, yakni umur 3 tahun Rp2.834,18 per kilogram, umur 4 tahun Rp3.040,38 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.179,16 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.311,14 per kilogram, umur 7 tahun Rp3.394,52 per kilogram, umur 8 tahun Rp3.467,97 per kilogram. Lalu, umur 9 tahun Rp3.535,45 per kilogram, umur 10-20 tahum Rp3.648,47 per kilogram, umur 21-24 tahun Rp3.541,50 per kilogram, umur 25 tahun Rp3.384,17 per kilogram.
CPO Naik Dongkrak TBS Sawit Mitra Plasma Dihargai Rp3.695 per Kilogram Pekan Ini
Pekanbaru, katakabar.com - Harga Crude Palm Oil (CPO) naik dongkrak Tandan Buah Segara (TBS) kelapa sawit mitra plasma sehingga dihargai Rp3.695 per kiligram pekan ini. Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau bersama tim sudah melaksanakan rapat penetapan harga kelapa sawit mitra plasma. Dari hasil penetapan harga kelapa sawit periode 1 hingga 7 Oktober 2025 telah menggunakan tabel rendemen harga baru hasil kajian dari PPKS Medan yang disepakati oleh tim. Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja mengutarakan, untuk kenaikan harga tertinggi berada dikelompok umur 9 tahun sebesar Rp 16,23 per kilogram setara 0,44 persen dari harga periode lalu. Jadi, harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu kedepan naik menjadi Rp 3.695,92 per kilogram, dan berlaku untuk periode satu minggu ke depan. “Dengan harga cangkang berlaku untuk satu bulan ke depan dengan harga sebesar Rp17,38 per kilogram. Di periode ini indeks K yang dipakai indeks K untuk 1 bulan ke depan, yakni 92,75 persen, harga penjualan CPO pekan ini naik sebesar Rp7,14 dan kernel minggu ini naik sebesar Rp313,68 dari pekan lalu,” jelasnya, dilansir dari laman media center Riau, Rabu (1/10) malam. Kata Defris, ada beberapa PKS yang tidak melakukan penjualan, berdasarkan Permentan nomor 01 tahun 2018 pasal 8 maka harga CPO dan kernel yang digunakan adalah harga rata-rata tim, apabila terkena validasi 2 digunakan harga rata-rata KPBN. Harga rata-rata CPO KPBN periodeini Rp14.601,20 dan harga kernel KPBN periode ini sebesar Rp14.010,00. “Kita ketahui bersama bahwa harga TBS yang ditetapkan oleh timuntuk mitra plasma mengalami kenaikan. Kenaikan harga minggu ini lebihdisebabkan karena faktor naiknya harga CPO dan kernel,” ujarnya. Pada penetapan harga TBS Provinsi Riau, Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, dan Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Produksi Pekebun selalu melakukan perbaikan tata kelola agar penetapan harga ini sesuai dengan regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak yang bermitra. “Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya yang serius dari seluruh stakeholder yang didukung oleh Pemerintah Provinsi atau Pemprov Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ucapnya. Ini penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Plasma Provinsi Riau