BI
Sorotan terbaru dari Tag # BI
FLOQ Analisa Pasar: BI Naikkan Suku Bunga, Trump Dukung Kripto dan Investor Waspada Kelola Risiko
Jakarta, katakabar.com - Pasar aset digital global memasuki pekan keempat Mei 2026 dengan kombinasi sentimen makroekonomi dan regulasi semakin mempengaruhi arah pergerakan pasar kripto. Tekanan inflasi Amerika Serikat, kenaikan suku bunga Bank Indonesia, hingga langkah pro-kripto dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi sorotan utama yang diperkirakan akan mempengaruhi perilaku investor global maupun domestik. Analisa pasar menunjukkan, investor kini menghadapi kondisi pasar yang bergerak di antara tekanan likuiditas global, dan meningkatnya legitimasi industri aset digital di tingkat internasional. Inflasi Amerika Serikat kembali meningkat dengan Consumer Price Index (CPI) tahunan mencapai 3,8 persen pada April 2026. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa The Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (“higher-for-longer”), yang sebelumnya telah picu arus keluar dana dari aset berisiko termasuk ETF Bitcoin Spot sepanjang awal Mei. Di tengah tekanan makro tersebut, Presiden Donald Trump pada 19 Mei 2026 menandatangani Executive Order mendorong pengurangan hambatan regulasi bagi perusahaan fintech dan aset digital di Amerika Serikat. Kebijakan ini dinilai sebagai salah satu sinyal paling kuat dalam beberapa tahun terakhir terkait integrasi aset digital ke dalam sistem keuangan tradisional. Langkah tersebut dapat memperkuat legitimasi industri kripto secara global, terutama karena regulator federal AS mulai diarahkan untuk mengeksplorasi integrasi aset digital ke sistem pembayaran tradisional dan infrastruktur keuangan nasional. Selain itu, pasar menyoroti laporan mengenai “Hormuz Safe” dari Iran, sebuah platform asuransi maritim berbasis Bitcoin untuk kapal dan kargo yang melintas di Selat Hormuz. Meskipun tingkat implementasi dan skalanya masih belum terverifikasi secara independen, narasi ini memperkuat pandangan bahwa aset digital mulai digunakan tidak hanya sebagai instrumen investasi, tetapi juga alat pembayaran lintas batas dan mitigasi risiko perdagangan global. Di Indonesia, Bank Indonesia mengambil langkah agresif dengan menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen pada 19 Mei 2026 guna menjaga stabilitas Rupiah di tengah penguatan dolar AS. Kebijakan ini diperkirakan akan memperketat likuiditas domestik dan meningkatkan biaya pinjaman di sektor perbankan. Presiden RI, H Prabowo Subianto, menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) di DPR pada 20 Mei 2026 sebagai respons terhadap dinamika ekonomi global yang semakin cepat berubah. Kombinasi antara tekanan ekonomi domestik dan meningkatnya legitimasi aset digital global dapat membentuk pola perilaku investor baru di Indonesia, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk melakukan diversifikasi aset. “Pasar saat ini menunjukkan aset digital semakin bergerak menuju arus utama sistem keuangan global. Di tengah tekanan nilai tukar dan ketidakpastian makro, investor perlu memahami bahwa kripto bukan hanya soal volatilitas jangka pendek, tetapi bagian dari transformasi infrastruktur finansial global yang sedang berlangsung,” ujar Yudhono Rawis, Founder dan CEO FLOQ. FLOQ menekankan pentingnya edukasi, dan manajemen risiko di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif. Untuk investor pemula, FLOQ menyarankan pendekatan akumulasi bertahap melalui metode Dollar-Cost Averaging (DCA) pada aset kripto blue-chip seperti Bitcoin dan Ethereum. Tidak hanya itu, diversifikasi terukur ke stablecoin berbasis dolar AS seperti USDT atau USDC dapat menjadi alternatif untuk menjaga nilai aset di tengah pelemahan Rupiah. Sementara bagi trader aktif, FLOQ mengingatkan pentingnya disiplin penggunaan stop loss dan pengelolaan leverage, terutama karena pasar saat ini bergerak sangat sensitif terhadap kebijakan bank sentral dan data ekonomi global. Investor jangka panjang juga diminta untuk memperhatikan implementasi lanjutan Executive Order AS dalam 90 hari ke depan, yang dinilai dapat menjadi katalis baru bagi adopsi aset digital global. Sebagai bagian dari edukasi finansial digital, FLOQ juga mengajak masyarakat untuk memahami bahwa investasi aset digital bukan hanya tentang mengikuti tren pasar jangka pendek, tetapi memahami fundamental, manajemen risiko, dan strategi investasi yang sesuai dengan profil masing-masing pengguna. Di tengah kondisi pasar yang bergerak dinamis, investor pemula disarankan untuk mempelajari strategi dasar seperti memahami momentum pasar, mengelola emosi saat volatilitas terjadi, hingga membedakan pendekatan investasi jangka pendek dan jangka panjang. “Banyak orang tertarik masuk ke aset digital saat pasar naik, tetapi belum memahami bagaimana membangun strategi dan fondasi investasi yang sehat. Edukasi menjadi bagian penting agar pengguna tidak hanya ikut tren, tetapi memahami risiko, tujuan investasi, dan cara mengelola portofolio secara bertahap,” ulas Yudhono Rawis. Untuk membantu pengguna memahami strategi dasar investasi dan trading aset digital, FLOQ juga menyediakan berbagai artikel edukasi yang dapat dipelajari langsung melalui platform resmi FLOQ, di antaranya: Strategi Dasar Trading: Beli Saat Turun, Jual Saat Naik Strategi Investasi Bitcoin Jangka Pendek vs Jangka Panjang Melalui pendekatan edukasi ini, FLOQ berharap masyarakat Indonesia dapat membangun pemahaman yang lebih matang terhadap aset digital, mulai dari cara kerja pasar, pengelolaan risiko, hingga strategi investasi yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang. Tentang FLOQ FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiki komunitas aktif dengan lebih dari 250,000 followers yang bergabung di 7 platform social media, 25,000 anggota komunitas aktif dan juga platform yang berkomitmen untuk meningkatkan edukasi bagi setiap pengguna dan publik dengan penyediaan FLOQ Akademi yang dapat diakses tanpa biaya. Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar and 2 juta App downloads dan mendukung 100+ aset digital. Dengan fokus pada pengembangan ekosistem dan kolaborasi strategis, FLOQ bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi penggunanya di era ekonomi digital.
Aktivitas Kripto Indonesia Melejit, Bank Indonesia Siapkan Stablecoin Nasional
Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan pesat, dan mulai menegaskan posisi Tanah Air sebagai salah satu pusat aktivitas onchain terbesar di dunia berkembang. Laporan terbaru State of Crypto 2025 yang dirilis oleh perusahaan modal ventura global a16z menempatkan Indonesia di jajaran teratas negara dengan pertumbuhan pengguna dompet kripto mobile paling signifikan sejak 2022. Laporan tersebut mengungkap lebih dari separuh aktivitas onchain global kini berasal dari negara berkembang, termasuk Indonesia, India, dan Nigeria. Penggunaan mobile crypto wallet, indikator utama keterlibatan masyarakat dalam aktivitas blockchain, meningkat tajam di Indonesia, mencerminkan adopsi cepat aset digital di level ritel. Melihat peluang itu, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah besar dengan rencana penerbitan surat berharga digital berbasis token yang didukung obligasi pemerintah (SBN) dan dibangun di atas CBDC rupiah digital. Inisiatif ini disebut sebagai “versi stablecoin nasional Indonesia”, yang menandai integrasi langsung teknologi blockchain dalam kerangka moneter resmi negara. "Kita akan keluarkan bagaimana sekuritas Bank Indonesia, kita ada versi digitalnya, digital rupiah Bank Indonesia dengan underlying SBN, versi stablecoin-nya nasional Indonesia," kata Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo saat pembukaan FEKDI–IFSE 2025 di Jakarta, Kamis (30/10) lalu. Langkah tersebut dinilai sebagai sinyal kuat Indonesia tidak hanya menjadi pasar pengguna kripto yang besar, tetapi juga mulai membangun fondasi teknologi dan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekosistem digital secara berkelanjutan. “Pertumbuhan aktivitas onchain di Indonesia adalah refleksi dari peningkatan literasi digital dan kepercayaan masyarakat terhadap aset kripto,” kata Calvin Kizana, CEO Tokocrypto. “Kombinasi antara adopsi ritel yang masif dan inovasi kebijakan seperti stablecoin nasional menjadi momentum penting untuk membawa industri ini ke fase yang lebih matang," jelasnya. Pertumbuhan Ekosistem Blockhain dan Kripto Menurut Calvin, sinergi antara sektor swasta dan regulator menjadi kunci untuk memastikan ekosistem kripto di Indonesia berkembang dengan sehat dan transparan. “Dengan peran aktif Bank Indonesia dan OJK, serta dukungan infrastruktur dari pelaku industri, Indonesia berpeluang menjadi salah satu pusat ekonomi digital berbasis blockchain di Asia Tenggara,” tambahnya. Data Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025 juga memperkuat tren ini, menempatkan Indonesia di peringkat ke 7 dunia untuk tingkat adopsi kripto, serta ke 4 dalam kategori aktivitas keuangan terdesentralisasi (DeFi). Sementara itu, Kementerian Perdagangan mencatat jumlah investor aset kripto nasional telah melampaui 18,08 juta pengguna, dengan nilai transaksi secara kumulatif sepanjang 2025 (year-to-date) mencapai Rp 360,30 triliun. Integrasi antara pertumbuhan organik pengguna kripto dan kebijakan digital nasional seperti CBDC dan stablecoin rupiah diharapkan mampu menciptakan sistem keuangan yang lebih inklusif, efisien, dan tahan terhadap volatilitas global. “Stablecoin nasional bisa menjadi jembatan antara sistem keuangan tradisional dan ekonomi digital berbasis blockchain,” lanjut CEO Tokocrypto ini. “Langkah ini akan memperkuat kepercayaan publik terhadap aset digital lokal dan membuka peluang besar bagi inovasi Web3 serta tokenisasi aset di Indonesia,” timpalnya.
Bupati Apresiasi BI Dukung Klaster Padi untuk Perkuat Ketahanan Pangan Langkat
Langkat, Katakabar.com - Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH, melalui Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, SH menghadiri kegiatan Kick Off Pengembangan Kl...
Dupoin Terdaftar Resmi di Bank Indonesia Pelaku Derivatif PUVA
Jakarta, katakabar.com - Kabar gembira PT Dupoin Futures Indonesia cetak tonggak penting dalam kiprahnya di industri finansial. Perusahaan kini telah mendapatkan pengakuan resmi dari Bank Indonesia sebagai Pelaku Derivatif PUVA atau Pasar Uang dan Valuta Asing. Penetapan ini dikukuhkan melalui Surat Registrasi Nomor.27/378/DPPK/Srt/B, yang secara resmi menetapkan status Dupoin sebagai Pialang Berjangka dan Peserta Sistem Perdagangan Alternatif. Pencapaian ini semakin memperkuat legalitas operasional dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap Dupoin. Hal ini juga menegaskan bahwa perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan regulasi nasional yang ditetapkan otoritas terkait. Dengan masuknya Dupoin dalam daftar resmi Bank Indonesia, perusahaan kini berada pada posisi strategis untuk menyediakan layanan finansial yang lebih aman, terukur, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. "Terdaftarnya Dupoin di Bank Indonesia merupakan bentuk nyata komitmen kami untuk terus menghadirkan layanan trading yang legal, aman, dan berstandar tinggi. Ini adalah langkah strategis yang menegaskan posisi Dupoin sebagai pialang berjangka yang tidak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga kuat secara tata kelola dan kepatuhan,” kata perwakilan manajemen Dupoin. Dengan status barunya sebagai Pelaku Derivatif PUVA, seluruh kegiatan bisnis Dupoin kini berada dalam kerangka regulasi yang diatur oleh Peraturan Bank Indonesia Nomor 6 Tahun 2024. Selain itu, seluruh operasional perusahaan tetap berada di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti. Tak hanya itu, pada kuartal pertama tahun ini, Dupoin juga berhasil memperoleh peringkat Grade A+++ dari Bappebti – skor tertinggi dalam sistem penilaian berkala terhadap pialang berjangka nasional. Kini, dengan terdaftarnya Dupoin di Bank Indonesia, aspek legalitas dan kualitas layanannya semakin terjamin, memperkuat posisi perusahaan di mata masyarakat dan pelaku pasar. Dukungan Regulasi dari Tiga Lembaga, Jaminan Perlindungan Nasabah Dengan pencapaian ini, Dupoin menjadi salah satu dari segelintir perusahaan pialang di Indonesia yang telah mendapat verifikasi resmi dari tiga lembaga otoritas utama: Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, dan Bank Indonesia. Tiga pengesahan ini menjadi indikator kuat bahwa layanan dan aktivitas Dupoin berjalan secara transparan, bertanggung jawab, dan selaras dengan prinsip tata kelola yang baik.
Pendapatan Mikro: Ketika Waktu Luang Bertemu Peluang Cuan
e. Melabeli data untuk pelatihan AI. f. Menguji Situs Web/Aplikasi (User Testing) Beberapa platform akan membayarmu jika kamu mencoba dan memberikan feedback tentang pengalaman menggunakan situs web atau aplikasi baru. Bayarannya bisa lebih tinggi (misalnya $10-$20 per tes), namun jumlah tesnya terbatas. Kamu bisa coba beberapa website seperti TryMyUI, Testbirds, dan Userlytics.
Siap-siap! Kelapa Sawit Dibahas Pada Rakor TPAKD Penghujung Februari 2024
Palembang, katakabar com - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 7 Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Untung Nugroho menyatakan, OJK bakal melaksanakan kick off Gernas BBI dan BBWI pada 26 Febuari 2024 di gedung OJK Provinsi Sumatera Selatan, sekaligus Rakor Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). "Kelapa sawit bakal dibahas pada Takor TPAKD," ujar Untung, dilansir dari laman globalplanet, pada Sabtu (17/2) siang. Gerakan Nasional (Gernas) BBI dan BBWI singkatannya Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia. Kata Untung, nanti kampanye Gernas BBI dan BBWI 2024 diisi sengan berbagai kegiatan, seperti seminar, expo dan lainnya. Di mana kegiatan ini usung tema, "Produk Lokal Berinovasi". "Kampanye utama kegiatannya oleh OJK kemudian didukung pemerintah daerah. Untuk target 2024 mau dicapai dari BBI sebesar Rp50 miliar per provinsi, dan BWI ditargetkan mencapai 13,2 juta perjalanan di daerah,” jelasnya saat pertemuan dengan Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, pada Jumat kemarin. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan, Ricky Perdana Gozali menuturkan, mengenai pelaksanaan Rakor TPKAD yang digelar BI Provinsi Sumatera Selatan bakal membahas sektor perkebunan kelapa sawit. Hal ini disebabkan terdapat kredit sebesar Rp15 triliun yang dinikmati petani kelapa sawit, termasuk petani plasma maupun swadaya. Selain Rakor TPAKD, beber Ricky, BI Provinsi Sumatera Selatan bersama OJK punya program lain waktu dekat ini, yakni pembuakaan satu rekening satu pelajar di Kabupaten dan kota dan seribu rekening bagi disabilitas dan ekosistem keuangan inklusif dengan pemilihan desa wisata. Bahkan, terdapat pula program monitoring dan evaluasi KUR dengan roadshow ke kabupaten dan kota dan literasi keuangan. "Kami mengharapkan dukungan Gubernur dalam kampanye program ini. Misalnya dengan menerbitkan surat edaran penggunaan produk lokal dan belanja produk lokal. Bisa juga dengan penggunaan logo BBI di setiap kegiatan. Mempromosikan produk lokal dan wisata lokal,” sebut Ricky. Tidak hanya itu, BI Provinsi Sumatera Selatan miliki program harvesting UMKM untuk 100 UMKM per kabupaten dan kota atau nantinya bakal dipilih 30 UMKM per kabupaten dan kota yang bisa diikutkan dalam program tersebut. "Nanti program ini dilaksanakan pada Mei 2024 mendatang, sekaligus sempena dengan Festival Sriwijaya," ucapnya. Masih Ricky, BI Provinsi Sumatera Selatan, ikut berupaya dalam pengendalian harga pangan melalui program GSM Goes To School pada 25 Febuari 2024 yang dipusatkan di Jakabaring. "Kegiatan ini kita persiapkan sebaik mungkin dan lengkap. Rencananya mengundang Kepala Bappenas dan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), perbankan dan seribu siswa. Kita juga akan memberikan bibit cabai secara simbolis,” sebutnya. Ditambahkan Ricky, Provinsi Sumatera Selatan terpilih oleh Kementerian Keuangan sebagai lokasi penyelenggaraan sosialisasi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se Sumatera. "Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 29 Februari mendatang," terangnya. Pj Gubernur Sumatera Selatan, Agus Fatoni mendukung. Menurutnya program tersebut sangat baik dan dapat memajukan perekonomian daerah. Kata Fatoni, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan telah melakukan berbagai gerakan yang dilakukan serentak dan masif. "Kita sudah melaunching Gerakan Penanganan Inflasi Serentak se-Sumsel, Gerakan Pasar Murah Serentak dan dalam waktu dekat ini kita launching Gerakan Bedah Rumah Serentak, Gerakan Pembangunan Sanitasi Serentak, dan Gerakan Bantuang Stunting Serentak,” tandasnya.
Dialog Publik "Kejahatan Perbankan", BI dan OJK Ingat Warga Teliti Dulu Terhadap Tawaran Jasa Keuangan
Tindak pelaku kejahatan saat ini semakin kreatif dalam menjalankan aksinya. Seperti tak ingin ketinggalan zaman, para pelaku ini terus mengikuti perubahan tren teknologi untuk mendapatkan pundi-pundi uang lewat jalan “pintas”. Bahkan, saat ini viral modus penipuan online dengan format aplikasi (APK) yang dikirimkan pesan WhatsApp (WA) maupun Facebook.