Gandeng Nobu Bank, Bittime Luncurkan Program Cashback "10 Menit dari Indonesia ke Wall Street" Ekonomi
Ekonomi
16 jam yang lalu

Gandeng Nobu Bank, Bittime Luncurkan Program Cashback "10 Menit dari Indonesia ke Wall Street"

Jakarta, katakabar.com - Di tengah meningkatnya minat investor terhadap diversifikasi aset global, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meluncurkan kampanye 20 persen cashback bersama Nobu Bank dengan tajuk “10 Minutes from Indonesia to Wall Street” Senin (8/6) lalu. Sebelumnya, pada media gathering yang digelar pada 21 Mei 2026 lalu, Bittime resmi membagikan kolaborasi strategis bersama Nobu Bank melalui integrasi akses virtual account (VA) Nobu Bank yang kini telah tersedia di platform Bittime. Langkah in dipandang sebagai inovasi Bittime dalam menghadirkan akses investasi aset digital yang lebih mudah dipahami, praktis, dan dapat diakses kapan saja oleh investor Indonesia. Business Director Bittime, Junji Misael, menyampaikan pihaknya berharap untuk dapat memfasilitasi diversifikasi aset investor Indonesia di tengah volatilitas pasar. Terutama melalui onboarding dari Rupiah ke aset-aset global seperti Tokenized USD, Emas, dan US stocks secara praktis dan efisien, sehingga diversifikasi aset menjadi lebih accessible. “Kami berharap dengan membagikan cashback sebesar 20% dengan nilai maksimal Rp100.000 dalam bentuk USDT, masyarakat dapat mulai berinvestasi dari rupiah ke aset-aset digital dengan lebih efisien. Apalagi, investor dapat mengakses aset digital dan aset global berbasis tokenisasi hanya dalam satu platform. Inilah makna dari kampanye cashback 10 Minutes from Indonesia to Wall Street," kata Junji. Dengan Bittime, ujarnya, investor dapat mengakses berbagai aset global seperti dolar AS, emas, hingga saham-saham Amerika Serikat berbasis tokenisasi secara fraksional dan tersedia 24/7. Hal ini, memberikan kesempatan bagi investor untuk memperoleh eksposur terhadap aset global tanpa harus menghadapi hambatan investasi lintas negara yang selama ini dianggap rumit. Menurutnya, tren diversifikasi aset semakin relevan di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar yang mendorong investor mencari instrumen dengan nilai riil dan bergerak lebih stabil sebagai bagian dari strategi pengelolaan risiko dan optimalisasi portofolio. "Hal ini, tercermin dari pertumbuhan aset Nasdaq tokenized ETF ($QQQX) yang mengalami kenaikan sekitar 33 persen sejak pertengahan Maret 2026, berdasarkan indeks pasar perdagangan di Bittime. Ini menunjukkan bagaimana investor Indonesia kini dapat memperoleh eksposur terhadap pertumbuhan pasar global melalui aset tokenisasi aset global," imbuhnya. Apalagi saat ini, jelasnya, investor dapat memperdagangkan saham AS secara langsung menggunakan Rupiah tanpa perlu menukarkan dana ke USD terlebih dahulu melalui Bittime. Selain itu, Bittime juga mendukung perdagangan 24/7 untuk memanfaatkan peluang profit kapan saja dengan biaya trading tetap sebesar 0,2%-0,3% dan menghemat hingga 90% tanpa biaya tambahan. "Melalui kampanye cashback "10 Menit dari Indonesia ke Wall Street", Bittime dan Nobu Bank berharap dapat memperluas literasi keuangan serta mendorong partisipasi masyarakat yang lebih luas terhadap inovasi keuangan digital yang semakin terhubung dengan pasar global," ucapnya. Seiring berkembangnya regulasi dan meningkatnya adopsi tokenisasi aset secara global, Bittime berharap untuk dapat terus menghadirkan berbagai inovasi layanan yang relevan dengan dinamika pasar, serta kebutuhan investor di Indonesia, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, kepatuhan terhadap regulasi, dan penguatan ekosistem aset keuangan digital di dalam negeri. Tapi, investor perlu memahami dinamika pasar memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap strategi portofolio masing-masing. Mengingat, kondisi volatilitas pasar yang dapat menciptakan peluang, sekaligus risiko lebih tinggi bagi para trader. Lantaran itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Apalagi aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Begitu pula sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Bittime Perkuat Strategi 'Regulatory-First dan User-Centric' di Era Aset Kripto Bersama IPB, Stellar dan Rise In Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 03 Juni 2026 | 10:10 WIB

Bittime Perkuat Strategi 'Regulatory-First dan User-Centric' di Era Aset Kripto Bersama IPB, Stellar dan Rise In

Jakarta, katakabar.com - Di tengah pertumbuhan industri aset kripto Indonesia yang semakin dinamis, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hadir dalam kolaborasi strategis bersama Stellar dan Rise In di Universitas IPB. Pada kolaborasi ini Bittime, menegaskan posisi nya dalam menyelaraskan kebutuhan pengguna dengan tren dinamis pasar aset kripto di Indonesia. Sebelumnya, kolaborasi yang digelar pada pekan keempat Mei 2026 lalu, kemarin, bertujuan mempertemukan perspektif akademik, infrastruktur blockchain global, dan komunitas developer Indonesia. Hal ini menjadikannya ruang diskusi yang komprehensif tentang arah masa depan industri aset digital di Indonesia. Salah satu fokus dalam sesi ini adalah seminar komprehensif terkait keragaman peran strategis yang dibutuhkan untuk membangun produk Web3 yang berkelanjutan. Berbeda dengan anggapan umum bahwa dunia aset kripto hanya untuk developer blockchain, Bittime menegaskan bahwa ekosistem Web3 yang sehat membutuhkan berbagai peran strategis dalam membangun ekosistem yang inklusif. Mulai dari Smart Contract Engineer yang membangun fondasi protokol, hingga ke Desainer Frontend/UI/UX yang merancang user interface dan memastikan pengalaman pengguna yang seamless. Dan baru kemudian masuk ke tahap pengembangan produk mulai dari Riset & Validasi, Pengembangan, Audit & Testnet, dan Iterasi Mainnet. Product Marketing Supervisor Bittime, Fini Charisa, menyampaikan tingkat drop-off pengguna Web3 bahkan mencapai 90 persen, di mana calon pengguna mundur sebelum menyelesaikan proses onboarding pertama mereka. Hal ini bukan karena tidak tertarik mendalami Web3, melainkan karena pengalaman masuk ke dunia Web3 yang rumit bagi mayoritas pengguna. "Di Indonesia, banyak proyek Web3 yang hanya fokus pada peluncuran produk tanpa benar-benar membantu penggunanya. Di Bittime, produk kami dibangun di atas dua pilar utama: menjadi Regulatory-First dengan mematuhi standar OJK secara ketat, dan menghadirkan User-Centric UX yang menyajikan aplikasi intuitif untuk pengguna sehari-hari,” kata Fini. Sebagai platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin, Bittime berbasis pada dua fundamental utama, yakni Regulatory-First dan User-Centric UX yang menghadirkan aplikasi intuitif bagi pengguna sehari-hari. Selain itu, Bittime memiliki fokus utama dalam membantu pengguna mengamankan dan mengembangkan portofolio mereka dengan mudah. Fokus strategis dan proposisi nilai ini, diwujudkan melalui tiga tahapan yakni Entry, Allocate, dan Earn. Pada tahap Entry, Bittime menghadirkan IDR Swap Zero Fee, memungkinakn konversi Rupiah ke kripto tanpa biaya tambahan, dan menghilangkan hambatan finansial pertama bagi investor baru. Allocate merupakan layanan bagi investor untuk dapat memiliki akses terhadap aset global nyata, seperti Tether Gold (XAUT), perak, dan saham Amerika seperti Magnificent 7 melalui tokenisasi Real World Assets (RWA) yang dapat diperdagangkan dengan Rupiah. Setelah memberikan langkah awal dan akses terhadap aset-aset global  yang mudah bagi investor, Bittime juga menghadirkan fitur fleksibel staking dengan APY hingga 10 persen untuk pengguna baru. Dengan fitur ini, investor memiliki kesempatan untuk Earn passive income dari aset yang dipegang, tanpa perlu lock-up dana dalam jangka waktu tertentu. Tahapan tersebut menekankan komitmen Bittime dalam menghadirkan akses bagi investor Indonesia untuk dapat memperluas portofolio investasi nya dan mengeksplorasi ekosistem Web3 dengan lebih mudah. Melalui kolaborasi dengan Universitas IPB, Stellar, dan Rise In, Bittime menunjukkan komitmen transformasi industri aset kripto Indonesia tidak bisa dilakukan sendirian. Sinergi antara institusi akademik, infrastruktur blockchain global, dan komunitas pengembang lokal adalah fondasi yang dibutuhkan untuk membangun ekosistem yang matang dan berkelanjutan. Bagi Bittime, kolaborasi ini sebagai wadah mendidik talenta muda, membuka dialog dengan institusi akademik, dan membangun jaringan yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan publik terhadap industri aset digital Indonesia. Pada komitmennya, Bittime berharap untuk dapat terus menghadirkan berbagai inovasi layanan yang relevan dengan dinamika pasar, serta kebutuhan investor di Indonesia, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, kepatuhan terhadap regulasi, dan penguatan ekosistem aset keuangan digital di dalam negeri. Ingat, nvestor perlu memahami dinamika pasar memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap strategi portofolio masing-masing. Mengingat, kondisi volatilitas pasar yang dapat menciptakan peluang, sekaligus risiko lebih tinggi bagi para trader. Lantaran itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Sebab, aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Selain itu, sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya. Tentang Bittime Bittime melalui PT Utama Aset Digital Indonesia adalah platform investasi aset kripto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta terdaftar pada Kementerian Komunikasi & Digital (Komdigi). Bittime juga merupakan anggota Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO). Selaku platform investasi aset kripto, Bittime memiliki visi untuk menjadi platform perdagangan dan investasi aset kripto pilihan utama masyarakat dengan fitur yang beragam serta memenuhi kebutuhan penggunanya. Aplikasi Bittime bisa diunduh di Google Play dan App Store. Disclaimer Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Bittime adalah platform perdagangan aset kripto terdaftar di Bappebti yang menyediakan informasi berdasarkan riset internal, bersifat umum dan edukatif. Informasi ini bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau perpajakan. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan. Pengguna wajib melakukan analisis mandiri dan memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan yang berlaku.

Bitcoin Mulai Stabil Tengah Sentimen Pasar Membaik, Bittime Soroti Penting Diversifikasi Portofolio Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 31 Mei 2026 | 15:35 WIB

Bitcoin Mulai Stabil Tengah Sentimen Pasar Membaik, Bittime Soroti Penting Diversifikasi Portofolio

Jakarta, katakabar.com - Bitcoin mulai stabil seiring membaiknya sentimen pasar global pasca periode volatilitas beberapa pekan terakhir. Sejalan dengan kondisi tersebut, Bittime menyoroti pentingnya strategi diversifikasi portofolio di tengah dinamika pasar kripto yang masih fluktuatif. Mengutip laporan Economic Times, tiga pekan terakhir Bitcoin sempat mengalami volatilitas dengan pergerakan harga di kisaran $74.000 hingga $79.000. Tetapi, kondisi pasar mulai menunjukkan fase konsolidasi, di mana Bitcoin kini bergerak stabil di area $77.000 seiring meredanya tekanan sentimen global yang sebelumnya memicu fluktuasi pada aset kripto.  Perubahan kondisi pasar ini membuat perhatian pelaku pasar kembali tertuju pada pentingnya pengelolaan risiko dalam menghadapi pergerakan aset digital yang cenderung cepat berubah mengikuti sentimen global. Di tengah kondisi tersebut, strategi diversifikasi portofolio menjadi salah satu pendekatan yang banyak diperhatikan investor dalam menjaga keseimbangan aset. Hal ini dilakukan untuk menghadapi perubahan pasar yang dapat terjadi secara cepat dalam siklus kripto.  Menariknya, di tengah fase konsolidasi ini Bitcoin kembali dipandang memiliki karakter pergerakan yang relatif lebih stabil dibandingkan periode volatilitas sebelumnya, meskipun tetap berada dalam kategori aset berisiko tinggi. Perubahan persepsi ini mencerminkan mulai pulihnya sentimen investor terhadap aset kripto di tengah dinamika pasar yang masih berlangsung. Menanggapi kondisi pasar tersebut, Bittime menyoroti pentingnya diversifikasi aset sebagai bagian dari strategi pengelolaan investasi yang lebih adaptif. Pendekatan ini dinilai dapat membantu investor menjaga fleksibilitas dalam menghadapi pergerakan harga aset digital.  Sejalan dengan hal tersebut, Bittime menghadirkan berbagai pilihan aset digital yang dapat digunakan sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio, sehingga investor memiliki lebih banyak opsi dalam menyesuaikan komposisi aset sesuai kondisi pasar.  Selain itu, pemahaman terhadap manajemen risiko dan siklus pasar kripto juga menjadi faktor penting dalam membangun strategi investasi jangka panjang yang lebih terukur. Perlu diingat, investasi aset kripto punya risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga, risiko likuiditas, teknologi, serta perubahan regulasi yang menjadi tanggung jawab masing-masing investor. Makanya, diperlukan riset mendalam sebelum melakukan aktivitas investasi. Tentang Bittime Bittime melalui PT Utama Aset Digital Indonesia adalah platform investasi aset kripto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta terdaftar pada Kementerian Komunikasi & Digital (Komdigi). Bittime juga merupakan anggota Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO). Selaku platform investasi aset kripto, Bittime memiliki visi untuk menjadi platform perdagangan dan investasi aset kripto pilihan utama masyarakat dengan fitur yang beragam serta memenuhi kebutuhan penggunanya. Aplikasi Bittime bisa diunduh di Google Play dan App Store. Disclaimer Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Bittime adalah platform perdagangan aset kripto terdaftar di Bappebti yang menyediakan informasi berdasarkan riset internal, bersifat umum dan edukatif. Informasi ini bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau perpajakan. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan. Pengguna wajib melakukan analisis mandiri dan memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan yang berlaku.

Bittime IDR Swap Permudah Akses Investasi Aset Global di Tengah Tekanan Nilai Rupiah Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 31 Mei 2026 | 08:30 WIB

Bittime IDR Swap Permudah Akses Investasi Aset Global di Tengah Tekanan Nilai Rupiah

Jakarta, katakabar.com - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kian mendorong perhatian investor terhadap aset diversifikasi lindung nilai atau ‘Safe haven’. Sejalan dengan kondisi tersebut, fitur IDR Swap zero fees  Bittime memungkinkan pengguna menukarkan aset rupiah (IDR) ke aset global tanpa biaya tambahan. Tekanan terhadap rupiah terjadi seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi global yang dipengaruhi oleh dinamika geopolitik, penguatan indeks dolar AS, hingga kebijakan suku bunga global yang masih ketat. Di mana terpantau saat ini rupiah berada di kisaran harga Rp17.700 per dolar Amerika Serikat. Kondisi itu, menjadi salah satu faktor investor Indonesia untuk semakin aktif menyesuaikan strategi pengelolaan portofolio dan memperhatikan aset investasi nya. Apalagi, di tengah volatilitas pasar yang masih berlangsung, investor cenderung berpindah ke aset investasi yang bergerak lebih stabil. Seiring hal tersebut fitur IDR Swap zero fees Bittime memungkinkan pengguna melakukan penukaran aset rupiah (IDR) ke berbagai aset digital secara lebih efisien tanpa biaya swap tambahan. Fitur ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas lebih bagi investor dalam mengelola aset digital mereka di tengah kondisi pasar yang dinamis. Melalui fitur IDR Swap zero fees, pengguna dapat melakukan penukaran aset Rupiah (IDR) ke aset digital dengan proses yang lebih praktis sehingga mempermudah penyesuaian strategi investasi sesuai kebutuhan dan kondisi pasar terkini. Kehadiran fitur ini juga menjadi bagian dari upaya Bittime dalam meningkatkan pengalaman transaksi aset digital yang lebih mudah diakses oleh masyarakat Indonesia. Di tengah perkembangan industri aset digital yang semakin dinamis, Bittime terus berkomitmen menghadirkan inovasi teknologi yang mampu mendukung pengalaman investasi yang lebih mudah diakses, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Bersamaan dengan itu pula, peningkatan literasi mengenai pengelolaan aset, diversifikasi portofolio, hingga pemahaman terhadap kondisi ekonomi global dinilai menjadi bagian penting dalam membangun aktivitas investasi yang lebih bijak dan terukur. Tetapi, penting dipahami investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga, risiko likuiditas, teknologi, hingga perubahan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi setiap pengguna. Itu sebabnya, investor perlu memahami profil risiko, melakukan riset, serta berdiskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Bittime Hadirkan Flash Staking dengan APY Hingga 20 persen, Rayakan Bitcoin Pizza Day Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 27 Mei 2026 | 16:05 WIB

Bittime Hadirkan Flash Staking dengan APY Hingga 20 persen, Rayakan Bitcoin Pizza Day

Jakarta, katakabar.com  - Dunia aset kripto kembali diwarnai fluktuasi harga yang dinamis akibat situasi geopolitik global, Bitcoin terpantau mengalami sedikit penurunan dan berada di level $77.741 saat ini. Bertepatan dengan perayaan Bitcoin Pizza Day, Bittime menyediakan fitur Flash Staking dengan Annual Percentage Yield (APY) hingga 20 persen bagi pengguna baru. Sebelumnya,  menurut laporan pasar terbaru yang dirilis oleh TradingView, pergerakan ini dipicu oleh sikap hati-hati para investor yang merespons berbagai berita simpang siur mengenai ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk isu pembatasan uranium serta upaya negosiasi damai yang masih berjalan dengan penuh ketidakpastian. Meskipun pasar global sedang diselimuti ketidakpastian yang membuat pergerakan harga Bitcoin cenderung mendatar, sentimen ini justru tidak menyurutkan antusiasme para investor dalam negeri. Fluktuasi harga global yang terjadi saat ini sering kali dipandang oleh para investor lokal sebagai momentum yang tepat untuk mengumpulkan aset secara strategis.  Terlebih lagi, momen pergerakan pasar ini bertepatan dengan perayaan global yang sangat dinantikan oleh komunitas aset kripto di seluruh dunia, sehingga fokus para investor kini mulai beralih pada berbagai aktivitas perdagangan yang menawarkan keuntungan lebih. Atmosfer positif di tengah fluktuasi pasar tersebut terlihat sangat jelas pada kampanye Road to Bitcoin Pizza Bitcoin Pizza Day yang telah diselenggarakan oleh platform Bittime sejak 12 Mei 2026 lalu. Berdasarkan rilis data internal yang dihimpun dari jalannya acara tersebut, program khusus ini sukses menarik minat yang sangat besar dengan total partisipan mencapai 1.269 investor yang aktif terlibat dalam kampanye ini.  Tingginya antusiasme para investor ini berhasil mendorong lonjakan aktivitas perdagangan di platform Bittime, dengan pencatatan total volume perdagangan yang melesat hingga mencapai 40 persen dari hari-hari biasanya. Kesuksesan besar dari acara Road to Bittime Bitcoin Pizza Day tersebut membuktikan bahwa minat masyarakat terhadap investasi aset digital tetap kokoh, sekaligus menjadi jembatan bagi Bittime untuk terus memanjakan para pengguna setianya melalui program lanjutan.  Bagi masyarakat yang belum sempat berpartisipasi dalam kemeriahan kemarin, Bittime juga menghadirkan fitur Flash Staking yang dirancang secara khusus untuk memberikan keuntungan maksimal bagi para pengguna baru. Melalui program penawaran terbatas ini, para investor baru yang mendaftarkan akun mereka berkesempatan untuk menikmati imbal hasil atau APY hingga 20 persen.  Kehadiran fitur yang sangat kompetitif ini diharapkan dapat menjadi solusi investasi yang aman, stabil, dan menguntungkan bagi masyarakat yang ingin tetap meraih keuntungan optimal di tengah dinamika pasar aset kripto global saat ini. Tetapi, harus dipahami investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Lantaran itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Begitupun aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Makanya sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Bittime dan Nobu Bank Jembatani Keuangan Tradisional Menuju Tokenisasi Aset Global Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 27 Mei 2026 | 11:10 WIB

Bittime dan Nobu Bank Jembatani Keuangan Tradisional Menuju Tokenisasi Aset Global

Jakarta, katakabar.com - Di tengah kondisi tekanan pada kondisi ekonomi Indonesia, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), resmi gandeng Nobu Bank guna menjembatani sistem keuangan konvensional dengan ekosistem aset keuangan digital. Dalam agenda media gathering nya, Bittime bersama Nobu Bank resmi membagikan kolaborasi strategisnya melalui integrasi akses virtual account (VA) Nobu Bank yang kini telah tersedia di platform Bittime. Langkah in dipandang sebagai inovasi Bittime dan Nobu Bank dalam menghadirkan akses investasi aset digital yang lebih mudah dipahami, praktis, dan dapat diakses kapan saja oleh investor Indonesia. Business Director Bittime, Junji Misael menyampaikan bahwa pihaknya berharap untuk dapat memfasilitasi diversifikasi aset investor Indonesia di tengah volatilitas pasar. Terutama melalui onboarding dari Rupiah ke aset digital secara praktis dan efisien), sehingga diversifikasi aset menjadi lebih accessible. “Sebagai platform yang menyediakan aset-aset global berbasis tokenisasi, kami berkomitmen untuk menyediakan akses bagi investor untuk dapat dengan seamless berinvestasi 24/7 dan tanpa biaya tambahan (Zero Fee) dengan memanfaatkan IDR swap ke aset USDT. Terutama di tengah kondisi volatilitas dan tekanan pada nilai ekonomi Indonesia saat ini,” ungkap Junji. Melalui integrasi ini, pengguna diharap dapat menikmati proses yang lebih seamless mulai dari transaksi Rupiah hingga masuk ke aset digital dan tokenized global assets dalam satu ekosistem yang lebih efisien. Apalagi, kondisi volatilitas pasar cenderung mendorong investor untuk mencari aset-aset alternatif yang lebih stabil seperti USD, emas dan aset global sebagai aset diversifikasi portofolio sekaligus ‘lindung nilai’. Di saat bersamaan, tokenisasi aset-aset global seperti USD, emas, dan US stocks kini memberikan kemudahan perluasan pilihan investasi karena bersifat fraksional. Selaras dengan ini, Chandra Lesmana, Head of Universe Merchant Business and Interlink Development Nobu Bank menyampaikan bahwa, kedepannya masa depan keuangan akan semakin terhubung antara traditional finance (TradFi) dan digital finance. Kolaborasi Bittime dan Nobu Bank menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem finansial yang lebih inklusif, seamless, dan accessible bagi masyarakat Indonesia. “Harapannya dengan kolaborasi ini, kami dapat menghadirkan pengalaman investasi digital yang lebih seamless bagi masyarakat Indonesia. Sehingga dengan ini, Bittime dan Nobu Bank dapat mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan industri ekonomi kreatif Indonesia,” ungkap Chandra. Salah satu keunggulan yang ditawarkan dari kemitraan ini adalah “Only 10 minutes from Nobu Bank to Bittime. Bittime is the Indonesia's Global Assets Platform”. Di mana, melalui kolaborasi pengalaman pengguna yang kami hadirkan dapat ini lebih cepat dan praktis. Mulai dari pengguna Nobu Bank dapat registrasi di Bittime, menyelesaikan KYC, hingga melakukan transaksi aset digital pertama mereka. Konsep seluruh transaksi di satu tempat ini memungkinkan pengguna untuk mengakses aset global seperti emas, USD, dan US Stocks berbasis tokenisasi kapan saja dengan lebih fleksibel dengan imbal hasil hingga 10% APY pada token-token terdaftar. Guna merayakan kolaborasi strategis ini, Bittime dan Nobu Bank turut menghadirkan program promosi khusus yang ditujukan bagi para pengguna baru yang ingin memulai langkah investasi mereka.  Melalui kampanye cashback, para investor berkesempatan mendapatkan cashback sebesar 20% dengan nilai maksimal mencapai Rp100.000 dalam bentuk $USDT, cukup dengan melakukan deposit pertama menggunakan layanan Virtual Account Nobu Bank.  Sebelumnya, tentu perlu dipahami bahwa investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini.

Bittime Hadirkan Aset-aset Tokenisasi RWA Alternatif Diversifikasi Portofolio Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 24 Mei 2026 | 13:12 WIB

Bittime Hadirkan Aset-aset Tokenisasi RWA Alternatif Diversifikasi Portofolio

Jakarta, katakabar.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah administrasi Donald Trump dikabarkan sedang bersiap untuk membuka jalur regulasi baru yang memungkinkan versi token digital dari saham perusahaan dapat diperdagangkan di platform kripto. Bertepatan dengan ini Bittime, menghadirkan aset-aset tokenisasi Real World Assets (RWA) berbasis Stocks. Sebelumnya, menurut artikel dari Traders Union. Securities and Exchange Commission (SEC) berencana untuk merilis kebijakan khusus berupa pengecualian inovasi yang memfasilitasi perdagangan saham berbasis token ini dalam waktu dekat. Langkah strategis ini diprediksi akan memperluas ekosistem perdagangan saham di luar bursa tradisional sekaligus menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam memberikan kejelasan hukum terhadap aset digital. Dalam rancangan regulasi tersebut, SEC cenderung mengizinkan perdagangan token digital yang melacak nilai saham suatu perusahaan publik, tanpa memerlukan dukungan atau persetujuan langsung dari perusahaan yang bersangkutan.  Di tengah transisi regulasi ini, konsep penataan aset riil ke dalam sistem blockchain atau yang lebih dikenal sebagai Real World Assets (RWA) muncul sebagai solusi mutakhir yang menjembatani keuangan tradisional dengan teknologi modern secara aman dan efisien. Kebijakan ini diharapkan mampu ubah cara platform aset digital dan pelaku pasar dalam mengakses eksposur pasar saham di Amerika Serikat, sejalan dengan pengesahan undang-undang baru oleh Komite Perbankan Senat yang bertujuan menciptakan regulasi kripto yang lebih terdefinisi. Konsep RWA sendiri ini menjadi fondasi utama yang mendasari langkah SEC, karena tokenisasi saham merupakan bentuk nyata dari digitalisasi aset dunia nyata ke dalam jaringan blockchain. Melalui RWA, aset fisik maupun finansial seperti saham, obligasi, hingga properti dapat diubah menjadi aset digital yang dapat diperdagangkan secara global dengan transparansi tinggi.  Kehadiran regulasi dari SEC ini menjadi angin segar yang memperkuat posisi RWA sebagai masa depan industri keuangan, karena memberikan kepastian hukum yang selama ini dinantikan oleh para investor institusional untuk masuk ke pasar kripto. Bersamaan dengan ini, Bittime menghadirkan aset-aset tokenisasi Real World Assets (RWA) yang membuka akses bagi masyarakat Indonesia ke ranah investasi dunia nyata secara digital.  Fokus utama dari inovasi ini adalah memberikan kebebasan bagi investor untuk memiliki aset global dengan modal yang sangat terjangkau melalui sistem kepemilikan fraksional (fractional ownership). Melalui sistem ini, setiap individu dapat memiliki bagian dari aset berharga tanpa harus membeli satu unit utuh, sehingga batasan finansial tidak lagi menjadi penghalang untuk membangun portofolio yang tangguh.  Kehadiran RWA di ekosistem Bittime memastikan bahwa aset digital yang dimiliki pengguna memiliki dasar nilai yang berbanding satu banding satu dengan aset dunia nyata, memberikan rasa aman dan transparansi yang lebih tinggi. Integrasi ini memungkinkan investor untuk beralih dari aset kripto tradisional ke aset yang didukung oleh komoditas atau ekuitas global dengan sangat mudah.  Namun, tentu perlu dipahami bahwa investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Lantaran itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Tentu, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi

Nilai Tukar Rupiah Terhadap USD Terus Melemah, Bittime Hadirkan Aset-aset Tokenisasi RWA Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:05 WIB

Nilai Tukar Rupiah Terhadap USD Terus Melemah, Bittime Hadirkan Aset-aset Tokenisasi RWA

Jakarta, katakabar.com - Kondisi ekonomi nasional saat ini sedang menghadapi tantangan besar seiring dengan nilai tukar rupiah yang terus mengalami tekanan hebat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kini sentuh level Rp17.600. Bertepatan dengan ini Bittime hadirkan aset-aset tokenisasi Real World Assets (RWA) berbasis Stocks. Sebelumnya, investor seringkali menghadapi berbagai hambatan birokrasi dan biaya yang tinggi ketika mencoba mengakses aset pasar modal global atau komoditas internasional secara langsung. Fenomena volatilitas mata uang yang tidak menentu juga memperkuat kebutuhan akan alternatif lindung nilai (hedging) yang lebih efisien dan fleksibel guna menjaga daya beli serta nilai aset di masa depan. Menanggapi tantangan tersebut, Bittime menghadirkan aset-aset tokenisasi Real World Assets (RWA) yang membuka akses bagi masyarakat Indonesia ke ranah investasi dunia nyata secara digital.  Langkah strategis ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan aksesibilitas investasi, sehingga masyarakat memiliki peluang yang sama untuk mendiversifikasi portofolio mereka di tengah ketidakpastian geopolitik. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, aset fisik maupun finansial konvensional kini dapat direpresentasikan dalam bentuk token digital yang sah dan memiliki nilai nyata. Fokus utama dari inovasi ini adalah memberikan kebebasan bagi investor untuk memiliki aset global dengan modal yang sangat terjangkau melalui sistem kepemilikan fraksional (fractional ownership). Melalui sistem ini, setiap individu dapat memiliki bagian dari aset berharga tanpa harus membeli satu unit utuh, sehingga batasan finansial tidak lagi menjadi penghalang untuk membangun portofolio yang tangguh.  Kehadiran RWA di ekosistem Bittime memastikan aset digital yang dimiliki pengguna memiliki dasar nilai yang berbanding satu banding satu dengan aset dunia nyata, memberikan rasa aman dan transparansi yang lebih tinggi. Integrasi ini memungkinkan investor untuk beralih dari aset kripto tradisional ke aset yang didukung oleh komoditas atau ekuitas global dengan sangat mudah.  Sebagai platform Pedagang Aset Keuangan Digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bittime menjamin bahwa seluruh proses transaksi berjalan dalam koridor regulasi yang ketat dan transparan bagi keamanan pengguna. Seiring dengan meningkatnya minat terhadap tokenisasi aset, Bittime secara resmi memperluas jajaran produknya dengan meluncurkan delapan token baru berbasis saham Amerika Serikat pada tanggal 13 Mei lalu.  Melalui pasangan perdagangan Rupiah (IDR), kini investor dapat dengan mudah memiliki eksposur terhadap perusahaan global seperti Netflix ($NFLXON), Starbucks ($SBUXON), Cisco ($CSCOON), Palantir ($PLTRON), Procter & Gamble ($PGON), Broadcom ($AVGOON), Alibaba ($BABAON), dan Eli Lilly ($LLYON). Apalagi, aset-aset tersebut dapat diperdagangkan tanpa batas waktu atau 24/7 karena bersifat terdesentralisasi. Selain itu, investor juga dapat meningkatkan potensi pertumbuhan asetnya dengan memanfaatkan fitur staking pada platform Bittime. Di mana, fitur ini memberikan imbal hasil tahunan (APY) sebagai passive income dari total jumlah aset yang dimiliki. Sehingga investor dapat meningkatkan potensi pertumbuhan portfolio tidak hanya dari nilai aset yang bertumbuh tetapi juga imbal hasil tahunan yang didapatkan. Tetapi perlu dipahami investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Unruk itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Di samping itu, aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi

Bitcoin Pizza Day Simbol Revolusi Finansial Global, Bittime Dorong Partisipasi Investor Aset Kripto Indonesia Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 14 Mei 2026 | 09:05 WIB

Bitcoin Pizza Day Simbol Revolusi Finansial Global, Bittime Dorong Partisipasi Investor Aset Kripto Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Diawali dengan 2 pizza, kini Bitcoin ($BTC) berhasil catatkan revolusi finansial global. Di mana perayaan Bitcoin Pizza Day yang diperingati setiap bulan Mei menjadi momen historis yang paling berkesan bagi komunitas aset kripto di seluruh dunia. Memperingati sejarah revolusi ini, Bittime menggelar kampanye Bittime Road to Bitcoin Pizza Day bertajuk “Trade Any Coins and Earn BTC!” bagi investor aset kripto Indonesia. Sebelumnya, sejarah ini bermula pada tahun 2010 ketika seorang programmer bernama Laszlo Hanyecz membeli dua loyang pizza menggunakan 10.000 BTC yang saat itu hanya bernilai sekitar US$41. Saat itu, Bitcoin belum memiliki nilai ekonomi yang jelas sehingga transaksi tersebut dianggap sebagai eksperimen berani untuk membuktikan fungsi mata uang digital dalam kehidupan sehari-hari.  Dan, seiring meningkatnya nilai Bitcoin ($BTC) secara signifikan, di mana tercatat sejak 2018 hingga 2026 Bitcoin ($BTC) telah mengalami kenaikan signifikan hingga +472%. Sehingga, peringatan ini tidak hanya mengenai “pizza termahal di dunia”, Bitcoin Pizza Day juga mencerminkan bagaimana teknologi blockchain berkembang dari inovasi komunitas menjadi bagian penting dalam sistem keuangan modern. Keberhasilan Bitcoin ($BTC) sebagai aset kripto pertama di dunia yang terus meroket secara eksponensial, mendorong Bittime, sebagai crypto exchange berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk mengambil peran dalam merayakan pencapaian tersebut melalui kampanye Bittime Road to Bitcoin Pizza Day.  Kampanye dengan tajuk "Trade Any Coin and Earn BTC!" dirancang dengan mekanisme trade-to-earn pada aset apapun untuk mendapatkan reward dalam bentuk $BTC. Sehingga investor berkesempatan mendapatkan nilai tambah dari setiap aktivitas jual-beli yang dilakukan pada platform Bittime. Selain itu, Bittime juga menghadirkan fitur flash staking yang sangat kompetitif dengan APY hingga 20% yang akan diadakan pada 22 Mei 2026. Inisiatif ini diharapkan dapat memotivasi para investor untuk terus mengembangkan portofolio digital mereka sekaligus mengenang revolusi finansial global yang diawali oleh Bitcoin ($BTC). CEO Bittime, Ryan Lymn, menyampaikan hal ini dipandang sebagai bentuk dukungan Bittime bagi perkembangan industri ekonomi kreatif Indonesia. Di mana, $BTC bukan hanya aset kripto pertama, tetapi juga penggerak ekonomi digital yang berbasis pada teknologi blockchain. “Melalui kampanye ini, kami berharap untuk dapat menunjukkan secara nyata bentuk dukungan kami bagi investor aset kripto Indonesia. Di mana, setiap aktivitas trading yang dilakukan pada platform Bittime berkesempatan untuk mendapatkan hadiah tambahan. Dengan ini, harapannya Bittime dapat terus memberikan ruangan bagi investor Indonesia untuk memperluas diversifikasi portofolio nya,” jelas Ryan. Selain itu, bagi para investor yang ingin mengoptimalkan pertumbuhan asetnya, Bittime akan menghadirkan flash staking $BTC dengan Annual Percentage Yield (APY) hingga 20% bagi pengguna baru. Ini memungkinkan para investor untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset kripto yang mereka miliki tanpa harus mengunci dana dalam jangka waktu tertentu.  Tetapi, perlu dipahami investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Tidak cuma itu, aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Rupiah Capai Rp17.418 per Dolar AS Tertinggi Sepanjang 2026? Bittime Hadirkan IDR Swap Zero Fee Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 08 Mei 2026 | 12:00 WIB

Rupiah Capai Rp17.418 per Dolar AS Tertinggi Sepanjang 2026? Bittime Hadirkan IDR Swap Zero Fee

Jakarta, katakabar.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terpantau kembali mengalami tekanan cukup besar pada perdagangan Selasa (5/5) lalu hingga sentuh level Rp17.418 per dolar Amerika Serikat (AS). Berkaitan dengan itu Bittime hadir dengan fitur IDR Swap zero fees yang memungkinkan investor menukarkan Rupiah secara langsung ke dalam bentuk aset kripto.  Sebelumnya, berdasarkan laporan dari artikel Asatunews, penyebab utama di balik tertekannya mata uang Rupiah ini adalah meningkatnya ketegangan geopolitik internasional, khususnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran di wilayah strategis Selat Hormuz.  Eskalasi militer tersebut memicu tentunya kekhawatiran besar akan terganggunya jalur distribusi energi dunia yang sangat vital, yang dampaknya tidak hanya terasa pada sektor politik, tetapi juga langsung menghantam sektor ekonomi dengan memicu ketidakstabilan harga komoditas global. Kekhawatiran pasar semakin diperparah oleh lonjakan harga minyak dunia yang terjadi secara serentak di berbagai pasar internasional. Harga minyak mentah jenis Brent dilaporkan melonjak hingga mencapai level $114.44 per barel, sementara jenis West Texas Intermediate turut merangkak naik ke posisi $106.42 per barel.  Tingginya biaya energi global ini secara otomatis memberikan tekanan tambahan bagi stabilitas ekonomi negara-negara berkembang seperti Indonesia, sehingga masyarakat perlu mencari instrumen alternatif yang dapat menjaga daya beli mereka di tengah situasi inflasi ini. Sehingga masyarakat Indonesia khususnya para investor mulai berhati-hati dan mencari alternatif lindung nilai pada aset-aset diversifikasi yang cenderung lebih stabil. Di sisi lain, fitur IDR Swap pada platform Bittime memungkinkan investor menukarkan aset rupiah (IDR) ke dalam bentuk aset kripto. Hal ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang efisien dan mudah dimanfaatkan oleh investor baru. Sebab, investor dapat  menukarkan IDR melalui platform ke berbagai aset kripto terkemuka seperti $USDT, $BTC, $BNB, $ETH, $ONDO, $SOL, hingga $PEPE tanpa biaya tambahan atau 0 fees. Keunggulan utama yang ditawarkan oleh Bittime adalah kemudahan transaksi dengan biaya nol rupiah alias zero fees untuk setiap aktivitas penukaran aset dengan IDR Swap. Dengan kebijakan tanpa biaya admin ini, investor bisa memaksimalkan nilai transaksi tanpa harus khawatir saldo terpotong saat ingin berpindah dari rupiah ke aset kripto pilihan. Tetapi, tentu perlu dipahami bahwa investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Lantaran itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Untuk itu, perlu dipahami aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.