Dorong
Sorotan terbaru dari Tag # Dorong
Dubes India Nilai Open Network Berpotensi Besar Dorong Ekosistem Digital Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menilai Indonesia Open Network (ION) punya potensi besar untuk perluas ekosistem digital Indonesia melalui sistem yang lebih terbuka, inklusif, dan saling terhubung. Hal itu disampaikan Sandeep Chakravorty saat menghadiri penutupan ION Launch Workshop di SMESCO Jakarta, di penghujung Mei 2026 lalu. Workshop itu mempertemukan developer, startup, dan pelaku teknologi dari Indonesia serta India untuk membangun berbagai aplikasi berbasis open network dalam waktu singkat. Di kegiatan, peserta mempresentasikan sejumlah use case mulai dari marketplace UMKM, social commerce, distribusi rantai pasok, hingga layanan pembiayaan digital yang dikembangkan menggunakan konsep jaringan terbuka atau open network. Menurut Sandeep, hasil workshop menunjukkan pengembangan aplikasi digital kini dapat dilakukan lebih cepat dengan dukungan AI dan sistem terbuka yang memungkinkan berbagai layanan saling terhubung. “Untuk kali pertama saya melihat secara langsung apa yang bisa dicapai hanya dalam dua hari. Semua use case yang ditampilkan sangat menarik dan menunjukkan potensi besar pengembangan open network,” ujarnya. Ia mengatakan berbagai demonstrasi yang ditampilkan memperlihatkan bagaimana open network dapat membuka peluang baru bagi UMKM dan pengembang lokal untuk lebih mudah terhubung ke ekosistem digital. Beberapa aplikasi yang dipresentasikan memungkinkan seller app terhubung langsung dengan berbagai buyer app dalam satu jaringan terbuka, sehingga produk UMKM dapat diakses melalui banyak aplikasi secara bersamaan. Sistem tersebut juga mendukung transaksi, pengiriman, hingga rating lintas aplikasi. Selain marketplace UMKM, workshop juga menampilkan platform social commerce berbasis AI yang menghubungkan promosi influencer dengan penjualan produk melalui open network. Terdapat pula demonstrasi layanan pembiayaan digital yang memungkinkan produk kredit tersedia di berbagai aplikasi konsumen dalam jaringan ION. Menurut Duta Besar India untuk Indonesia tersebut, keterbukaan ekosistem digital akan menjadi faktor penting dalam memperluas partisipasi pelaku usaha kecil dan pengembang teknologi lokal di Indonesia. Ia menilai pendekatan open network dapat menciptakan sistem digital yang lebih inklusif karena memungkinkan lebih banyak pihak ikut berpartisipasi tanpa harus bergantung pada satu platform tertutup. “Saya sangat mendukung inisiatif ini dan berharap dapat mencapai critical mass sehingga benar-benar memberikan dampak,” jelasnya. Sandeep juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara Indonesia dan India dalam pengembangan teknologi terbuka. Menurutnya, kerja sama tersebut menunjukkan bagaimana kedua negara dapat bersama-sama mendorong inovasi digital yang lebih merata dan mudah diakses masyarakat luas. Ia optimistis open network dapat menjadi salah satu fondasi penting bagi perkembangan ekonomi digital Indonesia di masa depan, terutama dalam memperluas akses UMKM terhadap perdagangan digital dan layanan teknologi. Melalui ION Launch Workshop, para peserta juga menunjukkan bahwa pengembangan solusi digital kini tidak lagi terbatas pada perusahaan besar. Dengan dukungan AI dan open network, developer lokal dan startup dinilai memiliki peluang lebih besar untuk membangun aplikasi sesuai kebutuhan pasar Indonesia.
Sinergi Lintas Sektor di Bali AI Pentahelix Gathering: Telkom Dorong Bisnis Melek AI
Bali, katakabar.com - Telkom AI Center Bali perkuat ekosistem bisnis lokal melalui FGD Pentahelix Gathering, dorong implementasi AI praktis dan berdampak. Telkom AI Center Bali menggelar FGD Bali AI Pentahelix Gathering bertema “Why Your Business Needs to Embrace AI?”, sebuah forum diskusi lintas sektor yang dirancang sebagai focus group discussion untuk mengeksplorasi penerapan kecerdasan buatan dalam dunia usaha. Kegiatan yang berlangsung pada 8 Mei 2026 lalu ini mempertemukan pelaku bisnis, akademisi, komunitas, pemerintah, dan media dalam dialog langsung yang dipandu oleh Indria Trisni Puspita, Business & Community Lead Telkom AI Connect Bali. Acara ini menjadi bagian dari inisiatif Telkom AI Connect salah satu pilar program Telkom AI Center of Excellence, yang kini hadir di sembilan kota di Indonesia, dengan visi AI Empowers Indonesia. Indria menjelaskan bahwa program tersebut berfokus pada dua pilar utama: literasi AI untuk meningkatkan pemahaman dasar masyarakat, serta pemetaan kasus penggunaan (use case) yang relevan dengan kebutuhan industri lokal, sehingga implementasi teknologi dapat berjalan lebih aplikatif dan tepat sasaran. Dalam pemaparannya, Indria menegaskan AI bukan solusi instan yang otomatis memberikan jawaban sempurna. “AI hanya sebaik instruksi dan konteks yang diberikan oleh penggunanya,” ujarnya, menekankan pentingnya kerangka kerja dan tujuan yang jelas agar output AI benar-benar berguna bagi bisnis. Pesan ini menjadi landasan diskusi ketika peserta membahas tantangan praktis dalam mengadopsi teknologi tersebut. Diskusi mengangkat keresahan nyata dari pengguna pemula, yaitu banyak yang hanya mengenal AI dari sisi prompt dan belum memiliki jalur pembelajaran yang sistematis. Menanggapi hal itu, Indria menyatakan bahwa pendekatan bertahap dan inklusif lebih efektif; AI Connect berperan mengumpulkan data, menggali kasus penggunaan nyata, serta mendengar pengalaman dan keluhan pengguna sebagai dasar perancangan program yang relevan. Sesi perkenalan peserta menampilkan beragam profil yang menunjukkan luasnya potensi AI. Beberapa peserta berbagi pengalaman: Sofi seorang digital marketer memanfaatkan Claude dan Gemini untuk validasi data dan riset; Ikhwan, mentor UMKM, menggunakan AI untuk presisi data dan otomasi; Teguh dari IT mengembangkan solusi logistik berbasis AI; Yuli dan Sume menerapkan AI untuk kebutuhan pemasaran dan layanan; Akmal memakai Notebook LLM untuk analisis pembelajaran; sementara Iton mengintegrasikan ChatGPT dan Gemini dalam operasional hotel. Kegiatan ditutup dengan sesi Pentahelix Connect, yang mempertemukan kelima unsur pentahelix dalam satu forum kolaboratif untuk memperkuat ekosistem AI yang inklusif dan berkelanjutan. Para peserta dan pemangku kepentingan sepakat keterlibatan lintas sektor diperlukan agar adopsi AI tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berorientasi pada manfaat sosial dan ekonomi. Melalui FGD ini, Telkom AI Center Bali berharap dapat menjadi katalisator lahirnya pelaku usaha yang melek AI, yaitu mampu yang mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, bertanggung jawab, dan berdampak nyata bagi perkembangan ekonomi digital Indonesia.
Nvidia Bikin Wall Street Makin Bullish, Demam AI Dorong Optimisme Investor
Jakarta, katakabar.com - Wall Street kembali bergerak positif setelah perusahaan teknologi raksasa Nvidia berhasil melaporkan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi pasar. Hasil ini semakin memperkuat optimisme investor terhadap masa depan industri artificial intelligence (AI). Nvidia menjadi salah satu perusahaan yang paling diuntungkan dari perkembangan AI global. Permintaan terhadap chip AI terus meningkat seiring semakin banyak perusahaan teknologi berlomba mengembangkan layanan berbasis kecerdasan buatan. Selain mencatat pertumbuhan pendapatan yang kuat, Nvidia juga mengejutkan pasar dengan keputusan menaikkan dividen. Langkah ini dianggap sebagai sinyal bahwa perusahaan memiliki kondisi keuangan yang sangat solid dan percaya diri terhadap prospek bisnis ke depan. Kinerja Nvidia langsung memberikan dampak besar terhadap sentimen pasar secara keseluruhan. Investor kembali masuk ke saham-saham teknologi karena percaya tren AI masih memiliki ruang pertumbuhan yang panjang. Dalam beberapa tahun terakhir, AI memang menjadi salah satu tema investasi terbesar di pasar global. Banyak perusahaan mulai mengintegrasikan teknologi AI ke dalam bisnis mereka, mulai dari sektor cloud computing, otomotif, kesehatan, hingga layanan finansial. Hal tersebut membuat perusahaan penyedia infrastruktur AI seperti Nvidia berada di posisi yang sangat strategis. Chip buatan Nvidia kini menjadi komponen penting dalam pengembangan sistem AI modern. Optimisme terhadap AI bahkan disebut-sebut sebagai salah satu alasan utama mengapa Wall Street terus mampu bertahan di tengah berbagai tekanan global. Investor melihat AI bukan sekadar tren sementara, melainkan revolusi teknologi yang berpotensi mengubah banyak industri secara permanen. Selain Nvidia, saham teknologi besar lainnya juga ikut menguat karena pasar percaya pertumbuhan sektor digital masih akan berlanjut. Reli saham teknologi akhirnya membantu indeks utama Wall Street kembali mencetak rekor baru. Kondisi ini sekaligus menunjukkan bahwa pasar saat ini semakin fokus pada perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang berbasis inovasi teknologi. Investor global mulai berlomba mencari emiten yang diperkirakan mampu menjadi pemimpin industri AI di masa depan. Tidak sedikit analis yang memprediksi perkembangan AI akan menciptakan gelombang transformasi ekonomi baru seperti internet pada era 2000-an. Teknologi ini diperkirakan akan meningkatkan efisiensi bisnis, mempercepat otomatisasi, hingga membuka peluang industri baru yang sebelumnya belum pernah ada. Di sisi lain, meningkatnya antusiasme terhadap AI juga memicu lonjakan valuasi saham teknologi. Beberapa investor mulai khawatir bahwa euforia pasar bisa membuat harga saham bergerak terlalu tinggi dalam waktu singkat. Lantaran itu, investor tetap perlu memperhatikan fundamental perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi. Kinerja laba, pertumbuhan bisnis, arus kas, dan prospek jangka panjang tetap menjadi faktor utama yang harus dianalisis. Selain saham teknologi, investor kini juga mulai memperhatikan peluang investasi lain seperti aset kripto dan emas digital. Menariknya, perkembangan AI juga mulai berkaitan dengan dunia blockchain dan aset digital. Beberapa proyek kripto berbasis AI mulai mendapatkan perhatian pasar karena dinilai memiliki potensi pertumbuhan besar di masa depan. Hal ini menunjukkan bahwa transformasi digital kini mulai menyentuh hampir seluruh sektor investasi. Tidak hanya investor institusi, investor ritel juga mulai aktif mencari peluang di tengah perkembangan teknologi global. Akses terhadap pasar internasional yang semakin mudah membuat investor Indonesia kini dapat ikut memantau dan berinvestasi pada aset global secara lebih praktis. Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Aset Kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan kamu untuk mulai berinvestasi dan eksplor koin kripto lainnya, sebuah aplikasi investasi saham & kripto yang terpercaya dan aman yang dapat menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia. Bagi para investor yang baru ingin memulai berinvestasi tidak perlu khawatir karena cuma di aplikasi ini aset kamu terproteksi dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas. Nanovest secara resmi telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi web kami di Nanovest. Bagi para penggiat investasi yang ingin menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store maupun App Store Anda. Momentum pertumbuhan AI saat ini menjadi salah satu cerita terbesar di pasar global. Banyak investor percaya bahwa perusahaan yang mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dengan baik akan menjadi pemimpin ekonomi di masa depan. Dengan Wall Street yang terus mencetak rekor baru dan sektor teknologi menjadi motor utama penggerak pasar, investor kini semakin optimistis terhadap peluang pertumbuhan ekonomi digital global dalam jangka panjang. Meski demikian, volatilitas pasar tetap perlu diwaspadai karena faktor geopolitik, kebijakan suku bunga, dan kondisi ekonomi global masih dapat memengaruhi arah pergerakan pasar sewaktu-waktu. Karena itu, disiplin dalam mengelola risiko dan melakukan diversifikasi tetap menjadi strategi penting bagi investor modern. Di tengah perubahan besar yang terjadi akibat revolusi AI, investor yang mampu memahami tren teknologi dan mengelola portofolio secara bijak berpotensi memperoleh peluang pertumbuhan yang menarik di masa depan.
Sinara Fest 2026 di Tanah Sriwijaya: Kolaborasi BPDP Penguatan UMKM Kelapa Dorong 100 Ribu Sultan Muda Sumsel
Palembang, katakabar.com - Sinara Fest 2026 hadir di Tanah Sriwijaya, kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) guna penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kelapa mendorong 100 ribu Sultan Muda Sumatera Selatan. Kolaborasi BPDP bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Sumatera Selatan menghadirkan Sinara Fest 2026 digelar dari 21 hingga 22 Mei 2026 lalu, di Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Selatan. Angkat tema “Sinergi Lintas Sektor Untuk Mendukung 100 Ribu Sultan Muda Sumsel: Menggerek Potensi Kelapa dari Hulu ke Pasar Global”, Sinara Fest 2026 hadir sebagai wadah kolaboratif untuk memperkuat pengembangan komoditas perkebunan sekaligus mendorong lahirnya generasi wirausaha muda yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing global. Kepala Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung, Retno Sri Sulistyani, selaku Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sumatera Selatan, Jambi dan Bangka Belitung, Ferdinan Lengkong, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Palembang, Agung Heru Pranyoto, Kepala KPPN Palembang, Aprijon, Dinas Perkebunan Sumatera Selatan, Perwakilan OPD Provinsi Sumatera Selatan serta para pelaku UMKM dan wirausaha muda perwakilan HIPMI Sumatera Selatan, hadir di kegiatan. Rangkaian kegiatan edukatif dan interaktif yang mencakup sosialisasi program strategis BPDP, diskusi publik bersama narasumber dari berbagai instansi, demo masak dan pelatihan kuliner, mini bazaar UMKM, hingga booth edukasi interaktif warnai pergelaran. Melalui berbagai aktivitas tersebut, pengunjung diajak untuk mengenal lebih dekat manfaat komoditas perkebunan dalam kehidupan sehari-hari serta kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Pangihutan Siagian selaku Direktur Hukum & Kerja Sama BPDP, menyampaikan Sinara Fest wadah kolaboratif memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan, meningkatkan daya saing UMKM, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal Sumatera Selatan hingga tingkat global. “Sinara Fest bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang sinergi untuk mendorong pengembangan komoditas perkebunan dari hulu hingga hilir agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan UMKM,” ujarnya, dilansir dari laman BPDP, Senin sore. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menjelaskan berbagai peran BPDP dalam penguatan industri perkebunan kelapa sebagai pondasi penting dalam mendukung pengembangan hilirisasi komoditas kelapa secara berkelanjutan. “BPDP terus mendukung peremajaan kelapa, penguatan SDM, dukungan sarana prasarana, riset dan inovasi, promosi, serta penguatan UMKM untuk pengembangan pasar guna meningkatkan produktivitas kelapa nasional, kesejahteraan petani, dan daya saing produk kelapa Indonesia di pasar global," tegasnya. Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Selatan, Rahmadi Murwanto, mengatakan program 100.000 Sultan Muda salah satu program strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mencetak generasi wirausaha muda yang kreatif dan mandiri. “Kami berharap sinergi antara BPDP, DJPb, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder dapat terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan yang mampu mendorong UMKM naik kelas dan memiliki daya saing,” ucapnya. Lewat Sinara Fest 2026, diharapkan tercipta sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, Akademisi, pelaku UMKM dan masyarakat dalam mendukung pengembangan komoditas perkebunan dari hulu hingga hilir, sekaligus memperkuat lahirnya generasi wirausaha muda Sumatera Selatan yang berdaya saing dan berorientasi global.
BPDP Dorong Hilirisasi Kakao dan Pengembangan UMKM Berbasis Perkebunan
Jakarta, katakabar.com - Usung konsep edukatif dan interaktif menghadirkan pelaku usaha cokelat lokal Cokelatin Signature lewat sesi story sharing, chocolate tasting, hingga praktik langsung pembuatan minuman cokelat berbasis kakao Indonesia. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai BLU Kementerian Keuangan terus perkuat promosi komoditas perkebunan sekaligus mendorong pengembangan UMKM berbasis kakao melalui Workshop “Roemah Kreasi Nyokelat di Roemah” yang digelar di Roemah UMKM BPDP @ SMESCO Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5) lalu. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menegaskan BPDP tidak hanya fokus pada pengelolaan dana perkebunan, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan UMKM. “Putra-putri Bapak Ibu yang sudah lulus SMA punya kesempatan kuliah melalui program beasiswa sawit. Semua biaya ditanggung, termasuk uang saku bulanan,” terang Helmi. Menurutnya, penerima beasiswa bukan hanya dari keluarga pemilik kebun sawit, tetapi juga dapat berasal dari keluarga pekerja di sektor sawit seperti sopir perusahaan maupun profesi lain yang berkaitan dengan industri sawit. Selain program beasiswa, BPDP juga terus mendorong pertumbuhan UMKM berbasis komoditas perkebunan guna meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka peluang usaha baru. “Kami ingin ini bukan sekadar omon-omon. Kami ingin menjadi sesuatu yang nyata. Silakan manfaatkan kesempatan ini untuk membangun jejaring dan melihat apa yang bisa disupport oleh BPDP untuk pengembangan UMKM,” ujarnya. Ia berharap kegiatan workshop tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan generasi muda untuk membangun usaha berbasis komoditas perkebunan. Co-Founder Cokelatin Signature, Nugroho Surosoputra, menuturkan bisnis yang dijalankannya berangkat dari ketertarikan terhadap potensi besar kakao Indonesia. Indonesia pernah menjadi produsen kakao terbesar ketiga di dunia dan hingga kini masih menjadi produsen terbesar di Asia. Namun demikian, citra cokelat premium selama ini justru lebih melekat pada negara-negara Eropa yang tidak memiliki produksi kakao sebesar Indonesia. “Kalau ke luar negeri oleh-olehnya selalu cokelat. Padahal Swiss tidak punya banyak tanaman kakao,” ucapnya. Pada sesi edukasi, Nugroho, menceritakan sejarah kakao yang berasal dari tanaman Theobroma cacao yang berarti “food of god” atau makanan para dewa. Ia juga memaparkan perbedaan istilah kakao, kokoa, dan cokelat, serta memperkenalkan tiga varietas utama kakao yakni criollo, forastero, dan trinitario. Selain sesi edukasi, peserta workshop juga diajak mempraktikkan langsung pembuatan minuman berbasis kakao Indonesia bersama Founder Cokelatin Signature, Irena Surosoputra, dan Shana yang memiliki keahlian di bidang mixology. Dua menu minuman yang diperkenalkan dalam workshop tersebut, yakni Earl Grey Criollo Chocolate, Pistachio Criollo Chocolate, dan Granola. Pada menu pertama, peserta diperkenalkan pada kombinasi teh Earl Grey dengan cokelat criollo yang memiliki karakter rasa kuat. “Perpaduannya menenangkan, karena ada rasa cokelat dan teh sekaligus. Bisa jadi menu menarik untuk usaha minuman,” kata Shana. Di sesi berikutnya, peserta diajak membuat Pistachio Criollo Chocolate yang terinspirasi dari tren Dubai chocolate dan pistachio yang tengah populer. Peserta mempraktikkan teknik menghias bibir gelas menggunakan pistachio paste dan cacao nibs, membuat tampilan minuman berlapis dengan teknik gradasi warna, hingga penggunaan edible flower sebagai garnish minuman. Suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Peserta tampak aktif bertanya, saling menunjukkan hasil kreasi minuman, hingga mendokumentasikan hasil karya mereka untuk diunggah ke media sosial. Pasalnya, dalam sesi praktik, peserta juga diperkenalkan pada teknik penyajian dan plating minuman yang menjadi salah satu nilai tambah dalam industri makanan dan minuman. Selain praktik pengolahan kakao, workshop tersebut juga memperkenalkan penggunaan non-dairy creamer berbahan sawit sebagai bagian dari inovasi produk minuman berbasis perkebunan. Peserta mempraktikkan penggunaan creamer sawit dalam proses pembuatan minuman cokelat untuk menghasilkan tekstur minuman yang creamy dan seimbang. Penggunaan creamer berbahan sawit juga menjadi bentuk pengenalan produk turunan komoditas perkebunan Indonesia yang memiliki nilai tambah tinggi dan potensi besar dalam industri hilir pangan dan minuman. Melalui kegiatan “Roemah Kreasi Nyokelat di Roemah”, BPDP berharap masyarakat semakin memahami potensi komoditas kakao Indonesia, mengenal produk UMKM berbasis perkebunan, serta terus termotivasi untuk mengembangkan inovasi dan kewirausahaan berbasis komoditas perkebunan nasional
Sachin Gopalan Dorong IndoFringe dan Indonesia Open Network Mesin Baru Ekonomi Kreatif Anak Muda
Jakarta, katakabar.com - Pendiri sekaligus penggerak IndoFringe, Sachin Gopalan, menegaskan pentingnya transformasi digital membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih inklusif bagi generasi muda Indonesia. Hal itu disampaikannya ketika sesi talkshow “Digitizing Culture and Creativity: Powering the Next Wave of Creative Economy” rangkaian hari pertama Jakarta Marketing Week 2026 di Kota Kasablanka, Rabu (6/5) lalu. Dalam paparannya, Sachin, menjelaskan IndoFringe tidak lagi sekedar festival seni dan kreativitas anak muda, tetapi tengah berkembang menjadi gerakan ekonomi kreatif berbasis digital yang terhubung dengan Indonesia Open Network (ION), sebuah infrastruktur perdagangan digital terbuka yang didukung pemerintah. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjawab tantangan terbesar para pelaku ekonomi kreatif saat ini, yakni sulitnya memperoleh pasar dan tingginya biaya platform digital konvensional. “Creative economy tidak jalan karena komisi strukturnya terlalu mahal. Banyak platform mengambil komisi 25 sampai 40 persen. Lantaran itu kita bangun Indonesia Open Network dengan biaya jauh lebih rendah, sekitar dua sampai tiga persen,” terang Sachin pada sesi diskusi tersebut. IndoFringe Siapkan Marketplace Talenta Muda Sachin menjelaskan timnya kini sedang mengembangkan platform digital baru untuk IndoFringe yang ditargetkan meluncur pada Oktober mendatang. Platform tersebut dirancang sebagai marketplace bagi siswa, mahasiswa, hingga anak muda yang belum memiliki pekerjaan tetap agar dapat menawarkan keterampilan mereka secara langsung kepada pasar. Ia mencontohkan berbagai jenis pekerjaan kreatif yang bisa diakses melalui platform tersebut, mulai dari fotografi, videografi, desain grafis, penulisan konten, hingga jasa kreatif lainnya yang berkaitan dengan ekonomi digital. Menurutnya, banyak anak muda sebenarnya memiliki bakat dan kemampuan, tetapi tidak memiliki akses terhadap pasar. Karena itu, platform digital tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan antara talenta muda dengan kebutuhan industri kreatif. “Kalau punya talent, mereka bisa pasarkan lewat digital dan dapat short project. Mungkin nilainya tidak besar, tapi bisa jadi source of income buat anak muda,” ujarnya. Ia menambahkan, platform itu nantinya juga akan memiliki fitur jual beli, penyewaan alat, layanan kreatif, pencarian kerja, hingga konektivitas dengan aplikasi lain yang tergabung dalam ekosistem open network. Terhubung dengan Indonesia Open Network Dalam kesempatan itu, Sachin juga menyoroti peran Indonesia Open Network atau ION yang disebutnya akan menjadi pondasi penting bagi demokratisasi ekonomi digital di Indonesia. Ia menjelaskan ION merupakan public infrastructure untuk commerce yang dikembangkan bersama pemerintah, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta Kementerian UMKM Republik Indonesia, agar masyarakat dapat mengakses layanan digital dengan biaya lebih murah. “Kalau platform mengambil komisi terlalu besar, akhirnya yang kaya hanya platform. Pemerintah ingin commerce lebih demokratis sehingga masyarakat juga bisa menikmati manfaat ekonomi digital,” ucapnya. Melalui koneksi dengan ION, talenta-talenta kreatif di IndoFringe nantinya dapat menawarkan jasa mereka melalui berbagai aplikasi besar yang telah terhubung dalam jaringan tersebut, termasuk operator telekomunikasi dan platform digital lain. Sachin menilai model open network akan membuka peluang lebih luas bagi pekerja kreatif independen seperti MC, moderator, penyanyi, pelukis, hingga content creator untuk memperoleh pasar tanpa terbebani biaya tinggi. Dari Festival Seni Jadi Gerakan Nasional IndoFringe sendiri telah berkembang pesat dalam tiga tahun terakhir. Sachin menyebut lebih dari 500 sekolah telah terlibat dalam berbagai festival yang diselenggarakan pihaknya. Ia mengungkapkan awalnya banyak sekolah ragu mengikuti festival lintas sekolah karena khawatir terjadi konflik antar pelajar. Tetapi pengalaman selama beberapa tahun justru menunjukkan kegiatan seni mampu membangun suasana yang lebih damai dan kolaboratif. “Kegiatan ekonomi kreatif membuat anak muda lebih bersahabat. Tidak seperti kompetisi olahraga yang kadang terlalu kompetitif,” bebernya. Ke depan, IndoFringe menargetkan ekspansi lebih besar dengan melibatkan kampus-kampus dan komunitas kreatif di berbagai daerah. Bahkan pada 2028, mereka menargetkan penyelenggaraan 500 festival serentak di seluruh Indonesia dalam waktu 10 hari. Menurut Sachin, digitalisasi menjadi kunci utama untuk mewujudkan target ambisius tersebut karena seluruh koordinasi, mobilisasi relawan, hingga promosi kegiatan akan terhubung melalui platform digital. Membuka Ruang Semua Bidang Kreatif Sachin juga menegaskan IndoFringe tidak membatasi diri hanya pada seni pertunjukan. Menurutnya, seluruh aktivitas yang melibatkan kreativitas, komunikasi, exhibition, hingga teknologi dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif. Pada sesi tanya jawab dengan mahasiswa yang hadir di Jakarta Marketing Week 2026, ia menyebut bidang seperti teknologi, digital content, hingga kompetisi elektronika nasional juga dapat menjadi bagian dari IndoFringe selama dikemas dalam format exhibition atau performance. Ia menilai ekonomi kreatif saat ini telah berkembang jauh lebih luas, termasuk di bidang content creator, videografi, script writing, gaming, hingga digital exhibition. “Kita ingin semua orang bisa membawa ide dan mengkomersialisasikannya. Jadi bukan sekadar kegiatan sukarela, tetapi juga menjadi business proposition,” ulasnya. Pesan untuk Generasi Muda Menutup sesi diskusi, Sachin mengingatkan generasi muda agar tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi dan kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kemampuan komunikasi dan keberanian untuk bertanya tetap menjadi keterampilan paling penting di era digital.
Sucofindo Dorong Ekosistem Energi Terbarukan Lewat Layanan TIC Terintegrasi
Jakarta, katakabar.com - PT Sucofindo (Persero) terus pertegas komitmennya dukung pengembangan energi baru terbarukan sebagai bagian dari upaya menekan emisi dan mendorong implementasi Net Zero Emission. Peran ini sejalan dengan posisi PT Sucofindo (Persero) sebagai perusahaan BUMN di bidang TIC (Testing, Inspection, Certification). Komitmen tersebut mendapat apresiasi di ajang Solartec 2026 pada kategori Renewable Energy Industrial Services, di pekan keempat April 2026 lalu. Di kesempatan tersebut, Direktur Komersial PT Sucofindo (Persero), Agus Permadi, menyampaikan Sucofindo terus berperan aktif mendukung ekosistem energi terbarukan di Indonesia. “Kami terus menjalankan upaya berkelanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan, termasuk dalam pengembangan energi baru terbarukan. Sucofindo sebagai perusahaan TIC turut berperan dalam mendorong implementasi Net Zero Emission,” ujar Agus Permadi. Ia menambahkan, PT Sucofindo (Persero) menyediakan layanan TIC pada setiap tahapan proses, sesuai dengan standar nasional maupun internasional, untuk mendukung upaya pencapaian Net Zero Emission. Melalui capaian tersebut, perusahaan terus mendorong untuk berkontribusi dalam pengembangan energi baru terbarukan. “Kami berharap peran Sucofindo dalam ekosistem energi terbarukan dapat memberikan manfaat nyata serta mendukung program transisi energi nasional,” lanjut Agus. Dalam mendukung sektor energi terbarukan, PT Sucotindo (Persero) berperan sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) pada skema Gas Rumah Kaca (GRK) dan Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Selain itu, Sucofindo juga menyediakan layanan sampling dan analisis pada berbagai sumber energi seperti gas metana batubara, panas bumi, serta sumber energi baru terbarukan lainnya. Untuk memastikan pemenuhan standar keberlanjutan, PT Sucofindo (Persero) turut menghadirkan layanan verifikasi pada panel surya, turbin angin, infrastruktur pengisian kendaraan listrik (EV charging), serta sistem penyimpanan energi. “Sucofindo berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mendukung pencapaian Net Zero Emission, melalui kolaborasi dengan berbagai pihak yang didukung oleh infrastruktur perusahaan,” tutup Agus Permadi. Sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, PT Sucofindo (Persero) juga menghadirkan layanan pemantauan dan pengelolaan lingkungan, seperti pemetaan lahan, audit lingkungan, serta layanan ESG (Environmental, Social, and Governance). Selain itu, Sucofindo menyediakan berbagai layanan pendukung sustainable development, antara lain green smelter, ecolabel, green office, green building, green port, konsultansi energi terbarukan, green project management, industri hijau, sertifikasi GGL (Green Gold Label), serta CCS/CCUS (Carbon Capture, Storage/Utilization).
Kolaborasi FKS Group dan PT PMT Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas Lewat Inovasi Pangan Kedelai Berkelanjutan
Surabaya, katakabar.com - FKS Group bersama PT Pelindo Multi Terminal kembali melanjutkan program pemberdayaan masyarakat yang kini memasuki tahap kedua di Surabaya. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis pangan agar semakin berkembang, mandiri, dan memiliki daya saing yang lebih kuat. Angkat semangat Empowering Potential, Building Expertise, dan Creating Impact, kolaborasi ini berfokus pada penguatan keterampilan praktis sekaligus peningkatan kapasitas usaha masyarakat. Pada tahap kedua program diperluas ke Kelurahan Tenggulunan di kawasan Teluk Lamong dan wilayah Surabaya dengan target lebih dari 100 peserta ibu-ibu rumah tangga penerima manfaat. Kegiatan kick-off sendiri diikuti oleh lebih dari 150 peserta. Program ini hadir di tengah pertumbuhan ekonomi Surabaya yang terus menunjukkan tren positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya mencatat ekonomi Surabaya tumbuh 5,87 persen pada 2025 dengan sektor perdagangan dan industri pengolahan sebagai kontributor terbesar terhadap perekonomian kota. Di sisi lain, geliat UMKM juga terus berkembang. Pemerintah Kota Surabaya mencatat jumlah UMKM di kota tersebut telah mencapai lebih dari 106 ribu unit usaha dan terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Melalui program kolaborasi ini, peserta mendapatkan pelatihan pembuatan tempe fresh yang higienis sesuai dengan standart Halal dan berbagai produk inovasi berbasis kedelai, pelatihan pembukuan sederhana, desain kemasan produk, pendampingan pengurusan legalitas usaha seperti PIRT dan sertifikasi Halal hingga memasuki pasar modern. Peserta tahap pertama juga dilibatkan sebagai trainer melalui skema Training of Trainers (ToT), sehingga proses pembelajaran dapat terus berlanjut di masyarakat. VP of ESG FKS Group, Beatrice Susanto, menyampaikan FKS Empower Tahap 2 dirancang sebagai langkah nyata untuk membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya perempuan pelaku UMKM. “Melalui FKS Empower, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar pelatihan. Program ini kami rancang sebagai ruang bertumbuh bagi para peserta untuk memperkuat keterampilan, membangun kepercayaan diri, dan mengembangkan usaha yang berkelanjutan. Kami percaya, ketika perempuan diberi akses terhadap pengetahuan, jejaring, dan peluang, mereka dapat menjadi penggerak perubahan yang membawa dampak positif bagi keluarga, komunitas, dan lingkungan sekitarnya,” ujar Beatrice. Senada itu VP TJSL Pelindo Multi Terminal, Zulhendri menyampaikan harapan agar program ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat hingga pada akhirnya dapat berkembang secara mandiri dan memberi dampak positif ke sekitarnya. “Program ini menjadi wujud nyata kepedulian kami sebagai insan BUMN Pelindo Group terhadap pengembangan UMKM di Surabaya sebagai bagian dari wilayah kerja kami, sekaligus menjalankan prinsip berkelanjutan, sehingga komunitas yang telah mendapat manfaat dapat turut serta memberi inovasi dan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya masing-masing,” kata Zulhendri. Kolaborasi FKS Group dan Pelindo Multi Terminal telah berjalan sejak 2024. Pada tahap pertama di tahun 2024, objektif program ditujukan untuk mendampingi masyarakat di empat kelurahan sekitar Teluk Lamong, Gresik, yaitu Kel. Romokalisari, Kelompok Tambak Osowilangun, Kelompok Tambak Sarioso, dan Kelompok Karangkiring. Selama program berlangsung, sebanyak 60 ibu rumah tangga mendapatkan pendampingan selama satu tahun. Dari program tersebut, total pendapatan kelompok tercatat mencapai lebih dari Rp100 juta. Beragam produk inovatif juga berhasil dikembangkan, mulai dari tempe fresh, keripik tempe sagu, susu kacang kedelai, brownies tempe, hingga berbagai produk turunan kedelai lainnya. Selain mendorong peningkatan pendapatan, program ini juga diarahkan untuk membangun ekonomi berbasis komunitas melalui pemanfaatan bahan pangan yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan tren pertumbuhan UMKM di Surabaya yang semakin terdorong oleh inovasi produk dan penguatan kapasitas pelaku usaha lokal. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyambut baik kehadiran program yang sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Surabaya dalam memperkuat kapasitas UMKM agar semakin naik kelas dan berdaya saing. “Kolaborasi antara pemerintah dengan BUMN dan sektor swasta seperti ini menjadi sangat penting untuk mendorong pelaku usaha lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, serta pemanfaatan teknologi dan jejaring pasar yang lebih luas. Kami berharap program ini dapat memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Surabaya dan membuka lebih banyak peluang usaha yang berkelanjutan,” timpal Eri Cahyadi. Salah satu peserta UMKM, Dessy Intan Normalasari, mengaku program ini memberikan banyak manfaat dalam pengembangan usahanya. “Dari program ini saya jadi belajar banyak hal yang sebelumnya belum pernah saya pahami, mulai dari cara mengelola usaha, membuat kemasan produk yang lebih menarik, sampai pentingnya legalitas usaha. Pendampingannya juga terasa dekat dan mudah dipahami, jadi kami lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha ke depannya,” tutur Dessy. Selain memperluas jangkauan penerima manfaat, pada tahap kedua ini FKS Group bersama Pelindo Multi Terminal juga memperkuat pendampingan bagi peserta tahap pertama agar produk UMKM binaan memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar modern lokal di Surabaya. Hal ini diharapkan dapat terus mendorong tumbuhnya UMKM lokal yang lebih mandiri, inovatif, dan mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.
Workshop: BPDP Dorong Gen Z Jadi Wirausaha UMKM Sawit
Yogyakarta, katakabar.com - Generasi muda punya peluang menjadi wirausaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) produk sawit, sebab lebih inovatif dan adaptif terhadap teknologi digital. Potensi ini jadi topik pembahasan dalam Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit angkat tema “Rintisan Wirausaha Perkebunan dan Oleofood” yang berlangsung di AKPY-Stiper, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (12/5) lalu. Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY), Dr. Purwadi, mengatakan Indonesia masih menjadi pemain utama industri sawit global, baik dari sisi produksi, ekspor, maupun konsumsi. Disinilah, generasi muda memiliki peran penting untuk menjaga keberlanjutan industri strategis tersebut di masa depan. “Indonesia memiliki area sawit terluas di dunia, eksportir terbesar, sekaligus konsumen terbesar. Sawit menjadi komoditas unggulan Indonesia di berbagai aspek,” sebur Purwadi, dikutip dari laman resmi BPDP, Minggu pagi. Kata Dr. Purwadi, secara global lahan sawit hanya mencakup sekitar 6 persen dari total luas tanaman penghasil minyak nabati dunia. Tetapi, sawit dinilai paling unggul karena memiliki ratusan produk turunan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. “Dari bangun pagi sampai tidur, banyak produk yang kita gunakan mengandung sawit. Karena itu sawit menjadi pesaing besar minyak nabati lainnya,” jelasnya. Purwadi juga menantang peserta workshop untuk mengambil peluang bisnis di sektor sawit. Menurutnya, keberlanjutan kejayaan sawit Indonesia sangat bergantung pada kesiapan generasi penerus. “Peluang bisnis sawit ini masih sangat besar untuk dikembangkan terutama produk-produk UKM. Tetapi ingat anak mudanya jangan sampai letoy dan bermalas-malasan. Kita harus mau belajar salah satunya melalui workshop ini,” ucap Purwadi. Ketua Pelaksana Workshop, Qayuum Amri, menjelaskan workshop terlaksana melalui kerja sama Majalah Sawit Indonesia yang didukung penuh oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) serta dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan AKPY-STIPER. Kegiatan tersebut, ulasnya, dirancang untuk mengenalkan potensi usaha sawit kepada generasi muda, termasuk praktik pembuatan produk oleofood berbasis sawit yang akan dilaksanakan di INSTIPER Bakery Academy pada hari kedua kegiatan. “Kami ingin menarik minat Gen Z agar menjadi penerus keberlanjutan sawit di masa depan. Mahasiswa akan diajak belajar langsung membuat produk oleofood berbasis sawit,” terang Qayuum. Selain pelatihan teknis, peserta juga akan mendapatkan materi kewirausahaan dan kisah sukses pelaku usaha kreatif. Qayuum menilai industri sawit memiliki potensi besar karena memiliki lebih dari 170 produk turunan yang dapat dikembangkan menjadi peluang bisnis baru. Sementara, sambutan sekaligus pembukaan workshop oleh Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman. Ia menuturkan sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut karena dinilai sangat strategis dalam mendorong generasi muda menjadi pelaku usaha sawit yang adaptif dan kolaboratif. “Sangat menginspirasi sekali acara ini. Apresiasi setinggi-tingginya untuk Majalah Sawit, BPDP, dan AKPY. Tema ini sangat strategis untuk mendorong Gen-Z agar adaptif dan kolaboratif dalam optimalisasi sawit secara berkelanjutan,” imbuh Bagus Rachman dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten Deputi Produksi dan Digitalisasi Usaha Menengah Kementerian UMKM RI, Refani Anwar Azis. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menimpali banyak program yang dapat dimanfaatkan generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan industri sawit nasional. “Banyak sekali program-program yang bisa dinikmati Gen-Z dan generasi muda. Kalau teman-teman mau kuliah, BPDP punya program beasiswa dengan 42 kampus mitra BPDP untuk berbagai jenjang pendidikan mulai D3, D4, maupun S1,” kata Helmi. Menurut Helmi, BPDP juga mendorong lahirnya lebih banyak pelaku UMKM berbasis sawit. Ia menyebut sektor sawit memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dari ekspor nonmigas yang mencapai sekitar 9-10 persen. “BPDP sebagai BLU Kemenkeu siap berkolaborasi dengan teman-teman untuk mengembangkan sawit. Rasio kewirausahaan kita masih sekitar 3 persen, padahal indikator negara maju minimal 10 persen,” tuturnya. Karena itu, pihaknya berharap generasi muda dapat terinspirasi menciptakan produk-produk inovatif berbasis sawit, kakao, dan kelapa. Ia juga mencontohkan berbagai produk kreatif turunan sawit yang kini mulai berkembang di masyarakat. “Sekarang lidi sawit sudah dibuat menjadi peci dari Aceh seperti yang saya pakai saat ini. Ada juga batik sawit yang didirikan oleh CV Smart batik. Kami berharap melalui program ini lahir inovasi UKM sawit lainnya,” terang Helmi. Sesi Talkshow Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit menghadirkan tiga narasumber, yakni Dwi Wulandari (Disperindag Kabupaten Sleman), Edy Santosa (Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman), dan M Ihsan ( CV Smart Batik).
Dorong Masyarakat Manfaatkan Lahan, Polsek Mandau Gencarkan Penanaman Jagung Pipil
Mandau, katakabar.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Mandau gencar dorong masyarakat manfaakan lahan guna mewujudkan gerakan penanaman jagung seluas satu juta hektar Polri, dan program Seratus Hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto. Kegiatan pengelolaan lahan kali ini di kawasan Jalan Karya RT 04 RW 02 Dusun Tanjung Sari Desa, Bathin Betuah Kecamatan, Mandau Kabupaten Bengkalis, Riau, Jumat (15/5) sekitar pukul 08.00 WIB pagi. Menurut Kapolsek Mandau, Kompol Primadona, melalui Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, kepada wartawan lewat siaran pers, Jumat siang, lahan yang akan dikelola untuk penanaman jagung pipil seluas 29 hektar. Di mana lahan yang sudah ditanam seluas 8,5 hektar, dan sisanya lahan yang belum ditanam seluas 20,5 hektar. Kegiatan pengelolaan lahan di Dusun Tanjung Sari tersebut, ujar Betty, dipimpin Kapolsek Mandau melibatkan personel, yakni Briptu Maula Salsabila, S.H., Bhabinkantibmas Desa Bathin Betuah, kerja sama tokoh masyarakat selaku pemilik lahan, Salim, Pj Kades Bathin Betuah, Edi S, dan Ketua Unit BumDes, Karsimin. "Pengelolaan lahan tersebut sudah dimulai dari April hingga Mei 2026 ini. Di mana Polsek Mandau mengkondisikan alat John deere singkkal piringan mata 5 milik tokoh masyarakat, dan untuk benih jagung pipil yang ditanam merk Pioneer P32 Singa yang ditanam," jelasnya. Polres Bengkalis, Polsek Mandau, dan Pemkab Bengkalis, serta Pemdes Bathin Betuah, ucap Betty, kolaborasi untuk mendukung program gerakan penanaman jagung seluas satu juta hektar Polri, dan 0rogram seratus hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia. "Kegiatan ini program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, dalam hal ini Polri mendorong Kelompok masyarakat, BumDes Desa Bathin Batuah, dan pemilik perkebunan untuk memanfaatkan lahan ditanam jagung dengan pola Tumpang Sari," imbuhya.