Duri
Sorotan terbaru dari Tag # Duri
PHR Peduli: 400 Paket Sembako Murah Disalurkan ke Warga Empat Desa di Pinggir
Duri, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan Peduli, total 400 paket sembako murah disalurkan ke warga empat desa di wilayah operasional, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (4/6) kemarin. Kegiatan itu sebagai komitmen perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor Migas kepada masyarakat sekitar area operasi melalui program 'Energizing Community & Environment'. Aksi sosial pasar murah ini sasar warga Desa Pinggir, Muara Basung, Balai Pungut, dan Tengganau. Warga cukup merogoh kocek Rp20 ribu saja. Paket tersebut berisi berbagai kebutuhan pokok penting yang diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi dan dapur keluarga di wilayah tersebut. Antusiasme masyarakat sangat tinggi sejak acara dimulai. Warga berbondong-bondong datang dengan tertib dan penuh rasa syukur untuk mendapatkan paket sembako murah tersebut. Kehadiran program ini dirasakan langsung manfaatnya sebagai bentuk nyata sinergi dan kehadiran PHR di tengah masyarakat. "Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PHR. Pasar murah ini sangat membantu kami, apalagi dengan harga yang sangat terjangkau di tengah kondisi saat ini," kata seorang warga, Dewi. Bersamaan dengan momentum positif tersebut, PHR juga memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan sosialisasi penting terkait kelancaran operasional perusahaan. Di hadapan masyarakat dan tokoh setempat, PHR memohon doa restu dan dukungan penuh agar seluruh tahapan operasi tersebut dapat berjalan dengan aman, selamat, dan lancar tanpa hambatan, demi kebaikan bersama dan kemajuan daerah. Camat Pinggir Zama Rico Dakanahay S.Sos., M.Si memberikan apresiasi yang tinggi atas kepedulian nyata yang ditunjukkan PHR kepada warganya. Ia mengaku sangat bahagia atas kehadiran PHR beserta mitra kerja yang menyelenggarakan program sembako murah ini. "Kami sangat bahagia karena hari ini PHR dan mitra kerja hadir membawa sembako murah bagi masyarakat kami. Sebanyak 400 paket dibagikan untuk 4 desa. Menariknya, kupon senilai Rp20 ribu rupiah yang dikumpulkan dari masyarakat diserahkan kembali ke masjid dan mushola untuk kepentingan masyarakat lagi. Artinya, program ini memberikan manfaat ganda bagi kita semua," ulas Zama Rico. Selain itu, ia memuji pola komunikasi yang dibangun oleh pihak perusahaan belakangan ini. "Kami sangat mengapresiasi PHR. Saat ini koordinasi dan komunikasi berjalan dengan sangat baik. Setiap ada dinamika, selalu diberikan solusi yang bagus. Mari kita doakan bersama agar PHR terus memberikan manfaat dan energi bagi bangsa," jelasnya. Manager Field Operation North PHR, Azumar Ridwan, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari masyarakat Kecamatan Pinggir. Menurutnya, aksi sosial ini merupakan bukti nyata komitmen perusahaan untuk memberikan dampak positif langsung di wilayah operasi. "Melalui 400 paket sembako ini, kami berharap dapat sedikit meringankan beban kebutuhan pokok bapak dan ibu sekalian. Kami ingin bantuan ini tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan," ujar Azumar. Ia menambahkan selain fokus pada ketahanan energi nasional, PHR juga berkomitmen untuk tumbuh bersama masyarakat sekitar. Kegiatan ini juga dibarengi dengan syukuran atas berjalannya proyek di area North, Blok Rokan. "Operasional Blok Rokan ini tidak lepas dari dukungan masyarakat. Kami memohon doa restu agar seluruh operasional PHR berjalan lancar dan selamat, sehingga kami dapat terus menyalurkan energi untuk kebutuhan bangsa Indonesia," sebutnya. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) diantara anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Dapat Informasi Lewat Video: Polsek Mandau Borgol Tiga Pelaku TP Sabu di Bafoet Barokah
Mandau, katakabar.com - Tim Opsnal Polsek Mandau, Polres Bengkalis borgol tiga orang terduga pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I jenis sabu, di Baofet Barokah Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Selasa (2/5) sekitar pukul 20.30 WIB lalu. Penangkapan ketiga terduga pelaku, urai Kapolsek Mandau, Kompol Primadona, diteruskan Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, melalui keterangan resmi, Rabu (3/6) siang, masing-masing bernama MRT alias M 33 tahun, buruh, warga Jalan Desa Harapan Desa Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, AM alias A 23 tahun, buruh, warga Jalan Stadion Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, dan LW alias L 34 tahun, buruh, warga Jalan Desa Harapan Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, berawal Tim Opsnal Reskrim Polsek Mandau mendapat informasi dari video yang dikirim melalui WhatsApp pengaduan Kapolres Bengkalis. "Para pelaku melakukan tindak pidana menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara jual beli, menukar atau menyerahkan atau memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu," jelasnya. Setelah mengamankan ketiga pelaku, ujar Betty, Tim Opsnal Polsek Mandau beserta barang bukti membawanya ke Mapolsek Mandau guna dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. "Kepada ketiga tersangka disangkakan Pasal 114 ayat (1)Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo pasal 609 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2026 tentang tentang penyesuaian pidana," sebut Betty. Untuk itu diimbau kepada masyarakat, tegas Kasi Humas Polsek Mandau, Polres Bengkalis, Polsek Mandau berkomitmen melakukan penegakan hukum secara tepat, tegas, profesional, dan tuntas. Dan bila masyarakat membutuhkan kehadiran petugas kepolisian segera hubungi Call Center 110.
Siap-siap! Polsek Mandau Bakal Panen Raya Jagung di Sinar Langkat Harapan Baru
Mandau, katakabar.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Mandau bersama Kelompok Tani (Poktan) Budi Makmur, dan warga pemilik lahan bakal panen raya jagung dalam program gerakan penanaman jagung seluas sejuta hektar Polri sekaligus program 100 Hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto. Rencana panen raya jagung tersebut berlokasi di kawasan Jalan Sinar Langkat RT 06 RW 05 Desa Harapan Baru, Kecamatan Mandau, Duri, Kabupaten Bengkalis. Kapolsek Mandau, Kompol Primadona, diteruskan Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, kepada wartawan lewat siaran pers, Selasa (26/5) sore, mengatakan sebelumnya sudah dilakukan pengecekan terhadap pengelolaan lahan, Rabu (25/5) sekitar pukul 11.03 WIB lalu. "Ketika survei ke lokasi tanaman jagung luas sementara 2 hektar dalam pengelolaan bekerja sama Pemkab Bengkalis, Pemdes Harapan Baru, Poktan Budi Makmur, serta pemilik lahan kegiatan panen raya jagung diprediksi Juni 2026 nanti," ujar Betty. Menurut Kasi Humas Polsek Mandau, kegiatan Polres Bengkalis, Polsek Mandau mendorong sekaligus mendukung program gerakan penanaman jagung seluas sejuta hektar Polri dalam program 100 Hari Asta Cita Presiden Republik Indonesia. "Polri mendorong kelompok masyarakat, Desa Harapan baru dan pemilik perkebunan untuk memanfaatkan lahan untuk ditanami jagung guna mendukung ketahanan pangan nasional," jelasnya. Kegiatan survei pengelolan lahan rencana panen raya jagung berjalan lancardengan situasi aman dan terkendali.
Terbongkar! Lavo Disc di Komplek Mancy Diduga Tempat Pelaku Cabuli Anak Bawah Umur
Mandau, katakabar.com - Lavo Disc famiar bernama Studio Bioskop Mini di kalangan waega Duri yang berada di komplek Mandau City (Mancy) saat ini menjadi sorotan lantaran diduga jadi tempat pelaku kriminal cabuli anak bawah umur. Hal itu terbongkar dari pengungkapan kasus dugaan persetubuhan anak bawah umur oleh Polsek Mandau, Polres Bengkalis, seperti yang diberitakan beberapa media online lokal. Di pengungkapkan kasus persetubuhan anak bawah umur tersebut Polsek Mandau mengamankan satu orang berinisial AJS 23 tahun, Rabu (13/5) lalu. Bahkan, tersangka dijerat Pasal 81 Ayat (2) Undang Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Polsek Mandau menangkap AJS dasarnya Laporan Polisi Nomor: LP/B/64/II/2026/SPKT/RIAU/RES-BKS/SEK-MDU. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, November 2025 sekitar pukul 14.00 WIB, di sebuah bioskop mini kawasan Komplek Mancy Duri, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau. Terkait hal tersebut, wartawan memintai keterangan ((konfirmasi) pengelola Bioskop Mini di komplek Mancy Duri (LAVO DISC), Kamis (14/5) siang, Sandi sebagai penjaga Studio Bioskop Mini di Mancy, menyampaikan kalau ingin mewawancarai pimpinan harus buat janji dulu dengan pimpinan malalui tangan kanannya atas nama Suki. "Kalau mau wawancara pimpinan harus buat janji dulu dengan pimpinan malalui tangan kanannya atas nama Suki," tegas Sandi. Hingga berita ini diterbitkan pihak manajemen Studio Bioskop Mini yang beroperasi di komplek Mancy Duri belum memberikan keterangan resmi terkait predator anak menjadikan Bioskop Mini jadi tempat cabuli anak bawah umur. Lantaran pengelola Studio Bioskop Mini yang berada di komplek Mandu City Duri tertutup picu berbagai spekulasi dan pertanyaan, di antaranya apakah aktivitas Studio Bioskop Mini memiliki kontrak dengan pihak produser perfilmman, dan Lembaga Managemen Kolektif Nasional (LMKN) terkait pengelolaan royalti komersial perizinan pemutaran film di tempat publik?
Soal Jalan Berlubang di Duri: Masyarakat Bisa Pidanakan dan Gugat PMH Pejabat Terkait
Duri, katakabar.com - Masalah ruas jalan aspal hotmix Jenderal Sudirman, dan air comberan meluber ke jalan disebabkan drainase rusak tidak kunjung diperbaiki di kawasan Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau, sudah bertahun lamanya dikeluhkan masyarakat. Tetapi, penguasa dan pejabat terkait atau penyelenggara jalan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis terkesan tidak mendengar dan tidak peduli dengan keluhan masyarakat. Bil keluhan tidak lagi didengar dan tidak dipedulikan. Kalau masyarakat mau sebenarnya penguasa dan pejabat terkait bisa dimintai pertanggungjawaban pidana oleh masyarakat lantaran diduga telah lalai dalam menjalankan kewajibannya. Selain itu, masyarakat juga bisa menggunakan jalur Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) oleh penguasa. Bahkan warga yang dirugikan bisa menuntut ganti rugi materiil (biaya perbaikan motor/rumah sakit) dan immateriil kepada dinas terkait melalui pengadilan negeri. Secara etika profesi dan tata kelola, pembiaran infrastruktur selama bertahun-tahun mencerminkan lemahnya komitmen terhadap pelayanan publik, yang sebenarnya bisa menjadi pintu masuk bagi pemeriksaan terkait penyalahgunaan anggaran atau korupsi bila ditemukan adanya dana pemeliharaan yang 'menguap'. Dari pengamatan katakabar.com di kawasan perkotaan Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, selama April 2026 ini, khusus di sepanjang jalur dua jalan protokol, yakni Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Hang Tuah terlihat di beberapa titik ruas jalan tertentu berlubang sehingga sangat membahayakan pengguna, dan pengendara kendaraan bermotor. Dari beberapa titik ruas jalan aspal hotmix berlubang, paling parah di Jalan Jenderal Sudirman, persisnya dekat Jalan Sejahtera jaraknya hanya setengah kilometer dari Kantor Camat Mandau, dan sekitar lima puluh meter lebih jaraknya dari Kantor UPT Disdukcapil Kecamatan Mandau. Di sana, selain aspal hotmix berlubang cukup dalam dan berdiameter cukup lebar. Air comberan meluber, dan menggenangi jalan karena buruknya saluran air drainase jalan. Menurut sumber katakabar.com layak dipercaya, menyebutkan air comberan meluber dan menggenangi jalan ditengarai jadi pemicu aspal hotmix Jalan Jenderal Sudirman berlubang. Selain itu, ada satu titik lagi aspal hotmix berlubang sangat dalam masih di Jalan Jenderal Sudirman, yakni titiknya dekat Jalan Pelita persis sebelah kiri dari arah Simpang Garoga ke Simpang Pokok Jengkol. Warga sekitar dengan berbagai cara seperti menancapkan kayu-kayu bulat ke lubang di bagian atas digantung ban-ban bekas sepeda motor, dan bener toko sebagai pemberitahuan kepada pengendara dan kendaraan agar tidak terjebak dam terperosok ke dalam lubang jalan. Dari cerita warga kondisi dua titik aspal hotmix berlubang di Jalan Jenderal Sudirman sudah bertahun lamanya tidak kunjung dilakukan perawatan dan perbaikan oleh penguasa melalui dinas terkait. Pemotor Tewas Gegara Hindari Jalan Berlubang Peristiwa pemotor tewas gegara hindari ruas jalan berlubang cukup tragis terjadi di kawasan Jalan Hang Tuah, Kelurahan Batang Serosa, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Senin (27/4) siang kemarin. Peristiwa tersebut sudah sering terjadi, dan entah sudah berapa orang warga meregang nyawa akibat buruknya infrastruktur jalan. Rentetan peristiwa demi peristiwa yang terjadi tersebut harusnya membuat penguasa dan dinas terkait lebih peka, dan segera berbenah, serta berupaya memperbaiki, dan setidaknya melakukan perawatan aspal hotmix yang berlubang di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Hang Tuah Duri, Kecamatan Mandau. Tetapi, nyatanya rentetan laka maut yang terjadi sepertinya belum mampu membuka mata bathin penguasa dan dinas terkait. Kalau masyarakat tidak mau memintai pertanggungjawaban pidana dan gugatan PMH penguasa dan pejabat terkait. Pada akhirnya, masyarskat hanya bisa urut dada seraya berharap keluhan-keluhan didengar penguasa dan pejabat terkait secepatnya memperbaiki, dan melakukan perawatan jalan-jalan berlubang agar peristiwa serupa tidak terulang ke depan.
Satlantas Polres Bengkalis Minimalisir Laka Tambal Jalan Berlubang di Hang Tuah Duri
Duri, katakabar.com - Personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bengkalis minimalisir laka lantas dengan cara tambal, sekaligus tutup ruas jalan berlubang diduga salah satu pemicu tingginya angka peristiwa laka lantas, di sepanjang Jalan Hang Tuah multi fungsi sebagai Jalan Lintas Nasional Timur Sumatera. Kasat Lantas Polres Bengkalis, AKP Shandra Amalia, menjelaskan pihaknya telah menginstruksikan personel untuk mengambil tindakan langsung terhadap kondisi jalan berlubang yang dinilai membahayakan pengguna jalan. “Sepanjang Jalan Hangtuah, saya sudah minta personel untuk ambil tindakan terkait jalan berlubang. Lantaranmemang faktor jalan ini cukup mempengaruhi terjadinya kecelakaan,” tegasnya. Tindakan ini, ulasnya, dilakukan sebagai respons atas meningkatnya kejadian laka lantas di kawasan tersebut. Tetapi, lanjutnya, untuk perbaikan permanen jalan berlubang di Jalan Hang Tuah menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Riau. Kondisi ini membuat penanganan secara menyeluruh masih menunggu tindak lanjut dari instansi terkait. Masyarakat berharap adanya koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Bengkalis dengan Dinas PU Provinsi Riau agar segera mengusulkan perbaikan jalan lintas Hangtuah. Warga menilai, langkah cepat perbaikan sangat diperlukan demi mencegah jatuhnya korban jiwa akibat kondisi jalan yang rusak. Dengan adanya tindakan sementara dari pihak kepolisian, diharapkan angka kecelakaan dapat ditekan sembari menunggu perbaikan permanen dari pihak berwenang.
Antara Rp1,3 M, Air Comberan Meluber, Ruas Jalan Berlubang dan Pot Bunga Rusak di Duri
Duri, katakabar.com - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 128 Tahun 2026 di wilayah Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, resmi dibuka Bupati Bengkalis, Kasmarni, Rabu (22/4) lalu. Pelaksanaan TMMD ke 128 tersebut dibiayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bengkalis sebesar Rp1,3 miliar, dan bantuan dari Komando Atas sebesar Rp474,5 juta. Kegiatan berlangsung 30 hari lamanya mulai 22 April hingga 21 Mei 2026 nanti bakal menyasar pembangunan fisik, dan non-fisik di wilayah Desa Tengganau, dan Desa Balai Pungut (Balik Sumur). Bupati Bengkalis, Kasmarni, menegaskan program TMMD wujud nyata sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan, khususnya di wilayah perdesaan. “Program TMMD ini telah terbukti memberikan kontribusi besar percepatan pembangunan daerah, terutama dalam membuka akses wilayah, meningkatkan infrastruktur dasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa,” ujarnya. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya warga di lokasi kegiatan, untuk turut berpartisipasi aktif demi keberhasilan program tersebut. “Keberhasilan TMMD tidak hanya ditentukan TNI, tetapi keterlibatan, dan kebersamaan masyarakat,” imbuhnya. Tetapi, kegiatan tersebut kontras dengan air comberan meluber, aspal hotmix ruas jalan protokol (Jalan Jenderal Sudirman), dan pot-pot bunga di pulau jalan yang membelah aspal hotmix jalur dua Jalan Hang Tuah rusak. Lantaran aspal hotmix ruas jalan protokol rusak berat para pengguna jalan, baik pengedara roda empat dan roda dua harus menginjak pedal rem dalam-dalam agar tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan di kawasan aspal hotmix jalan protokol rusak parah. Selain itu, pot-pot bunga rusak di pulau jalan yang membelah aspal hotmix jalur dua Jalan Hang Tuah. Pot-pot bunga tersebut rusak umumnya dihantam berbagai kendaraan saat terjadi kecelakaan lalu lintas. Meski kondisi ketiga infrastruktur fisik yang berlokasi di kawasan perkotaan Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis tersebut sudah bertahun lamanya memprihatinkan dan mengkhawatirkan tetapi belum terdengar ada kemauan dan niat pemerintah untuk memperbaikinya. Mustahil! Para pejabat, pemangku kepentingan, dinas terkait di 'Negeri Junjungan' nama lain dari Kabupaten Bengkalis yang telah mempatenkan Logo 'Bersama Tegakkan Marwah, Negeri Maju Masyarakat Sejahtera' disingkat Bermasa tidak tahu kondisi tersebut. Berbagai pertanyaan muncul di ranah publik, melihat fakta ketiga infrastruktur fisik kerusakan makin hari semakin parah. Pemerintah pura-pura tidak tahu atau sengaja ada pembiaran! Padahal melihat anggaran daerah sebesar Rp2,8 triliun lebih tahun anggaran 2026 ini, harusnya ketiga infrastruktur fisik tersebut dapat diperbaiki. Apalah artinya APBD trliunan rupiah bila keluhan masyarakat, seperti air comberan meluber, aspal hotmix ruas jalan protokol berlubang, dan pot-pot bunga di sepanjang Jalan Hang Tuah yang rusak tidak kunjung diperbaiki. Presiden RI Soroti dan Tegur Pejabat Daerah Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto, lewat IG Muaraenimcom, di pekan pertama April 2026 lalu, memang menyoroti dan menegur keras para pejabat daerah terkait banyaknya jalan dan jembatan rusak yang dibiarkan, khususnya di wilayah pemerintahan daerah (Pemda). Melalui IG tersebut Kepala Negara heran dan sentil pejabat daerah yang membiarkan infrastruktur rusak, padahal ia menekankan adanya anggaran seharusnya bisa digunakan untuk perbaikan.
Hindari Jalan Berlubang Out Of Control, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk Tangki CPO di Duri
Mandau, katakabar.com - Nahas, seorang pengendara sepeda motor harus meregang nyawa di salah satu rumah sakit di Kecamatan Mandau, Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau Senin (27/4). Korban kecelakaan lalu lintas tersebut pengendara sepeda motor merek Yamaha Mio Soul BM 3417 ES, tewas digilas truk tangki Crude Palm Oil (CPO) merek Hino BK 8272 FD. Setelah menerima informasi terjadi laka lantas terjadi di kawasan Jalan Hang Tuah Duri, Kelurahan Batang Serosa, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau. Personel Satlantas Polres Bengkalis yang dipimpin Kasatlantas Polres Bengkalis, AKP Shandra Amalia respon cepat ke lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, melalui Kasatlantas Polres Bengkalis, AKP Shandra amalia, kepada katakabar.com, Senin siang, mengatakan diduga semula satu unit sepeda motor merek Yamaha Mio Soul BM 3417 ES melaju dari arah jalan Hangtuah menuju Simpang Pokok Jengkol Duri. Tiba di TKP, ujar AKP Shandra, yakni di persimpangan lampu merah (trafic light) pengendara sepeda motor merk Yamaha Mio Soul BM 3417 ES datang dari arah belakang truk tanki, dari jalan mawar menuju pertigaan Pokok Jengkol, berusaha menghindari ruas jalan rusak berlubang yang berada persis di tengah badan jalan, sehingga pengendara sepeda motor merk Yamaha Mio Soul BM 3417 ES mengalami hilang kendali (out off control) dan terjatuh di lajur kanan jalan. "Di saat bersamaan dari arah yang sama satu unit truk tangki CPO merek Hino BK 8272 FD berada di depan sepeda motor, melaju pelan di lajur kanan jalan, lantaran jarak yang terlalu dekat terjadilah kecelakaan lalu lintas tersebut," Pada peristiwa kecelakaan lalu lintas tersebut, sebut AKP Shandra, satu orang pengendara unit sepeda motor merk Yamaha Mio Soul BM 3417 ES mengalami luka-luka, dan meninggal dunia di rumah sakit serta kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas mengalami kerusakan. Cegah Laka Berulang, Personel Satlantas Tambal Jalan Pasca kejadian laka lantas yang menyebabkan pengendara sepeda motor tewas setelah sempat di rawat di salah satu rumah sakit di Duri, lantaran menghindari jalan berlubang, Senin siang. Personel Satlantas Polres Bengkalis gerak cepat tambal ruas jalan aspl hotmix Hang Tuah berlubang, dengan cara menutup ruas jalan berlubang dengan semen campur pasir, Senin sore. "Ruas jalan aspal hotmix Hang Tuah pemicu laka lantas yang sebebkan pengedara sepeda motor tewas di tambal dengan semen dan pasir. Ini dilakukan untuk mencegah kejadian serupa tidak berulang," terang AKP Shandra. Harapannya, dengan ditambalnya ruas jalan aspal hotmix Hang Tuah yang berlubang tidak terjadi lagi laka lantas ke depan. "Untuk itu, kepada pengguna, dan pengendara baik roda dua dan roda emoat agar selalu berhati-hati saat berkendara, dan jadilah pelopor keselamatan dalam berlalu lintas di jalan raya," imbaunya.
Tentang PHR, Puluhan Anak Yatim, Banjir dan Jalan Rusak di South Bekasap Duri
Bengkalis, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) salurkan santunan kepada 50 dhuafa di Kelurahan Pematang Pudu, Kabupaten Bengkalis, sebagai bagian dari syukuran reaktivasi kanal pencegah banjir sepanjang 1,3 kilometer, serta perawatan jalan operasi, Rabu (22/4) lalu. Santunan ini simbol rasa syukur perusahaan yang ingin memastikan bahwa setiap langkah operasional di wilayah kerja Rokan selalu membawa berkah bagi warga di sekitar operasi. Langkah ini komitmen PHR memastikan infrastruktur operasional tidak hanya mendukung target energi nasional, tetapi memberikan manfaat langsung bagi mobilitas dan keamanan warga sekitar. Reaktivasi kanal yang dilakukan solusi strategis untuk mengantisipasi ancaman banjir. Sejalan dengan itu, perawatan jalan sepanjang 16 kilometer yang dilakukan secara berkelanjutan di wilayah ini menjadi urat nadi penting yang memperlancar akses transportasi masyarakat sehari-hari. Kegiatan ini menjadi jembatan silaturahmi untuk mempererat hubungan antara perusahaan dengan warga setempat. Dengan kedepankan dialog dan kepedulian, PHR berharap sinergi yang terjalin dapat menciptakan harmoni, di mana kemajuan industri migas berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup serta kenyamanan infrastruktur masyarakat. “Kegiatan syukuran dan santunan ini adalah ungkapan rasa syukur kami. Kami ingin kehadiran PHR tidak hanya membawa kemajuan bagi industri migas, tetapi membawa keberkahan dan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi," ujar Manager Maintenance SL North, Agus Santoso. Saat ini, cerita Agus, PHR tengah melakukan proyek reaktivasi kanal sepanjang 1,3 kilometer di area South Bekasap. Bukan sekadar saluran pembuangan air untuk operasional perusahaan, kanal ini direvitalisasi secara strategis sebagai langkah pencegahan banjir yang kerap mengintai pemukiman warga saat musim penghujan tiba. "Proyek ini diharapkan mampu mengalirkan debit air dengan lebih efektif sehingga risiko luapan ke area warga dapat diminimalisir," jelasnya. Komitmen PHR terhadap infrastruktur publik terlihat dari konsistensi perawatan jalan di wilayah operasional. Sepanjang periode 2025 hingga April 2026, PHR tercatat telah melakukan perawatan jalan sepanjang 16 Kilometer mulai dari area Jalan tegar, jalan Sakti, Sobek dan Pematang Bow. Jalan-jalan tersebut memiliki fungsi ganda; selain sebagai urat nadi kendaraan operasional perusahaan, jalan ini merupakan akses utama bagi masyarakat Pematang Pudu dan sekitarnya untuk beraktivitas ekonomi dan sosial sehari-hari. Dengan kondisi jalan yang mantap, mobilitas warga menjadi lebih lancar dan aman. "Reaktivasi kanal dan perawatan jalan ini adalah bentuk kontribusi PHR dalam memberikan dampak positif yang nyata. Kami ingin fasilitas operasional ini berfungsi ganda, tidak hanya untuk keandalan produksi migas, tetapi juga menjadi solusi infrastruktur yang menjaga keamanan pemukiman warga dari banjir dan memperlancar akses mobilitas harian masyarakat," ucap Agus. Mewakili Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, Camat Mandau, Riki Rihardi S.STP M.Si mengapresiasi PHR. “Kami memberikan apresiasi kepada PT Pertamina Hulu Rokan atas kepedulian yang terus diberikan kepada masyarakat kami di Kelurahan Pematang Pudu. Langkah PHR melakukan reaktivasi kanal sepanjang 1,3 KM dan perawatan jalan di area South Bekasap adalah jawaban nyata atas aspirasi warga terkait mitigasi banjir dan kelancaran mobilitas,” tuturnya. Ia menambahkan sinergi seperti inilah yang kita butuhkan; di mana infrastruktur operasional perusahaan juga memberikan manfaat publik yang luas. Selain membantu mobilitas ekonomi melalui jalan yang mantap, bantuan santunan bagi warga dhuafa ini semakin mempererat silaturahmi. “Kami berharap PHR terus tumbuh dan sukses dalam menjaga ketahanan energi, karena keberhasilan PHR tentu akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan dan pembangunan masyarakat di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis,” imbuhnya. Rangkaian kegiatan ini menegaskan keberlanjutan operasi migas harus tumbuh bersama dengan keamanan dan kenyamanan lingkungan masyarakat. Sinergi antara operasional PHR yang andal dan kepedulian sosial yang tulus menjadi kunci utama dalam mendukung ketahanan energi nasional. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Cerita Kader Posyandu Penggerak Dapur Sehat Lawan Stunting di Kelurahan Berpenduduk 50 Ribu Jiwa
Duri, katakabar.com - Seorang kader Posyandu di Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau, Yulianti telah mengabdikan diri selama lebih dari tiga dekade sebagai kader Posyandu. Ia menjadi saksi sekaligus pejuang Kesehatan bagi ibu dan anak di lingkungannya. Kisah kisah inspiratif dari Yulianti, tengah upaya penurunan angka stunting di Provinsi Riau, kini lewat kolaborasi dengan program PHR Peduli Stunting (PENTING), Yulianti menginisiasi Dapur Sehat Ruko Permata, sebuah gerakan swadaya untuk mengolah makanan bergizi bagi balita dan ibu hamil. Tidak semudah yang dibayangkan sebelum program ini berjalan, Yulianti menghadapi tantangan berat berupa rendahnya pemahaman masyarakat tentang gizi seimbang. Tidak jarang ia menghadapi penolakan halus dari warga yang belum percaya pada intervensi gizi. Keterbatasan ekonomi juga membuat pangan bergizi bukan menjadi prioritas utama bagi banyak keluarga. “Dulu kami sering bingung harus mulai dari mana, bahkan sempat menghadapi penolakan saat datang ke rumah warga,” cerita Yulianti mengenang masa sulitnya. Kehadiran PHR melalui Program PENTING memberikan angin segar bagi Yulianti. Ia kini tidak lagi bergerak sendiri. Ia bersama kader lainnya mendapatkan pelatihan pengolahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis komunitas dan pendampingan intensif. Dukungan ini mengubah pola kerja kader di Air Jamban. Dari yang sebelumnya hanya menjalankan rutinitas Posyandu, kini mereka mampu mengolah PMT secara mandiri melalui Dapur Sehat. Pendekatan personal yang dilakukan secara sabar mulai menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Hasil dari konsistensi ini mulai terlihat nyata, kader Posyandu kini lebih solid, aktif, dan memiliki kapasitas dalam mengedukasi serta mengolah nutrisi lokal. Masyarakat juga lebih terbuka terhadap edukasi gizi dan aktif memantau tumbuh kembang anak di Posyandu. Di wilayah Air Jamban, upaya ini telah menjangkau 22 penerima manfaat langsung: terdiri 15 balita dan 7 ibu hamil. Secara luas, program PENTING telah memberi manfaat kepada 908 orang di 22 desa wilayah Riau melalui edukasi pencegahan stunting, baik masyarakat umum, ibu hamil dan remaja tingkat sekolah. Sedangkan distribusi PMT dan PKMK telah menjangkau 395 penerima manfaat langsung, yang terdiri atas 301 balita stunting atau berisiko stunting dan 94 ibu hamil dengan kondisi KEK atau berisiko tinggi. Bagi Yulianti, melihat anak-anak tumbuh sehat adalah upah yang tidak ternilai. "Saat melihat anak-anak mulai tumbuh lebih sehat dan para ibu semakin peduli dengan gizi keluarganya, rasanya semua proses, lelah, dan tantangan yang kami lalui benar-benar terbayar," imbuhnya. Di Hari Kesehatan Internasional pada 7 April 2026, cerita Yulianti dan kader Posyandu di Air Jamban merefleksikan kembali bagaimana akses kesehatan dan kesadaran gizi bukan sekadar teori, melainkan aksi nyata yang lahir dari kemandirian masyarakat di tingkat akar rumput. “Menyaksikan perjuangan Yulianti dan rekan-rekan kader di Air Jamban adalah pelajaran nyata tentang ketangguhan. Mereka membuktikan bahwa dari sebuah dapur swadaya, kita bukan hanya sedang menyiapkan menu tambahan, melainkan sedang membangun benteng pertahanan untuk masa depan generasi yang lebih baik,” ucap Manager Community Involvement dan Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.