Inovasi
Sorotan terbaru dari Tag # Inovasi
Tegaskan Dominasi Lokal, Quadra dan Roman Hadirkan Inovasi Material Standar Global
Jakarta, katakabar.com - Sebagai pionir di industri sintered stone big slab di Indonesia, QUADRA kembali meraih prestasi membanggakan dengan memecahkan rekor Museum Rekor - Dunia Indonesia (MURI) atas inovasi Meja Sintered Stone Seamless (Tanpa Sambungan) Terpanjang, pada ajang Keramika 2026, Jumat (5/6). Pencapaian ini membuktikan keunggulan QUADRA dalam memadukan teknologi manufaktur lokal dan craftsmanship kelas Internasional untuk mendukung tren arsitektur dan interior modern. Rekor MURI ini menambah deretan pencapaian QUADRA di tahun 2026, setelah sebelumnya, QUADRA sukses mencatatkan prestasi dalam ajang internasional dengan menerima penghargaan Asia Pacific Property Awards untuk kategori Best Retail Architecture Indonesia atas desain inovatif QUADRA Gallery Signature Bali. Pimpinan QUADRA & ROMAN, Willie Low, mengatakan proses manufaktur meja sintered stone sepanjang 5 meter menggunakan teknologi Sacmi Continua+, teknologi Italia yang memiliki beberapa keunggulan seperti, nyaris tidak berpori, tahan gores, tahan noda, dan tahan panas. “Dengan inovasi teknologi manufaktur di pabrik QUADRA, material alami pilihan dipadatkan hingga mencapai tingkat yang optimal dan daya serap air nyaris nol untuk menciptakan slab berukuran super besar dengan konsistensi struktural yang sempurna. Inilah hasilnya meja sintered stone 5 meter tanpa sambungan,” kata Willie. Permukaan tidak berpori dan mudah dibersihkan menjadikan meja seamless QUADRA sangat ideal untuk mendukung kebutuhan ruang modern baik untuk aplikasi residensial seperti kitchen island mewah, maupun ruang komersial dan profesional seperti meja ruang rapat eksekutif (boardroom table). Wakil Direktur Utama MURI, Osmar Semesta Susilo, menimpali pemberian rekor MURI kepada QUADRA merupakan bentuk apresiasi karya dan inovasi anak bangsa dalam bidang ekonomi dan industri. “Meja berbahan sintered stone yang berhasil dicatatkan sebagai rekor merupakan hasil produksi dalam negeri, dengan seluruh proses manufaktur dilakukan di fasilitas produksi di Indonesia. MURI berharap dengan rekor tersebut mampu menumbuhkan semangat, kreativitas, dan inovasi anak bangsa,” ujar Osmar. Ketua Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI), Edy Suyanto mengapresiasi rekor MURI yang diraih oleh QUADRA. Pencapaian monumental ini menjadi bukti konkret bahwa industri lokal semakin kompetitif dan mampu bersaing di pasar internasional. “Selamat kepada QUADRA atas prestasi MURI yang membanggakan, penghargaan ini sebagai bukti nyata inovasi, teknologi dan kualitas produk QUADRA setara dengan produk-produk premium dari Eropa khususnya Italia dan Amerika Serikat. Bangga dan selalu menjadi yang terdepan," tutur Edy. QUADRA Hadirkan Solusi Material Fleksibel Melalui partisipasinya pada acara KERAMIKA 2026, QUADRA juga menampilkan inovasi produk terbarunya, QUADRA eXential yang hadir dengan dengan tiga ukuran: 100x100 cm, 120x60 cm dan 80x80 cm, cm. Variasi ukuran ini memberikan fleksibilitas dalam proses desain dan aplikasi, khususnya untuk ruang dengan dimensi yang lebih compact, sekaligus mendukung pemasangan yang lebih efisien dan presisi. Selain itu, QUADRA juga menghadirkan inovasi sintered stone slab dengan ketebalan 6 mm yang dirancang untuk menjawab kebutuhan arsitektur modern terhadap material ringan, kuat dan fleksibel dalam pengaplikasiannya. Dengan metode pemasangan tile on tile, produk ini memungkinkan instalasi tanpa membebani struktur, sehingga ideal diaplikasikan pada dinding, pintu pivot, pelapis kabinet, hingga lantai ruang lift. Mengangkat Kearifan Lokal Lewat ROMAN moZaik Melengkapi portofolio inovasi grup, ROMAN resmi menghadirkan moZaik, lini produk yang diproduksi langsung di Indonesia dengan memadukan presisi teknologi modern, kekayaan alam Indonesia, dan sentuhan artistik yang detail. Kehadiran moZaik menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong perkembangan industri kreatif lokal melalui inovasi bernilai tambah tinggi. “Melalui berbagai inovasi yang kami hadirkan, mulai dari meja seamless 5 meter, koleksi sintered stone dengan ketebalan 6mm hingga koleksi moZaik, merupakan wujud komitmen kami untuk membuktikan bahwa industri lokal mampu menghadirkan produk dengan standar kualitas global. Dalam inovasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa industri dalam negeri memiliki kemampuan untuk terus mendorong eksplorasi baru dalam desain interior dan arsitektur,” terang Willie. Inovasi produk tersebut dapat disaksikan di pameran Keramika yang berlangsung dari tanggal 4 hingga 7 Juni 2026, di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2 tepatnya di booth KM 01-07. Selain QUADRA & ROMAN, di booth ini pengunjung dapat melihat berbagai inovasi produk terbaru genteng keramik KANMURI.
RPN Hadirkan Museum Gula Indonesia: Rumah Sejarah dan Inovasi Pergulaan
Pasuruan, katakabar.com - Sejarah baru industri gula nasional terukir di penghujung April 2026 lalu. Di Gedung P3GI, Kota Pasuruan, PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) melalui Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI), salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara tersebut menggelar soft launching Museum Gula Indonesia rangkaian Pertemuan Teknis IKAGI (Ikatan Ahli Gula Indonesia) 2026. Museum Gula Indonesia dihadirkan sebagai pusat edukasi dan pelestarian sejarah industri gula nasional yang diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran lintas generasi, mulai dari sejarah pergulaan era kolonial hingga perkembangan industri modern. Peluncuran museum disambut antusias peserta, meliputi perwakilan pabrik gula, akademisi, peneliti, hingga petani tebu. Kepala P3GI, Aris Lukito, S.P., M.Si., menyampaikan Gedung P3GI dipilih karena memiliki nilai historis penting dalam perjalanan industri gula Indonesia. “Kami mengangkat tema awal Museum Gula Indonesia adalah Era Perkebunan Tebu Kolonial hingga Perkebunan Modern. Kita berada di tempat yang sangat historis, yang dulu punya peran besar bagi kemajuan industri gula di Indonesia,” ujarnya. Museum Gula Indonesia dirancang tidak sekadar sebagai ruang pajang artefak. Lebih dari itu, museum ini menjadi jembatan ilmu antargenerasi. Generasi terdahulu dapat mengenang perjalanan industri gula, generasi saat ini dapat mempelajari perkembangan teknologi on farm dan off farm, sementara generasi mendatang diharapkan memiliki fondasi kuat untuk melanjutkan cita-cita swasembada gula dan pengembangan bioetanol. Antusiasme peserta terlihat jelas dalam acara ini. Sejumlah perwakilan pabrik gula menilai museum ini akan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produktivitas, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pengembangan bioetanol. “Saya sangat terkesan dengan acara ini. P3GI memang tempatnya para ahli dan pusat ilmu pengetahuan. Semoga Museum Gula Indonesia terus dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” kata seorang peserta. Dukungan terhadap pengembangan museum juga disampaikan Direktur PT RPN, Iman Yani Harahap. Ia menegaskan museum ini merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem pengetahuan industri gula nasional. Menurutnya, soft launching Museum Gula Indonesia ini bukan hanya momentum seremonial, tetapi titik awal membangun ekosistem pengetahuan yang menghubungkan sejarah panjang industri gula dengan kebutuhan masa depan. “Dengan mengambil lokasi di P3GI Pasuruan yang sarat nilai historis, pembelajaran dari era kolonial hingga modern harus menjadi pijakan dalam mendorong inovasi, termasuk penguatan produktivitas, adaptasi perubahan iklim, dan pengembangan bioetanol. Kami meyakini museum ini akan menjadi pusat unggulan yang tidak hanya menyimpan memori, tetapi juga menggerakkan masa depan industri gula nasional,” jelas Iman.
PHR Bongkar Keunggulan Operasi dan Inovasi Capai Prestasi Produksi Regional 1 Sumatera di IPA Convex 2026
Jakarta, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), bagian dari Subholding Upstream Pertamina, berpartisipasi aktif di ajang bergengsi Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition 2026. Ajang tersebut sebuah perhelatan industri migas pertemukan berbagai pemangku kepentingan guna membahas masa depan energi nasional. Sebagai salah satu produsen minyak dan gas utama di Indonesia, kehadiran PHR tidak hanya memperlihatkan peran strategis perusahaan dalam pengelolaan migas, tetapi juga menampilkan capaian produksi, inovasi teknologi, serta komitmen keberlanjutan. “Kehadiran PHR di IPA Convex 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan inovasi teknologi dan strategi bisnis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Melalui pengembangan berbagai metode, termasuk MNK, PHR berkomitmen mendorong peningkatan produksi migas berkelanjutan,” kata Direktur Utama PHR Regional 1, Muhamad Arifin. Diketahui, sebagai langkah strategis, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) sebagai salah satu metode yang digencarkan guna menjaga keberlanjutan produksi. Berpotensi menjadi game changer memperkuat portofolio masa depan Pertamina sekaligus menjaga ketahanan energi nasional di tengah tantangan lapangan migas konvensional yang semakin menua (mature fields). Pada ajang IPA Convex kali ini, PHR juga akan berpartisipasi dalam sesi diskusi Technical Program-Special Session bertema _Best Practices in Mature Field Management: Sustaining Production and Ensuring Energy Security_ . General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko tampil sebagai pembicara utama dengan memaparkan strategi pengelolaan lapangan tua yang tetap produktif melalui penerapan teknologi dan manajemen berkelanjutan. Sesi ini mengupas bagaimana perjalanan manajemen reservoir (reservoir management/RM) di Zona Rokan, sebuah operasi onshore terbesar di Indonesia dengan lebih dari 115 lapangan dan 12.600 sumur. Produksi dari area ini sekitar 151 ribu barel minyak per hari, serta 33 MMSCFD gas, dengan metode pemulihan primer, sekunder (waterflood), hingga tersier (steamflood dan CEOR). Ke depan, Blok Rokan diarahkan untuk terus berkembang melalui survei seismik 3D, reaktivasi sumur idle, ekspansi waterflood dan steamflood, serta penerapan inovasi digital berbasis AI/ML. Pesan utama dari materi ini adalah dengan manajemen reservoir yang disiplin, teknologi mutakhir, dan kepemimpinan yang kuat, lapangan matang seperti Rokan masih memiliki potensi besar untuk mendukung energi Indonesia di masa depan. Tidak hanya di sesi utama, PHR Regional 1 Sumatra juga menunjukkan komitmen akademis dan teknis dengan total 13 keterlibatan dalam program Poster Presentation, Oral Presentation, dan Core Workshop. Partisipasi ini menegaskan kontribusi aktif PHR dalam berbagi pengetahuan, pengalaman, serta inovasi teknologi kepada komunitas migas nasional dan internasional. Tak kalah menarik, dalam momen IPA Convex 2026 kali ini juga akan ada penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas antara PT Pertamina EP dan PT Pertamina Hulu Rokan untuk produksi operasi minyak dan gas bumi Wilayah Kerja Rokan. PHR akan membeli gas dari PEP, dengan perjanjian jual beli ini akan mendukung kebutuhan gas khususnya di WK Rokan untuk kegiatan operasi produksi minyak dan gas bumi. Inovasi dan Prestasi Produksi Regional 1 Sumatra PHR Regional 1 Sumatra terus menunjukkan berbagai capaian inovasi dan kinerja produksi di masing-masing zona operasi. Di Zona Rokan, selain pengembangan MNK, PHR berhasil melaksanakan Put On Injection (POI) pertama pada proyek Enhanced Oil Recovery (EOR) atau steamflood di lapangan North Duri Development (NDD) A14 pada Selasa, 14 Januari 2025. Keberhasilan penerapan metode steamflood ini menjadi bukti nyata inovasi anak bangsa dalam mengembangkan teknologi sektor migas sekaligus tonggak penting dalam pengembangan lapangan minyak di Zona Rokan. Melalui implementasi steamflood di lapangan NDD A14, proyek ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan cadangan dan produksi minyak di Blok Rokan. Keberhasilan tersebut juga menjadi motivasi bagi para pekerja PHR untuk terus berkontribusi menjaga ketahanan energi nasional. Di Zona 1, proyek Put on Production and Exploration (PoPE) Padang Pancuran (PPC-001) di Wilayah Kerja Jambi Merang yang dikelola entitas dalam Subholding Upstream berhasil meraih penghargaan kategori Onstream R2P Optimized. Proyek ini mencapai onstream pada 23 Desember 2025 dengan target awal produksi sebesar 67 BOPD dan proyeksi puncak produksi mencapai 379 BOPD pada 2026. Percepatan proyek dicapai melalui strategi early procurement, pemanfaatan fasilitas eksisting, pembentukan tim percepatan perizinan, serta koordinasi intensif dengan mitra kerja di tengah tantangan cuaca ekstrem, IPPKH, dan long lead item. Sementara di Zona 4, penerapan metode batch drilling di Adera Field, Sumatra Selatan, dengan menargetkan klaster sumur di Lapangan Benuang berhasil menciptakan efisiensi biaya yang signifikan sekaligus meningkatkan produksi minyak dan gas. Sejak mulai berproduksi pada 2 September 2025, implementasi teknologi ini menunjukkan hasil impresif. Hingga 5 Oktober 2025, produksi mencapai 3.388 BOPD, jauh melampaui target awal sebesar 1.200 BOPD atau hampir tiga kali lipat, dengan rata-rata produksi harian mencapai 1.552 BOPD. Berbagai inovasi itu turut menunjang capaian produksi. Sepanjang tahun 2025, PHR Regional 1 Sumatra mencatat produksi lebih dari 30% produksi nasional, menjadikannya salah satu kontributor terbesar bagi produksi nasional. Zona Rokan sebagai tulang punggung operasi berhasil mempertahankan stabilitas produksi di tengah tantangan lapangan tua, sementara Zona 1 dan Zona 4 menunjukkan tren peningkatan melalui optimalisasi sumur dan penerapan teknologi baru. Sejak 2025 hingga kini, PHR juga mencatat berbagai prestasi membanggakan. Di Zona Rokan, implementasi teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) berbasis Alkali-Surfactant-Polimer (ASP) terbukti meningkatkan perolehan minyak dari lapangan tua, sekaligus meraih penghargaan dari SKK Migas atas keberhasilan menjaga produksi di atas target. Zona 1 berhasil mengembangkan digital monitoring system yang meningkatkan efisiensi operasi dan mendapat apresiasi sebagai inovasi digital terbaik di internal Pertamina. Sementara itu, Zona 4 mencatat keberhasilan program drilling, workover & well intervention yang mendongkrak produksi minyak dan gas, serta meraih penghargaan keselamatan kerja (Safety Performance Award) tingkat nasional. TJSL Selain capaian produksi dan teknologi, PHR juga menegaskan komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat di seluruh area operasi Regional 1 Sumatra. Di Zona 1, Program Edu Ekowisata Mangrove di Desa Pasar Rawa, Kabupaten Langkat, mengintegrasikan konservasi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi pesisir. Di Zona Rokan, PHR mengembangkan Brand Mandau sebagai inisiatif ekonomi kreatif berbasis budaya Melayu yang memberdayakan perempuan melalui produk unggulan Batik Mandau. Sementara di Zona 4, Program Rumah Kreatif Boek Khaman di Desa Lubuk Raman, Kabupaten Muara Enim, menjadi inovasi sosial berbasis potensi lokal dengan penerapan teknologi ramah lingkungan untuk pengelolaan limbah bambu dan batik. PHR Zona 1 juga ikut meramaikan pameran di booth SKK Migas dengan menampilkan UMKM difabel binaan Pertamina EP Rantau Field, yakni kedai kopi Inklusi Coffee yang dikembangkan di Rumah Kreatif Tamiang, Aceh Tamiang. Kehadiran UMKM binaan ini memperlihatkan komitmen PHR dalam mendukung ekonomi kaum difabel di wilayah operasi. Dengan kehadiran PHR di IPA Convex 2026, perusahaan berharap dapat terus berkontribusi dalam penguatan industri energi nasional, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui berbagai inisiatif sosial dan ekonomi.
Melongok Lele Sei Manasib di Tangan Rizky: Inovasi Pakan Mandiri Naikkan Omzet Puluhan Juta
Rokan Hilir, katakabar.com - Bagi para pembudidaya ikan di Sei Manasib, setiap memasuki masa panen lele bukan menjadi momen yang menghadirkan rasa lega. Lantaran di balik riak air kolam dan padatnya aktivitas budidaya, tersimpan kecemasan panjang akibat tingginya biaya produksi dan harga jual yang kerap tidak menentu. Kondisi itu pernah dirasakan langsung Muhammad Rizky 31 tahun, Sekretaris BUMDes, sekaligus penggerak Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Lele Sei Manasib. Bagi Rizky, usaha budidaya lele sempat terasa seperti perjuangan tanpa kepastian. Harga pakan yang terus melambung tinggi seakan berkejaran dengan harga jual ikan yang sering dimainkan tengkulak, membuat keuntungan kelompok semakin tergerus. “Antara biaya operasional terus membengkak dan margin keuntungan yang makin tipis, kami sempat berada di titik lelah. Bukan hanya lelah secara fisik karena merawat ikan setiap hari, tetapi juga lelah secara mental karena merasa kerja keras kami belum memberikan hasil yang pasti,” ulas Rizky. Berangkat dari kondisi tersebut, Rizky menyadari situasi itu tidak bisa terus dibiarkan. Ia percaya bahwa kelompok budidaya di Sei Manasib harus keluar dari ketergantungan dan mulai membangun sistem usaha yang lebih mandiri. Melalui Program Perikanan Riau PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), harapan baru mulai tumbuh. Kehadiran program pemberdayaan ini tidak hanya memberikan dukungan fasilitas, tetapi juga membuka ruang pembelajaran dan pendampingan bagi kelompok pembudidaya untuk membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan. Sebagai salah satu anggota kelompok yang paling vokal mendorong perubahan, Rizky bersama rekan-rekannya melakukan perjalanan ke Desa Bangko Jaya. Di sana, mereka belajar langsung dari kelompok binaan yang telah berhasil memproduksi pakan mandiri untuk budidaya lele serta mampu menembus pasar distribusi Dapur SPPG (Satuan Pelayanan Program Gizi). Dari pengalaman tersebut, Rizky mulai melihat peluang besar dalam pemanfaatan ikan rucah hasil tangkapan sampingan yang sebelumnya sering dianggap limbah pesisir sebagai bahan baku pakan alternatif. Tetapi, perjalanan menuju keberhasilan tidak berjalan mudah. Pada tahap awal uji coba produksi pakan mandiri, formulasi yang mereka buat justru mengalami kegagalan. Pelet yang dicetak hancur dan berubah menjadi serbuk ketika ditebar ke kolam sehingga berdampak pada kualitas air. “Mesin vertikal itu membutuhkan tingkat presisi yang tinggi. Saya sempat salah dalam metode pengaturan putaran pisau sehingga pelet tidak bisa memadat dengan sempurna,” kenang Rizky. Kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah. Rizky terus melakukan percobaan, mulai dari menyesuaikan kadar kelembaban adonan hingga melakukan kalibrasi mesin secara berulang. Hingga akhirnya, upaya tersebut membuahkan hasil ketika mesin berhasil menghasilkan butiran pelet yang padat dan berkualitas. Keberhasilan memproduksi pakan mandiri menjadi titik balik bagi kelompok budidaya lele Sei Manasib. Biaya operasional yang sebelumnya membebani kini dapat ditekan secara signifikan, sementara kualitas nutrisi pakan tetap terjaga. Tidak berhenti pada inovasi pakan, Rizky juga mulai mengembangkan strategi pemasaran kelompok. Ilmu tata niaga yang ia pelajari kemudian diaplikasikan untuk membuka jalur distribusi langsung ke Dapur SPPG dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hasilnya, satu siklus produksi kelompok mampu menghasilkan sekitar 2,3 ton lele, dengan 519 kilogram di antaranya terserap langsung untuk kebutuhan program penyediaan pangan bergizi. Dalam tiga bulan terakhir, kelompok ini berhasil membukukan omzet hingga Rp32 juta. Perubahan tersebut perlahan menghapus rasa minder yang sebelumnya membayangi para pembudidaya. Kini mereka berdiri lebih percaya diri sebagai kelompok usaha masyarakat yang produktif dan mandiri, sekaligus menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan lokal. Manager CID Regional 1 PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan keberhasilan Pokdakan Lele Sei Manasib menunjukkan bagaimana program pemberdayaan masyarakat dapat menciptakan dampak ekonomi yang nyata apabila dijalankan secara konsisten dan berbasis potensi lokal. Menurutnya, PHR akan terus mendorong hadirnya program-program yang mampu memperkuat kapasitas masyarakat agar lebih mandiri dan berdaya saing. “PHR berkomitmen untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun penguatan kapasitas kelompok usaha lokal. Kami percaya, kemandirian masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan,” ucapnya. Ia menambahkan dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan terhadap operasional industri hulu migas memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional. “Kami mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus mendukung kelancaran operasional industri hulu migas. Dukungan tersebut sangat penting dalam menjaga keberlanjutan operasi dan ketahanan energi nasional, di mana PHR menjadi salah satu penopang utama produksi migas Indonesia,” jelasnya. Kini, bagi Rizky, kolam lele bukan lagi sekadar tempat mencari penghidupan. Di balik air kolam yang tenang, tumbuh keyakinan baru bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari perjuangan. “Air di kolam boleh saja menyusut saat kemarau panjang, tetapi tekad kami untuk mandiri tidak akan pernah ikut mengering. Dari keterbatasan, kami belajar bahwa selalu ada jalan bagi orang-orang yang mau terus berusaha dan tidak menyerah,” tandasnya. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Beton Precast Foam Concrete dari Campuran Sawit Hasil Inovasi Riset BPDP dan Universitas SK
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Universitas Syiah Kuala (SK), lahir inovasi riset yang dikembangkan, yakni material konstruksi berbasis perkebunan, berupa Beton Precast Foam Concrete berbasis sawit. Produk ini memanfaatkan turunan kelapa sawit sebagai bagian dari komposisi foam concrete, menghasilkan beton ringan yang tetap kuat, efisien, serta lebih ramah lingkungan. Inovasi ini tak terbayangkan sebelumnya, dan menjadi langkah nyata tingkatkan nilai tambah komoditas sawit, tidak hanya sebagai sumber pangan dan energi, tetapi sebagai solusi di sektor konstruksi. Dari sisi pemanfaatan, beton pracetak ini dirancang untuk mendukung pembangunan yang cepat dan praktis. Bobotnya ringan memudahkan distribusi dan pemasangan di lapangan, sekaligus memberikan efisiensi dalam proses konstruksi. Karakteristik tersebut menjadikannya alternatif material yang potensial untuk berbagai kebutuhan pembangunan modern. Proses pembuatannya diawali dengan produksi busa menggunakan foam agent (merek dagang: FoaMac) yang dikembangkan dalam penelitian. Bahan ini dicampurkan dengan air dan diproses melalui foam generator untuk menghasilkan busa dengan densitas terkontrol. Busa tersebut kemudian dicampurkan dengan pasta semen yang terdiri dari semen, air, serta agregat halus atau bahan substitusi biomassa sawit seperti clinker boiler. Seluruh bahan diolah secara homogen menggunakan cement mixer hingga mencapai densitas target sekitar 1,2–1,4 g/cm³. Terus, campuran dituangkan ke dalam cetakan untuk membentuk bata foam atau panel pracetak, lalu melalui proses curing hingga mencapai kekuatan yang diinginkan. Guna monitoring dan evaluasi terhadap capaian program penelitian dan pengembangan industri beton ringan ini, tim Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) melakukan kunjungan lapangan ke Lambaro, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Selasa (5/5) lalu. Kunjungan tersebut diwakili Prof. Ir. Didiek Hadjar Goenadi, M.Sc., Ph.D bersama tim BPDP, yang meninjau langsung fasilitas produksi bata foam dan precast foam concrete yang telah dibangun dan dioperasikan. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat perkembangan implementasi hasil riset, mencakup pembangunan fasilitas industri, kesiapan teknologi produksi, serta penerapan produk pada konstruksi nyata. Observasi dilakukan secara menyeluruh terhadap alur produksi, mulai dari penyiapan bahan baku, proses pencampuran, hingga tahap pencetakan dan curing. Fasilitas yang dikunjungi merupakan wujud nyata dari kolaborasi riset antara Universitas Syiah Kuala dan BPDP mendorong hilirisasi teknologi pemanfaatan limbah biomassa sawit menjadi material konstruksi bernilai tambah tinggi. Program ini tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi berhasil mengimplementasikannya dalam skala industri. Sebagai luaran strategis, inisiatif ini telah melahirkan dua entitas bisnis, yakni PT Solusi Global Precast yang bergerak di industri bata foam dan precast foam concrete, serta UMKM sebagai pemasok foam agent. Produk yang dihasilkan meliputi bata foam, panel pracetak, penutup drainase, alas jembatan, hingga elemen konstruksi lain yang telah diaplikasikan, termasuk pada rumah contoh ramah gempa. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara BPDP, akademisi, dan industri dalam mengembangkan teknologi berbasis limbah biomassa sawit secara berkelanjutan. Selain itu, hasil monitoring dan evaluasi menjadi dasar untuk penyempurnaan program serta perluasan implementasi industri beton ringan di Indonesia.
Inovasi Riset Perkebunan: BPDP Fasilitasi Pengembangan Traktor Otonom Pemupukan Sawit
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus menunjukkan komitmen dorong inovasi berbasis riset di sektor perkebunan. Di antaranya melalui dukungan pendanaan program Grant Riset Sawit 2024, yang melahirkan teknologi autonomous intermittent fertilizer spreader, hasil kolaborasi tim peneliti INSTIPER bersama PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA). Teknologi ini merupakan traktor otonom yang dirancang khusus untuk kegiatan pemupukan di perkebunan kelapa sawit. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus presisi dalam aplikasi pupuk, yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama di sektor budidaya. Pada peluncuran dan pemaparan hasil riset tersebut, turut hadir Rahmat Widiana, menegaskan pentingnya peran riset aplikatif dalam mendukung transformasi sektor perkebunan. “BPDP melalui program grant riset mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga dapat diimplementasikan langsung di lapangan dan memberikan dampak nyata bagi industri,” ujarnya. Tingkatkan Efisiensi hingga 60 Persen Hasil uji coba menunjukkan, penggunaan traktor otonom ini mampu meningkatkan efisiensi kegiatan pemupukan hingga 60 persen dibandingkan metode konvensional. Selain itu, teknologi ini memungkinkan distribusi pupuk yang lebih tepat sasaran melalui sistem yang telah terintegrasi dengan pengaturan dosis dan pola sebar. Pendekatan berbasis otomatisasi ini dinilai mampu menjawab tantangan keterbatasan tenaga kerja sekaligus meningkatkan produktivitas kebun secara keseluruhan. Pengembangan teknologi ini hasil kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku industri, yang menjadi salah satu fokus utama dalam skema Grant Riset BPDP. Sinergi ini memungkinkan proses riset berjalan lebih adaptif terhadap kebutuhan di lapangan serta mempercepat proses hilirisasi inovasi. Selain meningkatkan efisiensi, teknologi ini juga mendukung praktik perkebunan berkelanjutan melalui penggunaan input yang lebih terukur dan minim pemborosan. Komitmen BPDP Pada Inovasi Melalui program Grant Riset Sawit, BPDP secara konsisten mendorong pengembangan teknologi yang mampu meningkatkan daya saing sektor perkebunan nasional. Inovasi seperti traktor otonom ini menjadi contoh konkret bagaimana dukungan pendanaan riset dapat menghasilkan solusi yang berdampak langsung bagi industri. Ke depan, BPDP berharap semakin banyak riset-riset unggulan yang tidak hanya berhenti pada tahap penelitian, tetapi juga dapat diimplementasikan secara luas dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Dengan dukungan yang berkelanjutan, sektor perkebunan diharapkan mampu bertransformasi menjadi lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Workshop and Conference UMKM Sawit Jogja 2026: Sarana BPDP Bangun Inovasi Citra Positif Sawit
Yogyakarta, katakabar.com - Workshop and Conference UMKM Sawit Jogja 2026 Dalam Mendukung Ketahanan dan Energi, yang digelar di pekan keempat April 2026 lalu, sarana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) membangun inovasi dan citra positif kelapa sawit. Kegiatan yang dikemas lewat workshop dan konferensi mampu menarik peserta ini terlaksana hasil dari kolaborasi dengan dengan AKPY STIPER. "Kelapa sawit komoditas unggulan memiliki manfaat luas, tidak hanya sebagai sumber energi, tetapi sebagai bahan pangan dan produk turunan bernilai tinggi," tegas Direktur AKPY STIPER, Sri Gunawan. Menurutnya, pemahaman menyeluruh mengenai agribisnis sawit dari hulu hingga hilir menjadi hal wajib, khususnya bagi mahasiswa penerima beasiswa BPDP. “Seluruh mahasiswa, khususnya penerima beasiswa BPDP, harus memahami potensi besar agribisnis sawit. Tidak hanya dari sisi produksi, tetapi peluang kewirausahaan yang dapat dikembangkan guna mendukung kemandirian pangan dan energi," jelasnya. Worshop ini bertujuan untuk mewujudkan kemandirian pangan dan energi berbasis UMKM sawit. Hal ini dilakukan melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan pelaku UMKM, mendorong hilirisasi serta inovasi produk berbasis pangan dan energi, serta memperkuat kelembagaan dan jejaring bisnis baik secara konvensional maupun digital. Rangkaian kegiatan workshop dan konferensi membahas kebijakan dan strategi hilirisasi sawit berbasis UMKM, workshop teknis berupa pelatihan pengolahan produk pangan, energi, oleokimia, oleofood serta pemasaran digital, hingga expo dan networking yang menampilkan produk UMKM sawit sekaligus memperluas jejaring bisnis antara pelaku usaha, perusahaan, dan pemerintah. Perkuat citra positif sawit sebagai rangkaian Workshop dan Konferensi UMKM Sawit Jogja 2026 menjadi salah satu penguat utama arah kegiatan. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menyatakan kegiatan ini bukan sekadar forum peningkatan kapasitas pelaku usaha, tetapi juga bagian dari strategi komunikasi publik yang lebih luas. “Kegiatan workshop dan konferensi UMKM Sawit Jogja 2026 implementasi dari program promosi BPDP yang memiliki mandat untuk membangun narasi positif industri kelapa sawit di tengah berbagai tantangan persepsi publik,” terangnya, via online (zoom meeting). Pada konteks tersebut, kata Helmi, BPDP menjalankan fungsi kampanye positif (positive campaign) sebagai upaya menyeimbangkan bahkan melawan berbagai kampanye negatif (black campaign) yang kerap muncul terhadap komoditas sawit. Ditegaskan Helmi, pendekatan yang dilakukan tidak lagi hanya bersifat top-down atau berbasis institusi semata, tetapi juga melibatkan langsung pelaku usaha kecil, menengah, dan koperasi (UKMK) sebagai aktor utama di lapangan. Melalui workshop ini, sambungnya, peserta tidak hanya dibekali pengetahuan teknis dan peluang usaha berbasis produk turunan sawit, tetapi juga didorong untuk memahami posisi strategis mereka dalam ekosistem industri sawit nasional. “Ketika UMKM merasakan langsung manfaat ekonomi dari sawit baik melalui produk pangan, energi, maupun turunan lainnya, maka secara alami mereka akan menjadi bagian dari narasi besar industri ini,” imbuhnya Untuk itu, harap Helmi, pelaku UMKM tidak hanya menjadi produsen atau pelaku ekonomi, tetapi juga berperan sebagai advokat yang mampu menyampaikan cerita positif tentang sawit kepada masyarakat luas. Itu sebabnya, tambahnya, efektivitas promosi sangat bergantung pada pengalaman nyata yang dirasakan pelaku usaha. Jegiatan seperti workshop dan konferensi ini dirancang untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan mulai dari akademisi, pemerintah, hingga pelaku usaha agar tercipta pemahaman yang utuh dari hulu hingga hilir.
STT 2026: Konferensi Inovasi Global Terbesar di Asia Dorong Kota Berkelanjutan Lewat Teknologi Tinggi
Tokyo, katakabar.com - Pemerintah Metropolitan Tokyo bakal gelar “SusHi Tech Tokyo 2026,” salah satu konferensi inovasi global terbesar di Asia. Usung konsep “Sustainable Cities through High Technology,” acara ini akan mempertemukan berbagai pelaku inovasi termasuk startup, investor, perusahaan, universitas, dan pemerintah dari seluruh dunia untuk menciptakan aksi dan solusi baru terhadap tantangan global. ■ Detail Acara - Hari Bisnis: 27–28 April 2026 - Hari Publik: 29 April 2026 - Tempat: Tokyo Big Sight (Hall Barat 1–4), Tokyo, Jepang ■ Gambaran Tempat dan Pameran Tempat acara ini akan menampilkan zona pameran yang dinamis, ruang networking, dan area pertemuan bisnis yang dirancang untuk mendorong interaksi dan kolaborasi antar peserta. ■ Skala Terbesar Sepanjang Sejarah SusHi Tech Tokyo 2026 akan diselenggarakan dalam skala terbesar hingga saat ini: - Sekitar 770 startup berpartisipasi dalam pameran - Sekitar 10.000 pertemuan bisnis - Sekitar 60.000 peserta - 158 sesi ■ Sorotan Utama 1. Partisipasi Startup Global Startup dari lebih dari 60 negara dan wilayah akan menampilkan teknologi mutakhir dan ide bisnis melalui pameran serta kompetisi pitch. 2. Platform Open Innovation Area khusus akan menghubungkan perusahaan dan startup, mempercepat kolaborasi dan pengembangan bisnis baru. 3. Pencocokan Bisnis Canggih Sistem berbasis AI dan aplikasi resmi akan memungkinkan pencocokan, penjadwalan pertemuan, serta peluang networking secara efisien. ■ Area Fokus Acara ini akan berfokus pada empat domain utama yang membentuk masa depan kota: - AI – Transisi menuju implementasi di dunia nyata - Robotika – Meningkatkan kolaborasi dan produktivitas manusia - Ketahanan – Mengatasi tantangan iklim dan bencana - Hiburan – Menciptakan pengalaman budaya dan digital baru ■ Konten Pengalaman Masa Depan Pengunjung akan merasakan teknologi mutakhir seperti robotika, VR/XR, drone, dan pencetakan 3D, yang memberikan gambaran imersif tentang kehidupan perkotaan di masa depan. ■ Tujuan “SusHi Tech Tokyo” lebih dari sekadar pameran ini adalah platform inovasi global yang dirancang untuk: - Menciptakan peluang bisnis internasional - Mengatasi tantangan perkotaan dan sosial - Memperkuat ekosistem startup global ■ Visi Masa Depan Melihat ke depan hingga tahun 2032, acara ini bertujuan untuk berkembang menjadi platform inovasi skala kota, menjadikan Tokyo sebagai pusat global di mana inovasi meluas tidak hanya di dalam venue tetapi ke seluruh kota. ■ Ringkasan SusHi Tech Tokyo 2026 menjadi platform unik di mana teknologi, bisnis, dan masyarakat bertemu menghadirkan para pemimpin global untuk bersama-sama menciptakan masa depan kota berkelanjutan.
IA-ITB Kaltim Luncurkan Ganesha Hub Akselerasi Inovasi, Teknologi dan Ekonomi Kreatif
Balikpapan, katakabar.com - Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Kalimantan Timur resmi mengukuhkan kepengurusan baru periode 2026–2031, di Gedung Banua Patra, Balikpapan, Sabtu (11/4) lalu. Prosesi pelantikan ini menandai langkah strategis alumni Ganesha awal peningkatan ekonomi di Kalimantan Timur melalui inovasi teknologi. Ketua Umum IA-ITB Pusat, Agustin Peranginangin (Sipil '94), secara resmi melantik Arafat Bayu Nugroho (Teknik Kimia '94) sebagai Ketua Umum IA-ITB Kaltim. Agustin menekankan alumni ITB harus menjadi motor penggerak utama dalam mendukung transisi energi dan pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Timur. Fokus utama kepengurusan di bawah kepemimpinan Arafat Bayu Nugroho, yang juga menjabat sebagai Direktur Operasi PT Kilang Pertamina Balikpapan, adalah pengembangan Ganesha Hub. Program ini dirancang sebagai ekosistem kewirausahaan yang memanfaatkan keahlian alumni di bidang teknologi dan kreativitas. "Kita harus menyiapkan kemandirian ekonomi Kaltim pasca era migas dan batu bara. Ganesha Hub hadir untuk mendorong ekonomi kreatif dan teknologi digital agar memiliki daya saing global," ujar Arafat dalam sesi wawancara usai pelantikan. Selain fokus pada kemandirian ekonomi, IA-ITB Kaltim juga mengusung dua pilar strategis lainnya: * Pemberdayaan SDM Lokal: Memberikan kontribusi nyata bagi putra-putri daerah Kaltim yang menempuh studi di ITB agar kembali membangun daerahnya. * Sinergi Konektivitas: Membangun database dan jaringan komunikasi yang solid antar alumni di seluruh wilayah Kaltim guna mendukung kolaborasi profesional. IA-ITB Kaltim membuka pintu kerja sama bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) nasional maupun daerah untuk bersinergi dalam program kemandirian ekonomi ini. Dengan semangat "In Harmonia Progressio," organisasi ini optimis menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan ekosistem bisnis yang inovatif di Bumi Etam. Bagi pihak yang tertarik untuk berkolaborasi atau mengetahui lebih lanjut mengenai program Ganesha Hub, informasi lengkap tersedia melalui laman https://www.iaitbkaltim.com/ atau melalui email resmi [email protected].
Aktivasi Dupoin Futures Tampilkan Inovasi Trading Basis Teknologi di CFD FX Sudirman
Jakarta, katakabar.com - Aktivasi brand PT Dupoin Futures Indonesia di kawasan Car Free Day (CFD) FX Sudirman, Jakarta, Minggu (5/4) lalu berhasil menarik ratusan pengunjung. Kegiatan yang dikemas secara interaktif ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan edukasi finansial yang lebih dekat, mudah diakses, sekaligus berbasis teknologi. Sekitar 500 orang tercatat mengunjungi booth Dupoin Futures selama kegiatan berlangsung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 300 pengunjung aktif berpartisipasi dalam berbagai aktivitas, mulai dari permainan interaktif, kuis ringan, hingga demo platform trading. Antusiasme pengunjung terlihat dari tingginya minat untuk mencoba simulasi trading, serta berdiskusi langsung dengan tim Dupoin Futures. Berlokasi di area strategis depan FX Sudirman, booth ini menjadi pusat interaksi antara perusahaan dan masyarakat. Salah satu daya tarik utama kegiatan ini adalah hadirnya fasilitas simulasi trading berbasis smart TV LED touch-screen yang terhubung langsung dengan platform Dupoin. Melalui teknologi ini, pengunjung dapat merasakan pengalaman trading secara real-time dengan tampilan yang lebih interaktif dan mudah dipahami. Pendekatan ini menjadi inovasi tersendiri, mengingat metode edukasi berbasis perangkat layar sentuh seperti ini masih jarang digunakan oleh perusahaan pialang berjangka dalam aktivitas publik. Kolaborasi dengan Tidra Shoe Care turut menambah daya tarik kegiatan. Melalui kerja sama tersebut, Dupoin Futures menyediakan layanan pembersihan sepatu gratis bagi pengunjung yang berpartisipasi dalam aktivitas di booth. Program ini disambut positif dan memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung di tengah suasana Car Free Day. Sebagai bentuk apresiasi, Dupoin Futures juga membagikan berbagai merchandise kepada pengunjung, di antaranya sandal, topi, payung, notebook, tumbler, hingga kaos kaki. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan daya tarik sekaligus memperkuat kedekatan dengan masyarakat. Head of Marketing PT Dupoin Futures Indonesia, Taufan, menyampaikan kegiatan ini bagian dari strategi perusahaan untuk menghadirkan pendekatan yang lebih relevan dan inovatif. “Kami melihat Car Free Day sebagai momentum yang tepat untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. Melalui pendekatan berbasis teknologi yang interaktif, kami ingin memperkenalkan trading berjangka dengan cara yang lebih mudah dipahami sekaligus mendorong peningkatan literasi finansial,” jelasnya. Lewat kegiatan ini, kata Taufan, Dupoin Futures berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap industri perdagangan berjangka yang legal dan teregulasi. Pemanfaatan teknologi interaktif dinilai mampu membantu masyarakat memahami konsep investasi secara lebih praktis, sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang lebih modern dan aplikatif.