Dari Lubang Tambang Jadi Kawasan Hijau: Reklamasi Jadi Instrumen Pemulihan Ekologi Lingkungan
Lingkungan
Kemarin

Dari Lubang Tambang Jadi Kawasan Hijau: Reklamasi Jadi Instrumen Pemulihan Ekologi

Jakarta, katakabar.com - Reklamasi dan pemulihan lingkungan kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari praktik pertambangan berkelanjutan. Bagi perusahaan-perusahaan anggota Grup MIND ID, reklamasi tidak lagi dipandang sebagai kewajiban administratif setelah kegiatan tambang berakhir, melainkan sebagai upaya memulihkan fungsi ekologis kawasan sekaligus menciptakan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Melalui berbagai program restorasi lahan, rehabilitasi ekosistem, konservasi biodiversitas, hingga pengembangan tanaman energi, perusahaan-perusahaan tambang anggota Grup MIND ID berupaya menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan. Di ANTAM, reklamasi diposisikan sebagai instrumen pemulihan fungsi ekologis jangka panjang. Perusahaan menjalankan program reklamasi dan rehabilitasi secara sistematis dengan tujuan mengembalikan fungsi lingkungan pada area pascatambang agar tetap aman, stabil, dan produktif. Kegiatan tersebut meliputi penataan lahan, pengendalian erosi dan sedimentasi, revegetasi menggunakan spesies lokal, hingga pemantauan kualitas lingkungan secara berkala. ANTAM juga mengintegrasikan program konservasi biodiversitas melalui pemantauan flora dan fauna, rehabilitasi ekosistem sungai, serta perlindungan kawasan bernilai konservasi tinggi di sekitar wilayah operasional. Pada 2025, ANTAM telah menanam lebih dari 195 ribu pohon di area pascatambang maupun kawasan rehabilitasi lainnya. Selanjutny, Bukit Asam atau PTBA mengembangkan inovasi melalui pemanfaatan tanaman kaliandra merah di lahan reklamasi. Tanaman energi tersebut dikembangkan sebagai bahan baku wood pellet untuk program co-firing pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Program ini tidak hanya mempercepat penghijauan lahan pascatambang, tetapi juga mendukung pengurangan emisi karbon melalui substitusi sebagian penggunaan batu bara dengan biomassa. Hingga 2025, PTBA bersama mitra akademik telah melakukan penanaman kaliandra merah di lahan seluas 26,47 hektare dengan lebih dari 240 ribu batang tanaman. Di samping itu, Freeport Indonesia menjadikan pengelolaan biodiversitas sebagai salah satu fokus utama strategi keberlanjutannya. Perusahaan menerapkan berbagai sistem pengelolaan lingkungan yang bertujuan meminimalkan dampak operasional terhadap ekosistem, termasuk pemantauan lingkungan secara berkelanjutan dan pengelolaan tailing sesuai standar yang telah diverifikasi secara internasional. Selain itu, Freeport melakukan penilaian kondisi alam melalui pendekatan empat tahap, mulai dari identifikasi lokasi, evaluasi, asesmen, hingga penyiapan langkah mitigasi guna memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati di wilayah operasionalnya. Sementara, PT Timah menempatkan reklamasi dan restorasi lanskap pascatambang sebagai bagian penting dari strategi keberlanjutan perusahaan. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui revegetasi lahan bekas tambang, tetapi juga rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut. Program yang dijalankan mencakup pembangunan terumbu karang buatan, penanaman mangrove, hingga restocking kepiting sebagai bagian dari pemulihan ekosistem perairan yang terdampak aktivitas pertambangan. Pada 2025, perusahaan mencatat realisasi 100 persen target perawatan reklamasi dan rehabilitasi lingkungan yang telah ditetapkan. Adapun PT Vale Indonesia menempatkan reklamasi dan rehabilitasi kawasan tambang sebagai bagian dari strategi menjaga keberlanjutan sumber daya alam jangka panjang. Perusahaan menjalankan pemulihan lahan melalui revegetasi, pengelolaan keanekaragaman hayati, dan rehabilitasi kawasan terdampak operasi tambang untuk memastikan kawasan yang telah ditambang dapat kembali memiliki fungsi ekologis yang mendukung keseimbangan lingkungan di sekitar wilayah operasi. Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa paradigma industri pertambangan terus berubah. Reklamasi tidak lagi berhenti pada penanaman kembali vegetasi, melainkan berkembang menjadi upaya pemulihan ekosistem yang lebih komprehensif dari konservasi biodiversitas, rehabilitasi kawasan darat dan perairan, hingga pengembangan tanaman energi yang mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan-perusahaan anggota Grup MIND ID membuktikan bahwa kegiatan pertambangan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

Lewat PT RPN, Holding PTPN Hidupkan Kembali Kawasan Heritage P3GI Pusat Edukasi dan Ekonomi Nusantara
Nusantara
Minggu, 07 Juni 2026 | 11:07 WIB

Lewat PT RPN, Holding PTPN Hidupkan Kembali Kawasan Heritage P3GI Pusat Edukasi dan Ekonomi

Pasuruan, katakabar.com -  PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), entitas dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), terus menghidupkan kembali kawasan bersejarah Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) sebagai pusat edukasi dan penggerak ekonomi berbasis heritage. Melalui penataan kawasan cagar budaya dan pengembangan museum gula, PT RPN mendorong pemanfaatan warisan sejarah tidak hanya sebagai objek pelestarian, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran publik dan sumber nilai tambah bagi masyarakat. Upaya tersebut diperkuat melalui kegiatan usung tema “Adaptif Bangunan Gedung Cagar Budaya untuk Mendukung Kesejahteraan Masyarakat” yang digelar melalui sinergi dan kolaborasi bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur di kompleks P3GI, Pasuruan. Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah daerah, akademisi, serta pegiat pelestarian budaya dalam membahas strategi pemanfaatan kawasan heritage secara berkelanjutan. Kepala P3GI, Aris Lukito, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari peran strategis PT RPN sebagai holding knowledge di sektor perkebunan. “Kami ingin P3GI tidak hanya menjadi pusat penelitian, tetapi juga tempat edukasi sejarah dan teknologi gula,” kata Aris. Sejak ditetapkan sebagai cagar budaya Kota Pasuruan pada 2020 dan meningkat menjadi cagar budaya tingkat provinsi pada 2021, kawasan P3GI terus dikembangkan secara bertahap. Sejak 2023, revitalisasi difokuskan pada penguatan fungsi edukasi melalui museum gula serta pengelolaan kawasan berbasis pelestarian. Pengakuan terhadap nilai historis dan intelektual P3GI juga semakin menguat, ditandai dengan arsip sejarahnya yang telah memperoleh pengakuan Memory of the World (MoW) tingkat provinsi dan tengah diajukan ke UNESCO. Pemerintah daerah turut mengapresiasi langkah tersebut. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Agus Budi Darmawan, menyebut P3GI sebagai model pemanfaatan cagar budaya yang produktif. “P3GI menjadi contoh bagaimana bangunan cagar budaya dapat dirawat dan dimanfaatkan untuk edukasi masyarakat serta generasi muda,” jelasnya. Kepala Bidang Cagar Budaya dan Sejarah Disbudpar Jawa Timur, Satria Devi Kurniawan, menegaskan keberhasilan pelestarian terletak pada kemampuannya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Cagar budaya bukan hanya tentang menjaga bangunan lama, tetapi bagaimana kawasan tersebut bisa hidup, bermanfaat, dan mendukung kesejahteraan masyarakat,” ucapnya. Melalui sinergi antara PT RPN, pemerintah, dan para pemangku kepentingan lainnya, kawasan P3GI diharapkan dapat menjadi model nasional dalam pengelolaan heritage yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus menghubungkan warisan masa lalu dengan kebutuhan masa depan.

Holding PTPN Kembangkan Kawasan Bawang Putih Berbasis Konservasi di Jabar Nasional
Nasional
Senin, 01 Juni 2026 | 08:53 WIB

Holding PTPN Kembangkan Kawasan Bawang Putih Berbasis Konservasi di Jabar

Jawa Barat, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), resmi inisiasi penyiapan lahan strategis untuk budidaya bawang putih di Jawa Barat (Jabar) sebagai langkah konkret mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Inisiatif ini dimulai di Perkebunan Teh Gedeh, Cianjur, sebagai tindak lanjut atas instruksi Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Pertanian Amran Sulaiman guna memperkuat kedaulatan pangan nasional. Dalam pelaksanaannya, PTPN I menjalankan mandat ganda yang saling terintegrasi, yakni memenuhi target produksi sayuran nasional sekaligus menjaga amanat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memulihkan fungsi ekologis perkebunan teh sebagai benteng kelestarian lingkungan. Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Denaldy Mulino Mauna saat meninjau langsung Kebun Gedeh, di pekan kedua Mei 2026 lalu, menegaskan integrasi komoditas tersebut dijalankan dengan perhitungan teknis yang presisi. "PTPN I berkomitmen mengakomodasi program swasembada pangan tanpa sedikit pun mengabaikan aspek konservasi. Tanaman teh tetap menjadi bisnis pokok yang harus terlindungi. Budidaya bawang putih di area ini wajib diikuti dengan pengamanan teknis yang ketat agar areal perkebunan tetap terjaga dari risiko erosi," jata Denaldy di hadapan para petani penggarap. Sebagai tahap awal, ujarnya, PTPN I menyiapkan lahan seluas 3 hingga 200 hektare di Kebun Gedeh dengan agenda groundbreaking yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026. Lahan tersebut merupakan area yang masa Perjanjian Kemitraan Masyarakatnya (PMDK) telah berakhir, sehingga kini dioptimalkan untuk mendukung program strategis nasional. Region Head PTPN I Regional 2, Desmanto, menimpali pihaknya telah memetakan tujuh unit perkebunan teh di bawah koordinasi Regional 2. Pemetaan dilakukan guna menjawab target kebutuhan lahan dari Kementerian Pertanian yang mencapai 10.000 hektare di wilayah Jawa Barat. "PTPN I menyadari keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif dan kepercayaan masyarakat lokal," ucapnya. Pada  sesi diskusi di lapangan, Ketua Kelompok Tani, Suhendar, memberikan refleksi atas program serupa yang pernah dijalankan pada 2017–2018 sebagai bahan evaluasi bersama. Menanggapi hal tersebut, manajemen memastikan pola kerja sama kali ini akan jauh lebih terukur, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan. Langkah PTPN I di Kebun Gedeh diharapkan menjadi prototipe bagaimana korporasi negara mampu menyelaraskan kebutuhan pangan nasional dengan upaya menjaga “sabuk hijau” Jawa Barat agar tetap lestari dan bebas dari ancaman bencana alam.

Perkuat Diplomasi Budaya dan Koneksi Masyarakat Kawasan di ASEAN-India Bazaar 2026 Internasional
Internasional
Jumat, 29 Mei 2026 | 09:12 WIB

Perkuat Diplomasi Budaya dan Koneksi Masyarakat Kawasan di ASEAN-India Bazaar 2026

Jakarta, katakabar.com - Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global, hubungan antara ASEAN dan India dinilai justru semakin menemukan relevansinya. Tetapi hubungan tersebut kini tidak hanya dibangun melalui forum diplomatik dan kerja sama formal antarpemerintah, melainkan juga melalui koneksi masyarakat, budaya, hingga ekonomi kreatif yang tumbuh dari komunitas. Semangat itu terlihat di pergelaran ASEAN-India Bazaar 2026 yang digelar di The Westin Jakarta, Sabtu (23/5) lalu. Memasuki tahun kelima pergelaran, acara ini berkembang menjadi ruang pertemuan lintas budaya yang mempertemukan komunitas ASEAN dan India melalui kuliner, seni, UMKM, hingga pertunjukan budaya. Ruang Pertemuan Budaya dan Komunitas Bazar yang diselenggarakan oleh komunitas Indoindians tersebut menghadirkan puluhan tenant dan komunitas dari berbagai negara ASEAN dan India. Di dalam ballroom hotel, pengunjung disuguhi berbagai kuliner khas India dan Asia Tenggara, produk tekstil tradisional, kerajinan tangan, aksesori, dekorasi rumah, produk kecantikan, hingga berbagai brand gaya hidup milik pelaku UMKM dan komunitas diaspora. Selain itu, pertunjukan tari dan musik tradisional turut memeriahkan suasana. Atmosfer yang tercipta lebih menyerupai ruang pertemuan budaya dibanding sekadar pameran komersial. Pengunjung tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga menikmati pengalaman lintas budaya melalui makanan, seni, dan interaksi langsung dengan komunitas dari berbagai negara ASEAN dan India. Founder Indoindians, Poonam Sagar, mengatakan ASEAN-India Bazaar sejak awal memang dirancang bukan hanya sebagai ruang transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai jembatan budaya yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang. “Ini lebih dari sekedar bazar. Ini adalah perayaan hubungan berabad-abad antara India dan Asia Tenggara, tempat budaya, makanan, ide, seni, dan masyarakat bertemu dalam satu ruang,” ujar Poonam. Ia menambahkan setiap pelaku usaha dan produk yang hadir membawa cerita mengenai kreativitas, warisan budaya, serta perjalanan komunitas yang membangun identitas mereka masing-masing. “Saat Anda berjalan di aula ini, Anda tidak hanya melihat produk atau stan. Anda melihat mimpi, kreativitas, keberanian, dan warisan budaya. Setiap pengusaha memiliki cerita dan setiap pengunjung menjadi bagian dari semangat bersama ini,” ucapnya. Poonam juga mengajak para pengunjung untuk mendukung pelaku usaha kecil dan kreator lokal yang terlibat dalam acara tersebut. “Saya mendorong semua orang untuk menemukan sesuatu yang baru, mendukung kreator lokal dan usaha kecil, memulai percakapan, serta merayakan keberagaman,” jelasnya. People-to-People Connectivity Jadi Kunci Pesan mengenai pentingnya people-to-people connectivity menjadi benang merah dalam berbagai sambutan yang disampaikan para diplomat dan pejabat ASEAN yang hadir. Duta Besar India untuk ASEAN, Srinivas Gotru, menerangkan ASEAN-India Bazaar menunjukkan bagaimana hubungan kedua kawasan terus berkembang melalui partisipasi komunitas dan masyarakat. Menurutnya, antusiasme vendor, komunitas, hingga berbagai misi diplomatik yang terlibat menunjukkan hubungan ASEAN dan India kini semakin hidup di tingkat masyarakat. “Ini adalah cara yang sangat baik untuk menghubungkan masyarakat lintas budaya. Kami sangat senang dapat bermitra dan menghadirkan acara ini,” imbuhnya. Ia berharap ASEAN-India Bazaar dapat terus menjadi agenda tahunan yang memperkuat hubungan masyarakat ASEAN dan India ke depan. Sementara, Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menilai kerja sama ASEAN dan India saat ini semakin strategis karena kedua kawasan memiliki kedekatan historis dan geografis yang kuat. Menurutnya, hubungan ASEAN dan India tidak selalu harus bergantung pada pusat-pusat geopolitik global tradisional. “Kita tidak harus selalu melewati New York, London, atau Brussels. Hubungan itu bisa langsung terhubung melalui kawasan kita sendiri,” kata Sandeep Chakravorty. Ia menyebut kerja sama ASEAN dan India kini menjadi simbol bagaimana dua kawasan berkembang bersama melalui budaya, perdagangan, konektivitas masyarakat, dan kolaborasi ekonomi kreatif. ASEAN dan India Dinilai Punya Kedekatan Historis Duta Besar dan Perwakilan Tetap Filipina untuk ASEAN, Evangeline T. Ong Jimenez-Ducrocq, juga menyoroti hubungan panjang antara ASEAN dan India yang menurutnya telah berlangsung selama ratusan tahun melalui pertukaran budaya dan perdagangan. Ia mengatakan ASEAN-India Bazaar memperlihatkan bagaimana hubungan tersebut masih terasa hidup hingga saat ini melalui pengalaman budaya yang dapat dirasakan langsung masyarakat. “Di sini kita melihat warna, rasa, tradisi, dan budaya yang terasa familiar namun tetap unik. Ini menunjukkan bagaimana hubungan ASEAN dan India telah tumbuh selama ratusan tahun,” ulasnya. Menurutnya, hubungan ASEAN dan India saat ini berkembang jauh melampaui sektor perdagangan dan investasi. Kerja sama kedua kawasan kini mencakup inovasi digital, pendidikan, kesehatan, keberlanjutan, hingga pertukaran budaya. Sebagai Ketua ASEAN tahun ini, Filipina disebut terus mendorong kawasan yang lebih people-centered dan inklusif, termasuk melalui penguatan kerja sama dengan India sebagai salah satu mitra strategis utama ASEAN. “Kami percaya koneksi antar masyarakat dapat membuka lebih banyak peluang bagi komunitas, UMKM, industri kreatif, dan generasi muda di kawasan ASEAN maupun India,” bebernya. Diplomasi Tidak Lagi Hanya Dibangun Lewat Forum Formal Pandangan serupa juga disampaikan Dirjen Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, Ina Hagniningtyas Krisnamurthi. Dalam sambutannya, Ina mengatakan diplomasi modern kini tidak lagi hanya dibangun melalui perjanjian dan forum resmi antarpemerintah, tetapi juga melalui interaksi sehari-hari masyarakat. “Diplomasi tidak hanya dibangun melalui pengaruh dan perjanjian. Diplomasi juga tumbuh lewat makanan, tekstil, musik, seni, usaha kecil, dan kebahagiaan sederhana ketika masyarakat saling bertemu,” timpalnya. Bagi Ina, ASEAN-India Bazaar memperlihatkan bagaimana hubungan antar kawasan dapat tumbuh secara lebih membumi melalui budaya dan koneksi sosial masyarakat. Pengalamannya pernah bertugas di India juga membuat ia melihat kedekatan Indonesia dan India tidak hanya hadir dalam hubungan diplomatik, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakatnya. “Hubungan seperti ini dibangun melalui koneksi sehari-hari antarmasyarakat. Itu yang menjadi fondasi hidup dari kemitraan strategis ASEAN dan India,” tuturnya. Ketahanan Kawasan Dinilai Harus Dibangun Bersama Wakil Sekjen Komunitas Ekonomi ASEAN, Satvinder Singh, mengatakan hubungan ASEAN dan India saat ini memasuki fase baru yang jauh lebih strategis. Menurutnya, ASEAN dan India kini tidak hanya menjadi mitra ekonomi, tetapi juga co-creators of growth bagi kawasan dan dunia. “Kami mewakili lebih dari dua miliar penduduk. Kerja sama kami mencakup perdagangan, investasi, ekonomi digital, konektivitas, keberlanjutan, dan inovasi,” kata Satvinder Singh. Ia juga menyinggung meningkatnya risiko global mulai dari gangguan rantai pasok, ketegangan ekonomi, hingga perubahan iklim yang membuat hubungan antar kawasan perlu dibangun di atas kemitraan yang saling percaya. “Di tengah berbagai ketidakpastian global, ini adalah momen bagi kita untuk memperkuat integrasi ekonomi, membangun rantai pasok yang lebih tangguh, dan memastikan kawasan kita tetap terhubung,” kupasnya. Menurut Satvinder, acara seperti ASEAN-India Bazaar memiliki makna simbolik yang besar karena menunjukkan bagaimana hubungan ASEAN dan India sejak awal memang dibangun melalui pertukaran budaya, perdagangan, dan interaksi masyarakat.

'Level Up Ramadan', Dupoin Futures Berbagi Takjil di Kawasan Stasiun Sudirman Nasional
Nasional
Jumat, 20 Maret 2026 | 14:00 WIB

'Level Up Ramadan', Dupoin Futures Berbagi Takjil di Kawasan Stasiun Sudirman

Jakarta, katakabar.com - PT Dupoin Futures Indonesia menggelar kegiatan berbagi usung “Level Up Ramadan” di kawasan Dukuh Atas atau Stasiun Sudirman, Jakarta, Rabu (11/3) sore lalu. Kegiatan yang berlangsung menjelang waktu berbuka puasa ini sasar para pengguna transportasi umum, pekerja kantoran, serta masyarakat yang masih berada di perjalanan saat jam pulang kerja. Sejumlah perwakilan perusahaan tampak membagikan takjil kepada para pejalan kaki dan penumpang yang melintas di salah satu titik mobilitas tersibuk di ibu kota tersebut. Kawasan Dukuh Atas sendiri dikenal sebagai simpul transportasi yang menghubungkan berbagai moda, seperti KRL, MRT, dan TransJakarta, sehingga menjadi lokasi strategis untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas. Program ini bagian dari inisiatif perusahaan dalam menyemarakkan bulan Ramadan melalui kegiatan sosial yang sederhana namun relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan. Mengusung tema “Berbagi Manisnya Ramadan di Perjalanan Pulangmu bersama Dupoin”, kegiatan ini mencoba menghadirkan momen kebersamaan di tengah kesibukan warga Jakarta. Di tengah padatnya aktivitas menjelang berbuka puasa, tak sedikit masyarakat yang belum sempat tiba di rumah saat azan Magrib berkumandang. Kondisi ini menjadikan pembagian takjil di titik-titik transportasi publik sebagai salah satu bentuk kepedulian yang dinilai tepat sasaran. Selain membantu memenuhi kebutuhan berbuka, kegiatan ini juga menghadirkan interaksi langsung antara perusahaan dan masyarakat. Perwakilan tim Dupoin Futures menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus memberikan kontribusi positif, tidak hanya melalui layanan finansial, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang berdampak langsung. “Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan sedikit kebahagiaan bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa,” ujar perwakilan tim Dupoin Futures. Kegiatan “Level Up Ramadan” menjadi salah satu dari rangkaian program Ramadan yang dijalankan perusahaan tahun ini. Dengan melibatkan langsung tim di lapangan, kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai aksi berbagi, tetapi juga sebagai sarana membangun interaksi dan memperkuat nilai kebersamaan. Ke depan, perusahaan menyatakan akan terus menghadirkan program serupa sebagai bagian dari kontribusi berkelanjutan kepada masyarakat, khususnya pada momen-momen penting seperti Ramadhan.

Drone Thermal Perkuat Pengawasan Kawasan Industri di Indonesia Tekno
Tekno
Kamis, 05 Februari 2026 | 10:09 WIB

Drone Thermal Perkuat Pengawasan Kawasan Industri di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Pengawasan keamanan di kawasan industri sering menghadapi tantangan, terutama pada kondisi visibilitas rendah seperti malam hari, kabut, atau hujan. Metode pengawasan konvensional terkadang sulit menjangkau area luas atau medan yang menantang, sehingga potensi risiko intrusi sulit dideteksi secara dini. Di Indonesia, Halo Robotics memperkenalkan DJI Dock 3, sistem pengawasan otomatis yang dikombinasikan dengan drone thermal Matrice 4TD. “Sistem ini memungkinkan tim keamanan memantau area perimeter secara otomatis dan real-time, sehingga potensi intrusi atau aktivitas mencurigakan dapat terdeteksi lebih cepat,” ujar Halo Robotics, distributor DJI Enterprise di Indonesia. Drone thermal M4TD mampu mendeteksi pergerakan kendaraan di lokasi minim cahaya atau sulit dijangkau. Data dikirim secara langsung ke tim keamanan, memungkinkan respons lebih cepat sekaligus mengurangi risiko operasional di lapangan. Pendekatan ini sangat relevan untuk sektor industri di Indonesia, termasuk pertambangan, migas, dan perkebunan skala besar, di mana pengawasan manual sulit dilakukan dan berisiko. Dengan pemantauan otomatis, perusahaan dapat meningkatkan akurasi pengawasan, menjaga keamanan aset, dan memaksimalkan keselamatan operasional. Pemanfaatan drone thermal menunjukkan bagaimana teknologi dapat mendukung pengawasan industri yang lebih adaptif, responsif, dan berbasis data, sejalan dengan kebutuhan keamanan modern di lapangan.

Sucofindo Perkuat Penilaian Kawasan Berkelanjutan, PIB College Diganjar Platinum Greenship Neighborhood Nasional
Nasional
Sabtu, 24 Januari 2026 | 07:00 WIB

Sucofindo Perkuat Penilaian Kawasan Berkelanjutan, PIB College Diganjar Platinum Greenship Neighborhood

Denpasar, katakabar.com - PT Suconfindo (Persero) kembali menegaskan perannya sebagai lembaga independen penilai kesesuaian dalam mendukung penerapan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Melalui proses penilaian dan verifikasi yang dilakukan sesuai standar Green Building Council Indonesia (GBCI), Kawasan Politeknik International Bali (PIB College) resmi meraih predikat Platinum dalam Sertifikasi Greenship kategori Neighborhood versi 1.1 untuk bangunan non-office. Sertifikasi Greenship merupakan sistem penilaian bangunan hijau yang menilai perencanaan dan pengelolaan kawasan secara komprehensif, meliputi aspek efisiensi energi dan air, pengelolaan lingkungan, hingga dampak sosial dan ekonomi. Dalam skema ini, PT Sucofindo berperan sebagai lembaga penilai dan verifikator independen yang memastikan seluruh kriteria keberlanjutan diterapkan secara objektif dan terukur. Kepala PT Suconfindo (Persero) Cabang Denpasar, Rusdi Palureng, menyampaikan bahwa pencapaian predikat Platinum ini menunjukkan keberhasilan penerapan prinsip keberlanjutan kawasan yang dinilai secara menyeluruh dan konsisten melalui proses sertifikasi yang kredibel. “Sebagai Lembaga Pemeriksa Kesesuaian, Sucofindo berkomitmen mendampingi berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan, dalam memastikan penerapan prinsip keberlanjutan berjalan sesuai standar nasional dan internasional. Sertifikasi ini menjadi bukti pengelolaan kawasan pendidikan dapat memberikan nilai tambah lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berimbang,” ujar Rusdi Palureng. Dalam proses penilaian yang dilakukan oleh PT Sucofindo, Kawasan PIB College menunjukkan kinerja unggul pada sejumlah kategori utama, antara lain Innovation and Future Development (IFD), Land Ecological Enhancement (LEE) melalui penyediaan ruang terbuka hijau, Water Management and Conservation (WMC) melalui sistem pengelolaan air terintegrasi, serta Solid Waste Management (SWM) melalui penerapan pengelolaan daur hidup sampah dan upaya pengurangan sampah berkelanjutan. Selain itu, pada aspek sosial dan budaya, PT Sucofindo menilai penerapan Community Wellbeing Strategy (CWS) di Kawasan PIB College melalui peningkatan kepedulian sivitas akademika terhadap konsep keberlanjutan serta pelestarian dan penguatan budaya lokal. Sementara pada kategori Building and Energy (BAE), penerapan bangunan hijau tercermin dari efisiensi dan konservasi energi, pemanfaatan energi terbarukan, serta upaya pengurangan polusi cahaya dan kebisingan. “Nilai tertinggi diperoleh pada kategori Movement and Connectivity (MAC) dengan penerapan universal movement, seperti prioritas fasilitas pejalan kaki dan pesepeda yang ramah difabel, serta keterhubungan kawasan dengan moda transportasi umum. Hal ini menunjukkan bahwa keberlanjutan kawasan juga harus menjawab aspek mobilitas dan inklusivitas,” timpal Rusdi Palureng. Direktur PIB College, Anastasia Sulistyawati, mengapresiasi peran PT Sucofindo dalam proses sertifikasi kawasan kampus tersebut. Menurutnya, penilaian yang dilakukan secara profesional menjadi faktor penting dalam mewujudkan kawasan pendidikan berkelanjutan. “Diraihnya sertifikasi Greenship Platinum ini tidak terlepas dari peran Sucofindo sebagai mitra independen yang memastikan setiap tahapan pengelolaan kawasan kami selaras dengan prinsip keberlanjutan. Capaian ini memperkuat komitmen kami untuk terus mengembangkan kawasan pendidikan yang berkelanjutan, tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kami percaya bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam mendorong praktik keberlanjutan di masa depan,” tutur Anastasia Sulistyawati. Lebih lanjut, Rusdi Palureng, menegaskan pencapaian ini sejalan dengan komitmen Sucofindo dalam mendukung agenda Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) melalui layanan sertifikasi, verifikasi, dan assurance yang andal.

Ruko Americano, Peluang Investasi Baru di Kawasan Komersial Metland Menteng Semakin Tumbuh Lingkungan
Lingkungan
Rabu, 07 Januari 2026 | 16:35 WIB

Ruko Americano, Peluang Investasi Baru di Kawasan Komersial Metland Menteng Semakin Tumbuh

Jakarta, katakabar.com - PT Metropolitan Land Tbk (Metland) kembali menghadirkan produk komersial terbaru di Metland Menteng melalui peluncuran Ruko Americano, setelah mencatat keberhasilan penjualan Ruko Conifera. Kehadiran Ruko Americano menjadi jawaban atas tingginya minat masyarakat terhadap ruko di kawasan Metland Menteng yang terus berkembang dan semakin ramai aktivitas. Ruko Americano berlokasi strategis di main boulevard Metland Menteng, dan berada tepat bersebelahan dengan area olahraga padel, pickleball dan tenis yang saat ini menjadi magnet aktivitas dan gaya hidup. Keberadaan fasilitas olahraga tersebut mendorong tingginya pergerakan orang di kawasan, sehingga menciptakan peluang bisnis yang menjanjikan bagi pelaku usaha maupun investor. “Melihat perkembangan kawasan komersial Metland Menteng yang semakin hidup, kami melihat minat masyarakat terhadap ruko terus meningkat, baik untuk usaha sendiri maupun sebagai instrumen investasi. Ruko Americano kami hadirkan dengan konsep yang lebih fleksibel dan lokasi yang sangat strategis untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Lily Nurlita, General Manager Metland Menteng. Dari sisi desain, cerita Lily, Ruko Americano menawarkan keunggulan berupa extended façade dengan ketersediaan lahan sekitar lima meter di bagian depan yang dapat dibangun kembali untuk memperluas area usaha. "Bangunan ruko terdiri dari tiga lantai, lantai tiga telah dilengkapi dak rooftop sehingga memberikan fleksibilitas pemanfaatan ruang. Ruko Americano hadir di atas luas tanah 5x20 meter persegi, dengan dua pilihan tipe bangunan, yaitu tipe 5x10 meter persegi dengan luas bangunan 117 meter persegi dan tipe 5x12 meter persegi dengan luas bangunan 148 meter persegi," jelasnya. Kawasan komersial Metland Menteng saat ini telah didukung berbagai tenant dan fasilitas penunjang seperti Kampung Kecil, FamilyMart, Tomoro Coffee, Kopi Kenangan, DIUBUD Coffee. Ke depan, kawasan ini akan semakin lengkap dengan rencana kehadiran tenant Shabu Hachi dan Solaria pada awal tahun 2026, yang diyakini akan semakin meningkatkan daya tarik kawasan. “Dengan dukungan fasilitas yang terus bertambah dan aktivitas kawasan yang semakin ramai, Ruko Americano memiliki potensi besar sebagai peluang bisnis jangka panjang. Keberadaannya di main boulevard menjadikan ruko ini memiliki visibilitas tinggi dan arus pengunjung yang stabil,” tambah Lily. Ruko Americano dipasarkan dengan harga mulai dari Rp4 miliaran dan saat ini dilengkapi dengan program promo menarik berupa free AC sebanyak lima unit untuk periode tertentu. Peluncuran ruko ini juga menegaskan komitmen Metland dalam menghadirkan produk yang pasti dibangun dan tepat waktu. “Komitmen kami tidak hanya pada perencanaan, tetapi juga pada realisasi pembangunan. Keberhasilan serah terima Ruko Conivera melalui program PPN DTP hingga akhir tahun menjadi bukti bahwa Metland Menteng konsisten membangun tepat waktu dan memberikan kepastian bagi konsumen,” sebut Lily. Dengan pengembangan kawasan yang dilakukan secara berkelanjutan, Metland Menteng terus memperkuat posisinya sebagai kawasan terpadu yang tumbuh bersama aktivitas penghuninya, sekaligus menghadirkan produk komersial yang relevan dengan kebutuhan pasar. Tentang Metland Menteng Metland Menteng merupakan sebuah hunian lingkungan hijau dan asri dengan konsep Smart Eco Living yang sangat nyaman berlokasi di Cakung, Jakarta Timur. Lokasi strategis menjadi salah satu daya tarik utama Metland Menteng. Terletak dekat dengan tol JORR dan tol Kelapa Gading - Pulogebang, yang mudah menjangkau pusat kota Jakarta hanya dalam waktu 15 menit. Selain itu, MRT fase 3 juga direncanakan akan melintasi kawasan ini. Selain lokasi yang Metland Menteng juga dekat dengan berbagai fasilitas sekitar, seperti dekat dengan AEON Mall Cakung dan IKEA Cakung. Metland Menteng dikelilingi oleh fasilitas area seperti pendidikan unggulan, rumah sakit, club house seluas 1.200 meter persegi yang di dalamnya terdapat kolam renang, pusat kebugaran (gym) dan ruang sauna, hingga pusat perbelanjaan pilihan. Di dalam area juga terdapat taman rekreasi air, hutan kota, jogging track, lapangan futsal dan bulu tangkis. Berbagai pilihan moda transportasi pendukung disekitar tentunya semakin mempermudah aktivitas dan mobilitas penghuni.

Metland Kertajati Perkuat Pengembangan Kawasan Rebana Metropolitan Lingkungan
Lingkungan
Rabu, 24 Desember 2025 | 16:39 WIB

Metland Kertajati Perkuat Pengembangan Kawasan Rebana Metropolitan

Kertajati, katakabar.com - Kawasan Cirebon-Patimban-Kertajati (Rebana) Metropolitan kini berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat, ditandai dengan percepatan pembangunan infrastruktur, tumbuhnya kawasan industri, serta meningkatnya minat investor berkat posisi strategisnya. Hadirnya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, perluasan konektivitas tol dan perencanaan terpadu pemerintah memperkuat proyeksi Rebana sebagai poros ekonomi dan industri masa depan. Tercatat ada 36 tenant industri di Kawasan Rebana dengan nilai investasi hingga kuartal III tahun 2025 mencapai lebih dari Rp25 triliun, lebih tinggi dibanding tahun 2024. Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Rebana, Helmi Yahya, menyampaikan paparan saat kegiatan Media Gathering Metland Kertajati di pertengahan Desember 2025 lalu, Kawasan Rebana mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari angka Jawa Barat maupun nasional, pada triwulan III tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Rebana mencapai 5,53 persen. “Majalengka salah satu daerah yang paling pesat perkembangan pembangunannya, laju pertumbuhan ekonomi triwulan III 2025 (YoY) mencapai 8,07 persen, tertinggi kedua di Rebana, dan menyerap 18.933 tenaga kerja hingga triwulan III tahun 2025, tertinggi di Rebana,” jelas Helmi Yahya. Sejalan dengan perkembangan tersebut, Metland pada akhir tahun 2024 lalu memperkenalkan Metland Kertajati sebagai kawasan hunian dan komersial modern yang mendukung industri di kawasan Rebana yang semakin berkembang. “Kawasan industri berkembang pastinya memerlukan sarana tempat tinggal baik hunian ataupun hotel untuk long stay guest di sekitar kawasan dan Metland Kertajati menjawab kebutuhan tersebut,' timpal Anhar Sudradjat, Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk dalam sambutannya pada kegiatan media gathering. Kawasan Rebana membutuhkan fasilitas yang tidak hanya mendukung mobilitas dan aktivitas industri, tetapi juga menghidupkan kawasan, kehadiran Metland Kertajati memberikan energi baru bagi pertumbuhan Kawasan Rebana dan menjadi bagian penting dari transformasi wilayah ini menuju pusat ekonomi modern Jawa Barat. Nitik Hening, Direktur PT Metropolitan Land Tbk, memaparkan konsep pengembangan Metland Kertajati yang akan dikembangkan dengan konsep New City yang memadukan hunian, pusat komersial, fasilitas publik seperti hotel, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, ruang terbuka hijau hingga jaringan usaha yang saling terintegrasi. Tahap pertama pembangunan, Metland Kertajati membuka lahan seluas empat hektar dengan nama Sava Terra dengan varian produk rumah, ruko serta rumah kos (rukos) yang saat ini sudah habis terjual. Saat ini sedang dipasarkan Ruko Dharmawangsa, untuk menghidupkan area komersial dan sedang mempersiapkan Cluster Tanasultan, hunian premium. Pilihan luas tanah dari 160m2 s.d 256 m2 yang dibandrol harga mulai Rp2,7 miliar dengan target pasar masyarakat lokal yang menginginkan peningkatan kualitas hidup melalui hunian yang lebih berkelas tanpa harus pindah jauh dari daerah yang sudah mereka kenal. Metland Smara Hotel Pada kesempatan yang sama, Wahyu Sulistio Direktur PT Metropolitan Land Tbk, menyampaikan langkah strategis Metland dalam mengembangkan jaringan bisnis hotel dibawah naungan Metland Hotel Grup (MHG) dengan menggunakan nama Metland pada hotel-hotel yang dikembangkan. Langkah ini diambil dengan tujuan nama Metland menjadi jaminan kualitas dan layanan yang baik serta membangun loyalitas kepada brand Metland. Nomenklatur dibuat berdasarkan bintang mulai dari bintang tiga, bintang empat dan bintang empat plus dan kategori hotel bisnis, resort atau butik. Metland Smara merupakan penamaan hotel berbintang empat kategori hotel bisnis (city). Smara diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti cinta, yang diterjemahkan ke dalam pengalaman menginap yang hangat, ramah dan penuh kenyamanan. “Pemilihan nama Smara sama dengan Venya pada Metland Venya yang sudah beroperasi sebelumnya yang juga diambil dari Bahasa Sansekerta Venya yang artinya dicintai,” jelas Wahyu. Metland Smara Hotel Kertajati yang terlah beroperasi lebih dulu sejak tahun 2021 merupakan bagian dari pengembangan Metland Kertajati. Sesuai kategorinya Metland Smara Hotel Kertajati menargetkan kegiatan MICE dan kebutuhan akomodasi modern bagi korporasi bisnis dan industri Kawasan Rebana yang terus meningkat. Nama Meland Smara akan menjadi nama hotel bintang empat Metland yang akan digunakan pada pengembangan hotel lainnya di berbagai lokasi strategis, termasuk rencana kehadirannya di Bekasi. “Saat ini MHG mengelola enam hotel milik Metland dan segera menjadi delapan hotel dengan seiring dengan proses pembangunan Metland Smara Bekasi dan Metland Marron Tomohon,” sebut Wahyu. Tentang PT Metropolitan land Tbk (Metland) PT Metropolitan Land Tbk (Metland) didirikan pada tahun 1994 dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak Juni 2011. Metland adalah pengembang properti terkemuka dan terpercaya dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di Indonesia. Portofolio Metland saat ini sebanyak 21 proyek, mencakup sembilan proyek perumahan dan proyek komersial yang terdiri dari empat pusat perbelanjaan, enam hotel berbintang, dua apartemen dan gedung perkantoran. Proyek hunian Metland terdiri dari Metland Menteng, Metland Puri, Metland Cyber Puri, Metland Tambun Bekasi, Metland Transyogi, Metland Cileungsi, Metland Cibitung Metland Cikarang dan proyek terbaru yaitu Metland Kertajati. Pusat perbelanjaan meliputi Metropolitan Mall Bekasi, Grand Metropolitan, Metropolitan Mall Cileungsi, dan commercial block One District at Puri dan unit hotel, terdiri dari Hotel Horison Ultima Bekasi, Hotel Horison Ultima Seminyak Bali, Metland Smara Kertajati, Metland Hotel Bekasi, Metland Hotel Cirebon dan Metland Venya Ubud di Bali. Selain itu, Metland juga memiliki properti komersial perkantoran dan apartemen M Gold Tower serta apartemen Kaliana.

Cross Hotels & Resorts dan PT The Cube Group Teken Cross Bali Uluwatu Kawasan Ikonik Pantai Suluban Hotel
Hotel
Rabu, 24 Desember 2025 | 12:49 WIB

Cross Hotels & Resorts dan PT The Cube Group Teken Cross Bali Uluwatu Kawasan Ikonik Pantai Suluban

Bali, katakabar.com – Cross Hotels & Resorts, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki Sono International, dengan antusias umumkan penandatanganan dan pengembangan Cross Bali Uluwatu, sebuah resor upper-upscale yang berani dan berkarakter, berlokasi hanya 200 meter dari Pantai Suluban salah satu ikon selancar dan budaya paling ternama di Bali, dijadwalkan dibuka pada tahun 2028. Pencapaian ini menegaskan komitmen berkelanjutan Cross Hotels & Resorts dalam memperluas portofolionya di Indonesia melalui pengembangan destinasi bermakna yang memadukan desain, budaya, dan kinerja komersial. Dikembangkan PT The Cube Group, pengembang real estate dan perhotelan visioner, proyek ini mencerminkan komitmen senyap terhadap penciptaan nilai jangka panjang, berlandaskan filosofi pengembangan yang berfokus pada komunitas, budaya, dan keberlanjutan nilai aset. Dirancang secara cermat, resor ini mengusung arsitektur bertingkat yang memaksimalkan panorama samudra dan matahari terbenam. Cross Bali Uluwatu akan menghadirkan 120 kamar beserta fasilitas dan amenitas berstandar upper-upscale, membentuk sebuah destinasi terkurasi yang merayakan relaksasi, budaya, dan koneksi melalui pengalaman perhotelan yang berorientasi pada desain. Jihong An, Executive Director Cross Hotels & Resorts, menyampaikan Uluwatu salah satu destinasi paling memikat di Bali, dan Cross Bali Uluwatu merepresentasikan esensi strategi pertumbuhan kami lokasi bermakna, kemitraan yang kuat, serta desain yang memiliki tujuan. Penandatanganan ini menegaskan komitmen kami untuk menghadirkan hotel berkinerja tinggi di pasar yang menyatukan kekayaan budaya dan potensi komersial. "Bersama PT The Cube Group, kami membentuk sebuah destinasi yang relevan bagi wisatawan sekaligus menghadirkan nilai jangka panjang bagi para pemilik," ujarnya. Dauren Nurgaliev, Director & Co-Founder PT The Cube Group, menambahkan kami percaya destinasi istimewa lahir dari tujuan dan keterikatan pada tempat. Setiap karya kami menghormati karakter lanskap setempat sembari menghadirkan nilai berkelanjutan bagi investor. Di Uluwatu di mana warisan budaya dan alam memiliki pengaruh yang begitu kuat kami berkomitmen menciptakan aset yang berakar dan bertahan lama: dibangun dengan niat, dirancang dengan respek, dan diciptakan untuk melampaui generasi. Sementara, Evan Burns, Country Manager – Indonesia Cross Hotels & Resorts, menyatakan Cross Bali Uluwatu adalah perwujudan kuat filosofi Luxury by Design Cross, di mana setiap ruang, detail, dan pengalaman dirancang dengan penuh pertimbangan untuk merefleksikan jiwa destinasi. "Berkolaborasi erat dengan PT The Cube Group, kami menghadirkan resor yang menghormati karakter Uluwatu sekaligus menawarkan perjalanan tamu yang elevated dan selaras budaya. Penandatanganan ini memperkuat komitmen kami di Bali serta ambisi untuk membangun tempat-tempat yang autentik, berjiwa, dan relevan lintas waktu," jelasnya. Cross Hotels & Resorts terus berfokus menghadirkan solusi perhotelan berkinerja tinggi yang melampaui ekspektasi para pemangku kepentingan. Properti ini menjadi tambahan penting bagi portofolio Cross di Indonesia, sekaligus mempertegas perannya sebagai pemain kunci dalam lanskap perhotelan Indonesia yang terus berkembang. Informasi lebih lanjut tersedia di cubebali.com.