Kemitraan
Sorotan terbaru dari Tag # Kemitraan
India dan Indonesia Perkokoh Kemitraan Strategis di Pertemuan Komisi Bersama ke 8 di New Delhi
New Delhi, katakabar.com - India dan Indonesia tegaskan lagi komitmen perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif yang telah menjadi fondasi hubungan kedua negara selama beberapa dekade. Komitmen tersebut mengemuka dalam Pertemuan Komisi Bersama (Joint Commission Meeting/JCM) ke-8 yang digelar di New Delhi, Minggu (7/6). Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono bersama Menteri Urusan Luar Negeri India, Dr. S. Jaishankar, yang pimpin pertemuan. Pertemuan tingkat tinggi ini forum penting untuk evaluasi perkembangan hubungan bilateral sekaligus merumuskan langkah-langkah baru dalam memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis. Kedua negara membahas berbagai isu mulai dari politik, pertahanan dan keamanan, ekonomi digital, perdagangan, kesehatan, energi, konektivitas, pendidikan, hingga hubungan antar masyarakat. Dalam pernyataan bersama yang dirilis, kedua menteri meninjau keseluruhan perkembangan hubungan bilateral di bawah kerangka Kemitraan Strategis Komprehensif India dan Indonesia dan membahas berbagai peluang baru untuk memperdalam kolaborasi di masa mendatang. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya intensitas hubungan kedua negara dalam beberapa tahun terakhir, termasuk setelah kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025 yang dinilai memberikan dorongan baru bagi hubungan bilateral. Hubungan Bilateral Dinilai Alami Kemajuan Signifikan Menteri Urusan Luar Negeri India, Dr. S. Jaishankar mengatakan hubungan India dan Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang kuat dalam beberapa tahun terakhir. “Merupakan suatu kehormatan untuk bersama-sama memimpin Pertemuan Komisi Bersama India–Indonesia ke-8 bersama Menteri Luar Negeri Sugiono. Kemitraan Strategis Komprehensif kita telah mengalami pertumbuhan yang kuat dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Jaishankar. Ia menjelaskan kedua pihak melakukan pembahasan mendalam mengenai berbagai bidang kerja sama yang selama ini menjadi prioritas kedua negara. “Kami mengadakan diskusi substantif mengenai kerja sama politik, pertahanan dan keamanan, maritim dan pelayaran, perdagangan, fintech, kesehatan, farmasi, pupuk, mineral kritis, pariwisata, pendidikan, dan kerja sama budaya,” ujarnya. Menurut Jaishankar, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan kawasan dan isu global yang menjadi kepentingan bersama. “Kami juga bertukar perspektif mengenai perkembangan regional, memajukan koordinasi multilateral, serta memperdalam hubungan India dengan ASEAN,” tambahnya. Momentum Baru Pasca Kunjungan Presiden RI ke India Dalam sambutan pembukaannya, Jaishankar menyoroti pentingnya pertemuan kali ini yang merupakan JCM pertama setelah jeda selama empat tahun. “Pertemuan Komisi Bersama ini berlangsung setelah empat tahun. Saya pikir penting untuk menyadari bahwa selama empat tahun tersebut kita telah membuat kemajuan yang baik dalam hubungan bilateral,” jelasnya. Ia juga mengingat kembali sejumlah capaian penting yang telah memperkuat hubungan kedua negara, termasuk peringatan 75 tahun hubungan diplomatik India dan Indonesia pada tahun 2025. “Kami mendapat kehormatan menyambut Presiden Prabowo dalam kunjungan kenegaraan sekaligus sebagai tamu utama pada perayaan Hari Republik India ke-76 tahun lalu. Ketika saya bertemu dengan Yang Mulia Presiden selama kunjungan tersebut, saya sangat menghargai arahan yang beliau berikan untuk mengembangkan hubungan bilateral kita yang semakin beragam,” ucapnya. Menurutnya, pembicaraan antara Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Prabowo Subianto selama kunjungan tersebut telah memberikan energi baru bagi hubungan kedua negara. “Terdapat diskusi yang sangat produktif antara Perdana Menteri Modi dan Presiden Prabowo selama kunjungan itu dan hal tersebut telah memberikan momentum baru bagi Kemitraan Strategis Komprehensif kita,” ujarnya. Indonesia Tekankan Kerja Sama yang Memberikan Manfaat Nyata Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menegaskan Indonesia memandang India sebagai mitra strategis penting di kawasan Indo-Pasifik dan dunia berkembang. “Senang dapat memimpin bersama Pertemuan Komisi Bersama Indonesia–India ke-8 bersama Dr. S. Jaishankar di New Delhi,” tutur Sugiono. Ia menjelaskan pembahasan kedua negara mencakup berbagai sektor yang memiliki dampak langsung terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. “Kami membahas berbagai prioritas utama dalam Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–India, mulai dari perdagangan dan keamanan maritim hingga konektivitas digital, infrastruktur, kesehatan, serta hubungan antar masyarakat,” kupasnya. Sugiono juga menaruh harapan besar terhadap kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Jakarta yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu mendatang. “Kami menantikan kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Jakarta. Kunjungan tersebut akan menjadi kesempatan penting untuk semakin memperdalam kerja sama dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” imbuh Sugiono. Komitmen Perkuat Koordinasi Regional dan Global Selain membahas hubungan bilateral, kedua menteri juga bertukar pandangan mengenai berbagai perkembangan regional dan internasional. India dan Indonesia sepakat bahwa kerja sama yang lebih erat diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks. Kedua negara kembali menegaskan komitmen untuk meningkatkan koordinasi di berbagai forum regional dan multilateral, termasuk dalam kerangka ASEAN serta berbagai organisasi internasional lainnya. Pertemuan tersebut juga menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pilar utama dalam kebijakan Act East Policy India. Dengan ikatan sejarah dan peradaban yang telah terjalin selama berabad-abad, kedua negara meyakini bahwa hubungan bilateral masih memiliki ruang yang luas untuk terus berkembang. Menutup pertemuan, kedua pihak menyambut positif tren peningkatan hubungan India–Indonesia dan sepakat untuk menyelenggarakan Pertemuan Komisi Bersama berikutnya pada waktu yang akan disepakati bersama dalam waktu dekat. Dengan semakin luasnya cakupan kerja sama, mulai dari keamanan maritim, ekonomi digital, mineral kritis, kesehatan, hingga pertukaran budaya dan pendidikan, India dan Indonesia menunjukkan tekad untuk menjadikan kemitraan strategis mereka sebagai salah satu hubungan bilateral paling penting di kawasan Indo-Pasifik.
Dubes India Anjangsana Ketua MPR RI, Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia-India
Jakarta, katakabar.com - Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, melakukan kunjungan kehormatan kepada Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Kediaman Dinas Widya Chandra, Jakarta Selatan, pekan pertama Juni 2026 lalu. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk memperkuat hubungan bilateral yang selama ini telah berkembang dalam berbagai bidang strategis. Didampingi Wakil Duta Besar India untuk Indonesia, Bijay Selvaraj, Dubes Sandeep bertukar pandangan dengan Ahmad Muzani mengenai sejumlah isu yang menjadi kepentingan bersama. Pembahasan mencakup penguatan kerja sama ekonomi, pengembangan teknologi, diplomasi parlemen, hingga upaya menjaga stabilitas dan kemakmuran kawasan. Kunjungan ini berlangsung di tengah semakin eratnya hubungan Indonesia dan India yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan, baik dalam perdagangan, investasi, maupun kerja sama di berbagai forum internasional. “Hubungan Indonesia dan India memiliki fondasi yang sangat kuat. Kami melihat banyak peluang untuk memperluas kerja sama yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” ujar Ahmad Muzani dalam pertemuan tersebut. Mendorong Kolaborasi Ekonomi dan Teknologi Salah satu fokus utama pembahasan adalah peluang peningkatan kerja sama ekonomi di tengah perubahan lanskap global yang semakin dinamis. Indonesia dan India dinilai memiliki posisi strategis sebagai dua kekuatan ekonomi besar di Asia yang dapat saling melengkapi dalam berbagai sektor. India saat ini menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, sementara Indonesia terus memperkuat perannya sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Kondisi tersebut membuka peluang bagi kedua negara untuk memperluas hubungan perdagangan, investasi, serta kolaborasi di bidang industri dan teknologi. Menurut Ahmad Muzani, kerja sama ekonomi tidak hanya harus berorientasi pada peningkatan nilai perdagangan, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah yang dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan kedua negara. “Potensi kolaborasi Indonesia dan India sangat besar, terutama dalam bidang teknologi, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Kerja sama yang lebih erat akan membantu kedua negara menghadapi tantangan ekonomi global sekaligus menciptakan peluang baru bagi generasi mendatang,” jelasnya. Selain sektor ekonomi, perkembangan teknologi juga menjadi topik yang mendapat perhatian khusus. Kedua pihak menilai transformasi digital yang sedang berlangsung di berbagai negara membuka ruang kerja sama baru yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia dan India. India dikenal sebagai salah satu pusat teknologi dan inovasi global, sementara Indonesia tengah mempercepat transformasi digital di berbagai sektor. Sinergi antara kedua negara dinilai berpotensi memperkuat ekosistem digital sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi. Diplomasi Parlemen Perkuat Hubungan Bilateral Selain isu ekonomi dan teknologi, pembahasan juga menyoroti pentingnya diplomasi parlemen dalam memperkuat hubungan bilateral. Kedua pihak sepakat hubungan antarlembaga legislatif dapat menjadi jembatan untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang. Sebagai lembaga yang memiliki peran strategis dalam pembentukan kebijakan, parlemen dinilai mampu memperkuat komunikasi politik sekaligus memperluas ruang dialog antara kedua negara. Ahmad Muzani menegaskan hubungan yang kuat di tingkat parlemen akan membantu menciptakan pemahaman yang lebih baik mengenai berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi kedua negara. “Diplomasi parlemen memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan antarbangsa. Melalui komunikasi yang intensif, kita dapat membangun kepercayaan dan memperluas kerja sama yang saling menguntungkan,” ucapnya. Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak juga membahas peluang peningkatan interaksi antara anggota parlemen Indonesia dan India melalui kunjungan kerja, forum dialog, maupun kerja sama kelembagaan lainnya. Komitmen Bersama untuk Stabilitas Kawasan Pertemuan antara Dubes India dan Ketua MPR RI juga menjadi ajang pertukaran pandangan mengenai perkembangan regional dan internasional. Indonesia dan India memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik yang semakin penting dalam dinamika geopolitik global. Kedua negara selama ini dikenal aktif mendorong kerja sama regional yang berorientasi pada perdamaian, stabilitas, dan pembangunan ekonomi. Dalam diskusi tersebut, kedua pihak menekankan pentingnya dialog serta kerja sama multilateral untuk menghadapi berbagai tantangan global. Dubes Sandeep menegaskan India memandang Indonesia sebagai mitra strategis yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan dan mendorong kemakmuran bersama. “India dan Indonesia memiliki visi yang sama mengenai pentingnya perdamaian, stabilitas, dan pembangunan yang inklusif. Kami berharap hubungan yang telah terjalin erat selama ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kedua negara maupun kawasan,” bebernya. Menurutnya, hubungan bilateral yang kuat akan menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari ketidakpastian ekonomi hingga perubahan geopolitik yang terus berkembang. Persahabatan Terus Berkembang Kunjungan Dubes Sandeep kepada Ketua MPR RI menjadi simbol eratnya hubungan antara Jakarta dan New Delhi yang telah terjalin selama puluhan tahun. Hubungan tersebut tidak hanya dibangun melalui kerja sama pemerintah, tetapi juga melalui interaksi masyarakat, pertukaran budaya, pendidikan, dan hubungan bisnis yang semakin intensif. Di tengah perubahan global yang berlangsung cepat, Indonesia dan India terus menunjukkan komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis yang telah dibangun bersama. Kedua negara melihat banyak peluang untuk meningkatkan kerja sama di masa depan, mulai dari ekonomi, teknologi, pendidikan, hingga diplomasi. Pertemuan tersebut sekaligus menegaskan bahwa Indonesia dan India tetap menjadi mitra penting satu sama lain dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, stabilitas kawasan, serta kesejahteraan masyarakat kedua negara.
Hisense Group Komit Jalin Kemitraan Jangka Panjang dengan Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), sebagai badan pengelola investasi milik negara Republik Indonesia, Sabtu (16/05) tandatangani Nota Kesepahaman dengan Hisense Group Holding Co. Ltd. (Hisense Group), salah satu grup teknologi dan industri terbesar yang berkantor pusat di China. Penandatanganan ini disaksikan Presiden Ri, H Prabowo Subianto, serta Shaoqian Jia, Chairman Hisense Group Holdings. Kesepakatan ini menetapkan kerangka kerja sama komprehensif jangka panjang di berbagai sektor industri, teknologi, dan inovasi di Indonesia. Nota Kesepahaman ini mencerminkan komitmen strategis Hisense Group untuk memperdalam kehadirannya di Indonesia, dan berpartisipasi dalam transformasi industri nasional bersama institusi-institusi Indonesia. Dalam kerangka kerja sama ini, Hisense Group berencana memperluas aktivitasnya di Indonesia melalui berbagai lini bisnis serta mengembangkan area investasi baru secara bertahap. Para pihak sepakat untuk bersama-sama menjajaki peluang di bidang manufaktur maju, lokalisasi teknologi, penelitian dan pengembangan, serta penguatan kapabilitas industri di Indonesia. Kerja sama ini akan dirancang untuk mendukung pembentukan pusat riset teknologi yang bermakna di Indonesia, aktivitas pengembangan teknologi, pengembangan keterampilan tenaga kerja lokal, serta keberlanjutan jejak industri Hisense Group di dalam negeri. Penandatanganan ini mencerminkan keputusan strategis Hisense Group untuk menjadikan Indonesia sebagai pasar strategis jangka panjang sekaligus pusat masa depan untuk inovasi, penelitian dan pengembangan, serta aktivitas industri bernilai tinggi. Para pihak memandang kerja sama ini sebagai awal dari kemitraan multi-tahun dan multi-sektor, bukan sekadar transaksi tunggal. Para pihak juga menegaskan Nota Kesepahaman ini akan ditindaklanjuti melalui berbagai program kerja terstruktur guna mengidentifikasi dan mengembangkan inisiatif kerja sama yang lebih spesifik, termasuk aktivitas penelitian dan pengembangan khusus serta investasi Hisense Group di Indonesia, sejalan dengan prioritas industrialisasi dan inovasi Pemerintah Indonesia. Penandatanganan ini menjadi salah satu wujud paling substantif hingga saat ini dari perusahaan global terkemuka yang melihat Indonesia bukan hanya sebagai pasar, tetapi sebagai destinasi investasi strategis, teknologi, dan kemitraan jangka panjang. Hisense Group menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas kesempatan untuk berpartisipasi dalam program digitalisasi pendidikan nasional pada tahun lalu, dan akan terus mendukung penuh perluasan program tersebut pada tahun ini maupun di tahun-tahun mendatang.
Dukung Ketahanan Pangan, PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Jambi, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) lewat Subholding PTPN IV PalmCo terus perkuat peran strategisnya dukung ketahanan pangan nasional melalui penguatan kemitraan bersama petani di daerah. Komitmen tersebut tercermin dengan kehadiran Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, yang mendampingi Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, pada rangkaian kegiatan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) tingkat Provinsi Jambi, di pekan keempat April 2026 lalu. Provinsi Jambi salah satu wilayah strategis bagi operasional PalmCo. Selain sebagai sentra kelapa sawit, wilayah ini memiliki komoditas unggulan lain seperti teh dan kopi yang sebagian besar dikelola oleh petani rakyat. Pada konteks tersebut, sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan petani menjadi kunci dalam menjaga produktivitas sekaligus keberlanjutan sektor pertanian. Di sela kegiatan, Jatmiko menegaskan, peran petani merupakan bagian integral dari kinerja perusahaan. Ia menyebut kontribusi petani terhadap pasokan bahan baku sangat signifikan. Sepanjang 2025, sekitar 25 persen dari total produksi Tandan Buah Segar (TBS) yang dikelola PalmCo berasal dari petani mitra, dengan volume penyerapan mencapai 3,25 juta ton. "Capaian ini menempatkan PalmCo sebagai salah satu offtaker utama yang berperan dalam menyerap hasil panen rakyat sekaligus mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR)," jelasnya. Petani bukan sekadar mitra, tegas Jatmiko, tetapi bagian dari identitas perusahaan. Tanpa mereka, pertumbuhan PalmCo tidak akan seperti sekarang. "Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui berbagai inisiatif, termasuk pelibatan petani dalam kegiatan nasional serta penguatan kapasitas kelembagaan di tingkat daerah," ucapnya. Selama kunjungan di Jambi, PalmCo bersama Kementerian Pertanian dan HKTI terlibat mengikuti sejumlah agenda, mulai dari pertemuan dengan organisasi petani seperti Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI), Wanita Tani, dan Pemuda Tani, hingga kegiatan tanam bersama. Di kawasan Bukit Cinto Kenang, Kabupaten Muara Jambi, dilakukan penanaman benih jagung dan bibit buah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman padi brigade di Kabupaten Batanghari serta pelantikan pengurus DPD HKTI Provinsi Jambi. Rangkaian kegiatan ini mencerminkan pendekatan pembangunan pertanian yang terintegrasi lintas komoditas dalam satu ekosistem yang berkelanjutan. Menurut Jatmiko, sinergi antara pelaku hulu dan hilir, termasuk perusahaan, organisasi petani, serta penyedia sarana produksi, menjadi faktor kunci dalam percepatan swasembada pangan nasional. “Di wilayah multikomoditas seperti Jambi, kolaborasi menjadi kunci. Ketika petani berdaya dan ekosistemnya kuat, maka target swasembada pangan bukan hal yang sulit dicapai,” imbuhnya. Penguatan kemitraan ini sekaligus menegaskan peran Holding Perkebunan Nusantara tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai bagian dari solusi dalam menjawab tantangan pangan nasional.
Dorong Sinergi Riset dan Industri, PT RPN dan Pascal Biotech Jalin Kemitraan Strategis
Bogor, katakabar.com - PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara, resmi jalin mitra kerja sama strategis dengan PT Pascal Biotech Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman bidang inovasi dan pengembangan. Penandatanganan yang dihadiri oleh jajaran manajemen kedua belah pihak, ini berlangsung di Kantor Direksi PT RPN, Kota Bogor. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat sinergi kolaborasi antara dunia riset dan industri, khususnya dalam pengembangan inovasi berbasis bioteknologi di sektor perkebunan. Fokus kolaborasi mencakup penguatan penelitian, pengembangan teknologi aplikatif, serta hilirisasi hasil riset untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan nasional. SEVP Riset, Inovasi dan Sustainability, Tjahjono Herawan, menyampaikan kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan industri perkebunan yang semakin kompleks. “Penandatanganan MoU ini mencerminkan komitmen kami untuk memperkuat sinergi antara riset dan industri. Di tengah dinamika sektor perkebunan yang disrupsi, kolaborasi berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi menjadi kunci untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan dan bernilai tambah tinggi,” ujarnya. Ia menegaskan PT RPN memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan riset dan inovasi di bidang perkebunan nasional, khususnya dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan meningkatkan daya saing komoditas global. Sedang, Direktur Utama PT Pascal Biotech Indonesia, Miftachul Anwar, menilai kerja sama ini membuka peluang besar dalam pengembangan bioteknologi yang aplikatif dan berdampak luas. “Kami melihat kolaborasi ini sebagai momentum penting untuk mengintegrasikan keunggulan riset dengan solusi bioteknologi yang kami kembangkan. Harapannya, kerja sama ini tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi industri perkebunan dan masyarakat secara luas,” ucap Miftachul Anwar. Kedua belah pihak sepakat kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui program-program konkret, terukur, dan berkelanjutan. Melalui kemitraan ini, diharapkan lahir berbagai terobosan inovatif yang mampu mendorong kemajuan industri perkebunan dan bioteknologi di Indonesia.
PalmCo Pamuncak Perusahaan Teraktif Pendamping PSR Kemitraan
Muara Bungo, katakabar.com - Kementerian Pertanian lewat Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) sudah mendorong percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) melalui jalur kemitraan yang melibatkan perusahaan perkebunan sebagai pendamping kelompok tani (Poktan). “Perusahaan perkebunan membantu mengumpulkan kelengkapan dokumen persyaratan PSR antara lain legalitas kelembagaan dan legalitas lahan. Tidak hanya itu, melakukan pendampingan saat verifikasi dan keterjaminan pembangunan kebun,” kata Pelaksana Tugas Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan Kelapa Sawit Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Dwi Nuswantara ketika workshop PSR dan Pekan Benih kelapa Sawit di Februari 2026, dilansir pekan keempat Maret 2026. BPDP telah menjalankan program PSR sejak 2017 dengan fokus pembiayaan replanting kebun rakyat. Setiap tahun, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 triliun, setara target peremajaan 100.000 hektare. Data BPDP menunjukkan, dari tahun 2023 hingga tahun 2026 telah disalurkan dana PSR jalur kemitraan di 10 Provinsi dengan luasan 16.243 hektare. Dari luasan tersebut, menurut data BPDP, terdapat tiga perusahaan yang aktif melakukan pendampingan dalam PSR jalur Kemitraan, yakni: - PTPN (PalmCo) seluas 6.672 hektare - PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk seluas 4.426 hektare - Asian Agri seluas 3.204 hektare.
FLOQ Perkuat Integrasi Lifestyle Lewat Kemitraan dengan ISMAYA
Jakarta, katakabar.com - FLOQ, platform jual beli aset kripto yang berfokus pada pengalaman pengguna, mengumumkan kemitraan strategis dengan ISMAYA Group, salah satu perusahaan restoran dan gaya hidup terkemuka di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, pengguna FLOQ kini dapat menikmati diskon* hingga 10% di berbagai outlet ISMAYA di seluruh Indonesia. Program ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan manfaat nyata dari ekosistem digital ke dalam aktivitas sehari-hari pengguna. Pengguna FLOQ dapat mengakses voucher diskon yang dapat digunakan di berbagai restoran populer di bawah naungan ISMAYA, memberikan pengalaman kuliner yang lebih hemat sekaligus memperkuat integrasi antara industri web3 dan gaya hidup modern. Kolaborasi antara FLOQ dan ISMAYA mencerminkan komitmen kedua perusahaan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih bernilai bagi komunitas masing-masing. Dengan jaringan outlet ISMAYA yang luas dan popularitas brand-brandnya di kalangan masyarakat urban, program ini membuka kesempatan bagi pengguna FLOQ untuk menikmati berbagai pilihan kuliner dengan keuntungan tambahan. Beberapa restoran dan kafe ternama yang berada di bawah ISMAYA Group antara lain Djournal Coffee, Social House, The People's Cafe, Kitchenette, Pizza e Birra, serta beberapa restoran dan lifestyle lainnya yang telah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Melalui program promo ini, pengguna FLOQ dapat menikmati berbagai menu favorit mereka sekaligus mendapatkan manfaat eksklusif dari platform jula beli aset kripto yang mereka gunakan sehari-hari. Kemitraan ini menandai langkah penting dalam menghubungkan dunia Web3 dengan industri gaya hidup. Seiring berkembangnya teknologi blockchain dan aset kripto, berbagai platform jual beli aset digital mulai mengeksplorasi cara untuk menghadirkan utilitas yang lebih luas bagi penggunanya. FLOQ melihat peluang besar untuk mengintegrasikan pengalaman digital dengan aktivitas sehari-hari, termasuk dalam sektor kuliner dan hiburan. Dengan menghadirkan program seperti FLOQ X ISMAYA, pengguna tidak hanya dapat berpartisipasi dalam ekosistem aset digital, tetapi juga menikmati manfaat langsung dalam kehidupan offline. “Kolaborasi dengan ISMAYA merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus mendorong adopsi aset kripto di Indonesia dengan cara yang lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kami percaya bahwa untuk membuat kripto semakin mudah diakses, diperlukan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga integrasi dengan ekosistem lifestyle yang sudah dekat dengan masyarakat,” sebut Yudhono Rawis, founder dari FLOQ. Kolaborasi ini juga memperkuat posisi FLOQ sebagai platform yang tidak hanya berfokus pada trading, tetapi juga pada penciptaan ekosistem yang memberikan nilai tambah nyata bagi penggunanya. Yudhono menambahkan melalui inisiatif seperti ini, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih inklusif, di mana pengguna tidak hanya dapat bertransaksi aset digital, tetapi juga merasakan manfaat nyatanya secara langsung. "Ke depannya, kami akan terus menghadirkan kolaborasi serupa untuk memperluas akses dan mempercepat adopsi kripto di Indonesia," jelasnya. Kolaborasi dengan ISMAYA bagian dari strategi jangka panjang FLOQ untuk menghadirkan lebih banyak kemitraan dengan beragam brand hiburan, gaya hidup, dan teknologi. Dengan menggabungkan teknologi Web3 dan pengalaman konsumen di dunia nyata, FLOQ berupaya membangun ekosistem yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Ke depannya, FLOQ akan terus menghadirkan berbagai inisiatif dan kemitraan strategis yang memberikan manfaat lebih luas bagi komunitasnya. Tentang FLOQ FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiki komunitas aktif dengan lebih dari 250,000 followers yang bergabung di 7 platform social media, 25,000 anggota komunitas aktif dan juga platform yang berkomitmen untuk meningkatkan edukasi bagi setiap pengguna dan publik dengan penyediaan FLOQ Akademi yang dapat diakses tanpa biaya. Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar and 2 juta App downloads dan mendukung 100+ aset digital. Dengan fokus pada pengembangan ekosistem dan kolaborasi strategis, FLOQ bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi penggunanya di era ekonomi digital.
Pecah Monopoli: Indonesia Penting Rangkul Kemitraan Otomotif dengan India
Oleh: Sachin V. Gopalan, CEO Indonesia Economic Forum katakabar.com - Perdebatan di Indonesia mengenai rencana pengadaan kendaraan komersial dari produsen India, Tata Motors dan Mahindra, telah picu reaksi kuat dari sebagian pelaku industri otomotif dalam negeri. Para kritikus berpendapat impor kendaraan dapat mengancam manufaktur lokal. Tetapi, pertanyaan yang lebih besar bagi Indonesia adalah apakah mempertahankan struktur industri otomotif saat ini benar-benar melayani kepentingan ekonomi jangka panjang negara. Selama lebih dari lima dekade, industri otomotif Indonesia didominasi oleh produsen Jepang seperti Toyota, Daihatsu, Mitsubishi, Honda, Suzuki, dan Isuzu. Perusahaan-perusahaan ini beroperasi melalui usaha patungan dengan konglomerat Indonesia serta telah membangun jaringan perakitan, pemasok, dan distribusi yang luas. Meskipun ekosistem ini berkontribusi terhadap pertumbuhan industri, kondisi tersebut juga menciptakan pasar yang sangat terkonsentrasi, di mana tingkat persaingan terbatas dan harga kendaraan relatif lebih tinggi dibandingkan dengan pasar berkembang lainnya. Lantaran itu, masuknya kendaraan dari produsen India seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang untuk menghadirkan persaingan dalam pasar yang selama ini didominasi oleh satu ekosistem industri. Perusahaan India, seperti Tata Motors dan Mahindra dikenal memproduksi kendaraan yang tangguh dan terjangkau, yang dirancang khusus untuk pasar negara berkembang. Filosofi rekayasa mereka menekankan pada daya tahan, kesederhanaan, dan efisiensi biaya. Kendaraan ini telah digunakan secara luas di Afrika, Asia Selatan, dan Amerika Latin, sering kali dalam kondisi lingkungan yang serupa dengan wilayah pedesaan di Indonesia. Biaya menjadi faktor penting dalam perdebatan saat ini. Kendaraan yang bersumber dari India diperkirakan memiliki harga sekitar Rp120 juta hingga Rp150 juta lebih murah per unit dibandingkan alternatif sejenis yang saat ini tersedia di Indonesia. Untuk program pemerintah berskala besar yang bertujuan memperkuat logistik pedesaan dan rantai pasok pertanian, penghematan ini dapat mencapai triliunan rupiah. Faktor penting lain yang sering terlewatkan dalam diskusi mengenai pengadaan ini berkaitan dengan kebutuhan operasional program Koperasi Merah Putih (KMP), yang bertujuan memperkuat koperasi tingkat desa serta meningkatkan jaringan distribusi pedesaan di seluruh Indonesia. Program ini membutuhkan ribuan kendaraan yang harus segera didistribusikan ke berbagai desa untuk mengangkut hasil pertanian, pupuk, dan barang kebutuhan pokok. Produsen dalam negeri belum mampu menyediakan jumlah kendaraan yang dibutuhkan dalam jangka waktu yang ketat untuk peluncuran program KMP. Oleh karena itu, impor kendaraan menjadi solusi pragmatis agar program dapat berjalan secara efisien tanpa penundaan. Di luar kebutuhan operasional KMP, perdebatan ini juga perlu dilihat dalam konteks hubungan ekonomi Indonesia–India yang lebih luas. Perdagangan bilateral antara kedua negara meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir dan kini telah melampaui sekitar US$30 miliar per tahun. Tetapi, struktur perdagangan tersebut masih sangat didominasi oleh komoditas mentah. Ekspor Indonesia ke India sebagian besar berupa batu bara dan minyak sawit, sementara India mengekspor barang manufaktur, produk farmasi, serta layanan teknologi. Kemitraan jangka panjang yang berkelanjutan membutuhkan diversifikasi di luar komoditas. Tidak realistis maupun tidak diinginkan jika India hanya terus meningkatkan impor batu bara dan minyak sawit dari Indonesia. Perluasan kerjasama ke sektor seperti manufaktur otomotif, teknologi digital, peralatan industri, dan farmasi akan menciptakan hubungan ekonomi yang lebih seimbang. Peran India dalam sektor farmasi memberikan contoh yang relevan. Perusahaan farmasi India seperti Sun Pharma, Dr. Reddy's Laboratories, Cipla, Lupin, Hetero, dan Aurobindo Pharma termasuk produsen obat generik berkualitas terbesar di dunia. Perusahaan-perusahaan ini menyediakan pengobatan terjangkau untuk berbagai penyakit umum seperti diabetes, hipertensi, dan infeksi. Versi generik dari obat-obatan seperti metformin, atorvastatin, dan amlodipine telah secara signifikan menurunkan biaya pelayanan kesehatan di banyak negara berkembang. Secara global, perusahaan India memproduksi hampir 20 persen dari seluruh obat generik di dunia dan memasok sekitar 60 persen vaksin global. Kehadiran mereka menghadirkan persaingan dalam pasar farmasi, sehingga membantu memastikan obat-obatan penting tetap terjangkau dan mudah diakses. Manfaat serupa juga dapat muncul di sektor lain ketika persaingan diperluas. Indonesia dan India merupakan mitra strategis alami. Keduanya adalah demokrasi besar dan ekonomi berkembang utama di kawasan Indo-Pasifik. India telah menunjukkan kemampuan dalam mendemokratisasi akses terhadap teknologi, mulai dari obat-obatan yang terjangkau hingga sistem infrastruktur digital publik berskala besar. Filosofi yang sama juga terlihat dalam pendekatan rekayasa otomotif India. Dengan memprioritaskan keterjangkauan dan fungsionalitas, produsen India berhasil membuat transportasi lebih mudah diakses oleh pengusaha kecil, petani, dan operator logistik di berbagai negara berkembang. Bagi Indonesia, kerja sama dengan India di sektor seperti manufaktur otomotif dapat membantu memperkuat rantai pasok pedesaan, mendukung usaha mikro, serta memperluas akses terhadap teknologi yang terjangkau. Alih-alih memandang perdebatan ini sebagai pilihan antara impor atau industri domestik, para pembuat kebijakan seharusnya fokus pada pembangunan ekosistem otomotif yang lebih beragam dan kompetitif. Impor dapat memenuhi kebutuhan segera untuk program nasional seperti KMP, sementara kebijakan jangka panjang dapat mendorong produsen India untuk membangun fasilitas perakitan lokal serta menjalin kemitraan dengan perusahaan Indonesia. Pendekatan ini akan menggabungkan keunggulan biaya dari rekayasa otomotif India dengan penciptaan lapangan kerja domestik dan pengembangan jaringan pemasok lokal. Yang lebih penting, langkah ini akan mengurangi ketergantungan pada satu ekosistem industri saja dan mendorong lingkungan persaingan yang lebih sehat.
India Rayakan Hari Republik ke 77 di Jakarta, Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Kedutaan Besar India di Jakarta gelsr perayaan Hari Republik India ke 77 di JW Marriott Hotel Jakarta, Selasa (27/1) malam. Acara ini jadi momentum penting bagi India untuk menegaskan kembali komitmennya terhadap nilai-nilai demokrasi sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia sebagai sesama negara demokrasi besar dan kekuatan utama Global South. Perayaan tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi Indonesia, korps diplomatik, serta komunitas India di Indonesia, mencerminkan erat dan hangatnya hubungan bilateral kedua negara. Dalam sambutan pembuka, Duta Besar India untuk Republik Indonesia, Sandeep Chakravorty, menekankan bahwa Hari Republik India bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan refleksi atas nilai-nilai dasar yang membentuk perjalanan India sebagai sebuah bangsa. “Peringatan ini mengajak kita mengenang pengesahan Konstitusi India, sekaligus menegaskan kembali komitmen abadi kami terhadap demokrasi, kebebasan, dan supremasi hukum,” ujar Duta Besar Sandeep Chakravorty. Ia mengingatkan kembali sejarah kedekatan India dan Indonesia sejak awal kemerdekaan, termasuk peran Presiden Soekarno sebagai Tamu Kehormatan pada perayaan Hari Republik India pertama pada tahun 1950. Menurutnya, Konstitusi India dirancang sebagai dokumen hidup yang mampu mempersatukan bangsa dalam masa damai maupun masa sulit, serta menjadi landasan bagi kebijakan luar negeri India yang berbasis persahabatan dan saling menghormati. Tahun Penting bagi Hubungan India–Indonesia Duta Besar Sandeep menyoroti tahun 2025 merupakan periode yang sangat bersejarah bagi hubungan bilateral India–Indonesia. Kunjungan kenegaraan Presiden RI, H Prabowo Subianto ke India dan partisipasi perdana kontingen TNI dalam Parade Hari Republik India menjadi simbol kuat kemitraan yang kian erat. “Partisipasi 352 personel TNI, termasuk pasukan defile dan marching band, dalam Parade Hari Republik India untuk pertama kalinya mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat India,” jelasnya. Ia juga menyinggung bergabungnya Indonesia ke dalam forum BRICS, yang menurut India menambah dimensi baru dalam hubungan kedua negara. India menyatakan kesiapan untuk menyambut kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT BRICS mendatang. Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, dan Global South Di bidang ekonomi, India menilai Indonesia sebagai mitra strategis utama di kawasan. Nilai perdagangan bilateral kedua negara hampir mencapai 30 miliar dolar AS pada 2025, dengan Indonesia menjadi mitra dagang terbesar kedelapan India dan India sebagai salah satu tujuan ekspor utama Indonesia. “Sebagai negara demokrasi terbesar dan ketiga terbesar di dunia, serta sesama pemimpin Global South, India dan Indonesia memiliki potensi besar untuk saling melengkapi dan memperkuat kisah pertumbuhan masing-masing,” tegas Duta Besar Sandeep. Selain ekonomi, kerja sama pertahanan, konektivitas, teknologi digital, energi terbarukan, hingga kecerdasan buatan juga terus mengalami penguatan. India turut menyampaikan apresiasi atas peran aktif Indonesia dalam berbagai forum global, termasuk kerja sama AI dan inisiatif maritim. AHY: India dan Indonesia Memilih Berjalan Bersama Hadir sebagai tamu kehormatan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan ucapan selamat kepada pemerintah dan rakyat India atas peringatan Hari Republik ke-77. “Malam ini kita tidak hanya merayakan sebuah konstitusi dan bendera, tetapi sebuah gagasan hidup bahwa bangsa yang besar dan beragam dapat memilih demokrasi, menjunjung pluralisme, dan melangkah maju dengan penuh keyakinan,” ucap AHY. AHY menekankan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, hubungan Indonesia–India memiliki arti strategis yang semakin besar. “Di dunia yang terasa semakin terpecah, Indonesia dan India memilih untuk berjalan bersama. Kita berbagi tanggung jawab sebagai negara demokrasi dan negara maritim besar untuk menjaga kawasan tetap terbuka, stabil, dan sejahtera,” tuturnya. Ia juga menyatakan kesiapan Indonesia untuk memperdalam kerja sama dengan India, khususnya di bidang infrastruktur, logistik, energi bersih, manufaktur, dan inovasi digital. Perayaan Hari Republik India ke 77 ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional Indonesia, antara lain Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri PPN, Rachmat Pambudy, Kepala BRIN, Arif Satria, Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, Wakil Menteri Kemenimipas, Silmy Karim, Wakil Menteri Kemenpar, Ni Luh Enik Ermawati, Wakil Menteri Kemenham, Mugiyanto, serta Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria. Hadir pula Duta Besar India untuk ASEAN, Srinivas Gotru bersama anggota korps diplomatik. Mitra Selamanya Menutup sambutannya, Sandeep Chakraborty, menegaskan bahwa India memandang Indonesia sebagai mitra yang tangguh dan sejalan dalam visi menciptakan dunia yang lebih inklusif dan adil. “Dalam visi ini, kami melihat Indonesia sebagai mitra yang kuat dan tangguh. India dan Indonesia adalah mitra selamanya,” ujarnya.
India dan Global South: Perkuat Kemitraan Demi Masa Depan Bersama
Jakarta, katakabar.com - India terus tegaskan komitmen sebagai mitra utama negara-negara Global South melalui pendekatan yang berlandaskan solidaritas historis, kerja sama konkret, serta visi bersama untuk pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Hubungan India dengan Global South berakar pada pengalaman sejarah yang sama, perjuangan kolektif melawan kolonialisme, serta aspirasi bersama untuk kemandirian dan keadilan global. Seiring waktu, peran India berkembang dari kepemimpinan dalam Gerakan Non-Blok menjadi salah satu penggerak utama kerja sama Selatan–Selatan di era kontemporer. Kemitraan India dengan Global South mencapai momentum baru di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi dengan diselenggarakannya Voice of the Global South Summit (VOGSS) pertama pada 12 hingga 13 Januari 2023 lalu, tidak lama setelah India mengambil alih Presidensi G20. Keberhasilan KTT ini mendorong penyelenggaraan dua KTT lanjutan pada tahun yang sama dan pada tahun 2024. Melalui VOGSS, India secara konsisten mengangkat kepentingan, prioritas, dan tantangan Global South ke dalam berbagai forum internasional. Komitmen ini tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi diwujudkan melalui berbagai bentuk dukungan nyata yang berdampak langsung bagi negara-negara mitra. India memanfaatkan pertumbuhan ekonomi yang pesat, fondasi demokrasi yang kuat, serta posisi geopolitik strategisnya untuk memperjuangkan tata kelola global yang lebih adil dan representatif. Program Indian Technical and Economic Cooperation (ITEC) menjadi salah satu pilar utama kontribusi India, dengan menyediakan pelatihan, pengembangan kapasitas, dan bantuan teknis kepada lebih dari 160 negara. Program ini mencakup sektor-sektor vital seperti kesehatan, pendidikan, pertanian, dan teknologi informasi, yang berkontribusi langsung pada pembangunan sumber daya manusia di Global South. Filosofi Vasudhaiva Kutumbakam, Dunia adalah Satu Keluarga, telah menjadi landasan kebijakan luar negeri India selama lebih dari satu dekade. Prinsip ini mencapai perwujudan nyata selama Kepemimpinan India di G20 tahun 2023 melalui moto “One Earth, One Family, One Future.” India memastikan seluruh keputusan dan kesepakatan G20 mencerminkan semangat inklusivitas, keberlanjutan, serta kepentingan negara-negara berkembang. Salah satu pencapaian diplomatik utama India selama Presidensi G20 adalah diterimanya Uni Afrika sebagai anggota penuh G20, yang mewakili 54 negara Afrika. Langkah bersejarah ini mencerminkan komitmen nyata India dalam memperkuat suara Global South dalam tata kelola global. Seiring meningkatnya kapasitas ekonominya, India juga memainkan peran penting sebagai mitra yang andal dalam situasi krisis. Selama pandemi Covid 19, India menyalurkan obat-obatan ke lebih dari 150 negara serta menyediakan lebih dari 300 juta dosis vaksin kepada lebih dari 100 negara melalui inisiatif Vaccine Maitri. India juga memberikan bantuan keuangan dan kemanusiaan kepada Sri Lanka, Afghanistan, Maladewa, dan negara-negara lainnya, serta secara konsisten bertindak sebagai first responder dalam situasi bencana alam. Empat Pilar Utama Keterlibatan India dengan Global South 1. Infrastruktur Publik Digital India mendorong perluasan solusi digital seperti Unified Payments Interface (UPI) ke berbagai negara Global South serta mendukung pembangunan sistem identitas dan pembayaran digital melalui Dana Dampak Sosial. 2. Kepemimpinan Kesehatan dan Farmasi Sebagai “Apotek Dunia”, India menyediakan obat generik berkualitas tinggi dan terjangkau, sekaligus membangun kapasitas regulasi farmasi di negara-negara mitra. 3. Global Development Compact Diusulkan pada akhir 2024, inisiatif ini menekankan perdagangan untuk pembangunan dan pembiayaan konsesional berbasis hibah, sebagai alternatif pembiayaan yang berkelanjutan. 4. Keadilan Iklim dan Transisi Energi India mempromosikan prinsip tanggung jawab bersama namun dibedakan, memperkuat International Solar Alliance, serta mendorong Mission LiFE untuk gaya hidup berkelanjutan. Keterlibatan proaktif India dengan Global South menegaskan komitmennya terhadap tatanan dunia multipolar yang lebih adil dan inklusif. Sebagai pemimpin sekaligus mitra, India akan terus bekerja bersama negara-negara Global South untuk menghadapi tantangan global dan memanfaatkan peluang abad ke 21.