Network

Sorotan terbaru dari Tag # Network

ION Launch Workshop Pamerlkan Potensi Open Network UMKM Indonesia Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 29 Mei 2026 | 10:15 WIB

ION Launch Workshop Pamerlkan Potensi Open Network UMKM Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Indonesia Open Network (ION) dorong pengembangan ekosistem digital terbuka yang dinilai dapat memperluas akses UMKM Indonesia ke perdagangan digital, layanan logistik, hingga pembiayaan dalam satu jaringan yang saling terhubung. Hal tersebut terlihat dalam penutupan ION Launch Workshop di SMESCO, Jakarta, Jumat (22/5) lalu, yang menampilkan berbagai aplikasi berbasis open network hasil pengembangan developer dari Indonesia dan India selama empat hari pelatihan intensif. Workshop tersebut dihadiri Chairman Apindo sekaligus Mission Governance ION, Shinta Kamdani, Mission Governance ION sekaligus Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, Founding MD dan CEO ONDC India sekaligus Mission Governance ION, T Koshy, serta Steering Committee ION, Dr Bayu Prawira Hie. CEO Indonesia Economic Forum (IEF) sekaligus salah satu penggerak ION, Sachin V. Gopalan, menjelaskan workshop tersebut dirancang untuk menunjukkan bagaimana pengembangan aplikasi digital kini dapat dilakukan jauh lebih cepat melalui dukungan AI dan open network. Ia mengatakan, berbagai aplikasi yang ditampilkan dalam workshop dibangun dari nol hingga siap didemonstrasikan hanya dalam beberapa hari. “Biasanya pengembangan software seperti ini membutuhkan waktu dua sampai tiga bulan, tetapi kali ini bisa dilakukan hanya dalam dua sampai tiga hari dengan bantuan AI,” ujarnya. Menurut Sachin, konsep open network memungkinkan produk dan layanan dari satu aplikasi dapat diakses oleh berbagai aplikasi lain dalam satu jaringan terbuka. Hal itu dinilai berbeda dengan model platform digital konvensional yang cenderung tertutup. “Ke depannya akan ada ratusan aplikasi buyer di Indonesia. Semua saling terhubung sehingga siapa pun bisa membeli dari mana saja. Itulah kekuatan network dibandingkan platform,” jelasnya. Ia menambahkan ION dibangun untuk mengurangi hambatan bagi pelaku usaha maupun pengembang aplikasi dalam masuk ke ekosistem digital. Demonstrasi Marketplace hingga Kredit UMKM Di sesi demonstrasi, sejumlah perusahaan dan pengembang mempresentasikan aplikasi berbasis ION yang mencakup marketplace UMKM, distribusi rantai pasok, social commerce, hingga layanan pembiayaan UMKM. Salah satu demonstrasi memperlihatkan bagaimana penjual dapat mempublikasikan katalog produk ke dalam jaringan terbuka sehingga dapat diakses oleh berbagai aplikasi pembeli secara bersamaan. Sistem tersebut juga memungkinkan transaksi, pelacakan pengiriman, hingga sistem rating berjalan lintas aplikasi. “Seller app yang sudah terkoneksi akan langsung tersedia di seluruh buyer app dalam jaringan,” jelas salah satu peserta dalam demonstrasi. Selain itu, terdapat demonstrasi aplikasi social commerce yang menghubungkan kampanye influencer dengan penjualan produk melalui open network. Platform tersebut menggunakan AI untuk memprediksi performa konten dan meningkatkan konversi penjualan. Perusahaan pengembang menjelaskan bahwa pendekatan tersebut dilakukan untuk mendorong adopsi open network dengan memanfaatkan kebiasaan masyarakat yang sudah aktif menggunakan media sosial dan mobile commerce. “Yang paling penting adalah network effect dan adopsi solusi agar ekosistem ini berhasil dalam jangka panjang,” ucap salah satu perwakilan perusahaan teknologi yang mengikuti workshop. Peserta lain dari perusahaan teknologi Ayantram juga memanfaatkan teknologi AI dan voice interaction dalam demonstrasi mereka. Salah satu peserta menjelaskan bahwa sistem tersebut digunakan untuk membantu pencarian produk, menerjemahkan katalog, hingga mendukung proses transaksi secara lebih natural dan multibahasa. “AI membantu kami memahami permintaan pengguna, menerjemahkan katalog dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris, hingga memandu pengguna dari proses pencarian produk sampai pemesanan,” tutur salah satu peserta workshop dari Ayantram. Ia menambahkan penggunaan AI juga membantu pengalaman pengguna menjadi lebih mudah digunakan dalam berbagai alur transaksi digital. Workshop juga menampilkan solusi kredit UMKM yang memungkinkan produk pembiayaan dari lembaga keuangan langsung tersedia di berbagai aplikasi konsumen dalam jaringan ION. “Produk kredit yang dipublikasikan langsung tersedia untuk jutaan konsumen di berbagai aplikasi dalam jaringan,” ulas salah satu peserta dari perusahaan teknologi asal India. UMKM Dinilai Lebih Mudah Masuk Ekosistem Digital Beberapa peserta workshop yang berasal dari sektor UMKM dan pengembang aplikasi lokal menyebut ION berpotensi mempermudah proses digitalisasi usaha kecil di Indonesia. Salah satu peserta mengatakan penggunaan open network membuat data penjual menjadi lebih terintegrasi sehingga proses transaksi dan distribusi produk menjadi lebih mudah. “Kesimpulan dari workshop hari ini, data penjual akan lebih terpusat sehingga mempermudah ke depannya,” kata salah satu peserta workshop. Peserta lain yang mengembangkan platform untuk ribuan UMKM binaan mengatakan bahwa ION membuka peluang baru agar produk UMKM dapat lebih mudah dipublikasikan ke jaringan digital yang lebih luas. “Kami membawahi lebih dari 10 ribu UMKM. Setelah belajar mengenai ION, kami membuat aplikasi agar UMKM bisa mempublish produk mereka ke network,” terangnya. ION Dinilai Bisa Perluas Inklusivitas Digital Sandeep Chakravorty mengatakan berbagai use case yang ditampilkan dalam workshop menunjukkan bahwa open network memiliki peluang besar untuk berkembang di Indonesia. “Untuk pertama kalinya saya melihat secara langsung apa yang bisa dicapai hanya dalam dua hari. Semua use case yang ditampilkan sangat menarik dan menunjukkan potensi besar pengembangan open network,” kupasnya. Ia juga menilai keterbukaan ekosistem digital akan menjadi faktor penting dalam memperluas partisipasi UMKM dan pengembang lokal di Indonesia. “Saya sangat mendukung inisiatif ini dan berharap dapat mencapai critical mass sehingga benar-benar memberikan dampak,” lanjutnya. Shinta Kamdani menilai implementasi ION berpotensi memperluas akses digital bagi UMKM Indonesia, terutama setelah melihat berbagai demonstrasi aplikasi yang dikembangkan dalam waktu singkat. “Saya baru kembali dari berbagai aktivitas dan bertemu banyak UMKM. Ini membuka peluang besar agar UMKM bisa lebih terkoneksi, baik dari sisi aksesibilitas maupun affordability,” urainya. Ia juga menilai open network dapat menciptakan ekosistem digital yang lebih inklusif karena memungkinkan lebih banyak pelaku usaha memanfaatkan AI dan e-commerce secara terbuka. “Sangat penting ketika ini benar-benar diluncurkan, masyarakat bisa excited dan memanfaatkannya. Open network dapat membuka banyak kemungkinan baru,” timpalnya. Sementara, T Koshy mengapresiasi hasil workshop yang dinilai berhasil menunjukkan potensi besar pengembangan aplikasi berbasis open network dalam waktu singkat. “Ini baru hasil pekerjaan sekitar tiga hari. Bayangkan jika program seperti ini dilakukan setiap bulan di kota dan desa, maka dalam enam bulan akan ada ratusan aplikasi yang dibangun,” imbuhnya. Menurutnya, dalam beberapa tahun ke depan, open network berpotensi mengubah lanskap perdagangan digital Indonesia secara signifikan. Diharapkan Jadi Fondasi Baru Ekonomi Digital ION tidak hanya ditujukan sebagai proyek teknologi, tetapi diharapkan berkembang menjadi fondasi baru perdagangan digital yang lebih terbuka di Indonesia. Dengan konsep open network, pelaku usaha kecil tidak lagi bergantung pada satu platform tertentu untuk menjangkau pasar, melainkan dapat terhubung ke berbagai aplikasi dan layanan dalam satu ekosistem yang saling terkoneksi. Melalui workshop tersebut, ION juga ingin menunjukkan bahwa pengembangan teknologi digital kini tidak lagi eksklusif bagi perusahaan besar. Dengan dukungan AI dan sistem terbuka, pengembang lokal, startup, hingga UMKM dinilai memiliki peluang lebih besar untuk membangun solusi digital sendiri sesuai kebutuhan pasar Indonesia.

Perluas Pilihan Aset Kripto, Bittime Resmi Listing AWE Network dan Koma Inu Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 02 Juli 2025 | 12:06 WIB

Perluas Pilihan Aset Kripto, Bittime Resmi Listing AWE Network dan Koma Inu

Jakarta, katakabar.com - Kabar gembira kembali datang bagi para investor, dan penggemar aset kripto di Indonesia dengan kehadiran dua token menarik, yakni AWE Network atau AWE, dan Koma Inu atau KOMA. Bittime bertujuan memperluas akses aset diversifikasi bagi para investor, dan penggemar aset kripto. AWE token native dari platform AWE Network yang membawakan era baru dunia virtual mandiri yang dikenal sebagai Autonomous Worlds. Di mana ekosistem ini, agen kecerdasan buatan atau AI agents memiliki kemampuan untuk berkolaborasi, beradaptasi, dan berkembang secara otomatis. Didukung oleh Autonomous Worlds Engine atau AWE atau sebuah kerangka kerja modular yang mengoptimalkan pemrosesan paralel dan GPU, sehingga memungkinkan interaksi berskala besar antara agen AI dan manusia. Selain menjadi mesin penggerak utama, token AWE berfungsi sebagai token tata kelola atau yang biasa disebut governance token untuk seluruh ekosistemnya, memberikan hak suara kepada pemegang token dalam pengembangan platform di masa depan. Di sisi lain, Koma Inu atau KOMA, sebuah meme-coin yang diluncurkan pada tahun 2024 dan terinspirasi dari budaya Jepang, yakni sosok anjing penjaga kuil Shinto yang melambangkan loyalitas, komunitas, dan ketahanan. Token KOMA dirancang tanpa pajak transaksi, menjadikannya pilihan yang menarik bagi para trader. Lebih dari sekadar meme-coin, Koma Inu mendukung fitur staking dan yield farming, memberikan kemudahan bagi para pemegangnya. Uniknya lagi, Koma Inu memiliki mekanisme deflasi melalui pembakaran sebagian kecil token saat terjadi transfer, secara bertahap guna mengurangi suplai totalnya. Hal ini ditujukan untuk menjaga potensi pertumbuhan berkelanjutan. Melihat potensi pertumbuhan yang dimiliki oleh kedua token ini, Bittime, platform crypto exchange yang resmi dan berlisensi di Indonesia, menunjukkan komitmennya dengan resmi melisting kedua token tersebut pada platformnya pada 26 Juni lalu dengan trading pairs IDR dan USDT, melalui aplikasi Bittime. Dengan listing AWE Network atau AWE, dan Koma Inu atau KOMA, Bittime semakin menegaskan komitmennya untuk menyediakan akses ke aset kripto yang beragam dan inovatif bagi para penggunanya. Tapi, perlu dipahami seperti bentuk investasi lain, memilih aset kripto yang akan diinvestasikan, sebaiknya berdasarkan literasi dan pemahaman yang memadai, bukan euforia pasar.

Torehkan Sejarah Baru, 100 Hari Open Network: Pi Network Pacu Adopsi Kripto lewat Serangkaian Inovasi Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 22 Juni 2025 | 16:00 WIB

Torehkan Sejarah Baru, 100 Hari Open Network: Pi Network Pacu Adopsi Kripto lewat Serangkaian Inovasi

PiFest yang diadakan bertepatan dengan peringatan Pi Day 2025 menjadi momen penting dalam mendorong pemanfaatan Pi di sektor perdagangan lokal. Selama seminggu pelaksanaan, lebih dari 125.000 merchant mendaftar dan sekitar 58.000 merchant aktif bertransaksi. Penggunaan Map of Pi aplikasi komunitas untuk menemukan merchant menyentuh lebih dari 1,8 juta pengguna, menandakan antusiasme tinggi terhadap Pi di aktivitas ekonomi sehari-hari.

Bayu Skak Gabung di Creator Network AnyMind Group Lifestyle
Lifestyle
Jumat, 26 Januari 2024 | 19:10 WIB

Bayu Skak Gabung di Creator Network AnyMind Group

Jakarta, katakabar.com - AnyMind Group (TSE:5027), perusahaan teknologi untuk bisnis supply chain umumkan Skak Studio, sebuah studio produksi milik Bayu Skak, seorang content creator, sutradara, komedian, penulis naskah, penyanyi, dan aktor asal Indonesia telah bergabung dengan jaringan creatornya. Lewat AnyMind Group, tim Creator Growth bakal mendukung channel Skak Studio dari segi memonitor backend, optimasi channel, hingga brand sponsorship di semua platform sosial media. Di mana saat ini, channel ini telah memiliki 690.000 subscribers. Belum lama ini, Bayu Skak melalui Skak Studio meluncurkan Lokadrama “Rujak Cingur Lek Har” spinoff dari Lokadrama “Lara Ati”. Pada Lokadrama “Lara Ati 2” lokadrama berbahasa daerah pertama di Indonesia film terakhir sebelum “Rujak Cingur Lek Har”. “Lara Ati 2” telah menorehkan prestasi luar biasa dengan berhasil mencetak penonton terbanyak sepanjang sejarah Vidio.com dengan jumlah lebih dari 10 juta kali ditonton pada OTT tersebut. Bayu Skak bersama Skak Studios dapat penghargaan khusus atas karya “Lara Ati 2” oleh Vidio.com. Bayu Skak, mengenai peluncuran “Rujak Cingur Lek Har” nyatakan “Lokadrama memberikan talenta-talenta lokal kesempatan untuk tampil. Ia meyakini kalau berusaha dengan baik maka bakal dapat hasil yang maksimal. Harapan ke depan ada banyak loka drama lain yang pakai bahasa daerah. Lidyawati Aurelia, Country Manager, Indonesia, AnyMind Group menjelaskan, kami terus dukung ekonomi creator di Indonesia dengan berbagai teknologi dan solusi kami. Dengan bergabungnya Bayu Skak ke dalam tim kami menunjukkan volume pekerjaan yang kami lakukan di bidang ini. "Kami tidak hanya mendukung Bayu Skak untuk berkembang, tapi memanfaatkan network creator yang kita miliki dan memberikan akses yang lebih besar kepada para marketer di Indonesia untuk berkolaborasi dengan Bayu Skak," ujarnya. Saat ini, kata Aurelia, AnyMind Group memberdayakan lebih dari 1.500 creator di seluruh Asia Pasifik melalui jaringan creatornya. Hal ini dilakukan melalui AnyCreator, sebuah platform web dan seluler bagi para creator dan influencer untuk menemukan kolaborasi merek dan mendapatkan wawasan tentang analisis media sosial, serta sumber daya dan dukungan untuk mengembangkan influence mereka. Kontak: Yunnie Senior Communications Executive [email protected] / [email protected] +62 82273752621