Nobu Bank

Sorotan terbaru dari Tag # Nobu Bank

Gandeng Nobu Bank, Bittime Luncurkan Program Cashback "10 Menit dari Indonesia ke Wall Street" Ekonomi
Ekonomi
16 jam yang lalu

Gandeng Nobu Bank, Bittime Luncurkan Program Cashback "10 Menit dari Indonesia ke Wall Street"

Jakarta, katakabar.com - Di tengah meningkatnya minat investor terhadap diversifikasi aset global, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meluncurkan kampanye 20 persen cashback bersama Nobu Bank dengan tajuk “10 Minutes from Indonesia to Wall Street” Senin (8/6) lalu. Sebelumnya, pada media gathering yang digelar pada 21 Mei 2026 lalu, Bittime resmi membagikan kolaborasi strategis bersama Nobu Bank melalui integrasi akses virtual account (VA) Nobu Bank yang kini telah tersedia di platform Bittime. Langkah in dipandang sebagai inovasi Bittime dalam menghadirkan akses investasi aset digital yang lebih mudah dipahami, praktis, dan dapat diakses kapan saja oleh investor Indonesia. Business Director Bittime, Junji Misael, menyampaikan pihaknya berharap untuk dapat memfasilitasi diversifikasi aset investor Indonesia di tengah volatilitas pasar. Terutama melalui onboarding dari Rupiah ke aset-aset global seperti Tokenized USD, Emas, dan US stocks secara praktis dan efisien, sehingga diversifikasi aset menjadi lebih accessible. “Kami berharap dengan membagikan cashback sebesar 20% dengan nilai maksimal Rp100.000 dalam bentuk USDT, masyarakat dapat mulai berinvestasi dari rupiah ke aset-aset digital dengan lebih efisien. Apalagi, investor dapat mengakses aset digital dan aset global berbasis tokenisasi hanya dalam satu platform. Inilah makna dari kampanye cashback 10 Minutes from Indonesia to Wall Street," kata Junji. Dengan Bittime, ujarnya, investor dapat mengakses berbagai aset global seperti dolar AS, emas, hingga saham-saham Amerika Serikat berbasis tokenisasi secara fraksional dan tersedia 24/7. Hal ini, memberikan kesempatan bagi investor untuk memperoleh eksposur terhadap aset global tanpa harus menghadapi hambatan investasi lintas negara yang selama ini dianggap rumit. Menurutnya, tren diversifikasi aset semakin relevan di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar yang mendorong investor mencari instrumen dengan nilai riil dan bergerak lebih stabil sebagai bagian dari strategi pengelolaan risiko dan optimalisasi portofolio. "Hal ini, tercermin dari pertumbuhan aset Nasdaq tokenized ETF ($QQQX) yang mengalami kenaikan sekitar 33 persen sejak pertengahan Maret 2026, berdasarkan indeks pasar perdagangan di Bittime. Ini menunjukkan bagaimana investor Indonesia kini dapat memperoleh eksposur terhadap pertumbuhan pasar global melalui aset tokenisasi aset global," imbuhnya. Apalagi saat ini, jelasnya, investor dapat memperdagangkan saham AS secara langsung menggunakan Rupiah tanpa perlu menukarkan dana ke USD terlebih dahulu melalui Bittime. Selain itu, Bittime juga mendukung perdagangan 24/7 untuk memanfaatkan peluang profit kapan saja dengan biaya trading tetap sebesar 0,2%-0,3% dan menghemat hingga 90% tanpa biaya tambahan. "Melalui kampanye cashback "10 Menit dari Indonesia ke Wall Street", Bittime dan Nobu Bank berharap dapat memperluas literasi keuangan serta mendorong partisipasi masyarakat yang lebih luas terhadap inovasi keuangan digital yang semakin terhubung dengan pasar global," ucapnya. Seiring berkembangnya regulasi dan meningkatnya adopsi tokenisasi aset secara global, Bittime berharap untuk dapat terus menghadirkan berbagai inovasi layanan yang relevan dengan dinamika pasar, serta kebutuhan investor di Indonesia, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, kepatuhan terhadap regulasi, dan penguatan ekosistem aset keuangan digital di dalam negeri. Tapi, investor perlu memahami dinamika pasar memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap strategi portofolio masing-masing. Mengingat, kondisi volatilitas pasar yang dapat menciptakan peluang, sekaligus risiko lebih tinggi bagi para trader. Lantaran itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Apalagi aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Begitu pula sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Pasar Kripto Melemah, Tokocrypto Perkuat Akses Deposit Lewat Nobu Bank Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 06 Juni 2026 | 08:30 WIB

Pasar Kripto Melemah, Tokocrypto Perkuat Akses Deposit Lewat Nobu Bank

Jakarta, katakabar.com - Pasar aset kripto global bergerak dalam tekanan setelah Bitcoin turun ke bawah level US$70.000 pada awal Juni 2026. Pelemahan ini membuat pelaku pasar semakin berhati-hati, terutama investor ritel yang masih mencermati arah pergerakan harga dan menunggu momentum yang lebih jelas untuk kembali bertransaksi. Tekanan terhadap Bitcoin dipicu sejumlah sentimen negatif di pasar global. Salah satunya adalah perpindahan sekitar 10.422 BTC senilai sekitar US$739 juta dari dompet Mt. Gox ke alamat baru. Meski belum terlihat adanya deposit besar ke bursa maupun aksi jual langsung, pergerakan tersebut tetap memicu kekhawatiran pasar karena berkaitan dengan proses distribusi kreditur Mt. Gox yang masih berlangsung. Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh aksi jual 32 BTC oleh Strategy pada periode 26 hingga 31 Mei 2026 untuk mendanai distribusi saham preferen. Walaupun jumlah tersebut relatif kecil dibandingkan total kepemilikan Bitcoin perusahaan, aksi tersebut tetap menjadi perhatian karena terjadi di tengah kondisi pasar yang rapuh dan likuiditas yang cenderung tipis. Di Indonesia, aktivitas transaksi aset kripto juga menunjukkan perlambatan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi aset kripto pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp22,24 triliun, turun dibandingkan Februari 2026 yang berada di kisaran Rp24,31 triliun–Rp24,33 triliun. Sementara, jumlah akun konsumen aset kripto tetap meningkat menjadi 21,37 juta per Maret 2026. Minat Investor Tetap Terjaga CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap aset kripto masih terjaga, meskipun aktivitas transaksi bergerak lebih selektif.  “Dengan tekanan pasar yang berlanjut dan sikap investor yang cenderung wait and see, transaksi aset kripto pada April 2026 berpotensi kembali bergerak terbatas apabila sentimen global belum menunjukkan perbaikan signifikan,” jelasnya. Di tengah kondisi pasar tersebut, Tokocrypto memperkuat kemudahan akses transaksi bagi investor Indonesia melalui pembukaan channel deposit baru bekerja sama dengan Nobu Bank. Melalui kanal ini, pengguna dapat melakukan deposit rupiah dengan lebih mudah, aman, dan nyaman. Tokocrypto juga menghadirkan program cashback deposit sebesar Rp50.000 bagi pengguna yang melakukan deposit melalui Nobu Bank sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Selain itu, Tokocrypto menyesuaikan minimum deposit menjadi mulai dari Rp10.000 untuk seluruh channel deposit, baik melalui bank maupun e-wallet. Calvin menjelaskan langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga akses investasi aset kripto tetap inklusif, terutama ketika pasar sedang berada dalam fase koreksi dan investor cenderung menunggu kepastian arah harga. “Di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, banyak investor mengambil posisi wait and see. Karena itu, kami terus berupaya memberikan kemudahan akses transaksi, termasuk melalui pembukaan channel deposit Nobu Bank dan penyesuaian minimum deposit mulai dari Rp10.000 di seluruh channel. Kami ingin memastikan investor Indonesia tetap memiliki fleksibilitas untuk masuk ke pasar sesuai strategi dan profil risikonya,” ujar Calvin. Calvin menambahkan, kerja sama dengan Nobu Bank serta program cashback deposit Rp50.000 diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pengguna sekaligus mendorong aktivitas transaksi secara bertahap di tengah pasar yang masih bergerak hati-hati. Ruang Pertumbuhan “Kolaborasi dengan Nobu Bank menjadi salah satu upaya kami memperluas opsi pembayaran yang aman dan nyaman. Dengan adanya cashback deposit Rp50.000, kami berharap pengguna dapat semakin mudah memanfaatkan momentum pasar, baik untuk akumulasi bertahap maupun diversifikasi aset,” tambahnya. Ke depan, Calvin memandang prospek aset kripto di Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Peningkatan jumlah akun konsumen menunjukkan bahwa aset kripto tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat, meskipun nilai transaksi dapat berfluktuasi mengikuti dinamika pasar global. Menurutnya fase koreksi pasar dapat menjadi momentum bagi investor untuk memperkuat literasi, mengevaluasi strategi investasi, dan menerapkan manajemen risiko yang lebih disiplin. Investor juga dinilai perlu menghindari keputusan impulsif dan memahami bahwa aset kripto memiliki volatilitas tinggi. “Kami melihat minat masyarakat terhadap aset kripto masih kuat. Tantangannya adalah bagaimana industri dapat terus membangun kepercayaan, meningkatkan edukasi, dan menyediakan akses yang mudah serta aman. Kami akan terus berfokus pada pengembangan layanan yang mendukung investor mengambil keputusan secara lebih bijak, terutama dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis,” sebut Calvin.

Bittime dan Nobu Bank Jembatani Keuangan Tradisional Menuju Tokenisasi Aset Global Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 27 Mei 2026 | 11:10 WIB

Bittime dan Nobu Bank Jembatani Keuangan Tradisional Menuju Tokenisasi Aset Global

Jakarta, katakabar.com - Di tengah kondisi tekanan pada kondisi ekonomi Indonesia, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), resmi gandeng Nobu Bank guna menjembatani sistem keuangan konvensional dengan ekosistem aset keuangan digital. Dalam agenda media gathering nya, Bittime bersama Nobu Bank resmi membagikan kolaborasi strategisnya melalui integrasi akses virtual account (VA) Nobu Bank yang kini telah tersedia di platform Bittime. Langkah in dipandang sebagai inovasi Bittime dan Nobu Bank dalam menghadirkan akses investasi aset digital yang lebih mudah dipahami, praktis, dan dapat diakses kapan saja oleh investor Indonesia. Business Director Bittime, Junji Misael menyampaikan bahwa pihaknya berharap untuk dapat memfasilitasi diversifikasi aset investor Indonesia di tengah volatilitas pasar. Terutama melalui onboarding dari Rupiah ke aset digital secara praktis dan efisien), sehingga diversifikasi aset menjadi lebih accessible. “Sebagai platform yang menyediakan aset-aset global berbasis tokenisasi, kami berkomitmen untuk menyediakan akses bagi investor untuk dapat dengan seamless berinvestasi 24/7 dan tanpa biaya tambahan (Zero Fee) dengan memanfaatkan IDR swap ke aset USDT. Terutama di tengah kondisi volatilitas dan tekanan pada nilai ekonomi Indonesia saat ini,” ungkap Junji. Melalui integrasi ini, pengguna diharap dapat menikmati proses yang lebih seamless mulai dari transaksi Rupiah hingga masuk ke aset digital dan tokenized global assets dalam satu ekosistem yang lebih efisien. Apalagi, kondisi volatilitas pasar cenderung mendorong investor untuk mencari aset-aset alternatif yang lebih stabil seperti USD, emas dan aset global sebagai aset diversifikasi portofolio sekaligus ‘lindung nilai’. Di saat bersamaan, tokenisasi aset-aset global seperti USD, emas, dan US stocks kini memberikan kemudahan perluasan pilihan investasi karena bersifat fraksional. Selaras dengan ini, Chandra Lesmana, Head of Universe Merchant Business and Interlink Development Nobu Bank menyampaikan bahwa, kedepannya masa depan keuangan akan semakin terhubung antara traditional finance (TradFi) dan digital finance. Kolaborasi Bittime dan Nobu Bank menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem finansial yang lebih inklusif, seamless, dan accessible bagi masyarakat Indonesia. “Harapannya dengan kolaborasi ini, kami dapat menghadirkan pengalaman investasi digital yang lebih seamless bagi masyarakat Indonesia. Sehingga dengan ini, Bittime dan Nobu Bank dapat mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan industri ekonomi kreatif Indonesia,” ungkap Chandra. Salah satu keunggulan yang ditawarkan dari kemitraan ini adalah “Only 10 minutes from Nobu Bank to Bittime. Bittime is the Indonesia's Global Assets Platform”. Di mana, melalui kolaborasi pengalaman pengguna yang kami hadirkan dapat ini lebih cepat dan praktis. Mulai dari pengguna Nobu Bank dapat registrasi di Bittime, menyelesaikan KYC, hingga melakukan transaksi aset digital pertama mereka. Konsep seluruh transaksi di satu tempat ini memungkinkan pengguna untuk mengakses aset global seperti emas, USD, dan US Stocks berbasis tokenisasi kapan saja dengan lebih fleksibel dengan imbal hasil hingga 10% APY pada token-token terdaftar. Guna merayakan kolaborasi strategis ini, Bittime dan Nobu Bank turut menghadirkan program promosi khusus yang ditujukan bagi para pengguna baru yang ingin memulai langkah investasi mereka.  Melalui kampanye cashback, para investor berkesempatan mendapatkan cashback sebesar 20% dengan nilai maksimal mencapai Rp100.000 dalam bentuk $USDT, cukup dengan melakukan deposit pertama menggunakan layanan Virtual Account Nobu Bank.  Sebelumnya, tentu perlu dipahami bahwa investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini.